Love Is Blind – End Of Tragic Love –

Author: Boram.Onyu

Main Cast: Park Jiyeon (T-ara), Choi Minho (SHINee)

Length: Stand alone (2134 words)

Genre: Angst, tragedy

Rate : pg 16+

Recommended Song : SHINee-Obsession

Summary :

Cinta memang bisa membuat orang kehilangan akal sehatnya, membutakan seluruh indera. Sayangnya, ia menganggap salah arti cinta itu. Ia terlalu terobsesi hingga tak sadar jika cinta yang ia miliki justru menyakiti orang yang sangat dicintai.

            Saya hadir kembali dengan genre angst. Author emang demen sama cerita yang tragis. Dan jangan ada yang marah ya kalo karakter Choi Minho disini sadis. So, I’m proud to present:

Love is Blind -End of Tragic Love-

Ia melangkahkan kakinya dengan jarak yang sangat sempit. Hembusan angin dibiarkannya menerbangkan rambut hitam legamnya yang sengaja diuraikan. Ia menutup matanya. Mencoba meredakan detakan jantungnya yang hampir menyamai kecepatan mobil-mobil yang berada beratus meter di bawahnya. Yah, ia kini berada di atap apartemennya. Selangkah lagi ia maju, tubuhnya yang tinggi ramping itu akan melayang mengikuti arah gravitasi bumi, dan semuanya akan berakhir. Penderitaannya atas rasa sakit yang dipendamnya, akan berakhir saat itu juga.

Angin itu masih sibuk menyibakkan rambutnya, menampakkan bekas luka dalam di lehernya. Gaun terusan berwarna putihnya juga ikut melambai, hingga sepasang pahanya ikut terlihat. Terdapat bekas luka lagi di sana. Sebuah garis panjang dan lebar berwarna biru keunguan, dengan bintil-bintil merah melepuh yang  memenuhi betisnya.

Tak hanya itu saja, tiap sisi tubuhnya memiliki luka yang terlihat sangat buruk. Beberapa di antaranya sudah mengering, dan tak meninggalkan bekas sedikit pun. Tak sepadan dengan wajah cantiknya. Benar, hanya wajahnya saja yang luput dari goresan bekas luka. Wajah putih bersihnya tetap mulus, tanpa sedikit pun cacat goresan.

Air matanya meleleh jauh di bawah alam sadarnya. Ia terlalu larut dengan kenangan-kenangan yang harusnya ia lupakan. Kenangan yang menumbuhkan rasa benci yang begitu besar, tapi tak cukup menutupi rasa cintanya. Rasa yang sudah terpatri di jiwa raganya, dibalas dengan rasa sakit yang tak sebanding dengan kemurnian hatinya yang begitu penuh dengan rasa cinta.

Bodoh. Itu kata yang tepat menggambarkan dirinya sekarang. Masih menyimpan cinta pada suaminya, yang sudah memberikannya berpuluh-puluh tamparan, cekikan di lehernya, hingga pukulan cambukan di tiap inchi tubuhnya. Suaminya memang sakit jiwa, psycho, tapi itu baru disadarinya beberapa bulan setelah mereka menikah.

Masih diingatnya sikap suaminya bak malaikat sejak tiga tahun yang lalu. Kasih sayang, dan perhatian yang tak pernah didapatkannya karena kesibukan ibunya, sekaligus perpisahan kedua orang tuanya- dicurahkan begitu melimpah padanya. Ia terlena dengan semua itu, tak tahu jika sisi gelap dari suaminya akan melukai fisik dan batinnya hingga saat ini.

Sakit, perih, benci, marah, semuanya terpendam dalam hatinya. Ia bisa saja melaporkan semua itu pada pihak berwajib, bisa saja ia menuntutnya, tapi semuanya dibiarkan. Tetap dipendamnya, bahkan mencoba menikmati tiap rasa sakit yang didapatkannya itu hanya agar bisa mendampinginya. Bodoh, bukan?

Ia menatap ke bawah sekali lagi, di saat bersamaan ia mendengar deru napas memburu yang memberat. Tak berbalik pun ia segera tahu, siapa pemilik suara itu. Choi Minho, pria yang telah dihabiskan waktu tiga tahun lebih bersamanya. Suaminya, yang telah memberinya cinta dan luka dalam waktu bersamaan.

“ Jiyeon-nie, aa.. apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh. “

Jiyeon tak bergeming. Ia tetap berdiri di tempatnya, tetap menikmati hembusan angin yang menerpanya. Sementara itu, Minho melangkah cepat, membuat mau tak mau Jiyeon harus berbalik hati-hati.

“ Berhenti disana, Minho! “

Minho tak menghiraukan perintah Jiyeon, langkahnya makin dipercepat.

“ Atau aku akan melompat sekarang juga! “

Minho berhenti tepat semeter di depan Jiyeon. Raut serius di wajah istrinya itu, membuat tubuhnya mengeras. Mereka bertatapan lama.

“ Yeonnie, jebal, jangan lakukan itu. “

“ Jebal, aku.. Aku tau aku salah. Maaf, maafkan aku. “

Jiyeon tetap diam. Ditambah lagi, pandangan Jiyeon yang kosong, membuat tubuh Minho makin menegang.

“ Aku janji tidak akan melukaimu lagi.  Jebal, jangan… “

Kalimat Minho terhenti seiring isakannya. Air matanya tak terbendung lagi. Semangat Jiyeon mengendur. Pertama kalinya ia melihat seorang Choi Minho menangis. Selama ini, hanya ekspresi bengis Minho yang dilihatnya.

“ Jiyeon, Choi Jiyeon, tetaplah bersamaku. Aku mohon, tetaplah di sisiku. Kajima. Aku akan berubah, aku akan mempercayaimu. Aku… “

Minho jatuh berlutut. Bagaimanapun, ia sangat mencintai Jiyeon. Istrinya yang sangat setia menemaninya. Istrinya yang tak pernah mengeluh atas setiap pukulan, cekikan yang ditujukan padanya. Istrinya yang selalu bisa tersenyum menutupi rasa sakitnya.

Minho menengadahkan kepalanya, agar bisa melihat wajah Jiyeon. Dalam kaburnya pandangan oleh air matanya, ia bisa melihat wajah Jiyeon. Wajah cantiknya, yang biasanya diisi dengan senyuman manis, kini ikut dipenuhi air mata.

Jiyeon pun melangkah, keteguhan hatinya menghilang. Ia mulai mendekati suaminya itu. Lalu ikut berlutut di hadapannya. Diraihnya wajah Minho, lalu diusapnya air mata itu sambil tersenyum perih.

“ Jangan membuatku menyesal dengan air matamu, Minho. “

Air mata Minho tetap mengalir. Rasa bersalah makin memenuhinya. Ditariknya tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Jiyeon tak meronta, meski ia merasa sesak dengan eratnya pelukan Minho. Sudah lama sekali Minho tak memeluknya dengan hangat seperti ini.

“ Maaf, maafkan aku. “

Jiyeon menepuk kepala Minho pelan. Rasa sakit ini, rasa sakit melihat Minho menangis, jauh lebih menyakitkan dari tiap luka yang diberikan padanya. Ia sudah buta dengan semua itu, ia bahkan merasa tidak apa-apa meski dilukai oleh Minho tiap harinya agar bisa mendampingi pria itu.

Jiyeon semakin merasa bersalah. Ia mengerti Minho tak pernah bermaksud buruk melukainya. Seharusnya ia bisa menemani Minho melewati masa-masa sulitnya. Mengobati penyakit jiwa yang sudah diidap suaminya sejak bertahun-lalu.

Akhirnya, Minho melepas pelukannya. Ia menatap lekat mata Jiyeon. Lalu kembali memeluk istrinya. Merasakan kehangatan dari Jiyeon yang selalu bisa memaafkannya.

****

Jiyeon membuka matanya pelan, ketika sinar mentari mulai menyusup masuk melewati jendela kamarnya mengenai wajahnya. Wajah Minho yang tertidur pulas terlihat sangat polos. Tangan Minho bahkan terus memeluk pinggang istrinya, seakan tak pernah mau melepasnya.

Giliran tangan Jiyeon menelusuri tiap lekuk wajah Minho, menikmati ketampanan suaminya itu. Akhirnya Minho mulai membuka matanya, dan tersenyum begitu tahu istrinya ikut tersenyum padanya.

“ Pagi, yeobo. “

Jiyeon makin melebarkan senyumnya, membuat Minho kembali mendekapnya, merapatkan kepala Jiyeon di dada bidangnya. Ia begitu menikmati aroma rambut Jiyeon.

“ Tidurlah lagi, kau pasti lelah. “

Jiyeon menggumam, kembali ia menutup matanya. Sementara itu, Minho menaikkan selimutnya menutupi tubuh polos mereka.

****

Plakk! Tubuh Jiyeon terpelanting seketika. Ia mengelus pipinya yang baru saja ditampar.

“ Apa yang kau lakukan bersamanya?! “

Deru napas Minho memburu. Wajahnya memerah menandakan amarahnya yang meluap. Bagaimana tidak, ia melihat Jiyeon bersama seorang pria di sebuah kafe dekat kantornya.

“ Aku tak mengerti Minho. “

Baru saja Jiyeon akan bangkit, tapi tiba-tiba saja Minho menjambak rambutnya. Ia mengerang sakit.

“ Lepas, Minho. Jebal, lepaskan. “

“ Tidak akan sebelum kau mengakui perbuatanmu. “

Jiyeon mulai menangis.

“ Jangan harap air matamu bisa  mengalihkan pembicaraan kita! “

“ Minho, kau salah paham. “

“ Apa yang salah, Jiyeon! Aku melihatmu bersama dengan seorang pria di kafe dengan mata kepalaku sendiri Choi Jiyeon! “

Jambakan di rambutnya dilepas. Di tangan Minho sendiri terselip beberapa helai rambut Jiyeon yang tercabut. Tubuh Jiyeon bergetar hebat. Minho mengangkat dagu Jiyeon dengan kasar.

“ Choi Jiyeon! Ingat baik-baik. Itu namamu sekarang, berarti kau adalah istriku! Kau adalah milikku! “

Minho berteriak keras di depan wajah Jiyeon. Wanita itu hanya diam. Ia tau, jika ia berbicara satu kata pun, Minho akan semakin menyakitinya. Semakin geram dengan tingkah diam istrinya, Minho kembali menampar pipinya dengan keras, menimbulkan bekas merah di pipinya. Jiyeon tak bisa berkata apa-apa, ini adalah pertama kalinya Minho menamparnya.

“ Jiyeon! Apa kau tuli? Aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan bersamanya? “

“ Kami hanya makan siang, Minho. “

“ Hanya makan siang? Kau pikir aku tidak tau? Aku melihat dia menciummu di mobil, Jiyeon! Aku tidak sebodoh itu. “

Jiyeon mengangkat kepalanya takut, bagaimana bisa Minho melihat hal itu.

“ Kau takut sudah ketahuan? Oh, ternyata dugaanku tidak salah. Kau memang penghianat! “

“ Itu bukan seperti yang kau maksud, Minho. Dia ingin membantuku memakai seatbelt, itu saja. “

“ Kau kira aku bodoh? Alasan gila macam apa itu! “

“ Aku sumpah, Minho. “

“ Dia menyukaimu, Jiyeon! Apa kau tidak tau itu? Atau jangan-jangan kau berpura-pura tidak tau? “

“ Minho! Dia… “

Ucapan Jiyeon terputus karena bibir Minho telah mengunci bibirnya. Bukan ciuman lembut seperti biasanya, tapi ciuman kasar yang menggigit keras seluruh bibirnya bahkan lidahnya. Jiyeon kembali mengerang. Minho bahkan makin mendorong tubuh Jiyeon ke sudut kamar, tak membiarkan Jiyeon menghirup oksigen dengan bebas.

Merasa kehabisan napas, Minho melepaskan ciumannya. Ia menindis kedua bahu Jiyeon ke dinding dengan keras, membuat Jiyeon kembali kesakitan. Dengan kasar, Minho mulai menggigit kulit leher Jiyeon. Spontan Jiyeon mendorong tubuh Minho ke belakang.

“ Hentikan Minho! “

Entah kekuatan dari mana, Jiyeon menatap garang Minho.  Ia bahkan berdiri, dan berjalan tertatih. Ingin ia ke kamar mandi, tapi tangannya ditarik keras membuat tubuhnya terbanting ke atas tempat tidur.

“ Kau berani melawanku, Jiyeon! “

Jiyeon tetap memberi tatapan tajamnya. Minho mendelik. Ditindihnya tubuh Jiyeon, lalu menekan erat pundak Jiyeon.

“ Kau milikku, Jiyeon. Tak akan kubiarkan seorang pria manapun akan menyentuhmu. “

Minho mulai melepas kancing kemeja Jiyeon satu persatu.

“ Apa, apa yang akan kau lakukan? “

Jiyeon bertanya penuh ketakutan. Takut jika Minho akan mencambuki tubuhnya lagi.

“ Kali ini kau akan kumaafkan, Jiyeon. Jangan temui pria itu lagi, dan jangan pernah mau ternoda olehnya lagi. “

Minho telah sampai di kancing terakhir, hingga tangan Jiyeon menahannya.

“ Jadi, kau pikir aku tidur bersama dia? “

Air mata Jiyeon kembali berjatuhan. Minho tak menggubris pertanyaan Jiyeon, ia masih sibuk melepas pakaian Jiyeon satu persatu.

“ Kau bilang kau akan berubah Minho. Kupikir kau akan lebih percaya padaku. “

Ucapan Jiyeon membuat Minho menghentikan aksinya.

“ Jiyong, dia oppaku, dan aku tidak mungkin tidur bersama dia! “

Minho mengangkat alisnya, sementara Jiyeon tertawa hampa.

“ Kau memang tidak pernah bertemu dia. Jiyong oppa, dia ikut appaku di Jerman sejak umurku tujuh tahun, Minho. “

Jiyeon mendorong dada Minho, dan dengan mudahnya tubuh Minho jatuh ke samping. Dengan sisa tenaganya, ia masuk ke kamar mandi dengan langkah terseok-seok.  Minho baru ingat, orang tua Jiyeon memang bercerai sejak umur Jiyeon tiga tahun, dan ia memang punya kakak laki-laki. Minho menarik rambutnya sendiri, lalu merutuki sifat bodohnya yang kembali menyakiti Jiyeon, lagi.

****

Sudah tiga jam lebih Jiyeon tak keluar dari kamar mandi. Minho menggigit kukunya geram. Akal sehatnya kembali. Dadanya sesak akan perasaan bersalah. Merasa sangat khawatir, ia membuka pintu kamar mandi pelan, dan ternyata tak terkunci.

Kepalanya muncul dari balik sisi daun pintu, sementara matanya meneliti isi ruangan itu. Dilihatnya Jiyeon tertidur dalam bathup yang masih tersisa sedikit busanya. Dihampirinya Jiyeon, matanya sembap. Ia memekik pelan begitu melihat tubuh Jiyeon yang polos, penuh dengan bekas luka.

“ Apa rasanya sangat sakit, Yeonnie? Aku, aku adalah orang jahat. Aku pria yang tak berguna, aku melukai istriku sendiri. “

Praang! Tangan Minho mengalirkan darah segar. Bunyi keras bekas tinjunya di cermin tadi membangunkan Jiyeon. Dengan panik, ia menghampiri Minho yang mengiris-iris tubuhnya dengan pecahan cermin tadi.

“ Minho, Minho, hentikan. Apa yang kau lakukan, kau bisa mati. “

Minho tak berhenti, ia malah menggores tangannya makin dalam.

“ Aku melukaimu Jiyeon! Nan nappeun nampyun, Jiyeon! Aku lebih baik mati! “

“ Minho, aaargh! “

Pecahan kaca di tangan Minho menusuk bahu Jiyeon, cukup membuat Jiyeon pingsan. Segera Minho mengangkat tubuh Jiyeon ke atas tempat tidur. Rasa sakit di seluruh tubuhnya tak dipedulikannya. Setelah memakaikan Jiyeon baju, ia melesat keluar dengan berlari secepat yang ia bisa.

****

“ Apa dia baik-baik saja? “

Jiyeon bertanya pada dokter yang merawat Minho.

“ Ne. Pastikan ia tak banyak bergerak setelah ia bangun. “

Jiyeon mengangguk mengerti. Ia duduk di kursi sebelah bangsal Minho. Tangannya menggenggam tangan Minho yang tertidur. Luka di bahunya sudah diobati. Setelah Minho sampai di rumah sakit, ia menyerahkan Jiyeon cepat ke ruang perawat. Dan setelah itu, ia pingsan.

Akhirnya ia tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu Minho. Beberapa saat kemudian, Minho terbangun. Dielusnya kepala Jiyeon, lantas ia bangun dengan pelan. Takut jika istrinya akan bangun.

Cinta memang bisa membuat orang kehilangan akal sehatnya, membutakan seluruh indera. Sayangnya, ia menganggap salah arti cinta itu. Ia terlalu terobsesi hingga tak sadar jika cinta yang ia miliki justru menyakiti orang yang sangat dicintai. Tapi Jiyeon berbeda, ia sama sekali tak pernah mengeluh. Ia masih setia mendampingi Minho meski sudah jelas, sisi psycho Minho bisa saja membunuhnya.

Minho berhasil turun dari tempat tidur. Lalu perlahan ia mengangkat tubuh Jiyeon ke atas kasurnya. Dielusnya pipi Jiyeon yang masih menampakkan bekas tamparannya. Air mata Minho jatuh seketika. Diciumnya kening Jiyeon dengan lembut.

Dinaikkannya selimut hingga ke atas leher Jiyeon. Dengan langkah mantap, ia menuju ke jendela rumah sakit. Dibukanya pengait jendela, lalu daun jendela itu didorong hingga terbuka lebar. Susah payah ia naik hingga akhirnya ia hanya bisa berjongkok karena lebar jendela itu hanya seperdua dari tingginya. Sekali lagi, ia berbalik menatap wajah pulas Jiyeon yang tertidur. Senyum lega terpancar dari wajahnya. Sepersekian detik, tubuhnya sudah melayang jatuh. Ia begitu menikmati tubuhnya yang melambung ke bawah, terlihat jelas dari senyum lebarnya.

Dan brukk! Tubuh Minho mendarat sempurna di atas tanah. Suara remukan tulangnya terdengar jelas. Darah keluar dari mulutnya dengan kuantitas yang tidak sedikit. Senyumnya tak lepas, meski tubuhnya sangat kaku. Cincin di jari manisnya dilihatnya dengan penuh kepuasan.

“ Saranghae, Jiyeonnie. ”

FIN

Otte otte? Tinggalkan komentar kalian, atau kalian akan kukutuk jadi manusia selamanya! #sangtae

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

59 thoughts on “Love Is Blind – End Of Tragic Love –”

  1. dikira minho pas d awal udh insap. Aq kaget pas tiba2 d scene brikutny ada ‘plakkk’
    lg ngerasain yg sweet tiba2 ada bunyi tamparan, berasa aq yg dtampar
    juga pas minho gigit leher. Sumpah ya rasany aq mau nabok minho.
    Endingnya, alamak…minho sempit bgd pkiranny, ksian istrinya…
    Mantabs lah aq suka. Good job

  2. Minho oppa sereeem ._. Waktu minho salah paham sama jiyeon karena oppanya jiyeon itu minho pasti malu kkk~ minho jangan galak lagi yaa :3 di tunggu ff yang laiin thor 😀

  3. author daeebbaaakk! aku suka aku sukaaa~ tapi jadii nebak nebak reaksii jiyeon setelahnyaa., kira kira dia bakalan sedih nggak yaa~

  4. kyaaa….. Minho nya meninggal??
    JiYeon bener bener isteri yg baik..
    Terharu, sedih, tegang campuraduk jadi satu.. Nice FF, apalagi maincastnya MinJi couple, makin kbayang deh..

  5. annyeong..
    salam kenal..reader baru #bow..

    FFnya daebak, tragis emang tapi dapat feelnya..
    Minho emang sayang ama istrinya cman dari cara yang berbeda..
    Minho oppa so sweet!! 🙂

  6. Astajiiimmm…
    Aku nangis bacanyaaaaa 😦

    serius sedih amat itu cerita..
    ampe akhir hayatnya si Minho gg insyaf insyaf yaaa…
    kirain Jiyeon yang mati eh si Minho yang duluan matii..

    ada juga yaa orang macam itu, bener bener cinta buta..ckck

    nice chingu 😀

    1. iyah, ada loh org yg psycho kek gitu
      ini jg kusadur dr kisah nyata dr salah satu buku psychologi ku
      senangny ad yg nangis baca karyaku, thanks yaa Malkey 🙂

  7. kyaaaaa ,,,,,,,,, minho bunuh diri ..
    sebenarnya minho tuch punya kelainan jiwa yaa ?? kadang2 baik , kadang ganas ..
    waaacchh ,, matinya minho ngenes ,, gag kebayang reaksi jiyeon kalo tau suaminya meninggal dgn cara yg horor ….
    keren lah niey ff ,, gag kebayang endingnya bakal kayak gituw ……
    waaa ,,,, *peluk author

  8. yaa.. Minho kenapa ga berubah aja jd lebih baik, ini malah bunuh diri *ceramahin minho*

    Bagus chingu, feel tempramentnya minho dpt.. d^^b

  9. aaaa thor ini keren tapi sadis banget .mana minho bunih diri lagi .ngeri banget ngebayanginnya
    tapi keren thor 🙂

  10. ini daebak banget FF nya! beneran deh, baca ff ini bikin aku pengen mutilasi si Minho [eh?].
    Sisi sadisnya dapet, terus sisi di mana Jiyeon rela berkorban demi Minho itu kerasa bgt lah.
    Trus ak suka jg sama ending nya, akhirnya si Minho memilih buat mengakhiri hdupnya. Bgus dh kl dy sadar! .hha. *kaya nya yg psycho aku deh*
    However, ff nya daebak!!!
    Will be waiting for you next work yaa eunnie-ya ^^~ [Eh, wktu itu dipanggilnya Eunnie kn? bnr g sih? lupa :p ]

      1. buat yg lbih psycho lgi dong. Minho nya mati sambil rendeman d bak mandi, trus nyayat urat nadinya smpe darah meleber ke lantai.hha.

        Nah, ak line brpa coba tebak? kl bener ak kasih Jinki deh *plaakkkk* :))

        1. idih, Jinki udah dpatenkan atas saya, TITIK!
          Line brapa yah? Dr muka 17, dr tulisan 19 thun. Jadi kira” umurmu it 36 thun, hm line ’76 kan yah? #ngakakpuas

        2. seeeet dah, bru tau trnyata ak line 76.hha.
          Jinki nya buat aku yaaa kakaaa~

          oKEY deh, dtgu karya berikutnya yaa :))
          kl bsa yg pshyco terror, fighting dimension, mental depression, action and breaking adrenalin. *apa deh ini -_-a*

  11. ALAMAKK..
    sumpah tragis bener ni ff,,apalagi wktu si minho bunuh diri.
    msih ngebayangin gimana nasib rambut jiyeon skarang?*gapent bnget*

    okey ini relly daebak,,trus brkarya boram eonni ^^

  12. Authorrrr, feel nya kerasa banget 😉
    Kebetulan aku lagi suka fanfic yg psycho, eh nemu ini 😀
    Keren keren keren~
    Aku shock loh setiap ngebaca kata-kata ‘tubuh polos’ -_-v
    Hehehe :p Fanficnya daebak deh ^^b

  13. G.O.D
    minho ya ampuun!Aku pengen bejek si minho,tega banget nyiksa jiyeon!
    Aku gak suka2 amat sama jiyeon,tp peran.y disini serius bego banget!
    Posterny keren,dan ff ini keren sekali!Daebak,sampe air mataku netes pas bagian minho bunuh diri itu.
    Ah eun,aku info aja,aku ganti username jd nama koreaku *gapenting*
    pokok.y aku gak sabar nunggu karya mu lg.Hwaiting boram eun.

  14. minho oppa walaupun kamu punya penyakit mengerikan seprti itu aku akan selalu menemanimu *apaansih #abaikan
    tapi minho oppaaaaa bunuh diri TT

  15. hyaaaaaaaaaattttttttttttttttt kenapa selingkuhanku itu matiiiii??? hahah keren eonni!!!! kasian jiyeon nya. T^T huhuhuhu

  16. idih, Jinki udah dpatenkan atas saya, TITIK!
    Line brapa yah? Dr muka 17, dr tulisan 19 thun. Jadi kira” umurmu it 36 thun, hm line ’76 kan yah? #ngakakpuas

    tp idemu it boleh jg. Ok, dirimu menginspirasiku euncha! Hoho

  17. Anyeong thor, reader bru nih. . . Naneun jullie imnida. . .

    FF’x keren bnget thor. . . Gila, si Minho d’sini krkter’x sadis amat. . . Kasian ma Jiyeonnie wlau udh d’siksa smpe gitu ttp aja cinta ma Minho, . .

    D’tunggu FF Minho-Jiyeon yg brikut’x. . . Jgn yg angst donk, yg happy ending aja. . . Coz q ska smua yg brakhr dgn bhagia. . .

  18. ckckck Mino jahat bener… aku ngeri bacanya… gag ada yang bahagia disini semua tersiksa, Mino tersiksa batin, Jiyeon tersiksa lahir batin T..T

  19. Obsesi bner si Minho. serem jg, jrg loh karakter Minho kyk bgni d ff..
    Tapi ini bneran deh! Sediiiih banget T^T aplg dnger suara Jjong yg aduuuh galau deh baca nih ff *keplakk*
    DAEBAKK~! chingu 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s