Lucky – Part 2

Lucky part 2

Title                 : Lucky

Author             : Hwang Sungmi

Genre              : Romance, Friendship, Life

Length             : 2 of 5

Rating             : General, PG-13

Main Casts      : Choi Minho (SHINee), Choi Siwon (Super Junior), Hwang Sungmi (OC’s)

Support Casts  : Hwang Chansung (2PM)

The story belongs to me and all of the casts belong to God J Happy reading \( ^0^)/

Sungmi merapikan baju-baju yang bertebaran dikasurnya. Ia memilih dress selutut berwarna biru langit dan dipadukan dengan bolero putih bermotif sederhana. Setelah semuanya ia bereskan, Sungmi mematut dirinya—lagi—didepan cermin raksasa miliknya. Senyum tak henti-hentinya terkembang diwajah manisnya. Kemudian Sungmi menyambar tas selempang kecil berwarna putih dan flat shoes-nya yang juga berwarna putih. Gadis itu segera berlari menuju teras depan.

“Eommaaa, aku pergi dulu, ya!” ucap Sungmi sembari mengecup pipi eommanya.

Eomma-nya yang sedang berkutat dengan berbagai macam design baju itu menoleh sesaat pada Sungmi. Ya, eomma Sungmi adalah seorang designer ternama di Seoul. Dan appanya adalah seorang manager disebuah restoran besar di Seoul juga.

“Hati-hati ya, sayang.. Hei, jangan lari-lari! Dan jangan telat makan!” Eomma Sungmi agak sedikit berteriak karena Sungmi sudah berlari ke teras depan.

“Ne, Eomma!” Sungmi juga balas berteriak.

Sungmi agak sedikit heran juga, kenapa Eomma-nya tidak bertanya macam-macam? Biasanya, kalau Sungmi akan pergi, Eomma-nya itu pasti akan berubah menjadi cereweeeet sekali. Hah, ya sudahlah. Mungkin Eomma hanya sedang sibuk, pikir Sungmi.

Langkah Sungmi terhenti begitu saja saat melihat siapa yang sedang duduk dibangku teras. Hm, pantas saja Eomma-nya tidak bertanya macam-macam. Sepertinya Eomma mengira Sungmi akan pergi bersama namja itu.

“Minho-ya? Sedang apa disini? Mencari Chansung oppa? Dia sedang ada jam pelajaran tambahan dikampusnya.” Sungmi mendudukkan dirinya disamping Minho.

Minho menatap Sungmi dari atas ke bawah, lalu berakhir diwajah Sungmi. Gadis itu tidak memakai riasan tebal seperti yeoja umumnya. Ia hanya memakai bedak tipis, lipgloss dan mungkin sedikit eyeliner. Yeppeoda, batin Minho.

“Kamu mau pergi? Sama siapa? Kenapa tidak memberitahuku?” Minho malah memberikan pertanyaan baru, bukannya menjawab pertanyaan Sungmi barusan.

Sungmi yang sadar kalau Minho sedang memperhatikannya pun segera menoleh. “Aku belum memberitahumu? Ah, ya aku lupa hehe. Mianhae..” ucap Sungmi diikuti dengan cengiran lebarnya.

Minho mengerutkan keningnya. Ia menatap Sungmi dengan pandangan yang penasaran tingkat akut. Sungmi melanjutkan kalimatnya, “Kemarin malam, Siwon oppa menelfonku. Dia mengajakku ke Funny World, taman bermain yang baru dibuka itu loh.” Sungmi bercerita dengan gaya berbicara yang sangat antusias. Dan tentu saja dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Oh, dengan Siwon hyung. Aku kira siapa. Ya sudah, kenapa belum berangkat? Dia menjemputmu?” Minho berusaha menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menyunggingkan senyum yang sangat terpaksa.

“Ne, Siwon oppa menjemputku kesini. Ehm, kau mau ikut? Nanti biar aku yang bilang ke Siwon oppa.” Sungmi menoleh kembali pada Minho setelah celingak-celinguk keluar pagar rumahnya.

Minho menggeleng. “Tidak, kau saja yang pergi dengannya. Lagipula, aku takut mengganggu kencan kalian.” ucapnya ketus.

Sungmi heran mendengar nada bicara Minho yang berubah drastis. Sungmi memperhatikan tangan Minho yang dari tadi berada dibalik tubuh tegap namja jangkung itu.

“Yang ditanganmu itu apa? Lollipop, ya?” tanya Sungmi sambil berusaha meraih apa yang ada ditangan Minho.

Minho dengan cepat menyembunyikan tangan kanannya. “Ini? Ah, tidak. Bukan apa-apa, kok.”

Sungmi yang tidak berhasil mendapatkan benda yang entah apa itu ditangan Minho hanya bisa cemberut dan menggembungkan pipinya. Tapi, sedetik kemudian ia kembali tersenyum melihat siapa yang datang.

“Ah, itu Siwon oppa. Aku duluan ya, Minho-ah! Annyeong!” ucap Sungmi dan segera berlari menghampiri Siwon.

Siwon membukakan pintu mobilnya untuk Sungmi dan kemudian ia sendiri masuk ke kursi pengemudi. Mobil Siwon segera melaju meninggalkan rumah Sungmi dan Minho yang masih diam mematung di terasnya.

Minho mengepalkan tangan kirinya. Ia kemudian menatap kertas yang berada di tangan kanannya. Kertas yang tadi berusaha Sungmi raih. Ya, 2 potong kertas bertuliskan Funny World diatasnya.

I still got so many unsaid things that I wanna say,

And I just can’t wait another day,

I wish she knew.

I still wait up wondering if she will remember me,

But there’s no way for me to know.

(Mc Fly – Unsaid Things)

*****

“Waaaaaah, ini daebak, oppa!” seru Sungmi begitu ia menghambur masuk kedalam wahana bermain yang baru dibuka itu. Sungmi memandang ke sekelilingnya takjub. Tak jarang ia berdecak kagum melihat wahana-wahana yang ada disana.

Siwon memperhatikan Sungmi dari belakang sambil tersenyum. Ia belum pernah melihat gadis manis itu sesenang ini. Siwon berjalan kesamping Sungmi dan merangkul bahunya. Sungmi refleks menoleh. Ia melihat Siwon sedang menatap ke arah lain, tapi tangannya melingkar di bahu Sungmi. Dan kemudian semburat merah jambu itu muncul di kedua pipi Sungmi.

“Bagaimana? Kau suka, hm?” tanya Siwon sambil tetap merangkul Sungmi.

Sungmi mengangguk. “Ne! Neomu neomu joha~! Oppa daebak!”

Siwon menyunggingkan senyumannya yang Sungmi yakin pasti bisa melelehkan hati setiap yeoja yang memandangnya. Tangan Siwon yang tadi merangkul bahu Sungmi perlahan mengacak rambut Sungmi.

“Ya sudah, sekarang kita mau naik apa?” tanya Siwon lagi.

“Hm… Itu!” Sungmi menunjuk ke sekumpulan gajah yang terbang berputar-putar. Sungmi pun segera menarik tangan Siwon menuju wahana itu.

Mereka berdua tampak sangat senang. Senyum tak henti terlukis di wajah keduanya. Setelah menaiki ‘gajah terbang’ itu, mereka beralih ke wahana lainnya. Sementara dibelakang mereka, ada sepasang mata yang terus melihat setiap gerak-gerik mereka, bahkan setiap sentuhan kecil yang diberikan Siwon pada Sungmi ataupun sebaliknya. Dan mata itu berkilat marah.

*****

Sungmi membungkuk sambil memegang kedua lututnya. Napasnya tersengal-sengal. Begitu juga dengan Siwon yang berdiri disampingnya. Keringat mengucur dari pelipis Siwon. Meskipun lelah, tapi mereka berdua tertawa senang.

“Hhh.. hhh.. kita mau naik apa lagi, oppa?” tanya Sungmi sambil mengatur napasnya. Tangannya memegangi dada sebelah kirinya.

Siwon melihat ke sekeliling mereka. Hampir semua wahana bermain sudah mereka coba. Mulai dari jet coaster, arung jeram, ayunan besar, sampai wahana yang membuat mereka terputar putar diudara. Pandangan Siwon terhenti di sebuah plang bertuliskan ‘Rumah Hantu’.

Siwon tidak menjawab pertanyaan Sungmi. Ia malah langsung menarik tangan Sungmi kearah wahana yang tadi menarik perhatiannya.

“Oppa.. Kemana kita?” tanya Sungmi. Gadis itu hanya pasrah ditarik-tarik Siwon. Sesekali pipinya memerah ketika mendengar banyak orang yang membicarakan mereka. Tentu saja mereka iri. Diam-diam Sungmi tersenyum kecil mengingat tangannya masih berada dalam genggaman hangat seorang Choi Siwon.

Mata Sungmi membelalak kaget ketika Siwon menunjuk papan wahana itu. Wajah Siwon sangat antusias. “Kita naik ini, oke? Kajja!” Siwon segera menuju pintu masuk sambil tetap menarik Sungmi.

Wajah manis Sungmi mendadak menjadi lebih pucat. “O-oppa.. Aku ti—“

Siwon menggenggam tangan Sungmi lebih erat. “Tenang saja, ada aku disini. Kau bisa berpegangan padaku kalau kau takut, Sungmi-ah..”

“Bukan itu, oppa.. Ta—“

“Ssst, sudahlah. Aku ingin sekali memasuki wahana rumah hantu ini. Jebal..” kali ini Siwon terlihat memohon pada Sungmi.

Sungmi yang tadinya berdiri ragu diambang pintu masuk, kini hanya pasrah dibawa Siwon memasuki wahana rumah hantu.

Ketika mereka berdua masuk, sepasang mata yang tadi terus mengawasi mereka kini memandang Sungmi dengan tatapan cemas. Dan pemilik mata itu juga sekarang membuntuti keduanya memasuki rumah hantu itu. Ia tidak mengalihkan pandangannya dari gadis yang tengah memegang lengan Siwon erat. Bahkan kali ini ia meminimalisir jaraknya dengan Sungmi dan Siwon. Sepasang mata milik namja bernama Choi Minho.

*****

Suasana gelap dan pengap itu segera menyambut Sungmi dan Siwon. Sebenarnya, Sungmi bukan hanya takut pada gelap atau hantu saja, tapi keadaan didalam rumah hantu yang pengap itu juga menjadi masalah baginya.

Sungmi berjalan pelan. Siwon terus menggenggam tangannya. Bahkan kali ini tangannya yang lain juga merangkul bahu Sungmi dan menuntun gadis itu untuk tetap berjalan disampingnya. Sungmi benar-benar takut. Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Sungmi memegang lengan kaos yang dipakai Siwon dengan erat. Dan ia juga seringkali menyembunyikan wajahnya dilengan Siwon.

“Kyaaa~ OPPA!!”

Entah sudah berapa kali Sungmi berteriak. Wajahnya sudah sangat pucat. Tapi karena penerangan yang sangat minim, Siwon tidak melihat perubahan ekspresi Sungmi. Namja itu malah tersenyum karena ia pikir rencananya untuk mendekati Sungmi sukses besar.

Sementara itu, seorang namja yang berada sekitar 5 meter dibelakang mereka, terus memandangi Sungmi dengan pandangan cemas, panik, dan khawatir tentu saja. Namja itu adalah Minho. Minho tau segala sesuatu tentang Sungmi. Lebih dari Sungmi tau tentang dirinya sendiri. Karena itu, jika Minho membawa Sungmi ke arena bermain seperti ini, satu-satunya wahana yang tak akan ia masuki bersama Sungmi adalah rumah hantu.

Sialan! Kenapa dia malah membawa Sungmi kesini?! pikir Minho. Ia berdecak kesal berkali-kali ketika beberapa orang didepannya berhenti terlalu lama dan membuatnya kehilangan jejak  Sungmi dan Siwon.

Jantung Sungmi berdetak tak beraturan. Dadanya juga mulai sesak. Ditambah udara yang pengap dan orang-orang dibelakangnya yang berdesakan ingin cepat-cepat keluar dari arena itu.

“Oppa…” panggil Sungmi lirih. Tangannya memegangi dadanya yang terasa sesak. Sekarang mereka berdua sudah berada diujung rumah hantu itu. Sudah tidak ada hantu-hantu yang menakuti mereka lagi. Hanya ada lorong kosong sepanjang 10 meter didepan mereka. Dan penerangannya juga tidak seminim tadi.

Siwon berhenti ketika langkah Sungmi juga berhenti. Tangan Sungmi yang digenggamnya terasa bergetar. Dan kaosnya juga terasa basah. Siwon melepas pelukannya dibahu Sungmi dan merengkuh wajah gadis itu. Membuatnya menatap Siwon.

“Ya! Neo gwaenchana? Aigo~, Sungmi-ah kau baik-baik saja?” Kedua ibu jari Siwon bergerak menghapus air mata yang mengalir di pipi Sungmi. Siwon menatap gadis di hadapannya dengan sangat panik. Bagaimana tidak? Sekarang Sungmi terlihat sangat kacau. Wajahnya pucat sekali. Hampir seperti mayat. Tangannya bergetar pelan dan dingin sekali.

Kemudian Siwon menarik tubuh Sungmi ke pelukannya. Ia pikir pelukannya bisa menghangatkan tubuh Sungmi sekaligus menghentikan tubuhnya yang terus bergetar. Tangannya mengusap puncak kepala Sungmi sementara tangannya yang lain melingkar dipinggang gadis itu. “It’s over, baby.. Don’t worry, it’s all over..” gumam Siwon.

“Oppa.. sesak..” ucap Sungmi pelan. Sangat pelan.

Siwon melepas pelukannya. Dan seketika itu juga tubuh Sungmi merosot jatuh ke lantai. Tapi Siwon dengan sigap menangkap tubuh Sungmi yang terkulai begitu saja. Siwon menepuk pelan pipi Sungmi.

“Sungmi-ah.. Sungmi-ah.. Ireona..”

Tak lama kemudian, seseorang menepuk pundak Siwon. Siwon pun menoleh dan sedikit terkejut melihat namja yang kini berdiri dihadapannya. Dengan pandangan mata yang cemas sekaligus marah.

“Minggir, hyung. She needs me, not you.”

I’ll be your man through the fire

I’ll hold your hand through the flame

I’ll be the one you desire

Honey, cause I want you to understand

I’ll be your man

I’ll be your man

(Mc Fly – I’ll Be Your Man)

*****

To be continue..

2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Lucky – Part 2”

  1. Siwon tanggung jawab tuh gara2 lu sungmi pingsan*nodong pake pisau*wkwkwk..ciee,minho perhatian banget nie..makin seru aja nie ff..lanjut thor..

  2. Aaaa.. Minho jadi pahlawan kesiangan.. Hehe.. Tpi ya gapapa lah.. Dari pada ngga sama sekali..
    Next.. Next..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s