At The End Part 2 [Not Cyber Love=Not LDR, Happy Ver.]

At The End 2.3
[Chronicles Not Cyber Love=Not LDR, Happy Ending]

HUWAAAAA… Part ini sangat sangat sangat panjang TT__TT
Sekali lagi aku mau mengingatkan urutan baca FF sequel bersequel (??) milikku ini ^^
Ikuti instruksi berikut ini:

1. Baca Cyber Love=LDR (Part 1 dan 2)
2. Lanjut ke By This Tears (Ini drabble)
3. Trus pindah haluan ke Ji I-summary “Not Cyber Love=Not LDR” (Disini ada ketentuan dengan cerita yang dibagi menjadi 2 ending [Sad and Happy ending]
4. Untuk baca Happy Ending, langsung aja baca Not Cyber Love=Not LDR [Happy Ending, Part 1 sampai 3] => NB Kalau mau baca Sad Ending bisa baca di (link sad ending) dilanjutkan ke The Letter.
5. Baru sampailah untuk baca Chronicles dari bagian ke-4, At The End (Akan dibagi menjadi beberapa part)

Author             : Ji I-el

Main Cast        : Lee Taemin, Athena Efrinne (it’s Taemints time) ^^

Support Cast   : Lee Taesun (anggap aja kembarannya Taemin), Allichia Putri, Staff rumah sakit, Mrs. Lie, Mrs. Lee, Lee Minra, Kim Hana, Lee Jinki (maaf ya, abang Jinki dipindahkan jadi cameo soalnya disini emang Taemin dan Athena story line) ^^

Length             : Sequel

Genre              : Romance

Rating             : Teen

Summary         : “… I hope I still find a love for me in there, then I know right.” kataku sembari menuruti pintanya untuk meletakan tangan kananku di dadanya yang berdegup dengan frekuensi yang tidak dapat aku jelaskan.


 

***I-el

***Athena POV***

Aku sudah memikirkannya sedari semalam. Jadi, aku bangun pukul lima dan bersiap untuk mengemasi barang-barangku. Dan hal terakhir adalah memasukkan boneka Pikachu ke dalam tas jinjing. Tapi, begitu aku hendak memasukkannya, aku melihat bingkai foto yang tidak berani aku keluarkan selama aku berada di rumah ini. Terlalu bahaya jika Taemin mengetahui perasaanku sebenarnya karena ada kemungkinan dia akan melakukan apapun hanya untuk bersamaku kali ini. Umm.. Termasuk mengambil jalan terburuk yang sempat aku bayangkan semalam suntuk.

            “Athena!!” Mendengar Lie halmeonni memanggilku dari lantai bawah, aku segera berlari tanpa mengindahkan foto tersebut untuk masuk terlebih dahulu ke dalam tas jinjingku.

Sesampainya di bawah, aku segera menghampiri Lie halmeoni di dapur. “Ne, halmeoni.”

            “Kamu yakin akan kembali ke apartement?” Tanya halmeoni. Aku mengangguk mantap. “Baiklah kalau begitu.” Halmeoni membelaiku lembut. Sebenarnya ada banyak alasan mengapa aku masih ingin bertahan di rumah ini. Tapi, Hana membuatku harus menyingkirkan ego itu.

            “Jika sempat, aku janji akan mengunjungi halmeoni.” Aku tersenyum meyakinkan.

            “Ahh.. Aku yakin itu. Oh ya, untuk gajimu, kurasa sudah ditransfer ke rekeningmu oleh asistenku. Gunakanlah sebaik mungkin, ya?”

Dia sungguh baik. Walau aku sangat jauh dari keluargaku, Tapi Lie halmeoni, Taesun, Jinki, belum lagi kebaikan dan perhatian dari Lee agassi membuat aku serasa ada di rumahku sendiri. Tidak ada yang perlu aku takutkan atau khwatirkan. Tapi, ini sudah jalan yang harus aku tempuh.

Tak mau membuat aku jadi berubah pikiran, aku segera kembali ke kamarku untuk mengambil barang-barangku. Aku takut Taemin atau Taesun bahkan jika nanti Jinki datang kesini seperti pagi biasanya, mereka akan melarangku pergi dan membuat aku malah ragu untuk memulai hidup baruku tanpa mereka.

Aku berlari lagi dan tiba-tiba berhenti begitu melihat Hana berdiri menyandar di tembok depan kamar yang kutempati.

            “Eonni mau pergi?” tanya Hana dengan nada yang agak berbeda dari biasanya.

            “Eum.. Ne.” Jawabku sambil berpikir. Aku melirik ke tempat tidur, tempat aku menaruh barang-barangku. Tidak ada letaknya yang berubah.

            “Oh, baguslah. Tidak ada yang perlu eonni khawatirkan dari rumah ini. Pasti akan aman.” Kenapa Hana jadi sinis begini? Apa karena semalam Taesun membentaknya?

            “Umm, ya. Memang tidak ada yang perlu ku khawatirkan karena aku pikir akan baik, jika aku tidak ada.” Aish, Athena bodoh. Kenapa kau menanggapinya dengan bicara seperti itu?

Melihat Hana pergi dengan melipat tangannya di depan dada, aku bergegas ke kamarku. Aku cari-cari bingkai foto yang mungkin saja menjadi sebab berubahnya Hana padaku.

            “Hhh..” Aku menghela napas. “Akhirnya ketemu juga.” Aku menemukan bingkai foto itu ada di bawah tas jinjingku. Tunggu. Memangnya tadi aku meletakkannya dengan posisi seperti ini? Ah, masa bodo! Justru lebih baik, jadi Hana pasti tadi tidak melihatnya.

Akupun menarik barang-barangku ke lantai bawah. Disambut oleh Lie halmeoni dan Lee agassi, aku diantar ke depan mobil yang akan mengantarku ke apartement tempat aku tinggal. Sebelum akhirnya aku masuk, tak lupa aku memberikan kecupan perpisahan di pipi Lie halmeoni. Walau sebenarnya agak berat, tapi kurasa ini yang terbaik. Setidaknya, dalam waktu seminggu ini, aku bisa memberi Taemin waktu berpikir bahwa Hana membutuhkannya, dan membuatnya menyadari bahwa aku tidak mungkin untuknya.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***AUTHOR POV***

            “Eomma!” Panggil Taesun seraya mengucek matanya.

            “Eum.. Ne?” Sahut Mrs. Lee menanggapi teriakan anaknya.

            “Athena noona kemana? Kenapa kamarnya kosong?” Tanya Taesun sambil mencomot roti bakar yang telah terhidang di atas meja makan.

            “Taesun! Sudah berapa kali eomma bilang untuk tidak mencomot makanan sebelum waktunya makan?!” Tegur Mrs. Lee

            “Eomma, jangan mulai mengalihkan pembicaraan.”

Merasa bingung, Mrs. Lee diselamatkan oleh teriakna tiba-tiba dari pintu depan yang terdengar riang. “Eomma, Minra pulang!”

            “Itu, yeodongsaeng-mu sudah pulang. Ayo, sambut.” Ajak Mrs. Lee sambil mendorong tubuh Taesun. Bersamaan dengan itu, Taemin turun dari lantai atas dengan badan yang segar dan rambut yang basah, pertanda habis selesai mandi.

            “Aduh, Minra, anak eomma sudah pulang.” Sahut Mrs. Lee sambil mengambil koper yang dibawa anak perempuannya itu.

            “Wah, cucu perempuanku sudah pulang.” Dari belakang, Mrs. Lie ikut menyambut Lee Minra.

            “Loh, halmeoni ada disini? Katanya ada di Indonesia?” Lee Minra memeluk neneknya. “Oppa!!” Teriak Minra senang begitu matanya menangkap sosok Taemin yang mencari wajah adiknya diantara kerumunan orang yang menyambutnya. “Dan ini dia calon kakak iparku, Hana.” Dipeluknya tubuh Hana. “Kau kurusan, Hana eonni.” Minra tertawa pelan, lalu melanjutkan kata-katanya lagi. “Aku buru-buru pulang dari Los Angeles karena mau datang ke moment berharga kalian berdua loh.” Godanya sambil mencolek dagu Taemin dan Hana.

Setelah puas dengan sambutan kecilnya, Minra segera berlari ke dapur karena ditangkapnya wangi masakan khas rumah di hidungnya.

            “Wah, roti bakar.” Serunya sambil bersiap untuk mengambil selembar roti hangat tersebut.

            “Hush.. Kebiasaan.” Mrs. Lee segera mencubit punggung tangan Minra.

            “Mari, sepertinya kita harus segera sarapan, sebelum kedua anak ini semakin liar.” Ejek Mrs. Lie sambil melirik Taesun dan Minra. Yang lain hanya tersenyum mendengarnya.

            “Biar aku panggil Athena noona dulu.” Kata Taesun menawarkan diri, tapi dihalangi oleh Mr. Jung. Mrs. Lie terlihat kaku mendengarnya.

            “Athena eonni? Siapa dia? Mentang-mentang aku jauh, jadi tidak ada yang memberitahuku, ya?”

            “Athena noona itu perawat halmeoni.” Jawab Taesun.

            “Ohh.. Lalu kemana dia? Tidak ikut sarapan?” TanyaMinra penasaran disaat orang yang lebih dewasa dalam keluarga sedang mengambil roti masing-masing dan Mrs. Lee membantu menuangkan susu ke dalam gelas semua orang. “Oh ya, tadi aku berpapasan dengan mobil halmeoni di ujung blok perumahan ini. Siapa yang diantar supir pribadi halmeoni itu?” Tanya Hana sambil menaburi keju yang sudah diparut ke atas rotinya.

            Taesun segera melemparkan pandangan penuh arti ke arah neneknya. “Halmeoni, jangan bilang itu Athena noona. Jangan bilang dia pergi dari rumah ini dan halmeoni mengizinkannya.” Mendengar terkaan saudara kembarnya, Taemin menghentikan kunyahan roti di mulutnya.

Menghela napas pasrah karena tidak ada yang bisa ditutupi dari cucunya, Mrs. Lie akhirnya mengaku. “Ya, itu Athena. Halmeoni mengizinkannya karena alasan yang dia rasa tepat dan dia pikir yang terbaik. Halmeoni tidak tahu pastinya apa alasan itu, tapi Athena bilang, Ia akan berada di tempat yang bisa kita temui. Jadi, halmeoni meminta supir untuk mengantarnya kembali ke apartementnya.”

            Taesun meletakkan pisau dan garpu yang dikenakannya dengan asal, hingga jatuh ke lantai dan bangkit berdiri dengan amarah. “Apa halmeoni tidak bisa mengerti makna dibalik kata-katanya? Dia berkata begitu karena Ia tidak akan kembali lagi.” Taesun menggaruk kepalanya frustasi, sementara Taemin pun bangkit dari tempat duduknya dan berlari menuju pintu depan.

Melihat anak tirinya bertingkah, Mr. Jung mengikuti Taemin ke pintu depan dan dengan sigap menarik tangan Taemin hingga langkahnya tertahan.

            “Kau mau apa, Taemin?” Masih dengan suara yang stabil, Mr. Jung menanyai Taemin. Tidak ada jawaban dari mulut Taemin, hanya ada usaha berontak yang terlihat.

            Sementara cengkraman tangan Mr. Jung semakin keras di lengan Taemin, Mrs. Lee menghampiri mereka. “Taemin, kau mau apa, sayang? Heum?” Tanya Mrs. Lee sambil mengusap pundak Mr. Jung agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Hana hanya menggigit bibirnya menahan tangis.

            “Halmeoni..” Panggil Taemin dengan suara yang lemah. Terdengar sangat rapuh.

            “Jung-ssi, biarkan dia pergi.” Kata Mrs. Lie dengan sangat wibawa.

            “Tapi, eommonim, INI SUDAH TIDAK BISA DIBIARKAN. DIA SEHARUSNYA MALU DENGAN TINGKAHNYA SEPERTI INI PADA HANA-AH.” Suaranya mulai meninggi. Dan hal itu memancing kemarahan Taemin.

            “APPA!!! TIDAK BISAKAH SEKALI INI SAJA AKU MELAKUKAN APA YANG AKU MAU?! TIDAK BISAKAH KALI INI SAJA AKU MENGGAPAI APA YANG MENJADI HIDUPKU?!!!!” Mendengar Taemin berteriak, hati Mr. Jung menciut. Seperti ada yang merasuki untuk melonggarkan cengkraman tangannnya pada lengan Taemin.

            “Memangnya, apa yang menjadi hidupmu kali ini?” Suara Mr. Jung merendah. Ia berhasil menurunkan emosinya.

            “Hehh.. Hhh..” Napas Taemin naik turun dengan tidak stabil. Ia mencoba mengumpulkan kesadarannya dan mulai mengeluarkan isi kepala yang sejak dulu Ia tahan sendiri. “Jung appa, walau aku menghormatimu sebagai kepala rumah tangga di rumah ini dan mengikuti seluruh kemauanmu, tapi selama aku kuliah ini aku banyak berpikir. Dan kesimpulannya, walau kau appaku, ini tetap hidupku, aku yang akan menjalaninya, bukan appa. Dan bisakah, untuk hal yang satu ini, appa memberikanku kebebasan untuk memilih?”

Taemin memandang eommanya yang memperhatikan ucapan anaknya dengan bangga. “Aku, sama seperti orang lainnya yang mempunyai alasan untuk bertahan hidup. Seperti halnya eomma yang masih tetap bertahan di rumah ini karena aku, Taesun, dan Minra, aku juga begitu. Alasan mengapa aku mau kuliah di Jepang, mengambil jurusan bisnis, dan lulus dengan cepat, itu semua karena Athena. Karena aku tidak mau mengecewakannya suatu hari nanti saat aku bisa menemukannya.”

            “Ta-Taemin..” Panggil Hana dengan air mata yang siap jatuh. Dengan perlahan Jinki yang sudah sejak tadi berada di luar, akhirnya memberanikan diri untuk masuk.

            “Athena adalah alasanku hidup sampai saat ini.” Taemin beralih menatap Hana. “Hana, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tidak mau menyakitimu lebih lama. Athena adalah orang yang sejak pertama bisa masuk ke dalam hidupku. Aku mencintainya dengan seluruh perasaan yang aku punya. Dia napasku, aku menjaga cintanya sama seperti Ia menjaga cintaku. Walau dia tidak mengatakannya secara langsung, aku bisa lihat dari cara matanya melihatku.”

Suasana berubah hening. Mr. Jung terlihat menghayati kata perkata yang diucapkan anak tirinya dan kembali angkat suara. “Lalu, sekarang kau mau apa? Berlari tanpa tujuan? Mengejar dia tanpa arah? Tadi kau dengarkan apa yang Taesun bilang? Mungkin saja dia sudah tidak di daerah ini lagi.”

            Taemin diam dan berpikir. Apa yang dikatakan Mr. Jung ada benarnya juga, tapi tekatnya sudah bulat. Ini semua hanya untuk Athena yang telah Ia tinggalkan bertahun-tahun tanpa kejelasan apapun. “Ya, aku tahu. Tapi, setidaknya biarkan aku untuk mencarinya dulu. Biarkan aku yang menemukannya kali ini karena selama ini dialah yang sudah bersusah payah mencariku dan akhirnya menemukanku. Jadi, kini saat Ia meninggalkanku, akulah yang harus menemukannya.”

            “Mau kubantu?” Tawar Jinki tiba-tiba, membuat Taemin sedikit kaget.

            “Baiklah.” Taemin menyetujui.

            “Tunggu.” Hadang Mr. Jung. “Kau boleh mencarinya, tapi ada satu syarat.” Taemin menaikan sebelah alisnya. “Jika dalam waktu seminggu kau tidak bisa menemukannya. Kita ikuti kesepakatan awal, yaitu kamu menikah dengan Kim Hana.” Kata Mr. Jung sambil melirik Hana yang berdiri lemah di genggaman istrinya.

            “Umm.. Keputusan yang adil.” Tanggap Taemin.

** Clouds El Moon **

Berlalulah Taemin dan Jinki. Disetirnya mobil Jinki ke arah apartement tempat tinggal Athena. Mereka berharap semoga Athena masih sibuk merapikan barang-barangnya atau mungkin masih sibuk dengan beberapa urusannya. Begitu sampai di depan gedung apartement tersebut, Taemin segera turun tanpa mengindahkan Jinki yang memintanya untuk menunggu.

Berlarilah Taemin menaiki tangga demi tangga tanpa arah dan tujuan yang pasti.

            “Taemin!!!” Panggil Jinki yang sudah kepalang jengah karena Taemin yang terburu-buru. Lalu, ditangkapnya tangan Taemin dan memutar tubuhnya. “Hhh.. Kau berlari seperti ini memang sudah tahu nomor apartementnya? Ingat kata appa-mu kalau kau tidak boleh berlari tanpa arah dan tujuan!” Taemin diam memandang Jinki.

            “Baiklah, kau di depan.” Taemin mempersilahkan Jinki.

            Mengikuti kata Taemin, dia memimpin jalan menuju apartement yang ada di lantai 7. “Apartementnya nomor 717.” Kata Jinki yang ditanggapi dengan diam oleh Taemin.

Berkali-kali bel dibunyikan, tapi tidak ada tanggapan dari dalam. Curiga, akhirnya Jinki memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga Athena yang kebetulan sedang menutup pintu apartementnya. Hendak keluar, sepertinya.

            “Ahjumma, shilyehamnida. Maaf, saya Lee Jinki, teman dari pemilik apartement ini. Ini benar milik Athena Efrinne yang seorang perawat, kan?” Tanya Jinki memastikan.

            “Ya, betul. Ada apa, ya?” Ibu yang Jinki tanyai kembali bertanya.

            “Ibu tahu dimana pemilik apartement ini?” Tanya Taemin tidak sabaran.

            “Kalau  itu saya kurang tahu, tapi tadi sebelum menenteng sebuah tas besar, selain koper dan tas jinjingnya, Ia meminta saya untuk mencari pembeli apartement ini.” Seketika itu juga sendi-sendi lutut Taemin melemas. Melihat sepupunya agak sempoyongan, ditahannya tubuh lunglai Taemin.

            “Baiklah Ibu, terima kasih atas informasinya.” Ketika Jinki akan pergi dari tempat itu, suara Ibu tersebut menahan mereka lagi.

            “Tunggu. Sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu, nak.” Kata Ibu yang bahkan tidak mereka tanyakan namanya itu sambil memeperhatikan wajah Taemin lekat-lekat. “Mau mencoba masuk ke dalam?”

            “Ahh, tidak usah, ahjumma. Kami sedang buru-buru. Sebelum Athena semakin jauh, nantinya. Mungkin lain kali kami akan kesini.” Dengan tenang, Jinki menolak tawaran Ibu tersebut.

            “Ah, kau benar juga, anak muda. Baiklah, sebaiknya kalian pergi sekarang.” Jinki dan Taemin mohon pamit dengan memberi salam dan membungkuk. “Oh ya, kusarankan kalian pergilah ke rumah sakit tempat dia bekerja, semoga dia masih di sana.”

            “Jeongmal kamsahamnida, ahjumma.” Ucap Jinki dan Taemin bersamaan.

Jinki dan Taemin kembali masuk ke dalam mobil dan segera mengarahkan haluan ke Seoul National University Hospital. Di dalam mobil, Taemin terlihat tidak tenang, mungkin karena dia mulai merasa bahwa kesempatannya untuk bertemu tiba-tiba menyempit dalam beberapa saat.

            “Taemin, tenanglah. Aku yakin dia belum jauh.” Kata Jinki sambil terus memegang stir.

            “Ya, dia memang belum jauh. Tapi, dalam teori peluang, bahkan jika beda antara kita dengan kemungkinan menemukan Athena hanya beberapa detik saja, itu sama dengan aku kehilangan hidupku selamanya untuk kondisi saat ini.” Jinki mengangguk setuju dengan teori yang dilontarkan Taemin.

Dengan kondisi jalanan yang sepi, Jinki dapat mengendalikan mobilnya dalam kecepatan penuh semampu tangannya yang mengatur stir dan memindahkan gigi, serta mensinkronisasikan dengan injakan kakinya pada pedal gas, rem, dan kopling. Sementara Jinki fokus menyetir, mata Taemin terus mencari keluar, siapa tahu ada keajaiban sehingga dia menemukan Athena sedang dalam keadaan berlari di atas trotoar, kemudian dia bisa meminta Jinki menepikan mobilnya sehingga Ia bisa turun dari mobil dan mencegah Athena pergi. Tapi, keajaiban yang seperti itu tidak kunjung datang, bahkan hingga Jinki telah memarkirkan mobilnya di rumah sakit tempat Athena bekerja.

Karena Jinki telah mengingatkan sebelumnya, maka kali ini Jinki pula yang mengarahkan Taemin. Ia berlari duluan menuju bangsal tempat Athena ditugaskan. Mengikuti dibelakang Jinki, Taemin masuk ke dalam nursing station dengan tujuan mencari head nurse yang menangani bangsal tersebut.

            “Shilyehamnida. Annyeong haseyo.” Sapa Jinki dan Taemin bersamaan.

            “Oh, mari! Silahkan duduk. Ada apa?” Tanya seorang wanita berumur sekitar 40-an yang Jinki kenal sebagai head nurse yang dua bulan lalu mengizinkan permohonan neneknya untuk membawa Athena ke Indonesia.

            “Apakah anda masih ingat saya?” Tanya Jinki memulai perbincangan.

            “Tentu saja. Anda adalah Mrs. Lie Sonja, bukan?” Jinki mengangguk. “Kalau begitu ada apa sampai anda harus menemui saya di sini?”

            “Ini masalah Athena.” Dengan tidak sabaran, Jinki langsung mengutarakan tujuannya.

            “Ada apa dengan dia. Apa ada keluhan untuk perawatan yang dilakukan?” Tanya head nurse  tersebut dengan raut wajah yang serius.

            “Bukan. Bukan. Yang hendak kami tahu adalah apa tadi dia kesini?” Tanya Jinki perlahan.

            Head nurse tersebut terlihat berpikir sejenak, kemudian membuka laci dari meja yang ada di hadapannya. “Tadi, dia datang untuk memberikan ini.” Katanya sambil menunjukan amplop coklat yang ada di tangannya. “Dia mengajukan pengunduran dirinya, tapi kami  pihak rumah sakit masih belum melisensi karena kami masih membutuhkan tenaganya di sektor hemodialisa. Jadi, saya hanya menyimpannya untuk sementara. Siapa tahu dia berubah pikiran.”

            “Keputusan yang bijak, head nurse.” Ujar Jinki.

            “Lalu, sekarang Athena dimana?” Tanya Taemin.

            “Dia, kurasa dia telah pergi. Dan sepertinya dia lewat pintu belakang karena dia tahu, pasti sekarang kalian sedang mencarinya.”

            “Kenapa anda bisa berkata seperti itu?” Tanya Taemin penasaran.

            Si Kepala Perawat tertawa renyah. “Ahaha.. Itu karena ini bukan kali pertama Athena dikejar pria seperti kalian. Ada yang karena pernah diselamatkan olehnya di suatu insiden atau penasaran dan ingin kenal Athena lebih jauh.”

            Jinki melongok memperhatikan penjelasan head nurse, sementara Taemin mulai frustasi. “Tapi, tenanglah. Orang seperti Athena memang suka menyendiri dan kalau sudah begitu, tidak akan ada yang tahu dia dimana. Oh, tapi saya pikir ada satu orang yang mungkin bisa kalian tanyakan.” Lanjut sang head nurse memberi arahan.

            “Siapa?” Taemin terlihat bersemangat.

            “Perawat Soojung. Kim Soojung. Dia perawat yang bekerja di shift malam bersama dengan Athena di bangsal ini, dan Athena suka menemani dia untuk shift siang di bangsal pediatric sembari menunggu pasien yang membuat janji untuk cuci darah dengannya. Cobalah datang pukul 3 siang.” Jinki dan Taemin terlihat menyanggupi dan akhirnya pamit untuk undur diri dari ruangan tersebut.

** Clouds El Moon **

            “Taemin, makanlah dulu. Kau kan perlu energi untuk mencari Athena.” Bujuk Jinki sambil mendekatkan piring Chicken udon –mie Jepang yang bentuknya agak besar dan bulat, dicampur dengan ayam- kepada tangan Taemin yang bersila di atas meja.

            “Hyeong, aku tidak berselera.” Hardik Taemin akan bujukan Jinki.

            “Ini sudah siang, kau bahkan tidak menghabiskan sarapanmu tadi pagi. Sedikit saja, ya?” Jinki terus mencoba membujuk Taemin walau hasilnya terlihat akan nihil. “Aish.. Anak ini, betapa sedihnya Athena, jika melihatmu seperti ini.” Jinki kembali menyuapi udon ke dalam mulutnya sendiri.

            “Hyeong, apa kau menyukai Athena?” Tanya Taemin dengan tetap tidak menyentuh makananannya.

            “Mwo? Kau ini bicara apa? Tentu saja aku tertarik padanya. Kau sendiri dengar kan tadi kalau dia memiliki banyak pengagum, jadi jangan salahkan aku, ya?”

            “Aku tidak bisa percaya padamu. Pasti perasaanmu lebih pada dia.” Judge Taemin.

            “Jadi, kalau iya, memangnya kenapa? Kau tidak suka? Begitu? Tadinya aku memang minta halmeoni untuk menjodohkan Athena padaku saja. Tapi, karena insiden foto itu, ya tidak jadi. Lagipula Aku sudah punya Patrechia, jadi maaf saja, ya. Kan kau sendiri yang mengenalkannya padaku, babo.”

            “Sudah mengelak, sekarang berani mengataiku. Sachon macam apa kau?!” Taemin mulai geram.

            “Hei, tenang. Tenang. Lebih baik kau makan dulu biar ada tenaga untuk bertengkar denganku.” Mencoba tidak peduli, Jinki kembali melanjutkan acara makannya. Dan akhirnya Taemin pun menyentuh mangkuk udonnya dan menyuapkan isinya ke dalam mulut dengan sumpit.

** Clouds El Moon **

            “Hyeong, ayo. Ini sudah hampir pukul 3 siang. Kau ini gak ada kenyang-kenyang, ya?” Taemin menyender malas pada pintu mobil Jinki.

            Dengan berat perutnya, Ia mempercepat langkahnya menuju mobil kesayangannya. “Ahh.. Ne, kajja.” Ajak Jinki.

            “Hyeong, kali ini aku saja yang menyetir.” Dengan senang hati Jinki menerima tawaran tersebut.

Dan dimulailah menyetir ala Taemin yang membuat Jinki rasanya ingin muntah. Namun, merasa tidak memiliki banyak waktu, mau tidak mau Taemin harus menancap gasnya. Dan tidak lama, sampailah Taemin dan Jinki di rumah sakit kembali. Sebelum turun, Jinki mencoba mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu.

            “Kau membuatku gila, Taem.” Kata Jinki sambil berjalan terhuyung mengikuti Taemin yang mulai tidak terkendali lagi.

            “Lebih baik begitu daripada aku gila karena kehilangan Athena?” Tanpa mempedulikan Jinki, Taemin tetap melangkahkan kakinya dengan mantap ke ruang pediatric.

Sesampainya di bangsal yang dikhususkan untuk anak tersebut, perlahan Jinki dan Taemin membuka pintunya dan menemukan satu fenomena dimana banyak toddler (anak-anak usia 12 bulan sampai 3 tahun), preschool (anak usia 3-6 tahun) sampai school age (anak usia 6-10 tahun) yang sedang melakukan aktivitasnya bermainnya masing-masing. Bagi Jinki –yang masih canggung dengan anak-anak khususnya-, jantungnya dipacu untuk heboh membuatnya otomatis merinding.

Ditengah-tengah keceriaan bermain anak-anak tersebut, ditemukannyalah satu-satunya perawat disana yang sedang menimang bayi berusia kira-kira 1 tahun, dan segeralah dihampiri.

            “Annyeong haseyo.” Perawat yang disapa oleh Jinki dan Taemin itu pun melonjak kaget.

            “A-annyeong haseyo.” Balasnya menyapa. “Ada perlu apa?” Tanya perawat itu. Seketika Jinki bergidik ngeri karena ketika perawat itu berbalik menghadap mereka, bayi yang ditimangnya terlalu dekat dengan badannya.

            “Kami mencari perawat yang bernama Kim Soojung. Apa anda tahu?” Tanya Taemin.

            Kening perawat itu mengkerut. “Naneun Kim Soojung imnida.”

            “Oh, annyeong haseyo. Saya Lee Taemin dan ini Lee Jinki.” Taemin memperkenalkan dirinya dan Jinki, kemudian menyalami Soojung.

            “Ada perlu apa mencari saya?” Tanya Soojung sambil terus menimang bayi perempuan tersebut. “Ahh, iya, suster sedang bicara dengan kedua hyeong ini sebentar. Kangsan bisa menunggu sebentar, kan?” Soojung menunduk untuk menyejajarkan matanya dengan mata seorang anak kecil yang tiba-tiba menarik bajunya untuk mengajak Soojung bermain.

            “Sepertinya kau sibuk. Tapi, bisakah bantu kami untuk mencari Athena?” Karena Jinki sibuk menghindari anak-anak yang berlarian kesana-kemari, pada akhirnya Taeminlah yang berbicara.

            “Oh, kurasa kita harus mencari tempat untuk mengobrol. Hei, kau, siapa namamu?! Aish.. Ah, Jinki-ssi!” Panggil Soojung. “Bisa tolong gendong Nari sebentar? Aku mau merapikan box bayinya dulu.” Tanpa aba-aba, diberikannyalah Nari ke dalam tangan Jinki yang sukses membuatnya bergetar hebat.

            Taemin hanya tertawa melecehkan. “Hyeong, kau itu lagi gendong bayi atau monster sih? Sini biar aku saja.” Merasa Nari mungkin tidak akan selamat dalam gendongan Jinki, Ia mengambilnya dengan otodidak.

            Soojung berbalik setelah merapikan box bayinya. “Wah, kau pintar sekali menggendong bayi. Dan caramu menimang Nari tadi mengingatkanku pada Athena. Sama persis.” Puji Soojung ketika melihat Taemin yang menimang sambil tersenyum hangat pada Nari kecil yang tertidur.

            “Hah?!” Taemin tersentak kaget ketika Soojung mengambil Nari dari gendongannya.

Soojung memanggil anak yang bernama Kangsan untuk membantunya menjaga ketenangan teman-temannya di ruangan tersebut, dan agar memanggilnya di ruang kaca di dalam bangsal tersebut bila Nari terbangun dan menangis. Dan sesampainya di ruang kaca, Soojung langsung meminta penjelasan perihal tujuan mereka mereka mencari Athena pada dirinya.

            “Oh, begitu. Jadi, kau ini Taemin yang sering Ia ceritakan.” Tanggap Soojung setelah mendengar cerita Jinki dan Taemin. “Tapi, kalau boleh jujur, aku sendiri tidak tahu kemana Athena pergi. Dia bahkan tidak menghubungiku lagi sejak dua hari yang lalu.”

            “Tolonglah, kami butuh bantuanmu.” Pinta Taemin dengan nada yang sangat memohon.

            “Bantuan seperti apa, Taemin­-ssi?”

            “Noona kan teman dekatnya, yah kupikir cobalah hubungi ponselnya dan tanyakan keberadaannya.” Usul Taemin.

            “Hahh.. Gimana, ya? Aku berani taruhan, dia pasti sudah me-nonaktifkan ponselnya. Tapi, baiklah tidak ada salahnya dicoba.”

Soojung mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan mencari nomor tujuan lalu menekan tanda memanggil. Ditunggunya beberapa detik. Tapi, tidak ada jawaban.

            “Ponselnya tidak aktif.” Kata Soojung. “Tapi, aku akan coba menghubunginya lagi.”

            “Baiklah kalau begitu. Boleh saya minta nomor ponsel anda?” Tanya Jinki yang suasana hatinya mulai tenang.

            “Tentu saja.” Jawab Soojung sambil menekan angka-angka pada ponsel Jinki. “Oke, sip. Akan aku hubungi kalian begitu aku tahu.” Lanjut Soojung setelah menerima missed call dari Jinki dan menyimpan nomornya pada kontak ponselnya.

            “Jeongmal kamsa, Soojung-ssi.” Ucap Jinki.

            “Ne, cheonmaneyo. Oh ya, tapi kurasa tidak ada salahnya kalian mencari ke Jeju karena itu tempat yang selalu jadi tujuannya ketika perasaan kacau saat merindukan Taemin-ssi tiba-tiba muncul.” Saran Soojung. Membuat mata Taemin terbuka lebar dan kemudian mencekung.

Seusai pertemuannya dengan Soojung, Jinki dan Taemin turun lagi menuju lapangan parkir. Wajah Taemin terlihat lesu begitu diperhatikan Jinki saat keduanya sudah duduk di tempatnya masing-masing.

            “Hhh.. sudah kuduga akan begini jadinya.” Keluh Taemin.

            “Sudahlah. Jangan seperti ini. Sekarang mau kemana kita? Kita tidak mungkin ke Jeju sekarang. Ini sudah terlalu sore. Lebih baik besok pagi-pagi sekali kita kesana.” Usul Jinki.

            Taemin mengangguk lemah tanda setuju. “Tapi, kurasa kita masih harus ke suatu tempat hyeong.”

            “Baiklah, jika itu maumu.” Mengerti dengan maksud Taemin, Jinki segera melajukan mobilnya ke tempat tujuan yang diharapkan Taemin.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***Taemin POV***

            “Hyeong, tunggu sebentar di sini. Aku tidak akan lama.” Kataku pada Jinki hyeong.

Segera saja aku berlari menuju lift dan berhenti pada lantai 7. Kemudian, melangkah cepat.

            “Ahjumma, ini aku Taemin yang tadi pagi.” Kataku pada intercom milik tetangga Athena.

Tak lama pintunya terbuka dan Ia  keluar. “Oh, kau yang tadi itu, ya. Ada apa?”

            “Eung, itu. Tadi pagi ahjumma menawarkan aku untuk masuk ke dalam apartement Athena , kan? Sekarang, apa kesempatan itu masih ada?” Tanyaku hati-hati.

            “Tentu saja. Sebentar aku ambilkan kuncinya.” Baiklah aku akan menunggu. Beberapa saat, dia muncul lagi. “Sepertinya pakai nomor kombinasi saja karena aku lupa dimana menaruh kuncinya. Kalau tidak salah tadi pagi dia bilang 021208.”

            “Kamsahamnida, ahjumma.”

            “Ne, cheonmaneyo. Dan kurasa kau butuh temanmu tadi untuk membopongmu pulang setelah melihat ke dalam apartementnya.”

            Walau bingung dengan maksud ahjumma, aku tetap memencet nomor kombinasi pengamannya. “02. 12. 08.” Ejaku. Begitu pintu terbuka, aku menyadari sesuatu dengan nomor kombinasi yang kutekan. Itu.. Itu kan tanggal jadian kami. Bahkan dari sekian banyak angka atau tanggal yang ada, dia malah memilih tanggal jadian kami sebagai nomor kombinasi yang tidak akan dia lupa? ‘Pasti berat bagimu untuk menekan nomor itu setiap harinya, Athena.’ Kataku dalam hati saat menutup pintunya.

Aku mulai berkeliling. Apartement ini sangat rapi untuk orang yang notabennya tinggal sendiri. Sofa kecil yang tertata rapi, buku-buku yang tersusun sesuai abjad di rak, dapur yang bersih. Kupikir aku tahu orang yang seperti apa Athena itu sebenarnya. Aku ingat dulu dia bilang kalau dirinya itu sangat pemalas membersihkan rumah, tapi, kurasa selama bertahun-tahun ini dia sudah meninggalkan kebiasaan itu.

Aku masuk ke dalam satu-satunya kamar yang ada di dalam apartement ini. Warna biru dan putih mendominasi isi ruangan. Ya, biru untuk langit, dan putih untuk segala yang berada di langit. Itu katanya dulu sewaktu dia menceritakan warna kesukaannya. Dia paling suka melihat pemandangan langit, baginya cukup tenang dari pada melihat laut biru yang menghempaskan ombak putih.

Aku beralih ke meja belajarnya, lagi-lagi ada fotoku di sana selain dari seluruh tembok yang Ia tempeli dengan foto yang pernah aku berikan dan dicetak banyak olehnya. Fotoku terjejer rapi di balik kaca yang menutup meja itu. Ada kalimat-kalimat yang tertera di sana.

Tae: ‘I will give you half of my heart then you can breath and half of it to love you’

The: ‘It means u give whole of ur heart?’

Tae: ‘Of course.’

 

Itu kata-kata yang pernah aku ucapkan sewaktu asmanya kambuh. Dia menulisnya dengan tinta emas. Sangat rapi. Kemudian aku lirik lembar foto yang lain. Kali ini tulisannya berbeda.

‘I heard that Taesun’s gf was sick and he is crying and not want to doing anything then he is studying and now he is slept.

So poor he is, i hope that you always take care and don’t make me worry.

Take a rest if you felt tired and always use your jacket, understand?

I love you Athena’

#Thank you so much, Taemin. I’ll always remember this one.

 

Untuk yang satu itu, saat aku tiba-tiba mengirim pesan di social media begitu tahu Karrie –pacar Taesun ketika itu- mengidap leukemia dan kabarnya menghilang karena menjalani operasi sumsum tulang belakang. Aku tidak ingin dia sakit dan membuatku cemas lebih dari asmanya yang sering kambuh tiba-tiba karena daerah dingin yang harus Ia tempati karena kuliah. Belum lagi maag kronik dan sakit kepala yang Ia sebut vertigo yang terkadang datang sebagai efek dari asma yang sempat kambuh. Aku melihat lagi potongan kalimat yang lain. Waktu itu aku menggodanya dengan bilang bahwa aku tidak mencintainya seperti apa yang Ia rasakan dan itu membuat dia shocked setengah mati. Lalu, aku mengatakan hal ini.

.smile.

It’s a lie my little princess

.pinch your nose.

I really love you

Sungguh, bagaimana bisa aku tidak mencintainya. Athena adalah wanita pertama yang membuatku percaya pada cinta yang murni. Dia memberikan seluruh perasaannya tanpa terkecuali dan tidak ada cinta darinya yang tidak bisa aku rasakan. Walau hanya melalui dunia maya, aku tidak melihat atau menangkap kepura-puraan sama sekali. Dan saat ini, semua yang aku rasakan dulu terbukti sudah.

Kakiku kian melemas saat aku melihat satu persatu foto yang tertempel di dinding dan kalimat yang tertulis di setiap lembarnya.  Seperti contoh, sebuah foto sebuah mawar putih dan tertulis bahwa sampai saat ini dia menginginkan aku memberikannya saat hari valentine tiba. Juga gambar langit dan awan yang mengumpul, dan Ia menuliskan isi hatinya disana, betapa saat Ia menatap langit, wajahku seperti terbayang-bayang dibentuk awan. Dan masih banyak lagi.

Akhirnya, aku tidak sanggup lagi untuk berdiri. Aku memutuskan untuk duduk sebentar di tempat tidur Athena. Tapi, begitu duduk, tanganku meraba selembar foto yang dulu Ia edit untukku. Iseng, aku balikan foto itu. Ada kalimat yang Ia tulis dengan tulisan yang tidak serapi di foto-foto yang lain.

Dear my Clouds,

I know u will look for me when u knew that I go out from ur house

Then, I think u’ll stand before the door and try to call my name. But, I’ll never heard that cause now, I’m not in here.

The point that I wanna tell you is please, go for ur happiness with the girl who have stayed along beside u. Don’t try to find me anymore cause I’ve realized that we’ll never be one.

Although my love for u is still right here –point my chest-, but u and I are separating by the different world.

Could u understand that, my Shy Prince?

Now, I’ll go far far away, so u can learn how to love that girl. And I’ll try to find my new life cause that’s all that I need.. to have a chance to meet u in real.

 

With love,

The Little Princess, The Moon, Athen Efrinne.

Athena, kau harus tahu. Ini sudah kesekian kalinya aku tidak bisa menghitung berapa kali aku menangis untukmu. Aku bukan laki-laki yang cengeng dan gampang tersentuh oleh kata-kata, tapi hanya kau yang menjadikanku seperti ini. Kau, dengan mudahnya menuliskan ini tanpa melihat lagi ke dalam hatimu yang remuk saat menulisnya?

“Athena, kembalilah padaku. Aku mohon.” Aku menangis pilu. Haruskah aku kehilangan Athena lagi? Kali ini aku mungkin sudah tidak memiliki kesempatan untuk bersamanya.

            “Taemin..” Suara Jinki hyeong memanggil.

            “Hyeong.” Sahutku.

            “Maaf jika aku sembarangan masuk, tapi aku tadi merasa kau akan down, jadi aku kesini dan menanyakan nomor kombinasinya. Dan tepat seperti dugaanku, kau terpukul.”

            “Tidak apa.” Kataku masih belum sanggup bicara banyak.

            “Lebih baik kita pulang. Kau butuh waktu untuk berpikir dimana kira-kira tempat yang akan Athena kunjungi. Setidaknya tidur akan membuatmu lebih baik.” Aku hanya mengangguk dan mengikuti Jinki hyeong yang memapahku keluar dari tempat yang disulap Athena sebagai museum cintanya dengan diriku.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

Sebenarnya kemana Athena pergi? Dan akankah Taemin dan Athena dipertemukan lagi oleh takdir yang sempat mengizinkan mereka saling tatap untuk beberapa saat itu?

Dan mungkinkah kebahagiaan yang dimaksud dalam cerita ini adalah kebahagiaan Athena bersama Taemin? Atau mungkin hatinya telah berpaling pada orang lain?

Temukan jawabannya pada part terakhir dari chronicles ini ^^

Eaaa.. panjang bener kan?

Ahaha.. maaf deh ya, tapi semoga matanya ga lelah karena kalian terlalu sibuk membacanya jadi lelah di mata itu ga terasa. Ya, semoga begitu ^^

Dan maaf juga jika lagi” masih ditemukan typo. Suer deh udh aku minimalisin kberadaannya. ^^

So, mohon commentnya ya, tebak-tebak berhadiah juga ga apa” deh soalnya sesuai dengan semboyan kita, comment like oxygen dan bagiku comment adalah cara bagaimana berkomunikasi dengan authornya

Pai pai ^^

©2011 SF3SI, Ji I-El.

Officially written by Iza, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “At The End Part 2 [Not Cyber Love=Not LDR, Happy Ver.]

    1. Ahaha.. iya semoga.
      Setelah ini, semua berakhir di part 3 kok ^^
      Slamat menunggu ^^
      Thanks for ur comment ^^

  1. Asyikkk. . Udd keluar lagi. . Sumpah ya!! Aku penasaran gimana kelanjutan Athena-taemin. . . Arggghhh!! Kesian athena-ny. . . Terharu di bagian Tae di kamar athena itu… Sumpahhh… Nyesseka bayangin gimana perasaan Taemin. . Aku gx mau nebal ahh… Nunggu biarin author sndr yg kasih tahu….hahahaha

    1. Kekeke..
      penasaran ya?
      aku juga penasaran gimana jadinya klo udh publish ^^
      Sipp. tunggu aja ya, sayng ^^
      Jiahh.. kan tebak”an seru tuh ^^
      Thanks for ur comment dan kesediannya membaca ini sampai titik ini ^^

  2. Aigo~~~
    Aku harap kebahagiaan yang dimaksud dalam cerita ini adalah kebahagiaan Athena bersama Taemin. Bukan kebahagiaan yang lain.
    harusnya Hana aja yang hilang bukan Athena *bisikansetan*
    keke :p
    ditunggu part akhirnya^^

    1. Klo Hana yg hilang, siapa yg bakal nyari coba?? -evil smirk-
      Ahaha😀
      Iya, semoga sih bgitu (author pura” gak tau)😄
      Oke, tunggu ya sayang..
      Dan smoga kamu tersenyum saat membaca part terakhirnya ^^
      Thanks ^^

  3. Siapa yang diantar supir pribadi halmeoni itu?” Tanya Hana — hana ato adek taesun? soalnya bknnya hana sjk sblum athena pergi ad d rumh taemin kan..

    Seperti contoh, sebuah foto sebuah mawar putih — setangkai mawar?

    ayoooo siapa yg dimaksud kebahagiaan athena?
    jinki?
    taemin?

    ditunggu endingnya

    1. HAHH??
      Bukannya sudah aku beritahu?? Tunggu aku liat dlu
      -balik ke atas-
      Oke, ketemu jawabannya

      Bagian: “Ohh.. Lalu kemana dia? Tidak ikut sarapan?” TanyaMinra penasaran disaat orang yang lebih dewasa dalam keluarga sedang mengambil roti masing-masing dan Mrs. Lee membantu menuangkan susu ke dalam gelas semua orang. “Oh ya, tadi aku berpapasan dengan mobil halmeoni di ujung blok perumahan ini. Siapa yang diantar supir pribadi halmeoni itu?” Tanya Hana sambil menaburi keju yang sudah diparut ke atas rotinya.

      Itu kan masih kata”nya Minra, adiknya Taemin-Taesun, jadi tentu saja krn berpapasan pas dia diperjalanan menuju rumah toh?? ^^

      Iya, mawar ^^
      Ahaha..😀
      Maaf aku kurang teliti
      Jd malu >.<

      Thanks for ur comment ^^

  4. bagiku ceritanya kurang panjang thor T__T
    kasian taemin itu sudah gak kuat banget kehilangan athena….
    semoga saja mereka bertemu kembali. amin🙂

    1. Ehh??
      Kurang panjang?
      waduh ^^
      Ahaha😀
      Nanti part terakhirnya panjang bgt kok ^^
      Thanks for ur comment ^^

  5. ceilah ntu jinki suka juga ya sama the, haha sabar ya..

    huaaaa thor sumpah nyesek sama ntu kata kata athena buat tetem, mungkin ga sih mereka-taemin,athena- ketemu. semoga iya iya iya

    ditunggu part selanjutnya, sumper thor penasaran bgt

    keep writing:)))

  6. woah~ 1part lagi ini beneran udah The End kan? aku ga sabar nungguin endingnya. judulnya happy ending, udah psti bkalan ketemu, tp aku pnsran sm cara ketemunyaaaa u,u

    nah skrg rasa bigungku sm prsaan Jinki yg aku komen di part sblmnya udah hlng nih, trnyata dia jg suka sama Athena tp ga bakal jd pnghalang antra Taemin dan Athena kan eon? tinggal rasa pnsranku sm isi amplop yg Hana kasih itu yg blm trjawab.

    oh ayolaaaah……… eonni bikin karakter Taemin disini jadi manis bnget! pokoknya part ending ditunggu eon~😀

  7. Joahae ~~

    Waaah hayo si Athena mengilang kemana yaaaa ??

    Kasian si Taemin nyariin, mana harus dalam seminggu lagiii..

    hayo Ji I-el di lanjut part 3, jangan lama” yaaa, aku suka banget nungguin kelanjutan cerita ini, selalu seruuu..

    Part ini buat aku nangis pas Athena pergi dari keluarga Lie😥

    Overall nice😀

  8. ya tuhan. . . .
    semoga taemin cepet ketemu ma athena ya nyesek ngliat mereka berdua menderita *ceilah* ternyata untuk mencapai hepi ending rumit ya keadaannya. . . .
    daebak. . . gak sabar part slanjutnya. . .

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s