This Fact

THIS FACT

Author                    :          Keyla Cho

Main cast                :          Lee Jinki

Baek Hyori

Support cast            :          Kim Kibum

Lee Sooki

Lenght                    :          Oneshot

Genre                      :         ?

Rating                     :          General

“This fact”

HAPPY READING

“eomma, apa ada tetangga baru di  depan rumah kita? Aku bisa mengerti yang mereka katakan. Apa mereka sama seperti kita?” tanya Jinki sambil menarik-narik baju ibunya yang sedang memasak.

Ibunya menoleh dan tersenyum pada Jinki.

“ne. Sekarang kau akan mendapat teman baru. Eomma dengar anak mereka seumuran denganmu.”

“benarkah eomma?”

Ibunya tersenyum lembut.

Jinki segera berlari keluar. Dia senang mendengar apa yang dikatakan ibunya. Ibunya bilang mereka berasal dari Korea sama seperti Jinki. Dan lagi ada anak yang seumuran dengannya. Jinki baru 3 minggu ini pindah ke Paris, Jinki tidak punya teman. Bukan karena tidak ada anak yang mau berteman dengannya. Di sekolah banyak anak yang selalu mendekatinya. Tapi karena keterbatasan bahasa yang dia miliki, dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Jadi dia merasa lebih baik diam.

“annyeong.” Sapa Jinki pada seorang gadis kecil yang sedang menanam bunga di halaman rumahnya.

Gadis  itu mendongakkan kepalanya lalu tersenyum manis.

Jinki berjongkok lalu mengulurkan tangannya.

“Lee Jinki.”

Gadis berumur 8 tahun itu membalas uluran tangan Jinki.

“annyeong, Baek Hyora imnida.”

Jinki memandang langit-langit kamarnya sambil sesekali tersenyum. Entah kenapa dia selalu ingin tersenyum bila mengingat wanita itu.

“ya! Ada apa denganmu?” tanya seseorang di ambang pintu kamar Jinki.

Jinki menoleh sambil menunjukkan cengirannya.

“cepat kebawah. Kita makan malam.”

Jinki turun dari tempat tidurnya lalu mengikuti wanita yang tak lain adalah kakaknya, Lee Sooki.

“eomma, appa, aku ingin tinggal di Seoul setelah kuliahku selesai. Bolehkan?” tanya Jinki setelah dia sampai di meja makan.

“kenapa?” tanya wanita yang biasa dipanggil eomma itu.

“tidak. Aku hanya ingin saja. Boleh ya? Aku mohon.” Pinta Jinki penuh harap.

Eomma dan Appa Jinki saling melirik. Mereka seperti sedang berbicara lewat mata mereka.

“boleh saja jika kau memang mau.” Ucap appa yang sukses membuat senyum diwajah Jinki mengembang.

“benarkah? Benar eomma?” tanya Jinki meyakinkan.

Ibunya hanya tersenyum.

“hwaaaaa~ eommaku memang baik hati.” Seru Jinki sambil berlari memeluk ibunya lalu dia berlari ke lantai atas.

“Jinki-ya, kau kan belum makan.” Teriak eomma Jinki.

Jinki menoleh kebawah.

“aku tidak lapar. Eomma dan appa makan yang baik ya.” Ucap Jinki manis lalu bergegas masuk ke kamarnya.

Jinki kembali memandang langit-langit kamarnya. Dia menghebuskan nafas lega karena akhirnya niatnya untuk tinggal di negeri ginseng itu akan terlaksana. Tanpa sengaja Jinki melirik ponsel yang tergeletak di meja kecil samping tempat tidurnya. Setelah berfikir sebentar, dia meraih ponsel itu.

Jinki menekan angka 1 yang tertera pada layar ponselnya. Tak lama terdengar suara seseorang dari sebrang telpon.

“yeoboseyo?”

“Hyo-ya, kau sedang apa? Apa kau sibuk?”

“Sepertinya begitu. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan.”

“benarkah? Ah baiklah. Aku tak akan mengganggumu. Makan dengan baik ya. Aku tidak mau mendengar kalau kau sakit. Annye-“

Jinki-ya, maafkan aku.”

“ne?”

“tidak apa-apa. Annyeong.”

###

“apa kau benar-benar akan tinggal di Korea setelah ini?”

“hahaha, iya aku sudah tidak sabar.” Jawab Jinki ceria.

“bagaimana dengan Hyora? Kau sudah memberitahunya?”

“tidak. aku tidak akan memberitahunya.”

“ah, andai aku bisa sepertimu.”

Jinki hanya tersenyum mendengarnya. Pria yang duduk disampingnya saat ini adalah teman baiknya. Dia satu-satunya teman yang berasal dari Korea seperti Jinki. Karena itulah sampai sekarang Jinki berteman baik dengannya. Aiden Kim adalah namanya disini, tapi Jinki lebih nyaman memanggilnya Kim Kibum.

‘drrt..drrt.’

“ya? … ada apa? … ya, ya, aku akan kesana.” Kibum menutup sambungan telponnya. Lalu bergegas.

“nenek sihir itu selalu saja menggangguku. Aku pergi dulu ya Jinki-ya.”

Jinki terkekeh mendengar ucapan Kibum. Jinki tau dengan pasti bahwa seseorang yang dipanggil nenek sihir itu adalah tunangannya. Tunangan yang dia dapat dari sebuah perjodohan yang dilakukan kakeknya secara diam-diam. Dari panggilan yang diberikan oleh Kibum kalian pasti sudah tahu bahwa dia tidak menyukainya.

###

Seminggu yang lalu adalah hari kelulusan Jinki dari universitas. Hari yang sangat ia tunggu-tunggu sejak 5 tahun lalu.

“kenapa kau tidak bilang padaku sebelumnya?” tanya Jinki menatap Hyora.

“maafkan aku. Aku tidak tau kami akan pindah. Dan aku juga tidak tahu kalau orang tuaku sudah mendaftarkan aku ke universitas di Korea.”

“kalau begitu aku juga akan mendaftar kuliah disana. Dan akan tinggal bersama denganmu disana.”

“tidak bisa. Keluargamu ada disini. Dan kau juga sudah mendapat surat penerimaan mahasiswa baru bukan? Jangan sia-siakan itu.”

Jinki terdiam.

“kita masih bisa behubungan bukan? Kapan-kapan aku akan berkunjung kesini. Dan kau juga bisa ke Korea mengunjungiku.” Hyora berusaha membujuk Jinki.

“baiklah, aku mengerti.”

 

Sejak saat itu Jinki dan Hyora tinggal terpisah. Dan sampai saat ini Jinki belum mengetahui alasan kenapa Hyora dan keluarganya kembali ke Korea.

“Kenapa kau tidak langsung tinggal disana? Kau ini ribet sekali sih.” Ucap Sooki sambil memperhatikan Jinki.

“aku ingin lihat-lihat dulu dan mencari tempat yang bagus untuk aku tinggali nantinya.” Jawab Jinki yang masih sibuk dengan kopernya. Mengecek takut-takut ada yang kurang.

“baguslah kalau itu niatmu.” Gumam Sooki lalu meninggalkan kamar Jinki.

Setelah merasa cukup, Jinki memakai jaketnya lalu bergegas turun membawa koper kecilnya.

“eomma, aku pergi dulu. Aku mau mencari apartement disana. Dan nanti aku akan kembali kesini membawa barang lain yang akan aku butuhkan.”

“Hati-hati. Jangan sampai kau melakukan hal-hal yang buruk disana.”

“tenang saja. Aku adalah pria yang baik.” Jinki memeluk ibunya erat.

“cepat,  kau hampir terlambat. Taxi mu sudah menunggu.” Ucap Sooki sambil menepuk bahu Jinki.

“baiklah, aku pergi dulu. Annyeong.”

Jinki melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam taxi.

###

Jinki menarik nafas panjang setelah keluar dari bandara. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan dia akhirnya sampai di Korea.

Jinki berlari kecil menuju jalan lalu menyetop taxi dan bergegas masuk.

Saat dilampu merah, Jinki melihat sosok wanita yang familiar di dalam mobil yang berlawanan arah dengannya. Senyum diwajah Jinki mengembang. Dia yakin itu Hyora-nya.

Lampu lalu lintas berganti hijau, mobil-mobilpun kembali bergerak. Dengan cepat Jinki meminta sopir untuk merubah arah dan mengikuti mobil yang dinaiki Hyora.

Sepanjang perjalanannya mengikuti Hyora, Jinki tak henti-hentinya menekan angka 1 di ponselnya. Namun tidak seperti yang dia harapkan, ponsel Hyora tetap tidak aktif. Tak lama mobil yang dinaiki Hyora berhenti. Begitupun dengan taxi yang dinaikinya.

Melihat tuan Baek, ayah Hyora, turun dari mobil dan akan membukakan pintu untuk Hyora, Jinki bersiap untuk keluar. Tapi sesuatu menghentikannya.

Baek Hyora, wanita yang sangat dirindukannya itu keluar dari mobil dengan menggenakan gaun putih Dan membawa sebuket bunga ditangannya. Perasaan Jinki mulai tidak enak. Terlebih saat dia menyadari bahwa mereka berhenti di depan sebuah gereja dan suasananya cukup ramai.

Jinki terdiam.

Dia terus memperhatikan wanita itu dari dalam mobil. Menunggu apa yang akan dia lihat selanjutnya.

Terlihat tuan Baek menghampiri Hyori, lalu membelai wajahnya dan menggumamkan sesuatu. Jinki tidak bisa menangkap apa yang dibicarakan tuan Baek. Fikirannya terlalu penuh dengan rasa khawatir.

Jinki tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Atau mungkin lebih tepatnya, dia tidak mau mengerti atas apa yang telah otaknya simpulkan. Itu tidak mungkin bukan? Hyora tidak mungkin melakukan itu bukan? Pertanyaan itu yang terus ia tanyakan pada dirinya sendiri.

Selang beberapa saat, Jinki turun dari dalam taxi. Dia berjalan perlahan menuju gereja itu. Dia berjalan sambil menunduk dalam Dan terus berdo’a. Sampai di ambang pintu, Jinki mencoba mengangkat kepalanya. Dan melihat lurus ke dalam ruangan.

Deg

Jinki membeku.

Matanya dan mata Hyori bertemu. Ruangan sangat riuh, tapi yang mereka berdua rasakan hanyalah kesunyian.

 

Jinki mengintip Hyora yang sedang berdo’a di dalam gereja. Dia tersenyum lalu berjalan masuk secara perlahan. Tentu saja Hyora tidak menyadarinya.

“apa yang kau inginkan?” tanya Jinki saat melihat Hyori selesai.

Hyori langsung menoleh pada Jinki.

Jinki menghampiri Hyori lalu menggenggam tanyanya. Dia memejamkan tangannya dan menggumamkan sesuatu dalam hatinya. Hyora hanya diam sambil memandang wajah namja nya itu.

“apa yang kau inginkan dalam do’amu?” tanya Hyora setelah mereka selesai.

“aku ingin kita berdiri disini dan mengucapkan janji sehidup semati suatu saat nanti.”

“benarkah?”

“lalu kau? apa yang kau inginkan?”

“aku harap aku akan menikah dengan seorang pangeran tampan.”

“mwoya? Kau curang. Aku kan berharap kau yang menikah denganku, tapi kau-“

“mungkin seharusnya tadi aku bilang ayam yang jelek yah?”

“mwo?”

“habis kalau aku bilang pangeran tampan kau tidak-“

“ara, ara, aku ini adalah pangeran tampan.”

“kau ayam jelek.” Hyora menjulurkan lidahnya.

Jinki pura-pura marah lalu mengejar Hyora yangberlari  keluar dari gereja.

 

###

Jinki duduk termenung di salah satu bangku di dalam gereja . Tempat dimana dia dan Hyora sering berdo’a  bersama. Tempat mereka menyimpan harapan. Tapi kali ini rasanya jauh berbeda. Bukan harapan yang ada, tapi hanya kekecewaan.

Setelah kejadian tadi Jinki langsung pergi tanpa ada kata yang terucap dari bibir mereka masing-masing. Jinki memang merasa ragu awalnya, tapi setelah dia meyakinkan dengan bertanya pada orang-orang disekitar gereja, ternyata itu memang benar. Nama wanita yang menikah disini tadi siang adalah Baek Hyora.

Jinki kembali meneteskan air matanya dalam diam. Tubuhnya tidak bergerak sedikitpun, hanya air matanya yang mengalir. Terlalu cengeng memang, tapi dia tidak bisa menahan air mata yang terus mendesak untuk keluar setiap dia mengingat Hyora.

Baek Hyora. Atau mungkin, sekarang Kim Hyora. wanita yang telah 15 tahun kebelakang telah menemaninya, berbagi kesenangan bersama, berbagi kesedihan bersama, dan juga berbagi kasih sayang dengannya, kini telah menjadi milik orang lain. Senyum manis yang selalu ditunjukannya, mata indah yang selalu berbinar, tangan lembut yang selalu membelainya, kini itu semua milik orang lain. Jinki tidak berhak mengharapkannya kembali. Tapi Jinki juga tida bisa melepas cintanya begitu saja.

“tuhan, kenapa begini? Beribu-ribu harapan yang aku buat, kini hancur oleh satu kenyataan dan aku mungkin akan mempunyai trauma untuk berharap.” Jinki menertawai dirinya sendiri dalam tangis. “15 tahun bersama. Selama itu pula cintaku terus tumbuh sampai akhirnya seperti sekarang. Tapi sepertinya itu tidak berarti apa-apa jika kau tidak mentakdirkan kami untuk bersama. Tak apa jika aku tidak bersamanya. Asalkan dia bisa bahagia dan hidup dengan baik untuk esok dan esok lagi, aku berjanji akan melepasnya. Aku melepasnya karena aku mencintainya. Mencintai dirinya dan kebahagiaannya.”

FIN

Halo, Keyla Cho balik lagi 😀

Ceritanya gaje tapi masih aja saya kirim. *bow*

Bagaimanapun saya butuh komen .

Koreksi dan kritik ff saya .

Gomawo~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “This Fact”

  1. A WHAT?*ganyante*
    ntu hyora kawin ma key ya?ya ga?yakan?*ditendang*
    tpi sbnernya tuh hyora /hyori ya?
    kacian jinki oppa…

    good ff.

  2. Hyora atau Hyori? Pas kecil mereka tinggal di Prancis atau Korea?

    aku suka bahasanya, ringan tapi mudah dimengerti. Hoho, jadi ternyata tunangannya Key itu si cewek ya? Dunia memang sempit yaa 😀

  3. nyeseeeeeek T.T
    bang dubu sama aku aja yuk, aku setia loooooh *kedap-kedip genit*
    #ditendang mvp

    ngerti sih tapi itu alurnya agak kecepetan. Ini ada flashbacknya jg bukan sih? masi rada bingung #reader lemot -,-

    aku suka kok 😀

  4. Bgs koq thor
    Cma td aku rada bingung am alur ceritanya trus siapa yg lg ngomong kekkeke
    Kasihan dubunya
    Thor bkin after storynya biar s dubu gk sendirian 😀

  5. Nyesek T-T.

    Um..aku ada satu pertanyaan, si Hyora nikah sama Kibum ya? Namanya kok jadi Kim Hyora? #MaapKepo-_-.

    Good job thor~. Keep writing~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s