My Sweet Lollypop – Part 3

 My Sweet Lollypop (part 3)

Author             : Olala
Main Cast        : Kim Jonghyun, Lollyta park
Support Cast  : Kim Kibum (Key), kim Yoona
Length              : Sequel
Genre               : Family, humor, sad, and romance
Rating              : PG 17

Halo chingu..ratingnya naik tuh jadi 17 hehe… jadi  buat yang under age, tutup mata ya kalo ada adegan berbahaya hehehe.. tenang bukan NC kok ^^

Happy reading!

Author POV

Ting tong…ting tong…ting tong … ting tong…ting tong

“Omoo, tidak bisa sabar sedikit ya” gerutu Lolly dengan tergesa-gesa menyeret langkahnya ke pintu depan Apartemen Jonghyun.

Lolly mendekatkan matanya ke arah lubang pintu, mengintip siapa yang bertamu pagi-pagi buta begini.

Seorang Namja dengan wajah tidak terlalu jelas karena berbayang hoodie jaketnya yang menutupi kepalanya.

kini ia tampak sibuk menelepon, tangannya sudah tidak lagi gatal memencet-mencet bel apartemen Jonghyun.

siapa ya? buka…jangan…buka…jangan…  pikir Lolly bimbang jangan-jangan dia perampok sedang menyamar. pikiran ekstrim Lolly mulai muncul . Buka…jangan..bu..

“bukakan pintunya Lol, itu dongsaengku.” suara serak Jonghyun dari ruang tengah langsung menyadarkannya, buru-buru dibukanya gerendel pintu apartemen Jonghyun dengan tergesa.

Tapi mulutnya langsung menganga lebar begitu melihat jelas sosok dibalik pintu

“Lolly?” Namja dihadapannya juga tak kalah kaget dengan Lolly.

setelah ternganga beberapa detik namja itu buru-buru mundur kebelakang dan membaca no apartemen di depannya, betul kok ini apartemen kakaknya, tapi kenapa Lolly bisa ada disini.

“Key sunbae…” suara Lolly tercekat dikerongkongan, rasa kaget luar biasa menghantam dirinya, Key didepannya, adiknya Jonghyun? Omooo!!

“kalian kenapa berdua bengong di depan pintu begitu?” suara Jonghyun menyadarkan keduanya, Jonghyun membaca gelagat gugup Lolly, dan rasa terkejut Key adiknya.

“kalian saling kenal?” tanyanya dengan kening berkernyit heran. Mereka berdua memandang Jonghyun dengan tatapan sulit diartikan.

“kalian sedang apa pagi-pagi buta begini berduaan? Kalian pacaran? atau jangan-jangan kalian sudah menikah?” Tuntut Key masih terlihat shock.

======================================

“Lolly adik kelasku saat di amerika” kata Key saat keadaan sudah kembali normal, dan Lolly pamit ke laundry untuk mengambil Jas milik Jonghyun.

“mengapa dia bisa ada disini, dia pacar baru mu hyung?” tanya key dengan nada mengintogerasi, Jonghyun hanya menatapnya malas.

“istri? wah kau tidak memberitahuku Hyung? kakak macam apa kau?”

“ternyata otak mu jauh lebih sinting dari pada sebelum berangkat ke amerika ya” ujar Jonghyun datar. Sambil meneguk susu putih yang tadi disediakan Lolly Sampai tandas.

“ dia asistenku, adiknya Helena noona, Helena noona kan sebentar lagi akan menikah dan dia tidak  dibolehkan  bekerja lagi oleh suaminya Choi Siwon pemilik Hotel Diamond itu, kau kenal kan?” Key mengangguk tapi dari sorot matanya Jonghyun tau adiknya ini masih terlihat penasaran.

“Aku sempat dapat ganti asisten Namja tapi Gay, akhirnya diberi adiknya Helena noona untuk menggantikannya. anaknya lucu meskipun agak bodoh .” Tanpa sadar senyum tersungging dibibir Jonghyun begitu ia mengingat sosok Lolly. Key hanya menatapnya aneh. Melihat ekspresi Jonghyun yang tak biasa itu.

“kau menyukainya Hyung?” Tembak Key tanpa basa-basi, Jonghyun langsung menatapnya malas.

“dia itu masih kecil, aku mau dikira phedofile apa?” sergah Jonghyun  sambil menyalakan DVD playernya. Dan memutar Film sambil menunggu Lolly kembali dari Laundry, diliriknya rolex di pergelangan tangannya, masih ada waktu setengah jam untuk bersantai.

“Yaaaa!! Kau masih menonton romeo dan Juliet Hyung, sejak remaja menonton ini apa kau tidak bosan?” pekik Key saat melihat film yang diputar Jonghyun.

“ini namanya setia kau tau..”  ujar Jonghyun sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa, ekspresi Key langsung berubah mendengar kata-kata setia yang terlontar dari mulut kakanya itu. Ia menatap Jonghyun gusar.

“bagaimana kabar Yoona hyung?”Tanya key dengan suara tercekat,  Jonghyun menoleh ke arahnya sebentar lalu kembali menatap layar televisi di hadapannya.

“kau belum pulang ke rumah, Um?” Tanya Jonghyun tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Olivia Hussey yang sedang berpuisi, meskipun saat ini isi kepalanya tidak pada sosok Olivia yang cantik itu.

“Eoh..” jawab Key pendek

“pulanglah, Umma sudah sangat merindukanmu. Kau semenjak pulang dari amerika tinggal dimana?”

“aku sudah 3 hari ini tinggal di hotel Hyung, aku belum berani pulang Hyung, aku belum siap menemui Yoona.” Jawab Key jujur, hatinya terasa tak menentu.

dulu ia kiradengan ia pergi dari korea bisa menghapus rasa bersalah di hatinya. tapi nyatanya tidak.

“Hyungg.. mian! aku..”

“sudahlah Key, berhenti merasa bersalah. aku tidak apa-apa,, sungguh!” potong Jonghyun cepat.

“kembalilah ke rumah, kasihan Yoona  dia terus menunggumu. Begitu juga Umma. Dan juga kau salah Key, perasaanku pada Yoona tak seperti yang kau piki. aku menyayangi kalian. karena kalian berdua adikku.” Lanjut Jonghyun lagi sebelum akhirnya berdiri bangkit dari sofa.

“aku akan ke kantor, sebentar lagi. Lebih baik kau pulang dulu ke rumah, temui Umma dia hampir mati rindu karena tak kau temui selama 2 tahun. Tinggalah disini jika kau belum nyaman tinggal bersama Yoona” ujar Jonghyun sebelum  akhirnya masuk ke dalam kamar.

Jonghyun terduduk di sisi ranjang , dipijitnya pelipisnya yang terasa menegang, perlahan  tangannya membuka laci nakas di samping ranjangnya, meraih sebuah foto berfigura kayu yang sudah 2 tahun ini ia sembunyikan. foto mereka bertiga. dirinya, Key, dan Yoona.

Flashback

Jonghyun dan Key  mengintip gadis kecil dengan mata bengkak yang berada di pelukan Ummanya, dari balik tangga rumah mereka.

“Jonghyun, Kibum kemarilah” panggil tuan Kim kepada kedua anaknya yang masih berusia 12 tahun dan 10 tahun itu.

“Jonghyun, Kibum…ini Yoona, dia anak kerabat appa di mokpo, kalian pasti sudah mendengar kan kenapa kemarin appa dan Umma pergi ke Mokpo?” Jonghyun  dan Key mengangguk secara koor.

“Kemarin ayahnya Yoona saudara sepupu Appa Kim hyun So terkena kecelakaan dan meninggal dunia, ibu Yoona sudah meninggal saat ia melahirkan Yoona. Sekarang ini Appa membawa Yoona kesini unutk bersekolah disini, dia akan menjadi adik kalian. jadi tolong kalian jaga Yoona baik-baik, sayangid ia. Mengerti?”

“Ne Appa..” Jawab Jonghyun dan Kibum patuh

Mereka melirik gadis berambut panjang yang tampak lemah dan ringkih itu.

“Uljima Dongsaeng.. lebih baik kita bermain, kau mau?” ajak Kibum sambil mengulurkan tangannya ke arah Yoona.

Sejak kedatangan Yoona, rumah besar tuan Kim yang memang selalu ramai dengan canda tawa Jonghyun dan Kibum semakin meriah dengan kehadiran Yoona yang sangat disayang nyonya Kim.

Nyonya Kim yang tidak memiliki anak perempuan jelas sangat menyayangi Yoona.

Begitu juga dengan Jonghyun dan Key. Mereka berdua sudah tak ubahnya seperti  bodyguard penjaga Yoona.

Sejak itu kehidupan Yoona tak beda dari seorang putri raja yang selalu didampingi dua pangeran tampan, Sampai mereka beranjak Dewasa.

Tapi naluri pria dan wanita tanpa hubungan darah. Membuat ketiganya memiliki dilemma cinta segitiga.

“Aku mencintai Yoona, Hyung.” Ujar Key suatu kali. Jonghyun terhenyak saat mendengar pengakuan polos adiknya itu. Karena di dalam hatinya pun ia juga menyimpan benih cinta yang sama untuk Yoona.

Tapi Jonghyun tidak bisa melakukan apa-apa tatkala  Key yang terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya terhadap Yoona, Jonghyun terlalu takut untuk melukai Kibum.Dan lagipula orang tua mereka pun menyetujui salah satu anak mereka menikahi Yoona siapapun itu.

Nyonya Kim juga terlalu takut, Yoona akan di meninggalkannya jika ia menikah dengan orang lain.Yoona yang sudah demikian akrab dengannya membuatnya tak rela jika Yoona suatu saat akan keluar dari rumahnya dan dibawa suaminya pergi. Terlebih ia hanyalah orang tua angkat. Maka dariitu begitu tahu Kibum menyukai Yoona nyonya Kim dengan semangat membara mendukung anak bungsunya itu untuk maju.

Maka Sejak SMA kelas satu akhirnya Key resmi berpacaran dengan Yoona, dengan diketahui dan direstui tuan Kim dan nyonya kim.

Tanpa mereka sadari ada sosok Jonghyun yang tersakiti. Jonghyun jadi tidak betah di rumah, sifat liarnya mulai muncul, dia mulai suka mengacau dan membuat ulah, berganti-ganti kekasih, berkelahi, dan membolos sudah menjadi kehidupan sehari-harinya.

maka cap troublemaker pun melekat di diri Jonghyun, pertengkaran demi pertengkaran dengan Appanya mulai sering terjadi.

Sampai akhirnya kehidupannya berbalik 180 derajat, saat tuan Kim meninggal dunia, Jonghyun pun berubah haluan.

di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia memilih untuk menerima jabatan direktur menggantikan ayahnya, daripada harus menyerahkannya pada dewan komisaris dan beberapa pemegang saham yang tidak ia percaya.

Sejak saat itu kehidupan Jonghyun pun berubah, kenakalannya hilang tak berbekas, Jonghyun berubah menjadi pria pendiam, hidupnya diabdikan pada pekerjaan.

Meskipun begitu, cintanya pada Yoona tetap tumbuh subur sampai Key mengetahui perasaan kakaknya,Key sebetulnya sudah mulai curiga sejak kakaknya sering mennghindari tatapan Yoona, tidak pernah mau diam di rumah, selalu berulah dan membuat masalah.

Sampai suatu hari saat Yoona dan Key lulus Smu. Yoona yang merayakan kelulusan dengan sahabat-sahabatnya Key yang sedikit demam terpaksa tidak ikut, sehingga gadis itu tidak ada yang menjaga dan sedikit hilang control. Yoona  meminum soju. Yang menyebabkannya mabuk. Jonghyun yang belum tidur karena mengkhawatirkan adik angkatnya itu membukakan pintu dan menyambut kedatangan Yoona, Jonghyun terkejut saat melihat keadaan gadis itu. Ia pun membopong Yoona yang sudah mabuk berat ke dalam kamar,

“Yaa.. saengi kalau kau tidak kuat minum kenapa harus memaksakan diri?”desah Jonghyun sambil memapah adik angkatnya ini ke kamar. Yoona hanya menggumam tak jelasa sambil melingkarkan tangannya ke leher Jonghyun, Jonghyun menjatuhkan tubuh Hyuna ke atas kasur begitu mereka sampai di kamar Yoona. Jonghyun menatap wajah mungil Yoona, dibelainya pipi Yoona lembut,

Clik! mata Yoona terbuka, membuat Jonghyun kaget setengah mati, “Oppaaaaaa….”desah Yoona sambil menyipitkan matanya menatap Jonghyun. “Popoooo” lanjutnya hampir membuat Jonghyun terjengkang. Jonghyun menahan nafasnya tatkala lengan mungil gadis itu melingkari lehernya.  lalu matany kembali menutup lagi, dan nafasnya mulai teratur menandakan ia sudah tertidur. Jonghyun menghela nafas panjang.

“uh… Kim Yoona kau mengagetkanku saja” desis Jonghyun sambil melanjutkan aktivitas membelai pipi putih Yoona. 

“kau tahu tidak Huh aku selalu mengkhawatirkanmu? jangan sering berbuat bodoh dan membuatku khawatir, itu menyiksaku.” jonghyun menyelipkan anak rambut ke belakang daun telinga Yoona.

“cukup aku tersiksa dengan perasaan bodoh ini, jangan siksa aku lagi dengan harus mengkhawatirkanmu, tumbuhlah dewasa saengi, jadilah wanita cantik yang membanggakan semua orang. aku tak tahu bisa bertahan berapa lama lagi berada di dekatmu dan Key, semakin hari perasaanku kepadamu semakin sulit kukendalikan. melihatmu semakin cantik dan sehat tentu saja kebahagiaanku, tapi melihatmu tumbuh dan menjadi milik orang lain itu jelas menyakitiku” Jonghyun menghela nafas panjang, dikecupnya jemari tangan Hyuna yang menaut ditangannya erat. “saranghae uri-Yoona” bisik Jonghyun serupa semilir angin yang berhembus pelan.

di saat itu tanpa Jonghyun sadari Key tengah menyaksikan pengakuannya dari balik pintu dengan mata nanar.. ia tak percaya dengan apa yang didengarnya. begitukah sebenarnya? jonghyun mencintai Yoona?

Hari itu dimana Key merasa sangat bersalah pada Jonghyun, setelah hari itu Key berubah menjadi pendiam, sampai suatu hari sebulan setelah kejadian itu Jonghyun menemukan surat dari key yang pamit pergi dan menitipkan Yoona padanya, serta mengatakan apa yang ia ketahui tentang perasaanJonghyun pada Yoona.

Hyung, setelah kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tak berada di korea. jangan merindukanku Hyung. Hehehehe

Hyung mianhe hyung, jeongmal mianhe.. aku inin dongsaeng yang bodoh tidak mengetahui perasaan kakakku sendiri.

tolong jaga Yoona Hyung, kita sama -sama menyayanginya, tak peduli aku atau kau yang bersamanya Hyung. yang pasti Yoona akan bahagia.

Key..

Jonghyun menatap nanar suratnya, seperti ada yang menbrak jantungnya telak, Jonghyun keluar dari kamarnya seperti oran kehilangan akal sehat, dimasukinya kamar key dengan terburu-buru, tapi ia tak mendapati Key disana.

disana hanya ada nyonya Kim yang sedang memandang kamar anak bungsunya dengan mata basah.

“Umma Waegerae, apa Umma sudah mengetahui semua rencana kepergian Key?” tanya Jonghyun dengan suara serak, tidak mungkin key pergi meninggalkan nyonya Kim begitu saja, Jonghyun yakin kepergian Key sudah atas restu dari nyonya Kim terlihat dari wajah pasrah nyonya kim saat itu.

“sebulan yang lalu adikmu memaksa ingin melanjutkan kuliah di amerika” ucap nyonya Kim tersendat

“tapi dia memintaku untuk tak memberitahukannya padamu maupun Yoona” tangis nyonya Kim mulia pecah, ia meraih wajah Jonghyun dan mengusap pipi anak sulungnya lembut.

“kau mencintai Yoona sayang?” tanya Nyonya Kim menghantam Jonghyun telak, Jonghyun tergugu ia kehilangan adiknya,

“aku tak akan pernah bersamanya Umma, sampai kapanpun dia hanya akan tetap menjadi adikku” ujar Jonghyun dengan airmata yang mengalir deras di pipinya.

………………………………….

Yoona yang tidak mengerti apa-apa, hanya bisa shock mengetahui Key pergi tanpa pamit meninggalkannya.

“apa salahku Oppa?” tanya Yoona pilu begitu ia bertemu Jonghyun.

“apa aku berbuat salah Oppa?” tanya Yoona lirih, air mata mulai mengalir di pipi mulusnya. dan Jonghyun pun semakin terpukul

“tenang saengi, dia akan kembali padamu, tunggulah dia, kumohon…..”

 Flashback End

 

Lolly menikmati makan siangnya dengan lahap, Bos besarnya sedang meeting. Jam makan siang adalah jam bebas untuk  Lolly, dan jam makan siang kali ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama mengingat sang Bos sedang meeting penting dengan client pentingnya.sedang asyik-asyiknya menikmati makan siangnya, ponsel Lolly berdering.

“Yobboseo ”

“kau dimana?”

“saya sedang makan siang Sajangnim.”

“oh ya sudah.” Klik. Telepon pun terputus, Lolly mengernyitkan dahinya

“main tutup seenaknya saja, lagi pula untuk apa dia meneleponku, ini kan sedang jam makan siang” gerutu Lolly Sambil meneruskan makan siangnya, tapi baru sajasuapan ketiga, ponselnya berdering lagi

“Yobboseo”

“kau bilang katanya sedang makan?” sembur Jonghyun begitu teleponnya tersambung

“Ne, Sajangnim. Memang saya sedang makan siang, ada apa Sajangnim?”

“tapi aku tidak melihatmu di cafetaria, kau makan dimana?”

“hehehe… joesonghabnida Sajangnim, saya emang tidak makan di cafetaria kantor, saya makan di kedai belakang kantor”

“hah kedai belakang kantor, dimana itu? Ya sudah.” klik. Lagi-lagi telepon diputus. Lolly bengong. Dia bingung antara menyelesaikan makan siangnya atau kembali ke kantor lari menemui bosnya, dia menatap lesu piring bulgoginya yang bahkan  belum habis setengahnya,  akhirnya dia berdiri dan membayar makanannya dan bergegas keluar, tapi langkahnya sontak terhenti begitu melihat sosok Jonghyun yang menjulang didepannya. Sosok Jonghyun yang tinggi besar, putih, tampan  dan berkilau, nampak seperti bongkahan permata diantara kerikil hehehe…

“Lho, Sajangnim, anda mengapa ada disini?”

“kau kenapa makan disini? Kenapa tidak makan di cafetaria kantor?” Tanya Jonghyun sambil melayangkan pandangannya kea rah beberapa kedai kecil sederhana yang berjajar rapi di hadapannya

“hehe.. makan sepiring di cafetaria bisa untuk  makan 4 kali disini direktur” jawab Lolly dengan cengiran di wajahnya

“ya sudah ayo pulang” ajak Jonghyun Sambil berjalan mendahului Lolly, tapi langkahnya berhenti dan berbalik kembali melihat Lolly yang masih mematung ditempatnya berdiri Sambil melirik jam tangannya.

“waeyo?” tanya Jonghyun.

“aniyo, hanya saja, apa jam saya rusak, memang ini jam berapa direktur?” Jonghyun mengangkat alisnya lalu menatap Rolex dipergelangan tangannya.

“jam satu, kenapa memangnya?”

“oh, mengapa anda sudah pulang direktur?”

“banyak Tanya kau, yang jadi bos aku atau kau?” hardiknya, membuat Lolly langsung terbirit-birit naik ke dalam mobil. Takut Jonghyun menyemprotnya lagi.

“Ahjusi, kita pulang dulu ke Apartemenku,lalu  nanti jam 3 kita ke Hotel Hilton ya” perintah Jonghyun yang langsung dibalas anggukan patuh tae suk ahjusi. supirnya.

“kita mau menghadiri pernikahan client saya, kau ikut ya. Sekarang kita pulang dulu mandi ganti baju langsung berangkat lagi. jangan lupa juga kau cek pesenan karangan bunga yang kemarin saya suruh, udah dikirim apa belum”

“Ne, Sajangnim.”

=======================================

Lolly menatap lemari bajunya putus asa, tidak ada satupun bajunya yang berbentuk gaun yang layak untuk dipakai ke pesta.

teman-temannyarata-rata masih duduk di bangku kuliah. Jadi belum ada jadwal untuknya menghadiri pesta perkawinan, dan juga Lolly tidak pernah ikut appa dan umma pergi  ke pesta pernikahan.

jadi beginilah nasibnya sekarang, berjongkok di depan lemari bajunya dengan bingung, mau meminjam baju Minri jelas tidak akan muat, bisa- bisa seperti memakai gordyn jika ia tetap memaksakan diri meminjam baju si dewi beras itu, jika mau pinjam baju Helen pun sudah pasti tidak akan sempat..  karena  sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah 4. itu berarti Lolly hanya punya waktu setengah jam.ya ampun bagaimana ini? Lolly menggigit bibir cemas, ponselku mulai bordering. dan nama Kim Jonghyun tertera di layar ponselnya.

” Omoo.. eotokkhe? apa aku pura-pura sakit saja agar tidak usah pergi?” gumam Lolly panik, setelah menarik nafas panjang Lolly mulai menjawab panggilan dari kim Jonghyun dengan suara tercekat mirip tikus terjepit.

“Yoboseo”

“kau dimana sudah siap?” tanya Jonghyun di apartemennya Sambil mengancingkan kancing lengan kemejanya

“hmmm.. Ne sajangnim, saya sebentar lagi kesana” Lolly melempar handuk yang melilit tubuhnya dan menggantinya dengan jeans dan blouse,  masa bodo lah lebih baik ia katakana saja aku akan nunggu di mobil, daripada membuat malu, Lolly menyambar tasnya, mengunci pintu dan berlari secepat-cepatnya ke arah apartemen Jonghyun yang hanya berjarak beberapa kilometer dari tempat kost barunya.

=========================================

Jonghyun bengong melihat penampilan Lolly didepan pintu apartemennya.

“kau…”

“joesonghabnida Sajangnim, saya jika boleh tidak usah ikut sajaatau kalau tidak biarkan saya menunggu di mobil” pinta Lolly memelas, Jonghyun mengernyitkan dahinya heran.

“kenapa kau sakit?”

“ehmm.. tidak pak ehmm anu itu..”

“Apa?” tanya Jonghyun tidak sabar

“saya tidak punya baju pesta sajangnim, Maaf.” ucap Lolly dengan wajah menyesal, Jonghyun tertawa geli

“ya sudah kita beli dulu”

“eh eh tidak usah sajangnimm.” Tolak Lolly panik

“saya sebut beli ya beli, yang bos itu kau apa aku?” semburnya galak, membuat Lolly langsung mengkerut dan mengangguk pasrah. Jonghyun pun meraih ponselnya.

“Halo Yoona, aku hari ini akan pergi ke undangan, ah Ne.. gwenchanayo… hanya saja ini asisten bodohku, dia tidak memiliki baju untuk dipakai ke pesta, bisakah kau pesankan satu baju pesta untuknya dari butik langganan Umma?….. Ah Ne!  tolong minta diantarkan langsung secepatnya ke apartemenku. Ne??? ukuran baju?..”

“Hey Lolypop  apa ukuran bajumu?” Tanya Jonghyun sambil menjauhkan ponselnya sebentar dan melirik Lolly

“S” jawab Lolly pasrah

“aigoooo.. ukuranmu S? ckckck..” lalu Jonghyun kembali mendekatkan ponselnya

“Yoona, ukuran bocah ini S, tolong kau carikan, Ne.. gumawoyo.” Jonghyun menutup ponselnya dan membuka pintunya lebih lebar mempersilahkan asisten kecilnya ini utnuk masuk.

“Ayo masuk tunggu di dalam, sebentar lagi orang butik suruhan Yoona akan sampai.” Perintah Jonghyun sambil masuk ke dalam diikuti Lolly yang ikut menghambur ke dalam apartemen Jonghyun yang hangat.

“mianhe memintamu menemaniku ke pesta, hanya saja kalau aku pergi sendiri aku suka bingung sendiri dan mati gaya, lagipula aku pasti akan ditahan berlama-lama oleh para relasi bisnisku disana. Maka tugasmu nanti harus mengeluarakanku dari pembicaraan bodoh itu. pokoknya nanti jika kita sudah disana selama satu jam dan aku masih diajak mengobrol oleh relasi bisnisku, kau harus menghampiriku dan bilang aku memiliki jadwal selanjutnya, arasseo?”

“Ne sajangnim” ujar Lolly cepat.

Jonghyun meraih remote DVD diatas meja, melanjutkan film Romeo and Juliet yang tadi pagi tidak tuntas ia tonton.

Lolly yang duduk di kursi bar tepat di belakang sofa tempat Jonghyun duduk, ikut memperhatikan Film yang ditonton Jonghyun. Ini pertama kalinya ia menonton film klasik semacam itu. Sedikit terlarut dengan kisahnya membuat Lolly mulai maju ke sandaran sofa menopangkan lututnya dilantai dan dagunya di sandaran sofa agar bisa menonton dengan jelas.

Jonghyun yang masih terpaku pada Televisi masih tak menyadari keberadaan Lolly, sampai hidungnya menghirup aroma strawberry yang akhir-akhir ini sering menyapa indera penciumannya itu, dan kagetlah ia begitu menoleh ke samping melihat kepala Lolly yang berada di sampingnya dengan dagu bertumpu pada sandaran sofa tempatnya duduk.

“YAAAA!!!kau sedang apa disitu membuatku kaget saja” sentak Jonghyun yang betul-betul shock mendapati wajah milik Lolly berda di samping kepalanya, Lolly yang diteriaki Jonghyun jelas ikut melonjak kaget.

“aigooo sajangnim kau mengagetkanku” ucap Lolly sambil mengusap dadanya kaget.

“Yaaa.. aku yang kaget tahu melihat wajahmu disitu.”

“mianhe, aku hanya ingin ikut nonton, nonton di kursi bar tidak jelas” kilah Lolly dengan wajah memelas, membuat Jonghyun langsung luluh saat melihatnya.

“ya sudah sini, kalau mau menonton disini saja” ajak Jonghyun sambil menggeser tubuhnya mempersilahkan gadis itu duduk disampingnya, Lolly menatapnya ragu-ragu.

“apa, tidak apa-apa sajangnim?” Tanya Lolly membuat kening jonghyun berkerut.

“memang kenapa, kalau kau mau menonton, menonton saja disini.” Ujar Jonghyun cuek kembali menonton, tapi tak lama ia kembali menatap Lolly dengan senyum evil diwajahnya.

“Ahhhh atau jangan-jangan kau takut ya berdekatan denganku?” Tanya Jonghyun dengan ekspresi jahil.

“ah..ahni…ahni… aku hanya.” Lolly tidak bisa melanjutkan kata-katanya, sejujurnya Lolly memang selalu takut berdekatan dengan Jonghyun, entah kenapa dadanya selalu berdetak tak normal setiap ia berdekatan dengan namja itu.

“atau kau menyukaiku?”tembak Jonghyun, membuat wajah Lolly langsung merah padam.

“ahni…ahni..ahni.. aku tidak menyukaimu sajangnim” elak Lolly cepat-cepat, perpaduan ekspresi, kaget dan panic yang diperlihatkan Lolly justru mmebuat Jonghyun semakin bersemangat menggodanya.

“kau yakin kau tak menyukaiku?” goda Jonghyun sambil menarik tubuh mungil Lolly ke dalam pelukannya, dalam satu sentakan tubuh Lolly langsung berguling ke atas Sofa, Jonghyun pun dengan cekatan memutar tubuhnya sehingga menindih Lolly, membuat tubuh gadis itu kontan menegang.

“sa…sa..sajangnim.. waegeurae?”

To Be Continue…

bagaimana Chingu.. huehehehe… geje ya? yang liat ff ini, comment juga dong biar aku tahu kekurangannya apa.

soalnya aku mau lanjutin ff nya juga bingung kalo ga ada yang komen mah 😀 ditunggu ya.

Gumawo…..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “My Sweet Lollypop – Part 3”

  1. kayak y gk ad yg kurang..
    tp yg bikin bete disini adlh:knpa thu kalimat TBC ngeganggu bgt,,lgi seru2 tiba2 TBC.. hu-uh..
    cepet dilanjut ya author..
    ^^

  2. Wahahaha..
    Ff ini selalu bikin aku senyam-senyum..
    Lolly.. Aku iri sama kamu..
    Next.. Next..

  3. Yahhoou~
    ige mwoyaaaa?!
    Aqu suka krakter jjong dimari,emng sesuai sama raut wajahnya yg gak menentu(?).

    Wey,tumben-tumbenan si Key ngalah sama yg lbih tua.Ego dia kan tinggi,heheh.*MWOYA?!*

    Eum,yg prlu diprhatikan sbnernya cuma tanda baca n penggunaan hruf kpital.Diksinya udh bgus.
    Next part ditunggu ^.^

  4. Ga sabar mo lanjut k part 4….
    Mkin suka aja ma lolly-jjong….mereka ngegemesin deh…hehe
    Mau donk d beliin baju jg… Jjong,ukuran ku jg S…hahaha…lol

  5. chinguuu ~~~~~ buruuuan di lanjuuuut…
    gak sabaraaaannn….

    itu TBC ngaganggu banget sih*lagi yadong ini otak*
    hwaaaa ~~~ gak sabar gak sabar gak sabar *panik*

    lanjut lanjuutt ~~~ 😀

  6. wuooooo duo kim merebutin yoona toh?
    ati ati nanti duo kim rebutan lolly juga…

    Jjongie~ ukuran bajuku M, beliin dong… sekalian wkwkwk #getok

    aku ngakak baca ini —> “Sosok Jonghyun yang
    tinggi besar”
    aigoooo, thor salah ngetik tuh… Jjong kan semampai wkwkwk#poor Jjong

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s