Only One [1.2]

ONLY ONE

Title                 : Only one

Author             : @triyataa a.k.a Park Hee Hyun

Main Cast        :

– Lee Jinki (SHINee)

– Park Shinri

Support Cast   : Park Haechi

Length             : Twoshoot

Genre              : Romance

Rating             : PG-15

Disclaimer       : Lee Jinki adalah milik Tuhan serta merta emak-bapak nya J. Sedangkan Park Shinri dan Park Haechi murni hasil dari imajinasi aku sendiri.

Summary         : “ Bukankah kau sangat menantinya oppa? 3 tahun sudah kau menantinya bukan? Kurasa kau harus manemuinya” jawabku dengan berat hati, lalu berusaha untuk tersenyum seindah mungkin di hadapannya.

“ hmm… mianhe oppa, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. “ seru seorang yeoja sambil menundukkan kepalanya, entah sudah keberapa kalinya yeoja itu mengucapkan kata-kata yang sama. Tetapi namja dihadapannya masih saja menahannya untuk pergi.

“ tapi kenapa haechi? Aku masih mencintaimu ? “ seru namja dihadapannya

“ nado oppa, tapi maaf oppa aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi, sekali lagi mianhe oppa “ seru yeoja itu lagi, seraya meninggalkan kekasihnya. Tepatnya mantan kekasihnya

Haechi berjalan pergi meninggalkan kekasihnya yang masih saja berdiri di sisi danau itu. Terlihat jelas bahwa namja atau bisa disebut mantan kekasih Haechi itu sangat terpukul oleh perkataan Hachi barusan. Bagaimana tidak, hubungan yang sudah dijalinnya selama 3 tahun 5 bulan itu kandas ditengah jalan hanya karena alasan yang tidak jelas.

@@@@

Onew POV

2 tahun kemudian …

Dua tahun sudah peristiwa menyedihkan itu berlalu. Aku masih sangat ingat kejadian menyedihkan itu. Haechi memutuskan hubungan kami tanpa ada alasan yang jelas. Dan juga meninggalkanku sendirian di tempat ini yang menyimpan sejuta kenangan antara aku dan Haechi. Jujur, aku masih sangat menyayanginya hingga sekarang.

Haechi… where are you now?

Sejak peristiwa itu, Haechi tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya dihadapanku. Haechi…. Sebenarnya apa salahku sehingga kau memutuskan hubungan kita? Sebegitu besarkah kesalahanku sehingga kau tak mau lagi bertemu denganku? Aku merindukanmu Park Haechi …

Aahhh… kenapa aku mengingatnya lagi !! Haissshh ! padahal aku sudah bertekad untuk melupakannya. ‘ Ayo Jinki come on.. kamu pasti bisa melupakannya, lagipula kamu sudah mempunyai yeojachingu yang lebih baik dari Haechi. Masa lalu akan tetap menjadi masa lalu. Dan Haechi hanya masa lalu bagimu. ‘ seruku dalam hati, meyakinkan diri sendiri.

“ ah sudah jam 1 siang, aku harus menjemput Shinra “ gumamku

Aku tersadar dari lamunanku dan segera bergegas untuk menjemput Shinra di kampusnya. Shinra… yeojachingu ku  yang baru. Gadis yang mempunyai sifat keibuan, baik, ramah dan tentunya manis J . Dia adalah satu-satunya gadis yang dapat membangkitkan aku dari keterpurukan yang kualami akibat dari Park Haechi, atau bisa dibilang menyembuhkan ku dari panyakit patah hati yang ku derita beberapa waktu lalu. Walaupun belum sepenuh hati aku mencintainya, tetapi aku akan berusaha untuk menyerahkan seluruh cintaku untuknya.

Sesampainya di kampus Shinra, mataku langsung disuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah. Aku melihat seorang yeoja manis yang berdiri di depan gerbang kampus tersebut. Ahh, tidak salah lagi, itu pasti Shinra. Setelah motorku terhenti di depan gerbang kampusnya, aku segera membunyikan klakson motorku berkali-kali dan akhirnya Shinra melihat kearahku. Lalu segera menemiuku.

@@@@

Shinra POV

Sepertinya Jinki oppa mengajakku ke danau ini lagi , tempat dimana aku dengannya bertemu untuk pertama kalinya. Aku dapat mengetahuinya karena jelas-jelas arah yang ditempuhnya adalah jalan menuju danau itu. Lagi-lagi Tanpa persetujuanku. Dia selalu saja mengajakku kesini. Ini bukan kali pertama dia mengajak ku ke sini tanpa persetujuanku dahulu.

Di sis danau ini kami selalu menghabiskan waktu senggang bersama-sama. Memang tak bisa kupungkiri bahwa danau yang ada di hadapanku ini sangat indah dan nyaman. Tetapi sebagai seorang kekasih, aku masih sangat prihatin dengan Jinki oppa, sepertinya dia masih sangat mencintai Haechi. Aku juga mengetahui bahwa aku hanyalah pelarian baginya. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang??? Tidak tidak. Aku menyadarinya sejak dulu tapi … ahh susah untuk dijabarkan. Walau begitu, aku akan membuatnya mencintaiku seutuhnya. Dan beginilah caraku, berpura-pura sudah melupakan semua masa lalunya, seakan-akan tidak tahu apa-apa. Walau sebenarnya hatiku sangat sakit jika seperti ini. Dari awal bertemu dia sudah jujur padaku, dia menceritakan semua kisahnya bersama pacar pertamanya Park Haechi. Ternyata tempat ini adalah tampat favorit nya bersama Haechi, tempat dimana Jinki oppa menyatakan cintanya, yang pada akhirnya diterima oleh Haechi. Sekaligus menjadi tempat dimana Haechi memutuskan hubungan mereka secara sepihak.

Tepat di sisi danau ini kejadian menyenangkan dan menyedihkan itu terjadi. Sekarang? Tempat ini menjadi tempat favorit kami berdua. Aku menyatakan cintaku juga di tempat ini, tepat di sisi danau ini. Akankah aku juga mengalami hal yang sama dengan mereka dahulu? Akankah Jinki oppa nanti juga akan memutuskan hubungan kami disini? Aku takut jika hal itu terjadi. Aku juga takut jika sewaktu-waktu Haechi muncul lagi dan meminta Jinki kembali bersamanya. Aku sangat mengetahui jika Jinki masih sangat mencintainya, dan dia pasti akan meninggalkanku dan kembali bersamanya suatu saat nanti.

Kami berdua masih saja duduk di bawah pohon cemara ini, berdiam diri, sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah sudah berapa lama kami berada disini, aku rasa kami sudah sangat lama dan daritadi tak ada perbincangan sekecil apapun diantara kami. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Jinki. Tau kah kau kalau aku sedang memikirkanmu dari tadi ?

Titittt titittt ….

Sepertinya ponsel Jinki oppa berbunyi, dia langsung mengangkatnya dan pergi menjauh dariku. Beberapa saat kemudian dia kembali dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Dia kembali ke posisi semula, duduk disampingku.

“ Haechi menelepon ku dan mengajak ku untuk bertemu” seru Jinki oppa

Wow kebetulan sekali. Sepertinya ketakutanku tadi akan menjadi kenyataan. Aku sangat takut jika pemikiranku tadi akan menjadi kenyataan. Kenapa begitu tiba-tiba ? rasanya seperti di sinetron saja. Aku mencoba berusaha tenang.

“ Apa yang harus aku lakukan?” tanya Jinki oppa

“ Bukankah kau sangat menantinya oppa? 3 tahun sudah kau menantinya bukan? Kurasa kau harus manemuinya” jawabku dengan berat hati, lalu berusaha untuk tersenyum seindah mungkin di hadapannya.

“ nde akan kucoba untuk menemuinya. Gomawoyo Shinri-ah “

@@@@

Jinki POV

Tak pernah kubayangkan sebelumnya jika aku dapat jalan-jalan bersama Haechi seperti dulu lagi. Dia sendiri yang mengajakku untuk bertemu dan jalan bersama. Tak dapat kupungkiri Haechi semakin cantik sekarang. Mataku tak pernah lepas untuk melihat wajahnya, parasnya yang sangat cantik. 3 tahun sudah aku menantikan dirimu Park Haechi, dan sekarang aku sudah bisa melihat mu lagi.

Setelah hari itu, Haechi menjadi semakin sering mengajakku jalan bersama, ataupun sekedar makan siang bersama. Aku semakin bahagia dibuatnya. Sampai suatu saat, dia mengajakku ke danau tempat favorit kami dahulu, kemudian….

“ Oppa, apakah kau masih menyayangiku?”

“ eh kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu ?”

“  yah hanya untuk memastikan” jawabnya seraya tersenyum menghadapku

“ nde, aku masih menyayangimu hingga saat ini”

“ Tahukah kau oppa, aku sangat bahagia mendengarnya. Aku juga masih sangat menyayangimu, bahkan rasa sayangku ini semakin bertambah setelah kandasnya hubungan kita dahulu”

“ lalu mengapa kau memutuskan hubungan kita dulu, kalau kau masih sangat menyayangiku?” tanyaku, mengingat masa lalu.

“ sebenarnya aku dulu hanya berpura-pura oppa.”

“ nde? ”

“ Saat itu aku hanya ingin menge-test mu oppa, seberapa besar cintamu kepadaku.  Aku ingin tau apakah kau benar-benar mencintaiku atau malah sebaliknya. Aku menuggumu oppa. Setelah kata putus itu terucap dari bibirku, aku menuggumu untuk mengajakku kembali menjalin hubungan, aku menunggumu untuk kembali kepadaku. Atau setidaknya kau menahanku untuk pergi . Tapi saat itu kau hanya bertanya ‘mengapa’ . Aku kira kau akan menahanku untuk pergi saat itu, tapi ternyata kau hanya diam, aku sangat kecewa padamu. Selama 2 minggu aku berdiam diri di rumah, hanya untuk menunggu kedatanganmu, tetapi kau tak kunjung datang. Jadi aku memutuskan untuk pergi ke Jepang menyusul orang tuaku, dan akhinya aku kembali ke sini. Aku hanya ingin kita seperti dulu lagi oppa. itulah yang menjadi alasanku kembali kesini.” Jawabnya seraya tersenyum kepadaku

“ 3 tahun ? setelah 3 tahun, baru sekarang kau mengingat ku Haechi ? kemana saja kau ? baru sekarang kau kembali. “

“ aku.. aku.. aku berusaha melupakanmu oppa !! tapi hal itu sia-sia saja . Dan baru sekarang aku menyadari bahwa aku tak bisa melupakanmu. Sejauh apapun aku pergi dan selama apapun , aku tetap tak bisa melupakanmu . Mungkin hal ini yang disebut cinta sejati. Dan tak bisa kupungkiri kalau hingga saat ini aku masih sangat mencintai mu oppa “

Mendengar pernyataan Haechi barusan, aku hanya diam. Tak ada kata yang bisa terucap dari bibirku ini. Aku tak tau harus bicara apa padanya.

“ Oppa kenapa diam saja? Oppa mau kan menerimaku lagi menjadi yeojachingumu oppa ? “ tanya Haechi, dan lagi-lagi aku hanya diam menanggapinya.

“ Oppa? Oppa? Kau melamun yaa?” tanya Haechi lagi

“ ah eoh, tidak, tidak! ” seruku gugup

“ lalu apa jawabanmu oppa, kau mau kan?”

“ maaf Haechi, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa. Mungkin aku akan menjawabnya lain kali” tiba-tiba saja aku merasa teringat sesuatu. Tapi apa ?

“ baiklah”

Shinri POV

Seminggu sudah Jinki oppa tak menghubungiku, bahkan untuk menjemputku saja tidak. Dia hanya menghubungiku untuk meminta persetujuan apakah dia boleh menerima ajakan dari Park Haechi atau tidak . Seharusnya ia tak perlu menanyakan hal seperti itu padaku. Membuatku cemburu saja. Tak pernah sekalipun ia menayakan keadaanku atau paling tidak menanyakan kabarku. Kau mungkin sudah lupa padaku oppa. Aku pun tak berani menghubungimu duluan, karena aku takut kebersamaanmu akan terganggu bersama Park Haechi. Huhh , aku sangat benci memikirkan hal ini. Aku memutuskan untuk pergi saja berjalan-jalan mencari udara segar di luar, setidaknya hanya untuk menghilangkan kepenatanku di rumah.

Setelah puas berjalan-jalan diluar, aku memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Sungguh hari yang sangat membosankan, sepertinya aku harus mencari pekerjaan. Daripada harus seperti ini terus, huftt. Lagipula aku hanya berkuliah setiap Sabtu dan Minggu saja. Yapp ! aku harus mencari pekerjaan. Pokoknya mulai besok aku harus mencari pekerjaan. Harus .

Telpon genggam ku tiba-tiba berdering .. Jinki oppa menelepon ku. Tumben. Pasti ingin meminta izin bertemu dengan Park Haechi, huft. Kenapa tidak izin ke pak RT saja. Kenapa harus ke aku ?

“ ada apa oppa ? jika kau ingin meminta izin untuk bertemu dengan Haechi, aku akan selalu membolehkannya oppa” tebakku, seakan tau apa yang akan ia ucapkan. Ternyata hipotesa ku salah besar.

“ eoh – tidak-tidak Shinri, aku hanya ingin mengajakmu dinner malam ini. Kamu bisa kan ?”

“ mwo ? oppa mengajakku dinner ?” tumben sekali mengajakku dinner. 2 tahun terakhir, atau lebih tepatnya semenjak jadian, baru kali ini ia mengajakku dinner bersama.

“ nde . Kamu mau kan ? ayolah Shinri-ah” bujuk Jinki oppa

“ hmm… nde oppa”

“ baiklah aku tunggu di rumahku yaa”

Tiitt telepon dimatikan…

Apa-apaan ini ? dirumah Jinki oppa ? hahh yang benar saja ? dia membiarkanku malam-malam mengunjungi rumahnya yang jauh itu sendirian, Menggunakan bis pula ? Tidak Sopan !! tapi… apa boleh buat ?

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Only One [1.2]”

  1. haechi.. lucu namanya.. kyk org jepang.. eh kyk yg di doraemon.. kkkkkkkk

    oh shinra yg nembak jinki…

    haechi kok gitu sih :/
    klo mau nguji cinta jinki, gak kyk gitu juga kali -___-a

    tiba-tiba saja aku merasa teringat sesuatu. Tapi apa ? — eh???

    eh udh??
    TBC??

    eh eh.. tanggung D:

    ayo lanjut part 2nya
    ppalliwa… yaaa 😀

  2. Haechi plaur banget mutusin Jinki -____-

    Alurnya agak terlalu cepat. Efek dari POV yang ganti2 mungkin yaa? Oh ya, masih banyak yg setelahnya tanda tanya atau tanda seru belum pake huruf kapital.

    Nice story ^^

  3. Wakawaka ee#eh?
    Ups,aqu bner-bner bingung ma jalan pikiran Haechi.Sbnernya dia brniat baik ato mw mmpermainkan perasaan Jinki sih?.Bikin Jinki dilemma aja.
    Aqu ksian ma shinri dech,hoho.Ku tunggu next partnya thor ^.^

  4. shinri terlalu baik,, haechi agak keterlaluan ngujinya T T
    hayo,, kok tumben jinki oppa ngajak dinner? ada sesuatu nih~

  5. shinri kasian yah. Onew jadi orang kebangetan bgt polosnya. Kan kasian perasaannya shinri. Apalagi pas onew nanya dy hrs jwb apa pas si haechi blg pengen balikan. Nyesek -_-

    Thor, part 2 nya cpet2 d publish ya. Dan tambahin geregetnya. Soalny masih blm krsa kykny gtu thor. Susah deh ngjelasinnya. Fighting ya thor!

  6. HaEChi kasihan sih sebenarnya tapi salah dia juga
    ShinRi lebih kasihan lagi, sudah seperti pelarian saja
    2 pihak kasihan

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s