Nameless Memory – Part 4 [2.2]

NAMELESS MEMORY – Chapter 4 [2.2]

Title : Nameless Memory Chapter 4 [2.2]

Author : Nar Pyon

Main Cast : Park Hyunran (Oc/You), Lee Taemin, Kim Jonghyun, Shin Sekyung

Support Cast : Shinee, Lee Sunny, Park Sora, en orang-orang yang nyangkut dimari

Genre : Romance, Comedy, Typo

Type/Length : Sequel

Rating : PG–15

Disclaimer : Para idol yang nongol yaah punya mereka sendiri, terinpirasi dari Shinee Yunhanam dan relity show yang lain. sisanya murni imajinasi aye ^^v.

Author POV

Diatas penderitaan hukuman team kalah, team menang lagi asik makan bareng Park Myeongsoo dan Kim Shinyoung.

“hyung, liat tuh Kibum ngapain dia guling-gulingan di lapangan” Minho ngakak liat Key yang lagi nyabutin rumput, tapi malah main-main. Jonghyun hanya tertawa melihat kelakuan Key.

“aigoo kasian Lee Minji malah disuruh joget RDD sama Key” Myeongsoo ikutan ngomong.

“tapi kedua orang itu dari tadi anteng banget”.

“nugu?” tanya Go Yoomi.

“Taemin dan Park Hyunran”. Shinyong nunjuk kearah 2 orang itu.

Jonghyun hanya diam melihat Hyunran dari kejahuan. Entahlah apa yg ada dipikarannya.

“Jong.. Jjongie…” Sekyung terus manggil Jonghyun namun gak digubrisnya. Sekyung ikut melihat kearah yang dilihat oleh namjachingunya itu.

“ne? ada apa?”.

“ani, ayo makan lagi”.

Setelah pengambilan gambar hukuman buat team kalah. Akirnya team kalah juga diajak makan. Sehabis makan, Shinee, para yeoja dan semua kru Shinee Yunhanam season 2 bersiap pindah lokasi ke SMA Jonghyun. Disela beberes syuting tadi. Member Shinee sibuk meladeni fans minta tanda tangan dan foto. Bahkan Jonghyun bersedia bernyanyi sambil memainkan gitarnya dibantu Minho yang ambil bagian ngerap. Taemin dan Key pun jadi ngadain dance battle buat ngehibur fans mereka disana.

ooOOooOOoo

Hyunran POV

^SMA Jonghyun^

“Sunny-ya. ini sekolah Jonghyun?” tadi Sunny, sekarang malah aku yang kaget karna liat sekolah Jonghyun gak kalah gede dari sekolah Minho. Sekolah yang berisi orang-orang tajir, bahkan diparkirannya banyak mobil pribadi siswa.

“Dia baru jadi penyanyi 3th, apa Jonghyun pindah ke Seoul langsung jadi orang kaya yah? Padahal dulu hidupnya lebih susah dari kita” Sunny mengingat-ingat.

“iyah mungkin. Rejeki orang kan beda-beda”.

Sama seperti saat di sekolah Minho tadi. Disini juga udah disediain kelas yang udah dikosongin buat jadi ruang tunggu dan perlengkapan. PD Jung mengumpulkan kami semua untuk breaffing, dan setelahnya menyuruh kami (para yeoja) dan member Shinee buat ganti seragam sekolah SMA ini. Entah karna ini sekolah orang tajir atau apalah, tapi hampir semua siswi sekolah ini sangat staylist. Bermakeup tebel, pake heels, dan menambahkan banyak aksesoris diseragam dan rambut mereka. *bayangin aja seragamnya kayak di BBF. Mian gw lagi males mikir -_-*.

^waithing room para yeoja^

“kalian tauk kan, kalo ini tuh sekolah seni internasional. Udah banyak prestasi yang diraih sama sekolah ini, Jjong ku juga sering menang lomba nyanyi” Kim Yura terus aja nyerocos pada kami.

“cih, siapa peduli sama prestasi si lobang sumur itu” aku nyetuk kenceng ke arahnya. Aku suka sebel sama orang itu, kenapa selalu ngebanggain Jonghyun sih.

“YA! Park Hyunran-ssi. Siapa yang kau sebut lobang sumur hah?!”.

“Jonghyun” jawabku cuek.

“kau itu. dari kemarin selalu aja bikin aku kesel”.

“kenapa jadi kau yang marah. Kan aku ngejek Jonghyun, buka kau” aku hanya santai nanggepin Kim Yura yang mulai emosi.

“ngejek Jonghyun sama aja kau menghinaku” Kim Yura makin sewot.

“iiiih kau terlalu terobsesi sama dia”.

“biarin. Daripada kau ANTI FANS!”. Karna takut pertengkaran ini makin ganas, Sunny dan Han Sojung akirnya memisahkan aku dan si halmoni Yura ini.

ooOOooOOoo

kami masuk kedalam gedung aula yang berada disebelah gedung olaraga. Aulayanya besar dan luas. Bahkan ada panggungnya segala. Kata si halmoni Yura aula ini sering dipakai untuk pentas seni, upacara, dan kegiatan lain.

kami semua naik ke panggung. Mungkin mini drama musical nya akan diadain disini. Para penonton yang didominasi para yeoja sekolah ini pun udah pada berkerubung di depan panggung buat nonton syuting kali ini.

diatas panggung kami para yeoja duduk berhadapan dengan member Shinee. Myeongsoo ahjussi dan Shinyoung-ssi duduk di tengah-tengah kami.

“Annyeonghaseyo~~ kembali di Shinee yunhanam season 2. Shinyoung-ssi akirnya kita sampai juga di sekolah Jonghyun-ssi. Sekolahnya besar yah” sapa Myeongsoo ahjussi membuka acara.

“iyah. Yang kudengar sekolah ini termasuk sekolah internasional yang terbaik di korea loh”.

“sekarang kita mau apa di SMA Jonghyun?”.

“kita akan bikin mini drama musical sunbaenim, masa kau lupa”.

“tapi sebelum kita main drama. Ayo kita suruh uri Shinee unjuk bakat mereka di depan para noona ini”.

“dari kalian ber emapat, siapa yang pingin maju duluan?” taya Shinyoung ke arah member Shinee.

“Key-ssi kau lebih dulu!” seru Myeongsoo ahjussi.

Musik melantunkan lagu Juliette. Key mulai bernyanyi dan menari di hadapan kami. Tariannya lincah, gak kalah dari si dance machine Taemin.

“ayo, Key-ssi ajak noona menari bersama mu” pinta Myeongsoo ahjussi.

Akirnya Key mengulurkan tangan pada Lee Minji dan disambut antusias olehnya. Lee Minji yang pekerjaannya memang seorang dancer jadi terlihat serasi dengan Key saat menari bersama. Apa lagi Minji memang fans Shinee, jadi dia hapal gerakan dance Shinee. Sorakan histeris makin jadi dari penonton saat lagu berakir dan Key merangkul Minji.

“waah MinKey couple ini serasi sekali kan. Sama-sama jago dance”.

“iyah mereka serasi saat ngdance bersama, tapi sunbaenim jangan memberikan istilah couple-coupelan. Fans nya banyak yang gak suka tuh. Hahaha” emang betul. Saat Myeongsoo ahjussi menyebutkan MinKey (Minji-Key) couple, banyak penontoh yang bersorak tidak setuju.

“siapa selanjutnya” tanya Shinyoung-ssi.

“aku” Minho menunjuk dirinya sendiri.

Minho menyanyikan lagu Hello. Awalnya ia hanya menyanyi saja. Tapi saat mengajak Goo Yoomi ketengah panggung, Minho akirnya menari untuk yeoja itu. Dan lagi-lagi para penontoh berteriak histeris.

“waah Minho-ssi, kau ini menang noona killer yah. Haha” canda Myeongsoo ahjussi pada Minho setelah ia selesai.

Tanpa instruksi dari kedua MC itu, Taemin udah berdiri saja. Lagu Noona Nemu Yeppo jadi backsound pertunjukan dance Taemin. Taemin berjalan kearahku, tanpa basa-basi langsung menarik tanganku agar ikut ketengah panggung bersamanya. Padahal Key dan Minho saja mengulurkan tangannya dulu tadi.

Taemin terus saja menari mengeliliku dengan senyum mengembang di wajahnya. ‘aigoo nomu kyeopta. Maknae ini manis sekali’ aku jadi ikutan terseyum melihat Taemin.

Diakhir dancenya barulah Taemin mengulurkan tangannya sambil membungkuk, sopan sekali. Dan aku menyambut tangannya.

“tunggu, dari tadi aku penasaran. Kenapa kau memilih Park Hyunran-ssi?” tanya Shinyoung pada Taemin.

“memang kenapa?” tanya Taemin balik.

“dari saat di sekolah Minho-ssi kau selalu berdekatan dengan Hyunran-ssi. Apa kau tertarik dengannya?”.

‘Apa iyah aku dekat dengan Taemin? Ahh aku merasa biasa saja. Aku tidak dekat dengan Taemin kok’.

“menurutku Hyunran noona orang yang menarik. Saat aku ngobrol dengannya aku merasa nyaman” jawab Taemin sambil tertawa.

‘kenapa ia nyaman bersamaku? Kayaknya kami juga gak sering-sering amat ngobrol’.

“waah ada apa ini antara Taemin-ssi dan Hyunran-ssi” sekarang Myeongsoo ahjussi yang ngeledek.

‘tidak. Gak ada apa-apa di antara kami’.

Setelah didesak banyak pertanyaan, akirnya Taemin bicara “noona, call me oppa!” ucap Taemin kearahku.

“ne?” aku binggung.

Kata-kata Taemin bikin aula ini heboh gak karuan. Mereka kira ini pernyataan cinta kali, padahal ini paling cuma basa-basi buat filming yunhanam ini.

“noona? Ayo panggil aku oppa!” pinta Taemin sekali lagi.

“aniya. Aku mana bisa memanggilmu oppa, kau jauh lebih muda dari ku” aku menolaknya.

Ucapanku malah disambut sorakan ketidak sukaan penonton karna mereka melihat Taemin kecewa tidak aku panggil oppa. Aiihhss dasar ABG! Emang aku gak tauk apa sifat para fans fanatik seperti mereka. Aku pasti jadi bulan-bulanan mereka kalo bersikap manja dan genit di depan Shinee. Tapi aku juga pasti dihina kalo cuek atau menolak shinee seperti sekarang. Aduhh jadi serba salah niih, cih! dasar ABG!.

“sudah-sudah, kembali saja ketempat masing-masing. Shinyoung-ssi lihat tuh, penontonnya jadi rame kan” Myeongsoo ahjussi berusaha menenangkan keadaan. “Jonghyun-ssi, kau nyanyi juga?”.

“iyah. Aku ingin nyanyi sambil main piano”. Jonghyun berjalan ke belakang, karna piano nya terletak di belakang Myeongsoo ahjussi.

Jonghyun mulai menjentikan jarinya di tuts piano, memainkan beberapa nada dulu sebelum mulai. “lagu apa yang akan kau mainkan?” tanya Shinyoung.

“lagu Brown Eyed Soul–Nothing Better”.

Kenapa ia harus menyanyikan lagu ini lagi. Cukup Taemin saja tadi sudah membuatku ingat kenangan 9th lalu. Padahal aku ingin melupakan kalau kau pernah jadi namjachingu ku. Kalau kau yang bernyanyi justru aku malah ingat lagi saat kau masih baik padaku. sebenernya apa maksud mu menyanyikan lagu ini lagi didepanku. Apa kau juga ingat kenangan kita 9th lalu itu.

Pertengahan lagu, Jonghyun berhenti bermain piano dan terus bernyanyi sambil berjalan kerahku. Aku hanya bisa menunduk. Aku melihat sebuah tangan terulur. Itu tangan Jonghyun. Apa uluran tangan ini untukku?. Apa aku harus menyambut tangannya?. Tapi sebuah tangan yeoja lain sudah menyambut tangan Jonghyun lebih dulu. Kulihat ternyata yeoja di sampingku itu Shin Sekyung. Ternyata Jonghyun mengulurkan tangannya bukan untuk ku tapi untuk Sekyung-ssi.

Kulihat Jonghyun tersenyum ramah pada Sekyung, dan ia beralih melihat kearahku. Sesaat kami saling pandang. Kali ini buka tatapan deathglare. Tapi entahlah aku binggung mengambarkan arti dari tatapan kami satu sama lain. Jonghyun menutup nyanyiannya dengan mengecup tangan Sekyung, seolah Sekyung itu seorang putri. Melihat itu para penonton malah lebih jejeritan lagi.

Jonghyun POV

“aigoo~ Jonghyun-ssi romantis sekali”

Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Myeongsoo ahjussi. Tentu aku harus manis didepan yeojaku ini. yahh walaupun orang-orang gak tauk kami pacaran. Setelah mengecup tangan Sekyung, aku masih memegang tangannya erat. Tapi karna Shinyoung noona berisik sekali bertanya ini-itu, terpaksa aku harus melepaskan genggaman ini. ciih dasar. Padalah ini kesempatan langka buatku.

“aigoo~ ternyata uri Shinee udah pada dewasa. Gak malu-malu lagi seperti di Yunhanam season 1” Kata Myeongsoo ahjussi.

Setelah menunjukan bakat kami didepan para noona. Myeongsoo ahjussi menyuruh kami berkumpul ditengah buat milih judul dan peran masing-masing. Kibum ngambil kertas warna pink yang ada didalam ball kaca. Dan judul drama yang keluar itu ‘snow white’.

Didalam ball kaca yang satunya lagi, terdapat peran yang ada. Kami bergantian mengambil kartas itu. Shinyoung noona nyuruh supaya kami membukanya bersamaan.

“apapun peran kalian, gak boleh ada yang perotes. Apalagi minta tukeran. Gak boleh!”. Padahal belom dibaca, tapi udah diancam Myeongsoo ahjusi duluan aje.

“sudah semua kan? Ayo dibuka sama-sama yah. Hana dul set..”kata Shinyoung noona.

Apa!! masa iyah aku jadi ini. Aku gak mau berperan jadi snow white. Kulihat dari semua juga ada yang kaget dengan perannya. Tapi pasti dari semua akulah yang paling apes, karna aku yang namja malah harus jadi yeoja. Orang itu (Hyunran) kenapa ekspresinya kaget begitu. Semoga yang jadi pangerang bukan dia. Huh!.

Shinyoung noona meminta kami menyebutkan peran kami. Dimulai dari Minho, ia jadi pemburu, Key jadi ibu tiri, Taemin jadi kurcaci, dan aku jadi snow white. aigoo aku malu sekali saat menyebut peranku. Tapi para penonton malah bersorak gembira, sial! Inilah sulitnya jadi artis, harus jaga image dan tidak boleh menolak apapun.

Myeongsoo ahjussi beralih pada para noona untuk menyebutkan peran mereka. Kumohon, yang jadi pangerang Sekyung ku….

Minji noona jadi kurcaci, Kim Yura noona jadi cermin, Yoomi noona jadi kurcaci, yeojaku (Sekyung) jadi nenek sihir. Mwo?! Apa gak salah tuh. Sekyung ku yang cantik malah jadi nenek sihir, aku gak terima. Tapi aku lebih gak terima lagi, karna yang benar saja, masa yang jadi pangerang harus yeoja itu (Hyunran) aiihhss gimana ini.

“ahjussi, masa aku jadi snow white. aku kan namja, tukeran doong” akirnya aku perotes juga.

“eeehhh gak bisa. Kan tadi aku udah bilang gak boleh ada yang perotes apa lagi minta tukeran… Karna peran kurcacinya kurang. Minho-ssi, Yura-ssi, sama Key-ssi kalian peran ganda. Nanti juga jadi kurcaci”.

“NG!!”

“yasudah kalian istirahat 5 menit dulu. Kru akan bawa kostumnya ke backstage, baru kalian ganti baju. Dan dramanya dimulai” perintah PD Jung.

ooOOooOOoo

“haha, hyung masa kau jadi snow white. sama sekali gak pantes, mana ada princess yang punya otot”. Sekarang Kibum malah meledekku.

“arrgh diam kau. Aku juga gak mau jadi snow white, aku yang tampan ini harusnya jadi pangeran”.

“kalo gitu yang pantes jadi pangerang itu aku. Karna aku jelas lebih tampan dari hyung. Dan lebih tinggi pastinya. Jadi lebih cocok dong. Hehe”. Ini lagi si alien Minho ikutan ngejek aku.

“arrrgh kalian berdua itu nyebelin banget”.

“kau masih mending hyung. Aku malah jadi ibu tiri. Aku kan gak sejahat itu”. Kibum meratapi perannya juga.

“kalo Kau sih pantes aja jadi ibu tiri, kau kan cerewet kayak ibu tiri. Tapi aku? Aku jadi princess kimummmm”.

“hyung kenapa sih ogah banget jadi snow white? kan ini cuma akting. Just for fun hyung. Kau mau fans kita kecewa? Lagian kalo bisa tukeran, dengan senang hati aku mau kok jadi snow white nya”. Kenapa si maknae jadi ikut-ikutan sok menasehatiku.

“kau mau jadi snow white? kenapa?”.

“gak papa, cuma ingin saja” Taemin emang anak baik, penurut sama aku dan hyung nya yang lain. tapi kata-katanya barusan terasa lain. entahlah, aku melihatnya seperti ia punya maksud tertentu.

“Jonghyun. Ini ponsel mu bunyi” Jinki hyung datang dan memberikan poselku. Ahh dari Sekyung. Aku menjauh dari yang lain, supaya bisa leluasa ngobrol dengan yeojaku.

“yeoboseyo..” sahutku.

ooOOooOOoo

“ternyata sekolah mu lebih bagus aslinya dari pada di majalah… ini tempat rahasia yang dulu kau bilang?” aku ngajak Sekyung jalan-jalan keliling sekolah. Tapi akirnya aku malah ngajak ia ke ruang rahasia ku ini.

“dulu ruangan ini kosong, makanya aku suka menyendiri disini sambil main gitar. Tapi sepertinya sekarang sudah jadi tempat buat klub melukis. Padahal kalo dari sini taman belakang terlihat indah loh, dulu disana juga ada pohon sakuranya”

“tapi sekarang kok gak ada?” Sekyung celingukan kearah yang kutunjuk.

“mungkin pohonnya mati atau ditebang. Aku juga kurang tauk… Ternyata banyak yang berubah setelah aku lulus”.

“Kau ini, bagaimana sih. ini kan sekolahmu. Tapi kau malah binggung sendiri” ia memukul tanganku pelan.

“chagiya bogoshiposo” aku memeluknya.

“nado bogoshiposo Jongie” ia membalas pelukanku.

“gomawoyo Jongie, kau bernyanyi lagu Nothing Better untukku… kau pasti kaget kan aku bisa ikutan reality show kalian, ini kejutan untukmu… Kau nanyi itu karana ingat aku kan?”.

#FlashBack#

^2,5 tahun yang lalu–ruang latihan SM Entertaiment^

“apa rasanya enak?” tanya yeoja ini padaku.

“ummph.. iyah ini enak. Ini kimbap paling enak yang pernah kumakan” jawabku dengan penuh kimbap dimulutku… Sejujurnya rasanya aneh, terlalu asin dan sayurnya keras, bentuknya pun berantakan. Tapi aku gak mau hati yeoja ini tersinggung, makanya aku berbohong.

“aigoo pelan-pelan Jongie. Ini minum dulu, nanti kau tersedak” ia menyodorkan gelas berisi air kerahku.

“gomawo Sekyung-ah”.

“apa rasanya seenak itu?” aku mengangguk. “kalau gitu akan ku buatkan tiap hari yah”.

“uhuk.. uhuukkk..” omo.. tiap hari aku harus makan ini. tiddakkk tenggorokanku bisa tersiksa nih.

“eehh kanapa kau batuk? Kau bohong yah”.

“ani. Tentu saja aku senang kalau kau mau masak untukku setiap hari. Masakanmu enak kok. Harusnya kau jadi chef. Hehe” yaahh aku bohong lagi deh sama Sekyung. Tega sekali kalau aku menyakiti hatinya, terlebih aku memang menyukainya.

“tapi kau kan sekarang udah debut, pasti sibuk. Kau mana ada waktu untuk mencicipi masakan ku”.

“aniyo. Kau tauk kan aku akan selalu meluangkan waktu untuk mu, sesibuk apapun” aku mencoba menyenangkan Sekyung.

“aku juga ingin cepat-cepat debut. Tapi SM bilang ‘ini belum saatnya’ terus padaku”.

“jika perusahaan bilang belum. Mungkin memang belum saatnya kau debut, percayalah perusahaan tauk yang terbaik buat kita” aku tak tega melihat yeoja ini sedih.

“Jongie…. minggu besok aku pindah ke Namoo Actor Ent”.

“uhuk.. uhuuukkk…” ini bukan batuk karna kimbap aneh Sekyung, tapi karna kata-kata Sekyung barusan. “pindah? Waeyo?”.

“satu bulan yang lalu aku ikut audisi disana, dan aku diterima. Tidak seperti SM yang selalu menunda debutku, Agency itu melihat bakatku. Mereka bilang aku udah siap debut jadi aktris kok. Bahkan aku hanya harus  trainee 6 bulan saja disana, dan akir tahun ini aku sudah mulai syuting drama pertamaku”.

“tapi bagaimana bisa kau pindah begitu saja… bagaimana…. bagaimana… bagaimana denganku..?” aku tak percaya dengan keputusannya itu.

“kita? Tentu kita akan tetap berteman Jongie”.

“teman? Jadi kau berfikir kedekatan kita selama ini hanya teman? Padahal aku sangat menyukaimu Sekyung-ah. Kupikir aku orang yang spesial dihidupmu” aku lebih gak percaya lagi sama ucapannya yang itu. Chingu? Aiihss sepertinya aku terlalu banyak berharap. Seperti orang bodoh.

“kau menyukaiku?” tanyanya, dan aku mengangguk.

“Jongie…. Kenapa kau baru mengatakannya sekarang…. Saat aku akan pergi. Kau jahat sekali. Apa kau ingin aku bosan disini karana menunggumu dan menunggu debutku” Sekyung mulai menangis dan memukul dadaku.

“aku tidak tahu kalau kau juga punya perasaan padaku, ku kira hanya aku yang berharap”. Aku menahan tangannya agar ia tidak memukulku lagi. “mianhaeyo, sudah membuatmu menunggu terlalu lama” aku membelai lembut wajahnya, menghapus air matanya dan dengan cepat aku langsung mencium bibirnya.

Setalah beberapa saat aku melepaskan ciumanku, Sekyung menyandarkan kepalanya di bahuku. “setelah kau tauk aku juga menyukaimu, apa kau tetap pindah?”.

“Ne Jongie…. Kau sangat penting, tapi mimpiku juga penting. Kau mengerti perasaanku kan”.

“baiklah. Itu mimpimu, aku gak punya hak menahanmu. Tapi berjanjilah untuk tetap menjaga hatiku…. Karna aku sangat menyayangimu Sekyung-ah” Sekyung menjawab dengan anggukan. “kau tauk lagu Brown Eyed Soul–Nothing Better kan? Aku sangat suka lagu itu. aku ingin kau mendengar lagu ini, karna aku sangat menyukaimu juga” ini kedua kalinya aku bernyanyi lagu ini untuk orang yang kusukai. Yang pertama tentu pada Park Hyunran–Hyun Chan ku yang manis. Tapi itu sudah lama beralu, yang sekarang ada dihadapannku itu Shin Sekyung. Hyun Chan mianhaeyo….

#FlashBack End#

“Jong… Jongie… kau tidak menjawab pertanyaan ku?”.

“ahh ne? kau bilang apa?”.

“lagu Brown Eyed Soul–Nothing Better yang tadi kau nyanyikan untuk ku kan?”.

“ahh tentu saja itu untukmu, memang buat siapa lagi” aku tersenyum padanya. Sebenarnya saat unjuk bakat tadi aku ingin nyanyi lagu yang lain. Tapi tiba-tiba saja aku jadi ingin menyanyi lagu itu. Entah karna aku senang ada Sekyung di Yunhanam, atau karna ada Hyunran. Walaupun Sekyung lah yang kuajak ke tengah panggung, tapi sejujurnya lagu itu untuk kalian berdua.

“Jongie…” ia memanggilku dengan nada manja, seperti biasa.

“hhmmm….”.

Sekyung menarik dasi seragamku, membuat badanku mendekat padanya. Ia mencium ku dengan lembut. Mungkin karna kami udah lama gak bertemu, aku jadi larut dalam ciumannya. Tapi belum berlalu lama akirnya aku melepaskan ciuman ini dan berdehem-ehem sendiri.

“Jongie…. Waeyo? Apa kau tidak merindukan ku?”.

“tentu aku merindukan mu chagiya, tapi jangan disini. Ini sekolah. Nanti kalau ada yang lihat bagaimana…. ehmm hmm….” Aku masih saja berdehem-ehem sendiri, tengorokan ku jadi terasa kering.

“YA! Jongie… kau masih saja begitu, apa kebiasaan mu tak bisa kau hentikan? Aihs lihat. Jari-jari mu pun bergerak serti itu terus”.

“changiya…. Mian. Aku juga binggung kenapa setiap habis ciuman tenggorkanku terasa kering, dan jari-jariku berjentikan sendiri begini mungkin karna refleks”. Aneh. Tapi memang 2 hal ini selalu kulakukan setelah aku berciuman dengan yeoja.

“chagiya… mian… Sekyung-ah… ada apa?” aku memanggil nya, tapi dia diam saja. Aku menoleh kearah pintu yang ada di belakangku, karana dari tadi Sekyung melihat kearah itu terus. “waeyo? Apa ada yang melihat kita?” tanya ku kemudian.

“ne? aniyo… Jongie, PD Jung bilang istirahatnya cuma 5 menit kan. kajja, mungkin syutingnya mau mulai” akirnya kami keluar ruang rahasia ku yang sekarang jadi tempat klub melukis itu. Aku berpisah dengan Sekyung dilantai 2, karna ia ingin ketoilet dulu. Dan aku memilih kembali sendiri untuk mengambil air minum. Karna aku masih saja berdehem-ehem sendiri karna tenggorokan ku masih terasa kering.

ooOOooOOoo

Author POV

^kembali ke beberapa menit yang lalu, saat di backstage^

“Sora-ssi, mana Sunny?” Hyunran mencari sosok chingunya itu.

“tadi dia ketoilet”.

“ahh dasar, dia itu selalu saja kebelet pipis… tapi apa dia tauk letak toiletnya dimana? Kalo nanti kesasar gimana? Sekolah ini kan luas” Hyunran jadi cemas sama Sunny.

“tadi aku sudah menunjukan tempatnya kok… kau mau ini? makanlah” Sora menawarinya cupcake.

“gomawo Sora-ssi, ini dari makan siang yang tadi yah?” Hyunran ngambil cupcake biru bergambar kelinci putih.

“bukan. Ini aku yang buat sendiri. Enak tidak?”.

“uumpph.. enak banget. Ini buatanmu?” Sora mengangguk. “waah kau memang orang yang terampil yah, apapun bisa kau lakukan…. Aku minta lagi yah 2, untuk ku dan Sunny hehe”.

“silahkan…”.

“gomawo Sora-ssi”.

“kau mau minum” sekarang Sora menawarinya air putih.

“gomawo Sora-ssi, tapi aku lagi pengen minum yang dingin nih. Aku bisa beli dimana yah?”.

“kau naik aja ke lantai 2, trus belok kanan. Nah didekat ruang siaran radio ada mesin penjual minuman otomatis. Oke” Jawab Sora menjelaskan.

“kau mau kubelikan juga?” Sora membalas dengan gelengan, tanda tidak perlu. “arra, aku kesana dulu yah” Hyunran pamit pada Sora.

Hyunran pun langung melesat kelantai 2 tampat mesin penjual minuman otomatis.

ooOOooOOoo

Sunny POV

Aku bener-bener gak nyangka Jonghyun sekolah di sekolah sekeren ini. yahh seperti yang aku bilang tadi. Dulu diantara kami bertiga Jonghyun lah yang hidupnya paling sulit. Tapi mungkin dia dapet beasiswa atau apa lah, kan memang dari dulu dia pintar. Setelah ketoilet aku malah jalan-jalan keliling sekolah ini, keren skali bangunannya seperti kastil di inggris. Banyak barang seni seperti patung dan lukisan dipajang di koridor sekolah, sangat artistik. Aku sangat cinta seni makanya bisa jadi disainer seperti sekarang. Ahh untung aku ikut kemari, lumayan siapa tau aku dapet ide buat merancang baju.

Kelas-kelas jadi sepi gara-gara ada syuting hari ini, terutama para yeoja pasti pada nimbrung di aula pengen liat Shinee, ckckck dasar ABG!. Sekolah ini ada 5 lantai, aku sudah keliling semua tempat di lantai 1 & 2, sekarang aku mau lanjut ke lantai 3. Eeehh tapi tadi aku seperti melihat Jonghyun sedang naik kelantai 3. Setelah aku intip ternyata ia jalan dengan Shin Sekyung. Iyah Shin Sekyung yang artis itu. sedang apa mereka berduaan. Karna penasaran aku malah mengikuti dibelakang mereka. Meraka masuk kesalah satu ruangan, papan kelas itu bertuliskan ‘klub melukis’. Mau ngapain mereka ke sana?. ini mencurigakan.

‘aiihss apa yang kulakukan sih, kenapa jadi ngintipin orang gini. Tapi aku penasaran’. Akirnya tetap aja ku ngintip dan curi-curi pembicaraan mereka dari balik pintu.

‘Eehh mereka ngomong apaan sih. Kaga kedengeran’ aku mencoba menempelkan kupingku di pintu. Aku cuma sekilas mendengar ‘chagi’. Chagi?. Emangnya mereka pacaran?. Karna makin penasaran aku ngintip mereka pelan-pelan dari kaca pintu ini. Omonna!! Aku melihat mereka becimuman dan berpelukan segala. Berarti benar mereka pacaran. Tapi apa ada yang tauk mereka pacaran?. Apa mereka backstreet?. Waahh ini penemuan besar. Aku mencoba ngintip lagi, sekarang mereka masih berpelukan. Jleebb!! Aku merasa Sekyung seperti melihatku. Apa dia tauk aku sedang mengintip. Buru-buru aku lari dari sana biar gak ketahuan. ‘apa Hyunran perlu kuberi tahu?’. Yang penting sekarang kabur dulu deh.

ooOOooOOoo

Sekyung POV

“chagiya… mian… Sekyung-ah… ada apa?. Apa ada yang melihat kita?” suara Jongie menyadarkan lamunanku.

“ne? aniyo… Jongie, PD Jung bilang istirahatnya cuma 5 menit kan. kajja, mungkin syutingnya mau mulai” Aku berpisah dengan Jongie dilantai 2, karna aku bilang ingin ketoilet dulu. Tapi sebenarnya aku ingin mencari yeoja itu. Sertinya yeoja yang terus bareng Sora itu mengintip kami saat di ruang klub melukis tadi.

Nah itu dia. Aku melihat yeoja itu berjalan cepat menuju tangga ingin turun kebawah. Segera kupercepat langkahku dan menghadangnya.

“Ya! kau! Kenapa terburu-buru gitu?” tanyaku langsung. Aku menariknya ke sudut ruangan yang sepi.

“waeyo? Bukan urusanmu” jawabnya. Ia terlihat salah tingkah. Berarti benar tadi dia melihatku dan Jongie di ruang klub melukis.

“kau tidak melihat sesuatu yang bisa membuat orang lain salah paham kan?”.

“apa maksudmu? Memang apa yang kulihat?”. dia masih saja berkelit.

“kuberi tahu. Jika kau berkata pada orang lain tentang cerita yang murahan. Aku tidak akan tinggal diam. Arrasso!” ucapku penuh penekanan. Aku menatap tajam yeoja ini agar dia merasa terintimidasi olehku.

“cerita murahan? Hahaha aigo kasihan sekali Jonghyun, ternyata yeojachingu nya mengaggapnya tidak penting. Heh! Memangnya aku takut padamu”. Tidak kukira ia akan bales mengancamku. Sial.

“berarti yang mengintip tadi itu bernar kau kan?”.

“iyah! Memang kenapa kalo aku tauk hubungan kalian? Apa kau akan mengancamku Hah!”. Ia pun berlalu pergi melewatiku. Aku tidak bisa tinggal diam, segera kutarik lengannya. Tapi ia malah berusaha lepas dari cengkramanku.

“ahh annyeong Jonghyun!”. Seru yeoja itu sambil melambaikan tangan. segera aku berbalik untuk melihat Jongie yang ada dibelakangku.

“kaaabbbbuuuurrrr”. Teriak yeoja itu. Apa! sial aku dibohongi olehnya. sekarang ia sudah berlari jauh.

ooOOooOOoo

Hyunran POV

“buat Sunny rasa strawberry aja deh” segera ku pencet tobol gambar soda rasa strawberry yang ada di mesin penjual minuman otomatis ini. Untukku tadi aku memilih cola.

“eeh kok gak keluar?. Apa macet yah?” kutepuk-tepuk mesin itu tapi tetep minumannya gak keluar.

BUUK BUKK BUUKKKK

Sekarang malah aku pukul-pukul mesinnya. Aigo pabo sekali aku. Gimana kalo mesinnya rusak. Segera ku hentikan KDRT pada mesin ini. aku mencoba lagi memasukan uang koin dan memencet ulang tombolnya, tapi minumannya tetep gak keluar. Huh! Aku jadi kesal sendiri. Aku melirik melihat disekelilingku. Bagus kosong. Gak ada orang disini.

BUUUAAAAKKK

Kutentang mesin ini. lumayan keras bunyinya. Tapi bodo deh yang penting minumannya keluar, lagian gak ada yang liat ini. harus segera aku ambil minumannya dan pergi sebelum ketauwan aku abis KDRT mesin ini.

“YA! Sedang apa kau? Nanti kalo rusak gimana? Pabo!!” seru seseorang dibelakangku.

Aduuh aku ketahuan lagi. Gimana niiihhh. Aku menoleh pelan, dan ternyata yang mengerebek aksi KDRT mesin minuman ini Jonghyun. Cih! Kenapa orang itu sih.

“apa yang kau lakukan pada mesin itu? apa kau punya hobi menendang? Tadi kau menendangku sekarang mesin ini yang kau tentang. Kasar sekali!”. Omelnya langsung kearahku.

“ani… mesinnya saja kali yang jelek. Mungkin macet, makanya aku sedikit menendangnya…. Sudah ahh, aku malas berurusan denganmu. Bye” jawabku santai dan berjalan melewatinya, tapi….

“EKKKKE KEEEK” Jonghyun menarik kerah seragam belakangku, membuatku tercekik karna ketarik kebelakang.

“Tapi aku punya urusan denganmu” jawabnya sinis.

“KEEEKK…. Jonghyun! Lepaskan bajuku, aku kecekek nih. Kau kira aku anak kucing apa!!”.

“kau bilang kau akan keluar dari reality show ini. Tapi nyatanya kau masih disini. Kau lupa apa kalo aku tidak mau melihatmu lagi Hah!” aigo cuman pengen ngomong itu aja pake narik kerah belakangku. Aku kan malah jadi susah ngomong nih.

“kau pikir aku mau melihamu lagi apa!! aku juga malas tauk. Ini gara-gara Kim Yura yang terobsesi denganmu tuh, makanya dia menang lomba kemarin…. Cepat lepaskan tanganmu!”.

Akirnya dia melepaskan bajuku juga. adduhh lega bisa napas lagi. Aku hanya mendelik tajam kearahnya.

“lalu kapan kau keluar? Aku benar-benar malas melihatmu tahu!” lagi-lagi dia membentakku. Aiihss seenaknya saja orang itu.

“YA!! KIM JONGHYUN!! KAU BENAR-BENAR ORANG YANG MENYEBALKAN!!” teriak ku sambil menggacungkan jari telunjukku kearahnya langsung. Ia terlihat terkejut, aku berteriak dan menunjuk-nunjuknya wajahnya seperti itu.

“Ya! jangan menunjuk-nujukku seperti itu. Pabo!”.

Grrrr namja ini sudah benar-benar membuatku kesal. Akan kubalas dia. Aku mengocok kaleng soda strawberry yang akan kuberikan pada Sunny dengan murka. Dan membukanya langsung. Binggooo! Tepat sasaran. Minuman soda itu menyembur keluar tepat kewajahnya dan baju seragamnya sekarang jadi berwarna merah karna soda ini.

“KAUUU!!” geram Jonghyun.

“kaaabbbbuuuurrrr” Teriak ku. Aku pun berlari sekuat tenaga agar gak ketangkep olehnya.

“YA! PARK HYUNRAN!” ia masih saja mengejarku sambil meneriaki namaku. Aduuh gimana nih. Akirnya diujung lorong aku melihat ada toilet. Bagus. Mending aku sembunyi disana. Dia gak mungkin ngejar sampe masuk toilet perempuan kan.

Dilantai 2 sekitar sini tidak terlalu sepi. Masih ada siswa yang ngobrol atau duduk dikelas. Di luar sekitar toilet ini pun masih banyak siswanya. Apa Jonghyun bakal tetep teriak-teriak didepan semua orang. Aku masih ngos-ngosan didalam toilet, dan ada beberapa anak yang melihatku dengan tatapan aneh. Adduh Jonghyun udah pergi belum yah. Gak beberapa lama kemudian, aku coba ngintip keluar. Apa dia masih ada atau tidak.

Aku melihatnya dia ada diujung sana. seperti sedang menyapa hoobaenya dengan senyum yang dipaksakan. Ada beberapa yeoja yang ngobrol dengannya. Dari gerak-geriknya, sepertinya dia lagi ngeles ngejelasin kenapa dia basah kuyup sampe bajunya merah-merah gitu. Setelah itu akirnya dia pergi juga. Kekekeke rasakan kau!!.

Setelah yakin dia benar-benar pergi, aku keluar dari persembunyianku dan berjalan kembali ke aula, mungkin PD Jung udah mau mulai drama musicalnya.

BUUKKK

Tiba-tiba saja ada orang yang menubrukku dari belakang.

“Ya! Lee Sunny. Ngapain siih kau lari-larian gitu. Sakit nih”. Aku meringis kesakitan. Ternyata orang yang menubrukku itu Sunny.

“mian. Aku gak liat kalo kamu ada didepanku tadi. Aduuh aku capek nih lari-lari” jawabnya sambil ngos-ngosan.

“emang kau abis ngapain sih? seperti dikejar hantu aja”.

“iyah aku emang dikejar hantu. Ahh tidak ini lebih serem dari hantu. Aku dikejar nenek sihir!!”.

“nenek sihir?” aku malah makin binggung. Ada apa dengan anak ini. kenapa jadi error gini.

“nanti aku certain. Kajja kita harus cepet-cepet kabur” Sunny langsung narik tanganku kembali ke backstage.

ooOOooOOoo

Jonghyun POV

Astagaaaa aku benar-benar mengutuk diriku sendiri didepan cermin. Aku jadi perempuan! Jadi princess! Bahkan harus pake wig, gaun dan penyumpal dada. Iiih aku risih sekali. Kukira akting pertama dan terakirku jadi yeoja cuma saat parody School Of Rock. Kalo bukan atas nama Shinee, aku ogah ngelakuin ini. Mana aku punya otot lagi, gak ada pantes-pantesnya. Terlebih sekarang ada Sekyung. Aigooo aku malu sekali.

“hyung lama amat. Keluar dong”. Teriak Kibum dari luar kamar ganti. Aiihss aku belum siap keluar pake baju ginian. Dengan berat hati akirnya aku keluar juga. aku yakin mereka pasti bakal ketawa liat aku dinistakan lagi oleh authornya. Dasar pabo!. *plaakkk*.

Dan betul aja mereka semua tertawa melihatku jadi yeoja. Aku hanya bisa pasang tampang cemberut. Gimana sama Sekyung ku. Aah pasti dia tetap cantik walopun jadi nenek sihir. Aku aja gak pantes jadi yeoja, pasti orang itu (Hyunran) lebih gak pantes jadi pangerang. Badannya terlalu pendek dan kurus. Itu pikirku tadi. Tapi nyatanya saat dia keluar dari kamar ganti, dia benar-benar-benar-benar TAMPAN.

“Hyunran noona, kau tampan sekali. Kau lebih tampan dariku” seru Minho. Iyah itu benar menurutku juga dia lebih tampan dari Minho sekalipun.

“aigo noona, kalo aku yeoja aku pasti jadi pacarmu deh” sekarang Taemin yang kagum. Cih! Pacaran saja sono dengannya, kau juga cantik kalo jadi cewek.

“Ya! kaian ini apa-apaan sih. Aku gak suka dibilang tampan. Aakkh aku gak mau jadi pangerannnnn….” Kenapa dia baru nolak perannya sekarang. Dasar aneh. Aku gak tauk kalo dia cosplay jadi cowok bisa seganteng ini. karna setahuku dulu dia yeoja manis dan feminim.

Tidak sengaja kami bertatapan. Kali ini kembali perang tatapan deathglare ‘ape-loe-liat-liat’ diantara kami. Aiihss karna mengagumi dia yang tampan jadi pangeran aku jadi lupa kalo dia udah bikin aku kesel plus malu tadi. Awas saja, akan kubalas nanti.

ooOOooOOoo

Author POV

Setelah melalui perdebatan panajang akirnya mini drama musikalnya dimulai, dengan Park Myeongsoo pake costume pohon, dan Kim Shinyoung yang pake costume apel mereka jadi narrator dan sutradara di drama ini.

Dan seperti tanding bola tadi, di drama ini pun malah lebih sering becanda dan berinprovisasi sendiri. Yang namanya drama musical pasti harus nyanyi juga kan. Sayangnya diantara para yeoja suaranya gak ada yang bagus saat bernyanyi, termasuk Hyunran atau Sekhyung. Makanya diliat dari sisi seni, ini gak ada seni-seninya, tapi dari sisi entertainer lumayan sangat menghibur.

Jrenggg!! Tibalah saat adegan terakir drama. Scene kissing pangerang buat Snow white agar bangun dari tidurnya. Saat di backstage tadi lagi-lagi Jonghyun-Hyunran ribut masalah ini, mereka nolak ada adegan itu. PD Jung juga bilang buat pura-pura aja. Tapi emang dasar dua orang itu saling benci, adegan pura-pura pun berat dilakuin.

“aduuh Sunny-ya. Gimana nih, aku gak mau ngelakuin itu” keluh Hyunran.

“udah buruan sono masuk, ini bagianmu. Pura-pura ngedeketin aja trus beres deh” Sunny mencoba memberi semangat.

“tappiiiii…..”

“pallliiiii…” akirnya Hyunran masuk stage setelah didorong-dorong Sunny.

Ada dialog Hyunran yang sedih dengan para kurcaci karna melihat Snow White yang tertidur. Dan tibalah saatnya sang pangerang Hyunran mendekat ke altar yang untuk mencium princess Jonghyun. Hyunran hanya diam berdiri didepan Jonghyun. Karna kelamaan Jonghyun sedikit membuka matanya melihat Hyunran seperti mengisaratkan ‘cepat lakukan, dan selesai’ pada  yeoja itu. Akirnya dengan malas dan terpakasa ia mulai menundukan kepalanya. Tapi tiba-tiba tangan Jonghyun nyamber kepala yeoja itu menariknya maju hingga jarak wajah mereka sekarang sangat dekat….

TBC~~

Catatan Bacot Author :

Miaann part yang ini juga jadi panjang T.T. ada 2 hal yang susah dalam pembuatan part 5. Pertama, karna tiba-tiba aja jalan cerita part 5 ilang dari otak gw. Tapi untung bisa inget lagi, hehe. Kedua karna ada romance adegan kissu nya. Aigooo~ gw ampe mikir 3jam lebih cuma buat 1 adegan. Hahaha.

Kenapa Part 4 ada 2? Itu karna [1.2] sama [2.2] temanya masih sama. Yaitu disekolah. Makanya kalo alurnya masih sama bakal gw pecah jadi beberapa bagian. Biar gak terlalu panjang.

Kalo Naruto punya jurus 1000 bayangan, Hyunran-Sunny punya jurus langkah 1000 (tukang kabur) hahaha :p.

Oke. Terimakasih lagi buat para readers yang masih nyempetin baca. Makasih sebesar-besarnya *deep bow*. Di tunggu saran dan komengnya supaya gw bisa terus belajar nulis lebih baik. Dadah. Syalalala~~ Syalam Darah muda ^^v.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Nameless Memory – Part 4 [2.2]”

  1. Sepertinya jjong asalnya ga sbenci itu sama hyunran.. Tpi dia brusaha nutupin dgn bersikap kasar..
    Hwaa.. Princess jonghyun dan prince hyunran.. Hahaha..
    Yak! TBC-nya tepat waktu.. Muka 2org itu dah deket.. Truss apa yg bakal terjadi??
    Next.. Next..

  2. Nar-pyon eonni bener2 ya,,,
    suer aku ga bisa byangin jjong jadi snow white,,ini nista bnget*pltak*jdi keinget mukanya di school of rock,aigoo~maksa bnget#digampar.

    Eh itu gimana si jjong-hyunran?itu >///<,,,entar ciuman ya?ya?pokoknya ia…awas klo ngga,aku teken pala hyunran biar 'CHUU~'*eunri ditendang* tpi gmna nasib bang susang(susu pisang)?ma aku ajj ya..*dipelototin key*
    Wook'key…ini wajib dilanjutkan,,salam darah tua#eh?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s