Still – Part 8 (END)

Still

(Part8 – END)

Author                : Nita Yuliani a.k.a Nam Hyun Young

Cast                     : All member SHINee

–          Nam Hyun Young

–          Choi Jinhya (Hyun Young Best Friend & Lee Jinki Girl Friend)

–          Kwon Yoori

–          Kyuhyun

Length                : Sequel

Genre                  : Romance, Thriller

Rating                 : PG – 16

Annyeong~

Huaaaaaaaaaa part Ending nih,,, sedih banget mesti berpisah sama HyunMin Couple. Di part ini aku ngambil sudut pandang orang ketiga yaitu Author POV (Mwahahahaha *Evil laugh) jadi gagz ada HyunMin POV atau sebangsanya. part ini Author bener – bener berkuasa bgt hehe..

Happy Reading

dan untuk ide thrillernya aku terinspirasi atau mungkin diadaptasi dari drama korea City Hunter. maklum amatir sich….

Author POV

Jinki dan Jinhya berjalan mengikuti jalan setapak. Mereka sedang menuju air terjun yang berada di kaki bukit. Taemin mengikuti langkah hyungnya dibelakang. Matanya terus mengedar mengagumi suasana panorama alam yang begitu indah.

Begitu sampai terdengar gemuruh air terjun. Angin yang cukup besar membawa setiap air yang turun membasahi apa saja yang ada disekitarnya. Terdengar gemericik air yang jernih mengalir melalui bebatuan. Di dinding tebing terdapat beberapa bunga liar yang memiliki corak warna yang begitu indah. Taemin tak mau menyia – nyiakan kesempatan ini, ia mengeluarkan cameranya dan langsung mengabadikan tempat yang begitu indah hasil Maha Karya Sang Pencipta.

“Dingin???” tanya Jinki ketika melihat yeojachingunya sedang merapatkan cardigannya.

Jinhya mengangguk tersenyum.

“Kemarilah!!!” ujar Jinki meraih tangan Jinhya dan mengajaknya untuk berdiri diatas batu besar.

Jinki memeluk Jinhya dari belakang, merasakan setiap hembusan angin dan juga air yang menerpa wajah mereka. sedangkan Taemin masih asik memotret. Lensa kameranya menangkap Hyungnya sedang memeluk dan mencium pundak Jinhya.

“Assshhh mereka itu menyebalkan sekali” umpat Taemin dan ia kembali memotret.

***

Hyun Young dan Jinhya memasuki kamar, mereka tengah mendapati Yoori yang tengah tersenyum – senyum sendiri di atas tempat tidur.

“Eonni~ bagaimana?? Berjalan lancar kan???” seru Jinhya mendekat dan tidur disamping Yoori.

“Iya Eon, kalian sudah resmi kan??” kali ini Hyun Young ikut berbaring.

Tempat tidur ukuran king – size itu kini telah sesak dengan mereka bertiga, Yoori terhimpit oleh Hyun Young dan juga Jinhya.

“Ah jadi itu ulah kalian ya??? dasar kalian ini!!! tapi gomawo ya” ucapnya mesam – mesem memeluk erat gulingnya.

“Jadi kalian sudah resmi???” Jinhya menarik guling itu. Yoori bergumam di balik bantalnya sambil tersenyum.

“Kyaaaaaa Eonni Chukae” teriak keduanya bersamaan memeluk Yoori.

Uh! You gave me, you gave me a heart break!
Seuchyuhganda murujyuganda                                                                                                                                                               

Hyun Young meraih ponselnya saat berbunyi ringtone Graze, ada sms.

Kutunggu di tepi danau.

Sekarang!!!

Minho______

“Aku pergi dulu ya, Minho sudah menungguku” ujar Hyun Young langsung berlari menuju danau. Sementara Jinhya dan juga Yoori hanya menggeleng – gelengkan kepala.

Hyun Young berjalan di tepi danau yang sebentar lagi menjelang gelap, pikirnya pasti Minho sedang menyiapkan SESUATU yang special untuknya. Tapi ia tidak menemukan tanda – tanda ada Minho disana, danau sangat sepi. Ia melihat kesekeliling tiba – tiba sebuah tangan menjulur membekap mulutnya, dan semuanya gelap…..

***

Hujan turun dengan derasnya, Minho memasuki Villa dengan basah kuyup. Jinhya yang saat itu tengah bermain catur bersama Jinki menoleh seketika.

“Minho-ssi mana Hyun Young??”

“Apa maksudmu??? Aku tidak bersama Hyun Young”

“Minho-ssi jangan bercanda. Tadi Hyun Young mendapat pesan katanya kau menunggunya jadi Hyun Young langsung pergi” Yoori meletakkan gelas coklatnya.

“Kemana???” Minho mulai panik

“Entahlah Hyun young tidak bilang” sahut Jinhya yang mulai khawatir.

“Kapan dia pergi???”

“Sekitar tiga jam yang lalu!!!” tambah Yoori.

Minho berlari mencari senter yang biasa diletakkan dibawah laci televisi, setelah dapat ia langsung meraih jaketnya dan hendak keluar mencari Hyun Young.

“Diluar masih hujan, tunggulah dulu!!!” ujar Jinki menahan lengan Minho.

“Hyun Young dalam bahaya, aku tidak bisa duduk diam menunggunya disini” sahutnya menepis lengan Jinki dan berlalu menerobos hujan yang sangat lebat.

“Kalian para gadis tunggu di villa saja, hubungi kami jika Hyun Young telah kembali” ujar Jinki memakai jaketnya dan berlalu mengikuti Minho, Kibum dan Taemin mengekor.

Jinhya dan Yoori mulai panik, mereka berdoa berharap tidak tejadi apa – apa pada Hyun Young!!!

***

Hyun young membuka matanya perlahan, sekelilingnya gelap gulita. Ia mencoba menggerakkan seluruh badannya tapi kenapa kaki dan juga tangannya diikiat seperti ini?? mulutnya juga dililit oleh sapu tangan yang beraroma seperti sapu tangan miliknya sendiri. Hyun Young terduduk dilantai, Dia merasakan hawa  dingin menembus kulitnya, disekitar tercium bau lembab dan juga pengap. Ia tidak bisa melihat apapun, disini terlalu gelap.

Hujan masih turun dengan derasnya, ia tidak tahu sejak kapan turun hujan. Dari kilat yang terus menyambar Hyun Young bisa melihat samar – samar bayangan seseorang yang duduk di sebelah jendela. Tiba – tiba terdengar korek digores. Hyun Young menoleh. Dalam cahaya yang kecil itu tidak banyak yang bisa ditangkap lensa. Tapi cukup. Hyun Young melihatnya –Kim Jonghyun.

Jonghyun meletakkan lilin diatas meja, kini Hyun Young bisa melihat keadaan sekelilingnya. Seperti gudang. Diruangan ini begitu banyak peralatan kebun yang sudah rusak dan juga berkarat. Jonghyun mendekat, Hyun Young begitu ketakutan. Dalam hatinya ia terus berteriak memaki Jonghyun.

“Kau pasti kaget kan???” ujarnya membuka sapu tangan yang melingkar dimulut Hyun Young “ternyata kau mudah sekali tertipu!!!” lanjutnya

“Kenapa kau lakukan ini padaku huh???”

“Aku hanya ingin membuat Minho merasakan apa yang aku rasakan. Itu saja!!”

“Apa maksudmu???”

Jonghyun meraih dompetnya dan menunjukan sebuah photo kepada Hyun Young.

“Kau tahu siapa dia???” tanyanya

Hyun Young terus berfikir sepertinya ia pernah melihat yeoja itu, tapi dimana??? Ia tidak ingat.

“Dia kakakku. Dia bunuh diri  karena dicampakkan oleh Choi Minho. kekasih yang kau cintai itu”

Hyun Young ingat sekarang, yeoja yang satu tahun lalu ditemukan tewas di apartementnya karena menenggak racun. Tapi ia baru tahu jika yeoja itu bunuh diri karena dicampakkan oleh Minho.

“Minho memutuskan Yoora noona karena saat itu Minho lebih tertarik denganmu. Kau tahu kakakku sampai mengemis – ngemis cinta padanya, tapi si bajingan itu sama sekali tidak memperdulikan kakakku, dia prustasi dan menenggak racun dikamarnya” air mata Jonghyun mengalir deras. Hyun Young terpaku, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan saat ini, yang jelas ia sangat shock.

“Aku ingin membuatmu menghilang selama – lamanya Hyun Young. dengan begitu Minho akan merasakan semua apa yang aku rasakan” jonghyun menjulurkan pistol kewajah Hyun Young.

Hyun Young ketakutan. Dia mengerti bahaya yang mengancamnya sekarang. Air matanya mengalir deras.

“Aku mohon Kim Jonghyun jangan lakukan ini” isak Hyun Young, Jonghyun tertawa.

“Kakakku juga mengatakan hal itu waktu Minho meninggalkannya. Tapi si bajingan itu sama sekali tidak peduli.” Jonghyun memainkan ujung pistol diwajah Hyun Young.

Hyun young menangis semakin keras, ia amat sangat takut. Tiba – tiba ia ingat dengan kalung pemberian Minho. tapi ia bingung bagaimana menekan kalung ini sementara tangannya telah terikat. Hyun Young terus memutar otaknya.

Terdengar pintu dibuka perlahan, Kyuhyun masuk dengan baju super basah.

“Bagaimana??” tanya Jonghyun menghampiri Kyuhyun. Hyun Young tidak menyia-nyiakan kesempatan bangus ini, sementara Jonghyun tengah berbincang dengan Kyuhyun, Hyun Young menunduk, Menahan kalung itu dengan lutunya dan menggiigit bagian tengahnya. Ia berharap Minho segera mengetahui keberadaannya sekarang.

“Nanti saja kau habisi gadis itu. Hujan deras sekali. Sungainya meluap. Kita terisolasi disini.”

Hyun Young tercengang, ia tidak percaya Jonghyun benar-benar akan menghabisi nyawanya. Ia terus berdoa berharap Minho menolongnya.

***

Minho terus mencari Hyun Young. hujan dan juga petir tak mengurungkan niatnya untuk terus menyusuri setiap jalan yang kemungkinan dilewati Hyun Young. ia berharap bisa menemukan jejaknya sekecil apapun itu.

Minho berjalan ditepi danau. Hanya sedikit yang bisa tertangkap oleh lensa mata dari cahaya senter yang ada di tangannya. Hujan masih turun dengan derasnya. Minho mencoba mengecek ponselnya, ia berharap sensor dari kalung Hyun Young bereaksi dan memberinya petunjuk.

Tinnit tinit

Minho Buru – buru meraih ponsel dari dalam saku celananya. Dari dalam screen ponselnya ia melihat  ada titik merah dengan ukuran cukup besar, tandanya Hyun Young menekan liontinnya. Dimana ini??? sepertinya ini di dalam hutan??? batinnya

Tanpa berpikir lama Minho langsung menerobos hutan. ia menekan tombol opsi dalam ponsel dan memilih peta. Tak berapa lama peta itu menunjukan jalan yang cepat menuju titik merah tersebut. Didekat titik merah itu terdapat garis tipis berwarna putih, sudah pasti lokasinya dekat sungai yang berada di kaki gunung. Tapi sedang apa Hyun Young disana??

Minho semakin mempercepat langkahnya. Kondisi jalan yang gelap dan juga licin membuat Minho hampir terjatuh beberapa kali.

Jarak dengan titik merah itu semakin dekat, hanya sekitar beberapa meter lagi. Minho melihat sebuah gubuk dengan cahaya lilin didalamnya. Ia berjalan mengendap mendekati gubuk itu dan mengintip melalui lubang yang terdapat pada jendela kayu. Ia terperangah saat mendapati Hyun Young ada didalamnya dengan tangan dan juga kaki yang terikat.

BRUUUUUUUUUKKK

Minho mendobrak hancur pintu yang sudah tua itu. Jonghyun dan Kyuhyun terperanjat.

“Dasar brengsek apa yang kau lakukan pada pacarku???” minho berteriak dan menghajar Jonghyun dengan membabi buta. Kyuhyun langsung menarik tubuh Minho dan mengunci kedua tangan Minho kebelakang. Jonghyun balik memukuli Minho.

“Hentikan, aku mohon hentikan. Berhenti memukulinya” Hyun Young terus menjerit – jerit meminta Jonghyun menghentikan pukulannya.

Minho ambruk dengan wajah penuh darah.

“Menyedihkan sekali kau Choi Minho” ucap Jonghyun menyeringai.

Kyuhyun meraih rantai dan mencekik leher Minho, Hyun Young menjerit semakin keras.

“Andweeeeee… aku mohon hentikan!!!”

Jonghyun menjambak dan menyeret Hyun Young mendekati Minho, dia mengarahkan pistol kewajah yang putih nan mulus itu.

“Kau lihat ini Choi Minho, aku akan menghabisi kekasih yang sangat kau cintai ini!!!”

“Andweeee,,, ja ngan se sentuh dia. bu bunuh saja aku!!” Minho berbicara dengan napas tersenggal – senggal, mulutnya sudah penuh dengan darah.

“Aku tidak akan membunuhmu, aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya ditinggal mati oleh orang yang kita cintai”

“Aku mo hon pada mu ja jangan saki ti dia, bu bunuh sa ja a ku” ucap Minho terbata – bata, ia kembali mengerang saat Kyuhyun mempererat cekikannya.

“Andweeeeee Cepat bunuh saja aku, berhenti menyakitinya. aku mohon” isak Hyun Young

“Wow kalian benar – benar Romeo dan Julliete. Sangat mengharukan sekali salah satu dari kalian akan menyaksikan sang kekasih mati secara perlahan. Mungkin pertama aku akan membunuhmu Hyun Young, dan si bajingan ini perlahan – lahan akan mati karena menahan sakit.” Ujar Jonghyun menyeringai.

“Ka kalau ka kau be bera ni me nyen tuh nya ku bu bun uh ka kau!!!”

“Hahahahaha … jinja??? Cuah~” Jonghyun meludahi wajah Minho.

“Hentikan aku mohon hentikan!!!” jerit Hyun Young

Minho menarik rantai yang tengah melilit lehernya, Kyuhyun tersungkur. Minho menerjang Jonghyun tapi dengan cepat Jonghyun menendang wajah Minho hingga terpental. Kini Jonghyun sudah mengarahkan pistol pada Minho. Hyun Young menjatuhkan diri dan menutupi tubuh Minho dengan tubuhnya tapi Minho kembali menindih tubuh Hyun Young dan

DOOOORRRR

Jonghyun melepaskan tembakannya tepat mengenai punggung Minho.

“Ada yang datang cepat pergi!!!” ujar kyuhyun, Jonghyun berlari mengikuti Kyuhyun.

“Oppa~ Oppa~ Oppaaaaaaa” Hyun Young mencoba memanggil nama Minho, tapi ia sama sekali tidak bergerak. Darah segar mengalir dari punggungnya.

Jinki, Kibum dan Taemin berhambur masuk, mereka shock mendapati punggung Minho yang sudah berlumur darah. Kibum langsung berlari melepaskan ikatan Hyun Young.

Hyun Young menjerit histeris, dia meraih kepala Minho dan meletakkannya dipangkuannya. Dia terus memanggil nama Minho tapi ia tetap tak bergerak.

***

Jinhya dan Yoori kaget saat melihat Kibum menggendong Minho yang sudah berlumuran darah.

“Apa yang terjadi???” Tanya Yoori panik

Kibum meletakkan tubuh Minho diatas sofa ruang tamu “Noona bisa kau keluarkan peluru dari punggung Minho, kau pernah sekolah kedokteran kan???”

Yoori memang sempat masuk jurusan kedokteran, tapi karena alasan yang tak jelas ia keluar dan memilih management bisnis.

“Tapi aku tidak membawa peralatannya. Igeo eoteokhe???” sahutnya makin panik.

“Tunggu sebentar hyung” sahut si Taemin berlari keluar.

***

Taemin memecahkan kaca jendela sebuah klinik penduduk yang tak jauh dari Villa, karena ia tak tahu apa saja yang dibutuhkan makanya ia mengambil semua alat kesehatan yang ada disana.

“Jeosonghamnida~ aku akan mengganti semuanya nanti” ucapnya berlalu meninggalkan klinik melalui jendela yang kacanya tengah berserakan.

Taemin menerobos hujan yang masih turun dengan deras, ia membuka pintu Villa dengan kasar.

“Noona apa ini cukup???” seru Taemin menyerahkan satu kotak penuh yang berisi alat kesehatan dan juga obat-obatan.

Yoori meraih kotak itu dan melihat isinya. “Ok ini cukup~ terima kasih Taemin. Bisa bawa Minho kekamar? Jinhya siapkan air bersih dan juga handuk??” pinta Yoori, Jinhya langsung melesat kedapur mengambil semua yang diperintahkan Yoori barusan.

“Hyun Young tenanglah, aku akan menyelamatkan Minho.” ujar Yoori memegang bahu Hyun Young dan melesat kekamar untuk melakukan operasi.

***

Yoori dibantu Kibum mencoba mengeluarkan peluru yang bersarang di punggung Minho. Kibum mengelap keringat yang terus mengucur dari dahi Yoori.

“Tenanglah~ aku yakin kau bisa” ucap Kibum menenangkan saat melihat Yoori yang tengah gemetar.

Akhirnya peluru itu berhasil dikeluarkan, Yoori menjahit punggung Minho.

“Minho kebahisan banyak darah. Siapa yang memiliki golongan yang sama dengan Minho??? dia butuh transfuse darah segera” ujar Yoori memasukan jahitan terakhir.

“Hyun Young” sahut Kibum

“Jinja??? Panggil kemari” perintahnya, Kibum langsung melesat keluar memanggil Hyun Young.

***

Jinhya terus memeluk Hyun Young yang tak berhenti menangis. Diluar hujan sudah mulai reda. hanya tinggal gerimis dan petir – petir kecil yang mengiringinya. Semuanya tengah panik sekarang. Taemin mengepal – ngepalkan tangannya sedangkan Jinki ia terus memainkan ponselnya. Semuanya bangkit saat Kibum keluar dari kamar.

“Bagaimana hyung??” tanya Taemin

“Minho kehabisan banyak darah. Hyun Young bisakah kau mendonorkan darahmu???”

Hyun Young mengangguk cepat.

“Kajja”

Hyun Young mengikuti Kibum memasuki kamar.

Yoori tengah membersihkan darah dari tubuh dan wajah Minho dengan handuk, Minho berbaring tanpa menggunakan baju. Yoori terpaksa mengguntingnya saat akan melakukan operasi tadi. punggung dan juga wajahnya kini sudah penuh dengan perban.

“Hyun Young silahkan kau berbaring disamping Minho, aku akan mulai mengambil darahmu” ujar Yoori mulai menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan donor darah.

“Untung Taemin mengambil semuanya dengan lengkap, jadi Minho bisa tertolong” ujar Yoori mulai menancapkan jarum pada lengan Hyun Young.

Akhirnya darah mereka kini bersatu, Hyun Young berbaring disamping Minho. ia memandang lekat wajah laki – laki yang selalu melindunginya itu. Hyun Young melingkarkan tangannya pada lengan yang atletis itu dan menyandarkan kepalanya pada bahu Minho.

Jinhya sudah menyembulkan kepalanya namun ia urungkan karena melihat Hyun Young yang mulai tertidur disamping Minho.

***

“Noona aku bangga padamu!!!” ujar Kibum memeluk Yoori dari belakang.

Yoori yang saat itu tengah membersihkan darah dari tangannya hanya tersenyum simpul.

“Yaak hyung, masih sempat – sempatnya kau memeluk noona disaat genting seperti ini” umpat Taemin yang tiba – tiba muncul, Yoori langsung blushing.

“Yaak~ sekarang kan semuanya sudah selesai, apa lagi yang perlu dikhawatirkan??” timpal Kibum masih memeluk Yoori.

“Haassshh dasar kau ini. kau harus bangga juga padaku, karena aku yang mendapatkan alat – alat itu”

“Memangnya kau dapat dari mana Taemin???” tanya Yoori

“Dari kelinik yang berada disekitar rumah penduduk, aku memecahkan kaca jendelanya dan mengambil semuanya” sahutnya cuek

“Mwo??? besok pasti warga desa akan menyerangmu Taemin”

“Andweeeo, aku takut terjadi hal yang buruk pada Minho hyung, makanya aku nekat berbuat seperti itu”

“Kau benar Taemin. Tenang saja aku akan membantumu bertanggung jawab” sahut Yoori

“Jinja??? Gomawo Noona” Taemin berhambur memeluk Yoori

“Yaak Yaak lepaskan tanganmu” Kibum memukul lengan Taemin, dan Yoori hanya terkekeh.

***

Jinki dan Jinhya duduk diayunan yang terdapat disamping ruangan, hujan sudah benar – benar berhenti sekarang. Udara dingin terasa menusuk kulit.

“Aku lega Minho bisa diselamatkan” ujar Jinki mempererat pelukannya pada Jinhya “Yeobo~” lanjutnya

“Wae Oppa??” Tanya Jinhya mendelik kearah Jinki.

“Jangan pernah lari dariku, arra?? Jangan pernah sekalipun kau melakukan hal yang sama seperti apa yang Hyun Young lakukan dulu pada Minho!!!!”

“Kalau aku melakukannya bagaimana???”

“Yaak~ itu sama halnya kau membunuhku secara perlahan!!!” Jinki menjitak kepala Jinhya pelan.

“Awww appoyo!!! Arra arra aku tidak akan melakukannya, tapi kau harus berjanji padaku Oppa, hanya aku yang ada dihatimu” Jinhya mengelus kepalanya pelan

“Sure, you will be the last for me!!!!” ujar Jinki mencium kepala Jinhya dan semakin mempererat pelukannya.

***

Pagi ini cuaca sedikit cerah, cahaya matahari dengan malu – malu memasuki ruangan kamar melalui kaca jendela. Minho membuka matanya perlahan, ia merasakan seluruh tubuhnya benar – benar remuk sekarang. Minho melirik yeoja yang tengah tertidur dengan pulasnya sambil memeluknya erat.

Minho meraba wajah yang lembut itu dengan jemarinya. Ia bersyukur tidak terjadi apa – apa pada Hyun Young. Sungguh, ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika hal yang buruk menimpa Hyun Young.

Hyun Young membuka matanya saat tersadar ada jemari yang menyentuh wajahnya lembut.

“Oppa~ kau sudah bangun?? Apa tubuhmu sakit??” tanya Hyun Young khawatir dan bangkit dari tidurnya.

“Aku tidak apa – apa. Kemarilah, aku masih merindukanmu” ujarnya menarik Hyun Young kedalam pelukannya.

“Oppa~ kau ingat Kim Yoora??” terdengar suara Hyun Young samar karena membenamkan wajahnya pada dada Minho yang bidang tanpa pakaian itu.

Mendengar itu Minho mengernyitkan keningnya “Dia salah satu mantan pacarku”

“Heumb~ dia kakak kandung Jonghyun. Yoora sangat mencintaimu. Dia bunuh diri karena kau meninggalkannya.”

“Jinja??? Aku baru tahu itu!!!” Minho mendesah “Jadi itu alasannya Jonghyun melukaimu?? Apa kau marah padaku???” lanjutnya

Minho menanti sejenak, Hyun Young diam saja.

“Kau tahukan dulu aku pria seperti apa?? Aku berganti pacar dalam hitungan hari. Lagipula Yoora selalu melakukan hal yang sama dengan banyak pria, aku hanya salah satu diantaranya. Kau percaya padaku kan???” lanjutnya.

Hyun Young mengangguk “Semalam aku sangat takut, aku takut itu adalah malam terakhir aku melihatmu”

“Sudahlah~ aku kan tidak apa – apa” Minho mempererat pelukannya. “Oya kuperingatkan kepadamu, jangan sekali lagi kau melakukan hal yang membahayakan dirimu. Berlaga ingin melindungiku segala. Kau ingin membuatku mati karena cemas ya???” lanjutnya.

Hyun Young mendongak  “Aku reflek melakukannya tau, lagipula semua orang akan melakukan hal yang sama jika mereka ada diposisiku saat itu”

“Pokoknya aku tidak mau tahu. Jangan kau ulangi lagi, arrachi???”

“Andweeeo… masa aku harus diam saja melihat kau dalam bahaya seperti itu. pokoknya aku akan…”

Belum sempat ia melanjutkan kata – katanya Minho langsung melumat bibir Hyun Young. Hyun Young melingkarkan tangannya dan meremas rambut Minho. kini Minho sudah menindihnya dan menciumi habis bibir dan juga leher Hyun Young.

Hyun Young mendorong tubuh Minho pelan saat darah segar mengalir dari punggungnya.

“Oppa punggungmu berdarah lagi” ucap Hyun Young panik dan bangkit dari tempat tidur memanggil Yoori.

Tidak berapa lama Yoori masuk diikuti Hyun Young.

“Kenapa berdarah lagi?? Ah sepertinya semalam ada yang terbuka ya???” goda Yoori mulai menjahit.

Minho tersenyum sedangkan Hyun Young blushing.

“Sudah selesai. kalian kalau bermain hati – hati ya. aku tidak mau menjahitnya kalau lukamu sampai terbuka lagi” Yoori pura – pura kesal dan keluar dari kamar.

Minho hanya menggaruk – garuk kepalanya yang tak gatal. Dan wajah Hyun Young kembali memerah.

kimidakeni Kiss Kiss Kiss
donnatokimo
Bokuga zutto
kimino sobani iruyo

Hyun Young berlari menuju samping tempat tidur dan meraih ponselnya saat berbunyi ringtone Kiss Kiss Kiss.

“Yoboseo….”

“Chagiya………” terdengar suara dari seberang

“Nuguseyo???”

“Sayang sekali semalam aku gagal membunuhmu, lain kali pasti berhasil. Tunggu aku Chagy”

“Kim Jonghyun?????”

Finished______________

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Still – Part 8 (END)”

  1. waaaaaaaaaaacchhh ,, jonghyun masih berusaha membunuh hyun young ..
    ternyata minho yg terluka ,, kirain bakalan hyun young yg kena tembak ..
    udha end nich ?? sayang banget !! kenapa gag dilanjutin ajja ??

  2. Wah.. Dah end yah.. Ku kira belum.. Coz si jjong masih ngincer hyun young…
    Bagus, chingu..
    Ditunggu karya berikutnya..

  3. daebak
    tpi tdi’y ku kira end bneran,,tp c dino masih b’keliaran(?) gtu???
    dlanjut ajj author,,ap gg sekuel y gtu..
    hhe..^^

  4. Wawh,,udh end ajj.

    Agak gg msuk akal wktu scene Taemin mecahin kaca klinik.Emng di sana gg add orng yg brlalu lalang.Ato cctv di klinik itu?otthe?.

    Jdi Jjong msih blum puas?huh..
    Ia ya,,scene bunuh-bunuhan(?)nya mirip kyk city hunter,kkk.

    Daebak thor.
    Endingnya unik,,trus brkarya ^.~

  5. Thor kok masih ngegantung sih,lanjut aja thor*readers somplak*..jadi ingat city hunter deh,,jjong masih berkeliaran idih,bikin aku ngeri aja,ditunggu karya selanjutnya

  6. hyaaaa.. Jjong ga kapok2 ya..
    Moga hyun young ma minho baik2 aja deh..
    Nice ff, ff ini bkin aku deg- degan..
    Daebak..

  7. yaah.. ff nya udah end. Kim jonghyun jahat banget deh, masa masih berencana buat bunuh hyun young.

    Karakter minho di part ini bener2 bagus. Rela berkorban demi hyunyoung. Pengen deh jadi hyun young#reader ngarep..

  8. huaaaaaaaaaaa keren banget thor .thor 1 part lagi dong .ada tmbahan gitu ,bagus banget .suka banget sama ff ini .aku mau ngafalin nama author ahh ,jadi ff author akan selalu aku baca .daebakkk banget

    #reader baru salam kenal 🙂

  9. lha,,, udah end T,T kurang thor #abaikan
    keren thor sumpah
    pas baca nie ff jga lgi liat city hunter pula ^^
    seru”
    itu jjong belum selesai ya
    lanjut donk
    ngantung nie ceritanya
    ditunggu karyamu yg lain thor ^^

  10. komennya gabung dari part 7 ya. hehe :p
    ah~~~ Jonghyun lagi kemasukkan nih. serem amat -.-
    ciee, Kibum ma Yoori udh mulai mesra-mesraan…
    Jinki- Jinhya makin lengket 🙂
    Minho-Hyunyoung si Romeo-Juliette 😀
    nah, Taemin dia sendirian aja *kasian* sini oppa sama diriku saja *rentangkantangan* :p

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s