Talk To Love – Part 6

Talk To Love Part 6

Title                 : Talk To Love

Author              : EmoonKey_Kyu

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka

Lenght             : Chaptered 6/10

Genre              : Romance (maybe), friendship

Rate                 : PG-16

Summary        : Love come to you without permission.

 

A.N                 : Annyeong ^^ Mian kalo banyak typo trus gaje, postnya lama? Eheheh, soalnya nungguni part 1 di post dulu makanya part 6 aku kirim. So, happy reading and chinguyaaaa ^0^//*

Ps: gomawo buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^

 

Talk To Love

“Ahjumma, kenapa ahjumma meminta saya untuk merahasiakan semua ini? Bukankah ini kabar baik kalau Hye Bin tahu ahjumma sudah sadar?” tanya Jonghyun penuh tanda tanya di kepalanya. Bagaimana bisa ibu Hye Bin ingin merahasiakan kalau dirinya sudah sadar 2 minggu yang lalu? Hye Bin pasti akan merasa sangat senang kalau tahu ibunya sudah sadar sejak lama.

Ibu Hye Bin tersenyum, mengangkat kulit pipinya yang belum terlihat keriput untuk seumurannya. “Hampir setiap hari akau mendengar cerita dari Hye Bin ataupun Kibum. Semuanya menyimpulkan kalau mereka sudah saling mencintai, tapi yah sepertinya Tuhan salah menempatkan orang.” Jonghyun mengeryitkan alisnya bingung. “Dua manusia bodoh Dia satukan dengan cara seperti ini. Menggelikan, mereka sama-sama tidak menyadari perasaan masing-masing. Yang satu takut kalau akan terluka sedang yang satu takut membuatnya terluka.” Lanjut ibu Hye Bin dengan senyumnya yang anggun, persis seperti Hye Bin. Mau tak mau Jonghyun ikut tersenyum.

“Hye Bin bukanlah orang yang mudah terbuka dengan orang lain, tapi untuk Kibum pengecualian. Meskipun aku tertidur tapi aku bisa mendengar suara Hye Bin yang menceritakan tentang suaminya dengan nada yang sumringah. Sedangkan Kibum, aku sedikit kecewa dengan sikapnya akhir-akhir ini. Dia menceritakan semua yang terjadi padaku, berbeda dengan Hye Bin. Kibum mengatakan semuanya dengan sedikit tertekan tapi ada nada kebahagiaan di dalamnya.” Ibu Hye Bin kemudian melihat Jonghyun serius. “Aku dengar darinya kalau yeojachingunya akan kembali ke Korea. Keuraechi?”

“Hah ahjumma-nim, ahjumma tahu lebih banyak dariku.” Ucapnya sambil terkekeh lalu mengangguk. “Ne, kemarin dia bilang padaku kalau Yura akan kembali hari ini.” Jawab Jonghyun lalu melihat ke arah jam tangannya. “Sepertinya malah dia sudah sampai.”

“Haah, keuraechi? Tapi kau bisa merahasiakan semua ini kan?” Jonghyun berfikir sebentar “Aku percaya padamu, aku yakin kau bisa meyakinkan ke dua manusia bodoh itu. Dan kalau bisa..” “..kalau bisa, kau bisa menjadi tempat Hye Bin untuk mengeluarkan segala perasaannya kalau Kibum benar-benar membuatnya terluka. Aku tahu ini sedikit aneh mengingat kalau kau adalah sahabat dekat dari Kibum, tapi hanya kau dan Minseo-sshi yang tahu kalau aku sudah sadar.” Lanjut ibu Hye Bin sambil menggenggam tangan Jonghyun penuh harap.

Jonghyun sedikit ragu untuk mengatakannya tapi kemudian dia mengangguk pelan. “Aku akan berusaha, ahjumma. Tapi kenapa ahjumma begitu mempertahankan hubungan mereka kalau ahjumma tahu Kibum membuat ahjumma kecewa?”

Lagi-lagi ibu Hye Bin tersenyum. “Aku menyukai kejujurannya. Dia bisa begitu jujur padaku, dan itu membuktikan kalau memang dia ingin memperlakukan Hye Bin dengan baik dan tidak ingin membuat Hye Bin terluka.” Ibu Hye Bin melihat ke arah jendela, melihat kota Seoul yang sebentar lagi akan terkena guyuran hujan. “Aku tahu kalau Hye Bin melakukan semua ini karena aku. Aku ingin dia bahagia bersama pria yang dia cintai yaitu suaminya, Kim Kibum.”

@@@@@@@@@@@

Key menunggu di dalam Hyundai miliknya. Seharusnya gadis yang dia tunggu sudah terlihat sekitar 15 menit yang lalu. sekarang sudah hampir malam tapi gadis yang ditunggunya belum juga muncul.

“Aissh, kemana gadis itu?” gerutunya berulang kali. Sambil melihat keluar jendela “Sepertinya sekarang Seoul sedang hujan.”

“Hello Hello nareumdaero yonggil naessoyo. Hello hello..” Key mengambil ponselnya yang ada di dashboard mobil.

“Pooh?” gumamnya ketika mengetahui siapa yang meneleponnya pada layar ponsel.

“Yeoboseyo.”

“Boo, bisakah kau menjemputku? Aku tidak bisa pulang, Seoul sedang hujan deras.” Suara Hye Bin terdengar sedikit samar karena memang sedikit terhalang derasnya suara hujan.

“Jinjja-yo? Kau jangan kemana-mana, aku akan segera kesana.” Jawab Key cepat sedikit kawatir lalu menutup ponselnya. Key berniat menyalakan mesin mobil tepat ketika seorang gadis mengetuk kaca jendela mobil miliknya. Key menurunkan kaca jendelanya.

“Oppa, sudah menunggu lama?” tanya gadis itu lalu tanpa ragu berjalan ke belakang mobil membawa koper miliknya. Key terdiam, apa yang harus dia lakukan? “Oppa, buka bagasinya!!” teriak gadis itu dari luar. Key lalu mengangguk kikuk.

“Hehe, oppa. Mianhae kau menungguku lama, aku tadi dari toilet dulu.” Kata gadis itu melihat Key di sebelahnya. Tanpa ragu gadis itu menyandarkan kepalanya ke lengan Key yang sedang menyetir. “Oppa, aku dengar kau sudah menikah? Benarkah?” tanya gadis itu mendongak.

“Yura-ya, opp-“

“Keuraeyo, aku tak peduli apa statusmu sekarang. Yang pasti kau masih Key oppa-ku yang dulu kan.” Potong gadis yang bernama Yura itu lalu melihat-lihat koleksi kaset milik Key yang tertata rapi di depannya, Key tersenyum. “Ini F(X) yang baru? Aigooo, aku belum sempat mendengarkannya.” Ujar Yura lalu memainkan Pinnochio dari F(X) sedikit keras. Key sesekali menyanyikan part lagu itu bersama Yura sambil tertawa. “Hoam, aku ngantuk.” Ucap Yura tiba-tiba. Key menghentikan tawanya.

Key melihat Yura di sebelahnya hampir terlelap lalu tersenyum dan mengacak rambut gadis itu lembut. “Tidurlah kalau begitu.” Yura mengangguk lalu memejamkan matanya.

@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin mendapat tugas tambahan dari dosen pembimbingnya hari ini karena beberapa hari yang lalu dia tidak masuk karena menemani Key waktu itu. Nikka sudah pulang dari tadi, dia harus ke dokter hewan. Dia bilang kalau Milky sedang sakit karena keracunan susu basi yang dia simpan di lemari es 1 bulan yang lalu. Hye Bin sedikit heran dengan Nikka, Nikka itu alergi kucing. Tapi demi Hyun Jin dia rela merawat Milky, padahal Hyun Jin sedang ada di Amerika dan akan ikut pulang ke Seoul 1 minggu lagi.

“Aigoo, sepertinya hujan belum berhenti.” Gumamnya sambil mengadahkan kepalanya ke atas. Suasana kampusnya mendadak menjadi sedikit horor menurutnya. Tapi beruntung kalau dia bukanlah manusia satu-satunya di sini. Masih banyak mahasiswa yang belum pulang, malah ada yang baru saja akan masuk mengikuti pelajaran. Meski Hye Bin lebih menyukai design dari pada bisnis, dia memilih untuk ikut bisnis meski akhirnya dia ikut kursus kilat pada Nikka yang mengambil jurusan design.

“Hye Bin-sshi, kanapa tidak minta jemput suamimu saja.” Ucap seorang gadis di belakangnya yang juga kebetulan ada di sana.

“Sepertinya dia sibuk.” Jawab Hye Bin tersenyum. “Kau menunggu siapa Ryu-sshi?”

“Sesibuk apapun, seorang suami harusnya menjaga istrinya. Aku yakin kalau Key-sshi akan menjemputmu. Dia terlihat sangat mencintaimu di foto-foto waktu itu.” ujar gadis itu yang membuat Hye Bin tersipu. “Aku menunggu tunanganku.”

“Tunangan? Maksudmu So Hyun?” tanya Nikka memastikan. Gadis bernama Ryu itu mengangguk mantap. “Keurae, aku akan mencobanya.” Jawab Hye Bin pada akhirnya sambil tersenyum.

“Sepertinya aku sudah di jemput.” ucap gadis itu saat ada seorang namja yang membawa payung menghampiri mereka. Ryu langsung memeluk namja itu ketika namja itu sudah ada di depan mereka. “Ah, yeobo perkenalkan. Ini Choi Hye Bin. Hye Bin-sshi, ini Kim So Hyun. Seharusnya kalian sudah tahu satu sama lain.” So Hyun dan Hye Bin tersenyum bersamaan.

“Aku tahu siapa kau. Istri SHINee Key. Keuchi?” Hye Bin mengangguk sambil terkekeh.

“Dan kau Song Sam Dong Dream High. Keuchi?” So Hyun menjawabnya dengan anggukan kecil.

“Benarkan dugaanku kalau kalian sudah saling kenal. Kurae kami pamit dulu Hye Bin-sshi.” Pamit Ryu

“Bangapseumnida Hye Bin-sshi, annyeong gyeseyo.” Lanjut So Hyun sambil tersenyum dan mengambil payung miliknya yang tadi dia letakkan di bawah.

“Ne, annyeong.” Sahut Hye Bin melihat pasangan ini berjalan menuju mobil meninggalkannya.

Setelah pasangan yang menurutnya sangat mesra itu pergi, Hye Bin merogoh saku tas untuk mencari BB miliknya. Dia akan mencoba saran Ryu barusan, apa salahnya mencoba? Toh sebelum mereka menikah sampai sekarang, kadang Key menjemputnya kalau tidak ada jadwal. Tapi itu atas inisiatif Key sendiri, bukan Hye Bin. Hye Bin memenceti keypad BB miliknya dengan lincah yang menghasilkan rangkaian nomor yang sudah sangat dia hafal di luar kepala.

“Yeoboseyo.” Sahut suara dari seberang

“Boo, bisakah kau menjemputku? Aku tidak bisa pulang, Seoul sedang hujan deras.” Hye Bin mengeraskan volume suaranya karena hujan memang semakin lebat.

“Jinjja-yo? Kau jangan kemana-mana, aku akan segera kesana.” Jawab Key cepat sebelum menutup telepon yang di sambut anggukan semangat Hye Bin.

Tanpa sadar Hye Bin tersenyum, membayangkan suara Key yang tadi terdengar sedikit khawatir membuatnya senang. Itu artinya Key perhatian dan peduli padanya bukan? “Semoga tidak ada petir hari ini. Aigoo, aku adalah gadis paling beruntung seduuuuuuunia.” Ujarnya girang. “Hajiman, aku tidak salah berpikiran seperti ini kan? Ahni, aku tidak salah. Kim Kibum itu pria baik, dia suami yang baik karena dia mau menjemputku walapun sekarang sedang hujan deras seperti ini.” Lanjutnya lagi sambil tersenyum geli. “Aku tidak akan kemana-mana, Boo. Aku akan menunggumu di sini.”

@@@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin berkali-kali melihat jam putih di pergelangan tangannya. Tubuhnya hampir membeku karena dari tadi hanya berdiri di tempat itu dan tersapu air hujan yang terbawa angin. Sesekali dia mengusap-usap lengannya untuk membuat tubuhnya tetap hangat.

“Boo, jebal. Buatlah aku percaya padamu!” gumamnya serak. Hujan sebenarnya tadi sempat berhenti tapi sekarang sudah hujan lagi. Seharusnya Hye Bin memutuskan untuk pulang dari tadi, tapi dia tak melakukannya.

Suasana kampus sekarang sudah sangat sepi. Sekarang sudah pukul 9 malam dan mahasiswa lain sudah pulang saat hujan tadi reda. Hujan saat ini tidak seburuk tadi sore, hanya guyuran ringan tapi tetap saja kalau nekat bisa kena flu. Hye Bin menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya mencoba untuk tetap merasa hangat. Rambut dan bajunya sudah setengah basah, bahkan dari tadi dia sudah bersin berkali-kali.

“Keurae, akan ku hitung sampai 10. Kalau kau tidak datang, aku akan pulang sendiri!!” ucapnya mantap lalu memejamkan matanya. “Hana… dul…set…net…dasot…yosot…ilgop…yodol…ahop…yol.” perlahan-lahan Hye Bin membuka matanya. Nihil. Tak seorangpun dia lihat di sini. Perlahan-lahan pandangannya kabur tertutupi air mata yang sudah berlomba-lomba untuk keluar. “Micyeo!!”

@@@@@@@@@@@@@@@

“Oppa, aku sudah lama tidak makan bersamamu seperti ini. Kau tetap terlihat manis saat makan.” Ujar Yura memperhatikan Key yang sedang menikmati hotdog di depannya. Key hanya tersenyum dan melanjutkan makannya. Yura melihat keluar jendela. “Aigoo, kenapa hujannya belum berhenti juga.” Gerutunya.

Key ikut memperhatikan keadaan luar jendela. “Emm, tadi sudah reda bukan?”

“Ck, hujan hanya berhenti sekitar 10 menit lalu kembali hujan sampai sekarang. Aku yakin ketinggian sungai Han sudah bertambah banyak karena hujan hari ini.” Decak Yura. “Oppa, istrimu bagaimana?”

Key mendongak mendengar pertanyaan Yura barusan. Istri? Bingo! Mendadak Key insomnia kalau dia sudah beristri dan seingatnya tadi dia menyuruh Hye Bin untuk menunggunya di kampus. “Apa dia masih disana?” gumamnya sendiri.

“Mwo? Apa yang kau katakan oppa?”

“Ahni, emm makananmu sudah habis kan? Lebih baik kita segera pulang, aku yakin kau lelah. Kajja!!”

@@@@@@@@@@@@@@@

Key mempercepat laju mobilnya membelah jalanan kota Seoul yang masih di guyur hujan ringan. “Seharusnya dia sudah pulang! Aigoo Kim Kibum, neo jeongmal babo gateun! Bagaimana bisa kau melupakan istrimu sendiri!! Hah, suami macam apa kau ini! Baka!!” umpatnya pada dirinya sendiri sambil mengacak-acalk rambutnya. Memasuki daerah Gangnam dia semakin mempercepat laju mobilnya. Key menghentikan mobilnya di depan gerbang rumahnya dan mengambil payung yang tadi dia gunakan. Key menghentikan langkahnya di halaman rumah karena menangkap sesuatu yang ganjil. “Chakamanneyo, kenapa lampunya belum ada yang menyala? Jangan bilang kalau Hye Bin masih di sana? Aaaa, maldo andwe!! Dia pasti sudah minum teh di dalam dan bersiap-siap memarahiku!! Ini tipuan Key!!” ucapnya mencoba berfikir jernih lalu melanjutkan jalannya kembali.

“KIM HYE BIN!!!!!” pekiknya langsung berlari mengampiri tubuh pucat yang tergeletak di depan pintu tanpa memperdulikan kalau kondisi tubuhnya sudah basah karena melupakan payungnya. “Yaak, Kim ahni Jung, aissh Choi Hye Bin. Ireona!! Yaaa!!” Key panik menepuk-nepuk pipi Hye Bin yang dingin dan bibirnya yang mulai membiru. Key mengambil kunci rumah di saku celananya dan menggendong Hye Bin masuk ke dalam.

Key membaringkan tubuh Hye Bin di kamar Hye Bin dan melepas jaket juga mantel yang Hye Bin gunakan, karena memang kondisinya sudah basah lalu menutupi seluruh tubuh Hye Bin dengan selimut tebal. “Eotteokhae??” Key mondar-mandir, bingung apa yang harus dia lakukan. Cepat-cepat dia mengambil ponselnya. “Ahni, manamungkin aku minta umma untuk menggantikan bajunya? Apa yang akan umma katakan?” gurutunya meletakkan ponsel itu. Dia kembali melihat tubuh Hye Bin yang menggigil. “Ah, Nikka. Iya..” dia mulai mencari ponsel Hye Bin di tas yang tadi dia pakai. “Ahni, sama saja ini namanya, dia punya dendam denganku! Onew hyung? Jonghyun hyung? Minho? Taemin? Maldo andwe!!!Eotteokhae????”

“D-dingin!!” rancau Hye Bin gemetar.

Key merosot ke lantai. “Kalau aku panggil dokter, sama saja. Mereka pasti akan menyuruhku untuk mengganti baju Hye Bin dulu dan mengecapku sebagai suami tak bertanggung jawab! Suster? Sama saja. Ah, Yura!!” Key kembali mengambil ponselnya. Baru saja dia memencet tombol hijau, langsung dia tekan tombol merah. “Aku gila!!!” umpatnya lalu memperhatikan Hye Bin yang masih menggigil. Key melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian dan mengambil beberapa potong pakaian lalu meletakkannya di sebelah Hye Bin. “Mianhae, Pooh. Kau bisa membunuhku nanti, yang penting kau sembuh dulu.” Ucapnya sambil membungkuk. Ragu-ragu Key membuka selimut yang menutupi tubuh Hye Bin.

“D-dingin!” rancau Hye Bin lagi ketika Key menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.

Key mengelus dahi Hye Bin lembut. “Sabarlah, Pooh. Sebentar lagi selesai.” Jawabnya ragu lalu melanjutkan pelerjaannya (?) lagi. “Kim Kibum, kau bisa!!” ucapnya mencoba tetap fokus pada tujuannya semula. Mencoba menghapus pikiran-pikiran kotor yang mulai meracuninya, kadang tangannya berhenti di suatu titik. “Kim Kibum, kau bisa!! Sekarang tinggal memakaikan ini, ahni ini rumit, tidak usah saja!!!” lanjutnya lagi geleng-geleng lalu membuang bra Hye Bin ke sembarang tempat. “Dia bisa membunuhmu kalau sampai kau melakukan sesuatu yang aneh Kibum-a!!” ucapnya lagi saat hampir selesai. Key mengusap dadanya beberapa kali dan mencoba mengatur napasnya yang tak beraturan. “Setidaknya ini membuktikan kalau kau masih normal!!”

Key memperhatikan tubuh Hye Bin yang sudah terbungkus piyama biru panjang yang membuat Hye Bin lebih hangat. Kemudian dia duduk di samping ranjang itu. “Omona! Ranjangnya basah, aigoo.” Key cepat-cepat menyentuh punggung Hye Bin, takut kalau dia harus mengulangi dari awal, yang tadi saja sudah membuatnya hampir mati. “Ah, syukurlah. Lebih baik aku bawa ke kamarku saja.” Key lalu menggendong tubuh Hye Bin ke kamar miliknya.

“Nah, disini lebih hangat.” Ucapnya setelah membenarkan posisi selimut supaya Hye Bin lebih hangat lalu menaikkan suhu ruangan. Key mengambil termometer electric di laci mejanya dan meletakkannya di telinga Hye Bin. “Mwo? 38o c?” pekiknya kaget lalu buru-buru menuju dapur. Lagi-lagi dia mengacak rambutnya frustasi, saat member SHINee sakit dia sudah biasa merawat mereka dengn baik. Tapi kali ini aneh rasanya, apa lagi setelah acara mengganti baju tadi membuat Key sedikit….linglung.

Key kembali dengan baskom di tangannya. Dia memeras kain putih itu lalu meletakkannya di dahi Hye Bin. “Setidaknya ini akan menurunkan demamnya.” Ucapnya pelan lalu (lagi-lagi) keluar kamar menuju kamar Hye Bin. Key memunguti pakain dan seprai milik Hye Bin tadi yang basah dan menaruhnya di keranjang pakaian. “Huuh, melihat yang tadi membuat kapalaku pusing!” gerutunya lalu kembali ke kamarnya. Key kembali mengecek suhu tubuh Hye Bin. “37,5o c.” ….. “34,7oc” “33,9oc”…. “33,2oc” Key menguap beberapa kali. Ini sudah hampir jam 3 pagi dan dia sama sekali tidak tertidur. Key membaringkan tubuhnya di samping Hye Bin dan ikut memakai selimut. “Kuharap kau tidak membunuhku besok, My Boo. Get well soon.” ucapnya mengangakat kompresan lalu mencium kening Hye Bin dan kembali meletakkan kompresan itu di kening Hye Bin lagi.

@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin menggeliat kecil dari tidurnya. “Aaaah, kepalaku pusing.” Ucapnya pelan masih menggeliat. Hye Bin membuka matanya dan melihat ke langit-langit atap. “Dimana aku?”

“Hmmmmm.” Hye Bin menoleh ke arah samping karena merasa dirinya tidak sedang sendiri. Dan benar saja, Key sedang tidur di sampingnya. Lebih tepatnya memeluk perut Hye Bin.

Hye Bin mengambil kain kompresan yang masih menempel di dahinya dan meletakkan di sembarang tempat. “Aigoo, semalam apa yang terjadi?” gumamnya pelan melepaskan pelukan Key sambil mencoba untuk duduk. “Hatchiiii..”

Key langsung terbangun ketika mendengar Hye Bin bersin. “Aaah, kau sudah bangun?” tanya Key ikutan duduk sambil mengucek-ucek matanya. Key mnyentuh dahi Hye Bin dengan punggung tangannya. “Demammu sudah turun. Bagaimana rasanya sekarang?”

Hye Bin menatap Key jengkel dan melepaskan tangan Key dari dahinya. “Aku baik-baik saja. Jangan pedulikan aku!” ucap Hye Bin sedikit berteriak dan membuat Key menaikkan satu alisnya. “Apa? Karena kau, aku sakit seperti ini, huh! Jangan menyentuhku!” Key kembali menarik tangannya yang berniat memeluk Hye Bin. “Kau tahu? Aku menunggumu 3 jam ahni 4 jam di sana! Kenapa aku bisa percaya padamu? Aku seperti orang gila di sana sendirian, kehujanan, kedingina. A-aku takut sendirian! Aku takut gelap! Aku takut kalau kau tidak menjemputku! Aku takut kalau aku tidak bisa percaya lagi padamu! Aku taku-”

Key langsung memeluk tubuh Hye Bin yang mulai bergetar “Uljima~~. Mianhae karena kemarin aku tidak menjemputmu. Aku ada urusan mendadak dan lupa menghubungimu. Mianhae.” Key mengelus-elus rambut Hye Bin dalam dekapannya. Merasa bersalah karena kejadian kemarin. Bagaimana bisa dia melupakan Hye Bin karena Yura? Ibu Hye Bin pasti akan marah kalau mendengar ini semua. “Lain kali, aku tidak akan seperti itu.” lanjutnya lagi. Hye Bin mendongak menatap mata Key. “Aku janji.”

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin langsung berlari masuk ke kamarnya saat Key bilang kalau dialah yang mengantikan bajunya. Hye Bin menggigit bibir bawahnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Berarti Key sudah tahu bagaimana bentuk tubuhnya? “ANDWEEEEEEE!!!!!! Umaaaaaaaa, huweee. Hiks hiks…”

“Tok tok tok” suara pintu di ketuk.

“Yaak Kim Hye Bin! Neo gwenchana? Waeirae?” tanya Key dari luar.

Hye Bin menoleh ke arah pintu lalu melemparkan bantalnya. “BRUKKKK”. “Jangan menemuiku selama 1 minggu Kim Kibum!!!!!” teriak Hye Bin langsung menenggelamkan kembali kepalanya ke bantal. “Apa yang akan aku lakukan?” gerutunya sambil berguling-guling tidak jelas di ranjangnya. Rasanya malu ketika mengetahui ada orang lain terlebih seorang laki-laki melihat tubuhnya sendiri. Walaupun Key itu suaminya, tapi ini tentu beda kasusnya dengan yang orang lain pikirkan. Mereka saja belum pernah benar-benar berciuman. Rasanya dunia mau runtuh saat ini juga “Aku mau mati saat ini juga!!! Umaaaa!!” umpat Hye Bin lagi. Keadaannya bisa di bilang mengenaskan. Baju berantakan, rambut acak-acakan, ingus dan air mata bercampur kemana-mana. Keadaan kamarnyapun sama, mengerikan!! Setidaknya Key harus bersyukur karena Hye Bin tidak jadi membunuhnya. “Kim Kibum jelek, baka, tak berperasaan, babo, micyeo, nappeun, pyeontae namja!!!”

Key menempelkan telinganya ke pintu kamar Hye Bin. Sesekali dia tertawa mendengar umpatan Hye Bin. “Aissh, seharusnya dia berterima kasih karena aku menyelamatkan hidupnya kemarin. Cih, bukannya mengumpatku seperti ini. Apa pula Pyeontae namja? Aku sama sekali bukan pria mesum!!” gerutu Key lalu berjalan kembali menuju dapur.

Key merapikan mangkuk kotor bekas sarapannya dengan Hye Bin barusan. “Buburnya saja masih penuh begini!” ucapnya ketika mengambil mangkuk milik Hye Bin. Key mengelap meja makan yang sekarang bentuknya sudah mengenaskan, semburan bubur di mana-mana. Bagaimana tidak? Tadi saat Hye Bin bertanya siapa yang menggantikan bajunya, mereka sedang sarapan. Dan saat Key menjawabnya, BYURRR bubur di mulut Hye Bin langsung menyebar mencari tempat yang nyaman termasuk ke baju yang Key pakai sekarang. Setelah itu Hye Bin langsung berlari ke kamarnya dan sekarang tinggalah Key yang merapikan sisa makanannya, ck kasihan bukan?

“Hello Hello nareumdaero yonggil naessoyo. Hello hello..” Key mengambil ponsel miliknya di meja makan.

“Yeoboseyo.” Ucapnya mengapit ponsel itu dengan telinga dan bahunya karena sekarang dia sedang mencuci mangkuk yang tadi.

“Yaaa, eodiseo? Kita harus ke mubank untuk reherseal sekarang.” Jawab Onew dari seberang.

“Aku akan kesana 1 jam lagi. Kalian duluan saja.”

“Memangnya kau sedang apa?”

“Hanya cuci piring. Aku belum mandi juga.” Jawab Key melepas sarung tangan kemudian mengambil ponsel itu dari bahunya. “Hye Bin sakit makanya aku harus merawatnya.”

“Mwo? Sakit apa dia? Sekarang keadaannya baik-baik saja kan?”

“Kemarin dia kehujanan dan semalam demam tinggi. Kalau sekarang sepertinya sudah baik.”

“Cih kau ini. Bagaiman bisa kemarin kehujanan, huh!” Key menjauhkan benda itu dari telinganya “Bukankan kemarin aku memberikanmu libur, seharusnya kau gunakan untuk istirahat di rumah bersama istrimu!!” pekik Onew.

“Ck, arra arra. Kemarin aku ke Incheon, ada urusan penting makanya aku tidak sempat menjemputnya di kampus.”

“Jangan bilang kalau kau menjemput Yura!!”

“D-dari mana kau tahu kalau aku menjemput Yura?”

“Jonghyun yang memberi tahuku. Kau harus ingat Key-a, semua orang itu mengenalmu dan tahu kalau kau  itu sudah menikah. Aku tidak mau kalau sampai ada berita kau selingkuh dengan Yura dari Hye Bin! Pikirkan nasib istrimu! Kau membiarkannya menunggumu sampai sakit seperti ini hanya demi Yura.” Key diam mendengar nasehat Onew. Benar juga, demi Yura Hye Bin sampai sakit seperti ini. “Yaa, kau mendengarku kan? Aku tahu kalau nasehatku ini memang ampuh, hahaha.”

“Aku akan memperlakukannya dengan baik, hyung. Aku bukannya mementingkan Yura dan melupakan Hye Bin, tapi timernya yang tidak tepat.”

“Ck, alasan. Kalau aku jadi Hye Bin, mungkin aku akan memakanmu hidup-hidup.”

“Aku beruntung kalau Hye Bin bukan kau. Aku tutup, ne?”

“Jangan ! Biar aku saja!” tut tut tut.

Key mendesis “Hanya menutup telepon saja perlu konsultasi.” Key beranjak meninggalkan dapur menuju kamarnya.

Hye Bin yang sedari tadi diam-diam mendengar pembicaraan Key di telpon menautkan kedua alisnya bingung. Banyak tanda tanya yang berputar-putar di atas kepalanya. Siapa Yura itu sampai Key lebih memperhatikan Yura dan melupakannya?

@@@@@@@@@@@@

“Bagaimana keadaan Hye Bin? Apa dia baik-baik saja?” tanya Jonghyun saat semua member SHINee berada di ruang tunggu untuk menunggu giliran tampil. Minho ikutan duduk di sebelah Key.

“Seharusnya baik-baik saja sekarang. Tadi pagi saja dia sudah bisa meneriakiku.” Jawab Key lemas.

Taemin menepuk bahu Key pelan. “Menikah itu menyenangkan, hyung?” tanyanya polos.

“Rumit.” Jawab Key singkat. “Haaah, berusaha untuk mengerti pasangan masing-masing itu sangat sulit.” Lanjutnya lagi.

“Tapi kalian terlihat seperti pasangan pada umumnya hyung.” Celetuk Minho.

“Tentu saja, mereka kan saling mencintai. Iyakan hyung?” Taemin kembali menyenggol bahu Key.

Key hanya tersenyum menanggapinya. “Aku harap begitu.” Gumamnya pelan.

“Bagaimana dengan Yura?” kali ini giliran Onew yang bertanya.

“Yura noona?” tanya Taemin pada Jonghyun.

“Dia kembali kemarin. Dan karena itulah Hye Bin sakit.” Jawab Jonghyun pada Taemin.

Key menatap Jonghyun tajam. “Hye Bin tidak sakit karena Yura!!” pekiknya sedikit emosi. “Kenapa kalian selalu bilang kalau aku melupakan Hye Bin demi Yura?”

“Memang itu kenyataannya kan?” desis Jonghyun.

Key bangkit berdiri. “Yaak Kim Jonghyun. Berhentilah membuatku naik darah!!”

“Kalian ini bisa diam tidak, huh!” Onew ikut mengengahi. “Key, kalau kau tidak mau kami ikut campur. Maka kaulah yang harus menyelesaikan masalahmu sendiri!”

Seseorang masuk ke dalam ruangan itu. “Sebentar lagi giliran kalian!!”

“Kajja, kita harus profesional. Ingat, diluar sana tidak ada yang tahu bagaimana perasaan kita saat ini. Jadi aku harap kalian bisa menjaga emosi masing-masing!” ucap Onew tegas yang disertai anggukan member yang lain.

########## TBC ########

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Talk To Love – Part 6”

  1. mendadak key insomnia klw dia sudah punya istri? Mwo?? Insomnia itu bukannya ga bisa tidur ya thor..
    Ditunggu lanjutannya ya..

  2. Huwaa penasaran sama ceriita selanjutnya
    Key knapa kamu lebih mentingin yoora 😦
    Kalo gtu mendingan hye bin sama jonghyun aja deh

    Seoga key sadar klo dia cintanyaam hye bin
    Next part d tunggu yaaa

  3. Akhrny d pub jg,,
    mkn seru nih crtany,aku suka. .
    Trnyta ibuny hyebin udah sdar dr dlu toh. .
    O iah thor bkanny insomnia it susah tdur y?

  4. Akhirnyaaa. . Keluar juga kan!!!

    Huwaahh Key mesum. . Key mesum. . But like this. . Aku suka kalau Key mesum..wkwkwkw

    Ahh… Makin complcated. . . Jangan bilang Jonghyun bakal jadi org ketiga. .

    Ahh emaknya Hyebin udd sadar tohhh… Emang tuh si Key ciri mantu ideal. . Gx salah pilih deh aq. . Nah lohhh….

    Ayo emoon. . Bikin yg lebih seru. . Buat Hyebin sedikit “menderita” lagi!#evilsmirk….

    Maap saya lagi sarap! Jadi koment-ny ikutan sarap. . Pokoknya ditunggu lanjutannya ajj dehhhh…. Semangat!!

  5. akhirnya bisa bc ff ini juga… *lap keringat*

    ehm.. yura kyknya licik nih.. bakal ngebetein ini si yura.. ckckckck

    “37,5o c.” ….. “34,7oc” “33,9oc”…. “33,2oc”
    eh.. bukannya 37 itu udh normal ya..

    Jonghyun yang memberi tahuku >> memberitahuku

    “Aku beruntung kalau Hye Bin bukan kau. Aku tutup, ne?”
    “Jangan ! Biar aku saja!” tut tut tut. — onew -___-a

    aaaaaa knp ada tbc… uhuhuhuh

    ayo ayo lanjut…

  6. akhirnyooooo…keluar juga part6 thor..hehehe aku sampe kebawa mimpi nugguin part6 keluar*lebay mode on
    tapi keren thor lanjutkan 😀

  7. jd itu alasan emaknya hye bin g mo bilang klody udh sadar….
    waduh…jgn bilang klojjong ntar jd suka sm hye bin krn keseringan jd tempat curhat bwt hye bin….
    yura-nya egois….semoga aja dy g punya tendensi apa2 dg kalimat,”biarpin oppa sudah menikah,tp oppa tetap key oppa-ku..”
    lanjut…lanjut…enxt part tpjgn lama2 ya….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s