Inter Sexual – Part 3

Disclaimer  : We don’t own the character, they are belong to themselves.

Genre  : Teen Romance/Hurt/Comfort

Warning  : Gender bender, OOC, OC, elseword, typo dan misstypo, authorfic ^^.

Rated  : T

.

.

Aiesu © Chiyo Rokuhana

.

.

sHyning soHee collab with Eun bling-bling and Lynda

proudly present

I.S [Inter Sexual]

Lee Taemin (as boy), Lee Taehee (as girl), Choi Minho, and Lee Jieun (IU)

.

.

 

Bagian Ketiga

Me, She, and Her. – The new student and the girl at club.

Setiap aku bertanya pada eommaku.

“Kenapa tubuhku begitu aneh?”

Ia selalu diam.

Dan hanya tersenyum kearahku.

Aku sangat yakin dalam senyuman itu—

terselip rasa kesedihan.

“Kau akan tahu seiring berjalannya waktu nak.”

***

“Wah! Takdir mempertemukan kita!” Si gadis tersenyum  dan menyodorkan tangannya kearah Taehee. Kening Taehee mengerut. “Perkenalkan namaku Choi Eunhee.” Imbuhnya sembari menyodorkan tangan.

Nampaknya Taehee masih sakit hati dengan sikap si cewek tempo lalu yang dengan seenak jidadnya pergi tanpa ucapan terima kasih sedikitpun. Eunhee  masih setia dengan posisi awalnya, menanti sodoran tangan dari lawan bicaranya itu. Taehee sama sekali tak peduli dengan sodoran tangan Eunhee, akibatnya ia hanya menggenggam udara dan tersenyum tipis.

“Apa kau ingat denganku? Gadis yang kau selamatkan waktu itu?” Pancing Eunhee, seraya menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri.

“Hn. Aku ingat, bahkan sangat ingat tampangmu itu.” Taehee membalas dingin, malas berhadapan dengan perempuan sok kenal seperti gadis dihadapannya ini.

“Eeeeh? Benarkah?” Mata Eunhee sedikit melebar akibat kekagetannya. Ia nampak berpikir sebentar lalu mengangguk singkat setelah  menimbang sebuah keputusan. “Kalau begitu, ayo ikut aku!”

Dengan cekatan tangan mungil si gadis menyeretnya menuju sebuah cafe bertuliskan ‘Black Buster’. Ketika mereka memasuki cafe, interiornya agak membuat Taehee terkejut, begitu mewah dan elegan. Berbeda sekali dengan eksteriornya yang sangat sederhana. Pengunjung yang berada didalamnya begitu berkelas. Taehee menelan ludah,  Pasti sangat mahal. Eunhee yang mendapati sebuah kejanggalan dalam ekspresi wajah gadis di sebelahnya itu hanya bisa tersenyum geli. Ia menarik sebuah kursi besi aluminium yang mengkilat.

“Duduklah.” Sarannya. Taehee yang mulanya terbengong-bengong, menatap sekilas wajah gadis yang baru dikenalnya itu. Ia buru-buru menarik sebuah kursi yang berseberangan dengan Eunhee.

“Apa maksudmu membawaku kemari?” Ucap Taehee to the point. Nadanya yang terdengar serius membuat Eunhee sedikit berjengit apalagi ketika melihat tatapan iris smoky black milik gadis dihadapannya yang berkilat tajam. Mengerikan.

“Tak ada!” Jawabnya enteng. Akibatnya Taehee mempelototi Eunhee yang kini tertawa garing ketika melihat ekspresi Taehee yang mengerikan. “Ha-hanya bercanda kawan—“

“Aku tidak suka kau permainkan!” Potong Taehee yang hampir berdiri meninggalkan kursinya. Tetapi tangan mungil Eunhee dengan cepat menyambar pergelangan tangan Taehee. “Kumohon, dengarkan aku dulu.”

Taehee nampak berpikir sebentar, dan menganggukkan kepalanya. Ia kembali duduk dan menatap Eunhee yang kini tersenyum sumringah. “Nah! Sebelumnya kau mau memesan apa?”

“Tak usah repot-repot. Aku tak membutuhkannya. Cepatlah, apa yang mau kau katakan?”

Eunhee menggembungkan pipinya, ia kesal. “Kau ini, tipikal gadis yang tak suka bertele-tele.” Ucapnya. “Dan juga pemarah.” Tambahnya lagi.

“Terserah!” Taehee membuang muka, ia jengkel dengan sikap gadis dihadapannya ini. Sudah tahu ia tak suka bertele-tele, masih saja sang gadis menyulut kobaran api di dirinya. Apalagi moodnya yang kini sedang tak bagus, maka lengkaplah sudah kekesalannya yang menggunung.

Eunhee menghembuskan nafasnya perlahan. ”Baiklah, aku berterima kasih atas kejadian yang lalu. Pasti kau dipecat dari pekerjaanmu kan? Maaf ya. Seharusnya waktu itu aku tidak langsung pergi. Aku terlalu shock dengan perlakuan pria tua brengsek itu. Seharusnya—“

“Sudah cukup! Kau terlalu banyak bicara. Membuatku pusing.” Taehee memijit keningnya perlahan. Akibatnya Eunhee hanya dapat memutar bola matanya imajinatif.

“OK! Kupersingkat saja. Karena rasa terima kasihku, aku memberimu sebuah pekerjaan.” Eunhee menghela nafas dalam. “Jadi, apa kau mau menerimanya?”

“Aku tak butuh pertolonganmu.” Tolaknya kasar. “Aku juga bisa mencari sendiri pekerjaan. Jadi hanya ini yang ingin kau katakan padaku?” Eunhee mengangguk singkat. “Kau membuang-buang waktu berhargaku saja.”

Taehee bangkit dari kursinya. Ia melangkahkan kakinya menuju pintu kaca cafe yang menghubungkan dengan jalan raya yang nampak senggang. Eunhee yang ternganga akibat ulah gadis itu, segera tersadar.

“Oii! Bagaimana kalau gajihnya empat kali lipat dari pekerjaanmu sebelumnya?” Teriak Eunhee yang sama sekali tak menyadari tatapan pengunjung yang mencapnya gadis-gila-penganggu-makan-siang. Taehee yang hendak membuka pintu kaca cafe, terhenti. Ia berbalik memutar dan kembali menuju tempat duduk Eunhee yang kini sedang tersenyum puas. Aku tahu kau pasti mau.

“Baiklah, aku terima.” Jawabnya tegas.

“Walaupun kau akan menyamar jadi laki-laki?” Tanya Eunhee meyakinkan.

Kening Taehee mengerut dalam, ia segera duduk dan mencondongkan tubuhnya kearah Eunhee. “Apa maksudmu?” Bisiknya pelan.

“Makanya, kalau seseorang sedang menjelaskan sesuatu itu jangan—“ Eunhee yang melihat tatapan tajam Taehee langsung menciut. “Baik. Pekerjaan ini hanya diperuntukkan laki-laki. Sedangkan kau, perempuan. Memangnya kau mau menyamar jadi laki-laki?”

Taehee nampak berpikir sebentar, ia mengalihkan perhatiannya pada kaca jendela cafe. Hujan sudah turun. Matanya mengawasi rintikan air hujan yang berjatuhan membasahi bumi. Taehee memejamkan matanya sesaat. Ia sudah yakin akan keputusannya. Taehee menoleh kearah Eunhee yang masih setia menunggui jawaban terlontar dari bibir mungil Taehee.

“Baiklah aku setuju.”

Sebuah senyuman puas terpatri diwajah cantik Eunhee. “Mulai Senin depan, kau akan langsung bekerja.”

***

Hari Minggu memang paling mengasyikkan kalau dilalui dengan bersantai, entah itu jalan-jalan bersama pacar tercinta, atau mungkin berpiknik bersama orang tua dan adik. Berbeda dengan seseorang yang masih tergolek lemah diatas tempat tidur berbalut seprei berwarna hijau tosca. Sinar mentari menerobos masuk melalui ventilasi jendela, pancaran sinarnya menerpa kelopak mata Lee Taehee yang masih terpejam. Akibatnya ia mengarahkan tangannya untuk menutupi bagian matanya. Karena tak tahan, dengan perlahan kelopak matanya terangkat. Mengerjap-ngerjapkan matanya guna memperbaiki penglihatannya yang kabur akibat terpaan sinar mentari. Atensinya menuju jam dinding yang menunjukan pukul delapan. Ia menghela nafas sesaat. Memejamkan matanya, memikirkan hal apa yang akan ia lakukan dihari libur. Tak lama sebuah bel menggema di seluruh ruangan apartemen, menembus indra pendengarannya. Taehee bangkit dari tempat tidurnya, melengos pergi menuju pintu depan.

CEKLEK

Pertama kali yang ia lihat adalah sebuah punggung pria. Pria jangkung yang mengenakan seragam kantor berwarna biru awan dan sebuah topi menghiasi rambutnya yang cepak. Karena sadar penghuni apertemen sudah membuka pintu, si pria memutar tubuhnya menghadap seorang gadis yang nampak awut-awutan. Taehee memasang wajah bingung ketika menatap pria dihadapannya yang kini sedang menunjukkan senyuman bersahabat.

“Maaf, ini ada sebuah kiriman.” Alis Taehee tertarik keatas. Ia menatap kotak yang dibungkus dengan kertas polos berwarna coklat tua ditangan Pria—nampak seperti petugas pengirim barang kiriman. Pria itu mengangsurkan kotak kearah Taehee yang disambut kedua tangan Taehee yang masih menampakkan raut wajah kebingungan.

“Sebelumnya, silahkan anda bubuhkan tanda tangan disini.” Pria paruh baya itu menyodorkan sebuah kertas putih, sembari jemarinya menunjuk tulisan ‘penerima barang’. Taehee mengangguk singkat dan meletakkan barang kirimannya dilantai, ia langsung mengambil kertas beserta pulpen yang tersemat diujung kertas berbentuk persegi panjang tersebut. Tanpa membaca nama si pengirim barang, Taehee membubuhkan tanda tangannya. Merasa sudah selesai, pria itu mengambil kertas yang berada ditangan Taehee. Setelah mengucapkan ‘Terima Kasih’ pria itu pergi meninggalkan apertemen. Taehee yang masih menatap kepergian pria itu tiba-tiba tersadar akan sesuatu. Ia mengarahkan pandangannya pada sebuah kotak yang berada dilantai. Apa ini? Dengan perlahan ia membungkuk dan mengambil kotak, setelahnya ia menutup pintu apertemen dengan tergesa-gesa.

Dengan terburu-buru ia berlari kecil menuju ruang tengah, menghenyakkan pantatnya disebuah sofa tua berwarna merah maroon. Ia berpikir sebentar, sembari menatap kotak yang berada ditangannya. Hatinya mengatakan lebih baik tidak usah dibuka, mungkin isi didalam kotak itu sebuah bom. Tetapi rasa penasaran mengalahkan segalanya. Hingga akhirnya ia membuka perlahan selotip yang merekat dikertas yang menutupi kotak. Ia tercekat kala membuka penutup kotak. Di dalamnya berisi sebuah wig berpotongan rambut laki-laki dan sebuah kain putih panjang yang ia tak ketahui apa itu sebenarnya. Taehee meletakkan wig dan kain—yang menurutnya sangat aneh—diatas meja yang berada diseberangnya. Masih ada lagi satu benda yang tertinggal didalam kotak, dengan perlahan tangannya mengambil benda yang menyerupai amplop. Sebuah surat dari si pengirim barang rupanya.

Hai, Taehee! Benar bukan itu namamu? Hehe… barang ini sengaja kubeli untukmu bekerja nanti. Oh Ya, sebagai rasa terima kasihku, tentu saja. Kau tahu ‘kan kegunaan wig? Tentu saja kau tak bodoh, bukan? Hehe… Tak sengaja urat sarafnya mengencang ketika membaca dibagian itu. Gadis ini dimanapun ia berada sungguh membuatnya jengkel. Err—dan kain panjang yang berwarna putih, kau tahu ‘kan itu? Korset. Benda itu untuk menutupi dadamu. Maaf  ya—seharusnya aku saja yang mengirimnya langsung, tapi karena begitu sibuknya jadi kukirim saja barang itu kerumahmu. Kutunggu dihari Senin. Kupastikan aku akan terkejut dengan penampilanmu.

Salam,

Eunhee

Ia membuang sembarangan surat yang sukses mengencangkan urat-urat sarafnya dipagi hari. Ada terbersit rasa penasaran dalam benaknya. Dari mana gadis cerewet itu tahu alamat rumahnya? Apa gadis itu memata-matainya? Tapi Taehee hanya menyikapinya dengan logika, mungkin ia menanyakannya dengan Han Jinmi. Ia menghela nafas dalam, atensinya mengarah pada kain—yang dikatakan dalam surat Eunhee adalah korset—untuk menutupi dadanya.

Dadaku? Ia mendengus. Matanya terpejam sesaat. Untuk apa? Aku tak butuh. Ia mengalihkan perhatiannya kearah jendela kaca apertemennya. Mengawasi dua pasang burung terbang dengan anggunnya. Ia tersenyum sedih. Aku rindu padamu, Eomma.

***

Dengan langkah gontai Taehee menjajakan kakinya dijalanan beraspal. Ia mengucek-ngucek matanya yang masih terasa mengantuk. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Ia sengaja datang kesekolah pagi sekali, guna menghindari sesuatu—sesuatu yang terus-terusan mengganggu tidurnya. Mengakibatkan kantung mata menghiasi wajahnya yang bisa dibilang cantik.

Ketika ia sampai digerbang sekolah. Tak sengaja telinganya menangkap sebuah suara yang sangat familiar. Ia menghentikan langkahya, tetap berkonsentrasi terhadap suara yang kini mendekat dibelakang punggungnya. Lama-kelamaan segerombol anak laki-laki berjalan melalui Taehee yang masih bergeming. Ia mengangkat wajahnya perlahan. Tak salah lagi, diantara segerombolan anak laki-laki itu ada dia. Taehee menatap pemuda paling jangkung diantara para anak laki-laki yang sedang membicarakan hal tak jelas—bagi Taehee. Ia tersenyum tipis kala melihat pemuda yang ia tatap sedang bercanda dengan teman-temannya. Merasa ada yang menatap, pemuda itu menoleh. Tatapan mereka bertemu. Taehee membeku. Ia mengalihkan pandangannya kearah tanaman rambat yang tumbuh didekat gerbang. Tanpa dikomando ia melangkahkan kakinya cepat-cepat melalui segerombol para anak laki-laki yang menatapnya agak heran.

“Kenapa si Taehee itu?” Tanya seorang pemuda bertubuh gempal, yang lainnya hanya mengendikkan bahunya, pertanda tak tahu. Ada seraut kesedihan terpatri diwajah rupawan Choi Minho kala menatap punggung gadis dihadapannya yang kini sudah jauh dalam jangkauan matanya. Seharusnya aku yang menjauhinya.

SRAK

“Selamat pagi semua!” Wanita paruh baya yang kelihatan masih muda itu tersenyum riang. Ia seorang guru yang terkenal akan senyum lima jari di SMA Daegu ini. Tak heran semua siswa menyukai sikapnya yang kadang agak memalukan.

“Pagi, Jihee seongsangnim!!” Balas siswa kelas XI.

Senyuman puas tak henti-hentinya ia kerahkan demi melihat muridnya yang kini menatapnya dengan senang. “Rupanya, tak sia-sia juga hari ini cuacanya begitu cerah. Sehingga tak menyurutkan semangat kalian. Tetaplah seperti itu.” Ucapnya masih tersenyum.

Ia menoleh sebentar kearah pintu geser, dan menatap muridnya yang kini memasang wajah kebingungan. “Sepertinya, kalian akan punya teman baru.” Terdengar suara riuh menggema dikelas yang penduduknya lebih banyak kaum adam itu. “Masuklah.” Teriaknya memerintah kepada orang yang masih berada diluar kelas.

SRAAK

Seketika seluruh penduduk kelas diam membisu. Mereka menatap seorang gadis dengan perawakan mungil, rambutnya yang panjang dan ikal ia ikat sampai tengkuknya, sebuah jepitan bunga dandelion tersemat indah disisi poninya. Gadis itu memakai kacamata dengan frame bening. Sehingga ia nampak seperti gadis-yang-jenius. Ia tersenyum, sebuah lesung pipit menghiasi pipinya yang agak chubby.

“Perkenalkan namaku Jung Hara.” Ia berojigi. “Salam kenal semuanya!”

Taehee sekilas menatap wajah Minho yang nampak terkejut, tak sengaja keningnya mengerut halus. Ada hubungan apa gadis itu dengan Minho?

***

 From 0877xxxx

Sepulang sekolah, langsung saja mampir ketempat kerjamu. Kau sudah tahu ‘kan alamatnya?

Eunhee

Received 04:65 P.M

Taehee menatap layar ponsel blue metal-flip yang cahayanya mulai meredup. Ponsel yang susah payah didapatkannya lagi setelah insiden tarik menarik dengan si kelinci pencuri. Ia mendengus. Gadis ini ternyata sudah menanyakan pada Han Jinmi segalanya. Termasuk nomor ponselnya. Ia menekan tombol sent untuk mengirim balasan pesan dari gadis—yang menurutnya sangat cerewet.

To 0877xxxx

Hn. Aku akan kesana. Mungkin agak sedikit terlambat.

Sent 04:69 P.M

Lee Taehee menutup ponsel blue metal-flipnya, dengan santainya ia melangkahkan kakinya menuju apertemen. Mungkin ia perlu membersihkan diri terlebih dahulu. Kemudian berangkat menuju tempat kerjanya. Pelajaran Physical test dari guru yang terkenal galak seantero sekolah, memang benar-benar membuatnya kelimpungan. Yang dapat ia lakukan hanya menghela nafas pasrah, bagaimana nantinya hasil test itu keluar.

Didekat gerbang sekolah ia tak sengaja berpapasan dengan seseorang yang kini banyak dibicarakan oleh murid SMA Daegu. Si gadis baru itu, Jung Hara. Hara tersenyum manis kearah Taehee. Entah kenapa ia merasa agak jengkel menatap wajah si anak baru. Ia hanya membalas senyuman Hara dengan senyuman tipis. Mungkin nampak terlihat seperti seringaian.

“Kau, sekelas denganku kan?” Suaranya mengalun lembut digendang telinga Taehee. Taehee sempat berpikir jikalau gadis ini seorang penyanyi, mungkin albumnya akan meledak dipasaran. Ia mengangguk singkat.

“Bagaimana kalau kita pulang bersama? Kau mau kan?” Tawarnya. Taehee awal mulanya sempat bingung, bukankah ia populer? Pasti banyak murid yang mau berteman dengannya. “Semua orang disini membicarakanku hal yang macam-macam. Yang kutahu, hanya kau yang tidak peduli dengan omongan-omongan mereka. Mereka itu, senang sekali bergosip.” Imbuhnya.

Kau tak tahu saja. Aku juga dibegitukan.

“Aku tipe orang yang tidak menyukai kegiatan aneh yang sering dibilang menggosip itu. Sangat rendahan, membicarakan aib orang yang belum diketahui itu fakta atau bukan.” Hara tertegun. Ia menatap Taehee agak lama, dan hal itu membuat Taehee merasa tidak nyaman. Jangan bilang dia akan menyukaiku. Ia mengatakan hal itu berulang-ulang.

“Waw! Kau mengesankan sekali. Mungkin kau satu-satunya orang disini yang paling waras.” Hara tertawa terbahak. Tak sengaja setitik air mata menetes diujung kelopak matanya. Ia mengusapnya dengan perlahan. “Aku menyukaimu.” Alis Taehee tertarik keatas. “Ma-maksudku bukan suka ya, diantara sepasang kekasih. Aku masih normal. Aku menyukaimu sebagai teman.” Taehee tertegun dengan ucapan diakhir suku kata yang Hara ucapkan. Baru kali ini ada seseorang yang mau berteman dengannya.

Hara menyodorkan tangannya kearah Taehee. Taehee menatap tangan putih itu agak lama. “Mau menjadi temanku?” Ucapan Hara membuyarkan lamunannya. Tanpa sedikit rasa keraguan ia membalas jabatan tangan Hara. Tangannya dingin, tapi tak sedingin sikapnya.

Taehee mematut kearah cermin berukuran sedang dikamarnya. Ia menggelung rambut panjangnya yang sepundak. Apa aku benar akan melakukan hal ini? Ia menghela nafas dalam. Tanpa ragu tangannya mengambil wig yang tergeletak diatas meja belajarnya. Dengan hati-hati ia memasangkan wig yang setengahnya menutupi rambutnya, memang pertama kali terasa agak gatal. Mungkin lama-kelamaan akan terasa nyaman.

Ia memperhatikan bayangannya di cermin. Berbeda sekali, mungkin tak akan ada yang mengenalnya. Taehee mengambil kacamata berframe hitam. Setelah memasangnya dengan sempurna ia mengangguk singkat dan melengos pergi menuju sebuah cafe Starbucks disebelah barat kota.

***

“Manajer, kau bilang nanti ada pegawai baru. Benarkah itu?” Tanya seorang wanita paruh baya yang kini memeriksa hasil pendapatan bulanan cafe Starbucks. Wanita itu duduk disebuah sofa yang memang diperuntukkan untuk tamu yang mau menemui manajer cafe  ini dikantornya.

Sebuah senyuman terpatri diwajah cantik gadis belia yang kira-kira berumur tujuh belasan. Ia sedang duduk disebuah kursi putar. Dengan gerakan memutar ia menatap kesebuah jendela kaca, mengawasi lalu lintas yang agak padat. Ia menumpu wajahnya dengan sebelah tangannya.

“Benar.” Sebuah jawaban singkat itu tak dapat memenuhi hasrat bertanya dari wanita yang kini menatap belakang punggung gadis itu. “Ba—“

“Berhenti bertanya. Nanti kau akan melihatnya sendiri.” Potong gadis itu.

 Wanita itu menghela nafas pelan. “Baiklah.”

Hm~ dia lama sekali sih?

Taehee mengawasi sebuah bangunan modern bercat cream yang dipadukan dengan warna coklat muda. Tak salah lagi dibangunan itu terdapat sebuah plang ‘Starbucks Cafe’. Tanpa ragu ia membuka pintu kaca cafe. Lee Taehee bisa melihat seluruh pengunjung menatapnya heran. Terlebih para gadis-gadis menatapnya terkagum-kagum. Ia meringis. Begini ya rasanya jadi populer dikalangan gadis-gadis?

“Selamat sore.” Sebuah suara khas perempuan mengalun digendang telinganya. Atensinya mengarah kesumber suara. Gadis belia dengan baju maid berwarna hitam putih menyapanya dengan sopan. Tak lupa sebuah senyuman hinggap diparas manisnya.

Taehee menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Err—aku mencari manajer cafe ini. Kau tahu ruangannya ada dimana?”

Gadis pelayan itu menatapnya agak lama. Rona merah menjalar dipipinya yang putih. Taehee menelan ludah. Ia agak takut. Setelah beberapa saat gadis pelayan itu tersadar. “Tunggulah. Saya akan menemui manajer terlebih dahulu dan memberitahukan bahwa ada yang mencarinya. Pemuda bernama—“

“Lee Taeh—maksud saya Lee Taemin.” Jawabnya.

Gadis itu mengangguk singkat dan meninggalkan Taehee yang mengalihkan perhatiannya di counter cafe. Ia menatap seorang gadis dengan perawakan agak tinggi, rambutnya ia ikat dengan gaya ponytail. Dua jepit rambut bunga berwarna pink tersemit dikedua sisi poninya. Tatapan mata gadis itu hampa. Mungkin yang melihatnya akan merasa seperti melihat mayat berjalan. Tatapan itu sama sepertinya dulu. Datar, kosong, hampa, dan seperti tak bernyawa. Sebuah tepukan pada pundaknya membuyarkan lamunannya. Ia menoleh kearah si penepuk. Hal yang pertama dapat ia lihat adalah cengiran gadis yang baru beberapa hari ini ia kenal.

Sial, dia lagi!

“Yo! Apa kabar, teman!”

-To Be Continued-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

44 thoughts on “Inter Sexual – Part 3”

  1. Wah Jung Hara itu siapa ? Apa hubungan nya sma minho ? Penasaran nih , Taehee akhirnya jd Taemin kkk . di tunggu ya next part nya

  2. Buset Taehee jutek banget sama EunHee. Tadi nemu ‘gajih’ harusnya ‘gaji’ terus ada kalimat ‘seragam kantor berwarna biru awan’. Btw, awan kan warnanya putih. Kalo langit baru deh biru hehehe ^^
    Nah mulai nih jadi Taemin. Wuih langsung pada terpana ya liat si Taemin, ganteng beut kayanya. Ada Hara, orang baru, kira-kira dia bakal terlibat sama siapa ya? Hara suka sama Taemin gitu nantinya? Terus gadis yang nepuk Taemin pasti si EunHee deh. Pokoknya ditunggu next partnya yaaa 🙂

    1. Oiya, gaji ya harusnya. Kalau gajih artinya gemuk atau lemak. ehehehe. Eeeh, aku baru nyadar. Oke, makasih udah di kasih tau ya Nara-ssi ^^
      Nanti waktu aku nge-bet part 7 bakalan lebih ati-ati lagi, yang lain udah di send sih jadi enggak bisa dibenerin ^^’

      Aaa, itu maaf tak bisa dikasih tau. Nanti malah jadi spoiler ^^

      Yap, makasih udah selalu setia sama IS Nara-ssi ^^//

  3. Jung hara, ada hubungan apa ya sama Minho?
    eh, Lee Jieun belum keluar ya.. apa jgn2 cewe yg ada di counter cafe itu?

    penasaran.. lanjutannya ditunggu chingu-ya ^^

    1. Rahasia, ntar malah jadi spoiler ^^. Maaf ya Aya-chan ^^

      Oh, sebenarnya Jieun udah keluar. Iya, yg jaga counter cafe itu dia.

      Oke, makasih udah ngikutin IS terus ya Aya-chan ^^//

      Sign,

      -Lynda-

  4. aigooo kenapa selalu tepat sasaran pas tbc…
    part sebelumnya salah nebak. jadi yeoja itu eunhee. dan setelah nebak lagi anak barunya kirain jieun eh taunya salah lagi..
    taehee benar benar gadis dingin.. tapi dia mau ya temenan sama hara. hara pasti ada kaitan masa lalu sama minho.
    nah kalo sekarang gadis yang duduk di cafe itu pasti jieun kan? lama muncul nih jieun.. sementara sosok taemin udah dimulai.. dan pasti taemin ganteng kyaaaaaa..
    update soon!
    fighting! ^^

    1. Hmm, Taehee dingin karena keadaan ^^
      Err, itu maaf enggak bisa ngasih tau entar malah jadi spoiler lagi. Maaf ya lider-ssi ^^
      Eh iya, yg itu emang si Jieun kok.

      Oke, makasih udah ngikutin terus IS ya lider-ssi ^^//

      Sign,

      -Lynda-

  5. siapa jung hara??? aduh mumu…. keren nih ff tp ini terlalu pendek. hahaba
    pasti si manajer eunhee lagi…
    korset? dia masa gak butuh?? hehehe
    lanjutkan. aku menunggu ff ini selalu

    1. udah baca dari tadi. biarpun sampe ngebut, tapi saya sukaaaaaaaaaaa~
      suka sama convers.minho+taehee, yaaaah.. tapi sayang harus tbc lagi #grrrrr
      taehee-minho, taemin-eunhee, yaaaaah. saya mau dua pasangan itu bersatu #apadeh
      aissssh, saya gak sabar nunggu next partnya.

      1. Thanks yah nurahboram-ssi udah nyempetin waktunya buat ngebaca nih FF…
        saya pengen klarifikasi tentang cover nih FF.. sebenrenya itu Jieun-Taemin, sama Taehee-Minho begitu….bukan eunhee… ^.^

  6. Waah, keren. Like it so much ^^

    Udah rapi banget sih, tapi kalo ket. tempat “di” atau “ke”nya dipisah. Aku liat semuanya masih kayak “kearah” dst. Overall manis (?) banget. Kata2nya ngalir gitu aja, haha 😀

    Ditunggu next part.nya. Eh iya. Si Jieun belum keluar ya? Haha, penasaran sama kehidupan Taemin ^^

    1. Thankyu zaKey-ssi atas koreksi typonya… ^^
      hehehehehe~

      yup~ semoga gak next chappy gak bikin kecewa…
      Hu’um si Jieun belum keluar jadi yang sabar yaaah~

  7. sungguh tbc itu adalah kata2 yg paling tidak aku inginkan keberadaanna…..
    kenapa harus adakata2 itu sih di dunia ini…
    makin penasaran aja ama kehidupan taehee atau taemin habis ini???
    pasti makin seru deh…

  8. waa siapa manajer kafenya??? Hara apa eunhee ya kira kira??
    Wah udh mulai seru, tapi sodara kembar aku si jieun blm muncul yaa. ;).
    Lanjuuutt 🙂

  9. makin seruuuuuuuu 🙂
    iu-nya belum ada nih?
    ga sabar buat nunggu iu nih hihi

    okeeeee akhirnya taeminnya muncul juga asiiiiik 😀

    ada cast baru ya? hara.

    taemin -___- jadi cewek, cantik. Jadi cowok, ganteng. oke banget sih wkwk.

  10. Wooo…taeminniiie mulai kluar.Ini yg ku tunggu2.

    Part minho dimari kyaknya lewat doang*plak*
    Hey,jdi asumsiku meleset?itu bukn IU.Trus hara tu siapanya minho?.

    Ouch,yaialah taehee gg perlu korset.Wong payudara ajj gg punya,wkwkwk.

    Yup,ku suka diksinya ^^
    ditunggu next chapt nya.

  11. Jieun kapan muncul nya padahal kan taehee udah mulai menjadi taemin?,,aq mengira siswi baru itu jieun eh ternyata hara,keren thor kok membuat ku terkecoh,,ckckck..hara ada hubungan apa ya sama minho?..lanjut ya thor makin keren n makin asik…jangan lama2 ya.ckckck

  12. THANKS TO: Baek15-ssi, Kim Nara-ssi, Aya-chan-ssi, LIDERONYU 최진햐-ssi, diii-ssi, YOOnee_chan-ssi, nurahboram-ssi, zaKey-ssi, loveychoi-ssi, Hyora Kim-ssi, Ri-chan-ssi, Park Min Mi-ssi, mrs. Lee-ssi, angangels-ssi, chisucii-ssi, Kim Eunri^.^-ssi, Han Eun Hee-ssi… sekali lagi saya mohon maaf gak bisa bales komen kalian semua.. ^^ dan dengan tak lelahnya kami ucapkan terima kasih banyak udah ngeluangin atau mau repot-repot ngehabisin waktunya buat baca FF kami, Tetap di tunggu yah kelanjutan I.S!! (^.^)/

    Sign,

    sHyning soHee

  13. yah udah tbc aja, rsanya cpt bgt msh pen lanjut, jung hara it sapa? ada hbngannya dgn minho ya? hm aku msh penasaran ma eunhee dia it sbnarnya sapa? penasaran ma lanjutnnya, next part dtunggu

    1. Masalah Hara itu siapa, maaf kami tidak bisa memberitahukannya entar malah jadi spoiler ^^, maaf ya taurus-ssi ^^.

      Eh, Eunhee itu manajer cafe Starbucks, dia itu cewek yang ada di klub malam waktu di part 1 ^^.

      Oke, makasih ya udah ngikutin terus IS taurus-ssi ^^//

      Sign,

      -Lynda-

  14. semakin seru thor ,aaaaa taehee jadi taemin .pasti walau jadi taemin masih tetep cantik deh.
    Daebak thor ditunggu part selanjutnya yaa ..
    😀

  15. Wah pmain2’x bnyak yg baru, cerita’x krrennn susah bgt nebak’x.. Bnyak kejutan.
    Taehee mulai jadi taemin, pnasaran ma klanjutan’x…

  16. Waaa telat nih baru baca ff kece u,u

    AAAAAA Keren nih! Huehe. Kasian juga ya Taehee ini.

    Eunhee lucu deh. gemes bacanya.

    IU nya belum keluar niih. Ga sabar nunggu IU sama Taemin! Hyahaha. Aku dukung dia jadi Taemin! Biar nanti bisa sama IU huehe

    Next part ditunggu! ^^

  17. Taemin muncul~!! *A* *Fangirling*.

    Nggaksabarpengenbacakelanjutanepepini,mianhaeinicapslockngajakkinrusuh-,-“.

  18. inter sexual..
    .
    tuh kan tuh kan… TBC nya minta dibuang errr .____.
    waduh, taemin banyak yang naksir…
    hara siapa pula dia??
    minho masih cinta tuh sama taehee… ehmm..cieee *plakk
    oke, ditunggu next part.nyaa aja deh 😀
    nice fanfic!!
    keep writing author(s) d^^b

  19. wuooo, akhirnya aku bisa baca ff ini lg. Seru seru.
    jadi taemin ini cewe tp ga tumbuh sempurna organ2 kewanitaannya ya, dan dia jutru punya ciri2 kkelakian. Gitu kn?
    Aku penasaran gimana klo. nantinya taehee beneran jd cowo. Gimana dgn Minho? Dan Hara…. errr, yakin deh Hara ini ga cm sembarang cast.

  20. aku baca bag 1 dan 2 dengan sekilas aja krn belum ada taemin yg muncul hehe… Rasanya beda hehe, sekarang taem muncul hore., smg hara memang ingin berteman y, bkn ada udang d balik batu hehe.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s