Thanks For Everything – Part 3 (End)

Author             :  Christiana Ruyanti SWTH

Main Cast        : 1. Lee Jinki a.k.a Onew

                           2. Park Minhyo a.k.a Minhyo

Other Cast       :  1. Park Hyein ( Kakak perempuan Minhyo )

                           2. Lee Taemin ( Adik laki-laki Onew )

                           3. Heechul ( Tetangga Onew )

                           4. Keluarga Park

                           5. Keluarga Lee

Genre              : Sad Story / Romance / Humor

Rating                :        General

A.N                 :  Pernah di publish di Blog pribadi dan Facebook

Yihaaaaaaaaaaaaaaaa…. Welcome in the next chapter. Menunggu lamakah? Atau malah nggak ada yang nunggu? (T^T).

Author nggak mau banyak basa basi… soalnya bingung mau ngomong apa. Yang jelas jika ada yang pernah baca cerita ini author jamin kalian pasti temen author di FB. ^^

Karena FF ini emang pertama kali author publish di FB. So, please untuk yang mau mengkopi paste. Pleaseeee banget don’t do that okay. Soalnya bikin nie FF, mesti bertapa di gunung dulu. Hahahaha…

Ah sudahlah. Kita langsung saja masuk ke naskah Okay… jangan lupa buat RCL.

☺☺☺

Ting Tong

“ Ah itu pasti mereka” ujar Minhyo. Sambil tersenyum ia langsung berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu bagi kekasih tercintanya. Namun senyum itu langsung menghilang begitu ia melihat pakaian yang dikenakan Onew, reflex Minhyo langsung menutup mulutnya. -Ya Tuhan ya Yuhan… ini hanya kebetulan atau…- “ Changiya? Kenapa kau melamun seperti itu? Ah aku tau kau pasti terpesona denganku ya?!” goda Onew. “ Hah? Hahahahaha iya kau semakin imut.” ujar Minhyo. “ Minnie… jangan menyebutku imut. Aku tidak suka.” kata Onew sambil mempoutkan bibirnya. “ Hahahahaha… jika kau terus melakukan itu pada bibirmu, kau malah semakin imut.” goda Minhyo. “ Yaaaa!!” teriak Onew. “ Ah mian mian… don’t be angry changiya.” ujar Minhyo. “ Ayo masuk dulu, aku ingin bertemu dengan Ajumma dulu” ujar Onew

Merekapun masuk kedalam, Onew langsung bicara empat mata dengan Ny. Park untuk membicarakan rencananya hari ini, ia juga meminta maaf karena semuanya terlalu mendadak. Ny. Park menepuk pundak Onew dan berkata “ Lakukan yang harus kau lakukan, jika ini memang keputusan yang baik menurutmu maka lakukanlah. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendo’akan kebahagiaan kalian” ujar Ny. Park sambil tersenyum. “ Jeongmal kamsahamnida, Ajumma” jawab Onew. “ Kalian sedang membicarakan apa sih? Changiya, kita jadi pergi atau tidak? Ini sudah jam 5 lho” ujar Minhyo mengingakat kekasihnya.

“ Ah sebentar lagi saja, changiya. Setengah jam lagi. Lagipula ini hari sabtu, jalanan pasti tidak akan terlalu padat.” jawab Onew mendekati Minhyo. “ Kau cantik sekali hari ini, sayang sekali jika dilihat banyak orang. Apa kita tidak usah pergi saja ya?!” ujar Onew sambil membelai rambut Minhyo. “ Changiya, jangan begitu. Malu tau ada eomma, eonni, juga Taemin” kata Minhyo yang langsung menundukan kepala. Onew memandang sekelilingnya, ia sendiri tak sadar jika sedang ditonton oleh mereka. Karena malu Onew hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya.

“ Ah sebentar… sebentar… Hyein noona… Taeminnie. Sepertinya ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari kami?” tanya Onew. “ Ah apa yang kau katakan maniak ayam. Sok tau. Memang apa yang kami sembunyikan.” ujar Hyein sewot. Sementara Taemin mengalihkan perhatiannya dengan bermain-main bersama Roo. “ Jangan membodohi aku. Lee Taemin ada apa? Tingkah kalian tidak seperti biasanya.” tanya Onew lagi.

Taemin menjadi salah tingkah mendengar pertanyaan itu. Dia lalu memandang Hyein. “ Changi, lebih baik katakan saja pada mereka. Lagipula tidak menyenangkan merahasiakan hal mengembirakan ini.” pinta Taemin. “ Aku tidak merasahasiakan, hanya menunda sampai semua selesai.” jawab Hyein. “ Changi? Merahasiakan? Aaaaaaaahhhhhhkkk jangan katakan bahwa kalian sudah jadian?” tanya Minhyo yang sontak disambut dengan cengiran ala kuda oleh Hyein dan Taemin. “ Waaaahhhhhh…. Kenapa harus dirahasiakan segala? Aigooo eomma senang sekali mendengarnya” ujar Ny. Park.

“ Aigoo eonni. Kenapa tidak bilang. Taeminnie chukkhae.” ujar Minhyo. “ Yaaa!!! Noona, bagaimana ini? Jika aku menikah Minhyo dan kau pacaran dengan Taemin… aku harus memanggilmu apa?! Haduh haduh kepalaku jadi pusing.” kata Onew. Mereka semua hanya tertawa mendengar keluhan Onew. “  Ajumma, Hyung, Noona. Aku dan Hyein noona pergi dulu ya? Biasa anak muda. Kami mau malem mingguan. Kajja”  Taemin menggandek tangan Hyein. Rencana dimulai. “ Kalau begitu kami juga pamit, Ajumma” Onew dan Minhyo pun pergi menuju restorant.  “ Hey, kalian mau bareng dengan kami atau tidak.” ajak Onew. “ Tidak usah, hyung. Lagipula kita gak searah. Kami naik taksi saja. Kalian berdua bersenang-senanglah” jawab Taemin. “ Baiklah. Kalau begitu kami duluan. Taeminnie jangan lupa” ujar Onew mengingatkan. “ Ne, hyung. Tenang saja. Sudah sana kalian pergi.” usir Taemin. “ Aish!! Kau ini” sambil menggerutu Onew menstater mobilnya dan melaju menuju tempat tujuan.

Selama diperjalanan Onew selalu bernyanyi, jadi Minhyo tidak bosen dan tidak perlu menyalakan audio. “ Changiya, sebenarnya kita ini mau kemana? Jangan membuatku bertanya lagi!” ujar Minhyo sambil memandang namja manis disampingnya. “ Restoranku, aku sudah meminta pegawai disana untuk menyiapkan satu tempat untuk kita malam ini.” jawabnya namja manis itu sambil memperlihatkan senyum malaikatnya yang membuat Minhyo terpesona.

“ Hmm. Tapi kenapa tiba-tiba kau mengajakku ke resto keluargamu?” tanya Minhyo penasaran. “ Apa harus selalu ada alasan jika aku ingin mengajak kekasihku pergi makan? Tidakkan. Sudahlah changiya, nikmati saja dan jangan terlalu banyak bertanya. Arra?” pinta Onew. Minhyo hanya mengangguk. “ Baiklah. Menyanyilah lagi” perintah Minhyo.

Setelah menempuh waktu ± 1 Jam, akhirnya mereka tiba di resto milik keluarga Onew. Sesampainya mereka disana, mereka langsung disambut oleh manajer restorant.

“ Eoseo oseyo, Onew doryeonnim. Sudah lama kita tidak bertemu. Jika boleh tau siapakah nona cantik disebelah anda ini?” ujar Manager. “ Ne ajusshi. Ah kenalkan dia Park Minhyo, dia kekasihku.” jawab Onew. “ Ah beruntung sekali Doryeonnim memiliki kekasih secantik nona Minhyo.” ujar Manajer membungkukkan badannya pada Minhyo. “ Senang berkenalan denganmu, Ajusshi”.

“ Mari saya antar kalian berdua” lalu mereka masuk dan berjalan memasuki ruangan. “ Bagus sekali dekorasi restoran ini, aku suka dengan warnanya.” puji Minhyo. “ Terima kasih banyak atas pujiannya, Nona Park.” ujar Manajer.

“ Aku yakin sekali jika Ny. Lee ikut turun tangan dalam mendekorasi restoran ini.” ujar Minhyo lagi. “ Wah doryeonnim. Ternyata kekasih anda selain cantik juga sangat mengenal keluarga anda. Dari mana nona Minhyo tau jika Nyonya ikut mendekorasi restorant ini?” tanya Manajer dengan rasa penasaran.

“ Karena sebagian besar dekorasi disini sama dengan dikediaman keluarga Lee.” jawab Minhyo dengan tenang. “ Aku senang kau yang menjadi kekasih Doryeonnim, dia butuh perhatian seperti kau memperhatikan sekelilingmu, Nona” ujar Manajer. “ Anda bisa saja, Ajusshi. Sebenarnya Oppa yang sangat perhatian padaku.” ujar Minhyo sambil melirik Onew.

“ Bisakah kita melanjutkan perjalanan? Aku sudah lapar sekali, changiya?” member isyarat pada Manager untuk melanjutkan perjalanan. “ Baiklah baiklah. Apa menu kita hari ini?” tanya Minhyo. “ Ya gitu deh. Kau lihat saja sendiri” jawab Onew. “ Sebelah sini nona Minhyo” ujar Manager.

Mereka memasuki sebuah ruangan yang berada jauh dari keramaian tamu lain. “ Mari saya bantu” ujar Manager sambil menarik kursi untuk Minhyo. “ Terima kasih, Ajusshi.” Ucap Minhyo. “ Sama-sama nona.” jawab Manager. “ Doryeonnim, apakah makanannya mau dikeluarkan sekarang saja?” tanya Manager. “ Ne. Kamsahamnida Ajusshi” jawab Onew dan Manager itupun membukungkan badannya lalu keluar dari ruangan.

“ Baru kali ini aku kemari hanya berdua denganmu. Apa kau menyukainya?” tanya Onew. “ Tentu saja. Tempat ini memiliki suasana yang romantic. Bagaimana jika kau bernyanyi, Oppa?” pinta Minhyo. “ Kenapa tiba-tiba kau memanggilku `Oppa’? Tadi aku terkejut saat mendengar kau memanggilku seperti itu didepan Manager Ajusshi.” Tanya Onew.

“ Hahahahaha… aku malu jika harus memanggilmu ‘changiya’ jadi aku ganti saja dengan ‘oppa’. Kau tidak suka?” tanya Minhyo takut-takut. “ Aku malah ingin kau memanggilku seperti itu sejak dulu” jawab Onew.

“ Doryeonnim” Manager memasuki ruangan didampingi oleh satu orang koki dan seorang waitress. Waitress itu mendorong troli yang berisi makanan juga minuman. “ Coffe or Tea.” Manager menawarkan pada mereka berdua “ Aku teh saja. Minnie?” Onew memandang Minhyo. “ Maaf, tapi bisakah aku meminta segelas air putih saja? Aku tidak terbiasa minum teh ataupun kopi sebelum makan apapun.” pinta Minhyo.

“ Baiklah. Kau tolong ambilkan nona Minhyo air mineral.” perintah Manager pada waitress, waitress itupun keluar dari ruangan. Tak lama kemudian waitress itu kembali dengan segelas air mineral. “ Ini minuman anda, Nona” ujar waitress tersebut lalu meletakan minuman dimeja. “ Kamsahamnida.” Setelah itu Manager mempersilahkan koki menghidangkan makanan pembuka. Selesai menyantap makanan, Onew pamit untuk keluar sebentar. “ Minnie, aku tinggal sebentar ya.” ujarnya.

Diluar dia mengirimkan pesan kepada Taemin dan Heechul “ Kalian dimana? Cepat kemari.” tak lama “ Kami sudah direstoran sejak tadi, Heechul hyung juga disini. Kami meminta Manager Ajusshi untuk ta mengatakannya pada kalian” jawab Taemin.

Onew pun mencari mereka “ Aku akan melakukannya sekarang, kalian masuklah bersama dengan waitress itu.” tunjuk Onew kepada waitress yang sejak tadi sudah menunggu tugasnya di dekat pintu. “ Baiklah, hyung. Hwaiting.” ujar Taemin sambil member semangat pada Onew. “ Oke, aku kembali dulu kedalam.” Onew berbalik dan berjalan menuju ruangan.

“ Aigoo lama sekali?”  tanya Minhyo. “ Hahahahaha mian mian. Minhyo bisakah kau berdiri sebentar?” pinta Onew yang mengulurkan tangannya untuk membantu Minhyo berdiri, lalu membimbingnya ke tengah ruangan. “ Ajusshi silahkan masuk.” setelah Onew berkata seperti itu, Manager beserta waitress juga Heechul, Hyein juga Taemin memasuki ruangan. “ Kenapa kalian bisa disini.” tanya Minhyo bingung. Mereka semua hanya tersenyum. Minhyo semakin bingung ketika Onew tiba-tiba berlutut dihadapannya.

“ Oppa?” ucap Minhyo bingung. “ Sshhtt… diam saja. Eheemm.” Onew menarik napas sebentar lalu. “ Lee Minhyo, Will you marry me?” tanya Onew memandang wajah Minhyo yang saat ini sudah menutup wajahnya dan mulai menangis haru.

Karena tak mampu berkata apa-apa Minhyo hanya mengangguk tanda bahwa ia setuju. Manager bergegas mengambil kotak kecil yang sejak tadi sudah di taruh diatas nampan yang sudah dihias dengan berbagai macam bunga, ia menenyerahkan sebuah kotak berwarna pink itu kepada Onew. Onew menerimanya lalu membuka dan mengeluarkan sebuah cincin, perlahan Onew menyematkan cincin tersebut di jari manis Minhyo. Tepuk tanganpun terdengar dari para penonton yang sejak tadi memperhatikan adegan tersebut.

Hyein menghampiri Minhyo lalu memeluknya “ Selamat Minhyo, dan kau Onew. Kau harus menjaga yodongsaengku dengan baik jangan membuatnya menangis. Arraseo?” ujar Minhyo. “ Tenang saja Noona. Aku tak akan membuatnya menangis.” jawab Onew.

“ Hyung, selamat ya.” Taemin merangkul Onew. “ Hyung, neomu kamsahamnida.” ujar Onew pada Heechul. “ Minhyo… Onew… selamat untuk kalian. Waaaahhhh sepertinya aku patah hati. Taeminnie coba kau seorang yeoja.” ujar Heechul memeluk Taemin.

“ Yaaaa!!! Apa yang kau lakukan pada namjaku.” Hyein mencubit lengan Heechul.

“ Omona, jadi hanya aku yang tidak memiliki pasangan. Ajusshi kau harus menemaniku berjalan-jalan.” Heechul menghampiri Manager.

“ Hahahahaha Heechul-ssi bisa saja. Doryeonnim. Nona. Selamat.” Manager menjabat tangan Onew dan Minhyo. “ Kamsahamnida.” ujar Onew.

“ Jadi kalian semua sudah mengetahui semua ini? Dan kau Oppa, beraninya membuatku menangis seperti tadi. Kau harus membayarnya seumur hidupmu” ujar Minhyo.

“ Sekarang kita pulang?” tanya Taemin. “ Ne, kita pulang saja. Lagipula sudah malam” ujar Onew. “ Ah Taemin dan Hyein. Kalian pulang bersamaku saja. Tidak enak menyetir sendirian malam-malam begini. Okay” ajak Heechul.  “ Baiklah. Lumayan menghemat biaya taksi. Hahahahaha” sahut Hyein. “ Kita bertemu dirumah Minhyo saja kalau begitu” ujar Onew. “ Ne. Kami duluan ya pasangan bahagia” ledek Heechul. Mereka memasuki mobil masing-masing dan memulai perjalanan. “ Changiya?” panggil Onew. “ Ada apa?” Minhyo menoleh memandang kekasihnya. “ Terima kasih ya. Aku sangat gugup tadi, aku takut jika kau akan menolakku” ujar Onew. “ Babo. Mana mungkin aku akan menolakmu, Oppa. Malah seharusnya aku yang berterima kasih padamu” Minhyo tersenyum.

Namun kejadian tak terduga terjadi. Saat melewati belokan, tiba-tiba dari sebelah kiri ada motor yang menyalip dan motor tersebut tidak mengetahui jika ada truk dari arah berlawanan. Pengendara motor itu membanting stir kekanan, Onew yang tak siap dengan semua itu membanting stir untuk menghindari sipengendara motor namun ia malah menabrak pembatas jalan.

Semua terjadi begitu cepat, Minhyo tersadar dan mendapati dirinya masih berada didalam mobil. “ Aduh” rintihnya, Minhyo menoleh untuk melihat Onew “ Oppa? Oppa gwaenchana?” ujarnya sambil menggerakan tubuh Onew. Namun Onew sama sekali tidak bergerak. “ Andwe.. Oppa… Onew bangun” Minhyo mulai menangis. “ Heyyyyy sebelah sini, sebelah sini. Disini masih ada yang terjebak.”

Minhyo mendengar suara diluar. Tak lama muncul beberapa orang yang menolong mereka, dan langsung membawa mereka ke dalam ambulance. Minhyo tidak mau di obati, dia terus memohon agar mereka menyelamatkan kekasihnya.

@ Hospital

“ Sayang… minhyo kau tak apa-apa? Ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” Minhyo terbangun saat mendengar suara eommanya. “ Eo..mma” ucapnya lirih. “ Minhyo… Minhyo… eomma disini sayang. Minhyo… Hyein Hyein cepat panggil suster, Minhyo sudah sadar” ujar eomma panik.

“ Eomma, mana Oppa?” tanyanya. “ Onew masih berada diruang operasi, kau tenanglah. Dia pasti baik-baik saja.” Minhyo langsung bangun dan berlari menuju ruang operasi, disana ia bertemu dengan orangtua Onew dan Taemin. “ Minhyo.” Ny. Lee menghampirinya dan memeluknya sambil menangis. “ Bagaimana dengan Oppa. Ajumma?” tanya Minhyo.

“ Operasinya masih belum selesai, kau istirahat saja” ujar Tn. Lee. Minhyo hanya menggeleng frustasi. Sekarang mereka semua menunggu didepan ruang operasi, “ Tuhan, kumohon selamatkan Oppa. Kumohon. Aku tak akan bisa hidup jika dia tak ada.” ucapnya dalam hati. Minhyo masih menangis dan terus menangis, air matanya sama sekali tak bisa di hentikan.

3 jam berlalu operasi masih berlangsung. “ Kenapa lama sekali” gumam Minhyo.

“ Sabarlah. Para dokter sedang berusaha menolongnya didalam sana” ujar Heechul sambil menyodorkan coklat hangat untuknya, dia tak hanya membawakan untuk Minhyo namun untuk semua.

“ Gomawo. Heechul, kenapa kau tidak pulang saja?” ujar Tn. Lee “ Gwaenchana, Ajusshi. Aku akan tetap disini. Bagaimana pun Onew sudah ku anggap seperti namdongsaengku sendiri. Aku akan tetap disini.” jawabnya. “ Heeppa. Gomawoyo.” ujar Minhyo. Heechul menghampiri Minhyo. “ Kau harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja.” katanya sambil membelai puncak kepala Minhyo.

Ting… dan pintu ruang Operasipun terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan di ikuti oleh beberapa staff yang lain. “ Yang mana keluarganya?” tanya dokter tersebut. “ Kami semua keluarganya. Bagaimana keadaan putra kami, dok?” tanya Tn. Lee.

“ Operasinya berjalan dengan baik. Namun kondisi pasien sangat lemah. Kami akan terus memantau keadaannya. Jadi kami harap kalian bisa bersabar dan tetap mendo’akan yang terbaik bagi pasien. Kalau begitu saya permisi dulu” ujar dokter.

“ Dok, apakah Oppa sudah bisa di jenguk?” Minhyo menatap sang dokter. “ Maaf. Biarkan dia beristirahat sampai besok. Dan nona saya harap anda juga bisa kembali kekamar anda untuk beristirahat.” ujar dokter lagi. Minhyo mengangguk.

2 hari sudah berlalu namun Onew masih juga belum sadar, padahal dokter sudah mengatakan jika Onew sudah melewati masa kritis. Minhyo masih dengan tabah dan sabar menemani kekasihnya. Dia terus menggenggam tangan Onew, berharap jika Onew tersadar dia adalah orang pertama yang dilihatnya. Harapan itupun terkabul, Onew tersadar perlahan ia membuka matanya dan tersenyum saat ia melihat Minhyo. “ Mi… minn…nie” ucapnya perlahan. “ Oppa… oppa sudah sadar. Sebentar akan ku panggilkan dokter.” Minhyo berlari keluar dan kembali bersama Dokter. Dokter mulai memeriksa keadaan Onew.

“ Bagus. Namun masih butuh istirahat. Jangan terlalu banyak bicara” ujar sang Dokter. “ Nona, jika terjadi apa-apa segera beritahukan kepada kami”. “ Baik dan terima kasih.” Minhyo membungkukan badannya.

“ Oppa… hiks… hiks… aku kwatir sekali. Hiks..” ucap Minhyo. “ Jangan menangis Minnie. Aku tidak apa-apa” ujar Onew. Minhyo mendekatkan wajahnya kearah Onew dan mencium kening kekasihnya itu.

“ Jangan membuatku kuatir, Oppa. Lekaslah pulih. Nanti akan kubuatkan kau banyak ayam goreng setelah kau keluar dari rumah sakit ini. Aku katakan saja ya, dirumah sakit ini makanannya tidak enak semua hambar dan tidak ada menu ayam didalamnya.” kata Minhyo.

“ Hahahaha, sepertinya aku harus benar-benar cepat sembuh nih.” canda Onew.

“ Kau harus sembuh.” Para penjengukpun mulai datang bergantian dimulai dari Taemin dan Hyein, lalu orangtua Onew yang langsung terbang dari Bali saat mendengar Onew sudah siuman.

“ Aigoo… putra eomma yang tampan. Kau harus lekas sembuh ya. Eomma sudah menyiapkan ayam banyak sekali didalam kulkas.” ujar Ny. Lee. “ Wah ternyata Eomma dan Minnie sehati. Keluar dari rumah sakit aku panen ayam.” tukas Onew yang membuat semua orang tertawa.

“ Hey raja Ayam.” ujar seseorang dari luar kamar. “ Ah hyung. Kenapa kau baru datang sekarang?” tanya Onew. “ Aku banyak tugas. Ini untukmu” Heechul masuk kedalam dan memberikan bantal berbentuk paha ayam. “ Wooooowww…. Seandainya ini paha ayam beneran pasti sudah makan.” reaksi Onew yang menggemaskan itu membuat semua orang sekali lagi tertawa.

Tetapi tawa itu tak berlangsung lama. Malam harinya, Onew mengalami sesak napas dan badannya demam, detak jantungnya juga tidak beraturan. Minhyo yang menjaga Onew langsung memanggil dokter jaga juga suster. “ Nona. Harap tunggu diluar” ujar sang Suster. Minhyo menurut saja, entah mengapa saat ini dia ingin sekali Heechul menemaninya. Minhyo menelpon “ Yeoboseo” ujar suara disebrang sana. “ Yeoboseo, Heeppa. Ini Minhyo.” ucapnya. “ Ada apa, Minhyonni? Apa terjadi sesuatu pada Onew?” tanyanya dengan suara panik. “ Tadi… hiks… tiba-tiba Oppa sesak napas dan suhu badannya juga meninggi, detak jantungnya tidak beraturan… hiks… aku takut…” isak Minhyo. “ Minhyonni, kau tunggu disana. Aku akan segera kesana. Kau jangan menangis” tut tut tut …

“ Minhyonni… bagaimana?” Heechul berlari menghampiri Minhyo. “ Belum tau Oppa. Dokter belum keluar” Minhyo memeluk Heechul. “ Tenang saja. Jangan menangis. Dia pasti baik-baik saja” hibur Heechul sambil mengelus punggung Minhyo untuk menenangkannya. “ Onew…. Kau harus sadar. Kau harus sadar demi gadis ini.” ucapnya dalam hati. Tak berapa lama dokter keluar, namun wajahnya mengisyaratkan jika “ Nona Minhyo. Bisakah nona masuk kedalam? Ia ingin bertemu denganmu?” ujar dokter. “ Dok, biarkan Heechul oppa ikut masuk.” sang dokter pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam.

“ Changiya.” ucap Onew dengan suara pelan. “ Kemarilah.” pintanya. “ Oppa, oppa tidak apa-apakan?” tanya Minhyo. “ Dok, bisa tinggalkan kami sebentar? Hyung, kau tetaplah disini.” pinta Onew.

“ Baik. Kami semua akan berada diluar ruangan. Jika terjadi sesuatu segera beritahu kami.” ucap sang dokter.

“ Minnie, aku sangat menyukaimu dan sangat sangat mencintaimu.” Onew berhenti bicara untuk mengambil napas. “ Kau tau, tadi saat tidur aku bermimpi bertemu dengan Kakekku. Dia memintaku untuk membantunya mengurus peternakan ayamnya.” Kakek? Bukankah kakek Onew sudah meninggal beberapa tahun yang lalu? Pikir Minhyo.

“ Aku memutuskan untuk membantunya.” ujar Onew pelan. “ Tidak oppa, kau tidak boleh pergi ke peternakan itu. Kumohon” Minhyo panik mendengar kata-kata Onew itu.

“ Tidak bisa, changi. Aku harus pergi.” ucapnya. “ Tidak. Kau tidak boleh. Aku mohon, jika kau ingin pergi ajak aku… aku tak mau kau tinggal sendiri, Oppa.” Minhyo mulai menangis.

“ Hyung, kau harus menepati janjimu” ujar Onew. “ Tidak mau, jika yang kau maksud adalah pergi menemui kakekmu. Aku tak mau memenuhi keinginanmu” tolak Heechul.

“ Kau sudah berjanji dan Minnie, mianhae aku tak bisa mengajakmu.” suara Onew semakin melemah. “ Oppa, sudah-sudah jangan… hiks… hiks… bicara lagi.” Minhyo menyentuhkan jarinya ke bibir Onew. Onew menggenggam tangan itu dan melanjutkan kata-katanya. “ Aku tak bisa mengajakmu saat ini, namun aku berjanji jika sudah waktunya nanti… aku pasti akan menjemputmu… sampai… saat itu tiba… Heechul hyung… kau harus menjaga… menjaga Minhyo.” dia mengambil jeda sebentar.

“ Onew… kenapa kau melakukan ini pada kami? Kau membuatku menjadi seperti penjahat yang merebut kekasih sahabatnya sendiri?!” ujar Heechul dengan sedikit emosi. Onew hanya tersenyum.

“ Hyung, aku tak tau lagi… harus meminta pada siapa… untuk menjaga bidadariku ini… selain kepadamu… ku mohon… tepatilah janjimu… Minhyo, kita pas…pasti bertemu… lagi…” suara Onew semakin pelan. “ Sampai saat… itu tiba… hiduplah berbahagia… dengan… hyung… dan tolong jaga… keluargaku…” monitor jantung memperlihatkan lemahnya kerja jantung Onew, Heechul langsung memanggil dokter dan suster.

“ Changiya… my angel… saranghaeyo… thanks… for… everything…” ucap Onew.  Minhyo hanya bisa menangis “ Oppa… nado saranghaeyo… oppa kumohon bertahanlah.” ujar Minhyo semakin terisak. “ Berbahagialah___ tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttt.” Onew memejamkan matanya. “Oppa… andwae… andwae… jebal … Oppa ireona… yaaaaaaa…. Kau tak boleh meninggalkan aku… Oppaaaa….” Heechul dan dokter hanya bisa melihat.

“ Minhyo minhyo… sudahlah.. kumohon jangan menangis…” pinta Heechul sambil menarik Minhyo dalam pelukannya “ Onew… kenapa harus seperti ini? Kau pikir dia akan bahagia denganku” Heechul menitikan air matanya saat melihat dokter menutup wajah Onew.

@ Rumah Kel. Lee

Rumah yang biasanya terlihat bercahaya itu, saat ini seperti meredup. Ny. Lee dan Minhyo saling berpelukan sambil menangis. Mereka berdua masih belum bisa menerima kepergian Onew. Namja pecinta ayam itu saat ini terbaring didalam peti yang dihiasi dengan bunga-bunga berwarna putih. Wajahnya tersenyum, dia terlihat bahagia.

“ Oppa… Oppa harus menepati janjimu untuk menjemputku. Kau tidak boleh lagi meninggalkanku…” ucap Minhyo didekat peti yang semakin membuat Ny. Lee menangis mendengar kata-kata Minhyo.

“ Kau harus memelihara ayam-ayam kakekmu dengan baik ya.” ucap Minhyo lagi. “ Aku berjanji tidak akan menangis. Heeppa akan selalu menjagaku sampai kau menjemputku, dan saat itu kita akan hidup berbahagia” ucap Minhyo.

Akhirnya peti yang berisi Onew dibawa untuk dikremasi. Disana mereka dipersilahkan untuk sekali lagi memberikan penghormatan terakhir sebelum jenasah dikremasi. Para pelayat memasukkan bunga lili kedalam peti dan menyalami keluarganya.

Terakhir Minhyo dan Heechul mendekati peti “ Hai Raja Ayam.” Ucapnya. “ Aku akan menjaganya, tapi kau jangan menyesali permintaanmu itu ya. Karena ternyata dia memang lebih serasi bersamaku.” ujar Heechul sambil tersenyum lesu.

“ Oppa… saranghaeyo… Naega jal bogoshipeo.” kali ini Minhyo mencoba tuk tersenyum, ia tak ingin Onew bersedih diatas sana. “ Hyung… kau jangan menghabiskan ayam milik kakek ya.” ucap Taemin yang sudah berdiri di samping Minhyo. “ Hyung kau tenang saja, aku juga akan menjaga Minhyo noona untukmu, aku akan menjaga Brenda juga. Akan aku jadikan dia sebagai ayam betina tercantik didunia.” ucapnya lagi.

Lalu petugas membawa peti keruang krematorium, kremasi berlangsung sangat lama. Para pelayat sudah mulai berkurang, sekarang yang tersisa hanya Keluarga Lee, Keluarga Park dan Heechul. Ia terus menggenggam tangan Minhyo, ia berjanji tak akan pernah melepaskan tangan Minhyo.

Saat kremasi selesai, Minhyo meminta sedikit abu Onew untuk dibawanya pulang. “ Minhyo, kau tetap akan menjadi bagian dari keluarga kami. Jadi kau jangan sungkan untuk datang kerumah kami.” ujar Ny. Lee. “ Ne, Ajumma. Bagaimanapun juga aku sudah menganggap kalian sebagai keluargaku sendiri. Aku pasti akan selalu kerumah kalian.” jawab Minhyo. “ Heechul, jagalah dia.” pinta Ny. Lee. “ Ne, ajumma.” mereka meninggalkan tempat kremasi.

“ Heeppa. Seriuskah kau saat membuat janji pada Oppa?” tanya Minhyo pada Heechul. Mereka berdua memilih pergi kelaut. “ Ya. Aku serius. Aku akan menjagamu, karenanya kau jangan pernah pergi dari sisiku. Kau boleh menganggapku sebagai dirinya jika itu membuatmu nyaman. Tetapi kau jangan membuatku jadi Raja Ayam, aku tidak menyukai ayam.” Ucapan Heechul itu berhasil membuat Minhyo tersenyum.

“ Hahahahaha… kau tak perlu sampai berbuat seperti itu. Kita jalani semuanya perlahan-lahan, dan biarkan aku belajar untuk mencintaimu di perjalanan kita itu, oppa. Aku yakin Onew oppa pasti akan membantu kita berdua.” ujar Minhyo sambil menatap namja disampingnya. Mereka menghabiskan waktu sambil duduk di tepi pantai menikmati matahari tenggelam.

= THE END =

Hehehe mian ya kalo endingnya nggak bagus. ^^

Gomawo dah ngikutin kisah ini dari part 1 sampe part 3. Neomu neomu kamsahamnida readers. ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Thanks For Everything – Part 3 (End)

  1. whoaa..
    firstkah??
    author jhat nii ud bkin driku b’linangan air mata..
    hiks.hiks
    knpa onppa mesti pergi??
    tpi keren ko thor..
    ayo bkin lg,,tp yg happy ending yaa..
    ^^

    1. hehehehe gomawo ne chingu. ^^
      ne chingu, mudah-mudah otak 24thn ku ini bs diajak kerja sama buat bikin ff lagi… kekekeke…

      aku lama gak mampir kesini… huft sampe gak mudeng kalo FFku sudah b’edar. ^^
      sekali lgi gomawo. ^^

  2. Huwa.. Raja ayamku ga ada lagi..
    Ya! Ya! Aku jadi ga tw mau sedih ato seneng…
    Chingu.. Aku suka karyamu.. Terus berkarya..

  3. Author tega nya diri mu membuat ku menangis,hiks,hiks,hiks,,tapi aq tetap suka n fanfic nya keren walau di ending nya harus menangis,ayo bikin fanfic yang genre nya marriage life n happy ending yg thor..chukae thor karna kau membuat ku mewek..wkwkwk

  4. Untuk semua readeeeerrrrssss… Gomawoooooo sudah mampir dan komen. Maafkan Author pabo ini yang ndak pernah muncul karena pekerjaan yang menumpung….

    Gomawoooo

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s