My Regret

My Regret

Author             : Amesdyah

Main Cast        : Lee HyunRa, Kim Kibum a.k.a Key

Support Cast   : Choi Yisoo, Lee Donghae

Length             : Oneshot

Genre              : Sad, romance

Rating             : General

Lee HyunRa POV

Kutatap foto dihadapanku itu dengan tatapan kosong dan dengan hati pilu, “Neomu bogoshipheo oppa:'(” Sudah 5 bulan terakhir ini aku seperti ini, selalu menatap fotoku bersamanya dengan sedih dan aku selalu menangis saat itu hm mungkin sudah berliter-liter air mata kutumpahkan, aku juga menjalani hidupku dengan lesu tak seceria seperti sebelum ia pergi meninggalkanku. Bayang-bayang masa laluku bersamanya selalu saja terngiang diotakku, hal tersebut selalu berhasil membuat hatiku sakit. Sakit sekali.

=Flashback=

5 bulan yang lalu di taman belakang sekolah aku yang sedang makan siang bersama namjachinguku, Choi Yisoo mulai bercakap-cakap.

“Yeobo, makanan ini enak sekali. Makanan buatanmu memang selalu lezat ya.” Pujinya dengan senyum lebarnya yang menawan dan selalu membuatku ingin meleleh.

“Jjinja? Aah jadi malu aku u,u.. baiklah kalau kau memang suka dengan masakanku aku akan selalu mebuatkanmu makanan yang lezat.”

“Ne. Gomawo yeobo.”

“Cheonmanayo oppa. Hmm ehiya oppa waktu itu berjalan cepat sekali ya. Tak berasa besok adalah hari tepat kita berpacaran selama 2 tahun. Aku benar-benar mencintaimu. Jeongmal saranghaeyo oppa!”

“Ne, kau benar tak berasa ya kita sudah menjalani hubungan ini selama itu. Nado saranghaeyo yeobo.”

“Ngg.. Oppa besok kita rayakan hari anniversary kita di taman dekat rumahku, taman dimana kita pertama kali bertemu yaa.”

“………..”

“Hm? Oppa? Eotteokhae? Kenapa kau diam saja? Pokoknya besok aku tunggu kau di taman itu ya! Ohiya dan jangan lupa bawakan aku hadiah hahaha.” Kataku bercanda.

“Ah! Ne.. Ne.. Kita akan merayakannya disana. Haha iya kau tenang saja yeobo aku pasti akan memberimu hadiah yang istimewa.”

“Assa! hehe..”

“Yeobo sepertinya saat pulang nanti aku tak bisa mengantarmu, aku ada sedikit urusan. Kau tak apa kan pulang sendiri?”

“Oke tak apa kok. Pokoknya jangan lupa besok kutunggu di taman, okay?”

“Ne, arasseo.”

Keesokan harinya aku berdandan secantik mungkin, kukenakan bajuku yang paling cantik. Setelah itu aku bergegas menuju tempat janjianku bersama oppa dengan membawa kotak berukuran sedang yang akan kuberikan padanya. Sesampainya disana ternyata Yisoo oppa belum datang, aku pun menunggunya di kursi panjang berwarna putih didekat situ. 30 menit berlalu namun ia belum juga menunjukkan batang hidungnya. Kutunggu lagi ia hingga akhirnya 1 setengah jam pun berlalu. “Kemana kau oppa? Humm apa aku datangi saja rumahnya? Ya itu lebih baik daripada aku terus menunggunya disini.” Saat sudah berada di depan rumahnya dengan segera kutekan bel rumahnya, dan yang keluar itu seorang ahjumma yang tak ku kenal.

“Annyeonghaseyo.”

“Annyeonghaseyo. Kau siapa? Cari siapa ya?”

“Em.. HyunRa imnida. Saya mencari Choi Yisoo. Apakah saya bisa bertemu dengannya? Dan kalau boleh tau ahjumma ini siapa ya? Sepertinya saya tak pernah melihat anda?”

“Choi Yisoo? Disini tak ada yang bernama Choi Yisoo. Oh saya pemilik rumah ini, baru saja pindah ke rumah ini kemarin, makanya mungkin kau tidak mengenaliku. Hmm ooh mungkin seseorang yang kau cari itu pemilik rumah ini yang sebelumnya ya? Karena yang menjual rumah ini memang bermarga Choi.”

“Pemilik baru? Menjual rumah? Apa maksud ahjumma? Memang kemana perginya keluarga Choi itu?”

“Entahlah, aku tak tahu. Yang aku tahu mereka sekeluarga pindah ke luar negeri, itu saja.”

“Mwo?? Luar negeri??” Dengan seketika kakiku melemas dan aku terjatuh. Dan tentu saja air mataku jatuh. “Oppa…. Wae? Wae?? Waeyo???? Apa maksud semua ini??? Kenapa kau meninggalkanku dengan seenaknya begini??”

“Ah nak.. Ada apa? Kau kenapa? Gwaenchana?” Ahjumma ini pasti bingung dengan apa yang terjadi padaku saat ini, dengan cepat kuhapus air mataku, “Ne. Gwaenchanayo ahjumma. Saya permisi. Gamsahabnida.” Kubungkukkan badanku cepat dan berlari meninggalkan rumah tersebut.

Sejak itulah namjachinguku meninggalkanku begitu saja entah kemana tanpa sepatah katapun. Dan yang menyakitkan adalah ia meninggalkanku disaat hari anniversary 2 tahun kami.

=Flashback End=

Disaat sedang mengingat akan kejadian itu tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku, “HyunRa-ya” Aku yang sedang menangis pun kaget dibuatnya, dengan cepat ku tengokkan kepalaku dan ternyata itu oppaku, oh sejak kapan ia ada disini?-_-

“Oppa, kau mengagetkanku! Sejak kapan kau berada disini? Perasaan daritadi tak ada yang masuk kedalam kamarku?” Kataku sambil mengelap air mata yang sejak tadi tak bisa berhenti.

“Iyalah mana mungkin kau menyadari kedatanganku, daritadi kan kau hanya menatap foto itu dan terus menangis.”

“…………” Aku hanya diam saja, rasanya air mataku ingin kembali tumpah namun kutahan dengan paksa.

“HyunRa-ya… Kau tahu? Ini sudah 5 bulan kau seperti ini terus, bersedih dan menangis. Apa kau tidak lelah menangisinya terus? Lihat matamu itu sudah membengkak karena terlalu lama menangis.” Ia menunjuk mataku yang aku yakini juga pasti sudah bengkak.

“Donghae oppa… Aku pun tidak ingin menangis terus menerus namun air mataku ini tak bisa ku bendung……….” Kuberhenti sebentar dan melanjutkan, “oppa, kenapa ia meninggalkanku begitu saja? Kenapa ia tega melakukannya padaku? Apa ia tidak mencintaiku? Waeyo???” Mataku mulai berkaca-kaca dan…… Yap 1 detik kemudian air mataku kembali tumpah membasahi pipiku dan aku menangis dengan kencang.

“Tenanglah HyunRa. Hapus air matamu! Tak pantas kau terus menangisi namja yang telah meninggalkanmu tanpa sepatah kata pun itu! Kau tak boleh seperti ini terus. Kau masih punya masa depan HyunRa-ya, tataplah masa depanmu itu jangan terus menangisi hal yang tidak mungkin kembali.”

“Aniyo! Aku yakin Yisoo oppa akan kembali lagi padaku.”

“Aish kau ini kenapa sih? Lihatlah dia tak akan kembali lagi, lupakan sajalah dia.”

“Tidak bisa! Kau tidak merasakan apa yang aku rasakan oppa! Melupakannya itu tak semudah membalikkan telapak tangan!”

“Ya tapi kalau kau tidak melupakannya kau akan seperti ini terus! Adikku yang kukenal tak seperti ini. Dia ceria, dan jarang sekali menangis tapi sekarang? Aku sama sekali tak mengenal adikku.”

“……………..” Aku tak tahu harus menjawab apa.

“Ah sudahlah lupakan ini semua! Aku ke kamarmu ingin memberi tahu kalau besok kita akan pindah ke Seoul.”

“Wae?”

“Appa dipindahkan pekerjaannya ke Seoul jadi kita juga ikut pindah. Sebaiknya daripada kau terus menangis, cepatlah beberes.”

“Hmm”

Keesokan harinya kami sekeluarga siap untuk pindah ke Seoul. Dan esoknya aku akan mulai belajar di sekolah yang baru. Huff semoga aku bisa bergaul dengan teman baruku.

Key POV

-Disekolah-

“Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Sini kemarilah.” Kata Yesung seonsaengnim sambil memanggil murid baru itu. Dan masuklah seorang yeoja yang amat cantik, hanya menurutku sih… ah tidak sepertinya teman-temanku juga berpendapat begitu karena kudengar mereka berbisik-bisik tentang kecantikannya. Yeoja tersebut memperkenalkan dirinya dengan senyumnya yang manis, “Annyeonghaseyo. Jeoneun HyunRa, Lee HyunRa imnida. Aku pindah dari Daegu karena pekerjaan appaku yang dipindahkan. Mohon kerja samanya.” “Wah dia berasal dari kota yang sama denganku.” Batinku tidak penting.

“Baik HyunRa kamu duduk disana, di bangku kosong disamping Key ya.” Kata-kata Yesung seonsaengnim barusan mengagetkanku, “Beruntung sekali aku bisa duduk disamping yeoja cantik ini.” Kataku dalam hati dengan sedikit kegirangan.

“Ne.” Jawabnya singkat lalu ia berjalan ke arahku, eh tidak lebih tepatnya ke arah bangku kosong di sebelahku. Saat sudah duduk dia memutar kepalanya kearahku dan tersenyum, aah manis sekali. Jam istirahat pun tiba anak-anak kelas langsung pada menghampirinya, menanyainya berbagai macam pertanyaan. Sebenarnya aku juga ingin mengobrol dengannya tapi aku malas kalau lagi ramai seperti ini jadi kutunggu sampai teman-temanku pergi. Setelah teman-temanku semua itu pergi, aku mulai mengajaknya bicara.

“Annyeong~ naneun Kim Kibum imnida. Biasa dipanggil Key. Salam kenal.”

“Halo Key. Salam kenal juga ya. Mannaseo bangapseummnida.” Ucapnya dengan senyumnya yang kusuka.

“Umm.. HyunRa-ya kau bilang, kau pindah dari Daegu kan?”

“Ne.”

“Kau tau? Aku juga berasal darisana loh.” Sebenarnya pernyataan ini sama sekali tidak penting aku rasa, tapi karena aku masih ingin ngobrol dengannya dan tak tau harus ngomong apalagi jadi yasudahlah biar saja walaupun tidak penting.

“Jjinja? Pantas saja cara bicaramu itu seperti orang asal Daegu.”

“Ehehehehehe.” Aku bingung kenapa aku tertawa padahal aku rasa tidak ada yang lucu dari kata-kata barusan-_-

“Key kau tidak ke kantin?”

“Ini mau ke kantin. Kau tidak ikut?”

“Ani. Aku bawa makanan hehe.”

“Oh baiklah. Aku ke kantin dulu yaa..”

Kutinggalkan ia ke kantin. Setelah balik dari kantin, kulihat ia sedang makan bekal bawaannya eh tidak dia hanya memandangi makanannya dan saat itu juga aku melihatnya seperti sedang sedih dan aih kulihat ia menangis. Apa yang terjadi? Aku benar-benar penasaran, langsung saja aku duduk di bangkuku dan bertanya padanya.

“HyunRa-ya? Gwaenchana? Kenapa kau menangis? Siapa yang membuatmu menangis?”

“Eh Key kau sudah kembali. Ani aku tak apa kok.” Dia menghapus air matanya dan tersenyum maksa.

“Aku lihat kau tadi menangis, tidak mungkin kalau tidak ada apa-apa. Aku tahu kau sedang sedih.”

“………makanan ini mengingatkanku akan seseorang..” Ujarnya lirih.

“Nugu?”

“Dia…dia.. Ah sudahlah jangan bahas ini lagi. Aku tak sanggup.”

“Oke oke mianhae… Tapi kalau kau ingin curhat datang saja padaku, aku akan mendengarkan.” Dengan pedenya aku berkata seperti itu, berasa sudah akrab saja aku ini padahal ketemu saja baru hari ini. Dia hanya menjawabnya dengan anggukan.

Lee HyunRa POV

“Oke oke mianhae… Tapi kalau kau ingin curhat datang saja padaku, aku akan mendengarkan.” Mendengarnya berkata seperti itu membuatku merasa bingung dan sedikit kaget, “aku kan baru saja mengenalnya. Tapi dia sudah menganggap kami seperti sudah akrab ckck pede sekali.” Tapi kujawab ia dengan anggukan. Namun bagaimanapun hari ini aku senang bisa mendapatkan teman seperti Key dan yang lainnya.

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas sehingga tinggal aku dan Key berdua di kelas. Saat sedang merapikan barang-barangku, kulihat dari sudut mataku Key sudah selesai merapikan barangnya dan ia beralih padaku, “HyunRa-ya kau pulang naik apa?”

“Naik bis. Wae?”

“Kalo gitu daripada naik bis biar aku antar saja. Eotteokhae?”

“Eh gak.. gak usah.” Dengan basa-basi aku menolaknya padahal sebenernya aku mau banget dianter pulang.__.

“Udah gapapa. Oke?”

“Apa tidak merepotkan?”

“Ani.”

“Mm…. Baiklah.. Ayo aku sudah selesai merapikan barangku.”

“Okee”

Kami berjalan ke gerbang, ia menyuruhku menunggunya di gerbang ia ingin mengambil mobilnya di parkiran. Sebelum pulang ia mengajakku jalan-jalan sebentar, dan akhirnya aku sampai di rumah jam 5 sore.

“Gomawo Key-ah~ annyeong.”

“Ne. Annyeong. Sampai bertemu besok. Eh besok mau di jemput?”

“Ah ani.. ani.. Gausah gausah terlalu merepotkan. Aku kan bukan yeojachingumu masa kau harus repot-repot menjemput dan mengantarku. Cukup diantar saja aku udah ga enak.”

“Memang orang kalau menjemput dan mengantar itu hanya untuk yeojachingunya saja? Enggak kan? Sudahlah besok aku jemput saja ya.”

“Beneran? Duh kalo ngerepotin tidak di jemput juga tak apa kok Key.”

“Aku gak merasa direpotkan kok. Sudah ya aku pulang dulu.”

“Oke hati-hati ya”

Kutunggu mobilnya sampai tak terlihat lagi, baru aku masuk ke dalam rumah.

Baru saja melangkahkan kaki 1 langkah ke dalam, Donghae oppa langsung menghampiriku dengan senyumannya yang dipakai saat ia ingin menggodaku. “HyunRa-ya darimana saja kau baru pulang jam segini? Hmm tadi itu siapa? Wah baru 1 hari masuk sekolah udah punya namjachingu baru yaa? kenalkan padaku doong.” Cerocosnya panjang lebar.

“Aduh apa-apaan sih kau oppa! Key itu bukan pacarku dia hanya temanku! Dan dia tadi mengajakku jalan-jalan sebentar sebelum pulang makanya aku baru pulang.”

“Hahaha iya iya gausah marah. Aku hanya bercanda…”

“Sudahlah aku capek ingin istirahat.”

Key POV

Hari ini aku berjanji untuk menjemput HyunRa. Rasanya… aku udah dekat sekali dengan dia, haha tapi aku akrab begini dengannya gara-gara kepedeanku yang selalu merasa telah menjadi teman dekatnya padahal belum tentu dia mau berteman dekat denganku-_-

Jam sudah menunjukkan pukul 5.45, akupun bergegas menjemput HyunRa. Saat jam menunjukkan pukul 6.15 akhirnya sampai juga di rumahnya. Langsung saja kutelpon dia.

“Yeoboseyo? Kau sudah sampai?”

“Ne.”

“Baiklah. Tunggu sebentar ya.”

Kamipun berangkat sekolah bersama untuk pertama kalinya. Ditengah perjalanan, aku melihat HyunRa sedang memperhatikan seseorang diluar dengan tatapan kaget. Ia memicingkan matanya mungkin untuk melihat orang tersebut lebih jelas. Dan eh? Ia mendadak menangis.

“HyunRa-ya? Museun ilieyo?” Tak ada jawaban darinya, dia hanya menghapus air matanya. Tadinya aku ingin bertanya lagi namun kuurungkan karena mungkin dia memang tak ingin memberi tahuku.

-pulang sekolah-

“Hey, ayo kita pulang.”

“Ne.” Semenjak kejadian menangis di mobil tadi pagi, ia jadi tak banyak bicara. Aku jadi bingung ingin bertanya tapi takut dikira mau ikut campur tapi kalo tak bertanya jadinya penasaran aaahhh….!

Diperjalanan pulang pun suasana hening sekali. Aku sudah tak bisa lagi menahan rasa penasaranku, “HyunRa.. Emm… Apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Tadi pagi, kenapa kau menangis?”

“Oh itu….” Ia tak melanjutkan kalimatnya, dengan cepat aku menyela, “Mian kalo membuatmu jadi sedih. Kalo tidak ingin memberi tahuku juga tak apa.”

“Mianhae Key aku tak sanggup untuk membicarakan ini. Gomawo, atas perhatianmu.”

“Hmm..”

Dan pada akhirnya pertanyaan yang membuatku penasaran tak terjawab juga.

—————————————-

1 bulan sudah dilewatkan sejak HyunRa pertama kali datang di sekolah ini. Dan semakin lama hubungan pertemanan kami semakin erat, aku jadi lebih sering mengobrol dengannya, lebih sering melihat senyuman manisnya, lebih sering tertawa bersamanya, dan lebih sering juga aku melihat ia menangis. Memang hubungan pertemanan kami semakin dekat, namun aku masih juga tak tahu apa masalah yang membuatnya sering menangis, ia memendamnya padahal aku sangat senang jika ia ingin curhat denganku yaaa mungkin memang belum waktunya aku mengetahuinya.

-Suatu hari di malam hari di rumahku-

Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar dan merebahkan diri diatas kasur, hari ini aku lelah sekali karena dari pagi aku pergi dengan HyunRa ke taman bermain hmm hari ini aku merasakan seperti sedang berkencan.. Walaupun lelah sekali tapi aku tak bisa tertidur, kucoba memejamkan mataku namun hasilnya nihil. Bukannya tertidur malah tiba-tiba aku memikirkan HyunRa, ya akhir-akhir ini aku selalu memikirkannya aku rasa aku mulai mencintainya, mulai menyayanginya, rasanya aku ingin selalu melihatnya, ingin selalu berada disampingnya, ingin selalu melihat tawanya, ingin selalu menjaganya, ingin selalu menghapus air matanya disaat dia menangis Aaaah banyak yang kuinginkan bersamanya. Bayangan HyunRa muncul dikepalaku, bayangan saat ia tersenyum, saat ia tertawa, saat ia menangis. Saat sedang asyik membayangkan wajah cantiknya tiba-tiba saja hpku berbunyi

‘Juliette! Yeonghoneul bachilkkeyo.. Juliette! 

Langsung dengan cepat kuangkat karena itu bunyi ringtone yang kupasang untuk HyunRa.

“Yeoboseyo?”

“Key-ah……..” Terdengar suara isak tangisnya.

“Waeyo? Museun ilieyo?”

“……….” Tak ada jawaban. Hanya terdengar suara tangisnya yang semakin kencang.

“HyunRa? Berhentilah menangis dan jawab aku, aku tak mengerti.” Aku mulai panik, apa yang terjadi dengannya?

“Apakah penawaranmu untuk mendengarkan curhatku masih berlaku? Saat ini aku benar-benar butuh teman curhat, aku sangat butuh dirimu saat ini Key-ah…….”

“Ne. Tentu saja masih berlaku, itu akan selalu berlaku sampai kapanpun. Kau ingin curhat lewat telpon?”

“Ani. Kita bertemu di cafe dekat rumahku ya. Kau tau kan?”

“Ya aku tau.”

“Gomawo dan maaf mengganggumu malam-malam.”

“Cheonma. Gapapa… Aku segera kesana, tunggu ya.” Langsung kumatikan telponku dan mengambil jaketku dan bergegas pergi.

Lee HyunRa POV

“Gomawo dan maaf mengganggumu malam-malam.”

“Cheonma. Gapapa… Aku segera kesana, tunggu ya.”

TUUUTT… Saluran terputus. Aku rasa ia langsung berangkat saat itu juga, lebih baik aku juga berangkat. Kuambil jaket diatas kursiku dan berjalan mengendap-endap keluar rumah agar umma, appa, ataupun oppa tak ada yang tau.

-Di Cafe-

Ternyata Key belum datang. Tiba-tiba aku langsung teringat oleh kejadian 6 bulan yang lalu ah langsung ku buang jauh-jauh ingatan itu, aku tak mau mengingatnya lagi. Karena mengingat hal itu membuatku tambah merindukannya, air mataku pun tanpa kusadari mengalir, “aku sungguh merindukanmu”

“Mwo? Kau merindukanku? Duh jadi tidak enak.”

Eh sejak kapan dia datang dengan cepat kuhapus air mataku.

“Hih pede sekali kau!”

“Hahaha… Eh kau ingin curhat apa? Akhirnya kau curhat juga.”

“Hah? Kau ini pengen banget ya kalo aku curhat?-_-“

“Ya begitulah…. Haha”

“Key.. Aku udah gamau memendam lagi perasaanku…” Tiba-tiba ia menyambar, “MWO?? Kau ingin menyatakan perasaanmu sekarang?”

“Aiiih siapa yang bilang begitu sih?! Dengarkan dulu sampai habis jangan menyela aja! Kau ini mengerti tidak sih perasaanku saat ini? Jangan tambah membuatku badmood ya Key!”

“Hehe iya iya mianhae. Lanjutkan..”

“Huh! Key selama ini kau penasaran kan kenapa aku sering menangis? Sekarang aku akan menceritakannya padamu.” Kuceritakan kepadanya tentang Yisoo oppa dengan detail dan seperti sebelum-sebelumnya kalau aku mengingatnya aku akan menangis, dan saat ini air mataku turun dengan derasnya.

“Jadi begitu ceritaku apa ceritamu #plakdikiraiklanindomieapayak-_- *ralat-ralat* Jadi begitu begitu ceritanya. Kau sekarang mengerti kan kenapa aku sering menangis. Waktu itu pernah aku menangis di mobilmu pagi-pagi kau ingat? Saat itu aku melihat seseorang yang mirip dengannya makanya aku tak dapat menahan untuk tidak menangis.”

“Kenapa kau tak mencoba melupakannya? Dengan terus mengingatnya kau akan terus merasa sakit seperti ini.”

“Aku sudah mencoba namun tak bisa. Semakin aku mencoba melupakannya, malah semakin besar rasa rinduku dengannya. Dan sebenarnya aku juga masih mengaharapkannya kembali lagi padaku.”

“Kau lihat? Sudah 6 bulan dia meninggalkanmu, tidak mungkin dia kembali lagi.”

“Oppaku juga selalu bilang begitu padaku tapi tetap saja aku menunggunya.” Aku sudah tak sanggup berbicara, tangisku membuatku bungkam.

“HyunRa-ya… Berhenti, jangan menangis. Sudahlah lupakan lah dia, aku tak mau kau seperti ini terus. Aku yakin kau bisa.”

“………….” Aku terus menangis hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 10 malam, aku takut orang di rumah mengetahui kalau aku pergi jadi aku pamit pulang.

“Key, sudah jam 10 aku harus pulang. Gomawo, kau sudah mendengarkan curhatanku. Aku sedikit lega karena tak perlu menutupinya lagi dari kau.”

“Ne.. Ayo aku antar.”

“Aniyo. Aku bisa pulang sendiri, lagian rumahku kan dekat dari sini. Annyeong~”

“Baiklah.. Annyeong~ sampai bertemu besok.”

Akupun pulang meninggalkannya.

—————————————-

=3 bulan kemudian=

Suatu hari Key mengajakku bertemu di taman sekolah. Aku sama sekali tak tahu apa yang akan dibicarakannya.

-di taman-

“Maaf membuatmu menunggu. Ada apa Key?”

“HyunRa aku ingin membicarakan sesuatu.”

“Apa?”

“Saranghaeyo HyunRa-ya. Aku harap kau bisa menerimaku dan melupakan Yisoo.”

“Mwo? Key, selama ini aku menganggapmu sebagai sahabatku tidak lebih, aku pikir kau juga berpikir hal sama tapi kenapa… Kenapa malah begini? Dan maaf aku tak bisa melupakan Yisoo oppa!”

“Mianhae…”

“Hhh mianhae Key-ah aku tak bisa menjadi yeojamu. Di dalam hatiku masih ada Yisoo oppa dan aku masih menunggunya. Sebaiknya kau lupakan saja perasaanmu itu dan tinggalkan aku.”

“Baiklah kalau itu yang kau mau. Maaf telah membuatmu kecewa denganku.” Ia pergi begitu saja meninggalkanku yang sudah tak kuat menahan tangis. Cengeng sekali aku ini!

Setelah kejadian itu aku tidak melihat Key di sekolah, kemana dia?

4 hari setelah itu tiba-tiba saat di rumah aku merindukan Key, aku merasa sebenarnya aku juga mulai mencintainya, aku baru sadar akan cinta tulusnya, aku baru sadar kalau ia juga ingin membantuku melupakan Yisoo oppa agar aku tak merasa sakit lagi, aku menyesal telah menolaknya. Karena perasaan itu, aku langsung pergi ke rumahnya untuk merubah pikiranku.

Ting Tong.. Seseorang keluar dari rumah itu, yang aku tau dia pelayan di rumah ini.

“Annyeonghaseyo. Ah nona HyunRa. Ada apa?”

“Annyeonghaseyo. Hm apa aku bisa bertemu dengan Key?”

“Kau tidak tahu?”

“Wae? Wae?”

“Tuan besar, nyonya, dan juga tuan Key telah pindah ke Amerika dari beberapa hari yang lalu.”

Deg! Dengan seketika air mataku menetes.

“MWO? Mwo?? Key pindah?? Kenapa Key sama sekali tak bilang padaku???” Aku langsung pergi meninggalkan rumah itu. Aku terus berlari dan berlari hingga sampai di rumah aku terduduk lemas di teras.

“Bodohnya aku!!??” Kupukul-pukul kepalaku sendiri.

“Kenapa aku selalu ditinggal oleh orang yang kucintai??! Sudah dua orang yang meninggalkanku, dan menyedihkannya yang satunya meninggalkanku gara-gara kebodohanku! Aaaarrgghh naega neomu pabo!!” Mataku tak hentinya mengeluarkan air mata dengan derasnya.

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “My Regret”

  1. At the end, Hyunra nggak sama siapa2. Salah sendiri sih, Key nggak langsung digaet. Haha *tdk bermoral*

    Saran aja sih, mungkin bisa dikasih jeda… gimana ngomongnya ya? Aku baca ini terkesan rapet banget gitu. Duh, bingung -_- Mungkin gara2 ada penjelasan kayak “di sekolah” atau “3 bulan kemudian” yang bikin (aku sih) ngerasa bacanya lompat2. Padahal penjelasan semacam itu bisa ditaruh di narasi 🙂

    No typo, haha. Cuma kalo ket. tempat, ‘di’nya dipisah. Jadi bukan “disekolah” tapi “di sekolah”. Maaf ya, aku tau aku ini bawel banget -____-

    Nice story, endingnya ga ketebak sama sekali ^^

  2. YAAAK kmaren dpet ff kaya gini.Skarang dpet lagi.Apalagi judulnya hmpir sama.Spertinya aqu hrus msuk UGD buat kontrol jantung yg udh NYESEK BANGET *pltak*.

    HeEYOO…0h,hyunra.Knapa sptinya krja otakmu agak gimana gitu *dilempar sendal*,,tpi bner deh,ini nyesek apalagi lwn mainnya key.Jdi brasa aqu tuh si hyunra yg nolak prasaan nae namching.

    Baitewai thor,,kurang dpet feel wktu key na nyatain prasaan ke hyunran.Scara gamblang/lancang dy nyatain prasaan,,gg ada sdikit kegugupan ato intinya gg hati2 lah.*mnurut pmikiranku ajj ini*
    Err,,apa ya saranku?mungkin prhatikan tnda bacanya ajj.Ada beberapa tnd koma yg sbaiknya memkai tnd titik ajj.Ato satu klimt panjang yg shrusnya bisa jdi dua kal.
    Slbihnya~~app y?tanyakn pada pihak yg brwenang(?) deh.
    Ending?gg kaya zakey eon,klo aqu mlah bisa nebak endingnya,hihi.
    Nice story ^^

  3. kasian bgt ya si hyunra. Ditinggal gtu sma 2 cowok. Penyesalan emg dteng blkngan ya. Ck!

    Aku emg bkan penulis yg baik sih, tpi aku udh jd reader dr jman bahela *berlebihan
    Jd intinya aku cma pgn kasih masukan.

    Bhsa author saat narasi itu harus baku, klo gk bku jdiny agak kurang enk dbcanya. Klo percakpanny sih gk masalah.

    Mslhny cma itu kok. Klo jalan crta mah aku no coment ^.~

    Terus berkarya ya, thor. Semoga ff brkutnya lbih baik lg dri yg ini. Mian ya comentny kepanjangan. Fighting thor!!

  4. Huaaaaa sad endingg
    Mungkin key kalo seandainya diterima dia bakal gaikut orang tuanya #sotoy
    Hehehe kece ffnya!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s