I Knew I Loved You – Part 4

I Knew I Loved You

Title : I Knew I Loved You

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : Kim Hyuna,Choi Minho,Kwon Hye-in.

Support Cast : SM entertainment artis.

Genre : Romance, Comedy,Friendship,Family.

Rate : PG 15

Length : Sequel

Summary : “Mungkin aku adalah satu-satunya gadis terbodoh didunia yang menolak perasaan tulus seorang Choi Minho padaku. Aku mencintainya, bahkan jauh sebelum dia mencintaiku, tapi aku tak bisa egois untuk menahannya disampingku hanya karena alasan kami saling mencintai. Aku merasa tak cukup percaya diri berdampingan dengan namja sempurna seperti dia dan menjadi beban untuknya, terlebih lagi. Kenyataan bahwa sewaktu-waktu aku bisa meninggalkannya karena kondisi fisikku yang seperti ini dan menanggung semua kesedihan karena kepergianku.

Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini, part ini merupakan side story uri charismatic Minho. Happy reading.

Part 4 : Please Don’t Go.

Kim Hyuna POV

 

Jalanan kota seoul memang paling nyaman kalau disore hari. Aku sengaja berjalan pelan untuk menikmati lalu lalang jalanan ramai disekitarku. Setelah berpisah dengan Taemin dan Chaeri didepan gedung bioskop tadi aku memutuskan untuk pergi ke Myongdong, pasar terkenal di seluruh Korea.

Aku kembali berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah dan langsung mengantri karcis. Suasana di sekitarku sedikit lengang, saat tiba-tiba mataku menangkap sosok namja jangkung yang sangat familiar bagiku. Meski namja itu memakai topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya, tapi gerak-gerik dan gesture tubuhnya sangat kukenal. Minho kah itu, tapi kenapa dia berjalan bersama seorang yeoja dan mereka kelihatan akrab, apa itu pacarnya. Untuk memastikan langsung kuambil HP dan mengetik sms ke no. Hp Minho.

“Tengok belakangmu sekarang.”massege send to Minho~Keroro.

Selang beberapa menit setelah sms ku terkirim, namja itu langsung menoleh kearahku. Tak salah lagi dia Minho.

“Yaa,, Minho, kau tidak takut tertangkap natizen berkeliaran disini seperti ini.”aku berbisik padanya begitu aku mendekat.

“Na~ya,, bagaimana kau bisa tahu kalau ini aku.”Minho masih sedikit terkejut melihatku.

“Tentu saja aku tahu, bukan sebulan dua bulan aku mengenalmu. Kau sedang berkencan juga??”aku tersenyum meledek padanya.

“Ani,, kau bilang berkencan juga, apa maksudnya kau disini karena sedang berkencan dengan seseorang.”dia malah membalik pertanyaanku.

“Aissh,, kau ini. itu pertanyaanku pabo!, yang sedang berkencan itu saeng tersayangmu, si maknae. Dia memanfaatkanku untuk menemani mereka ngedate. Huh, yang benar saja.”aku kembali melirk yoeja disamping Minho yang sedang memperhatikan kami dengan raut bingung dan penasaran.

“Jinja,, Taemin dan CHaeri berkencan, jika Key tahu bisa semakin bawel saja dia.”Minho terkekeh pelan.

“Minho~ya, Nugu?? Kau tidak ingin mengenalkan yoejamu padaku.”Aku menunjuk kearaah yoeja itu dengan mataku.

“Dia chinguku, bukan yoejaku,, setidaknya belum.”Minho berbisik kecil ditelingaku.

“Hye-in~na,, kenalkan Neui chingu, Kim Hyuna.”Minho mengenalkanku pada yoeja disampingnya itu.

“Kwon Hye-in imnida, bangaepseumnida.”dia membungkuk kearahku dengan sopan. Gadis berambut panjang dengan mata sipit, berkulit putih bersih khas orang korea serta tubuh jenjang yang dibalut gaun sederhana berwarna biru muda. Jika dilihat keseluruhan yah, tipe seorang Choi Minho lah.

“Ne,, chanmaneyo Hye-in ssi,,”

“Na~ya,, kau mau kemana??”mInho mengalihkan tatapannya kearahku.

“Aku mau Myong dong, mencari kaset game terbaru. Kau mau ikut??”aku mengerling jahil padanya.

“tidak,, jam 7 nanti aku ada penampilan di Mubank bersama Onew hyung.”Minho mengecek jadwalnya melalui HP.

“Minho~ya,, yakin dia bukan yoeja chingumu, sepertinya dia tipe idealmu.”kembali aku menggoda Minho, ya, jarang-jarang melihat si Flaming charisma ini salting begini. Kekeke

“Hyein~ah,, bagaimana ceritanya kau bisa mengenal manusia dingin ini. jarang loh seorang Choi Minho terlihat akrab dengan yoeja.”aku berganti duduk disebelah Hye-in.

“Hmm, kebetulan Minho teman sekelas waktu di high school, dan sekarang kita juga satu universitas.”Hyein terlihat sedikit malu.

“Kau kuliah di Konkuk juga,,Ah,, sepertinya aku tahu sesuatu.”kuarahkan tatapan menggoda pada Minho.

“Aisshh,, kau ini. tidak dimanapun pasti berisik.”Minho terlihat jengah kupandangi terus-terusan.

“kenapa keretanya lama sekali ya,,”Hye-in berdiri sedikit terhuyung, sepertinya gadis itu terlihat pucat.

“Hye-in~ah,, apa kau sakit, wajahmu pucat sekali.”Kupegang lengannya, sedikit panas.

“Gwenchana Hyuna~ya,, aku tidak apa-apa,”

“Hye~in,,kuantar kau pulang ya??”Minho terlihat sedikit panik. Dugaanku tepat, sepertinya hubungan keduanya lebih dari teman.

“Anniyo,, aku,, ahh,”tiba-tiba kulihat Hye-in pingsan, untung dengan sigap Minho berhasil menahan tubuhnya.

“Hye-in,, irona,, Hye-in~ah,,”Minho menepuk pipi gadis itu dengan pelan dan sedikit panik.

“Minho~ya,, lebih baik kita bawa kerumah sakit, disini terlalu ramai. Jangan sampai penyamaranmu terbongkar, kajja.”aku mengingatkan Minho.

Dengan langkah tergesa, Minho menggendong Hye-in dan membawanya kerumah sakit terdekat.

Seoul Hospital, Februari 2009

“Na~ya,, bagaimana ini. sudah dua jam lebih Hye-in belum sadar juga.”Minho berjalan mondar-mandir didepanku dengan gelisah, membuat kepalaku ikut berputar saja.

“Minho,, bisakah kau kau tenang, aku pusing melihatmu mondar-mandir begitu.”kutarik tangan Minho dan menyuruhnya duduk.

“Aku cemas Na~ya,, Hye-in tidak sadar juga dari tadi.”

“Yaa,, untuk ukuran sahabat, kecemasanmu itu berlebihan kau tahu.”

“Baiklah,, aku jujur padamu, aku sudah menyukai Hye-in sejak lama, jauh sebelum aku debut. Dan entah kenapa dia selalu menolak perasaanku, padahal jika dilihat dari tingkah lakunya, aku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama padaku.”Minho menghela nafas dengan berat. Jinja,, seorang Choi Minho di tolak yoeja. Tak bisa kupercaya.

“Ohh,, jadi begitu. Aku tidak menyangka ada yoeja yang bisa menolak Pesona dan kharismamu mr. Flaming. Setidaknya selain aku tentu saja.”Aku tertawa sedikit mengejek.

“Yaa,, kau ini menyebalkan.”dia menjitak kepalaku dengan sadis. Setidaknya Minho sudah tak secemas tadi.

“Minho~ya,, bukankah kau ada jadwal sekarang, pergilah, biar aku yang menunggu temanmu disini.”

Aku menyuruh Minho pergi, meski awalnya dia menolak. Tapi setelah kupaksa-paksa dengan janji segera menguhubunginya jika ada sesuatu, akhirnya dia pergi juga. Bagaimanapun, Minho harus bisa bersikap professional.

Lima belas menit berselang setelah kepergian Minho, dokter yang memeriksa Hye-in keluar.

“Apa anda saudara pasien??”namja berpakaian ala dokter itu menanyaiku.

“Ne,, saya, saya kakaknya dok, bagaimana keadaan adik saya.”karena bingung, aku memilih berbohong.

Dokter tadi memintaku ikut kedalam ruangannya yang terletak dua lantai dari UGD ini.

“Apa anda sudah tahu penyakit yang diidap saudara anda??”dokter itu langsung membuka suara begitu aku duduk dihadapannya.

“Nde,, penyakit??”

“Sudah saya duga, adik anda pasti menyembunyikan penyakitnya dari keluarga anda. Sebenarnya dia menderita kanker hati atau Sirosis.”

Aku tidak terlalu tahu apa itu penyakit sirosis, tapi yang jelas aku yakin kalau penyakit itu berbahaya jika dilihat dari ucapan dokter tadi. Meskipun aku baru mengenal gadis itu beberapa jam yang lalu, entah kenapa aku langsung merasa sedih dan simpati dengan keadaanya.

Dengan langkah perlahan aku mendekati  ruangan Hye-in terbaring, kulihat dia sudah sadar.

“Bagaimana keadaanmu.”aku mengambil kursi dan duduk disampingnya.

“Sudah lebih baik,, terimakasih kau sudah menolongku. Apa Minho sudah pergi.”Hye-in mencoba bangun dari posisinya.

“Ne,, dia ada jadwal di Mubank,, Hye-in~ah,, apa aku bisa bertemu orang tuamu.”Hye-in langsung membulatkan mata dengan kaget mendengar pertanyaanku.

“Mwo,, Bertemu orang tuaku?? untuk apa??.”

“ada pesan dari dokter yang harus disampaikan pada orang tuamu. Maaf kalau aku lancang, tadi dokter membicarakan keadaanmu denganku.”aku menatapnya dengan sedikit sendu.

“Jadi kau tahu,,kalau aku,,”Hye-in tidak sanggup meneruskan perkataannya, dia langsung terisak tanpa suara.

“ne,, aku tahu,, Sirosis, dan butuh transpalasi hati segera.”timbul dorongan dalam diriku untuk memeluknya dan sekedar meminjamkan bahuku untuk menahan kepalanya.

“Aku.. aku tidak ingin melakukan Transplasi hati. Sampai kapanpun.”Hye-in bergumam dengan sedih dalam pelukanku.

Entah kenapa, Hye-in langsung begitu percaya menceritakan kisah hidupnya padaku. Jadilah dua jam itu kuhabiskan mendengarkan curhatan-curhatannya. Bahwa dia selama ini menyembunyikan kondisi kesehatannya dan merahasiakan penyakitnya dari siapapun, tentang kedekatannya dengan Minho sejak kelas 2 high school. Juga mengenai keluarganya yang kini menetap diparis.

“Jadi,, kau tinggal dengan siapa di Korea.”aku tak menyangka gadis yang terlihat selemah Hye-in bisa kuat menahan semua penderitaanya sendirian.

“Dulu aku tinggal dengan kakak sepupuku, tapi sekarang aku sendirian.”

“Lalu, apa aku bisa bertemu dengan kakakmu.”mungkin Hye-in akan berpikir aku ikut campur, tapi sudah kuputuskan harus ada keluarganya yang tahu mengenai hal ini.

“Untuk apa,, mau memberitahu kondisiku padanya, percuma saja. Dia sudah tidak peduli padaku.”ada nada getir dalam perkataan Hye-in.

“Siapa nama kakakmu, kemana aku bisa mencarinya,”

“Pergilah Ke SM entertainer dan carilah yang bernama Kwon Yuri yang terkenal dengan julukan Pearl dari SNSD. Tanyakan padanya apa dia masih mengenal Kwon Hye-in.”Hye-in menunjukkan wajah tidak senang saat mengucapkan nama Kwon Yuri, tunggu,, Kwon Yuri SNSD. Dia adik sepupu Kwon Yuri. Sepertinya hari ini aku mendapat terlalu banyak kejutan. Kwon Yuri, Kwon Hye-in. aku menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.

***

Jam sepuluh lewat lima belas, ketika kulihat jam tangan berwarna coklat dipergelangan tangan kiriku. Sekarang kami, maksudku aku dan Hye-in sudah berada didepan Apartement. Aku memaksa Hye-in ikut denganku dan tinggal sementara bersamaku. Dan siapa yang bisa menolak kehendak seorang Kim Hyuna sepertiku.

Aku tak bisa membiarkan Hye-in tinggal sendirian dalam kondisi lemah seperti itu,meski butuh sedikit paksaan dan gertakan untuk bisa membawanya ke Apartemenku yang bersebelahan dengan dorm SHINee. setidaknya Minho harus berterimakasih padaku untuk hal yang satu ini. dan mengenai penyakitnya, Hye-in memintaku untuk merahasiakan nya dari Minho.

“Ommo,,,”aku menjerit dengan kaget begitu membuka pintu apartement. Aku melihat siluet sosok tubuh manusia yang tengah terbaring disofa didepan TV.

“noona,, ada apa.”Taemin tiba-tiba muncul dari dalam apartementku disusul Minho dibelakangnya.

“Yaa,, bagaimana kalian bisa masuk.”kutarik bantal yang dipakai Kiki untuk berbaring.

“Aishh,, Na~ya. Kau berisik sekali,,”Kiki memukul kepalaku dengan tangannya.

“Kau lupa, aku punya duplikat kunci apartement ini.”

Mendengar penuturan Kiki, seketika aku teringat kemarin dia meminjam kunci apartementku untuk diduplikat.

“Hye-in~ah,, kau disini. Bagaimana keadaanmu?? Sudah baikan??”suara Minho mengalihkan perhatianku. Kulihat Minho tengah menatap Hye-in dengan serius.

“Gwenchana,, sudah baikan.”suara Hye-in masih terdengar lemah.

“Minho,, mulai sekarang Hye-in akan disini bersamaku. Kau tidak keberatan bukan.”

“Tinggal disini,, Jinja?? Anni, aku tidak keberatan justru aku senang Hye-in mau tinggal bersamamu.”Ekspresi Minho langsung berbinar dengan senang. Kau berhutang terimakasih padaku Mr. Flaming.

“Minho,, Nuguya??”Kiki ikut mengarahkan pandangannya pada Hye-in.

“Dia temannya Minho,,Ki,, ayo buatkan aku makan malam. Aku lapar.”Kutarik tangan Kiki menuju dapur. Aku hanya ingin membiarkan Minho dan Hye-in punya ruang untuk berbicara secara pribadi.

“Shirro,, kau masak sendiri saja sana.”

“Please, ayolah,, saudaraku yang paling tampan, yang paling baik,, Please.”kutangkupkan kedua tangan didepan dada dan sengaja mengedip-kedipkan mata pada Kiki.

“Yaa,, jangan tampakkan wajah menjijikkan seperti itu didepanku.”

“Noona,, kau tidak pantas bertingkah centil seperti itu. Membuatku merinding saja.”Taemin ikut berkomentar.

“Taemin,, lain kali aku tidak akan membantumu berbohong pada hyung-hyungmu jika kau ingin berkencan dengan Chaeri lagi.”Aku sengaja membuka rahasianya didepan Kiki. Siapa suruh mengataiku.

“Lee Taemin,, benarkah itu. Kau tadi berbohong padaku, kau berkencan hah. Dengan Shim Chaeri. Aissh,, kau sudah terlular Minho, beginilah efek  2min couple. Kau jadi ikut-ikutan Noona Killer seperti si Jangkung itu. ”Kiki menatap taemin dengan tajam.

“Ehm itu,, ah,, makanya hyung juga cari pacar supaya bisa merasakan senangnya menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai.”

Haha, aku tertawa puas mendengar jawaban Taemin, .pintar sekali dia mencari alasan., kiki hanya bisa menatap Taemin dengan shock.

“Yaa,, lee Taemin,, aku belum mengijinkanmu berkencan, kau belum pantas untuk berkata seperti itu.”

Ya,, umma Kibum sedang menasehati aegy-nya. Lebih baik aku menjauh dari mereka sebelum Kiki juga mengomeliku. Dia kan hobi mengomeli orang-orang disekitarnya.

 

Seoul, Maret 2009

“Noo~naaaa,,,”huh Taemin,, suara itu.

Pagi-pagi begini sudah menganggu saja. Tidak tahukah mereka semalam aku tidur jam berapa. Tugas kampusku sudah semakin menumpuk, setiap hari bergumul dengan akuntansi, obligasi, investasi pasar membuatku setengah gila. Kutarik selimut tebal menutupi seluruh badanku.

“Kim Hyuna baboo,, irona,,”lagi-lagi ada yang mengganggu tidurku.

“Huh,, kalian mengganggu tidurku saja.”sebuah boneka melayang ke muka Kiki.

“Kau ini, mentang-mentang Hye-in tinggal disini semuanya dia yang mengerjakan. Dasar yoeja pemalas.”

Aku ingat, sudah sebulan lebih Hye-in tinggal bersamaku. Awalnya dia agak canggung berhadapan dengan teman-teman Minho, tapi lama-lama kulihat dia semakin mudah membaur.

Yah,, Hye-in adalah sosok ideal seorang ibu rumah tangga. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali mencuci piring dan memasak. Semuanya dia yang mengerjakan, setidaknya aku senang Hye-in bersemangat menjalani hari-harinya semenjak tinggal disini dan tidak bersedih terhadap penyakit yang dideriitanya, tapi entahlah aku selalu gagal membujuknya untuk mau melakukan transpalasi hati segera. Dan mengenai Minho, jangan ditanya lagi. Dia teramat senang bisa sering berada didekat gadis itu walau sampai sekarang Hye-in belum mau menerima pernyataan cintanya dan alasanannya apa aku sangat tahu betul.

Sepertinya sekarang dorm SHINee sudah pindah ke Apartementku.

“Pagi semua,,”aku berjalan dengan pelan menuju meja makan dan menungkupkan muka diatas meja dengan malas.

“Mwoo!! Pagi??,, sudah siang non.”Jonghyun oppa menyahut sapaanku.

“Kalian mengungsi sarapan dirumahku lagi.”Aku mengggumam pelan melihat namja-namja tampan ini sudah duduk manis dimeja makan, dan sejak kapan kursi meja makanku bertambah banyak begini.

“Tentu saja,, meskipun ayam dirumah sangat lezat tapi tetap saja ayam disebelah terlihat lebih menggoda.”Onew oppa menyunggingkan senyum menggoda padaku.

“hyung,, itu  ungkapan baru ya..aku baru mendengarnya kali ini”simaknae polos itu menatap hyungna dengan serius.

“Kau ini,, perkataan si sangtae saja di anggap serius. Dia tidak bisa hidup sehari saja tanpa mengucapkan kata ayam.”Aku menyahut.

“Yeah,, benar. Hidupku akan terasa sepi tanpa ayam disisiku.”Onew oppa malah nyengir dengan muka sok polos.

“Mollaodeo onew sangtae,, Mollaodeo onew sangtae,”mulailah duo Jongkey dengan nyanyian khas mereka, membuatku pagiku semakin ricuh.

“Ya.. Minho~,, bisakah kau tidak bermesraan didepanku, setidaknya disini masih ada uri baby maknae.”tanpa sengaja mataku menangkap sosok Minho dan Hye-in tengah berdiri didepan pantry dengan posisi berdempetan. Entahlah apa yang sedang mereka lakukan disana.

“As always,, bisakah kau tidak berisik. Dasar tukang usil.”Minho melemparkan biji bawang merah kearahku tapi justru mendarat dikepala Kiki.

“Aku setuju denganmu Na~ya,, jangan kau racuni pikiran polos maknae kami dengan tingkahmu itu Choi Minho.”Kiki membalas lemparan Minho dengan buah cery yang ada didepannya.

“Siapa bilang maknae kita polos,, bahkan dia sudah berkencan mendahuluiku. Dan berani mencuri-curi kesempatan saat dia sedang bersama Shim Chaeri.”Jonghyun oppa memukul lengan taemin dengan pelan. Sedangkan Taemin hanya tertawa kecil dan terlihat malu-malu. Aigoo,, seperti apapun ekspresinya, namja itu selalu terlihat imut dan menggemaskan.

“Jinja,, aku tidak percaya kau belum pernah berkencan oppa.”kali ini Hye-in ikut berbicara.

“Aku memang belum pernah berkencan semenjak debut, tapi kalau sebelum debut jangan ditanya lagi. Hehe,,Kau mau menjadi pasangan kencanku besok Hye-in~ah. Yang pertama sejak debutku sebagai bling-bling Jonghyun.”dasar cassanova, Jonghyun oppa mengedip-kedipkan matanya menggoda Hye-in yang kini tersipu malu.

“Pletak,,”Ku jitak kepala Jonghyun oppa dengan sebal.

“Dasar mesum,, lihat saja, sebentar lagi kau akan mati terbakar Kim Jonghyun.”dia tidak menyadari kalau sedari tadi Minho sudah menatapnya dengan Flaming Kharisma andalannya.

“Ohh,, Yoebo aku takut,, si Keroro mulai membakarku dengan tatapannya.”menyadari tatapan Minho, jjong oppa langsung beringsut dan bersembunyi dibelakang tubuh Kiki. Ohh,, jangan bilang sebentar lagi akan ada JongKey moment disini.

“Jangan takut Chagi,, aku disini untukmu.”Sepertinya sebentar lagi aku akan muntah melihat kelakuan JongKey couple yang mulai saling berpelukan. Kiki bertingkah seolah-olah namja yang tengah membela yoejanya didepan Minho.

“Ahh,, Umma,,kau membuat Appa cemburu. aku juga ingin dipeluk.”Onew oppa ikut-ikutan gila. Well,, aku benar-benar ingin muntah sekarang. melihat OnJongKey couple beraksi.

“Yya,, jangan melakukan OnJongKey moment dihadapanku,, bisa-bisa sebentar lagi aku muntah.”sebuah gelas plastic mendarat tepat dikepala Jjong oppa akibat lemparanku.

“Ah,, Hyuna chagiya,, kau cemburu ne.. ayo sini oppa peluk.”Jjong oppa malah mengerling dengan tatapan nakal.

“Spesial untuk saudaraku tersayang,, aku popo sini.”Kiki mendekat kearahku sambil memonyongkan bibir dengan sangaja.

“Oppa juga ingin memelukmu Nana~ya,, “

huawahh,, mereka bertiga –OnJongKey- berjalan mendekatiku dengan senyum jahil.

“Jangan mendekat,,Kaliann membuatku jijik,,”aku berlari menjauhi mereka yang semakin asyik mengejarku. Oh,, demi tuhan, tingkah mereka benar-benar membuatku tak tahan. Sedangkan Minho,Hye-in dan Taemin malah dengan asyik menertawaiku yang tengah dikejar-kejar triple namja gila ini. somebody help me!!!.

 

SM entertainment Building. 25 Maret 2009. 04:00 PM

Aku berjalan bersama Hye-in menuju gedung SM entertainment. Sudah lama sepertinya aku tidak datang kesini. Sebenarnya tujuanku kesini untuk menemani Hye-in, dia bilang harus bertemu salah satu staff kantor SM untuk wawancara tugas kuliahnya, karena kebetulan dia mengambil jurusan Public Relation.

“Na~ya,, apa kau sering kemari.”Hye~in menanyaiku begitu aku langsung menariknya menuju Lift.

“ne,, dulu aku sering kesini untuk menemani Key menjalani Training, jadi aku sudah familiar dengan suasana disini.”

“Ohh,, begitu.”kami keluar dari Lift yang berhenti dilantai 5.

“Na~ya,, Kim Hyuna.”tiba-tiba ada yang memanggilku dari kejauhan.

“Fishy oppa,,”ternyata donghae oppa. Dia semakin terlihat tampan dengan kacamata hitamnya dan hoodie biru donker dan disebelahnya berdiri si cinderrella man yang tak kalah tampannya.

“Na~ya,, lama tak berjumpa. Jongmal boghosipta.”aku langsung memeluk donghae oppa.

“Na~ya,, kau tidak rindu pada oppa cantikmu ini.”heechul oppa melebarkan tangannya mengundangku. Sejak insiden pengajaran nama member Super Junior dulu, aku langsung akrab dengan namja berkeribadian unik dan nyentrik ini.

“Tumben kau ada disini Na~ya,,tidak  bersama twins evilmu itu”. Donghea oppa mengedipkan mata dengan usil. Ya, Donghae oppa selalu menjahiliku dengan mengatakan bahwa aku dan Kiki tidak cocok menjadi saudara, kami lebih cocok sebagai sepasang kekasih.

“Hye-in~ah,, kau mengenal mereka bukan. Dan terutama namja ini.”aku mnunjuk Heechul oppa. Berharap Hye-in menggeleng dan membuat heechul oppa kaget lagi seperti dulu pertama kali bertemu denganku.

“Ne,, aku mengenalnya, Lee Donghae dan Kim Heechul super Junior. Minho bilang dia paling dekat dengan Donghae super Junior.”mendengar nama Minho disebut, Donghae oppa langsung membulatkan mata dengan kaget.

“Minho,, kau kenal Choi Minho Shinee.”Heechul oppa menatap Hye-in dengan tajam.

“Tunggu,, Hye-in,, kau Kwon Hye-in yoeja yang,, pantas saja Minho begitu tergila-gila padamu. Noemu Yeppo.”mendengar ucapan donghae oppa, seketika wajah Hye-in langsung bersemburat merona merah dengan malu.

“kau tau tentang itu oppa??”aku menatap donghae oppa.

“tentu saja,, Minho tidak pernah bisa menyembunyikan sesuatu dariku.”

Setelah melalui perkenalan singkat. Aku berpisah dari Hye-in dan ikut bersama Dongahae oppa juga Heechul oppa menuju ruang latihan. Kebetulan hari ini jadwal latihan SHINee,SUJU dan SNSD bersamaan. Mendengar kata SNSD aku jadi teringat Yuri SNSD, sepertinya aku harus mencari tahu mengenai latar belakang Yuri SNSD. Saat kutanya pada Donghae oppa, dia hanya tahu sedikit mengenai Yuri bahkan sama sekali tidak menyinggung tentang adik sepupu yang bernama Kwon Hye-in.

Aku mengintip sedikit saat kami memasuki ruang latihan. Kulihat mereka sedang berlatih untuk kolaborasi konser SM Town berikutnya. Dan tatapanku berhenti pada Kiki dan Souyoong yang tengah berlatih dance couple dengan lagu Gee milik SNSD, entah kenapa tiba-tiba perasaanku sedikit tidak nyaman melihatnya.

“Na~ya,, kau cemburu pada Kibum ehh.”Donghae oppa berbisik ditelingaku.

“Aissh,, oppa kau menyebalkan.”kualihkan pandanganku dan menangkap sosok jangkung Minho yang tengah duduk bersama Yuri. Mereka terlihat akrab.

“Oppa aku tunggu disini saja, aku tidak mau dipelototi Rino unni, koreografer SHINee jika dia melihatku masuk kedalam. Karena dia bilang kehadiranku bisa mengacau konsentrasi mereka dalam berlatih.”aku menolak masuk, saat Heechul oppa berusaha menarikku kedalam.

Setengah jam sudah aku duduk didepan ruang latihan SM, dan sudah berkali-kali pula melihat Kiki dan Souyoung SNSD melakukan putaran yang sedikit terlihat mesra. Aish,, kenapa perasaanku jadi aneh begini. Sekarang giliran Minho dan Yuri yang berlatih, mereka bahkan tampak lebih mesra dibanding pasangan Kiki dan Sooyoung tadi.

Aduh, bagaimana jika Hye-in tiba-tiba muncul dan melihatnya. Saat aku mendongakkan kepala dan beranjak dari dudukku, kulihat Hye-in sudah berdiri mematung dihadapanku. ekspresi wajahnya terlihat shock. Matanya terpaku pada pemandangan yang berada didalam studio latihan. Tak sampai 30 detik, tiba-tiba tubuh Hye-in sudah jatuh tanpa sempat kutahan.

“Hye-in,, Hye-in~ah.. irona,, jeball”tuhan aku takut kalau terjadi sesuatu padanya. Ayolah Hye-in bangun, jangan membuatku cemas begini. Kau harus tetap bertahan dan hidup lebih lama.

“ siapapun, tolong aku.”aku berteriak dengan kencang. Aku tak peduli jika teriakanku menganggu mereka yang sedang berlatih.

“Ada apa,, apa yang terjadi.”aku tak bisa mengenali suara berisik yang terdengar disekitarku. Konsentrasiku tertuju pada kondis Hye-in. kemudian sebuah tangan kokoh sudah mengangkat tubuh Hye-in dengan cepat. Minho-kah??.

“Minho~ya,, biarkan manajer yang membawa Hye-in kerumah sakit. diluar banyak paparazzi.”seseorang mengingatkan Minho, yang langsung menyerahkan tubuh Hye-in kepada manajer Kim disampingnya. Dengan langkah tergesa aku membuntuti manajer Kim dan masuk kedalam Van yang langsung membawa kami kerumah sakit. Bahkan aku juga tidak bisa mendengarkan teriakan-teriakan yang sedari tadi memanggilku.

Seoul Internasional Hospital. 07:00 PM

“Kondisi hatinya sudah semakin buruk dan hancur. Kita harus segera melakukan pencangkokan hati sebelum terlambat.”Dokter yang menangani Hye-in menyampaikan kondisi Hye-in padaku.

“Sebelum terlambat?? Maksud dokter??”

“Adik anda sudah tidak bisa bertahan lama dengan kerusakan hatinya saat ini.”

aku menunduk dan memandangi lantai koridor rumah sakit. Apa yang harus aku lakukan sekarang??. hye-in, biarkan aku menghubungi orang tuamu kali ini saja.

“Na~ya,, bagaimana keadaan Hye-in sekarang, apa dia baik-baik saja.”Minho datang dengan nafas masih terengah-engah diikuti member SHINee juga Yuri unni,Jessica dan Donghae oppa bersama beberapa member super Junior lainnya.

“Dia,, sebenarnya,, dia.”aku tak bisa mengatakannya. Tenggorokanku tercekat.

“Kim Hyuna ssi,, apa yang terjadi padanya, dia adikku. Tolong katakan dengan jelas Hyuna.”tiba-tiba Yuri unni mencengkeram pundakku dengan kencang.

“Yu,, yuri unni, sebenarnya Hye-in mengidap Sirosis dan butuh transpalasi hati segera. Tapi, Hye-in menolak untuk melakukannya,sedangkan dokter bilang dia tidak mungkin bisa bertahan dengan kondisi hatinya saat ini.”ada dua orang yang langsung terpuruk dengan lemas begitu mendengarkan ucapanku.

“Kenapa kau merahasiakan hal ini dariku Na~ya,, tidakkah kau tahu aku sangat mencintainya.”Minho jatuh terduduk disampingku.

“Mi, Mianhe Minho~ya,, Hye-in merahasiakan penyakitnya dari semua orang. Dia tak ingin merasa dikasihani.”aku ikut duduk dilantai disamping Minho. Aku tak pernah melihat Minho kacau begini. Ada setitik cairan bening menggenang disudut matanya. Jika Kiki pernah mengatakan bahwa Minho adalah anak tanpa emosi, itu salah besar. Minho langsung memelukku dan menangis dipundakku, aku hanya bisa diam sambil menepuk bahunya yang bergetar. Sejujurnya aku ingin menangis melihatnya seperti ini, tapi air mataku tak kunjung turun, aku tak bisa menangis dihadapan orang lain kecuali Kiki.

“Sica,, adikku sica.”dari sudut mataku, kulihat Yuri unni juga menangis dipelukan Jessica unni. Kupikir Yuri unni tidak sejahat yang Hye-in katakan.

Kini onew oppa dan Jjong oppa menemani Minho duduk dikursi panjang dikoridor rumah sakit. Jam sudah lewat tengah malam. Dan sudah lebih dari lima jam Hye-in pingsan. Yuri unni dipaksa kembali ke dorm diantar donghae oppa dan Jessica.

“Na~ya,, kajja kita pulang. Kau juga harus istirahat. Biarkan Minho,Onew hyung dan Jjong hyung yang menunggu disini. Kau bisa kembali besok.”Kiki menarik tanganku dengan pelan.

“Tapi, Ki, aku tak bisa meninggalkan Hye-in.”kubantah perkataan Kiki dengan pelan.

“Untuk kali ini, dengarkan omonganku Na~ya.”Kiki menatapku dengan serius membuat aku tak punya daya untuk membantahnya lagi.

Setelah berpamitan kepada tigamember SHInee lain,Kami -aku dan Kiki- berjalan pelan menuju pintu keluar rumah sakit sambil bergandengan tangan.

“Ki,, apa hatiku bisa didonorkan pada Hye-in.”mendengar ucapanku, Kiki langsung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhku perlahan.

“Jangan berkata sembarangan Kim Hyuna. Aku tak suka mendengarnya, percayalah pasti ada cara lain untuk menyembuhkannya.”Kiki menarik wajahku dengan kedua tangannya.

“Tapi Ki,, masih banyak orang yang membutuhkan Hye-in untuk tetap hidup dan melihat senyumnya. Sedangkan aku,, tak ada orang yang membutuhkan kehadiranku.”entah kenapa,dari dulu aku hanya bisa menangis didepan Kiki.

“aku hanya ingin, hatiku berguna untuk kebahagiaan orang lain.”air mataku sudah terjatuh dengan deras.

“Jeball, jangan pernah berkata seperti itu lagi Na~ya,, kehadiranmu sangat berarti untukku, untuk omma, appa dan juga halmoni. Kau adalah bagian dariku, separuh dari jiwaku. Selamanya kita akan bersama.”Kiki menarik tubuhku dan mendekap kepalaku didadanya. Aku merasa begitu damai dan tenang menyadari Kiki masih bersamaku.

“Ki,, apa kau akan tetap bersamaku selamanya.”aku bergumam dengan lirih.

“Kita akan bersama selamanya,, karena Kim Hyuna tercipta untuk mengimbangi Kim Kibum.”Kiki mendongakkan kepalaku dan mencium keningku dengan lembut. Wajah kami begitu dekat, hingga aku bisa melihat garis wajah Kiki dengan jelas. Dan jujur, baru kali ini aku menyadari betapa tampannya kakakku ini. kakak?? Masih bisakah aku mencintai Kiki sebagai kakakku??. Mollayo.,,

 

Still Seoul Hospital,26 Maret 2009. 08:00 AM

Kwon Hye-in POV

Gelap, semuanya terlihat gelap. Hanya bayang samar yang mampu kulihat. Apa ini rasanya kematian, kenapa terasa begitu sunyi dan kosong. Kemudian ada seberkas sinar masuk kedalam penglihatanku dan semakin lama semakin  jelas hingga akhirnya aku bisa membuka kedua mataku lebar-lebar,ternyata aku belum mati. Aku merasa  Ada sesuatu yang tertahan dilenganku. Minho menempelkan pipinya dilenganku, terasa hangat dan nyaman melihat wajahnya saat tertidur.

Choi Minho,, Satu-satunya alasan yang membuatku mampu bertahan untuk tetap hidup dan terus bisa melihat senyum diwajah tampannya. Satu-satunya bintang yang mampu menerangi kelam dan sepinya duniaku, juga satu-satunya cinta yang pernah hadir dalam hidupku yang mungkin takkan lama lagi. satu-satunya kebahagiaan yang membuatku tetap bertahan saat melihatnya menari diatas panggung.

Mungkin aku adalah satu-satunya gadis terbodoh didunia yang menolak perasaan tulus seorang Choi Minho padaku. Aku mencintainya, bahkan jauh sebelum dia mencintaiku, tapi aku tak bisa egois untuk menahannya disampingku hanya karena alasan kami saling mencintai. Aku merasa tak cukup percaya diri berdampingan dengan namja sempurna seperti dia dan menjadi beban untuknya, terlebih lagi. Kenyataan bahwa sewaktu-waktu aku bisa meninggalkannya karena kondisi fisikku yang seperti ini dan menanggung semua kesedihan karena kepergianku.

“Hye-in~ah,, kau sudah sadar?? Bagaimana?? Apanya yang sakit.”Minho terbangun dari tidurnya, aku tersenyum saat mata kami bertemu.

“Minho~ya,, gwenchana, Mianhe aku sudah seriing merepotkanmu .“kutundukkan wajahku dalam-dalam.

“Hye-in~ah,, kau harus meminta maaf padaku sebanyak yang kau bisa, karena kurasa kesalahanmu kali ini tak bisa kumaafkan.”jawaban Minho membuatku menegakkan kepala dan menatapnya dengan kaget.

“Mwoo,, aku tak mengerti Minho~ya.”

“Kwon Hye-in,, kau sangat bersalah padaku karena menyembunyikan kondisi kesehatanmu dariku. Kau tahu, aku baru menyadari bahwa selama ini aku tak cukup berarti bagimu. Bahkan sampai hal sepenting ini kau tak bisa mempercayaiku.”Minho menutup mukanya dengan kedua tangan.

“Minho~ya,, bukan begitu,, kehadiranmu sangat berarti bagiku,, hanya saja,, aku..”aku tak bisa meneruskan perkataanku.

“Hanya apa Hye-in~ah,, hanya karena kau tak bisa menyandarkan hidupmu pdaku, karena profesiku sebagai artis tak bisa terus disampingmu. Makanya kau tak bisa menerima perasaanku.”

“Minho dengarkan aku,, Aku bukan tak mempercayaimu. Hanya saja, aku tak ingin melihatmu bersedih dan merasa kasihan padaku. Aku tak ingin kau kehilangan senyum didepanku hanya karena kau tahu umurku tidak lama lagi. Aku terlalu takut kehilangan alasan mengapa aku harus tetap bertahan didunia ini “air mataku ikut terjatuh seiring dengan kalimat yang keluar dari bibirku.

“Hye-in~ah,,kajimal,,”Minho ikut menangis bersamaku.

“Minho,, Ku mohon jangan bersedih seperti ini,, kau harus tetap tersenyum untukku. Agar aku punya alasan untuk tetap bertahan disampingmu.”jari-jariku bergerak diwajah Minho dan menghapus titik air yang menetes dari mata indahnya.

“Tersenyumlah untukku,,”kusunggingkan senyum terbaikku padanya. Kemudian dia menurunkan kedua tanganku dari wajahnya dan menggennggamnya dengan erat.Minho hanya diam sambil menatap mataku dalam-dalam, seperti tengah memikirkan sesuatu. Perlahan-lahan senyum mengembang dibibirnya, senyum terindah yang pernah kulihat.

“Sudah kuputuskan,, terima ,tidak terima mulai sekarang aku yang akan menjagamu. Siap tidak siap mulai detik ini aku adalah namjachingumu. Aku tak peduli kau mau melakukan transpalasi hati atau tidak. Aku tidak akan membiarkan perasaan yang kubangun sejak tiga tahun lalu berantakan hanya karena penyakit konyol seperti ini Hye-in~ah, bahkan jika perlu aku akan menikahimu sekarang juga agar aku bisa terus berada disampingmu sampai maut memisahkan kita.”aku terhenyak mendengar penuturan namja tampan dihadapanku ini.

“Nan michisso,, kau sudah gila. Andwae Minho~ya,,.”

“Aku tidak butuh persetujuanmu,,Kwon Hye-in, akan kubuat kau merasakan betapa beruntungnya hidup bersamaku.” Aku tak bisa mengelak lagi, kenyataan bahwa Minho benar-benar tulus padaku membuat perasaanku semakin bimbang. Haruskah aku bersikap egois dan menerima kehadirannya dalam sisa hidupku, lalu apa yang akan terjadi seandainya waktuku didunia tinggal sebentar lagi.

Belum sempat aku menjawab perkataan Minho, tiba-tiba pintu ruangan menjeblak terbuka. Diambang pintu aku melihat sosok Yuri unni muncul dan langsung menghambur memelukku. Dan membuat Minho harus bergeser manjauh dari pembaringanku.

“Hye-in~ah,, Mianhe,,”memeluk tubuh jenjang Yuri unni membuat semua kemarahan dihatiku langsung hilang. Semua kesedihan saat dia harus meninggalkanku demi impiannya. Saat kesedihan karena aku harus merayakan ulang tahunku tanpa kehadirannya, yang telah menjadi pengganti orang tuaku sejak aku kecil. Aku tak bisa membencinya sebesar keinginanku.

“Unni,, Boghosippo”Yuri unni semakin menenggelamkan wajahnya dibahuku, aku bisa merasakan isakannnya dirambutku.

“Nadd,, nado, Hye-in~ah,, jangan pernah menghilang lagi dari dekatku Kwon Hye-in.”aku benar-benar merindukannya. Aku tak pernah menatap paras cantiknya sedekat ini sejak dua tahun lalu, dia semakin terlihat cantik sekarang. pantas saja jika dijuluki Pearl di grupnya SNSD atau yang lebih dikenal Girls Generation.

“Unni,, kau semakin cantik sekarang. sepertinya yang menyebabkan aku pingsan kali ini karena melihat duetmu dan Minho kemarin.”Minho langsung membulatkan mata belo-nya mendengar gurauanku.

“Mwo?? Minho?? Dengan unni?? Tidak mungkinlah,, dia terlalu masih anak kecil. Jankaman,, kau cemburu?? Kalian,, berpacaran??”Yuri unni mengacak rambutku dengan gemas.

“Noona,, kau mengijinkanku bersama dongsaengmu bukan??”Minho menatap Unniku dengan serius berusaha meminta ijin.

“Unni,, jangan dengarkan dia. Aku dan Minho tidak ada hubungan apa-apa.” Kutatap wajah Minho dengan jahil.

“Hmm,, sebentar,,”Yuri unni mengamati tubuh Minho dari atas kebawah seolah menilai penampilan nya.

“Memenuhi standar sih,, baiklah Choi Minho,, ku harap kau bisa menjaga saengku dengan baik. Jika ada apa-apa dengannya, kau adalah orang pertama yang kucari.”Dengan bercanda, Yuri unni mengarahkan kepalan tangannya didepan muka tampan Minho.

“Thank you noona,, kau memang yang terbaik.“Minho memeluk tubuh Yuri unni dengan girang.

“see, tak ada alasan lagi untuk terus-terusan menolakku Kwon Hye-in.”setelah melepaskan tubuh Yuri unni, Minho langsung menghampiriku dengan senyum menggoda tersungging dicelah bibirnya. Tangan kanannya meraih bahu kiriku dan mendekatkan wajahnya kearahku. Apa yang akan dilakukannya kali ini.

“Noo~naaa,, “pintu ruangan kembali menjeblak. Taemin dan Chaeri sudah berdiri didepan pintu diikuti Hyuna dan Key juga Jjong oppa bersama Onew oppa..

“Hye-in noona,, kau sudah sadar. Syukurlah,,”taemin  berdiri disamping Minho yang langsung melepaskan tangannya dari bahuku.

“Kau tahu Hye-in~ah,, ada yang menangisimu semalaman.”JJong oppa melirik kearah Hyuna yang dibalas tatapan tajam.

“Nuguya hyung yang menangisi yoejaku sampai begitu.”Minho ikut melirik kearah Hyuna.

“Mwo,, yoejamu?? Percaya diri sekali kau mr. Flaming.”kulihat Hyuna mendekat kearahku.

“Kau tidak percaya Kim Hyuna,, mulai sekarang Hye-in sudah menjadi yoejachinguku. Bahkan aku sudah mengantongi izin dari Yuri noona.”Minho menyandarkan tangannya dibahu Hyuna.

Aku hanya bisa tersenyum menatap tingkah mereka semua, segala keributan dan canda ceria tiap kali Hyuna,Key,Jjong oppa,Jonghyun oppa,taemin,Chaeri dan Minho berkumpul. Aku tida tahu sampai kapan bisa terus hidup dan bertahan demi melihat moment menyenangkan seperti ini.

Seoul, 25 April 2009.

sejak Minho menyatakan diri sebagai pacarku, sikapnya langsung berubah 180 derajat. Apalagi jika sudah menyangkut kesehatan dan jadwalku minum obat, dia bisa langsung cerewet melebihi Key maupun Jonghyun oppa. Dia juga memperlakukanku dengan berlebihan, dan gara-gara sikapnya yang satu ini, aku sering menjadi bahan ejekan Hyuna dan Jjong oppa.

Minho terlalu dan sangat romantic, disela-sela kesibukan SHINee mempersiapkan album barunya Mei nanti, Minho tak pernah lupa menelponku 10 kali sehari hanya untuk bertanya apakah aku sudah makan, apakah aku sudah minum obat dan apakah aku sudah beristirahat dengan cukup.

Bahkan dia selalu meminta ijinku setiap kali akan dipasangkan dengan artis lain. Apalagi  sekarang sedang berkembang gossip Minyul alias Minho-Yuri Couple sejak kolaborasi mereka di Konser SM Town beberapa waktu yang lalu. Setiap kali mendengar berita Minyul couple, aku  dan Hyuna tak pernah bisa menahan tawa.

“Kwon Hye-in,, seperti biasa, apel pagi dengan sekuntum mawar merah dari pacar tersayang.”Hyuna berteriak didepan kamarku. Ya,, aku masih tinggal di Apartement Hyuna yang bersebelahan dengan dorm SHINee. dan setiap pagi Hyuna menjadi kurir kiriman mawar merah dari Minho jika dia berhalangan untuk meletakkan nya didepan pintu kamarku.

“Benar-benar tak bisa ditolerir,, apa dia tak repot setiap hari mengirim mawar kesini.”Aku menerima sebuket mawar dari tangan hyuna.

“Tentu saja,, repot. Aku yang melihatnya saja jengah. Entahlah,, sepertinya seorang Choi Minho sudah kerasukan jiwa cassanova Kim Jonghyun bahkan mungkin Lee Hyukjae SuJu.”Hyuna melipat tangannya sembari menyenderkan tubuh didinding depan kamarku.

“Choi Minho sedang terjerat virus-virus cinta.”tiba-tiba onew  oppa si leader SHInee muncul dan ikut menyenderkan tubuh disamping Hyuna.

“Kau tidak ada jadwal oppa,,”Aku mengambil kursi dan menariknya mendekati mereka berdua.

“Nanti siang ada recording terakhir lagu Julliette dan Please don’t go. Kau tahu, sebenarnya Minho ingin menyanyikan lagu Please don’t go untukmu Hye-in~ah,, tapi vokalnya belum sampai unttuk menyanyikan lagu ballad seperti itu. jadi dia menyuruhku menyanyikan untukmu. Dengarlah,, ini rekaman suara Minho saat mencoba menyanyikan lagu tersebut.”Onew oppa mengulurkan ipad miliknya,

“Ini,,”aku tercengang mendengar lagu yang dinyanyikan Minho, suara berat Minho sebetulnya tidak cocok untuk lagu jenis ballad seperti ini. tapi entahlah,, rasanya hatiku begitu sakit mendengar makna dari lagu ini dan bagaimana suara nyanyian Minho terdengar begitu menjiwai juga menyayat hati.

“Kwon Hye-in,, jangan pernah menyerah pada keadaan. Kau masih punya kesempatan untuk hidup lebih lama dengan segera melakukan transpalasi hati. Kau tahu,, kekeras kepalaanmu ini akan menyakiti banyak orang. Mungkin yang kau lihat selama ini, Minho tak pernah bersedih didepanmu,, tapi aku tahu setiap hari dia bersedih dan mencemaskan keadaanmu. Bahkan aku pernah melihatnya menangis sambil menatap fotomu,,”aku hanya bisa membeku mendengarkan ucapan Onew oppa. Semua yang dia katakan sama persis seperti yang Hyuna ucapkan setelah aku kembali kesini. Benarkah masih ada harapan untukku.

“Aku hanya tak ingin meninggalkan orang-orang yang kusayangi dalam keadaan kecewa, seandainya pengobatanku gagal nantinya oppa.”  Aku tertunduk dan menyembunyikan wajahku dengan telapak tangan.

“Hye-in~ah,, itu artinya kau mengaku kalah sebelum bertanding,, ini memang bukan perkara mudah. Menggantungkan nyawamu dengan sebuah operasi pencangkokan hati. Apapun bisa terjadi dalam dunia kedokteran,, tapi kita sebagai manusia biasa hanya bisa berharap agar sesuatu yang kita jalani membuahkan hasil terbaik. Kau harus terus hidup Hye-in~ah,, setidaknya demi orang-orang yang sangat menyayangimu.”Hyuna merundukkan kepalanya didepan wajahku dan tersenyum dengan begitu meyakinkan. Bisakah aku mempercayai ucapannya kali ini.

“Hyuna~ya,, apa ini pilihan terbaik untukku,, melakukan operasi itu,, bagaimana jika,,”

Hyuna menempelkan jari-jarinya dibibirku.

“Jangan perpikir kau akan gagal,, berpikirlah apa yang akan terjadi seandainya operasinya berjalan dengan lancar. Kau akan terus hidup bersama kami, percayalah Hye-in.”

“Baiklahh Kim Hyuna,, aku percaya padamu. Aku akan menghubungi  orang tuaku agar segera menjemputku disini. Aku ingin terus hidup lebih lama.”

“Apa aku tidak salah dengar,,Kau akan melakukannya chagi??”suara berat Minho mengagetkanku.

“Minho~ya,, sejak kapan kau disini,,”.Minho tak mendengarkan perkataanku, dia langsung memeluk tubuhku dengan semangat.

“Aku senang mendengarnya Kwon Hye-in,,sarenge,, jongmal sarange Kwon Hye-in. hiduplah lebih lama bersamaku.”

“Ne,, Minho. Aku akan terus hidup untukmu,,”kueratkan pelukanku ditubuh Minho. Sebuah keajaiban dalam hidupku, memiliki seseorang sepertinya disisiku.

“Ehm,, ehmm,, kalian tidak melupakan ada orang lain disini kan.”suara Hyuna membuatku serta merta melepaskan pelukan dari Minho.

“na~ya,, onew hyung,, Joahe,, neomu Joahe,,”Minho juga memeluk onew hyung dengan gembira bahkan menciumi kepala leadernya.

“Yaa,, hentikan Choi Minho,, kenapa kau menciumi kepalaku seperti itu.”

“itu tanda rasa terimakasihku hyung,, kau telah membantuku.”Minho menatap onew oppa dengan  cengiran lebar dibibirnya. sepertinya aku mengambil keputusan yang terbaik.

Mei 2009

Bandara Inchoen, 25 Mei 2009.

Aku melepaskan pelukan Hyuna dan menatap satu persatu wajah pengantarku. Kim Hyun,Shim Chaeri dan Yuri unni. Tak ada satupun member SHINee yang ikut mengantarkan kepergianku, come back mereka dengan album Romeo + Julliette membuat jadwal mereka sangat padat. Tapi kemarin aku sudah menemui mereka saat SBS Inkigayo dan berpamitan terutama pada Minho.

Hari ini aku akan meninggalkan korea menuju Amerika untuk menjalani transpalasi Hati. Sejak pembicaraanku dengan Hyuna dan Onew oppa waktu itu, aku langsung menghubungi orang tuaku bahwa aku bersedia menjalani Transpalasi Hati secepatnya. Butuh waktu 3 bulan untuk bisa menemukan donor hati yang cocok dan memenuhi syarat medis serta menjalani terapis lainnya.  Aku ingin hidup lebih lama, untuk tetap bisa melihat senyum kharismatik seorang CHoi Minho.

“Kau harus terus mengabari kami Hye-in~ah,,”Yuri unni menarikkan koperku.

“Ne,, unni jaga diri baik-baik,, titip Minho unn,, aku setuju dengan Minyul,”aku tersenyum renyah.

“Aishh,, kau ini itu, MInyul couple is Truth tapi hanya untuk kepentingan perusahaan, jadi jangan khawatir . sudah sana pergi, sampaikan salam unni untuk umma dan appa-mu. “Yuri unni mendorong tubuhku menjauh.

“Aku pergi,, Hyuna~ya,, Chaeri~ya,, gumawo kalian sudah banyak menolongku,, tunggu aku kembali.”Kulambaikan tangan dengan semangat yang dibalas acungan jempol dari Hyuna.

Semoga aku benar-benar bisa kembali untuk menemui kalian.

End of Kwon Hye-in POV.

Author POV

Sudah sebulan sejak kepergian Kwon Hye-in ke Amerika untuk menjalani transpalasi hati disana. Sejak ditinggal Hye-in, Minho terlihat sedikit lesu dan sering was-was. Setiap kali diajak biacara dan bercanda, dia hanya menjawab dengan sepatah-dua patah kata. Melihat keadaan Minho, membuat Hyuna dan Key berinisiatif menghiburnya dengan mengajak Minho berjalan-jalan,bermain basket dan sebagainya disela-sela kesibukan promo album terbaru mereka.

“Yaa,, Choi Minho,, tidakkah kau bisa tersenyum sedikit saja, setidaknya untuk menghargai usahaku menghiburmu.”Hyuna menendang tulang kering dikaki Minho dengan kesal. Kesabarannya sudah habis menghadapi tingkah namja jangkung itu. Kini, mereka sedang berjalan-jalan di kawasan Dongdaemun.

“Aishh,, appo,”Minho mengusap-usap kakinya.

“Sakit kah?? Jinja,, kau bahkan tak merasakan sakitnya perasaan teman-temanmu melihat kau tersu-teusan bersedih seperti ini. Hye-in hanya menjalani pengobatan disana bukannya di sudah mati. Harusnya kau senang akhirnya Hye-in mau menjalani transpalasi hati dan akan segera sembuh.”Hyuna menasehati Minho dengan berapi-api. Sedangkan Key hanya diam memperhatikan saudaranya itu.

“Na~ya,, tunggu,, sepertinya kau salah paham. Aku bukan sedang bersedih karena Hye-in,, justru seminggu ini aku sedang galau memikirkan project dramaku nanti, karena dalam drama itu ada Kissing scene. Kau tahu sendiri Hye-in hanya mengizinkan aku terlihat mesra dengan Yuri noona saja. Sedangkan didrama ku nanti aku harus mencium lawan mainku yang jelas-jelas bukan Yuri noona, aku takut Hye-in cemburu,, menurutmu bagaimana Na~ya,, Key??”Minho menatap Hyuna dan Key tanpa merasa bersalah.

“Yaa,, Choi minho,, jadi beberapa hari ini kau bukan bersedih karena kepergian Hye-in,, justru kau sedang menghawatirkan kissing scene dalam drama terbarumu. Aigoo,, selama ini kau,, “Key dan Hyuna memukul kepala Minho dengan sebal dan kesal. Padahal selama ini mereka semua sangat mengkhawatirkan keadaan Minho yang dikira sedih pasca kepergian yoejachingunya.

“Ya,, kenapa kalian memukulku,, “Minho berlari menjauh dari serangan Key dan Hyuna, terjadilah aksi kejar-kejaran antara ketiganya seperti anak kecil.

“Jankaman,, “Hyuna tiba-tiba berhenti dan menahan lengan Key.

“Ki,, Kau lihat sepasang namja dan yoeja disana??”Hyuna menunjuk kedalam sebuah kafe didepan mereka.

“Wae irae Kim Hyuna babo,,”Key dan Minho mengikuti arah pandang Hyuna.

“Na~ya,, Key, bukankah itu Jjong Hyung,, bersama siapa dia??”Minho menemukan sosok Jonghyun yang tengah duduk bersama seorang yoeja.

“Jangan bilang kalau Jjong oppa sedang,,”Hyuna dan Minho bertatapan penuh arti sambil tersenyum jahil.

“Kim Jonghyun,, ketahuan kau sekarang. ayo,, kita sergap dia”Key ikut mendesis dan berjalan masuk kedalam kafe dengan semangat.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “I Knew I Loved You – Part 4”

  1. Wahahahaha..
    Onjongkey momen berhasil bikin aku sakit perut.. Hahaha..
    Itu minho bener2 terinfeksi virus cassanova..
    Aaaaaa.. Jjongppa.. Awaaass.. Kau mau disergap yeobo-muuu..
    Hahaha..
    Daebak!! Makin seru..
    Next Vii.. Ditunggu..

    1. Mashi-moshi. . . Saya baru Nongol.. Maaf ya.. Kemarin2 gx sempet balesin koment…hahaha

      OnJongKey moment… Hihihihihi itu gegara aku kebanyakan nonton hello baby sih waktu bikin nih FF….

      Jjong siap-siap… Trims ya Hyo tetep setia sama ff gaje aq… Hahaha

  2. klo part kmrn kisahx uri maknae,skrg glran si minho…dan klo tbakanq bner,part dpn pasti glran jjong si dino…
    onjongkey moment bnr2 lucu…ngegemesin…
    tp air mataq smpt tumpah pas adgan d rmh skt i2…
    seru…next part d tnggu…

    1. Dya. . . #hug dyaa….

      Iyaaa sebenernya nih FF gx cuman ngomongin Key-Hyuna kok,, semua member SHINee bakal dapat giliran kok… Tenang ajjj…..

      Ditunggu ajj lanjutannya…. Udd aq kirim ampe end kok…. Trims ya dya…

  3. waahh berarti selanjutnya bagian jonghyun yaa..
    Kpn bagian kikinya thor ? #jd ikut2an manggil key pke kiki
    part slnjtnya jgn lama2 ya author vikey.. =)

    1. Bagian Kiki?? #eh yg boleh panggil Kiki cuma Hyuna loohhh…hahaha nggak deng…

      Bagian twins evil nanti paling akhir… Jgn kecewa dulu…. Nanti bakal add kejutan N kisah yg berbeda tiap part-nya….. Ok.. Ok….

      Trims ya hwayong.. Udd ngikutin Ff aq dr awal…..

  4. Part selanjutnya mudahan kisahx jjong,OnJongKey couple bikin aq ngakak..kisah nya makin asik aja nie..eon fanfic mu makin daebak..kutunggu part selanjutnya eonnie..

    1. Haha.. OnJongKey moment emang ngegemesinnn…hihihhi

      Ok.. Ditunggu lanjutannya y say. May be 3 hari lg mgkn….. Trims udd mau mampir ke FF gaje ini…#hugEunHee

  5. Eh ini aneh,ini aneh!!!*lampu sirine menyala*
    Masa aku dapet bnget feelnya pas momen key n hyuna.Apakah itu?hyuna mencintai key?aigoo~rasanya kupu2 brterbngan di prutku,,hahaha.
    Berkaca-kaca stiap kali bgiannya hye-in,,aigoo~.Gimana coba byangin minho yg crewetnya lbih dri key?gokil abis.#loh?.
    Momen onjongkey itu sukses membuat aku hrus msuk RSJ#krtak(?)
    O’key kli ini tipo dan humor bertebaran di part ini.
    Pucuk dicinta ulam sebentar lagi tiba*eaa eaaa~*
    semangat ya kaak,entar ku suruh keykyu mendoakanmu.
    HWAITING!!!

  6. aku kira awalnya FF ini akan fokus ke key-hyuna couple
    gmna proses na perasaan sayang adik kakak berubah jadi cinta antra pria dan wanita
    eh tnyta malah cerita’in gmna member SHINee dapet yeoja dengan bantuan hyuna
    ketipu telak aku
    wkwkwk
    tapi justru aku sukaaaa~
    wow part depan giliran jjong king of yadong
    meluncur ke part 5

  7. Huwaaaaaa…. rame bangetttt xD
    Member shinee pny kisahna masing2… daebak!! Bener2 suka banget sama jalan ceritana… Pas minho tu, aku kira hyuna beneran mau kasi hatina ke hye in.. huwaaaa hampir aj galau.. Kasian kiki ditinggal na-ya..
    Baca next chap 🙂

  8. Ehm ehm ..
    Part ini panjang bgt kayaknya, sampe aku bingung mau komen yg mana aja ..

    Waktu baca ‘tipe seorang Choi Minho lah’ , kok keliatannya itu harus bener2 perfect bgt gt, haha 😀

    aku suka dorm SHINee pindah ke apartemennya hyuna, hahaha ..
    Apalagi kursi meja makan hyuna nambah sendiri, shinee nyolong dari mana tuh, hhehe ..

    Suka bgt sama kalimat ‘kim hyuna ada untuk mengimbangi kim kibum’
    wow, so suuiiit lah 😀

    hyuna garang bgt ya, suka nendang2 kaki orang XD

    oh iya, suka tuh pas minho nglempar bawang malah kena key, *kenapa kebanyakan key yg slalu kena lempar? -,-

    apalah itu onjongkey moment bikin aku guling2 ..
    Terus, waktu hyuna bertingkah centil di depan key, sampe key jijik gt, si taem yg ikutan merinding malah dibongkar sama hyuna, haha
    ini kayak real lah..
    Lucu bgt ..

    Quotesnya onew juga ‘meskipun ayam dirumah lezat tetapi ayam tetangga lebih menggoda’ ckckck -,-
    aneh bgt ini, haha

    author haesica shipper bukan??

    Udahan akh, aku bingung mau komen apalagi ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s