Talk To Love – Part 7

Talk To Love  – Part 7

Title                 : Talk To Love

Author            : EmoonKey_Kyu

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka, Chef Choi Hyun Wook

Lenght             : Chaptered 7/10

Genre              : Romance (maybe), friendship

Rate                 : PG-16

Summary        : Love come to you without permission.

A.N                 : Annyeong ^^ akhirnya part 7 di post juga #plakk. ga bosen kan? jangan dulu yaa, masih kurang 3 part hohoho #apasii. mian kalo ada typo, happy reading chinguyaaaa ^0^//*

Ps: gomawo lagi buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^ kiss juga ding #jederr

 

~Talk To Love~

 

Hye Bin duduk di meja kerjanya di Lasvera. Matanya menatap lurus ke arah foto pernikahannya dengan Key yang terpajang di meja kerjanya. Dia kembali mengingat ucapan Nikka beberapa hari yang lalu tentang siapa Yura itu.

FLASHBACK

“Waeyo? Kenapa denganmu huh? Tampangmu seperti buah nangka yang belum di kupas.” Tanya Nikka setengah mencibir sambil melahap roti di tangannya. Dari tadi dia heran melihat Hye Bin hanya memngaduk-aduk milkshake di depannya dan tanpa meminumnya sedikitpun.

Hye Bin menoleh ke arah Nikka lalu meletakkan kepalanya di atas meja. “Bagaimana ini? Dia sudah melihat tubuhku.” Gerutu Hye Bin pelan tapi Nikka masih bisa mendengarnya.

“Ooo begitu.” Komentar Nikka yang membuat Hye Bin kembali mendongak.

“Yaa! Kenapa responmu ringan sekali?” protes Hye Bin karena merasa tanggapan Nikka bukan seperti apa yang dia inginkan.

Nikka malah tersenyum geli dan merebut milkshake Hye Bin lalu meminumnya. “Memangnya aku harus bagaimana? Bukankah wajar kalau suami melihat tubuh istrinya sendiri, apalagi kalau kalian sudah melakukan itu.” canda Nikka dan langsung mendapatkan hadiah pukulan di kepalanya. “Kenapa memukulku?”

“Jauhkan pikiran mesummu itu!” jawab Hye Bin lalu melihat kanan kiri. “Dia sama sekali belum menyentuhku.” Lanjutnya dengan suara pelan.

Nikka membulatkan matanya. “Kalian sudah menikah hampir 2 bulan tapi sama sekali belum melakukan itu?” tanya Nikka memastikan dan di jawab anggukan oleh Hye Bin. “Aigo aigo, tapi dia masih normal kan?”

Hye Bin cengo mendengar pertanyaan Nikka. “Babo, tentu saja dia normal.”

“Siapa tahu saja begitu. Dia kan couplenya Onew oppa.” Jawab Nikka menerawang. “Tapi dari mana dia tahu tubuhmu kalau kalian belum pernah melakukan itu? jangan-jangan kau….” ucap Nikka dengan nada sumbang sambil memicingkan matanya ke arah Hye Bin.

Hye Bin mengerti apa maksud tatapan Nikka itu. “Dia menggantikan bajuku yang basah karena kehujanan kemarin. Lagi pula itu salahnya, tapi tetap saja aku yang rugi kalau begini.” Terang Hye Bin menunduk tapi membuat Nikka samakin menautkan ke dua alisnya.

“Yaa, maksudmu apa? Bicaralah dengan kosa kata yang mudah aku mengerti!!” ucap Nikka menoel-noel lengan Hye Bin.

Hye Bin mendongak. “Dua hari yang lalu aku di suruh Mr. Jang untuk menyelesaikan tugas yang aku telantarkan karena terlalu sibuk dengan Kibum. Aku memintanya untuk menjemputku karena waktu itu hujan deras dan dia bilang untuk menunggunya datang. Dengan bodohnya aku bilang iya dan aku menunggunya sampai sampai aku basah kuyup. Karena sudah terlalu lama, aku memutuskan untuk pulang sendirian dan waktu sampai rumah aku langsung pingsan. Aku tidak tahu apa yang terjadi saat aku bangun, Kibum sudah tidur memelukku dan aku sudah memakai piyamaku sendiri.” Jelas Hye Bin mengingat apa yang terjadi.

Nikka mengangguk-angguk. “Memangnya berapa lama kau menunggunya.”

“Hampir 4 jam.”

“Mwo? Kejam sekali dia, pantas saja kalau kau pingsan dan jatuh sakit.” Kejut Nikka heran. “Hajiman, kenapa dia bisa tidak menjemputmu?”

“Nado molla, tapi yang aku dengar dari pembicaraannya di telpon dengan Jinki oppa waktu itu adalah dia sedang ada di Incheon karena ada urusan penting. Tapi juga karena..” Hye Bin menggantungkan kalimatnya mencoba menyaring lagi kata-kata yang akan dia ucapkan.

“Mwo?” tanya Nikka penasaran.

Hye Bin mendesah. “Karena ada seseorang yang bernama Yura dan karena itulah dia melupakanku. Tapi itu yang aku dengar dari pembicaraannya kemarin.” Jelas Hye Bin masih belum mantap.

“Yura? Nuguseyo?”

“Molla, mungkin teman wanitanya.” Jawab Hye Bin sedikit kesal.

“Ah, mungkin gadis yang waktu itu.” celetuk Nikka spontan dan langsung mendapatkan tatapan bertanya dengan Hye Bin.

“Gadis yang mana?” tanya Hye Bin mendekat.

Nikka berfikir sebentar takut kalau dia salah, tapi tidak ada salahnya juga kan memberi tahu Hye Bin sekarang? “Emm, sebelum kalian menikah dulu. Aku pernah melihat Key berkencan di kafe dengan seorang gadis. Tapi aku rasa itu hanya keponakannya saja, dia masih seperti anak kecil.” Jawab Nikka takut-takut.

Hye Bin menautkan kedua alisnya menandakan kalau dia sedang berfikir. “Maksudmu dia punya selingkuhan begitu?”

Nikka langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. “Bukan itu maksudku. Siapa tahu kalau itu sepupunya. Dan itukan juga sebelum kalian menikah, jadi belum tentu kalau apa yang kau katakan itu benar.” Terang Nikka takut kalau Hye Bin salah mengartikannya.

“Sepupu? Kurasa tidak, semua sepupu perempuannya ada di Daegu.” Gumam Hye Bin berfikir.

“Aaahh, lebih baik kau jangan berfikir. Kau percaya suamimu orang baik kan? Lebih baik ayo segera ke Lasvera, kau bilang kalau kau sudah merindukan oppa mu itu. kajja!!” ucap Nikka buru-buru dan langsung menarik lengan Hye Bin. Suatu kesalahan untuk dirinya karena telah mengatakan sesuatu ke Hye Bin.

FLASHBACK END

“Sebenarnya siapa Yura itu?” gumam Hye Bin pada foto dirinya dan Key yang sedang tersenyum. “Boo, kau tidak membohongiku kan?”

“Ceklek” Hye Bin menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka.

“Apa kau sudah makan?” tanya Hyun Wook dengan gaya nya yang khas. Hyun Wook langsung berjalan ringan ke arah lemari pendingin dan mengambil 2 kaleng minuman. “Kau tidak lapar?” tanyanya lagi sambil meletakkan 1 kaleng minuman itu di meja Hye Bin dan langsung menghempaskan diri di sofa.

“Ahjusshi, kalau kau masuk ke sini. Usahakan ketuk pintu dulu, apa di Prancis kau tidak di ajari sipan santun?” omel Hye Bin bangkit berdiri lalu ikut duduk di sebelah Hyun Wook yang menganga mendengar ucapannya barusan. “Aku pusing ahjusshi.” lanjut Hye Bin lagi sambil menyandarkan kepalanya ke bahu kiri Hyun Wook.

Hyun Wook berniat menyentil kepala Hye Bin karena memanggilnya dengan embel-embel ‘ahjusshi’, tapi melihat keadaan Hye Bin yang sepertinya sedang tidak baik dia menunda memberikan jurusnya itu. “Ada masalah dengan suamimu?” tabak Hyun Wook lalu meminum minuman kaleng di tangan kanannya.

Hye Bin menggeleng lemah. “Apa menurutmu menikah dengan cara di jodohkan seperti ini akan bahagia?” tanya Hye Bin mendongak.

Hyun Wook terkekeh kecil mendengar pertanyaan Hye Bin barusan. Tangan kirinya mengelus rambut Hye Bin lembut. “Meski aku belum menikah, tapi aku pernah merasakan bagaimana rasanya cinta.” Jawab Hyun Wook menerawang. “Menikah karena perjodohan atau tidak bukanlah suatu hal yang penting. Yang terpenting adalah bagaimana perasaan kita terhadap pasangan kita masing-masing. Banyak orang yang menikah bukan karena perjodohan tapi karena keinginan untuk menikah, tapi akhirnya mereka gagal. Saat akan menikah mungkin orang itu merasa bahwa aku sangat mencintainya, tapi cinta saja tidak cukup karena cinta bisa mati seiring dengan waktu. Harus ada kepercayaan, dan rasa saling mengerti dalam pernikahan. Apa gunanya cinta kalau kita tidak mempercayai dan mengerti pasangan kita.” Hyun Wook tersenyum lalu melihat Hye Bin yang tengah menatapnya. Hyun Wook mengubah posisi duduknya supaya bisa sehadapan dengan Hye Bin. “Tapi kalau hanya ada cinta saja, itu merupakan suatu modal utama dalam pernikahan. Aku tahu kalau kau dulu sama sekali tidak mencintai suamimu. Kau hanya menganggapnya sebagai umpan untuk mendapatkan rumahmu kembali.” Hye Bin tertegun mendengar ucapan Hyun Wook barusan. Dari mana dia tahu? “Tapi aku juga tahu kalau sekarang pemikiran itu sudah hilang dalam otakmu.” Lanjut Hyun Wook sambil menunjuk-nunjuk dahi Hye Bin dengan telunjuknya.

“Jadi, aku mencintainya begitu?” tanya Hye Bin masih bingung.

“Sekarang aku tidak bisa bilang kalau kau sudah mulai mencintainya, tapi nanti aku yakin kalau kau akan mulai mencintainya. Sebuah kehidupan rumah tangga akan bisa tetap bertahan apabila ada cinta di sana, walaupun itu hanya sedikit tapi tetap saja namanya cinta. Yang bisa tahu apa perasaanmu terhadapnya itu hanya kau sendiri. Memangnya, apa yang kau rasakan?” tanya Hyun Wook sambil melipat tangannya.

“Aku sendiri bingung dengan apa yang aku rasakan.” Hye Bin menunduk. “Aku merasa nyaman kalau setiap kali berada di dekatnya dan merasa tempo jantungku berdegup tak menentu setiap kali dia menatapku. Aku merasa seperti tersihir dengan setiap kata yang dia ucapkan. Aku ingat dulu sebelum menikah aku pernah bertanya padanya mengenai hubungannya dengan seorang yeoja dan dia malah mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain seolah dia tidak mau membahas hal itu.”

“Lalu apa yang kau rasakan saat dia mengatakan itu?” tanya Hyun Wook lagi dengan senyum penuh arti. Hye Bin mendongak lalu menggeleng.

“Dulu aku merasa hal itu sama sekali tidak penting untukku makanya aku abaikan dan tidak memikirkan masalah itu lagi.”

“Lalu sekarang?”

“Sekarang? Sekarang aku jadi kepikiran hal itu, aku jadi merasa kesal oppa karena dulu dia tidak menjawabku.”  Jawab Hye Bin yang membuat Hyun Wook lagi-lagi tersenyum. “Oppa kenapa senyum-senyum seperti itu?”

“Ahni, bukankah kau merasa berbeda? Dulu kau merasa biasa saja dan mengabaikannya tapi sekarang kau merasa kalau hal itu mengusikmu dan membuatmu kesal. Bukankah itu artinya perasaanmu padany sudah berubah, kau tidak merasakan perbedaanya?” Tanya Hyun Wook sumbang.

Mata Hye Bin melebar. “Jadi maksud oppa, aku memang sudah mulai mencintainya?” tanyanya penuh tanda tanya.

Hyun Wook tersenyum lalu bangkit berdiri. “Sudah kubilang kalau hanya kau yang tahu jawabannya.” Jawab Hyun Wook sambil menepuk-nepuk puncak kepala Hye Bin lalu berlalu meninggalkannya.

“Aku malah semakin bingung.” Gumam Hye Bin linglung.

@@@@@@@@

Hari ini Hye Bin berniat pergi ke dorm SHINee karena Key lupa membawa ponselnya yang tertinggal di kamar. “Dia selalu mengomeliku supaya kalau aku pergi harus checklist dulu. Nah sekarang malah gilirannya yang melupakan sesuatu.” Gerutu Hye Bin saat memasuki elevator menuju lantai 11.

Sebenarnya Hye Bin masih merasa malu karena masalah penggantian baju waktu itu. tapi kalau di pikir-pikir, sampai kapan mereka begini? Hye Bin sendiri juga tidak tahan untuk mendiamkan Key selama hampir 1 minggu. Setelah kejadian itu, Hye Bin memang sebisa mungkin menghindari Key karena masih merasa malu. Tapi banyak hal yang mengusik pikirannya dan sepertinya apa yang di katakan Hyun Wook waktu itu membuat Hye Bin tahu bagaimana perasaanya pada Key. Hye Bin mencintainya, dia saja tidak tahan untuk melihat wajah Key sebelum berangkat tidur.

Hye Bin merasa kalau memang Key ada untuknya dan dia juga merasa harus tahu siapa gadis yang bernama Yura itu. karena Hye Bin menganggap Key itu memang miliknya dan tidak ada yang boleh memiliki Key selain dirinya. Ini bukan obsesi atau apa, tapi memang karena Hye Bin menganggap Key itu suaminya dan dia adalah istri dari Key. Apakah pemikiran itu salah?

Seperti kata Hyun Wook beberapa hari yang lalu. Tidak peduli menikah di jodohkan atau tidak yang penting ada cinta di dalamnya. Apa bila salah 1 pihak memiliki rasa cinta untuk pihak yang lain, maka tidak menutup kemungkinan pihak yang lain itu juga akan memiliki perasaan yang sama bukan? Sama seperti Hye Bin, dia yakin kalau apa yang dia rasakan sekarang ini adalah karena dia memang mulai mencintai Key dan menerimanya. Walaupun Hye Bin tidak tahu bagaimana perasaan Key terhadapnya, tapi Hye Bin akan mencoba mencari tahu. Tidak peduli pemikirannya yang dulu kalau dia takut terluka karena mencintai Key, dia akan mencobanya. Orang tidak akan berhati-hati kalau belum terluka kan?

TRING!! Pintu elevator terbuka di lantai 5. “Oo, Hye Bin-a. Ada apa kemari?” tanya Jonghyun lalu ikut masuk ke dalam elevator.

Hye Bin tersenyum. “Bocah itu melupakan ini.” Ucapnya menunjukkan ponsel milik Key di tangannya.

Jonghyun ikut tersenyum lalu atmosfer di sana berubah menjadi hening. Hye Bin masih canggung untuk berbicara dengan Jonghyun karena memang mereka berdua tidak terlalu akrab. Sedangkan Jonghyun, dia masih memikirkan ucapan Hyeseo beberapa hari yang lalu untuk tidak memberi tahu Hye Bin mengenai keadaan Hyeseo sekarang. Dia masih memegang janji itu, dia berjanji utnuk menjaga Hye Bin jika Key sewaktu-waktu menyakitinya dan berjanji untuk bisa membuat Key dan Hye Bin bersatu.

7-8-9-10-11 TRING!!

Hye Bin berniat keluar dari elevator ketika pintunya terbuka. Tapi langkahnya terhenti karena melihat pemandangan yang membuat nafasnya berhenti sesaat.

Jonghyun mengamati perubahan yang ada pada Hye Bin lalu mengikuti arah pandangan yang Hye Bin tuju. Tanpa aba-aba, Jonghyun langsung membalikkan tubuh Hye Bin dan memeluknya. “Menangislah kalau memang itu yang kau butuhkan.” Ucap Jonghyun.

Hye Bin hanya diam di peluk Jonghyun seperti ini. Seakan semua neuron-neuron di otaknya berhenti bergerak dan mengirimkan impuls, dia tidak menangis, dia tidak mengatakan apa-apa, dia tidak mengerti kenapa dadanya begitu sakit saat melihat itu, bahkan dia tidak menyadari kalau jari-jarinya terluka terkena kuku-kukunya karena terlalu kuat mencengkeram tangannya sendiri.

Jonghyun terus memeluk Hye Bin sambil mengamati apa yang dilakukan 2 manusia itu di depan pintu dorm tempat mereka tinggal. Jonghyun ingin melayangkan tinju ke wajah Key dan memukulinya sampai babak belur. Kemarin mereka sudah berselisih mengenai masalah ini, dan sekarang Key malah menyalakan api yang belum padam benar. Apa ini yang namanya menyelesaikan masalah? Bagaimana kalau ada orang lain yang melihat itu? Kenapa Key begitu ceroboh? Dan yang terpenting adalah kenapa pada saat Hye Bin ada di sini?

@@@@@@@@@

“Apa sebenarnya maksud oppa?” tanya Yura pada Key di depannya.

Key menghembuskan nafas berat sebelum akhirnya dia berkata. “Lets take a breath. Aku juga tidak bisa terus-terusan seperti ini. Aku takut kalau kau nanti malah terlibat skandal denganku. Aku tidak mau namamu tercoreng karena merebut suami orang lain.”

Yura menjatuhkan air matanya ke lantai dorm yang sepi. Onew, Minho dan Taemin memberikan waktu kepada mereka berdua untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara mereka bersembunyi di kamar Taemin dan Minho. “Cih, seharusnya dia yang sadar oppa. Dia yang merebutmu dariku, bukan aku.” Ucap Yura dengan nada bergetar. “Aku selalu percaya pada apa yang kau ucapkan padaku. Kau dulu bilang tidak akan meninggalkanku? Tapi apa sekarang? Kau malah menyuruhku untuk menjauh darimu. Aku susah payah meminta ijin umma untuk bisa kembali tinggal di Seoul karena aku ingin selalu ada di dekatmu, oppa.”

Key menunduk, sebenarnya dia masih ingin kalau Yura tetap berada di dekatnya. Tapi itu sama sekali tidak mungkin, semua yang orang-orang terdekatnya katakan adalah benar. Sampai kapan Key seperti ini, menggantungkan hubungan dengan Yura. Yang ada malah nanti Yura akan semakin sakit hati. “Yura-ya, ini demi kebaikan kita.” Ucap Key menggenggam tangan Yura.

“Ini semua demi kebaikan wanita itu, oppa. Bukan untuk kita. Seharusnya wanita itu tidak perlu datang di kehidupan kita. Dan kenapa oppa malah menerima wanita itu kalau dulunya oppa menolak. Apa karena aku meninggalkan oppa, iya? Seharusnya wanita itu sadar siapa dia, dia hanya orang ketiga yang seperti benalu. Dia ha-“

“Hentikan Im Yura!! Wanita itu punya nama, dia Kim Hye Bin.” Potong Key karena merasa aneh ketika mendengar Yura menjelek-jelekkan Hye Bin.

Yura tersenyum melecehkan. “Good. Jadi oppa sudah benar-benar tergoda dengan wajah lugu wanita itu? cih, sehebat apa wanita bernama asli Choi Hye Bin iu sampai-sampai oppa berani membentakku demi membelanya?” ucap Yura menatap tajam Key. “Ternyata oppa sama saja dengan kucing liar. Baru bersamanya kurang dari 3 bulan saja sudah seperti ini, seperti kucing liar di suguhi ikan teri.” Cibir Yura lagi sambil menghapus air matanya yang sudah membuat matanya hampir bengkak.

Key mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. “Bisa kau hentikan kata-katamu itu?”

Yura kembali menangis. “Oppa, dia baru bertemu denganmu kurang dari 3 bulan. Dan kita sudah bersama sudah hampir 10 tahun. Apa oppa bosan denganku?” tanya Yura dengan suara parau.

“Bukan karena bosan atau apa. Tapi apa kau percaya bahwa waktu 1 detik itu juga bisa mengubah waktu 1 abad?”

Yura mendongak mendengar ucapan Key barusan. “Oppa, kau tidak akan bilang kalau kau mulai mencintainya kan?”

Key menggeleng. “Aku tidak bilang begitu. Aku masih bingung dengan perasaanku terhadapnya dan juga denganmu. Jadi berikan aku waktu untuk mencari jawaban ini. Aku yakin kalau gadis cantik sepertimu akan mudah mendapatkan orang yang lebih baik dariku.” Ucap Key membelai rambut Yura.

Yura menggeleng dan menepis tangan Key. “Ahni, oppa mengenalku kan? Aku tidak akan melepaskan sesuatu yang sudah menjadi milikku. Terserah oppa mau bilang apa, yang pasti aku tidak akan melepaskan oppa begitu saja. Aku permisi.” Ucap Yura lalu bangkit berdiri meninggalkan Key.

“Napeun yeoja!” umpat Key lalu berlari menyusul Yura. “Yura-ya!!” panggil Key yang membuat Yura menghentikan langkahnya di depan pintu.

“Wae? Oppa tenang saja, aku hanya mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Apa aku salah?” tanya Yura cuek sambil menatap ke arah elevator yang masih tertutup.

“Apa yang akan kau lakukan? Seharusnya kau tahu kalau apa yang aku lakukan ini demi kebaikan kita berdua, demi melindungi nama baikmu.” Jelas Key sambil memegang bahu Yura berharap gadis di depannya ini mengerti.

Masih tetap tak melihat Key, Yura menyeringai kecil. “Aku tidak akan mencelakai wanita itu. aku hanya minta ijin untuk bisa terus berada di samping oppa. Itu saja tidak lebih.”

“Itu sama saja Yura-ya. Aku hanya ingin melihat Yura ku yang dulu, Yura yang selalu mengikuti apa kataku dan tidak seperti ini. Kau sudah berubah.”

Yura mendengus sebal mendengar ucapan Key barusan lalu menatap Key. “Kau lah yang membuatku melakukan semua ini oppa. Aku juga tidak mau, tapi kaulah yang memaksaku.” Ucap Yura menghapus air matanya dan melihat ke arah lain. Tepat saat dia menoleh, dia melihat wajah seorang gadis muncul dari dalam elevator. Yura langsung mengambil pipi Key dan mencium bibirnya.

Key sedikit kaget saat Yura tiba-tiba menciumnya. Dia mencoba melepaskkan ciuman itu tapi Yura malah menggigitnya dan menandakan kalau dia menolak penolakan dari Key.

@@@@@@@@@

Jonghyun membawa Hye Bin ke tepian sungai Han. Sedari tadi dia tidak melihat Hye Bin menangis. Hye Bin malah dari tadi tersenyum dan mengatakan “Nan gwenchana, gokjonghae oppa.” berkali-kali dan itu justru membuat Jonghyun merasa heran. Sebenarnya apa yang ada dipikiran gadis ini?

Jonghyun melihat ke arah tangan Hye Bin yang dari tadi mengepal. Dia baru sadar kalau tangan Hye Bin sudah tidak berwarna layaknya tangan pada umumnya, tapi berwarna merah darah. “Hye Bin-a, tanganmu.” Ucap Jonghyun menarik tangan Hye Bin dan melihatnya. Bentuk luka yang merupai kuku dan berwarna merah hampir bengkak membuat Jonghyun menganga.

Hye Bin tersenyum getir sambil mengambil kembali tangannya. “Nan gwenchana oppa, gokjonghajima~” ucapnya pelan lalu kembali menatap sungai Han di depannya.

Jonghyun menggeleng dan bangkit berdiri dari bangku yang dia duduki. “Jangan pergi kemana-mana! Aku akan segera kembali.” Katanya lalu berlari pergi meninggalkan Hye Bin sendirian.

Hye Bin melihat ke arah Jonghyun yang sudah berlari menjauhinya lalu menunduk. “Babo!” umpatnya pada dirinya sendiri. Tanpa terasa air matanya jatuh dengan sendirinya, Hye Bin membiarkan air asin itu mengalir membuat anak-anak sungai di pipinya. Rasanya sakit, disaat dirinya yakin kalau dia memang mencintai Key tapi malah dia melihat suatu hal yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

“Kenapa denganku?” gerutunya lalu menghapus air matanya. Hye Bin menendang-nendang kerikil di bawah kakinya , tapi pandangannya masih terarah ke sungai luas di depannya. Baru kali ini Hye Bin merasa seperti ini, karena memang baru kali ini dia merasa yakin akan perasaannya.

“Wae? Kenapa kau melakukan semua ini padaku, Boo? Apa salahku? Aku hanya berusaha untuk meyakinkan perasaanku padamu dan sekarang di saat aku mulai yakin kalau aku memang mencintaimu, kau malah menghempaskan perasaanku? Siapa yang bodh saat ini, huh? Aku tau kau? Kau sudah janji untuk selalu membuatku bahagia, apa ini bahagia yang kau maksud?” umpat Hye Bin pelan tanpa irama. Seolah apa yang dia keluarkan itu adalah apa yang ada di otaknya, bukan dari hatinya. Wajahnya kembali datar, tapi matanya tidak bisa berbohong. Sedetik kemudian Hye Bin tersenyum getir. “Jadi karena wanita itu kau membiarkanku menunggu sampai aku jatuh sakit? Daebak!”

“Berhentilah sok tegar seperti itu, Bin-a.” Hye Bin menoleh ke arah suara itu.

Jonghyun setengah berlari dengan nafas tersengal-sengal berjalan mendekati Hye Bin. Dia duduk di sebelah Hye Bin, tempat dimana dia tadi duduk. Diraihnya kedua telapak tangan Hye Bin yang lukanya masih basah dan mengeluarkan sedikit cairan berwarna merah berbau anyir. Jonghyun mengambil air mineral dari dalam kantong plastik lalu membuka tutupnya dan menyiramkan sedikit demi sedikit ke telapak tangan itu.

“Sshh.” Desah Hye Bin karena merasa perih di telapak tangannya. Hye Bin melihat Jonghyun yang dengan cekatan mengusap-usapkan kapas ke telapak tangannya lalu mengoleskan semacam alkohol ke luka miliknya.

“Kalau kau mau menangis, menangislah sekarang juga. Tidak baik kalau kau pura-pura tegar seperti itu.” ucap Jonghyun menlihat Hye Bin sekilas lalu kembali fokus dengan apa yang dia pegang. “Aku tahu apa yang kau rasakan sekarang. Dan aku tahu kalau hal ini akan terjadi. Tapi dengan cara kau berpura-pura tegar seperti ini, maka kau sendiri yang akan merasakan luka di dadamu dan tidak terluapkan.” Jonghyun memasukkan segala obat-obatan yang tadi dia pakai dan menyingkirkannya. Tangan Hye Bin sudah di perban dengan rapi supaya darahnya tidak keluar lagi. Matanya beralih ke arah Hye Bin yang juga menatapnya. Jonghyun bergeser supaya bisa berhadapan dengan Hye Bin dan memegang bahunya. “Marahlah, berteriaklah, menangislah sampai kau tidak mampu menangis kalau memang itu bisa mengurangi sedikit bebanmu.” Hye Bin menunduk mendengar ucapan Jonghyun. Jonghyun melepaskan kedua tangannya lalu kembali melihat ke arah sungai Han di sore hari. “Aku tahu kalau kau sudah mulai menyukai Key dan sedang belajar untuk menerima pernikahan ini. Yang aku tahu, Key juga sedang berusaha untuk bisa menerimamu sebagai istrinya. Kemarin kami sempat berselisih karena masalah kau, Key dan Yu-“

“Yura. Sebenarnya siapa gadis itu oppa?” potong Hye Bin yang membuat Jonghyun menoleh.

############### TBC #############

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Talk To Love – Part 7”

  1. omo…. Hye Bin sudah mulai mncintai KEY Oppa…? tapi ksihan bnget, saat Hye Bin sudah nyadari perasaanx, ehhh malah dia lihat hal yg sbnerx gag prlu dilihat.. poor Hye Bin… Hye Bin yg tegar ya, aku yakin psti nnti Key Oppa punya prasaan yg sama sama kamu..
    Key oppa plin-plan atw gmana sih..? sbnerx key oppa sudah mncintai Hye Bin atw gmana..? sudah buruan pilih salah satu jgan plin-plan gitu.. buang tuh si Yura jauh2.. tuh cwek lagi, muncul di saat yg gag tepat.. jgan gnggu rumah tgga orang dong.. dasar cwek pgganggu… *gag nyante*..

    hehehehe, mianhae chingu.. lg emosi nie pagi2 gara2 si yura itu…
    jeongmal mianhae chingu.. *bow*

  2. olalala….hye bin udh mulai mencintai key toh…tp key..???,kok plin plan gitu…kasihan hye bin donk….
    yura juga,,,,bener-bener minta di jambak tuh anak,udh tau key kagak mau malah main sosor seenaknya aja…
    untung ad jonghyun yg menghibur hye bin…tp,itu ntar si jjong g jatuh cinta sama hye bin kan….???
    semakin menarik…lanjut….

  3. hiks hiks…
    cedih T.T

    itu sbnrnya jg udh slg cinta.. trlht dr mereka yg masih pke nama panggilan boo n pooh itu.. eh pooh kan?
    pdhl itu awalnya cuma pura2.. d hdpn publik aj kan..

    iiiihhh yura.. sengaja gtu ternyata…

    ditunggu lnjutannya

  4. iiiicccchhh ,, gemes …
    key lg labil tuch ,, galau tingkat maksi ..
    mudah2an msalahnya selesai dengan baik ,,,,, 🙂
    key ,, hye bin ,, fighting !!

  5. Ahh.. Keyy.. Ayo cepat bertindak tegas.. Ksian hye bin..
    Itu jjong care bgt ama hyebin.. Jgn sampe jjong naksir hyebin jg yah..
    Next ditunggu..

  6. Joa. . Joa. . Ceritanya semakin seru. . .

    Ayo Jonghyun. . Deketin Hyebin terus. . Biar Key cemburu…. Ahh aku senang add orang ketiga dan keempat diantara Key-Hyebin. . . .

    Pasti Yura bakal melakukan sesuatu. . Semangat Hyebin!! Ganbatte!!hehehe

  7. anyoung author, aku suka ffmu, tapi mian baru bisa komen

    ih yuranya kenapa harus gangguin key terus, kan kasian hye bin, cpba iklasin aja keynya buat hye bin(kalau bisa buat aku)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s