I Knew I Loved You – Part 6

I Knew I Loved You

Tittle : I Knew I Loved You

Author : ViKeyKyuLov

Main Cast : Kim Hyuna, Lee Jinki A.ka Onew,Kim Kibum A.ka Key,Park Hyejin

Support cast : Shinee member and another cast find in this story.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 15

Lenght : sequel

Summary : Onew menatap nanar sekitarnya. Kalau boleh jujur Onew juga ingin menangis saat ini melihat gadis setegar Hyuna terisak didepannya, juga mengetahui tunangan yang diam-diam dicintainya ternyata lebih menyukai dongsaengnya sendiri.

Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini. tanpa banyak basi-basi, Happy reading!.

Note : Theme song “SHinee – The Named I love”, SHINee – Lucifer, SHINee – Quasimodo. Justin Bieber –U Smille,Ronan Keating-When You say nothing at all.

 

Part 6: Get Down (it’s Complicated)

 

Seoul , 10 September 2010

Hyuna POV

Udara malam kota seoul begitu dingin, membuatku sedikit menggigil. Bahkan jaket yang kukenakan tak bisa menahan terpaan angin malam yang berhembus dengan kencang. Sepertinya akhir-akhir ini kegiatanku semakin padat, jadwal kuliah,pertemuan klub jurnalis dan sekarang ditambah masalah Jjong oppa. Tubuhku,, kasihan sekali kau ini, jarang ku istirahatkan dengan cukup.

Aku sedang berjalan dengan pelan dan berniat membuka pintu apartementku saat seseorang tiba-tiba muncul dan menghalangi jalanku. Ternyata manajer Kim Minsook.

“Kim Hyuna,,”sapanya.

“Oh,, Manajer Kim,, lama tak berjumpa.”Aku pura-pura tersenyum padanya. Entahlah, sejak perbincanganku dengannya dulu, aku sudah kehilangan respek terhadap dirinya. Terlebih lagi sekarang muncul skandal Jonghhyun oppa dan Shin Sekyung yang aku yakin dia ikut andil didalamnya.

“Bisa kita bicara sebentar.”mendengar ucapannya, aku seperti merasa dejavu.

“Ne,,”balasku sembari mengekor dibelakangnya.

“Duduklah dulu,, aku buatkan minum sebentar.”Tumben sekali pria ini ramah padaku. Aku menurut dan duduk disalah satu sofa panjang diapartementnya.

“Sebenarnya apa yang ingin manajer bicarakan denganku,, jika mengenai member SHINee, anda tak usah khawatir,, saya sudah menepati janji untuk tidak ikut campur urusan peribadi mereka.”Aku langsung memberondong manajer Kim begitu dia duduk kembali dihadapanku.

“Aniyo,, bukan begitu Hyuna~ya,, justru aku butuh bantuanmu kali ini.”jawab manajer Kim dengan sedikit kikuk dan malu.

“Ne,,”aku menatapnya tak percaya.

“Kau tahu kan skandal yang menimpa Jonghyun,, aku bingung harus bagaimana lagi menghadapi Jonghyun kali ini. Dia selalu murung dan tak punya semangat sama sekali, tak baik jika dia begitu terus.”

Sepertinya aku tahu arah pembicaraan namja paruh baya ini.

“Lalu,,”aku sengaja memancingnya bicara dan berpura-pura tidak mengerti.

“Jujur saja, aku merasa bersalah padanya. Apa yang kau katakan waktu itu benar  sekali. Walau bagaimanapun mereka berlima tetaplah remaja biasa yang butuh untuk mencintai dan dicintai dalam konteks hubungan antara pria dan wanita secara intim.”kulihat manajer Kim mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

“Aku pikir dengan menghadirkan skandal seperti itu,, bisa mendongkrak penjualan album terbaru Shinee dan menaikkan popularitas SM The Ballad yang baru debut, aku tidak berpikir panjang Hyuna~ya,, jika masalah ini akan  berdampak buruk untuk Jonghyun.”ternyata benar manajer Kim ada dibalik skandal Jonghyun-Sekyung, rasanya ingin sekali aku memukul wajahnya saat ini juga. Gara-gara gossip murahan itu Jonghyun oppa dan Kyung-in unni jadi menderita seperti sekarang.

“Kau salah oppa,, untuk menaikkan popularitas dan penjualan album, bukan begitu caranya. Aku tidak menyangka seorang manajer sepertimu masih berpikiran picik seperti itu. Seharusnya kau dan perusahaan percaya pada kemampuan SHINee maupun SM The Ballad, tanpa gossip semacam itupun mereka akan tetap terkenal, dan asal manajer tahu,, karena gossip yang menimpa Jonghyun oppa, banyak Shawol terutama Blingers yang memilih menjadi antis.”Aku tidak perduli manajer Kim menjudge tidak sopan, dan terkesan menggurui. Tapi itulah kenyataannya sekarang.

“Ne,, ne,, aku sangat tahu hal itu Hyuna~ya,, untuk itulah aku sangat butuh bantuanmu,, bisakah kau mendukung dan menghibur Jonghyun,, kembalikan Kim Jonghyun SHINee yang ceria seperti dulu. Kurasa Jonghyun pasti mau mendengarkan ucapanmu.”

Benar-benar orang yang tidak tahu malu,, dulu dia memintaku menjauh dari kehidupan member SHINee termasuk saudaraku sendiri dan sekarang setelah apa yang terjadi pada Jonghyun, dia memintaku menghiburnya,, dia menjilat ludahnya sendiri. Andai saja manajer Kim bukan namja yang lebih tua dariku, sudah habis ditanganku dia sejak tadi.

“Tenang Hyuna,, tenang,, “aku berusaha meredam emosiku menghadapi orang ini, jika tidak kusabar-sabarkan mungkin sudah kupukul kepalanya dari tadi.

“Baiklahh,, akan kucoba,, kalau begitu aku permisi dulu.”lebih baik aku cepat-cepat pergi dari sini,, emosiku semakin memuncak saat melihat seulas senyum dibibir manajer Kim mendengar persetujuanku.” Merasa lepas tanggung jawab tuan.”batinku.

“Hyuna~ya,, Gumasemnida,, oh ya,, tanggal 12 nanti bisakah kau ikut SHINee ke Indonesia, SHINee dapat panggilan manggung diacara KIFF disana.”Aku menghentikan langkahku begitu mendengar ucapan manajer Kim yang terakhir. Ke Indonesia?? Negara tropis yang terkenal dengan zamrud khatulistiwa itu.

 

Jakarta, 12 September 2010.

Akibat bujukan manajer menyebalkan itu, sekarang disinilah aku. Di ibukota Indonesia, Negara di Asia tenggara yang beriklim tropis dan hangat. Kami  berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta pukul 16.00 waktu setempat. Aku tak menyangka popularitas SHINee bahkan terkenal sampai dinegara ini, terharu dan bangga itulah yang kurasakan melihat antusias Shawol Indonesia menyambut mereka berlima. Aku hanya mampu memandangi kelima namja yang berjalan dengan santai seraya sesekali melambaikan tangan kepada fans mereka.

“Na~ya,, bisakah kau bantu aku bawakan ini.”ucapan coordi unni mengagetkanku, dia mengangsurkan sebuah wadrobe hitam milik Kiki atau Minho, entahlah aku tidak terlalu ingat.

“Ne,, unni,”Aku berjalan beriringan bersama beberapa coordie yang sudah mengenalku dengan baik sejak lama.

“Hyuna~ya,, kau sudah melihat tunangan Onew,, kudengar gadis itu sangat cantik.”salah seorang coordi unni, yang bertubuh cukup subur bernama Yujin membisikkan sesuatu padaku. Ternyata kabar onew oppa bertunangan sudah merebak dengan cepat. Untung saja semua kru yang bekerja sama dengan SHINee adalah orang-orang handal yang cukup bisa dipercaya mengenai rahasia-rahasia terdalam kehidupan peribadi member SHINee.

“Belum unni,,”Aku menggeleng dengan pelan. Sejujurnya kau sangat penasaran dengan yoeja yang ditunangankan dengan Onew oppa itu.

“Seharusnya dia sudah disini,, bukankah tunangan Onew itu hair stylish baru SHINee. Apa dia ikut penerbangan selanjutnya.”unni yang lain ikut menyambung obrolan kami.

“Mollayo,,ku harap tunangan Onew nanti sebaik dan seramah dirimu dan pasangan member SHINee lainnya.”yejin unni mengedipkan mata dengan jahil padaku.

“Noona,, pssttt,, noona.”Taemin memanggilku dengan isyarat pelan, kemudian menyorongkan tas ransel kecilnya padaku seraya menjajari langkahku.

“Waeyo Taeminnie,,”Aku menolak tas ranselnya,tapi dia tetap memaksakan dan menaruh tas itu ditangan kiriku yang bebas.

“Untuk alibi noona,,, supaya Shawol mengira kau asistenku. Aku ingin berjalan disampingmu saja, aku takut meliahat raut wajah Onew hyung yang cemberut terus dari tadi.”Taemin menunjuk Onew yang berjalan menunduk dan menutup kepalanya dengan topi hitam dibelakang Kiki dan Minho yang tengah melambai dengan ceria kearah SHawol.

“Na~ya,, bawakan juga tasku,”tiba-tiba Jonghyun oppa ikut menaruh ranselnya dipundakku. Aish,, mereka pikir aku pembantu apa. Kutatap kedua namja didepanku dengan tatapan garang dengan arti –Awas saja kalian-dan menghentakkan kaki dengan kesal.

“Jarang-jarang aku bisa mengerjaimu seperti ini,, menarik juga,, bukan begitu Taeminnie.”Jonghyun oppa merangkul pundak Taemin dan tersenyum mengejek padaku.

“Ne,, hyung,, sering-sering saja noona ikut tour kita keluar negeri seperti ini.”Taemin ikut tersenyum kerahku tanpa memperdulikan teriakan Shawol yang semakin menggila. Jika saja tidak dihadapan umum seperti ini, sudah kulempar dengan sneaker adidas yang kupakai saat ini juga mereka berdua itu. Tapi setidaknya kehadiranku bisa membuat Jonghyun oppa kembali tersenyum walau hanya sebuah senyum iseng.

Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, kami semua akhirnya sampai di Hotel mulia. Tempat SHINee menginap malam ini. Ternyata seperti ini kota Jakarta,, jalanannya lumayan padat bahkan bus yang kami tumpangi sempat mengalami kemacetan selama 2 jam lebih.

“Kim Hyuna Babo,,”aku sedang merebahkan diri melepas penat dikamar hotel ketika tiba—tiba Kiki menerobos masuk.

“Hmm,, “kujawab dengan gumaman malas.

“Kau tidak lapar,, semuanya sudah menunggu direstorant dibawah.”Kiki menarik tanganku dengan paksa serta merangkul pundakku menuju pintu keluar.

“Shirro,, aku mau tidur saja,,”Meski sudah menolak seperti apapun, si Almighty ini tetap saja menarik tubuhku keluar dari kamar dengan tangan masih melingkar dileherku.

“Hyung,,”tiba-tiba Taemin memanggil Kiki yang membuat kami berdua menoleh secara reflek.

Kulihat mereka berempat-onew oppa, Jjong oppa,Minho,Taemin-sedang berbicara dengan seorang yoeja yang cukup cantik dengan dress ungu yang manis dan berwajah teduh seperti peri. Tiba-tiba gadis itu membelalakkan matanya begitu melihatku dan Kiki. Entah dia terkejut,heran atau apapun itu, tapi aku merasa tidak senang dengan tatapan matanya yang mengarah pada sosok namja disampingku ini.

“Itu dia yang kau tunggu Noona,, idolamu.”Minho tersenyum ramah pada yoeja itu yang masih menatap Kiki dengan serius.

“Jadi ini tunanganmu hyung,,”Kiki melapas rangkulannya dariku dan mendekat dengan pelan kearah Onew oppa yang terlihat sedikit malas.

“Annyoeng Park Hyejin ssi,, senang bertemu denganmu.”Kiki langsung menyapa Yoeja bernama Park Hyejin itu, kulihat dia sedikit tersentak melihat senyum merekah diwajah tampan saudaraku itu. Jinja,, sikapnya seperti seorang fans bertemu idola saja.

“Ne,, ne,, Key-ssi,, suatu keberuntungan bisa melihatmu secara langsung.”gadis itu menyahut dengan kikuk dan sedikit tergagap.

“Kudengar kau seorang lockets, benarkah itu.”lagi-lagi gadis itu semakin terpaku dengan senyum manis seorang Kim Kibum. Kemudian dia mengangguk dengan malu-malu,, aish,, bahkan umurnya lebih tua dariku tapi tingkahnya sungguh kekanak-kanakan dan terlihat nyata kalau dia seorang fangirl sejati dan apa tadi, dia seorang Lockets??.

“Ta,, tapi,, aku tak pernah tahu kalau Key SHINee sudah memiliki seorang yoeja.”Hyejin menatap Kiki dan aku bergantian, oh, jadi dia menyangka kalau aku ini kekasih seorang Kim Kibum. Aku tersenyum simpul mendengar dugaannya.

“Yoeja?? Nuguya?? Dia,,”Key menatap Hyejin tak percaya,, lalu menunjuk wajahku dan tertawa keras.

“Dia?? Dia ini yodongsaeng-ku Hyejin-ssi,, memang selama ini aku menyembunyikan saudara tersayangku ini dari public,, berhubung kau akan menjadi keluarga kami juga jadi kau harus tahu dia ini Kim Hyuna adik seorang Kim kibum.”Kiki menarik tanganku supaya mendekat pada Hyejin. Entah mengapa mendengar Kiki berkata yodongsaeng didepan yoeja itu membuat hatiku terasa sedih. Dan saat menatap wajah manis Park Hyejin aku langsung merasa mengkhawatirkan sesuatu yang aku sendiripun tak tahu.

“Oh,, “gadis itu ber-oh ria dan langsung melayangkan padangan ramah padaku.

“Park Hyejin imnida,,”Hyejin mengulurkan tangannya membuatku mau tak mau harus menyambut uluran tangannya. Sebisa mungkin aku berusaha menyembunyikan rasa tidak nyamanku akan kehadiran yoeja berwajah malaikat ini.

“Ahh,, aku sudah sangat lapar.”tiba-tiba Onew oppa menyela pembicaraan kami-aku.kiki dan Park Hyejin- dan berjalan cepat tanpa memperdulikan “tunangannya”. Ada apa dengan leader dubu itu, tak biasanya Onew oppa bersikap tak ramah pada orang lain terlebih yoeja ini adalah “tunangannya”. Semua orang menatap punggung onew oppa dengan heran. Dan saat kulirik Hyejin, ada sorot kesedihan yang tampak diwajahnya.

Rasanya suasana menjadi semakin canggung saat kami duduk bersama dimeja restoran yang cukup sepi ini. Aku melirik Jjong oppa, berharap dia akan berceloteh untuk meramaikan suasana sepertinya hal yang musatahil mengingat jiwanya yang sedikit “terguncang”, mengharapkan kesangtaean Onew oppa juga tidak mungkin, karena mood-nya sedang jelek saat ini.

Dan Kiki sendiri sepertinya terlalu asyik menyantap makanan khas Indonesia yang dipilihnya tadi. Menginginkan Seorang choi minho meramaikan suasana?? tunggu sampai menara pisa tidak miring lagi, dan berharap pada Taemin juga sangat sulit, jiwa humornya akan bangkit hanya jika ada yang memancingnya.

“Aku sudah kenyang,,”ujarku sembari berdiri dari kursi dan beranjak pergi, aku sudah tidak tahan dengan semua kecanggungan ini. Tak peduli dengan beragam tatapan yang melayang kearahku,,kulangkahkan kaki menuju kamarku kembali.

“Na~ya,, jangkaman,, aku ikut denganmu.”jjong oppa ikut berdiri dan menjajari langkahku. Akan ada sesi curhat bersama kim Jonghyun SHINee lagi sepertinya.

“Ottokeh Na~ya,,”Jjong oppa langsung berkata dengan raut sedih begitu kami duduk di sofa kamarku.

“Waeyo oppa,,”sambutku seraya menarik laptop dari dalam tas coklat yang tergeletak diatas meja.

“Manajer hyung dan perusahaan menyuruhku berkencan dengan Shin Sekyung dan membuat gossip yang beredar menjadi facta.”Aku langsung menolehkan kepalaku menatap Jjong oppa begitu mendengar perkataannya barusan.

“Mwoo?? Yang benar oppa,,”aku berusaha meyakinkan pendengaranku.

“Benar Na~ya,, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang,, menuruti permintaan perusahaan meski bertentangan dengan hatiku atau mengindahkannya dengan resiko dikeluarkan dari perusahaan. Rasanya aku ingin menyerah dan pergi dari semua masalah ini.”Jonghyun oppa mendesah dengan frustasi dan merebahkan tubuhnya disofa, matanya terpejam berusaha menghilangkan semua penat yang dia rasakan saat ini.

“Oppa,, kau harus kuat dan tetap bertahan.”aku hanya mampu menatap sosok Jjong oppa dengan miris, merasakan betapa beratnya dia menjalani ini semua. Manajer Kim Minsook, ingin rasanya aku membunuhmu sekarang juga. Jadi ini yang dia maksud menyuruhku ikut ke sini.

Beberapa menit kemudian aku mendengar dengkuran pelan dari Jjong oppa. Kuamati sosok lead vocal SHINee itu, dengan jelas aku bisa melihat lingkaran panda dibawah matanya juga gurat-gurat kesedihan didahinya. Aku tak sanggup membayangkan betapa lelahnya batin dan ragamu saat ini, oppa. Kucoba merenung dan berusaha mencari akal, apa yang bias kulakukan untuk membantunya,,nothing,. Aku tidak punya kuasa jika sudah mencakup perusahaan dan SM Agency tempat SHINee bernaung.

“Kreekk,,”Kudengar suara pintu berdecit,,

“Na~ya,,”sontak aku menoleh begitu mendengar seseorang memanggilku.

“Oppa,,, ada apa??”kulihat Onew oppa melangkah masuk kedalam kamarku.

“Jonghyun disini??  tidur dari tadi dia??,,”Onew oppa mendekat kearah Jjong oppa yang tengah tidur dan menarikkan selimut sampai kedadanya.

“Apa Jonghyun sudah menceritakan semuanya padamu Na~ya??”

“sudah oppa,,”kuanggukan kepala sambil menutup layar laptopku kembali.

“Aku tak bisa melihat Jonghyun terpuruk seperti ini,, terlalu banyak hal yang menuntut dan menekannya untuk melakukan hal yang sangat berat dia laksanakan.”ujar onew oppa seraya menghembuskan nafas dengan berat. Sebagai leader, Onew oppa pasti ikut merasa prihatin dengan masalah yang mendera JJong oppa.

“Tapi untung ada kau Na~ya,, yang mau mendengarkan setiap ceritanya. Disaat seperti ini jjong membutuhkan seseorang yang benar-benar bisa mengerti keadaanya,,”seketika Onew oppa tersenyum dengan hangat padaku.

“Kurasa kau juga butuh seseorang untuk mendengarkan ceritamu,, bukan begitu Lee Jinki?? Kau bias mempercayakan rahasia terdalammu padamu, jika oppa berkenan.”aku sengaja memancing dia untuk menceritakan masalahnya padaku, karena kurasa dia juga sedang memiliki masalah sendiri.

“Sebenarnya aku sedang bingung Na~ya,, bingung dan tak yakin dengan diriku sendiri.”dia menggelengkan kepalanya berulang-ulang.

“Bingung?? Kenapa??”

“Aku bingung harus bersikap bagaimana saat berhadapan dengan Hyejin,, jujur saja aku sama sekali tidak mempunyai pengalaman berhadapan dengan yoeja secara dekat seperti sekarang.”

“Yaa,, oppa,, tidak memandang yang didepanmu ini,, kau tidak menganggapku yoeja”gurauku untuk mencairkan suasana.

“Pletakk,,”Onew oppa men-ttakbam keningku.

“Aku sedang serius Kim Hyuna,,”dia menatapku dengan kesal.

“Jinja,, sakit sekali oppa,,”ringisku seraya mengusap keningku. Ttakbam Onew oppa memang terkenal keras diantara artis-artis Korea, bahkan actor Lee Seunggi mengakui hal itu.

“Jongmal Appayo,,”Onew oppa berniat menyentuh keningku,, langsung saja kupakai moment ini untuk membalasnya,, tahu rasa kau Lee Jinki,, tawaku puas saat tanganku mendarat dengan mulus didahinya.

“Berdekatan denganmu benar-benar membuat celaka,,”gerutunya.

“Oppa,, aku tahu kau tidak mudah dekat dengan orang yang baru kau kenal,, tapi paling tidak bersikaplah yang wajar,, dekati dia dengan perlahan dan jangan bersikap acuh  dan dingin seperti tadi.”kulihat Onew oppa menatapku saat tiba-tiba ucapanku berubah serius.

“Kau namja yang beruntung dijodohkan dengan yoeja secantik Park Hyejin,, dan kurasa dia juga baik. Tipikal yoeja lemah lembut dan pengertian.”uraiku panjang lebar.

“Kupikir juga begitu,, tapi aku justru takut tak bisa membahagiakannya saat dia bersamaku. Aku merasa sedikit terbebani dengan semua ini,, aku juga takut tak bisa mewujudkan keinginan omma dan Appa.”

“Oppa,,, berusahalah melawan rasa takutmu itu,, karena biasanya rasa takut itulah yang melemahkan kita dan membuahkan kegagalan,, kita tak akan pernah tahu hasilnya jika tak pernah mencoba.”tandasku dengan bijaksana. Ommo,, bagaimana mungkin mulut cerewetku ini bisa menghasilkan kata-kata bijak seperti itu.

“Aigooo,,, Hyuna~ya,,ucapanmu barusan kau kutip dari mana,, Daebakk!”puji Onew oppa sambil mengacak poniku.

“Gumawo Na~ya,, sudah malam,, aku bangunkan Jonghyun dulu.”lanjutnya sambil berniat membangunkan Jjong Oppa yang sudah pulas dari tadi.

“Tak usah oppa,, nanti biar kupanggil Kiki untuk menemani Jjong oppa disini,, kasihan dia kalau dibangunkan.”cegahku dengan segera.

“Baiklah,, aku pergi dulu. Takut si bayi besar Taemin mencariku.”ujarnya seraya berjalan keluar.

“Na~ya,, jangan cemburu pada Hyejin,, dia bisa langsung dekat dengan Key karena dia seorang Lockets.”tambahnya sebelum menutup pintu.

“Ya Lee Jinki,, apa maksudmu,,”

“Aku tahu apa yang tak kau sadari selama ini,,”Kepala Onew oppa menyembul kembali dari balik pintu dan tersenyum menggoda padaku.

“Pergi sana,, hust, hust,,”usirku seraya mendorong kepalanya keluar. Jinja,, Onew oppa dan Donghae oppa sama saja,, suka sekali menggodaku dengan berkata aku lebih cocok menjadi kekasih seorang Kim Kibum.

***

“Krekk,,”Pintu ruangan kembali terbuka, dan muncullah sosok Kiki membawa dua cangkir coklat hangat ditangannya.

“Ada apa Na~ya,,”Tanya dia sembari mendekat kearahku.

“Kau tidur disini menemani Jjong oppa,, kasihan kalau harus dibangunkan.”jawabku seraya  berjalan menuju balkon.

“Aku ikut prihatin dengan masalah yang dialami Jjong hyung,,”Kiki ikut berjalan kebalkon dan menyerahkan satu cangkir yang berisi coklat hangat begitu dia sudah berdiri disampingku.

“Tapi,, aku salut padanya. Jjong oppa berusaha untuk tegar.”tatapanku menerawang jauh menatap malam kota Jakarta yang memperlihatkan pesonanya tak kalah dengan Seoul.

“Malam Jakarta indah ya,,”gumam Kiki sambli menyenderkan tubuhnya dipagar besi. Kuanggukan kepalaku dan menatap langit malam yang bertaburan dengan bintang-bintang. Suatu pemandangan indah yang jarang kulihat.

“Udaran malamnya juga terasa hangat.”kulebarkan kedua tanganku dan menghirup udara malam yang tak terasa dingin seperti diseoul sana.

“Kau lihat bintang yang disana Na~ya,,”tiba-tiba Kiki menunjuk sebuah bintang besar yang dikelilingi bintang-bintang kecil dan membentuk gugusan.

“Itu adalah aku,, bintang paling terang diantara kawanannya,”lanjutnya sambil membuat gerakan seolah meraih bintang terang itu.

“Kupetikkan bintang ini untukmu sebagai pengganti kehadiranku,,jadikan dia penerang dimalam-malam tergelapmu saat kau sedang merindukanku.”aku terdiam melihat Kiki menarik tanganku dan seolah menggenggamkan bintang yang dia petik kedalam tanganku. Tuhan,, tatapannya kenapa begitu teduh,, membuatku tak berdaya dan salah tingkah.

“Jangan menatapku horror,, aku hanya bercanda,, just Kidding. Kau tak butuh bintang itu untuk menggantikan kehadiranku,, karena aku akan selalu disisimu.”gurau kiki.

Entahlah,, mendengar guraunnya malah membuat hatiku begitu was-was,, rasa takut menjalariku. Seolah sebuah pertanda bahwa suatu saat aku akan kehilangan dirinya. “Kuanggap serius ucapanmu Ki,, bintangmu akan selalu kusimpan didalam hatiku.”batinku sambil menatap sosok Kiki yang kini membelakangiku.

“Sudah malam,, sebaiknya kita masuk. Besok jadwalnya sangat padat. Dan lagi kita harus mengejar pesawat untuk kembali ke Korea secepatnya.”Kiki berjalan pelan meninggalkanku sendiri dalam kesunyian.

Seoul National University, November 2010

“Oppa,, Jjongie oppa.”Saat keluar dari pelataran kampus, aku melihat sosok yang mirip Jonghyun oppa tengah berjalan mengikuti seseorang.

“Ah,, Na~ya,, “Jjong oppa terlihat salah tingkah kupergoki tengah menguntit Kyung-in unni.

“Jangan bilang Kau sedang menjadi stalker Han Kyung-in,, oppa??.”kubalas perkataanya dengan senyum jenaka untuk menggodanya.

“Anniyo, aku kesini untuk menemuimu. Kajja,”Jjong oppa mencoba berkelit dan langsung menarik tanganku menjauh begitu melihat Kyung-in sedang berjalan mendekat kearah kami.

“Ne,, ne,, I know.”jawabku santai dan langsung membuka pintu mobil BMW metalik hadiah ulang tahun ke-18 dari Minhyuk appa.

“Bagiamana dengan kakimu oppa,, sudah membaik.”kulirik kaki Jjong oppa yang kini sudah duduk manis disampingku. Jonghyun oppa mengalami cedera pergelangan kaki saat kami di Jakarta sepetember lalu.

“Lumayanlah,, aku sudah bosan diam diri dirumah untuk pemulihan pergelangan kakiku ini. Makanya aku datang kesini untuk membunuh rasa bosanku.”dia menjawab dengan senyum tiga jari andalannya.

“Ok,, mau kemana kita??”

“Ke kantor SM saja,, aku sudah rindu berlatih bersama yang lainnya.”

“As your Wish tuan.”balasku sambil menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang.

“Na~ya,, apa Kyung-in hidup dengan baik selama ini.”aku mendengar gumaman rendah Jjong oppa, seolah ditujukan untuk dirinya sendiri.

“Kurasa dia berusaha hidup dengan baik,, paling tidak Kyung-in unni masih bisa hidup layaknya manusia normal.”sahutku tanpa mengalihkan pandanganku dari jalanan.

“Syukurlah,, dia tidak separah diriku. Hmm,,, Na~ya,, ada yang ingin kutunjakkan padamu.”Jjong oppa mengulurkan tiga lembar foto padaku begitu mobil yang kami tumpangi berbelok menuju parkiran di UnderGround gedung SM.

“Igo.. apa terlihat seperti kekasih yang tengah dimabuk cinta.”ujarnya dengan tawa miris yang lebih seperti seringai kesedihan.

“Ini,,”kupandangi foto-foto ditanganku ini yang berisi gambar Jjong oppa tengah memeluk pundak Shin Sekyung dengan senyum pahit yang sedikit tersamar. Ternyata Jjong oppa benar-benar melakonkan peran sebagai “Kekasih” artis Shin Sekyung dengan penuh totalitas.

“sepetinya aku bisa mendapatkan Grammy award untuk peran drama beratiing paling tinggi tahun ini.”kekehnya dengan nada yang entah terdengar menyesakkan ditelingaku. Kupandangi foto ditanganku kemudian wajah Jjong oppa bergantian, tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaanku untuknya saat ini.

“Jangan menatapku dengan belas kasihan begitu,, aku tak butuh dikasihani. Hanya butuh seseorang yang bisa meyakinkan dan mendukung setiap langkahku,,”tegur Jjong oppa seraya merangkul pundakku dan berjalan santai menuju pintu masuk gedung SM.

“Kim Jonghyun Hwaiting,, percayalah kebahagiaan sudah menantimu dimasa depan.”Aku berteriak untuk menyemangati Jjjong oppa dengan senyum terkembang dibibirku.

“Ne,, Gumawo Kim Hyuna babo,,,”balasnya sambil mengacak rambutku sebelum dia berlari terseok-seok menahan kakinya yang masih sakit, lidahnya menjulur dengan maksud mengejekku.

“Yaa,, Kim Jonghyun,,, mati kau.”geram ku dan ikut berlari untuk mengejarnya. Tapi belum jauh kakiku melangkah, dengan seketika aku berhenti begitu mendengar suara-suara yang amat kukenal dari dalam ruangan dibawah tangga didepanku. Dengan rasa penasaran, aku membuka celah pintu dan mengintip kedalam,,

“Jinki-ssi,, katakan padaku!! Apa kau membenciku,, apa kau tak menyukai kehadiranku dalam kehidupanmu.”Kudengar Hyejin unni berkata dengan sedikit bergetar pada Onew oppa.

“Aku,, aku tidak membencimu Hyejin-ah,, hanya saja,, aku tak bisa berdekatan denganmu.”kulihat Onew oppa menyahut dengan eksprsi sedikit bingung dan kikuk.

“Kalau kau tak ingin berdekatan denganku,, lalu kenapa kau menerima perjodohan ini,, kenapa  kau mau bertunangan denganku,, katakan kenapa Lee Jinki-ssi.”Suara Hyejin mulai meninggi dan sarat akan emosi,, wajahnya yang pucat dan bersih seperti peri kini sedikit memerah menahan isakannya.

Onew oppa menatap wajah yoeja didepannya dengan tatapan nanar, tangannya bergerak hendak meraih bahu Hyejin namun diurungkan.

“Kesabaranku ada batasnya Lee Jinki~ssi,, aku akan meminta omma dan appaku untuk membatalkan perjodohan ini. Aku tak bisa terus-terusan diabaikan dan tak dianggap seperti ini.”

“Aku bukan mengabaikanmu Hyejin~ah,, hanya saja aku,, Aishh,,,”Onew oppa menjabak rambutnya dengan frustasi, karena tak bisa berkata jujur pada yoeja dihadapannya.

“Jeballl,, jangan pernah berpikir untuk membatalkan pertunangan kita,,”lanjutnya.

“berikan aku alasan logis untuk tetap bertahan menjadi tunanganmu,, kita sama-sama tak menginginkan perjodohan ini,, karena aku tak bisa hidup bersama orang yang tidak merasa bahagia saat bersamaku,, “akhirnya air mata yang coba ditahan luruh juga,, Park Hyejin menangis dengan pelan.

“Uljimanande,,,Mianhe Hyejin~ah,,, kita bicarakan lain kali.”Sahut Onew oppa dan menepuk puncak kepala Hyejin sekilas sebelum dia berlalu. Cepat-cepat aku bersembunyi saat namja berpipi chubby itu melintas didekatku. Aigoo,, Lee Jinki paboya,, bukannya berkata jujur dia malah membuat gadis yang disukainya menangis seperti ini.

“Hyung,, Wae irae?? Aku mendengar suara tangisan Hyejin noona dari dalam.”tiba-tiba Kiki muncul dan menahan lengan onew oppa dengan wajah serius.

“Key,, waeyo??”Onew oppa menatap Kiki dengan raut bingung,kesal,panic dan entah apalagi.

“Kenapa kau selalu mengacuhkan Hyejin noona seperti ini,, bukan bermaksud mencampuri urusan pribadimu hyung,, aku hanya tak bisa melihat Hyejin noona datang padaku dan menangis karena sikap dinginmu itu,, jangan perlakukan dia seperti orang asing begini,, walau bagaimanapun dia sudah menjadi tunganmu sekarang.”Kiki menceramahi Onew oppa panjang lebar.

“Kalau kau memang suka,, kau saja yang bertunangan dengannya.”jawab Onew oppa dengan santai dan melenggang pergi. Dia benar-benar bodoh atau bagaimana sih,,  gerutuku begitu melihat kesedihan diwajah tampannya begitu berbalik dari hadapan Kiki.

“Baik hyung,, jika kau begini terus. Jangan salahkan aku merebutnya darimu.”kudengar Kiki bergumam pelan menatap punggung hyungnya yang semakin menjauh.

Ige mwoya,, kenapa semuanya jadi begini. Dan rasanya dadaku bergemuruh mendengar ucapan Kiki barusan, kusentuh dadaku yang terasa semakin sesak begitu melihat Kiki masuk kedalam dan memeluk Hyejin unni dengan erat. Tangannya bergerak mengusap rambut panjang yoeja itu dengan perlahan.

“Noona,, Nan Gwenchana??”Kiki bertanya pada Hyejin unni.

“Key,, apa Jinki begitu membenciku, hingga dia selalu mengacuhkanku seperti ini. Benarkah kehadiranku menjadi beban untuknya.”Hyejin semakin terisak.

“Noona,, Uljimayo,, Onew hyung hanya butuh waktu untuk menerima kehadiranmu yang tiba-tiba dalam hidupnya, dia tipikal orang yang susah dekat dengan orang lain jika tak mengenalnya sejak lama.”Kiki berusaha menenangkan tangisan Park Hyejin dan mengeratkan pelukannya.

Tanpa sadar tanganku sudah mencengkeram kemejaku dengan erat menahan sesaknya dadaku yang semakin terasa nyata,, tuhan,, sebenarnya apa yang terjadi padaku. Kenapa mataku terasa panas, seakan ada cairan yang siap tumpah dari sana.

“Na~ya,,”tiba-tiba ada suara lirih yang memanggil namaku,, ternyata Donghae oppa dan minho sudah berdiri dibelakangku dengan tatapan penasaran.

“Kau sedang mengintip siapa??”Minho berjalan mendekat dan melongokkan kepalanya kedalam celah pintu.

“Key memeluk Hyejin noona,, ada apa dengan mereka.”Minho menatapku dengan terkejut kemudian melihat kedalam sekali lagi sebelum kembali mengarahkan matanya padaku.

“opso,, nan opso.”gelengku dengan maksud mengenyahkan perasaan tak nyaman ini.

“Oppa,, Minho~ya,, aku pergi dulu.”langsung saja aku berlari kecil meninggalkan mereka sebelum Donghae oppa dan Minho menanyaiku macam-macam.

“Yaa,, Kim Hyuna,, kau mau kemana.”tak kuhiraukan panggilan donghae oppa padaku,, terus saja kupacuh langkahku menjauh,, dan tanpa kusadari aku sudah berada ditaman belakang gedung SM. Sejenak kusandarkan tubuhku kedinding dan berusaha mengatur debaran jantungku yang semakin kacau.

“Pabo,, jongmal paboya.”aku mendengar seseorang merutuk dengan kesal. Saat kulihat ternyata Onew oppa sedang duduk sambil melemparkan kerikil kerikil kecil kekolam ikan didepannya.

“Oppa,,” tegurku dengan lirih dan mengambil tempat disampingnya.

“Na~ya,, aku menyakitinya lagi,, aku membuatnya menangis lagi.”Onew oppa langsung menyembunyikan wajahnya dipundakku dan kembali meracau.

“Na~ya,, ottokajo,, mungkin sekarang Hyejin mulai membenciku.”aku hanya diam mendengar ucapannya,, tak tahu harus berkata apa untuk saat ini. Karena jujur saja perasaanku sendiripun sedang kacau balau.

Terjadi keheningan cukup lama,,

“Oppa,, apa kau mencintai Park Hyejin??”tanyaku memecah keheningan. Seketika onew oppa menatapku dengan terkejut, tak menyangka mendapatkan pertanyaan to the point dariku seperti ini.

“Mollayo,, aku sendiri tak tahu cinta itu apa. Aku hanya merasa jantungku berdetak lebih cepat saat bersamanya,, dan merasa salah tingkah didepannya. Menatap wajah Hyejin membuat system kerja otakku sedikit kacau. Aku menutupi kegugupanku dengan bersikap dingin padanya.”

“Kurasa oppa mencintainya,, bukan sok menggurui. Tapi cobalah setidaknya oppa bersikap biasa dengannya, seperti sikap oppa padaku,, atau pada staff dan artis SM lainnya, jangan biarkan kesalahpahaman terus berlanjut.”kutepuk dengan pelan bahu Onew oppa dan tersenyum untuk menyemangatinya.

“Baiklah,, akan kucoba.”balas Onew oppa.

“Setuju,,”sahutku.

“Tapi Na~ya,, kau tidak cemburu?? Aku saja cemburu melihat kedekatan Key dan Hyejin. Aku iri pada anak itu, karena bisa membuat Hyejin tersenyum, aku iri melihatnya bisa bercanda dan menunjukkan perhatiannya dengan terbuka. Padahal aku ini tunangannya, bahkan aku hanya bisa membuat dia kesal dan menangis.”lagi-lagi Onew oppa menyalahkan diri sendiri seperti ini.

“Entahlahhh,,”jawabku malas dan menungkupkan kepala dikedua lututku untuk mengatur emosiku. Cepat-cepat kuambil coklat dari dalam tas dan mengacungkan kearah si Leader ayam.

“Cobalah oppa,, coklat sangat ampuh untuk meredam gejolak emosi.”dengan paksa kumasukkan batangan coklat itu kedalam mulutnya supaya tak mengeluh dan menyalahkan diri lagi.

“Coklatnya terlalu manis,,”protesnya.

“Tentu saja terlalu manis,, seperti diriku.”aku tertawa puas melihat kerlingan sebalnya.

“Duo evil yang sama-sama narsis.”kemudian Onew oppa men-ttakbam keningku.

“Ya,, Appayo Lee Jinki. Ku bunuh kau,,”dengusku sambil mengusap usap keningku yang terasa panas.

“Hyuna~unni,, Onew oppa,, sedang apa kalian.”sapa Luna F(x) yang baru datang bersama Krystal dan ikut bergabung dengan kami.

Akhirnya kami berempat bercanda, kubalas Ttakbaman Onew oppa tadi dengan menjadikan dia bulanan kami karena  dia namja sendiri dikelilingi 3 yoeja cantik. Tanpa sadar mataku mengarah ketempat lain dan menangkap sekelabatan bayangan Hyejin yang berjalan dengan cepat, dengan tatapan terlihat tak senang. Sepertinya gadis itu semakin salah paham dengan namja disampingku  yang tengah tertawa mendengar celotehan Luna dan Krystal.

 

Seoul ,Desember 2010

berhari-hari setelah kejadian digedung SM itu,, aku merenung dan memikirkan kembali apa yang kurasakan pada Kiki saat ini. Setelah kupikir-pikir sudah sejak dulu aku tak menyukai jika Kiki berdekatan dengan yoeja lain,, seolah aku merasa tidak rela posisiku disamping Kiki tergantikan oleh yang lainnya.

Apa aku cemburu?? Dan cemburu adalah tanda cinta,, benarkah selama ini aku mencintainya,, kurasa tidak. Aku hanya merasa takut untuk kehilangan dia. Takut Kiki meninggalkanku saat dia menemukan yoeja pilihannya dan melupakanku. Andwae,, aku baru menyadarinya sekarang bahwa tak selamanya Kiki ada bersamaku, akan datang masanya aku dan Kiki menjalani hidup kami masing-masing. Rasanya perutku langsung mulas memikirkan kenyataan jika suatu saat nanti aku akan kehilangan Kim Kibum-ku untuk selamanya.

Hari-hari silih berganti,, semakin hari semakin berat untuk kujalani. Beban tugas kampus yang menumpuk, pertemuan klub jurnalistik dan pekerjaan ekstra dari Appa yang menyuruhku mempelajari seluk beluk perusahaan semakin membuat kerja otakku berlipat ganda. Belum lagi masalah perasaanku yang tak menentu ini membuat otakku stress. Oh!! Somebody help me.

Belum lagi memikirkan masalah member SHInee, Onew oppa mulai mendengarkan nasehatku dan berusaha mendekati Hyejin dengan perlahan, namun tampaknya Hyejin justru semakin dekat dengan Kiki. Dan mengenai Jjong oppa, dia mulai bisa menerima keadaan yang mengaharuskan dia berpura-pura berkencan dengan Shine Sekyung tanpa berhenti mengawasi dan menjadi stalker Kyung-in unni dengan diam-diam.

Manajer Kim Minsook sendiri mulai melonggarkan pengawasannya terhadap Minho dan Taemin, dia sudah bisa menerima dan bersedia merahasiakan hubungan asmara artis-artisnya meski selalu cerewet dan menekankan kata hati-hati setiap saat.

Hari ini adalah tanggal 15 desember. Hari ulang tahunku yang ke 20 menurut umur korea. Tadi pagi omma dan appa menggodaku untuk segera mencari pacar atau mereka akan menjodohkanku dengan anak sahabatnya,, ah,, mereka berdua membuatku semakin galau.

Seperti tahun lalu,, hari ini ulang tahunku dirayakan bersama dengan ulang tahun Onew oppa dan Minho. Mereka sudah membooking sebuah restorant privat lengkap dengan mesin karaoke. Namun  Rasanya aku lebih suka party terbuka ditower namsan seperti tahun lalu.

Jam menunjukkan pukul setengah dua belas, saat kami bersepuluh –Aku,Kiki,Onew oppa,Minho,Kwon Hye-in,Taemin,Shim Chaeri,Park Hyejin,Jjong oppa dan Kyung-in unni-sampai direstorant. Butuh sedikit bujukan dan paksaan untuk membawa Kyung-in unni kesini, tapi lega juga melihat Jjong oppa tersenyum lebar begitu melihat sosok Han Kyung-in yang datang bersamaku. Senyum tulus dari hati yang sempat menghilang beberapa waktu yang lalu.

Aku berusaha memfokuskan mataku kelayar PSP yang kupegang. Moodku langsung turun begitu melihat Park Hyejin terus menempel pada Kiki sejak kami sampai disini.

Dan sekarang mereka berdua terlihat mesra menyanyikan lagu “When you say nothing at all-nya Ronan Keating, lagu favoritku sejak dulu. Seketika aku ingin menyumpal telingaku mendengar suara merdu Kiki menyanyikannya dengan penuh perasaan sambil menatap dalam kewajah Hyejin.

Kulirik Onew oppa sekilas, dia juga terlihat gelisah menyaksikan pasangan duet Key-Jin. Kutekan kalung berbandul kunci pemberian Kiki setahun yang lalu untuk meredam rasa kesalku pada mereka berdua.

“Kim Hyuna babo,, Saengil chukka hamnida. Dihari ulang tahunmu sengaja kunyanyikan lagu favoritmu sebagai hadiah ulang tahunku untukmu,,”Kiki berjalan kearahku dan menyerahkan microphone ketanganku.

“Ayo,, nyanyikan sebuah lagu untuk kami.”Kiki menarikku berdiri.

“Shirroe,,”jawabku cuek dan kembali memainkan PSP dengan asal.

“Yaa,, kau tak boleh begitu,,”kiki tetap memaksakan kehendaknya padaku.

“Sudah Key,, sudah,, ayo Na~ya,, kau berduet denganku,, kita nyanyikan lagu ini.”jonghyun oppa langsung melerai keributan kecilku dengan Kiki seraya memutarkan sebuah lagu milik Justin bieber yang berjudul U Smile. Mungkin dia ingin menunjukkan pada Kyung-in unni arti dari lagu itu untuknya.

Aku mengikuti naluriku dan menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan seperti apa yang dilakukan Jjong oppa. Kami berdua terhanyut dan terbawa perasaan saat mencoba menghayati makna yang tersimpan.

“Wuahhh,, Daebakk. Kalian berdua begitu menghayati lagu itu.”Minho dan Hyei-in mengacungkan jempolnya pada kami.

“Noona,, tak kusangka suaramu merdu juga. Jika dulu kau ikut trainee, mungkin sekarang kau sudah menjadi anggota F(x).”tambah si Baby Taemin.

Aku tak mampu menjawab ucapan mereka, karena tiba-tiba mataku memanas saat melihat Hyejin berbisik ditelinga Kiki dan entah apa yang dia katakan karena Kiki langsung tertawa dengan lepas. Mereka berdua terlihat sangat mesra layaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.

“Sreett,,”langsung kusambar tas dan blazerku dengan cepat.

“Mianhe yorobeon,, sepertinya aku tidak bisa lama-lama. Aku lupa ada urusan penting sekarang.”bohongku pada semuanya dan berjalan menuju pintu keluar. Tak kuhiraukan tatapan heran  dan penasaran dari mereka.

“Yya,, Kim Hyuna,, ada urusan apa kau tengah malam begini.”Kiki ternyata mengikutiku sampai diluar restoran. Tangannya menahan lenganku dan memutar tubuhku berbalik menghadapnya.

“bimil”jawabku dengan enggan.

“Aishh,, kau ini tak sopan sekali meninggalkan pestamu seperti ini.”dia memukul kepalaku dengan pelan.

“Lebih tidak sopan mana berdekatan dengan tunangan orang lain seperti tadi.”balasku dengan kesal.

“Mwwoo,, jangan bilang kau marah karena merasa terabaikan tadi.”Kiki melayangkan tatapan tak percaya.

“Ne,, aku merasa terabaikan. Dan aku marah karena kau dekat-dekat dengan Park Hyejin. Kau ini babo atau pura-pura babo. Kau tidak menyadari kalau onew oppa cemburu melihat kedekatanmu dengan Hyejin.”aku menjawab dengan jujur.

“Onew hyung?? Cemburu?? Sejak kapan dia peduli pada Hyejin.”Kiki berujar dengan nada tidak suka.

“yang kutahu Onew hyung tidak menyukai kehadiran Park Hyejin dalam hidupnya,, aku hanya berusaha menghiburnya,, karena dia selalu menderita setiap kali Onew hyung mengabaikan dan bersikap dingin padanya.”Kiki mulai meninggikan suaranya, bahkan sekarang dia  membentakku demi membela yoeja itu.

“Dengar Kim Kibum,, selama ini kau salah sangka. hyungmu bukan berniat mengabaikan tunangannya. Dia hanya bingung harus memulai dari mana untuk membangun hubungan baik dengannya. Dan kedekatanmu dengan Tunangannya membuat dia ragu juga merasa takut untuk mendekat. Asal kau tahu,, selama ini Onew oppa sudah menyukai Hyejin.”

“Aku tidak percaya,,”Kiki berusaha menyangkal ucapanku.

“Kau tidak percaya atau tak mau percaya.”ketusku, sekarang kesabaranku sudah habis.

“Ne,, aku tak ingin mempercayainya,,”sahutnya lebih ketus.

“Kau,, jangan bilang kau menyukainya Kim Kibum,,”mataku semakin memanas seiring dengan ucapanku.

“Bagaimana jika aku memang menyukainya,, bukankah selama ini kalian ingin aku segera memiliki pasangan. Dan kurasa Hyejin memenuhi syarat karena dia lebih segalanya darimu.”

“Andwae,,, aku tidak rela kau menyukainya Ki,, yoeja itu tunangan hyungmu sendiri.”kucengkeram dengan kasar kerah bajunya.

“Tunangan yang tak diinginkan lebih tepatnya,,”balas Kiki sambil berusaha melepaskan tanganku.

“Aku kecewa padamu Kim Kibum!!!!!”Teriakku didepan wajahnya dan berbalik pergi meninggalkannya.

Kupacu langkahku sekuat mungkin dan terus berlari,, akhirnya pertahananku runtuh, dan air mataku luruh tanpa kusadari. Kakiku membawaku kedekat monorail tempat Jjong oppa menangis dimalam saat dia putus dengan Han Kyung-in.

“Nan Michiosso,, Kim Kibum Paboya,, jongmal paboya.”aku berteriak dengan kencang hingga seluruh tubuhku bergetar bersamaan dengan suara berisik monorail.

Tubuhku merosot dan jatuh terduduk direrumputan yang berembun. Selama hidupku, baru kali ini aku merasa sesedih ini. Aku merasa tak bisa menahan sesak dihatiku mendengar dari mulut Kiki langsung kalau dia mencintainya, dia mencintai yoeja lain. Dan rasa sakit yang kurasakan semakin bertumpuk,, saat menyadari ini adalah pertengkaran terhebatku dengan Kiki.

End Of Hyuna POV

 

Author POV

Entah sudah berapa lama Hyuna terduduk seperti itu ditanah. Wajahnya terbenam diantara lututnya.

“Ternyata aku mencintainya,, aku mencintainya,”gumamnya disela-sela isak tangis.

“Drrtt, drtt,,”suara dering telfon memecah kesunyian. Dengan malas Hyuna mengambil Androidnya dan menatap layar ponsel itu. Ternyata ada 25 misscall dan 15 sms dari Jonghyun,Minho,Onew dan entah siapa lagi.

“Bling-bling Jjong,,”Hyuna membaca nama yang tertera dilayar androidnya.

“Oppa,,”suara Hyuna masih bergetar kala menjawab sapaan dari Jonghyun.

“Nan Oddiga??”terdengar suara panic dari namja itu.

“,,,,”

“,,”

“Hyuna,,”gadis itu berbalik dan langsung menghambur kepelukan namja yang memanggilnya begitu Jonghyun dan Onew muncul tiga puluh menit setelah telepon diputus.

“Oppa,, aku telah jatuh, jatuh dalam kesalahan yang besar, kenapa aku harus mencintainya.”gadis itu menangis sesunggukan dibahu Onew.

“Mencintainya?? Dia siapa Hyuna??”Jonghyun menyentuh rambut Hyuna dengan cemas.

‘Aku mencintai saudaraku oppa,, bahkan rasa ini sudah ada sejak dulu. Aku baru menyadarinya,, dan alasan itulah yang membuatku tak bisa melihat namja lain selain dirinya.”

“Tak ada yang salah Na~ya,, kau dan dia tak ada ikatan darah sama sekali.”Onew berusaha menenangkan Hyuna dan menepuk punggungnya dengan pelan.

Sepuluh menit kemudian mereka bertiga sudah duduk disalah satu bangku taman tak jauh dari tempat mereka tadi. Hyuna merasa kepalanya tiba-tiba pusing dan pandangannya sedikit berkunang.

“Tess,,”ada cairan merah kental yang mengalir dari hidungnya.

“Siall,,”gerutunya sambil menyeka hidungnya dengan pelan.

“Hyuna,, kau,, Ommo hidungmu berdarah.”Jonghyun menatap yoeja disampingnya dengan terkejut, sedang Onew langsung panic dan merogoh semua saku bajunya mencari saputangan, lalu menyeka hidung Hyuna begitu menemukan saputangan disaku celananya.

“Gwencahan oppa,, ini biasa terjadi saat emosiku tak terkontrol dan stress berlebihan seperti sekarang. Makanya aku benci menangis karena membuat hidungku selalu berdarah begini.”terang Hyuna dan mengambil alih saputangan biru dari tangan Onew.

“Mianhe oppa,, jongmal Mianhe,, ternyata Key menyukai Hyejin Unni.”

“Aku sudah menduganya sejak awal Hyuna,, ini bukan salahmu atau salah siapapun.”Onew menatap nanar sekitaranya. Kalau boleh jujur Onew juga ingin menangis saat ini melihat gadis setegar Hyuna terisak didepannya, juga mengetahui tunangan yang diam-diam dicintainya ternyata lebih menyukai dongsaengnya sendiri.

“Its complicated.”ujar Jonghyun dengan nada datar dan terkesan pasrah. Dia ikut sedih melihat yoeja yang sudah dianggap saengnya itu menangis terisak seperti sekarang. Apalagi Hyuna adalah satu-satunya orang yang dengan setia menghibur dan menasehatinya dimasa-masa sulitnya baru-baru ini.

“Sepertinya aku harus membatalkan pertunangan ini dengan segera.”gumam Onew dengan pelan.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “I Knew I Loved You – Part 6”

  1. Huaaa..
    Vii.. Kamu berhasil mengacaukan suasana hatiku.. Apalagi pas bagian mrk di jakarta.. Aaah.. Aku mau nangis kalo inget soal cedera parahnya jjong..
    Aish.. Kacau.. Kacau.. Aku pengen ikutan hyuna nangis jadinya..
    Next ditunggu..

    1. Kalo aq waktu denger Jjong cedera di jkt justru takut. . . Takutnya shinee gx mau balik lagi ke indonesia…hehehe

      Weh. . . Jangan nangis dong Hyooooo…. #tepukbackHyora…

      Trims ya Hyo udd setia sama aku…hahahay mksd-ny sm ff ini deng…wkwkwkw

  2. kyaaa…jjong jd stalker…
    i2 tunanganx dubu cm ngfans sm key kan…??? g suka aplg cnta kan.,???
    kasihan onew kan…kasihan hyuna jg…
    pkke jgn smpe prtnangan onew batal…
    konflik udh mulai muncul nih…
    ayo lanjut…

    1. Iya dong. . Konfliknya udd mulai muncak. . Tinggal tiga part lagi kok..hehehe

      gimana tunangan Onew? Hyuna ,Key dan Jjong? Mari kita tunggu lanjutannya…hahaha

      Trims ya dya. . . Jangan lupa Mampir di part selanjutnya ya?

  3. Lanjut eon,konflik nya makin rumit aja nie,part ini bikin aq menitikan air mata*cielah,bahasa lu*,,OMO,key menyukai hyejin,bagaimana dengan onew dan Hyuna..eonnie, jonghyun sama kyung-in gak balikan lagi kah?..keren eon,

  4. AhhHhhhhhh ….#jambak2rambut
    Ige mwoya?????
    Kau bhasil vii…bikin perasaanku jd ikut teradukaduk ancurlebur ky gini…entah ancur gr siapa? Onew, key, jjong, hyuna, kyung in , hyejin…molla..
    Wlo kmaren d part 5 udh ngira2 bakalan complicated ky gini,tp ttp aja aku blm siap…#ehhh,mksudny??siapague??…lol
    Ada typo,cm dikiiiiiit aja…tunangan»tungan Dilanjut..lanjut…fighting

    1. Widihhhhh.. Nape jambak-jambak rambut gitu sih Niek… Sekarang manggilnya niek ajj apa harus pake niek eon nihh????hahahaha

      ada typo? Maap-maap,,,, anggap jj ciri khas…hehehe

      gumawo niek. . . Selamat bergalau ria yahhh??!!! Huahahahaha

      1. Tserah vi aj dh…
        Pke eon jg boleh…hihi..
        Next ny asap…#banyakmaunya
        Jgn bikin onyu ma key jd musuhann yaaa…klo berantem,boleh deh #ehhh..

      2. Btw, tebakanku bener smua tuh..
        ki tergoda,hyuna skit ati, onew cemburu…
        Mana hadiahnya???ktny mo ksih hdiah…hihihi
        #sodorintangan…

  5. hyunanya mencintai key, tp sayangnya keynya malah suka sama hyejin, dan onewnya mo batalin pertunangannya sama hyejin,,, jonghyun juga lagi sedih .. part ini bikin sedihhh ,, ahhhhh ikut frustasi ..

    berharap : onew gx batalin pertunangannya dengan hyejin , dan mereka saling cinta meskipun hyejin fans beratnya key …
    hyuna and key bisa bahagia juga meskipun banyak cobaan hahhaha
    n_n jonghyun sama kyung in bisa jadian lagi … banyak banget harapannya hhahahah 🙂

    poko’e ditunggu part selanjutnya 🙂

  6. waaahhh…
    sampe berkaca-kaca ni bacanya..
    akhirnya konfilk hyuna-key muncul juga..
    pagi-pagi baca ff ini, bener2 nguras esmosi..
    lanjutkan thor.. jangan lama2 okay? (^o^)v

  7. yaa ak meweek
    si emak” kibum it idih, nih z kasih jari tgah lu udah bikin sakit hati jinkiku #dijambaklocket
    udah part 6, yaah udah ketinggalan brp part nih
    next next next yoo!

  8. maap vi~serbaguna eonn,,lgi ga bisa komen bnyak2.
    Yg jlas feelnya ngena bnget di part ni,,
    cup cup hyuna~
    oke,gitu ajj,,HWAITING!!! dadaaah~*ngacir*

  9. Daebak! Pepatah korea bilang “sarangeun appeun goo” jangan menyerah hyuna…! Dapatkan key,  Oººωн.. benar2 ngena banget ni cerita! Di tunggu ya chingu!

  10. akhirnya masuk juga diinti permasalahan
    key itu cuma mau manas-manasin onew doang khan
    makanya deket2 sma hyejin ???
    iya khan iya khan ?? *maksa*

    demi apa lah hyuna tuh beruntung banget
    dikelilingi 5 namja perfect kaya SHINee
    udh mana pas lagi down dihibur na sma onjong lagi
    huaaaaaaa top 2 fav aku itu *tapi ultimate bias ttp onew*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s