Pesan Terakhir-ku

Pesan terakhir-ku

Title                 : Pesan Terakhirku

Author             : Wikey a.k.a Widya

Main Cast        : Im Yoona

Kim Jonghyun

Support Cast   : Im Jungsoo *maksa kkk~

Rating             : PG 13

Genre              : sad, romance, life

Length             : oneshoot

a/n                   : ahaha~ ff oneshootku yang ini mengalami perubahan sekali 1. Perubahan di main cast dan support cast, karena disini mengutamakan SHINee jadi kuubah main cast nya yang awal nya Park Jihye dan Yuno yunho + support castnya juga kuganti nama marganya .. bisa check di wp aku yang paling awal :D/ di fb aku J, Ff ini juga, ada seseorang reader yg ng-request buat ff one shoot yangg menceritakan tentang yeoja yang menderita penyakit kanker otak. Happy reading yah readers J.

Di pagi hari yang cerah , sinar matahai menyeruak masuk ke dalam ruangan yangg berwarna putih , terbaring disana seorang yeoja yang lemah, perlahan dia membuka matanya mengerjapkan nya berkali-kali.

“dimana  aku?” tanya yeoja itu kepada dirinya sendiri , beberapa saat kemudian dia mendapati seorang namja yang tertidur pulas disamping nya, dia melihat namja itu menggeliat pelan, kemudian namja itu membuka matanya dan menghampirinya.

“maafkan aku, apakah dirimu sudah agak baikan?” tanya namja itu

“jonghyun oppa, kenapa kau meminta maaf?” tanya yeoja itu kembali .

“maaf, Im yoona. ” kini namja itu memegang erat tangan yoona

“maaf? Oppa kau tidak melakukan kesalahan kok ” pernyataan yoona membuat namja itu menunduk ingin sekali dia memeluk yoona, akan tetapi apa yang dikatakan yoona membuat namja itu mengurungkan dirinya dan kembali duduk disampingnya .

Seseorang dokter  memasuki ruangan itu, dan memeriksa yoona kembali.

“jonghyun-ssi bisa kita berbicara sebentar?” tanya dokter itu

“ne(ya) dokter” kata namja itu pelan

“temui aku diruanganku” dokter itu pergi meninggalkan nya.

~~~

“jonghyun-ssi, apakah kamu bagian dari keluarganya?” tanya dokter itu .

“bukan dok, tetapi aku namjachingunya(pacarnya), appa dan eommanya bekerja diluar negeri , dia anak tunggal, dia tinggal bersama sepupunya” jelas jonghyn kepada dokter itu.

“geurae, ini hasil check terakhir dariku, dia mengalami benturan di belakang bagian tulang rusuknya, menyebabkan kehilangan banyak cairan darah.

“annyeong~” jawab jungsoo membuka pintu ruang dokter itu

“ini dia sepupunya dok” kata yunho menunjuk jungsoo.

“apakah dia mempunyai penyakit kanker otak?” tanya dokter itu (lagi)

“ne dok, dia menderita penyakit itu sudah lama tetapi orangtuanya tidak ingin memberi taunya saat ini, karena mereka ingin memberi yoona harapan agar bisa hidup bahagia, mereka tidak ingin membuat yoona merasa sedih dengan penyakit itu” jelas jungsoo panjang lebar, jonghyun yang disampingnya selama 2 tahun dia menjalin hubungan dengan yoona tidak menyadari kalau yoona mempunyai kanker otak.

“maaf, sisa hidup nya tidak lama lagi, cepat lambat dia harus mengetahui penyakit itu” kata dokter itu membuat jonghyun benar-benar pusing, dia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh jungsoo dan dokter itu.

Tidak disadari oleh mereka bahwa yoona sedari tadi mendengar percakapan mereka berdua(jungsoo-dokter)

#braak!!

yoona membuka pintu itu dengan kasar menarik kerah baju jungsoo.

“ya!! Jungso-ah, kenapa kau tidak memberi tahuku sejak dulu? Kenapa eomma dan appaku tidak pernah memberi tahuku tentang penyakit ini? Kenapa mereka membiarkan aku bahagia, sedangkan nanti aku akan larut dalam kesedihan?  Kenapa mereka tega melakukan ini padaku?dan akan berakhir selamanya di..” yoona tidak mampu meneruskan kata-katanya lagi  amarah yoona memuncak karena sepupu terdekatnya tidak ingin memberitahu tentang penyakitnya.

“ mian yonna, aku sudah berjanji dengan eomma dan appamu agar tidak memberitahumu tentang penyakit ini” jawab jungso melepaskan tangan yoona yang melekat di kerah bajunya.

yoona berlari entah kemana perasaan dia diliputi oleh kesedihan mendalam, sedangkan jonghyun mengejar yoona.

Tepat dimana yoona bertemu anak kecil duduk di kursi roda, yoona menghampirinya dan duduk tepat disamping anak kecil itu.

“apa yang kau lihat gadis kecil?” tanya yoona

“nuguseyo(siapa kamu), apakah kau pasien disini?” tanya anak kecil itu kepada jihye

“ne, aku pasien disini, apakah kau juga samaa?apa yg kau derita?” tanya yoona langsung ke intinya.

“aku.. eonni.. kaki kanan ku lumpuh, dan aku menderita penyakit kanker otak, eomma bilang aku harus tetap semangat jangan pernah menitikkan air mata apalagi sampai membasahi pipiku, karena itu akan membuatnya merasa sakit yang amat mendalam” tutur gadis kecil itu sembari tersenyum ikhlas dan kembali melihat pemandangan indah disore hari.

Anak ini tidak pernah mengeluh dengan penyakitnya, bahkan lebih parah dariku, God apakah aku bisa setegar anak ini? Menghadapi penyakit yang kuderita?. Tanya yoona dalam hati.

“eonni, apa penyakitmu? Sehingga bisa berada disini?” tanya gadis kecil itu kepada yoona tengah sedang melihat keatas langit. Ingin menceritakannya tapi dia tidak sanggup

“geurae, eonni menderita penyakit kanker otak, sama denganmu tapi eonni baru menyadarinya hari ini. Sepupu ku, appa dan eommaku tidak pernah memberi tahuku, bahkan akupun tidak tahu kapan aku menderita penyakit ini, awalnya setelah aku mendengar pernyataan dari sepupuku, aku tidak bisa menerimanya, aku bertindak seolah-olah seperti anak kecil tidak dipenuhi keinginanku, tetapi setelah aku bertemu denganmu, aku bisa menyadari bahwa mereka menyembunyikan ini mungkin demi kebaikanku juga, agar aku tidak merasa seperti saat ini” kata yoona perlahan ia meneteskan air mata, dan mengembangkan senyum nya.. “gomawo eomma, gomawo appa, gomawo jungso, gomawo chagiya… jonghyun oppa, atas segalanya” ujar yoona dalam hati.

Jonghyun yang melihat mereka berdua dari kejauhan dia tidak rela harus merelakan yoona yang sudah bersamanya selama 2 tahun, lebih tepatnya hari ini. Tapi dihari ini yoona mendapatkan pengakuan yang membuat dia semakin sedih, apalagi sehabis kecelakaan kemarin, ketika jihye ingin menyebrang jalan dia terselandung batu tidak bisa dia lihat, karena sudah malam.

“kajja, kita masuk kedalam, cuaca sudah mulai mendingin” kata yoona membawa gadis kecil itu juga masuk kedalam .

~~~

“gomawo eonni sudah mengantarkan ku, eomma!!” seru gadis kecil itu lantang melihat eommanya membawa seikat bunga berwarna warni untuknya .

“ne cheonma gadis kecil, aku akan kembali menemui sepupuku.. annyeong” yoona pun meninggalkan gadis kecil itu, dan melanjutkan langkahnya untuk kembali ke ruangnya.,

Beberapa hari kemudian  ~~

Hari ini, hari terakhir ku , aku ingin membuat  jonghyun oppa senang. Aku akan menelponnya.

“ yoboseyo(halo), oppa apa kah kau ada waktu dihari ini? Aku ingin bermain dengan oppa” ucap jihye.

“anak ini? Bukan kah ini hari dimana dia.. aigo! Kenapa dia ingin pergi denganku? Apa yg dia inginkan?” tanya jonghyun dalam hati.

“geuraeyo, aku akan menjemputmu, chagi” jonghyun menyetujui ajakan jihye, selang beberapa menit dari yoona menelponnya, HP nya berdering kembali .

Secepatnya jonghyun membuka pesan itu.

jonghyun-ssi waktu yoona hanya 8 jam lagi, dia ingin bertemu denganmu

Aku harap kau menjaganya dengan baik, jonghyun-ssi dia harus pulang tepat jam 6 sore nanti.

Pesan itu dari jungsoo, sepupu yoona. Tanpa terasa jonghyun mengeluarkan air dari sudut matanya, 2 tahun adalah waktu yang sangat lama menjalin hubungan dengan yoona dan sekarang harus diakhiri dengan kesedihan, sebisa mungkin dia akan menggunakan waktu yg sekecil mungkin untuk membahagiakan yoona.

7 jam kemudian..

“chagi-ya kajja kita pulang” kata jonghyun mencoba untuk mengajak yoona pulang , 1 jam lagi dia harus sampai dirumah sakit.

“geurae oppa, kajja kita pulang… oppa kau adalah namja terbaik yang pernah kukenal, oppa gomawo untuk hari ini” kata jonghyun membalikkan badannya dan memeluk jonghyun.

“cheonmaneyo chagiya” jonghyun membalas pelukkan jihye memeluk nya erat seolah dia tidak ingin membiarkan yeoja itu pergi darinya.

*******

“jonghyun-ssi” teriak jungsoo dari gerbang sekolah .

“ne???  Jungso-ssi? Waeyo(kenapa)”tanya jonghyun

“sebelum yoona pergi meninggalkan kita semua, dia menitipkan ini padaku agar nanti , aku memberinya padamu. jonghyun mengambil sebuah kaset itu.

“hmm, gomawo jungsoo-ssi, apakah kau ingin ikut kerumahku” ajak jonghyun langsung menyambar motornya dan memberikan helm kepada jungso.

“geurae kalau itu mau mu, aku ikut. Tapi ingat kau harus mengantarku pulang nanti”  jungso mengingatkan jonghyun lagi.

“ne , ne aku akan mengantarmu pulang, tenang saja” jawab jonghyun enteng.

*dirumah*

Merekapun langsung menyetel nya.

Play ^^

Annyeong oppa, sebelumnya aku ingin minta maaf padamu oppa kalau selama ini aku buat salah dengan oppa, oya oppa aku jangan sedih yah oppa aku dapat cerita dari gadis kecil yg kutemukan dirumah sakit waktu itu,  jangan pernah menitikkan air mata apalagi sampai membasahi pipinya, karena itu membuat eommanya merasakan sakit yg amat mendalam, kau lihat oppa aku mencoba untuk tidak akan menangis menghadapi penyakit ini karena aku baru mengetahui akhir ini[mencoba tertawa dan tersenyum], aku harap oppa juga tidak akan menangis dan menjatuh kan air mata walaupun setetes saja.  Oppa ini pesan terakhirku , ku harap oppa dapat menjalani hidup oppa dengan baik . semangat oppa! aku akan selalu menyemangatimu walaupun aku tidak bisa berada disampingmu lagi .

jonghyun oppa, gomawo untuk semuanya saranghae. Aku harap jungso oppa memberikan ini padamu. Annyeong oppa, semangat yah oppa. aku juga iya . J

—–

“yoona-ah” jungso menangis sekuat mungkin karena atas semangat yoona, ternyata dia dapat melawan penyakit itu walaupun perih di akhirnya.

jonghyun tidak mampu lagi untuk menahan airmatanya. Kata demi kata yang yoona ucapkan tadi membuat jonghyun dapat merasakan apa yang dirasakan yeoja itu selama ini .

Jungso menangis seseunggukkan, buru-buru dia mengelap air matanya, jonghyun-ssi ingat itu kata yoona tadi, kau harus semangat menjalani hidup walau..pun.. hiks.. hiks….

Walaupun.. dia tidak.. hikks.. ada di sampingmu .. hikss .. lagi , huaa!! jonghyun-ssi sabar yah!!

Jungso menghambur memeluk jonghyun, satu sama lainnya memberikan semangat agar mereka tidak merasa kesepian lagi.

~ fin ~

Ahh, bukannya lanjutin ff yg my real prince malah aku buat ff baru lagi, ini ff one shoot ku bagaimana menurut kalian sedih kah? Aku sih nangis pas ngetiknya *jujurlooh*

Don’t be siders.. comment yah ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Pesan Terakhir-ku”

  1. Daebak,oh ya thor ada bagian yg belum di edit atau diganti atau apalah itu namanya,heh,misalnya nama nya..iya nama nya masih banyak yg belum di edit jadi bisa ngebingungin org yg baca*udah tau kali*,feel nya menurut aq kurang tpi kalau di hayati*bahasa apa itu yak*lebih feelnya dapat dah tuh..hebat banget anak kecil yg menyemangati Yoona itu T.O.P bgt lah..hahaha..di tunggu karya selanjutnya

  2. Umm,bukn maksud..
    Tpi mnurutku ffnya trlalu adem(?).Pendeskripsiannya kurang.Coba klo author jelasin isi hati msing-masing pmerannya.Psti feelnya bisa sngat mudah didapat.Dan yg lbih mengganggu,nama2 catsnya blum sluruhnya teredit,konsentrasi jdi sdikit buyar.

    Yg bikin aq bingung,knapa Jjong ato sepupu Yoona itu gg kliatan sdih n kacau.Pdahal wktu Yoona sndiri gg lama lgi.
    Ya~slain itu hanya msalah hruf kpital n mslh kcil lainnya.
    Emm…udh deh,gitu ajj.Jujur aq sbgai reader sngat menghargai krya author.Lbih dri kata sangat malah.Tpi aq bukn tipe reader yg mw hnya mngucapkan satu dua kata,mnurutku trkesan gg brmakna.Jdi ya gapapa khan komenku kyk gini?ini ngebuktiin klo aq bner2 mrhatiin karya author loh.
    Trus brkarya ‘key?
    FIGHTING ^.^

  3. Huaa.. So sad..
    Tpi sayangnya feel-nya kurang dapet.. Mungkin karena penulisannya kurang rapi.. Titik, koma, dan tanda petik serta huruf kapitalnya kadang terlewat.. Nama Yoona jg masih banyak yg tertulis Jihye.. Usahakan lebih rapi ya..
    Ayo, ditunggu karya berikutnya..
    HWAITING!!

  4. Menurutku sih terlalu pendek jadi yg bisa ditunjukkin cuma sedikit. Kalo pengen ditekanin ‘pesan terakhir’nya mungkin mendingan pesannya itu yg ditonjolin, bukan sekadar di bagian akhir aja. Kalo mau nunjukkin hari terakhir mereka, yaa… diceritain mereka ngapain gitu (ini menurutku biar feel-nya dapet sih). Terus buat nama cast sama tanda baca setuju sama komen2 di atas.

    Eh, tapi ada yg bikin bingung. Di bagian akhir itu kalimat langsung bukan sih? Yang ada ‘hiks hiks’nya itu. Pengen tau aja, haha 🙂

    Keep writing, author ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s