My Lovely Namja – Part 4

My Lovely Namja – part 4

 Title             : my lovely namja – part 4

Author          : Afrilla Syafnita *Panggil Rilla saja

Main Cast     : * kim kibum [key]

                     * park yoon ri [yoonri permata sari <nama indo>]

                     * other shinee member

Support Cast : * Ahjushi Kim

                      * find by your self

Genre             : Romance, Humor *maybe

Rating             : Pg – 13

A/N : kyaa! Kyaa! Kyaa! Pada deg2an ga sama kelanjutan FF ku? (reader : engga author : *nangis dipojokkan*) maaf yaa kalau ada kesalahan Typo, penggunaan bahasa korea yang salah dan lain2 oke? Happy reading ^_^

Key POV

Aku berjalan ke atas atap rumahku, aku duduk dengan memeluk lututku. Aku menegadahkan kepala memperhatikan bintang – bintang dan juga bulan yang bercahaya di langit malam. Aku jadi ingat saat aku bersama eommaku.

Flashback~

Aku masih berumur 5 tahun. Aku sedang berada di atas atap rumahku, memandangi bintang dengan takjubnya bersama dongsaeng tiriku Taemin yang masih 3 tahun. Kami sama – sama memandang bintang dengan takjubnya. Tiba – tiba eomma dating.

“Kibum! Taemin! Waktunya tidur hari sudah malam!” perintah eommaku.

“cebental eomma Taemin cama hyung lagi liat bintang” ujar Taemin.

“ne eomma! Bintangnya indaah sekali” tambahku.

Eomma tersenyum lalu duduk diantara kami merangkul kami berdua. Aku tahu Taemin bukanlah anak kandung eomma tapi eomma tetap memperlakukan kami sama. Karena itulah aku sangat menyayanginya.

“ne! benar! Bintang itu sangat indaaah sekali tapi bulan juga tak kalah indah . liat sana” ujar eomma sambil menunjuk benda langit yang berbentuk bulat dan bercahaya lebih terang dari bintang.

“ne eoma bulan juga tak kalah indahnya” ujarku.

“Kibum, Taemin sewaktu kalian dewasa, kalian harus hidup bersinar seperti bulan dan bintang. Kalian harus membahagiakan orang – orang disekitar kalian, menjadi anak lelaki yang tidak manja dan pemberani seperti bulan dan bintang karena bulan dan bintang berani menampakkan cahaya mereka yang indah” nasehat eommaku.

“ne eomma!” ujar Taemin sambil memeluk erat eomma.

WHUUSH

“eomma! Eomma! Liat bintang jatuh!” teriakku

“ahh~ ayo cepat ucapkan dalam hati permohonan kalian” perintah eomma lalu menutp matanya. Aku turut enutup mataku dan mengucapkan permohonanku dalam hati.

‘aku harap aku bisa bersama eomma selamanya dan melaksanakan nasehat – nasehat eomma’ batinku.

End of Flashback —

TES.. TES..

Eh? Aku menangis? Biarkan sajalah, aku ingin melepaskan tangisku lagian tak ada orang yang melihatku disini.

Tiba – tiba ada yang menarik kepalaku ke bahunya. Aku tersentak kaget. Tapi aku merangkulnya dan membenamkan kepalaku di bahunyadan menangis. Aku tak peduli siapa yang memberiku bahunya. Tetapi aku sangat berterima kasih padanya.

“shh.. uljima” ujarnya, ini suara yeoja.

“eomma.. hiks” isakku. Yeoja tersebut mengelus – elus pungungku. Saat ia mengelus punggungku aku merasakan kasih saying yang seperti eomma berikan padaku karena itu aku mengeratkan pelukkanku.

Puas rasanya aku menangis, aku melepaskan rangkulanku dan meihat siapa yang telah meminjamkan bahunya untukku. Aku agak kesulihatan melihat wajahnya di saat gelap begini akhirnya aku mengetahui siapa dia. Yoonri, ya dia adalah Park Yoonri yeoja ini yang telah meminjamkan bahunya untukku. Aku mendekatkan bibirku ke daun telinganya dan membisikkan sesuatu.

“Gomowo” bisikku

“cheomannyo” jawabnya.

“keurom, neo wae ire? Jika kau ada masalah ceritakan saja padaku aku dapat menjadi pendengar yang baik” tawarnya. Aku duduk yang duduk disebelahnya meletakkan kepalaku di bahunya dan terdiam. Aku menghela nafas.

“aku rindu eommaku” ujarku akhirnya.

“waeyo?” tanyanya.

“sewaktu aku kecil, au sedang berjalan bersama eommaku hari itu ulang tahun yang ketujuh. Aku meminta eomma untuk membelikanku kado –”

 Flashback ~

“eomma! Eomma! Hari inikan ulang tahunku, aku mau mainan mobil – mobilan yang kita lihat di toko pinky kemarin! Ayo eomma aku mau mainan itu!” ujarku sambil meanarik lengan baju eommaku.

“aigo, Key kita kan bias beli di toko yang di sebelah rumah kan bentuknya sama” ujar eommaku dengan suara lembut khasnya

“aniya! Bentuknya berbeda! Pokoknya aku mau yang di took pinky eomma!”

“baiklah karena itu maumu, pangeran kecil yang sedang berulang tahun.” Akhirnya eomma mengalah dan tersenyum.

Ya! Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku sedang berjalan bersama eomma ke sebuah toko dimana disana menjual hadiah – hadiah. Aku yang mengajak eomma kesana karena aku meminta sebuah mainan yang hanya ada dijual disana. Itulah menurutku walaupun mainan tersebut banyak dijual dimana – mana. Aku dengan semangatnya berjalan menggandeng eommaku. Saat sampai di took tersebut aku langsung berlari kecil mengambil mainan yang kuinginkan. Dan membawanya ke kasir. Sebenarnya mainan mobil – mobilan tersebut cukup besar sehingga aku cukup kesulitan membawanya. Tapi eomma hanya tersenyum dan menolongku meletakkan di atas meja kasir. Selesai membayar kami keluar dan berjalan kearah taman kota. Saat itu aku meihat gerobak es krim di seberang jalan raya dan tergiur melihatnya.

“eomma! Aku mau es krim” pintaku.

“baiklah! Kau mau es krim? Es krim akan segera datang yang mulia” ujar eomma sambil tersenyum.

Eomma mendudukkanku di sebuah kursi taman dengan kado yang dibeli eomma untukku. Segera saja eomma pergi untuk membelikan es krim untukku. Aku lama menunggu eomma, aku menunggu eomma sambil mengayunkan kedua kaki kecilku ke depan dan ke belakang. Tiba – tiba …

CIIIT

BUGH

Aku terkejut mendengar suara itu, dan menolehkan kepalaku ke jalan raya. Aku melihat orang – orang berkumpul di tengah jalan, dan mereka trlihat panik. Penasaran, aku mengambil kado yang dibelikan eomma untukku dan berjalan kearah kerumunan orang tersebut. Karena badan kecilku aku menyelinap di sela – sela kerumunan orang dan melihat seorang wanita yang kepalanya mengucur darah segar dan mengalir kearah kakiku. Mengenali wanita tersebut aku menghempaskan kado yang dibelikan eomma dan langsung memeluknya.

“EOMMA! EOMMA! JEBAL IROENA!” teriakku histeris.

“EOMMAAA” teriakku darah eommaku sudah mengotori bajuku yang membuatku bermandikan darah.

“K.. Key..” bisik eommaku.

“EOMMA?!” pekikku. Eomma hanya tersenyum dan mengelus pipiku.

“Key, eo.. eomma harap kau bisa menjadi namja yang kuat, tak cengeng dan juga manja. Jagalah adik tirimu Taemin dan selalulah menjadi bintang dan bulan.” Lirih eomma nyaris tak dapat ku dengar.

“eo.. Eomma? Waeyo? Kenapa eomma mengatakan hal yang seperti itu?! Eomma tenang saja eomma pasti di tolong kok! Ayo eomma bertahanlah!” bentakku.

“ani.. ingatlah pesan eomma baik – baik” ujar eomma menggelang lemah dan tersenyum. Perlahan – lahan mata eomma menutup sempurna.

“eomma? EOMMAAAA” teriakku sambil memeluknya erat, tahu hal itu tak akan membuat eomma kembali, aku melepaskan pelukkan dan menangis di tengah kepanikkan orang – orang.

End of Flashback –

Aku menangis lagi di pundak Yoonri.

“akulah pembunuhnya, kalau saja aku tak memintanya untuk membeli kado dan es krim. Pasti eomma masih disini” isakku

“aniya. Bukankaulah yang membunuh ahjuma” ujarnya dingin.

“apa maksudmu?” tanyaku bingung.

“semua manusia memiliki takdir tersendiri, ada yang kaya ada yang miskin, ada yang hidup ada yang meninggal. Semuanya kehidupannya tercantum dalam sebuah schedule yang tak bisa kita pungkiri. Lagipula dari ceritamu eommamu memintamu selalu kuat, tidak cengeng, dan tak lagi manja. Seharusnya kau patuhi nasehat terakhir eommamu. Jika kau masih bersedih hati, ahjuma yang berada di alam sana tak akan tenang, jika putra kandungnya masih belum bisa mengiklaskannya” ujar Yoonri panjang lebar.

Aku menegakkan kepalaku, kini tak ada lagi air mata yang mengalir dipipiku. Yoonri benar, jika aku terus begini eomma tak akan tenang di alam sana. Akhirnya aku tersenyum dan memeluknya tiba – tiba.

“GOMOWOO” pekikku girang.

“ya! Key – ssi jika ka uterus memelukku erat begini aku akan mati kehabisan nafas” ujarnya sambil mendorongku keras. Aku terkekeh pelan. Aku berbisik lagi ditelinganya.

“jeongmal gomowoyo Yoonri – ah” bisikku. Lalu mengecup bibirnya kilat.

Walaupun disini gelap aku melihatnya tersipu, mukanya memerah. Tapi ia hanya diam mungkin ia berpikir aku tak mengetahuinya. Haha.. sungguh lucu melihat ekspresi Yoonri.

‘Yoonri – ah jeongmal jeongmal gomowoyo’ batinku.

Yoonri POV

Key mengecup kilat bibirku, membuatku tersipu malu. Entah mengapa saat di cium Minho aku merasa sangat marah, tapi dengan Key?

“HYUNGG!” teriak seseorang. Aku kaget dan menoleh ke sumber cahaya. Suara itu adalah suara seorang namja, dan suaranya sangat familier. Ia terdengar marah dan gusar.

“T.. Taemin?!” ujar Key tergagap.

—TBC —

Hahai.. uda selesai baca kan? Ini sengaja waktu – waktu kebersamaan Key dan Yoonri. Otte? Suka gak? Pasti suka dong *narsis tingkat dewa* -__- pokoknya aku tunggu reaksi kalian dari komen komen kalian..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “My Lovely Namja – Part 4”

  1. Suka bgt thor,, tp kok pndek y? Mngkn q nya yg trlalu anteng bcanya. .ckck
    memang ad sdkt typo sih. . Tp q sk bgt ma moment key ma yoonri, aisshh taemin ma tbc ganggu sajah. .

    1. alhamdulillah suka.. iya ini pendek kalau lebih panjang entar ga bikin penasaran lagii hehehe…
      maaf yaa ada typo, maklum masih belajar.

      ditunggu next partnya yaa… 🙂

  2. Suka bgt thor,, tp kok pndek y? Mngkn q nya yg trlalu anteng bcanya. .ckck
    memang ad sdkt typo sih. . Tp q sk bgt ma moment key ma yoonri, aisshh taemin ma tbc ganggu sajah. . Lanjuuut

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s