Still Or No? – Part 2

STILL OR NO? {part 2}

Title                : Still Or No?

Author            : Diahwidya a.k.a Widya (old name author is wikey a.k.a Widya) J

(WordPress)  : diahwidya

Main Cast      : Lee Taemin, Park Minra

Support Cast : Lee Jinki, yeorin, sulli f(x)

Rating           : PG 13

Genre           : romance

Length          : Sequel

***

“Taeminie~ dari tadi kamu diam saja wae irae?” Tanya Sulli dengan suara yang dibuat-buat olehnya.

“yaa!diamlah tidak bisa melihatkah jika aku sedang mengemudi huh?” kata Taemin geram tetapi tetap fokus menyetir.

Sulli kembali diam, tapi dia cukup senang karena bisa berduaan seperti ini dengan Taemin, dan tentang gossip kalau dia berpacaran dengan Taemin, dia balas dengan anggukkan. Oh.. apa yang akan Taemin lakukan kepadanya jika dia bilang tidak seperti faktanya? Mungkin Taemin akan marah besar dengan Sulli, lihat saja nanti apa reaksi dia~.

Setelah sampai rumah Sulli mengikuti Taemin dari belakangnya, ketika Taemin hendak memasuki kamarnya Sulli memegang lengan Taemin membuat Taemin menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Sulli.

“waeyo?” Tanya Taemin tidak merasa tertarik.

“mmm.. tadi disekolah banyak yang bertanya hubungan ku denganmu Taemin-ah” jawab sulli malu-malu

“Terus?” Tanya Taemin masih dengan nada yang datar.

“aku pusing, jadi kujawab iya, gwaenchanayo?” kini Sulli bertanya kepada Taemin, awalnya Taemin ingin memarahi nya, mengingat dia sudah tidak lagi dengan Minra, apa salahnya?

“gwaenchana~ sudah lah aku ingin tidur” Taemin langsung memasuki kamarnya, takut kalau Sulli menariknya kembali.

Gwaenchana? Mwoyaa? Berarti Taemin memang suka padaku! Yeaah.. akhirnya aku bisa merebut hatinya dari Minra tanpa bertindak kasar, pikir Sulli dia menang telak kali ini. Moment inilah yang sedang dia tunggu-tunggu dari dulu. Dengan riang Sulli memasuki kamar, dan mulai menulis di diary nya tentang hari yang bahagia ini.

***

Minra berpamitan dengan Nyonya Park untuk pergi kesekolah, dia berjalan dengan riang sambil mengulum lollipop, dia memikirkan apa yang akan dia lakukan hari ini? Haruskah bertemu dengan namja ‘gila’ yang masih mencuri hatinya. Ketika dia sedang melamun, Minra tidak sadar bahwa ada namja yang mengikutinya sejak dia keluar dari rumah, terkadang dia masih memikirkan Taemin, dengan yeoja yang bernama Sulli, tidak habis pikir begitu mudahnya dia mendapatkan yeoja lain, Minra berfikir disekolah mereka pasti tidak akan berteguran, atau lebih tepatnya adalah bermusuhan.

“Nyonya Park.. apakah anda sudah selesai dengan kegiatan melamunnnya?” ujar namja itu menggelitik telinga Minra.

“yaa—“ belum sempat Minra melayangkan Pukulan ke kepala namja itu, dia terkejut melihat Onew dengan gaya yang biasa saja, Minra celingukkan melihat kekanan dan kekiri, tidak ada mobil ataupun motor yang dibawa Onew seperti biasanya.

“aku mengikutimu, sampai aku lupa kalau mobilnya kuparkirkan didekat rumah mu” aku Onew seakan-akan dia bisa membaca pikiran Minra.

“apa? Yaa.. jarak dari sini kerumahku itu lama oppa!” rutuk Minra kesal, kenapa Onew bisa-bisanya menitipkan mobil didekat rumahnya.

“itu karena dirimu, aku jadi lupa Park Minra” ujar Onew dengan senyum tulusnya.

Blussh~!

Rona merah menjalar disetiap pipi Minra, membuat onew gemas ingin sekali mencubitnya, dan menciumnya tapi dia tahan nafsu itu.

“kaja! Kita bisa berjalan kaki seperti biasa,  sudah lama tidak pernah jalan dengan yeoja” ungkap Onew lagi membuat wajah Minra merah padam

Minra mengikuti Onew, tangan nya digenggam oleh Onew, merasakan jemarinya yang hangat dan nyaman. Minra merindukan sentuhan itu.. sentuhan yang diberikan oleh Taemin, tapi tidak mungkin dia bisa menggapai impian itu, karena taemin sudah mempunyai yeojachingu.

***

untuk yang kesekian kalinya Minra bosan menatap papan tulis itu, entah keberapa kalinya pula dia ditegut oleh beberapa guru, membuat yeorin teman sebangku nya merasa iba, akhirnya dia memutuskan untuk membawa Minra keruang kesehatan dengan alasan Minra sedang sakit.

Saat yeorin dan Minra beranjak keluar dari kelasnya, Taemin menatap Minra khawatir, tapi hanya dibalas dengan tatapan sinis dari Minra.

“ada apa dengan anak itu?” gumam Taemin pelan, dan kembali fokus dengan apa yang diajarkan oleh kim sonsaengnim.

Istirahat sudah berlangsung dari 5 menit sebelumnya, Minra hanya berdiam diri di Ruangan itu.

“yaa.. sampai kapan kamu berdiam diri seperti itu Minra.. aku tinggal dulu yah? Aku lapar nih” kata yeorin memegang perutnya.

“eonni.. bisa tolong panggilkan Onew oppa?” akhirnya Minra bersuara tepat disaat Taemin dan Sulli melewati Ruang Kesehatan, yang mungkin suara dia bisa didengar oleh Taemin.

Yeorin menganggukkan kepalanya dan keluar dari sana. Sialnya Taemin malah menarik yeorin dari situ dan menyeretnya agak jauh dari ruangan itu. Sulli yang berada di gandengan Taemin terlepas seketika, dia hanya mengikuti Taemin dari belakang.

“apa yang dia inginkan dari Onew?” Tanya Taemin langsung ke intinya.

“apa hak mu hah?!” bentak yeorin kesal. Kalau saja perut dia tidak meronta-ronta ingin makan, pasti dia tidak akan marah seperti ini.

“yaa! Bisa di pelankan suaramu? Aku tidak ingin temanmu mengetahui nya” ujar Taemin membekap mulut Yeorin.

“Taemin-ah!! Ayolah~ aku lapar” rengek Sulli dan menarik lengan Taemin yang satunya.

Yeorin menarik paksa lengan Taemin dengan cara menggigitnya dan dia langsung kabur dari situ menuju kantin, kali ini nasib dai beruntung bertemu dengan Onew, dia langsung menghampirinya.

“Onew-ya… apakah kamu ingin tau dimana Minra sekarang? Dia sedang membutuhkanmu” ujar yeorin duduk berhadapan dengan Onew.

“mwo? Dimana dia sekarang? Katakan!” Onew meneguk air Teh hangat itu, dalam satu kali tegukan.

“tapi belikan aku makanan, aku lapar” yeorin memasang jurus puppy eyes nya.

Onew menghembuskan nafas beratnya, dia memesan makanan buat yeorin, dan kemudian dia langsung berlari menuju ruang kesehatan setelah yeorin memberitahunya.

“DAMN!” umpat Taemin kesal melihat Onew memasuki Ruangan itu.

“Oppa… mengertilah kalau aku menyukaimu, menyayangimu, tidak cukupkah itu?” kini suara Sulli menyadarkan Taemin dari lamunan nya, sejak dari tadi dia hanya menatap Onew yang sedang memeluk Minra.

Cemburu? Itu jelas. Taemin menuruti permintaan Sulli yaitu kekantin,

“diamlah Sulli, aku tau itu” Taemin menjawabnya dengan nada datar. Setidaknya kata-kata itu membuat Sulli senang.

Taemin menarik lengan seseorang ketika ingin memasuki UKS

“aku akan membayarmu jika kau tidak memasuki ruangan ini” tegas Taemin, dan memberikan beberapa lembaran won, dan namja itu membungukkan badannya terimakasih dan segera pergi dari situ.

Oh yaa.. aku lupa memberi tau tentang Taemin.

Nama dia begitu popular dikalangan kelas X sampai XII, karena nilai akademik dan non-akadamiknya yang begitu bagus, dan pernah membawa nama baik sekolahnya, memenangkan olimpiade Matematika tingkat internasional, dan tidak heran juga, dia dikenal dengan sebutan ‘bad boy’ pintar tapi dia juga adalah ketua ‘geng’ jika Chungdam diserang oleh sekolah lain seperti Seoul high School yang saat ini masih menjadi rival terberat Chungdam. Dan herannya, kenapa guru-guru tidak mengetahui predikat terburuk Taemin?

Taemin melirik sebentar kearah UKS, dan pergi begitu saja.

***

Onew hanya pasrah melihat keadaan Minra semakin memburuk, kenapa Minra tidak menceritakan kepadanya? Onew yang melihat paras Minra, bisa dibilang dia seperti ‘zombie’

“Park Minra.. bukankah tadi pagi kamu ceria tidak seperti ini? Ada apa denganmu Minra?” Tanya Onew. Khawatir? Sangat!bahkan dia mencintai Minra. Dan Kesempatan untuk mendekati Minra mempunyai luang yang amat sangat luas, karena tidak ada Taemin disisinya lagi.

“Oppa.. jebal, jangan tinggalkan aku”

Bruk.. Minra kehilangan keseimbangan akhirnya dia jatuh, kalau saja Onew tidak cepat menangkap Minra, mungkin tubuh mungilnya itu sudah menghantam kasarnya permukan Aspal. Onew langsung menggendong Minra ala bridal style, dan menidurkannya di Taman tidak jauh dari tempat dimana minra pingsan.

“Minra!! Yaa.. Park Minra.. sadarlah..” Onew menepuk pipi kanan Minra, hasilnya nihil. Minra tidak kunjung bangun. Suhu badan Minra Semakin panas, sakit. Apalagi ditambah cuaca dikota seoul yang sedang musim salju, Onew membuka baju nya dan dengan sekatan memasangkan di tubuh Minra, dengan segera Onew menyetop taxi untuk kembali kerumah Minra, sebenarnya dia merasa kedinginan ditambah lagi keadaan Onew yang topless (bayangkan!! Topless!! Mupeng deh o,O)

Ketika sudah sampai didepan rumah Minra, Onew menggendong Minra, tidak lupa dia member lembaran won ke supir taxi tersebut.

Nut nutt… (anggap aja bunyi bel -,-)

“Ann..hhhannyeong, ahjumma” ujar Onew menggigil, Nyonya Park yang melihat kedaan namja itu khawatir, ditambah lagi putri kesayangannya yang berada didekapan namja itu, nyonya Park mengajak masuk Onew, dan menyuruhnya untuk membaringkan Minra di Kamarnya.

Begitu sangat terkejutnya Onew, melihat isi kamar Minra. Ini adalah kali pertamanya melihat kamar perempuan itu, kamar yang didominasi dengan warna Pink ditambah aksesoris yang lucu dan boneka angry birds bertebaran dimana-mana.

***

Saat Minra sadar, dia merasakan ada yang aneh, bukankah tadi dia sedang berjalan bersama Onew?

“sayang.. kamu sudah sadar hmm?” kata nyonya Park memperhatikan Minra mengerjap-ngerjapkan matanya.

“eomma.. dimana Onew oppa?” Minra bangun dari tidurnya pelahan. Dia juga merasa ada yang aneh, sejak kapan dia memakai baju namja? Dan dari aroma nya saja seperti bau parfum Onew, yang terkesan maskulin.

“namja itu pamit beberapa jam yang lalu, dia menceritakan kepada eomma, apa yang terjadi dengan mu tadi” kata nyonya Park membenarkan posisi Minra.

Minra segera mengetik pesan dan mengirimnya ke Onew

Oppa, apakah oppa baik-baik saja? Bagaimana keadaan oppa?

***

Onew tersenyum melihat pesan singkat dari Minra, bukankah seharusnya da yang menanyakan keadaan Minra, kenapa jadi yeoja itu yang menanyakan keadaannya?

Tidak lama dari itu, Onew membalas pesan dari Minra.

Ne, oppa sangat baik, bagaimana dengan keadaanmu? Soal baju, nanti aku akan mengambilnya, tenang saja

Tidak lama dari itu, Hp Onew bergetar kembali menandakan ada pesan dari Minra, Onew sengaja Mengganti ringtone nya, jika ada pesan ataupun telepon dari Minra ringtone itu berbeda dari yang lainnya.

Aku? Ah.. lumayan agak membaik, mianhae oppa aku merepotkanmu

Onew membalas pesan itu, tidak lama. Tapi tidak ada balasan dari yeoja itu, melainkan ada pesan entah, dari siapa mengajak dia untuk bertemu di sebuah pub.

Onew meladeni itu, apalagi di dalam pesan itu menyebutkan nama Minra, Onew segera menyambar jaket yang berada di sofa.

Nyonya Lee dan Tuan Lee yang melihat anaknya tergesa-gesa segera menghampirinya.

“Onew-ah…ada apa? Kamu ingin kemana?” Tanya Nyonya Lee

“eomma.. aku keluar sebentar is it ok? Annyeong!” Onew memutuskan secara sepihak, belum ada jawaban dari Nyonya Lee, maupun Tuan Lee, keduanya hanya isa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya itu.

***

Onew menunggu seseorang disana,  begitu pengap didalam sana apalagi bunyi music yang ingar bingar, tapi dia tetap tahan disana, dan tidak meneguk minuman keras apapun. Yang dia pikirkan hanya lah tentang Minra.

“sudah lama menunggu?” Tanya seorang namja yang begitu dikenalnya. Lee Taemin.

“apa yang kau inginkan Lee Taemin?” Tanya Onew tidak ingin bertele-tele.

“oww~ slow, apa saja yang kau lakukan di dalam UKS?” Taemin duduk dan meneguk segelas wine. Untuknya itu belum ada reaksi apa-apa.

“errr” erang Onew mencium bau alcohol, dia sangat tidak menyukai itu.

“berdiam diri, memeluknya dan dia tidak menyuarakan apapun selain suara tangis” ucap Onew datar, dan seolah-olah ingin memancing amarah Taemin.

“apa yang kau lakukan hah sampa dia menangis?” Taemin langsung marah, sedetik kemudian ia sadar kalau yang membuat Minra nangis adalah dirinta sendiri.

“MWOYA?! Sadarlah Lee Taemin! Kamu tidak pantas untuk Park Minra! Keep that in your mind! TIDAK PANTAS!” ujar Onew tidak kalah lantangnya dengan suara Taemin tadi.

BUG!

Taemin melayangkan pukulannya kearah wajah Onew, membuat Onew sedkit terhuyung dan mendarat di meja yang penuh dengan gelas dan wine.

Onew mengusap darah yang keluar disekitar bibirnya, sakit itu sangat!

BUG! Lagi dan lagi Onew menghantam Taemin, memberi pukulan yang bertubi-tubi, tidak kalahnya Taemin pun juga iya.

Kalau saja tidak ada beberapa orang yang melerai, mungkin mereka tetap saja seperti itu sampai keesokan pagi.

***

Keadaan sekolah sangat begitu menakutkan, melihat Taemin sangat begitu sinis dengan apa saja yang sedang melihat ke arah dirinya, Sulli pun juga, tidak seperti biasanya dia menjaga jarak seperti itu dengan Taemin, Taemin segera menyambar bola basket yang berada di tangan seorang namja, kemudian dia melempar bola itu kesegala arah 1:6 wow! Taemin hanya sendiri.

Tapi walaupun dia sendiri, semua warga sekolah chungdam melihat kearah lapangan basket  bukannya mereka selalu meneriaki Taemin, memberi dukungan kali ini betapa kagetnya, permainan ini bukan disebut bermain baseket tapi tepatnya membunuh orang dengan cara melempar bola itu, dan menabrak segala macam apa yang Taemin lakukan demi memuaskan hasratnya untuk tidak berfikir tentang apa yang dikatakan Onew kemarin malam.

Beberapa guru, berusaha menghentikan Taemin tapi dia tidak kunjung reda.

Berbeda dengan Onew, yang terlihat tenang walaupun bekas pukulan Taemin semalam masih melekat di kedua pipi dan disudut bibirnya .

Minra terkejut sangat. Apalagi melihat kedua namja itu(Taemin-Onew) babak belur seperti itu. Segera Minra menghampiri Onew, Onew sangat Lega melihat Minra berlari kearahnya, tidak tanggung-tanggung Onew merangkulnya, seolah tidak terjadi apa-apa kepada dirinya.

“Oppa! Apa yang terjadi? Kenapa dengan dirimu? Apa kalian berkelahi?” Tanya Minra tergesa-gesa dan menyentuh wajah Onew Lembut.

Onew menggelengkan kepalanya, dia tersenyum bak malaikat yang membuat setiap yeoja terpesona melihatnya. Sisi kebaikannya keluar begitu saja mengganti hawa nafsu untuk  berkelahi dengan Taemin ketika melihat Minra.

***

Didalam kelas Minra sangat merasa tertekan apalagi dia sekarang duduk bersama Taemin! Bayangkan! Yeorin tidak masuk sekolah disaat waktu yang tidak tepat, membuat Minra merasakan Hawa menyeramkan menghantui dirinya.

Sejak dari pelajaran pertama hingga istirahat selesa Taemin selalu memperhatikan Minra, tidak lupa dengan Sulli  yang berada disampingnya.

Seharusnya Minra juga kesal, melihat Taemin dengan Sulli, tapi yang anehnya, kenapa dia malah sangat ketakutan, akhirnya Minra memilih untuk menghampiri kelas Onew yang tidak jauh dari kelasnya.

Dengan senang hati Onew menemaninya, Onew tidak menyadari ketakutan yang melanda diri Minra sehingga dia menganggap itu kemajuan, karena Minra sekarang berada dipihaknya.

“ternyata dia menantangku” ujar Taemin dengan senyum iblisnya, tatapan itu tetap menatap Minra hingga Minra menghilang dibalik dinding.

“Oppa…” ujar Sulli pelan.

“Waeyo hmm?” Taemin dengan suara lembutnya dan segera menarik Sulli kedekapannya.

Kita lihat saja nanti Lee Jinki!

 

TBC 😀

Please… give me your comment!

Comment like oxygen, yaa.. sebagai penyemangat author disini untuk melanjutkan sesuatu cerita. Annyeong! J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Still Or No? – Part 2”

  1. OMO,,taemin manly sangat euy,tapi aq takut banget,sama sifat taemin yg sangat mengerikan,apa sih yg akan di lakukan taemin ke onew?,mudahan onew gak apa apa, lanjut,lanjut..

  2. Huaaa taemin…
    Kenapa jadi pada horror begini
    Jadi merinding bacanya -_-
    Takut taemin terlalu emosi
    Nanti onewnya tambah parah T.T
    Tapi kasian taemin jugaaa
    Tapi kenapa dia masih sama sulliiiiii
    Kenapa dia ga coba ngomong baikbaik sama minra
    Lanjuuut

  3. wew…apakah yg akan dilakukan ole taem??qta tunggu setelah pariwara berikut ini(?)#abaikan
    nanti minra sm jinki ato taem yaa???-,-…
    sm jinki ajj!!si jinki org.a baikkk…iar si taem sm sulli…kasian tu si sulli..nnti klo taemin sm minra sulli sm sapa??onew sm sapa?._.
    aq tgu part 3.a^^

  4. Hwooah~dugeun-dugeun akhirnya.
    Oh ya di bgian yg ini:”Diamlah sulli,aku tahu itu”Taemin menjawab dengan nada datar.Setidaknya kata-kata itu membuat Sulli senang.

    Lalu tiba-tiba pragraf brikutnya:Taemin menarik seseorang ketika ingin memasuki UKS.”bla..bla..bla”–membungkuk terimakasih lalu pergi dari situ.

    Selanjutnya:Oh ya aku lupa memberitahu tentang Taemin.Bla..bla..bla.

    Ada baiknya sih klo author ngasih tanda pemisahnya jdi gg ngebuat reader bingung.

    Overall sih daebak.
    Weyz,ku tunggu part brikutnya aja deh,hwaiting author widya ^.^

  5. ceritanya nice thor ^^
    tapi jadikan senyum taemij senyum malaikat lah thor ^^
    jangan iblis –”
    d tunggu ya (next)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s