Sad promise

Sad promise

  • Author : capten EL *NAMJA not YEOJA*
  • Main cast : Lee Jinki, Kim Haera
  • Support cast : –
  • Lenght : 10 page
  • Genre : romance, sad
  • Rating : General
  • A.N : ff ini udah pernah aku post di WP pribadiku http://ellzauardy.wordpress.com/. Juga sebelum aku kirim kesini, banyak perombakan karena length ff nya 10 lembar. Hope u like it. RCL ditunggu.

Lee jinki POV

Ketika kau memutuskan untuk pergi dariku, aku terluka sangat dalam.Kau pergi dariku dengan sangat kejam, meninggalkan aku sendiri ditengah hujan deras dengan kilatan-kilatan yang menggerikan.Aku menangis dengan keras dan memohon padamu agar tetap bertahan disisiku, memintamu dengan segenap hati yang aku miliki.Tetaplah disampingku walaupun aku tahu itu sulit dan menyakitkan. Tapi bukankah kau sudah berjanji akan melewati semuanya dengan sabar bersamaku ?tapi dimana janjimu itu? Dimana, katakan padaku?

Aku mengerjapkan kedua mataku untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mataku. Tunggu, cahaya ?ya, karena selama ini jendela kamarku tidak pernah dibuka setelah kepergian yeojaku. Aku lebih suka gelap dan aku akan marah besar jika tahu ada yang membuka jendela kamarku.

“ YAK ! SIAPA YANG BERANI MEMBUKA JENDELA KAMARKU !” teriakku.

Tidak lama kemudian pintu kamarku terbuka datanglah sosok yeoja yang selama ini aku rindukan. Tuhan, apakah ini mimpi ?apa yang aku lakukan?

“ lee jinki-ssi, kau tahu. Kau tampak seperti seorang manusia yang sedang sekarat” ucapnya dingin.

Aku tidak membalas sepatah katapun dari ucapannya itu. Karena aku masih shock, marah, dan aku sangat merindukannya sampai aku tidak tahu harus berbuat apa.

“ kenapa kau ada disini huh? Bukankah kau sudah pergi meninggalkan aku?” tanyaku.

“ aku datang lagi karena aku selalu mendengar rintihan suaramu yang terus memanggil-manggil namaku dengan menyedihkan.” Ucapnya.

“ itu tidak masuk akal.” Jawabku.

Setelah itu kami saling terdiam, kemudian dia keluar dari kamarku.

“ kau mau kemana huh? Pergi meninggalkan aku lagi?” tanyaku tajam.

Dia tidak menghiraukan ucapanku dan langsung keluar dari kamarku.Tapi tidak lama kemudian dia masuk lagi dengan membawa nampan berisi makanan.Dia memberikannya padaku, tapi aku hanya diam saja.Dia menggerutu kesal kemudian dia duduk disampingku.

“ cepat buka mulutmu.” Perintahnya dengan menyodorkan sesendok nasi padaku.

Sebenarnya aku tidak nafsu makan, tapi melihatnya seperti ini.Aku pun membuka mulutku dan dia memasukkan nasi itu kedalam mulutku.

“ kenapa kau berubah menjadi seperti anak kecil huh? Jika seperti ini, apa kau bisa mengurus dongsaeng-dongsaengmu?” tanyanya.

Aku tidak mempedulikan pertanyaannya dan terus mengunyah nasi yang telah hancur dimulutku.

“ jangan pernah pergi dariku lagi, kumohon.” Ucapku tanpa sadar.

Aku lihat dia terdiam cukup lama kemudian dia hanya tersenyum dan mengangguk lemah untuk menjawab pertanyaanku.

“ apa aku bisa mempercayaimu lagi?” tanyaku menghentikan aktifitasnya menyuapi aku.

“ jinki, kau hanya boleh mempercayai Tuhan.” Ucapnya singkat.

Setelah dia selesai menyuapiku, dia keluar lagi dari kamarku.Aku pun mengikutinya, dia sedang mencuci piring bekas makananku.

“ jinki, apa hari ini kau sibuk ?” tanyanya tiba-tiba yang sudah berada didepanku.

“ huh? Anio.Wae ?” tanyaku.

“ bisakah kita keluar untuk piknik ? sejak dulu aku ingin sekali piknik bersamamu.” Ucapnya.

“ shireo ! aku tidak mau piknik karena aku tidak suka.” Tolakku mentah-mentah.

Dia hanya menatapku diam, kemudian dengan sabar dia kembali bertanya padaku.

“ kau tidak mau? Lalu, apa kita menghabiskan hari ini hanya berdiam di dorm?”

“ tidak, aku akan membawamu ke orang tuaku dan meminta mereka menikahkanku denganmu. Apa kau mau?” tanyaku membuat mata sipitnya melebar.

“ jinki, bercandamu sangat lucu.” Ucapnya diselinggi tawaan.

“ aku tidak bercanda” ucapku serius.

“ ya Tuhan, kau melamar seorang gadis seperti akan membunuhnya jika tidak sesuai dengan harapanmu.” Ucapnya.

“ bila perlu aku akan melakukannya.” Ucapku masih serius.

“ kau tidak perlu membunuhku jika jawabanku tidak sesuai dengan harapanmu, jika sudah waktunya aku pasti akan mati.” Ucapnya serius.

“ aku tahu itu. Lalu apa jawabanmu ?” tanyaku.

“ aku akan menjawabnya, asalkan kau mau piknik bersamakau. Setuju ?” tawarnya.

***

Disinilah aku dan yeojaku berada, Pulau Nami. Duduk di sebuah kursi panjang dan terdapat meja yang terbuat dari kayu..

“ kau bilang kita akan piknik, tapi mana bekal makanannya?” tanyaku.

“ jinki-ssi, aku pikir kau sudah tahu kemampuan memasakku. Aku tidak pintar memasak seperti yang kau pikirkan.Hey, uangmu itu banyak sekali jadi kita membeli makanan saja.”Jawabnya.

“ aish, itu namanya bukan piknik.” Balasku.

Dia hanya diam saja dan keadaan menjadi sedikit canggung.Kemudian aku merasakan dia menggengam tanganku.

“ jinki, kau mau berjanji padaku?” tanyanya menatap mataku.

“ berjanjilah, setelah hari ini dengan adanya aku ataupun tanpa aku. Kau akan menjalani hari-harimu dengan baik. Latihan untuk persiapan comeback SHINee, makan dengan teratur, tidur dengan mimpi yang indah, bisa mengurus dongsaeng-dongsaengmu dan bukannya kau yang akan diurusi oleh dongsaengmu, menjadi hyung yang baik, tidak mengecewakan para fans-mu.” Ucapnya.

“ aku tidak mau berjanji karena aku takut tidak bisa memenuhinya.” Balasku.

“ tapi kau harus berusaha. Hiduplah dengan baik dan selalu kuat apapun yang akan terjadi di mas depan. Berjanjilah padaku agar tidak membuatku mengkhawatirkanmu.” Ucapnya serius.

“ aku akan terus membuatmu khawatir agar kau terus berada disampingku.”

“ jinki, tidak selamanya aku terus berada disampingmu dan menemanimu. Ada kalanya aku harus pergi untuk meraih kehidupan yang lebih baik dari pada disini bersamamu. Jadi, kumohon berjanjilah padaku.” Pintanya.

“ sekali aku tidak mau berjanji, itu berarti aku tidak akan berjanji Kim Haera. Apa kau tidak mengerti huh?!Dan juga aku tidak ingin sepertimu yang tidak bisa menepati janjinya.” ucapku tajam.

“ ya, itu terserah padamu. Memang kau namja yang keras kepala, bahkan aku tidak bisa mengubah sifatmu itu.Jadi, kau pikir aku masih pantas bila terus bersamamu?Mengenai janjiku, aku sungguh menyesal.” ucapnya.

“   Asal kau terus bersamaku, aku jamin sifatku sedikit demi sedikit akan berubah dan aku tidak butuh sedikitpun rasa penyesalanmu itu.Aku hanya butuh kau menepati janjimu padaku.” Ucapku.

“ jinki, kau tahu. Kita ini masih sangat muda, dunia kita juga sangat berbeda. Kau pasti akan menemukan kebahagiaan yang lebih baik diluar sana, daripada kau terus memintaku untuk menepati janji yang sudah aku langgar.” Ucapnnya.

Aku baru menyadari bahwa tangannya semakin mengenggam tangaku erat.Aku semakin yakin bahwa dia saat ini merasa tertekan.Ya Tuhan . . .

Kami saling terdiam kembali, ntahlah aku tidak menemukan topik pembicaraan. Sebenarnya jika diijinkan, aku ingin sekali menyeretnya ke depan orang tuaku dan meminta mereka untuk menikahkanku dengannya. Tapi ?

“ lalu, kita sudah jauh-jauh datang kesini. Apa yang akan kita lakukan?” tanyaku akhirnya.

“ molla, terserah kau saja. Aku pasti akan memenuhi permintannmu hari ini. Asal kau tidak membawaku ke altar gereja saja.”Ucapnya dengan senyuman jail.

“ kenapa kau takut jika aku membawamu ke altar gereja ?” tanyaku.Dia hanya diam saja.

***

Setelah seharian aku dan Haera ‘piknik’ di pulau nami, akhirnya kami pulang.setelah sampai di dorm dia langsung menuju dapur untuk memasak. Sedangkan aku langsung menuju ke kamar untuk membersihkan diri.

Sekitar setengah jam, masakan yang dibuat Haera telah siap di meja makan.Aku baru sadar bahwa di dorm hanya ada aku dan Haera, semua dongsaengku tidak ada ada di dorm.Kemana mereka?

Kami makan malam dengan keadaan hening, yang terdengar hanya dentingan suara sendok yang saling bertabrakan dengan piring. Makanan yang dia masak selalu sederhana, tapi rasanya sangat lezat ?ntahlah, aku selalu tidak bosan dengan masakannya walaupun dia selalu memasakkan sup untukku.

“ kau akan pulang?” tanyaku setelah menyelesaikan makan malamku.

“ anio, aku akan bermalam disini. Aku takut kau akan bermimpi buruk jika aku tinggal.” Balasnya bercanda.

Setelah selesai makan, aku menyeretnya ke loteng yang ada di dorm.Syukurlah dia sudah memakai jaket, jadi aku tidak perlu lagi melakukan adegan seperti halnya di drama-drama.

“ ra~ya,  kau menemuiku lagi karena kau masih ingin bersamaku bukan?” tanyaku setelah kami duduk di sebuah kursi panjang.

Aku lihat dia hanya diam dan menatap lurus ke langit-langit yang malam ini dipenuhi bintang.

“ tidak lama, apa kau masih bisa menungguku? Setelah come back SHINee dan setelah melakukan promo, aku pasti akan membawamu ke dalam sebuah pernikahan yang kita impikan sejak dulu.” Ujarku serius.

Lagi, lagi dan lagi.Dia hanya diam tidak menghiraukan ucapanku.

“ mianhae.” Ucapnya.

“ LALU UNTUK APA KAU KEMBALI SEKARANG HUH?! KALAU KAU INGIN PERGI, PERGI SAJA ! TIDAK PERLU KAU KEMBALI LAGI ! ITU HANYA AKAN MEMBUATKU SAKIT  LEBIH DALAM  LAGI, KAU TAHU !!” teriakku kemudian pergi meninggalkannya sendiri.

Ya Tuhan, aku sungguh sangat marah padanya.Kenapa seolah dia mempermainkan aku? Datang dan pergi semaunya, apa dia tidak memikirkan bagaimana perasaanku. Aku merasa badanku sakit semua.Aku langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhku di ranjang.Aku mencoba untuk memejamkan mataku, tapi wajahnya selalu ada di otakku.Aku mendengar pintu kamarku terbuka, yeoja itu datang membawa sebaskom air.Sebelum dia mendekatiku, aku menyuruhnya pergi.

“ pergi kau !” usirku.

Dia tidak menggubris ucapanku, tapi semakin mendekat dan duduk di tepi ranjangku.Kemudian dia mengompresku, tapi segera aku buang kain yang dibuatnya untuk mengompresku.

“ pergi ! aku tidak membutuhkanmu, aku bisa mengurus diriku sendiri. Pergi, apa kau tidak dengar ucapanku hah !PERGI !!” teriakku.

Aku tahu dia sedikit takut dengan teriakanku, tapi aku tidak peduli.Aku terlalu marah padanya.Kemudian dia mengompresku kembali, lalu aku buang lagi begitu seterusnya.

“ kumohon, aku ingin merawatmu sekali ini saja. Jangan halangi aku.” Pintanya.SHIT !

Mendengar suaranya yang terdengar lelah, aku tidak tega dan membiarkannya mengomres dahiku.Ya, aku demam.Mungkin karena selama ini aku tidak menjaga kesehatanku ditambah aku sudah berteriak seperti orang kesetanan.

Dia terus mengompres dahiku dengan telaten, aku tahu bahwa dia lelah.Terlihat dari matanya yang sudah mulai sayu.Dengan sigap aku menidurkannya disampingku, posisi kami saling berhadapan dan aku memeluknya.Dia tidak memberontak, tapi dia juga ikut memelukku dengan erat.

“ aku tahu kau masih mencintaiku, tapi kenapa kau akan meninggalkanku?” ucapku lembut.

Dia hanya diam di dalam pelukanku, bahunya bergetar dan terdengar isakan kecil dari mulutnya.Ya Tuhan, yeojaku menangis?Aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku hanya bisa menggosok-goskkan tanganku dipungungnya.

“ jinki, satu hal yang perlu kau tahu. Sampai sekarang, aku masih mencintaimu dengan sangat banyak, menginginkan dirimu di hidupku. Tapi, aku tidak bisa.” Ucapnyalirih kemudian mengecup bibirku sekilas dan dia terjatuh tidur dipelukanku.

“ tidak ada orang yang mengatakan bahwa dia masih mencintai seseorang tapi tidak ingin bersama orang yang dicintainya. Kenapa aku bisa mencintai yeoja yang kejam sepertimu Haera?”Ucapku kemudian ku kecup bibirnya.

***

Lagi, aku terbangun karena sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamarku.Setelah retina mataku menyesuaikan sinar yang masuk, aku sadar bahwa aku tidak menemukan Haera disampingku.Aku segera berlari keluar kamar untuk mencari keberadaannya tapi nihil.Aku tidak menemukannya, dia sudah pergi dariku.

Aku kembali ke kamar dengan lutut yang lemas.Aku terduduk diranjang, menatap langit-langit kamarku dengan nanar.aku menemukan sepucuk surat dari yeojaku. Dengan perlahan aku membuka dan membaca surat itu dengan tangan yang bergetar.

Untuk Lee Jinki-ku sayang . . .

Annyeong oppa?

Apa terdengar aneh jika aku memanggilmu oppa? Kurasa iya. Tapi tidak apa-apa, di surat ini aku akan memanggilmu dengan sebutan oppa. Oppa kau tahu, sudah 5 tahun terakhir kita melewati semuanya bersama.Suka dan duka, sakit dan senang.Aku rasa kita sudah melewati semuanya dengan sabar.Asal kita bersama, semuanya tidak lagi menjadi sulit.

Sejak pertama aku melihatmu dan sampai saat aku menulis surat ini, do’a yang selalu aku panjatkan kepada Tuhan adalah kelak aku bisa menjadi isterimu. Menjadi isteri yang bisa membahagiakan suaminya dan istri yang percaya pada suaminya untuk bisa mengantungkan seluruh hidupnya kepadasang  suami. Lalu hidup dengan bahagia karena Tuhan selalu memberkati pernikahan kita.Tidak lama kemudian kita dikarunia anak-anak yang cantik sepertiku dan tampan sepertimu.

Sayangnya, aku tidak bisa.Aku harus mengubur impian untuk bisa menikah dan hidup bahagia bersamamu.Mungkin Tuhan tidak berkenan untuk kita bersama saat ini.Tapi tolong ingat oppa karena ini JANJIKU, kelak dikehidupan kita yang berikutnya.Sesulit apapun itu, sesakit apapun itu. Aku akan tetap bersamamu dan akan menikah denganmu. Aku akan berjanji akan hal itu. Aku akan menantikan hari dimana kita bisa menjadi sepasang suami istri dengan hati yang selalu berdebar-debar.

Oppa, selama 5 tahun ini. Otakku hanya dipenuhi tentangmu, hari-hariku selalu dipenuhi rasa khawatir terhadap kesehatanmu,, Aku selalu ingat padamu. Tapi aku tidak memungkiri bahwa selama aku bersamamu, aku juga merasakan sakit. Sakit ketika kau digosipkan dengan yeoja lain, ataupun sakit saat melihat kabarmu yang tidak baik.

Mungkin saat aku menulis surat ini, aku sudah menyerah untuk terus mencintaimu. Menyerah untuk terus memperjuangkan impianku bersamamu.Aku sudah tidak bisa menunggu lagi.Aku seorang yeoja yang membutuhkan sandaran ketika sedang terjatuh kapanpun itu, tapi aku tidak menemukannya di dirimu. Tidak, bahkan aku tidak menyesal telah mencintaimu dengan sangat banyak dan aku tidak menyalahkanmu karena aku tahu kesibukanmu seperti apa. Maka dari itu, aku tidak ingin membebankanmu dengan pemikiran konyolku ini.kau tahu, sandaran bagi seorang wanita adalah kebahagiaan.

Oppa,aku sudah memiliki suami. Aku menikah sehari setelah aku meninggalkanmu di taman dengan hujan dan kilatan yang menggerikan. Kau tidak perlu khawatir oppa, dia namja yang baik dan aku mempercayakan hidupku ditangannya.Ku harap kau bisa mencari penggantiku secepatnya oppa.

Oppa, kau tidak perlu meragukan seberapa banyak aku mencintaimu. Tapi mulai saat ini, aku akan belajar lebih mencintai suamiku. Kau akan tetap berada di hatiku, bahkan suamiku tak akan bisa menempatinya. Aku juga akan menginggatmu sebagai namja yang  pernah terpikir olehku untuk bisa menikah dan menggantungkan seluruh hidupku ditanganmu.Dan mengenai janjiku yang dulu, maaf aku tidak bisa menepatinya.

Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan padamu oppa.Hiduplah dengan bahagia seperti pesanku saat kita berada di pulau nami dan ingat janjiku padamu. Tunggulah aku, aku pasti akan menikah denganmu.

Mungkin suratku ini sudah terlalu panjang dan kau pasti sudah bosan untuk membacanya. Sebelum aku benar-benar akan mengakhiri suratku ini, aku ingin mengucapkannya untuk terakhir kalinya. LEE JINKI-KU SAYANG, I LOVE YOU.

            Kim Haera

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Sad promise”

  1. Huaa,,ternyata haera udah menikah,tpi kok haera kembali lagi untuk menemui jinki berjanji lagi ke jinki buat menunggu nya untuk menikah dengan jinki padahal dia kan nyuruh jinki mencari pengganti diri nya,aq jadi bingung thor ngebaca nya,sekian komen dari ku thor,padahal masih sangat banyak yg ingin ku komentari berhubung takut panjang kayak kereta api.maaf yg thor komen ku labil gini..tpi keren kok fanfict author.

  2. Kasihan banget si Onew. Awalnya aku ngira cuma mimpi, habis ga ada orang lain disana. Fufu. Ga nyangka ternyata ceweknya udah menikah.

    Pengejaan sama tanda baca dirapiin dikit biar reader bacanya enak, cuma usul sih, hehe. Nice story, keep writing ^^

  3. ffnya seru sih tapi rada bigung sm isi suratnya. si Haera nyuruh Jinki cari yeoja lain, tapi di prgraf lain dia jg nyuruh Jinki nungguin dia buat nikah. apa itu mksudnya nikah di khdupan yg lain ya? sprti apa yg jg dia udah blng sbmnya =.=

    but, overall ffnya bgs kok & sprti komen lainnya diatas, tanda baca dan pengejaan psti lebih baik kalo sdkit dirapikan lagi ^^

  4. nice ff capten EL-ssi..
    Kasian ya onew, harus kehilangan org yg d cintainya. Moga di kehidupan selanjutnya mereka bisa nikah…

    boleh minta sequel?
    Di bikin reinkarnasi gitu biar mereka bisa sama2.. Hhaha

  5. Q kira dia sakit atau ap,trnyta udah pny laki y!!!
    Kasian onew nya,,
    tp agak bngung ma keinginan hera di surat, “suruh cari pengganti,tp suruh nunggu Hera” atau mngkn suruh nunggu hera di kehidupan slanjutny kali y *so tahu*

  6. “(jgn dispasi)aku datang lagi karena aku selalu mendengar rintihan suaramu yang terus memanggil-manggil namaku dengan menyedihkan(koma)” (u)capnya.

    setelah tanda petik pembuka dialog, itu gak usah dispasi.

    gak tau typo ato krna format lainnya.. tp setelah tanda titik dikasih spasi ya sblum klmt baru.

    “(J)inki, kau mau berjanji padaku?”
    tanyanya menatap mataku.

    ini mah sama2 egois si jinki n haera..

    ity haera menikah gara2 cemburu sm jinki? gara2 dia ngerasa khdupn yg dijlninya beda ma jinki?
    iihh sempit bgt pkirannya..

    kesel deh jadinya sm tuh cewe..

    mantep lah thor

  7. Agak bingung sih ma jlan critanya.Deskripsinya juga kurng.Gag ada pnjelasan dimana empat member yg lainnya.Tpi sbnrnya sih ini ff bgus asal lbih diprhatikan tanda bacanya ajja.
    Tpi yg msih ngebuat aqu binun,Jinki disuruh cari psangan hidup,tpi disuruh nunggu si heera.Apakah jinki akan poligami?punya dua istri#plak.
    Oke,ditunggu karyamu yg lain.

  8. annyeong oppa~! ^^
    lama ngga ketemu ne? ^^
    fanfic oppa bagus banget! ^^
    oh ya! oppa apa kabar di sana?
    aku ga tau mau mau nyapa oppa di mana..
    jadinya aku nyapa oppa pas aku komen di sini deh..^^
    habisnya..wp oppa dah gak ada..twitter sama fb oppa juga..
    gapapa kan kalau isi komenku kyk gini? hehehe..^^
    oppa baik2 aja kan disana?
    aku sebenernya agak..kangen? ya..sepertinya aku memang kangen sama oppa..^^
    habisnya..oppa ngilang kyk ditelan bumi..
    ah! iya! oppa memang ditelan bumi ya?
    aku doa-in oppa selalu tenang di sana..^^
    komenku aneh ya oppa? hehehe..

  9. Capten El? Aku Ji I-el?! Ahahaha. . . Apa jgn” kita kembar? Lalu tertukar lalu terpisah? Wuihh. . Udh bs bkin 1 FF nih comment gue.
    Overall, dpt kok sedih dan rasa putus asa dr kdua tokohnya ^.^ Hanya bbrp hal kurang tegas. Sperti ktika Heera mau Jinki mncari yg lain. Emg sh dapet sedihnya ktika Heera sbnrnya lbh pngen sma Jinki drpd suaminya yg skrng, tpbkurang beuh lg gtu. . Gmn ya, kurang mecin dkit #plak
    Well, FFnya udh legit kok. Udh mau ambik tissue td. Eh tp bru mau ambil aja koh. .
    Xixixi. Udh ah, nanti gue dibacok sma authornya ^.^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s