Nameless Memory – Part 5 [2.2]

NAMELESS MEMORY – Chapter 5 [2.2]

Title : Nameless Memory Part 5 [2.2]

Author : Nar Pyon

Main Cast : Park Hyunran (Oc/You), Lee Taemin, Kim Jonghyun, Shin Sekyung

Support Cast : Shinee, Lee Sunny, Park Sora, en orang-orang yang nyangkut dimari

Genre : Romance, Comedy, Typo

Type/Length : Sequel

Rating : PG–15

Disclaimer : Para idol yang nongol yaah punya mereka sendiri, terinpirasi dari Shinee Yunhanam dan relity show yang lain. sisanya murni imajinasi aye ^^v.

ooOOooOOoo

Sunny POV

Aku berhenti lari didepan lampu merah, disebrang sana ada halte, aku akan naik bis disana aja. tapi Hyunran gimana yah? Ahh tenang aja dia juga pati bisa kabur.

BUKKK

Tiba-tiba saja ada orang yang menubrukku dari belakang, apa ini para ahjussi?. Tapi aku udah lari sangat jauh, masa mereka bisa ngejar sih.

“Sunny noona, tunggu. Jangan ninggalin aku sendirian dong” ternyata orang yang dibelakangku itu Minho. Ia terlihat cepek ngos-ngosan karna berlari.

“Minho-ssi ngapain kau ngikut dibelakangku?”.

“noona gak bisa ninggalin aku sama hyung gitu aja dong. Kita begini kan gara-gara kalian” protes Minho.

“trus mana si Jonghyun?”.

“hyung? Eeh kemana yah dia. Tadi dia masih ada dibelakangku kenapa sekarang ilang”.

“mungkin dia lari ketempat lain kali. Sudah yah aku mau pulang. Annyeong”.

Lampu udah merah, aku ingin nyebrang tapi malah ditarik Minho “noona tunggu! aku ikut”.

“mwo?”.

“Kibum, Taemin lagi jadi bintang tamu di Happy Together. Sora sama Jinki hyung juga ikut.  Makanya aku sama Jonghyun hyung mau makan diluar karna kami bosan dirumah. Tapi ternyata aku lupa bawa dompet”. Jelas Minho sambil mengeledah kantongnya.

“apa Jonghyun yang mengang duitnya?” tanyaku. Tapi Minho malah menggeleng tanda Jonghyun juga gak bawa duit. “aigo.. trus kalian kesini pake apa kalo gak punya uang?”.

“tadi kami naik taxi pake uang yang ada di jaketku, makanya aku gak nyadar kalo lupa bawa dompet. Mana hari ini aku yang mesti traktir makan lagi, jadi Jonghyun hyung juga gak bawa uang” ratap Minho.

“trus kau mau apa dariku?”.

“noona aku lapar. Traktir aku yah, nanti aku ganti kok”.

“uangku habis buat bayar cucian laundry, sisanya tinggal ongkos pulang naik bis” Minho langsung kecewa. “baiklah. Ikut aku kerumah, kau makan dirumahku aja. nanti Hyunran nyusul juga kok”.

“trus Jonghyun hyung gimana? Dia kan juga gak punya uang?”.

“nanti aku telepon Hyunran, siapa tauk Jonghyun sedang bersamanya” Minho pun setuju, dan kami segera pulang kerumahku. Aigoo gak kukira mereka ceroboh juga ternyata. Kok ada yah idol macem mereka, ckckckck.

ooOOooOOoo

Hyunran POV

Aduh aku capek lari-larian gini. Apa Sunny bisa kabur? Ahh dia pasti udah di dalam bis. Kalo gitu aku juga harus segera pulang kerumanya nih. Jlebbb!! Tiba-tiba ada yang memegang pundaku dengan kasar. Segera kutepis tangannya. Mungkin ini para ahjussi. Tapi masa mereka masih mengejarku sejauh ini.

“YA! ini aku!” seru orang itu. Ternyata itu Jonghyun.

“Ya! Ngapain kau dibelakangku?” tanyaku datar.

“kalian harus tanggung jawab. Gara-gara kalian aku jadi terpisah sama Minho” Jonghyun mulai perotes.

“Minho bukan anak kecil, dia pasti tauk jalan pulang. Sudah ahh berurusan denganmu pasti ujung-ujungnya berantem” aku pun pergi tanpa peduli dengannya. Tapi….

“EKKKKE KEEEK” Jonghyun menarik baju belakangku lagi, membuatku tercekik lagi.

“YA! KIM JONGHYUN! Aku bukan anak kucing! Jangan narik-narik aku dari belakang”.

“kau gak boleh kabur gitu aja. Ayo traktir aku makan!”.

“Hah? Gak mau…. Kalo mau makan, beli aja sono sendiri” aku menolak. Enak banget dia bicara. Padahal dia sering menyusahkan ku, sekarang tiba-tiba malah minta traktir.

KRUKK KRIIUUKKK~~

“eeh bunyi apaan tuh? Perut mu yah?” tanyaku padanya.

“bukan!” jawabnya. Jonghyun terlihat salah tingkah, malu karna perutnya bunyi dangdut.

“ooh yasudah….” Jawabku gak peduli. “Hei! Sudah lepaskan tanganmu dari bajuku” aku menepis tangannya, dan berhasil lepas. Dan berlalu pergi…..

“EKKKKE KEEEK” Jonghyun menarik baju belakangku lagi-lagi-lagi, ini udah 3 kali dia menarikku seperti anak kucing. Hah! Menyebalkan skali orang ini.

“Sudah kubilang kau mesti tanggung jawab!. Iyah tadi itu bunyi perutku. Aku lapar. Jadi kau harus mentarktir ku!” ucapnya sambil menarik bajuku. Membuatku tambah kecekek.

“kalau kau mau makan itu bukan urusanku. Jadi jangan merengek didepanku!!”.

“tentu ini jadi urusanmu. Karna malem ini harusnya Minho mentraktirku makan. Tapi karna kejadian tadi, dia jadi menghilang. Jadi kau lah yang harus gantian mentraktirku. kajja” tanpa persetujuanku, Jonghyun langsung menarik tanganku.

ooOOooOOoo

“Aku mau makan disini. Ayo masuk” perintahnya. Jonghyun mengajakku kesebuah restoran prancis. Kenapa dia pergi ketempat kayak gini sih. Makanan disini mahal gak yah? Sisa uangnku ada berapa nih?. Aku berpikir-pikir tentang keadaan keuanganku dulu. Kami berdiri didepan pintu restoran itu. dari bayangan pintu kacanya aku baru sadar dari tadi Jonghyun belum melepaskan pegangan tangannya. Segera kutarik tanganku agar lepas dari genggamannya. Jonghyun pun ikut terkejut. “wae? Jadi tidak?” tanyanya kemudian.

“Tunggu! setelah makan kau akan pergi kan?”.

“iyahhhhh…. Ayo cepet, aku laparnih. Dari siang belum makan”.

“aku akan mentraktirmu….. tapi gak disini… ayo ikut aku”.

“Dimana?” tanya Jonghyun binggung.

“udah ikut aja. kajja, nanti keburu tempatnya tutup”.

ooOOooOOoo

“MWORAGO!! Kau bercanda kan? masa makan ditempat ginian?!” Jonghyun mulai protes lagi. Aiihhss minta ampun deh, ini orang bawel amat. Idupnya protes mulu.

“Ahjuma! Aku minta topokinya 2 sama sate ikannya yah” teriakku pada ahjuma penjual topoki. Jadi aku gak ngajak Jonghyun kerestoran manapun, tapi kami makan di pinggir jalan.

“tapi kenapa disini? Aku ini idol, masa makan dipinggir jalan gini”.

“hari ini aku keluar cuma nemenin Sunny ngambil cucian di tempat laundry, jadi aku gak bawa uang….. sudahlah makan saja….. dan lagi kau belum sebesar DBSK atau Super Junior. Jadi jangan sok selebritis deh”.

“apa! walopun DBSK dan Super Junior itu sunbae kami, tapi Shinee juga gak kalah populer tauk”.

“Jinjja?…. Hei anak kecil, apa kau tauk Shinee?” aku bertanya pada anak ahjuma penjual topoki.

“Shinee? Aniyo…. Ige mwoya?” tanya anak itu balik. Melihat wajah polos anak itu yang gak kenal Shinee, sangat lucu. Aku sampai tertawa melihat muka shock Jonghyun.

“Mwo? Hei anak kecil! Masa kau gak tuk Shinee? Itu loh noona momu yepppooo…..” Jonghyun malah nyanyi didepan anak itu. berharap lagu Replay yang fenomenal itu nyangkut juga di otaknya. Tapi anak itu malah menggeleng.

“oia! RDD! Kalo Ring Ding Dong pasti kau tauk kan? begini begini begini……” Jonghyun mulai menari RDD didepan anak itu. aigoo pantang menyerah juga ternyata dia.

“hyung! Berhentilah menari seperti itu….” perotes anak itu. Mendengarnya aku makin ketawa ngakak. Karna Jonghyun benar-benar mati kutu sama bocah ini. hahaha rasakan!.

“kalo DBSK sama Super Junior kau tauk?” tanyaku pada anak itu.

“DBSK Super Junior daebak” ia mengacungkan jempolnya, kemudian dia nyanyi Mirotic dan nari SorrySorry.

“kau lihat tuh…. Kalo memang grup populer, lagu lama pun pasti masih diinget” aku mulai nyindir Jonghyun, ia pun hanya bisa menggeram kesal. “jadi kau suka meraka?” tanyaku lagi.

“kalo paforitku itu BigBang doong!. TOP hyung Jjang!” jawabnya sambil nyengir memamerkan gigi depannya yang ompong.

“aku juga! hei, ayo high five!” seruku, aku dan anak itu pun tos dan tertawa bersama.

Jonghyun yang cemberut akirnya melampiaskan dengan makan topoki dan sate ikan dengan rakus. Malah udah abis 5 tusuk aja. padah tadi nolak, tapi dimakan juga. ckckck.

“Kenapa kau tidak ikut makan?” tanyanya padaku.

“nanti” jawabku ingkat.

“sudah sebesar ini masa masih gak bisa makan-makanan yang panas…. dulu kau juga begitu kan”.

“aiihss diam! Kau sendiri apa masih takut gelap? Apa masih takut hantu? Kalau iyah, waah memalukan skali”.

Tunggu!! Jonghyun masih ingat kalo aku gak bisa makan-makanan panas? Uumm mungkin cuma kebetulan aja…. trus kenpa aku juga ingat dia dulu takut gelap dan hantu? Aakkhh ayo Hyunran. Lupakan lah. Itu semua udah lewat. Aku menggeleng, mencoba menghapus kenangan yang ada.

“Hei! Aku mau perotes nih! Kenapa hal ini bisa nyebar di internet?” aku memperlihatkan gossip internet lewat ponselku pada Jonghyun.

“ooh….. kenapa?” ia malah bereaksi santai.

“kenapa kau biasa aja? aku di bashing sama netizen nih…. Lagi apa mereka buta. Udah jelas disini kau ngebully aku, kau menarik kerah belakangku kan”.

“pabo! Tapi disitu juga kerekam kau nendang mesin minuman disekolahku. Jadi netizen akan berfikir kau lah yang mulai dan yang salah. Haha rasakan!. Ada untungnya juga aku jadi korban kemarin. Fansku pasti akan membelaku dong”.

“heiheihei tuan lobang hidung seperti sumur…. Disini aku lah yang jadi korban, bukan kau! Huh seenaknya aja mereka. Gak tauk apa-apa, main menyalahkan aku saja. Dasar netizen!!” akupun langsung kalap emosi dan makan sate ikan yang udah gak panas itu dengan beringas.

“YA!! berhentilah ngatain lobang hidungku…. Arrgghh dasar kau gadis menyebalkan” Jonghyun hendak ingin menjitak kepalaku. Tapi aku langsung melindungi kepalaku. “Itu!” serunya kemudia. Ia batal menjitakku dan malah merampas ponselku dari tanganku.

“Hei kembalikan ponselku”.

“ini….” ia mengerutkan alisnya seperti sedang berfikir. “gantungan posel ini…. gantungan matahari ini seperti punya Taemin” ucapnya kemudian.

“iyah memang…. Taemin juga udah pernah cerita kalo dia juga dulu punya gantungan seperti ini. waeyo?”.

“kau dapat ini dari mana?” tanyanya lagi.

“itu bukan urusammu, ayo sini kembalikan” aku menadahkan tanganku meminta ponselku kembali. Tapi Jonghyun malah terus menatap gantungan itu dengan pandangan aneh.

“aku cuma ingin tahu. Jadi katakana, ini dari mana?”.

“baik baik baik. Aku dapat ini dari seseorang yang ‘cantik’ 6th lalu saat aku lulus SMA”.

“6th lalu?” ia tampak memainkan jarinya seperti menghitung. “Taemin kehilangan gantungan seperti ini juga 6th yang lalu…. Apa kau pernah bertemu dengan Taemin?” tanyanya kemudian. Wajahnya terlihat mencuriagai sesuatu.

“aniyo. Aku gak mungkin ketemu Taemin 6th yang lalu? Aku bilang ini dari seseorang yang ‘cantik’, Taemin kan bukan perempuan. Kau ini gimana sih”.

“tapi dia akan sangat cantik kalo dandan jadi cewek….. yasudahlah nanti biar aku cari tauk sendiri” akirnya ia mengembalikan ponselku.

“apa yang akan kau cari tahu?” tanyaku penasaran.

“itu bukan urusanmu!” bentaknya cuek. Aiihhss menyebalkan skali namja ini.

“oia… sebelumnya aku bilang akan keluar dari Yunhanam kan…. sekarang kata-kata itu aku tarik, walopun kau gak suka aku disana, aku akan bertahan di reality show kalian”.

“mwo? Tidak bisa! Pokoknya kau harus tereliminasi di episot selanjutnya”.

“Gara-gara aku masuk TV, hukuman skorsing kerjaku dihentikan. Jadi aku akan bertahan di Yunhanam demi kepentinganku…. Tenang aja, aku akan pura-pura kita gak kenal, oke” Kataku cuek sambil lanjut makan topoki.

“aiihhss… yeoja ini benar-benar mebuatku pusing”.

Tiba-tiba ponselku bunyi. Ini telepon dari Sunny. Aigo kenapa aku jadi lupa telepon dia.

“yeoboseyo…” sahutku.

“Hyunran-ah dimana kau?”.

“aku lagi makan topoki & sate ikan dulu, kau udah sampai rumah kan?”.

“iyah aku juga baru sampai…. Oia apa Jonghyun bersamamu? Karna sekarang Minho ada dirumahku”.

“Ne, si lobang sumur sedang bersamaku. Ia juga sekarang lagi menguras dompetku” Jonghyun langsung menyikut tanganku karna aku ngatain hidungnya lagi. Aiihss dasar. “Minho bersamamu? Berikan padanya, aku mau ngomong”.

“yeoboseyo…” sahut Minho.

“Minho-ssi, sekarang aku dan Jonghyun lagi makan. Jonghyun bilang harusnya kaulah yang mentraktirnya. Mengingat kalian itu artis pasti punya banyak duit, tentu ini gak gratis. Kau harus ganti uangku. Arrasso!”.

“Ya! Kau pelit sekali!!” sahut Jonghyun disebelahku dan Minho disebrang telepon bersamaan. Wahh kompak skali mereka.

“bodo! Pokoknya harus diganti….. lalu ngapain kau ikut kerumah Sunny?”.

“aiihss ternyata Hyunran noona orang yang kejam….. aku lagi numpang makan disini. Karna aku lupa bawa dompet, jadi aku ganti uangnya nanti di lokasi syuting aja yah” jawab Minho santai.

“MINHO-SSI PABOO!!” aku menutup telepon dengan kesal.

“Ya! jangan ngatain Minho pabo! Kenapa sih kau marah-marah trus” bentak Jonghyun  gak terima.

“Dongsaengmu itu memang pabo. Kau tauk ternyata Minho lupa bawa dompet, sekarang dia lagi makan dirumah Sunny. Buat apa kalian keluyuran keluar pake nyamar seperti maling gini kalo gak bawa uang…. Aiihss sial sekali aku hari ini bisa ketemu 2 orang seperti kalian”.

“Hah! Dasar anak itu… padahal tadi saat kutanya dia bilang gak lupa apapun, ternyata…..” Jonghyun pun ikut merutuk Minho.

“Yasudah makannya buruan…. Kita kerumah Sunny”.

ooOOooOOoo

Jonghyun POV

Setelah turun dari bis, masih harus jalan kaki buat sampai rumah Sunny noona. Aku berjalan 2 meter dibelakangnya. Hyunran bilang gak mau jalan berbarengan denganku, karna nanti akirnya kami bakal berantem terus. Ketika semua shawol menggilai ku, tapi orang ini malah cari masalah terus….

Tanpa sadar aku malah terus memperhatikan sosok Hyunran dari belakang. ‘Uumm sepertinya dulu pernah seperti ini. kapan yah…’

Tiba-tiba muncul bayangan punggung seorang yeoja didepanku. Yeoja itu pakai seragam sekolah, dengan rambutnya hitam lurus panjang, dan yang ada ditangannya itu bukan 2 kantong besar baju laundry tapi tas yang ia seret dijalan dan sepasang sepatu ballet ditangan satunya… bayangan ini… sosok ini… ini Hyun chan 9thn lalu… hmmm apa ini dejavu? Entah kenapa aku jadi tersenyum… kenapa aku merasa senang? Gembira karna bisa bertemu Hyunran lagi? Atau senang karna ingat kenangan tentang kami? pikiranku langsung berlarian tentang hari itu…. hari saat aku juga berjalan diam mengikutinya dibelakang seperti saat ini….

#FlashBack#

^Musim panas–9 tahu lalu^

‘kemana dia pergi? Di sekolah katanya udah pulang duluan. Di tempat latihan katanya dia gak masuk. Tumben dia bolos. Biasanya jadi yang paling rajin… apa dia lagi di teluk? Cepat skali kesananya’ aku berkeliling tempat yang sering Hyun chan datangi.

Tapi disebrang jalan akirnya aku menemukan Hyun chan… Apa dia abis ke tempat Raim ahjuma… arahnya sih dia abis dari pasar…. Baru aku ingin memanggilnya, tapi ku lihat ia menghela napas panjang, wajahnya terlihat murung dan berjalan sambil menundukan kepalanya.

Ada apa? apa lagi ada masalah?. Aku mengikutinya dari belakang sambil menebak-nebak ada apa dengannya. Ia terus jalan dengan menundukan kepalanya. Aku coba menarik perhatiannya dengan bersiul-siul tapi gak digubrisnya. Hmm ini makin membuatku kawatir.

Ditangan kirinya ia memegang sepatu balletnya, dia udah bawa itu tapi kenapa gak latihan?. Aku terus berfikir sampai aku sadar, kalo Hyun chan tadi dari pasar. Apa Raim ahjuma melarangnya latihan lagi… Aigo bodoh skali aku, baru menyadarinya…. Melihat ekspresinya yang sedih, aku juga ikut sedih….

Nan nan kkumi isseotjyo 
Beoryeojigo jjitgye nam nuhayaedo
Nae gaseum gipsukhi bomulgwa
Gachi ganji-khaet-deon kkum

Hok ttaeron nugun-gaga tteun-moreul
Buseum nae deungdwi heullil-ttaedo
Nan chamaya haetjyo chameulsu
Isseotjyo keu nareul wihae

………………………………………….

Setelah lama diam megikutinya dari belakang, akirnya aku mengeluarkan suaraku…. Yah aku bernyanyi. Ia bilang akan selalu merasa gembira kalo mendengar aku bernyanyi…. Dan berhasil! Sekarang ia sadar kalo aku ada dibelakangnya.

Aku berjalan pelan kearahnya yang sekarang diam ditempat karna terkejut ada aku dibelakangnya sambil terus bernyanyi. Aku tersenyum hangat padanya, dan berjalan melewatinya. Sekarang aku lah yang ada didepan dan Hyun chan berjalan dibelakangku sambil terus mendengarkan nyanyianku tanpa perotes….

“gimana? Merasa lebih baik?” aku selesai menyanyi dan menoleh, ternyata Hyun chan gak ada dibelakangku… kemana dia. Setelah aku mencari lagi ternyata dia lagi berdiri tepat didepan toko Kim Jinyoung ahjuma…. kami sering kesana, beli eskrim, duduk dikursi panjang itu, dan ngobrol banyak hal disana… toko Jinyoung ahjuma juga jadi tempat paforit kami.

“mau makan eskrim?” tanyaku padanya dari belakang. Ia terlonjak kaget dan menoleh kebelakang. Aku hanya tersenyum.

“a.a.an.ani.aiyo….” jawabnya ragu, dan segera berjalan pergi.

“ini… ambil lah” aku menyodorkan eskrim rasa coklat vanilla kesukaannya. “kenapa? Gak mau? Yasudah aku makan yah….” Aku menggodanya pura-pura ingin makan eskrim ini.

“andwae.. aku mau kok” ia menggambil eskrim itu dari tanganku dengan sedikit cemberut. “gomawo Jong goon” ucapnya kemudian.

“nah begitu doong…. anak baik anak baik” aku mengacak-acak rambutnya pelan.

“Ya! aku bukan anak kecil” aku terkekeh melihatnya cemberut begini, tapi dia malah terlihat imut.

“disekolah gak ada. Ditempat latihan gak ada. Tapi aku melihatmu dari pasar. Kenapa? Apa dimarahin eomma mu lagi?”.

“Ne. seperti biasa eomma melarangku ikut les ballet….” Ia kembali murung.

“gwhenchana masih ada hari esok. Ayo lebih bekerja keras besok, tenang masih ada aku yang selalu mendukungmu… Hyun chan hwaithing!!” aku memberinya semangat.

“kau selalu aja bisa membuatku gembira lagi…. Gomawoyo udah jadi orang yang mengerti aku” akirnya yeoja ini tersenyum lagi. Jika ia senang mendengarku bernyanyi, aku udah sangat gembira kalo liat senyumnya….

#FlashBack End#

Apa Hyunran ingat kenangan itu juga? aku harap iyah. Aku mulai menyanyikan lagu Goose’s Dream dibelakangnya, sama seperti saat itu. Ayo berhenti…. Menolehlah kearahku…. Kumuhon ingatlah lagu ini dan kenangan ini….

Ia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang–kearahku… Tapi sedetik kemudian ia berbalik dan berjalan kembali seolah tidak perduli denganku. Reaksi apa itu? apa dia tidak ingat?. Tapi Saat ia menoleh sebentar kearahku tadi, aku merasa aneh. Aku memegang dadaku, terasa berdetak kencang. Apa aku masih punya perasaan padanya? Tidak! Ayo sadar Kim Jonghyun. Aku gak peduli dia masih ingat atau enggak. Aku akan terus bernyanyi, malah lebih lantang. Aku berjalan cepat dan melewatinya berjalan didepannya.

Aku memutuskan berhenti bernyanyi tanpa menyelesaikannya sampai akir lagu. Seperti orang bodoh! Untuk apa aku nyanyi lagu itu lagi sekarang, tentu dia udah gak inget lagi. Aku menoleh kebelakang dan yang terlihat adalah Hyunran yang diam berdiri didepan sebuah toko. Tanpa sadar aku tersenyum melihat pemandangan itu, senyum yang sangat lebar…. Ternyata dia masih ingat. Syukurlah ternyata masih ada hal baik tentangku yang bisa dia ingat.

“mau makan eskrim?” tanyaku padanya dari belakang. Sama seperti dulu.

“Tidak!” jawabnya singkat dengan wajah datar, dan berlalu pergi lagi.

“ini… ambil lah. Mian eskrim coklat vanillanya gak ada” aku menyodorkan eskrim rasa strawberry.

“kau bilang gak bawa uang. Gimana bisa beli eskrim?”.

“harusnya kau ikut aku masuk ke toko tadi. Aku hanya perlu menunjukan wajah tampanku dan dapet dehh barang dengan gratis” aku membanggakan diriku di depannya.

“aku anggap ini permintaan maaf karna udah menggangguku selama syuting Yunhanam. Tapi masalah makan tadi, harus tetep di ganti. Arasso!” dia langsung menyambar eskrim itu dan berlalu pergi, tanpa peduli denganku. Bahkan mengucapkan terima kasih pun tidak. Aiihss yeoja ini benar-benar…. Sebenernya dia ingat gak sih!. kenapa aku pusing sendiri mikirin ini. Ayo Kim Jonghyun sadaarrr…

ooOOooOOoo

Hyunran POV

“Noona, mana hyung?” tanya Minho, saat aku masuk ke rumah Sunny.

“dibelakang”.

“hyung ayo pulang. Jinki hyung bakal ngejemput kita” ucap Minho saat Jonghyun ikut masuk.

“aihhs nanti dulu. Aku capek nih jalan terus mau istirahat”.

“tapi Jinki hyung lagi dijalan, katanya dia nunggu di depan halte. Sunny noona Hyunran noona tolong antar kami kesana yah”.

BRUKK

Aku membanting kantong laundry yang dari tadi aku bawa. “YA! MINHO-SSI kenapa gak bilang! Kenapa gak telepon Hah!!, aku abis dari sana dan sekarang kau memintaku kesana lagi!!” aku mulai emosi dengan kelakuan Jonghyun dan Minho.

Tapi segimana aku menolak, Sunny memaksa ku ikut juga. Akirnya dengan malas dan terpaksa aku ikut menunggu jemputan orang-orang ini di halte. Ahh sukur gak perlu lama nunggu karna mobil Van meraka udah berhenti  di depan kami. Semua orang yang ada di dalam, gak ada satupun dari mereka keluar dari mobil, mereka hanya menurunkan kaca mobilnya sedikit. Mungkin takut ketauwan fans kali yah…. Saat pintu terbuka ada Taemin di barisan bangku kedua, Key duduk paling belakang, dan Jinki Sora ada di kursi depan. Jonghyun dan Minho pun ikut masuk, didalam mobil agak gelap karna lampu yang nyala cuma didepan, tapi aku masih bisa melihat jelas Taemin sedang menatapku…. menataku dengan pandangan aneh terlihat seperti orang yang sedang kesal. Ia langsung mengalihkan wajah setelah kami kontak mata. Kenapa dia?.

TBC~~

Catatan Bacot Author :

Balik lagi sama author Nar Pyon yang yeppo tapi lebih banyak pabonya *plakk* hehe. Udah part 5 aje nih. Sejauh ini gimana cerinanya?

Chapter 5 [2.2] masih temanya Neo Wa Na/You And I. Maksudnya di Chapter 5 ini full JongRan (Jonghyun Hyunran Couple hehe). Yeah walopun mereka ribut terus tapi ujung-unjungnya saling mengingat juga satu sama lain. so swit uye, hehe XD.

Kamsahamida sama readers tercinte udah nyempetin baca. Ampe ketemu di Chapter 6 yak. Dadah. Syalalala~~ Syalam Darah muda ^^v.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Nameless Memory – Part 5 [2.2]”

  1. wow. Taemin kliatan cemburu tuh..

    hmm..mulai mncurigakan. Mungkin yg ngasih dntungan hp matahari itu adalah Taemin, kan dia cantik juga kekekeh…

  2. Jgan” yg ksh gantungan hp it k hyunran it taemin. . .
    JONGHYUN bkn jengkel deeh nyusahin org aje klu minho mah gpp
    hehehe

  3. Hyah.. Aku penasaran ama hubungan TaeHyunJong..
    Si idung lobang sumur*dibantai jjong* tuh sbenernya knpa sch ga mw dideketin hyunran?? Dy ga mw hyunran mengingatkan dy ama masa lalunya, tpi dy berharap n seneng pas tw hyunran masih inget masa lalu mereka..
    Next.. Next..

  4. Wow !! taem cemburu kah ?
    Haha… 😀 jjong clbk nih.. Sekyung mau di kemanain ??
    Haha,, next part thor.. Di tunggu ,, 😉

  5. segitu besarnya kah lobang idung jjong?hahaha..

    full jongran couple,yeye ku suka couple ityu,,

    and itu ada lgu a goose dream nyempil disana?sumpah nar pyon eonn,,ku slalu nangis ngedenger tu lagu apalagi wktu versinya DBSK,,EOMMAAAAA~~
    versinya jjong-kyu juga enak,kkk..

    oke,,lanjut lanjut ^^

  6. Daebak… saranghae, jeongmal saranghae nar pyon oenni…. jeogmal saranghae taemin-ah my namjachigu…………………………………………………….. ❤ <3<3

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s