Dropped Life – Part 3

Title                        : Dropped Life part 3 (meneteskan kehidupan)

The Darkness Night

Author                     : Anandhiya Intan a.k.a Aita Rinn

Genre                      : Family, fantasy, Romance.

Cast                         : Aita Rinn aka Aita, Han Nhaena, Han Yurra, Kim Shin You, Lee Jinki aka Onew (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Kim Kibum aka Key (SHINee), Choi Minho (SHINee), Lee Taemin (SHINee), Hyung Sae, Joong Wook.

Rating                     : PG-15

Summary                : maaf chagiya.. aku hanyalah Enfys petarung biasa. Maaf aku memutuskan hubungan kita seperti ini. karena kau manusia biasa..

 Note                       : kalimat yang dicetak miring adalah kalimat langsung.

Whitelaw adalah klan Enfys buangan. Mereka tidak dianggap lagi oleh bangsa Enfys karena ego yang terlalu besar akan kekuatan dan kekuasaan.

Enfys morel adalah klan pemanggil bayangan yang kebanyakan memiliki kemampuan khusus. Oleh karena itu mereka juga diangkat sebagai klan tertinggi di kaum Enfys.

Manusia biasa adalah manusia yang tak memiliki apapun.

Enfys sebenarnya adalah manusia. Tapi mereka diberi anugrah kekuatan yang ada karena keturunan. Kekuatan untuk memanggil para bayangan dari kegelapan malam.

KIM SHIN YOU POV

Sebenarnya aku ingin jujur pada kalian.. aku bukan seperti yang kalian kira. Bukan seorang yang mampu membaca dengan baik. Aku adalah Enfys sepesialis pengobatan seperti Key Oppa. Tapi bagaimana aku mengatakannya pada kalian?. Maaf aku terpaksa diam.. aku tak ingin menambah masalah bagi kalian..

“ Shin You-ah..” panggil Minho yang terbaring di ranjang di sampingnya. Tangannya menutupi muka. Minho seperti menahan sakit di beberapa tempat.

“ ne~ oppa. Waeyo? Oppa butuh minum? Atau lapar?” tanya Shin You memandangi meja yang tersedia beberapa keperluan Minho. Shin You menuangkan air pada gelas. “ ini..”

“ gomawoyo~” kata Minho.

“ Shin You-ah.. apakah Minho baik-baik saja?” tanya sesosok yeoja yang telah berada di sampingku.

“ Aita eoni?” desah Shin You pelan. “ Minho sudah membaik. Pengobatannya berjalan dengan lancar. Key oppa hebat. “ Shin You menelan ludah.

“ waw.. cepat sekali? Lukanya sudah menutup.” Aita berpendapat. Aita mendekati meja dan menaruh sebuket bunga dan sekeranjang buah-buahan.

“ Gomawo Aita-ssi” ucap Minho meringis. Dia tidak boleh banyak beraktifitas karena pendarahannya baru saja berhenti dan semua energinya harus dimaksimalkan untuk memulihkan. Whitelaw takkan tinggal diam saja. Mereka pasti akan menyerang kembali dengan segenap tenaga.

END OF KIM SHIN YOU POV

AUTHOR POV

“ waw.. cepat sekali? Lukanya sudah menutup.” Aita berpendapat. Aita mendekati meja dan menaruh sebuket bunga dan sekeranjang buah-buahan.

“ Gomawo Aita-ssi” ucap Minho meringis.

“Ne~ cheonmanayo~ J” balas Aita ramah.

“ Chagiya~. Kajja.. aku mau mengajakmu pergi seperti janjiku tadi” Jonghyun muncul dari balik pintu dengan pakaian yang lumayan rapi. Jonghyun memakai jaket kulit dengan perpaduan kacamata.

“ ne oppa~. Minho-ah aku pergi dahulu. Cepat sembuh. Shin You-ah jaga Minho dengan baik yaa.. Annyeong” Aita membungkuk untuk berpamitan.

“ ne~ hati-hati” kata Minho “ Oppa!! Kau tidak boleh macam-macam dengan Aita eoni!! Dia yeoja yang baik” Shin You menambahkan.

“ mwo? Kau memanggilku eoni?” Aita mengerutkan dahinya tanda tak percaya.

“ YA!! Aku tak seperti yang kau fikirkan Youniee!” Jonghyun sedikit berteriak membuat yang lain datang menghampiri.

“ ye~ Aita eoni.. eoni kan yeojachingunya Jonghyun oppa jadi aku harus memanggilmu seperti itu. kakak ipar. Hehe” Shin You tersenyum manis. Aita sadar kalau Minho terus memperhatikan Shin You.

“ mwo?” aku pura-pura kaget lagi.

“ Dwaesseo~ apa kau akan terkaget-kaget terus seperti itu?” Jonghyun berkacak pinggang. Dengan berat hati Aita melangkahkan kakinya menuju sisi Jonghyun. Hangat..

“ YA!! Oppa seharusnya tidak seperti itu.” Aita mengerucutkan bibirnya tanda sebal atas kelakuan Jonghyun. Jonghyun mengusap-usap rambut Aita. Aita menoleh.

“ wae?” Jonghyun terlihat senang.

“ aku bukan mainanmu oppa” Aita berjalan lebih dahulu dari pada Jonghyun. Aita sampai didepan mobil dengan cepat. Ia langsung masuk karena tidak dikunci.

“ oh~ sekarang kau yang marah padaku?” Jonghyun terkekeh melihat tingkah yeojanya itu.

“ oh~ aku marah ya?” Aita memandang Jonghyun sebentar lalu memalingkan muka. Tangannya menyambar handphone dan headset yang ada di dalam tasnya. Ia memutar music agark tidak mendengar ocehan Jonghyun.

Jonghyun menarik handphone dan headset itu dari tangan Aita. “ YA OPPA!! “ teriak Aita. Jonghyun memiringkan kepalanya. “ dengarkan aku!” katanya

“ wae?” Aita menyilangkan tangannya.

“ aku mengajakmu pergi untuk menceritakan semuanya. Tapi setelah kufikir lagi.. Bagaimana kalau kita akhiri saja hubungan kita?”

“ mwoya!!” Aita hendak meluapkan amarahnya pada Jonghyun. Dia mengepalkan tangannya. “ kenapa namja ini bisa sebegitu menyebalkannya?” gerutu Aita dalam hati.

“ Chagiya.. jeongmal saranghaeyo… ( aku sangat mencintaimu). Tapi aku tak bisa membawamu dalam bahaya yang sebesar ini. kau menjadi incaran Enfys sekarang..” aku Jonghyun.

“ Bukan hanya aku.. neodo!” raut muka Aita datar. Jonghyun ingin sekali tahu apa isi fikiran Aita sekarang. tapi itu takkan mampu. Dia hanya seorang Enfys pemanggil bayangan biasa. Dia tak punya spesialis apapun.

“ Aku hanyalah Enfys petarung Aita” desah Jonghyun. Ia sendiri ternyata kewalahan menangani tugas menyampaikan masalah ini kepada Aita. Dia benar-benar keras kepala. Jonghyun takut jika sebesit pikiran yang lewat tadi akan menjadi kenyataan.

“ tapi bukankah itu unik?” Aita membela pendapatnya.

“ ya.. Enfys petarung itu jumlahnya banyak. Meskipun aku sudah memiliki pangkat yang dapat dibilang termasuk 8 kesatria. Aku tak ingin menyombongkan diriku. Aku Enfys biasa..”

“ bukankah hanya kau dan Onew Oppa yang mendapat gelar itu. berarti itu adalah suatu yang special Oppa!!” mata Aita berbinar-binar. “ aku tak ingin jauh darimu.” Setetes air mata jatuh dipipi Aita.

“ tapi ini berbahaya chagiya~ “ Jonghyun membelai rambut Aita yang terurai. Aita teringat oleh Appanya yang sering melakukan hal yang sama. “ chagi~ aku juga tak ingin membuat keluargamu dalam bahaya..” jonghyun menambahkan.

“ apa kau tak menyayangiku lagi?” suara Aita serak saat mengatkan hal itu.

Dada Jonghyun terasa tercekat. Aliran darah yang mengalir serasa berhenti. “ “ jonghyun belum bersuara. “ aku tak menyukaimu lagi Aita-ah” Jonghyun serasa tercekik mengatakannya. Nada suaranya bergetar. Ia memaksakkan dirinya untuk memanggil nama Aita.

“ aku tahu kalau kau berbohong Oppa! Hentikan sandiwara ini!” Aita mengambil tisu yang ada di tasnya. Ia mengusap air matanya.

“ terlihat sangat miris sekali. Aku tak ingin kehilanganmu chagi~ takkan pernah ingin. Kau baru saja bersamaku. Aku ingin kau ada mendukungku. Tapi ini jalan yang harus kupilih agar Appamu tidak terluka. Appamu sama saja dengan Appaku. Aku tak ingin kau merasakan sakitnya kehilangan mereka.. orang-orang terkasih. “ kata Jonghyun dalam hati. “ jebal.. aku tak sanggup melihatnya menangis. Mianhae..”

“ Oppa.. jangan diam saja!” Aita mulai merengek. Tangan Aita menggoyang-goyangkan tangan Jonghyun yang kaku tersandar pada stang mobil.

“ Aita-ah.. ini yang terbaik buatmu..”

“ Berhentilah berbicara tentang aku!! Berbicaralah tentang dirimu sendiri yang dalam bahaya!” Aita memotong kata-kata Jonghyun. Suaranya menggema di mobil yang mereka naiki. Aita meneteskan air mata tak henti-hentinya. Ini adalah pilihan yang berat bagi mereka.

“ Aita-ah..” Jonghyun berusaha bersabar. Menahan emosi batinya yang meluap-luap.

“ Bukankah aku buronan??” Aita terkekeh. “ baiklah kalau itu maumu. Tapi jujur aku sayang padamu.. akan kulakukan apapun demi kau bahagia..” Aita turun dari mobil Jonghyun ditengah jalan.

Jonghyun terpaku di tempat duduknya. Ia hanya bisa melihat bayangan Aita yang hilang di malam tergelap yang pernah dia rasakan seumur hidupnya. Aita naik bus yang baru saja lewat. “ drtt drtt..” handphone Jonghyun bergetar.

KIM JONGHYUN POV

“ Berhentilah berbicara tentang aku!! Berbicaralah tentang dirimu sendiri yang dalam bahaya!” Aita memotong kata-kataKU. Suaranya menggema di mobil yang mereka naiki. Aita meneteskan air mata tak henti-hentinya. Jebal.. Tuhan aku tak bisa membiarkannya meneteskan air mata seperti ini terus.

“ Aita-ah..” aku memanggilnya pelan. Aku harus menahan emosiku terus hingga semuanya terkendali. Hingga Aita mampu menerima keputusan ini.

“ Bukankah aku buronan??” Aita terkekeh. Hatiku miris melihatnya seperti itu. ia berusaha tegar dengan keputusanku. Mengimbangiku tanpa melihat kemampuannya. “ baiklah kalau itu maumu. Tapi jujur aku sayang padamu.. akan kulakukan apapun demi kau bahagia..” Aita turun ditengah jalan.

Aku melihat Aita pergi menjauh dan hilang dari pandanganku. Aku tak bisa melihatnya lagi. Apa tadi itu terakhir kalinya?. Dan kenapa susah sekali menahan diriku agar tak mencegahnya?.  “ drttt… drtt…” handphoneku bergetar.

 

Jonghyun Oppa… aku tahu ini keputusan yang berat bagimu. Ini juga berat bagiku. Perasaan ini tak bisa hilang begitu saja. karena oppa..

aku akan melepaskan oppa karena oppa juga melepasku. Itu kan yang oppa mau?

Aku hanya ingin yang terbaik bagimu..

Aku harap oppa tidak ceroboh lagi seperti sebelumnya. Jaga makanan yang oppa makan. Minta Shin You untuk memasak untuk oppa. Sesekali berolahragalah. Lalu.. istirahat yang cukup ya..

Tetaplah menjadi dirimu yang apa adanya..

Semuanya menyukaimu apa adanya..

Jeongmal saranghaeyo Jonghyun oppa… maaf aku mengatakannya lagi. Mungkin ini yang terakhir kalinya..

From: my princess Aita

Nama kontak itu masih tersimpan. aku ingin membanting handphoneku sendiri. Tapi bagaimana jika kenanganku dengannya ikut mati karna tak bisa bernafas?. Aku masih bisa merasakan kenagan itu berputar segar diotakku.

“ Aita.. jeongmal mianhaeyo~” aku menghela nafas dalam-dalam agar tak terbawa perasaan. Tapi dari dulu ini kelemahanku. Akhirnya aku menyerah. Akupun ikut meneteskan air mata ini. tersapu angin yang takkan menyatukan kita lagi satu sama lain meski sekeras apapun kita memintanya.

Aku kembali ke rumah dengan perasaan yang masih campur aduk. Aku menjatuhkan badanku dengan kasar ke sofa yang berwarna merah tua itu.

“ Oppa? Mana Aita?” Shin You duduk di sampingku. Ia melihat keganjalan padaku. Ia menempelkan tangannya pada keningku. “ hangat” katanya. “ apa oppa masih marah dengan Aita eoni?”

“Ya! Berhentilah memanggilnya seperti itu. sebenarnya kau lebih tua dibandingkanny!! Dan yang paling penting sekarang dia bukan yeojachinguku lagi!” kataku kesal. Shin You membelalakkan matanya.

“ mwo? Kenapa seperti itu?” mata Shin You berbinar-binar.

“ “ aku hanya bisa diam tak menanggapi kata-katanya itu. aku memejamkan mataku. Masih dapat kudengar derap langkah Shin You yang pergi karena kesal. Mianheyo Shin You-ah.

END OF KIM JONGHYUN POV

AUTHOR POV

“ kau kenapa chagiya?” Shin You membanting tubuhnya duduk di kursi yang berada disamping Minho.

“ Annyeonghaseyo~ “ beberapa orang masuk ke dalam kamar.

“ Onew hyung, Key hyung, Yurra-ssi, Nhaena-ssi. Apa yang?” tanya Minho bingung. Shin You masih saja terpaku di kursinya. “ chigiya~ “ panggil Minho yang mengaburkan lamunan Shin You.

“ kau kenapa Shin You-ah? Kau tak seperti biasanya?” Key menyadari keanehan Shin You. “ ceritalah” pinta Key. Key sudah tahu betul sikap Shin You. Dia dulu pernah sekali menyukainya. Tapi itu hanyalah masa kecil.

“ sebenarnya.. sikap Jonghyun Oppa berubah sekarang. aku baru saja dari kamarnya. Kamarnya sedikit berantakan. Itu bukan Jonghyun oppa. Sebelumnya.. sebelum mereka pergi hal ini tak terjadi..”

“ nugu?” Onew memotong pembicaraan Shin You.

“ Jonghyun oppa dan Aita.” Shin You menunduk.

“ mwo? Apa mereka putus?” celetuk Nhaena.

“ sejak pertama melihat Jonghyun. Kelompok kalian.. dia tahu ada hal yang lain dengan kalian. Berbeda. Kurasa dia memiliki susuatu yang berbeda juga. Kemampuan mungkin?” Yurra mengutarakan pendapatnya.

“ eoni, kurasa Aita tidak akan sumudah itu melepaskan orang yang dicintainya. Aku takut..” Nhaena tidak melanjutkan kata-katanya.

“ maksudmu mungkin saja dia akan Bunuh diri?” sambung Key

“ bukan itu maksudku. Itu sangat mengerikan dan tak mungkin!! Dia orang yang ceroboh. Aku hanya takut itu..” Nhaena sedikit kesal dengan pendapat Key yang sembarangan itu.

“ Gurrae? Lalu apa yang akan kita lakukan?” Shin You menarik nafas pasrah. Dia takut kalau Jonghyun oppa akan lebih tertekan dari pada ini. dari luar Jonghyun memang terlihat begitu kuat namun hatinya itu lembut. Ia begitu peka dengan sekitarnya. Tak mau membuat orang dalam keadaan bahaya, susah dan sedih hanya karenanya. Memutuskan Aita adalah keputusan yang berat.

“ keputusan apa yang akan kau ambil Oppa?” tanya Yurra. “ aku dan Nhaena akan membantu kalian. Orangtua kami dibunuh oleh Whitelaw. Aku ingin membalaskan kematiannya..”

“ kematian dibalas kematian” kata Nhaena

“ aku belum bisa memfikirkannya. Tenangkan hatimu Yurra-ah, Nhaena-ah. Aku tak ingin kalian menyesal karena terbawa emosi.” Onew duduk disudut gelap. Disana ada sederet sofa yang biasa digunakan Minho untuk membaca dan bersantai.

“ aku mau pergi sebentar..” kata Key.

&&&

“ Jonghyun hyung~” panggil Key. Key berdiri di depan Jonghyun yang sedang tiduran. Tangannya berada dimuka. Perlahan Jonghyun membuka matanya. Matanya merah. Jonghyun bangkit dan duduk.

“ Gwenchanayo?” Key duduk disamping Jonghyun yang meringkuk. Tangannya memegang kening. “ apa kau pusing?” tambah Key.

“ ne~ sedikit. “ jawab Jonghyun singkat. Saat ini moodnya tidak baik untuk diajak bicara.

“ apa keputusanmu ini tepat?” Key ragu-ragu menanyakan hal itu. dia tak ingin membuat Jonghyun menjadi lebih terpuruk daripada ini.

“ ini yang terbaik bagi kita. Aku akan melakukan apapun demi kelompok. Keluarga kita” kata-kata Jonghyun sedikit berat.

“ iya.. tapi kau tak perlu menyakiti dirimu sendiri. Aku tahu bagiamana perasaanmu terhadapnya. Ia juga merasakannya. Kalian sama-sama terlalu naïf untuk mengakuinya sekarang. memilih untuk menyakiti diri sendiri meski itu sangat menyakitkan. Apa kau akan terus melakukannya hyung? Apa kau ingin menghancurkannya? Aku tadi melihat Aita mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi” Key berkata panjang lebar. Dia akhir kalimat dia sedikit menurunkan suaranya. Entah Jonghyun mendengar atau tidak.

Jonghyun hanya bisa diam saja membuat Key begitu ingin memukul agar dia sadar.

“ tokk tokk” suara pintu di ketuk dari luar.

“ apa ada tamu? Tapi tak ada yang tahu akan keberadaan kami. Apa itu?” Key bertanya-tanya dalam hati. Ia membukakan pintu dengan perlahan.

“ eomma? Appa? Ahjussi? Ahjumma?” Key membelalakkan matanya tak percaya. Appa memeluk Key dan menepuk-nepuk bahunya.

“ bagaimana kabarmu selama ini? apakah hyungmu baik-baik saja? bagaimana dengan Younie?” Appa berbisik ditelingan Key.

“ mereka baik-baik saja Appa” suara Key hangat menyapa kedatangan anggota keluarganya.

“ Key-ah.. mana Minho, Jonghyun, Onew, juga Younie?” eomma bertanya.

“ neomu bogoshipoyo~” kata Ahjumma senyumnya mengembang dalam dekapan Ahjussi. Mereka terlihat bertambah mesra saja.

“ eomma.. Mianhaeyo aku tak bisa menjaga Minho dengan baik..” sesal Key

“ apa maksudmu?” tanya Ahjussi

“ Minho terbaring di kamar karena serangan Whitelaw kemarin. Tapi yang lain baik-baik saja..” aku Key

“ syukurlah. Apa lukanya parah?” eomma berusaha tegar. Dia terlihat menyesal karena meninggalkan anak-anaknya sendiri tanpa pengawasan orang dewasa.

“ sudah aku obati eomma.. dia segera membaik” Key berusaha tersenyum meski rasanya pahit mengingat Jonghyun sekarang terpuruk.

“ Jonghyuniee…” eomma memeluk Jonghyun dengan erat. Raut wajah Jonghyun yang lesu tak bisa ditutupi. Apalagi dengan eomma dan appanya. “ kau kenapa sayang..” tanya eomma membelai puncak kepala Jonghyun

“ kami merindukanmu Jonghyun… maaf appa merepotkanmu.” Kata Appa menatap Jonghyun miris.

“ eomma.. appa.. aku tak bisa menjaga orang yang kusayangi” setetes air mata mengalir dipipinya tapi langsung di basuh dengan tangan kananya yang kering.

“ wae?” tanya eomma sabar

“ aku tak bisa menjaga Aita,.. aku sangat menyayanginya” kata Jonghyun yang masih dalam pelukan hangat eomma. Appa meninggalkan Jonghyun dengan eommanya. Appa bersama yang lain pergi ke kamar Minho untuk menjenguk.

“ apa dia yeojachingumu?” tanya eomma yang hanya dijawab anggukan oleh jonghyun. Eomma membelai rambut jonghyun lagi. “ terkadang memang kau harus melepaskannya meski sakit daripada dia tersakiti didepanmu. Aku bangga denganmu. Eomma juga wanita. Seorang wanita akan sangat tersanjung dengan hal itu.” kata-kata eomma itu menenangkan hati Jonghyun. “ seperti apa Aita itu?” tanya eomma yang dijawab panjang lebar oleh Jonghyun.

&&&

“ Younie sayang..” panggil Appa yang masuk kedalam kamar Minho. “ apa kau baik-baik saja selama ini?” tanya Appa yang dipeluk erat oleh Shin You.

“ neomu bogoshipoyo Appa..”

“ bagaimana keadaan Minho? apa dia baik-baik saja?” tanya Appa setelah Shin  You melepaskan pelukannya.

“ kapan appa kembali? Mana eomma?” tanya Onew yang menggandeng tangan Yurra membuat ahjumma dan ahjussi kaget melihatnya.

“ ne~ keadaannya cepat sekali pulih. “ kata Shin You senang.

“ dia menuruni semua yang ada pada Appanya. Eomma bersama Jonghyunie di lantai bawah. ” kata Appa duduk disamping Minho.

“ ah.. appa?” Minho berusaha bangkit untuk menyambut Appa. Minho dan Shin You bukan dari orangtua yang sama. Orang tua Minho juga bernasib sama dengan Nhaena dan Yurra. Dibunuh oleh Whitelaw. Mereka begitu kejamnya merengut orang-orang tak bersalah untuk kepenuhan nafsu kekuasaan mereka semata.

“ kau berbaringlah saja..” appa memegang lengan Minho agar kembali keketampatnya semula. Minho tersenyum dengan menahan sakit yang masih menjalari tubuhnya.

“ kalian semua cepat sekali beradaptasi. Lihatlah mereka sudah memiliki pasangan” Ahjussi ikut angkat bicara sekarang.

“ hahahaa” semuanya tertawa diawali oleh appa. “ siapa nama kalian?” tanya appa.

“ Yurra-imnida” kata Yurra yang melirik Onew terlebih dahulu.

“ Nhaena-imnida. “ kata Nhaena malu-malu

“ kau itu yeojachingunya Key ya?” tanya Appa tiba-tiba pada Nhaena yang membuat pipinya semereah strawberry.

“ ne~ “ kata Nhaena seraya mengangguk. Key menyentuh tangan Nhaena dan menggenggamnya.

“ hm,.. biar aku tebak. Apa Younie kesayangan appa ini berpacaran dengan Minho?” tanya appa mencolek dagu Shin You. Shin You kaget. Bagaimana bisa appanya tahu tentang hal itu.

“ hm.. ne appa..” jawab Shin You.

“ tolong jaga dia untukku..” appa memegang tangan Minho.

“ dengan senang hati” jawab Minho.

&&&

Di tempat persembunyian Whitelaw. Joong Wook duduk di tempat duduknya. Beberapa pengawal menungguinya. Ia tak berbicara sedikitpun sampai saatnya.

“ mana Hyung Sae? Kenapa dia lama sekali??” Joong Wook mulai kehilangan kesabarannya. Hyung Sae itu adalah adik Joong Wook sebenarnya dia tak begitu tertarik dengan pekerjaan kakaknya yang mengumpulkan orang-orang berkemampuan khusus itu. tapi kali ini dia tak bisa menolak lagi. Sebenarnya baginya dia lebih tertarik berlatih meningkatkan kekuatannya.

“ aku disini” sesosok tubuh keluar dari bayang-bayang kegelapan. Di belakangnya terlihat secercah bayangan berwarna ungu. Tak ada yang tahu tentang bayangan itu. takkan pernah ada. Hyung Sae lebih suka menutupi kemampuan khusunya. Meski terhadap Hyungnya sendiri. Joong Wook.

“ kemana saja kau?” Joong Wook menatap Hyung Sae sinis.

“ cepat katakan saja maumu sekarang. aku tak punya banyak waktu bermain-main” kata Hyung Sae dengan senyum evilnya.

“ Gurae.. bisakah kau membawa sekelompok Enfys klan morel?” Joong Wook tak mau bertele-tele lagi. “ mereka bersembunyi di dalam hutan Standhope.” Tambah Joong Wook.

“ apa imbalannya?” Hyung Sae takkan melakukan hal yang tak berguna seperti itu tanpa imbalan. Itu menyita waktunya.

“ kau boleh memilih salah satu atau dua dari mereka..” kata Joong Wook.

“ jinjja? Sepenting apakah mereka?” Hyung Sae merasa belum begitu menganggap pekerjaan itu sebagai pekerjaan penting.

“ mereka klan Enfys morel terakhir saengi. Mereka orang-orang dengan kemampuan khusus. Klan tertinggi bangsa Enfys.” Kata Joong Wook. Dia sudah benar-benar kehilangan kesabarannya. Nadanya meningkat. “ mereka orang terakhir. “ katanya mengulang.

“ oh~ apa untungnya bagiku jika aku melakukan ini untukmu?” Hyung Sae merasa belum mendapatkan jawaban yang setimpal.

“ argh… menurutmu apa yang akan kau dapatkan? Kekuatan!! Jika kau mau kau akan menjadi panglima besarku dan kita akan membuat kerajaan Enfys baru. Membuatnya Berjaya lagi seperti dahulu dengan aku menjadi rajanya. Haha” Joong Wook mengedarkan senyum kemenangannya.

“ Baiklah. Tapi aku ingin jadi wakilmu.. orang kedua yang memiliki kekuasaan yang sangat berpengaruh di kerajaan” tawar Hyung Sae.

“ hahaha~ akhirnya kau mengerti juga akan hal seperti ini. seharusnya sejak dahulu dan kita bekerja sama. Baiklah akan kuturuti permintaanmu.” Kata Joong Wook berdiri senang.

“ baiklah. Sekarang aku harus pergi melaksanakan tugasku” Hyung Sae berlalu begitu saja. Bayangan ungu yang mengikutinya sepertinya semakin berkorbar layaknya api. Dia bisa saja menerkam mereka yang dilewatinya. Tapi apa itu?

&&&

Yurra berjalan kebalkon rumah milik klan morel. Nhaena mengikuti Yurra dari belakang.

“ eoni apa yang kau fikirkan?” tanya Nhaena yang merasakan kejanggalan pada sikap Yurra.

“ mollayo~ aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk tak lama lagi. Menurutmu bagaimana keadaan Aita sekarang?” tanya Yurra menatap Nhaena yang memegang kayu balkon yang sedikit basah karena guyuran hujan.

“ entahlah.. kuharap dia baik-baik saja.” kata Nhaena.

“ jderr..” suara petir disertai hujan yang turun perlahan-lahan kembali mengguyur Standhope. “ Aigo~ eoni ayo kita masuk” Nhaena menarik tangan Yurra agar mau masuk kedalam. Tapi dia belum mau masuk. Membujuknya adalah sesuatu yang dapat dibilang sangat susah. Nhaena masuk kedalam rumah meninggalkan Yurra sendirian.

“ Chagiya~ “ Suara Onew terdengar di telinga Yurra. Yeoja itu tak berpaling dari pandangannya. Tangan Onew menyentuh lengan Yurra. Ia hendak menariknya namun Yurra berbalik.

“ aku takut akan terjadi hal buruk. Aku tak mau terjadi hal seperti kemarin lagi. Aku tak mau kalau harus…” Yurra tak melanjutkan perkataannya saat jari telunjuk Onew berada di bibirnya.

“ sudah kukatakan berulang-ulang kali. Jangan pikirkan itu terus.. kita akan baik-baik saja.” kata Onew menenangkan dan mengajaknya masuk kedalam. Tapi beberapa langkah ia diam mematung lagi.

“ bagaimana dengan Aita? Bukankah dia sudah jadi buronan juga?” Yurra gugup mengatakannya.

“ dia akan baik-baik saja. mereka pasti akan menyerang kita terlebih dahulu dibandingkan dia. Dan kita akan berhasil mengalahkan mereka!” Onew berkata semangat seperti berada ditengah medan perang.

“ aku juga berharap begitu.” Kata Yurra yang akhirnya mau masuk kedalam ruangan. Onew menarik selembar kain hangat sebagai penghangat bagi Yurra.

&&&

“ kenapa kau memandangi jendela terus?” tanya Key tiba-tiba mengagetkan Nhaena.

“ oh~ ah.. aniya..” jawab Nhaena bingung memilih kata-kata yang tepat.

“ haha~ kau lucu.” Kata Key.

“ Oppa~ lihatlah.. mala mini juga hampir tak terlihat apapun juga. Malam ini begitu gelap. Malam tergelap yang pernah aku dapati seumur hidupku. Tanpa bintang apalagi ditambah dengan hujan yang tak henti-hentinya.” Kata Nhaena tatapan matanya sayup-sayup, terlihat dalam kegelapan.

“ ne~ tapi menurutku disini adalah tempat yang terang” kata Key

“ bagaimana bisa?” Nhaena mengerutkan keningnya. Key mendekat dan mendekat ke tubuh Nhaena. Tangannya menyusup ke pinggangnya dan memeluk yeoja itu.

“ karena kau adalah bintang penerang hidupku.. terimakasih masih tetap bersamaku meski dalam keadaan yang seperti ini.” bisik Key ditelinga Nhaena.

&&&

Malam yang paling gelap diantara malam-malam lain telah hadir. Semuanya membuat cerita masing-masing dalam torehan kerta putih yang tak ternoda. Sebelumnya. Tapi sekrarang tergores tinta-tinta yang mereka buat sepenuh hati.

Jonghyun mungkin menganggap malam ini seperti dirinya. Namun tidak segalanya seburuk yang dia fikirkan. Semuanya akan ada balasannya.

Minho dan Shin You mereka sudah mendapatakan restu. Lalu apa yang akan mereka lakukan? Minho belum pulih benar tapi Joong Wook mungkin saja sudah bergerak lagi.

Bukan hanya dengan tangan kirinya yang menggerakan Hyung Sae sebagai serdadu terdepan. Tapi ada banyak pengawal yang dapat ia kirim keluar sana untuk menyerang mereka semua.

Lalu malam mana lagi yang telah menunggu mereka dalam sosok-sosok yang berbeda. Lalu apa Shin You akan segera mengakuinya? Tentang kemampuannya yang berbeda dengan apa yang difikirkan oleh oppanya?

Mereka harus segera menemukan jawaban dari semua kekalutan hati. Tentang keberadaaan yang tak bisa dihilangkan.. tentang jejak yang tertanam..

TO BE CONTINUE…

 

Cuplikan untuk episode berikutnya:

“ mworago? Apa yang kau lakukan disini?” Taemin mengangkat tubuh seorang yeoja yang terdampar tak jauh dari tempat tinggalnya.

“ Aita-ah.. apa yang terjadi denganmu sampai seperti ini.. kau sepertinya tak berubah untuk melakukan hal-hal yang berbahaya. Mencari apa yang kau rasakan. “ Taemin memandangi wajah yeoja itu.

&&&

“ Onew-ah, Jonghyun-ah.. mereka sudah datang. “ kata appa yang mengendap-endap dalam kegelapan subuh.

“ maafkan eomma tidak memberikan waktu lebih banyak kepadamu Jonghyunie.. kau pasti masih memikirkan hal semalam” kata Eomma menyesal.

“ aniya eomma.. itu keputusanku. “ Jonghyun menahan gertak giginya.

“ uljima Jonghyunie.. lalukan yang terbaik yang kau bisa. untuk kita. Demi Aita..” kata Onew. “ chagiya maafkan aku.. aku akan menjagamu semampuku” Onew berbalik menghadap Yurra yang berada dibelakangnya. Ia bertekad untuk terus menjaganya dengan seluruh nyawanya.

“ chagiya. Apa kau siap?” tanya Key pada Nhaena yang terus dipegangi tangannya.

“ ne~ untukmu oppa~” sahut Nhaena mantap. Kemantapan jawabannya adalah dorongan yang kuat untuk Key lebih kuat lagi.

Shin You dan Minho masih berada di kamar. Mereka tahu akan ada serangan ini. tapi appa, eomma, ahjumma dan ahjussi melarang mereka keluar meski sudah memaksa. Mereka akhirnya memutuskan untuk menjadi pasukan pertahanan bagi klan morel. Kaum  mereka yang terancam..

&&&

&&&

 

Annyeonghaseyo readers..

Bagaimana kelanjutan dari Fetching Shadow?

Maaf ya terlalu lama.. author lumayan bingung bagaimana membawakan tokoh yang diminta yakni Hyung Sae. Hehe~

“ Hyung sae.. request u udah aku penuhi tapi masih aku tutupi. Jadi mianhae yaa.. hehe”

Untuk Nhaena: “ apa segini sudah cukup banyak?” hhoho

Ternyata Dropped life series yang dari awal sudah diambil bahwa hanya akan menjadi tetralogi. Hehe~

Part 4 adalah part klimaks dan penyelesaian. Aku harap readers bisa ngikutin sampai akhir. Semoga dapat cepat author garap dan selesai dengan cepet pula. Amin..

Hm,.. untuk kata-kata terakhir di ff ini. adakah readers yang bersedia menyumbangkan suaranya untuk kelanjutan Darkness night?

Ff ke-4 judulnya : rediffusion (merah fajar). J

Don’t be silent readers..hehe

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

4 thoughts on “Dropped Life – Part 3”

  1. Makin seru,ceritanya,kasihan aita deh,mudahan aita ama jjong bisa bersama lagi,penasaran deh ama bayangan ungu itu apa..lanjut thor..daebak

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s