[Epilog] Who Are You

WHO ARE YOU ? – EPILOG

Author : Zuleykha Lee a.k.a beibiiilee

Main casts : Kim Jung Hwa, Cho Ikha and Key SHINee

Support casts : Other SHINee member, Seong Yeo Ra, Choi Jin, etc.

Type : Sequel [EPILOG]

Length : 10 Parts

Genre : Mistery, tragic, life,  and out of mind

Rate : Parental Guidance

a/n : Kkk~ epilog, epiloooog~ Cuma nambahin cerita doang. Abis ending yang kemaren kuran greget. Semoga epilog ini bisa bikin puas reader yaaa *loh?

***

Author’s Side

“Sebenarnya alasan apa yang membuatmu membawaku ke tempat ini? Tengah malam pula. Kami baru saja pindah dan aku harus membantu Nami membereskan beberapa barang,” tanya Ikha disela-sela langkahnya setelah turun dari mobil Key.

“Aku ingin bertemu denganmu,” jawab Key mantap. Jemarinya semakin ia eratkan pada jemari Ikha yang sedari tadi ia tautkan.

Ikha mendengus sambil tersenyum pelan. “That’s a cliche, you know? Aku ingin mendengar alasan lain. Dan lagi, kau sama sekali tidak mengenakan masker-mu. Kau tidak takut jika paparazzi menangkap moment ini?” selidik Ikha penasaran.

Namja yang diajak bicara hanya menyunggingkan senyumnya. Jemari yang sedari tadi bertautan dengan jari Ikha ia lepaskan kemudian beralih ke pinggang Ikha. Tangannya kini merangkul pinggang yeoja itu dengan maksud untuk menyalurkan sedikit kehangatan di tengah musim semi yang melanda Korea saat ini. “Paparazzi mana yang mau bekerja tengah malam begini?”

Ikha memberenggut. Yeah, benar juga. Sekarang sudah lewat dari jam satu dini hari dan jalanan memang sangat sepi. Well, tidak ada salahnya jika ia harus mempercayai kata-kata Key.

Wait,” Ikha menghentikan langkahnya sesaat setelah melihat plang besar didepan sebuah gedung di hadapannya. “Kau tidak bermaksud membawaku ke tempat ini bukan?” tanyanya memastikan.

Key tersenyum simpul. “Tentu saja aku membawamu untuk datang kemari. Kau harus bertemu dengannya, Cho,” jawab Key. Tangannya yang melingkar manis di pinggang Ikha menarik tubuh yeoja itu agar kembali melanjutkan langkahnya.

“Tidak. Aku tidak mau bertemu dengannya,” elak Ikha. Kakinya ia tancapkan dengan erat diatas tanah sehingga agak sulit bagi Key untuk membuat Ikha bergerak.

“Ayolah. Dia sudah cukup jinak. Lagipula aku akan menemanimu didalam, jadi dia tidak akan bisa berbuat macam-macam. Hmm?”

Ikha menatap kedua mata Key lekat-lekat. Awalnya ia sedikit khawatir dan ragu. Bagaimana bisa Key mengajaknya untuk menemui Kim Jung Hwa—kembarannya—yang kini tengah disekap didalam salah satu ruangan rumah sakit jiwa didepannya ini?

Ikha mengeratkan coat sapphireblue-nya sambil mendesah pelan. “Tapi kau janji tidak akan meninggalkanku, ‘kan?”

Key mengangguk pelan. “Tentu,” ucapnya sembari memberikan senyum yang mampu membuat khawatir dan ragu yang mengelilingi benak Ikha hilang seketika.

Setelah mendapat izin dari petugas rumah sakit, Key dan Ikha diperbolehkan menemui Jung Hwa di sebuah ruangan khusus. Ikha terlihat menggenggam lengan Key agak keras saat kaki mereka terhenti didepan sebuah pintu. Yeoja itu menarik nafas sekali sebelum akhirnya Key membuka pintu tersebut. Dengan langkah yang sangat perlahan, mereka berdua masuk kedalam ruangan tersebut. Urat serta sendi Ikha sedikit menegang ketika mendapati seseorang tengah duduk tenang sambil menundukkan kepalanya. Tak lupa dua orang yang berdiri disamping namja itu yang tengah berjaga kalau-kalau namja yang kedua tangannya diborgol itu collapse tiba-tiba.

Ikha memilih duduk diseberang namja itu dengan Key yang berjaga disampingnya. Dengan sangat hati-hati, ia memperhatikan namja dihadapannya sampai-sampai ia lupa untuk bernafas.

Namja itu mendongakkan kepalanya lalu tersenyum seketika saat menatap Ikha. “Nona Cho? Apa aku tidak salah lihat? Wow, kunjungan yang sangat ti—“ Jung Hwa menghentikan kalimatnya saat sadar bahwa ada orang lain disamping Ikha sekarang. “—harusnya aku tahu kau akan datang bersamanya,” ucap Jung Hwa, matanya menatap lurus ke arah Key tanpa berkedip.

Ikha membisikkan sesuatu pada Key—menyuruhnya untuk keluar. Key sempat bersikeras untuk tetap didalam, tapi Ikha meyakinkan namja itu bahwa ia akan baik-baik saja selama dua penjaga masih berdiri di kedua sisi Jung Hwa. Key menatap Jung Hwa tajam sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar. Ia beserta petugas lain mengamati Ikha dan Jung Hwa dari balik kaca besar yang langsung menampakkan apa yang ada didalam ruangan tersebut.

Ikha kembali menatap Jung Hwa yang sepertinya terlihat senang saat Key tak ada di ruangan tersebut. “Sungguh sangat disayangkan ketika aku mendengar kabar bahwa kau masih hidup, Kim Jung Hwa. Padahal aku ingin sekali melihatmu tidur tenang didalam gundukan tanah dengan batu nisan bertuliskan namamu,” ucap Ikha mengawali pembicaraan.

Jung Hwa mendengus disertai senyumnya yang—bisa dikatakan—sangat mirip dengan Key. “Well, maaf mengecewakanmu, Nona Cho. Lagipula jika aku mati saat itu, aku tidak bisa menemuimu di neraka karena saudara kembarku bilang kalau kau selamat dari tabrakan itu,” terangnya santai. Punggungnya kini ia senderkan pada senderan kursi yang ia pakai. “Ah, aku lupa mengatakan sesuatu padamu. Namaku Kim Ki Bum, bukan Kim Jung Hwa,” imbuhnya.

Dilipatnya kedua tangan Ikha di dada tanpa sedikitpun membentuk ekspresi apapun di wajahnya. “Kau masih saja angkuh seperti dulu, Tuan Kim,” ucapnya dengan nada yang sedikit arogan. Ikha memperhatikan rambut Jung Hwa. Ia baru sadar kalau namja physco itu sudah mengecat hitam rambutnya—sama halnya seperti Key sekarang.

“Semua orang disini sudah gila, Nona Cho. Aku ini masih waras, tapi kenapa mereka mengirimku kesini? Apa kau bisa menolongku untuk keluar dari sini?” tanyanya sedikit berbisik.

Ikha mengeluarkan smirk-nya ketika mendengar pertanyaan Jung Hwa yang terdengar seperti sebuah candaan baginya. “Kurasa tempat ini memang cocok untukmu, Tuan Kim,” jawabnya meremehkan.

Jung Hwa memberenggut. “Kau tahu, Nona Cho? Saudara kembarku itu selalu datang mengunjungiku, membawakanku makanan dan pakaian baru. Padahal orang-tua-ku sendiri tak pernah sesering itu menemuiku. Aku heran, kenapa dia begitu baik padaku?”

“Itu karena dia memang memiliki jiwa malaikat. Justru yang aku herankan adalah…. kenapa dia memiliki saudara kembar sepertimu?” tukas Ikha.

Jung Hwa lagi-lagi tersenyum. Digelengkannya kepala beberapa kali tanpa sedikitpun menghentikan senyumnya. “Kau memang pintar berdalih, Nona Cho. Ah! Apa Key tidak tahu apa yang terjadi diantara kita?”

Pertanyaan Jung Hwa yang out of topic itu membuat Ikha mengerutkan alisnya. “Diantara kita? Maksudmu?”

“Kau jangan pura-pura lupa, Nona Cho. Memangnya kau belum menceritakannya pada namja yang sangat kau cintai itu?”

Ikha mengibaskan poni hitamnya ke belakang. “Jangan memancing emosiku, Tuan Kim,” gertaknya.

“Anniya. Aku hanya bicara apa adanya,” elaknya. Jung Hwa sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. “Apa dia bisa mendengar pembicaraan kita?” tanyanya pada Ikha sambil melirik pada kaca besar disampingnya. Jung Hwa memang tidak bisa melihat Key dari balik kaca yang hanya memantulkan wajahnya itu, tapi Key bisa mengamati gerak-gerik kembarannya dari luar sana.

Namja itu membetulkan posisinya sejenak sebelum melanjutkan bicara. “Apa kau lupa kalau dulu kita pernah berciuman di apartemenku? Hmm, sampai sekarangpun aku masih ingat bagaimana rasa dari bibirmu itu. Mmm, it tasted like candy. Or whiskey?” ucapnya seraya mengelus bibirnya sendiri menggunakan jari-jarinya. “Aku bertaruh kalau dia belum pernah memciummu,” imbuhnya seraya melirik ke arah kaca besar itu untuk kedua kalinya.

Ikha menundukkan kepalanya, menutup kedua matanya sambil menutup telinga menggunakan kedua telapak tangannya. “Geumanhae. Aku tidak ingin mendengarnya,” tukas Ikha.

“Ayolah, Nona Cho. Ini adalah sebuah fakta dan kau tidak bisa menyangkalnya,” goda Jung Hwa.

Yeoja itu seketika melirik tajam pada Jung Hwa. “Seharusnya dulu aku langsung membunuhmu, Jung Hwa. Kau membuatku muak,” ucapnya setengah berbisik. Namja itu hanya tersenyum menanggapinya.

“Geureom, aku ingin menanyakan sesuatu padamu,” Kini Ikha meletakkan kedua tangannya diatas meja yang menjadi penghalang antara dirinya dan Jung Hwa setelah ia berhasil menyingkirkan sekelebat kejadian masa lalu yang menurutnya sungguh memuakkan.

“Bicaralah. Aku akan mendengarkan dengan baik,” balas Jung Hwa, masih dengan santainya duduk dan tersenyum pada Ikha.

Yeoja berambut panjang itu tersenyum kecut. “Bagaimana rasanya dicampakkan? Apakah sangat menyakitkan? Sepertinya hidupmu sangat menderita akhir-akhir ini. Seorang Kim Jung Hwa yang sangat angkuh dan juga namja yang mengaku dirinya sebagai seseorang berotak jenius malah berakhir didalam sebuah rumah sakit jiwa. Are you kidding me, Tuan Kim?”

“Kau—“ Jung Hwa menelan ludahnya lekat-lekat. “—Kau sedang menghinaku, eh?” ucapnya menambahkan.

“Anni. Hanya membicarakan sebuah fakta saja,” jelas Ikha. Dilihatnya Jung Hwa yang sepertinya tidak suka dengan pembicaraan ini. Yeoja itu kembali tersenyum karena merasa puas telah membuat namja di hadapannya mulai tersulut emosi.

“Kau—“ Jung Hwa berdiri dari posisinya, membuat kursi yang ia duduki jatuh ke belakang. Dua petugas disamping Jung Hwa segera mencengkram pundak namja itu—berusaha untuk menenangkannya. “ERGH! LEPASKAN AKU!” erang Jung Hwa tak karuan.

Ikha berdiri dari tempatnya. Ia sedikit mundur, menjauhi namja itu. Terakhir kali ia membuat Jung Hwa marah adalah sekitar dua tahun yang lalu dan hal itu berdampak buruk padanya. Key masuk kedalam ruangan saat melihat kembarannya ‘kumat’. Tangannya ia lingkarkan di pundak Ikha lalu mengajaknya untuk segera pergi dari ruangan tersebut.

Sebelum benar-benar pergi, Ikha memandang Jung Hwa sekilas sambil mengeratkan pelukan Key. “Seperti yang telah kukatakan barusan, Kim Jung Hwa. Kau memang pantas mendapatkannya,” gumam Ikha namun masih bisa didengar Jung Hwa.

“CHO IKHA! KAU AKAN MENYESAL KARENA TELAH MEMILIH KEY DIBANDINGKAN AKU!” kembali Jung Hwa mengerang mencoba melepaskan jeratan kedua petugas itu. “ERGH!! KALIAN SEMUA MEMANG BRENGSEK!!”

@@@

Sedari tadi Ikha tak henti-hentinya memandangi Key. Setelah mereka berdua pergi dari rumah sakit tersebut, namja itu sama sekali tidak mengucapkan satu patah kata pun. Sungguh diluar kebiasaannya.

“What’s wrong with you?” tanya Ikha pada akhirnya. Key hanya melirik sekilas karena ia masih fokus menyetir mobilnya.

“Nothing,” jawabnya asal.

Ikha mengeryitkan dahinya. “Kau diam saja semenjak kita keluar dari tempat itu,” serang Ikha kedua kalinya.

“Sudah kubilang tidak ada,” ucap Key sedikit ketus. Ia membanting setir ke sebelah kiri agak kencang hingga tubuh Ikha sedikit bergoyang untuk memarkirkan mobilnya tepat didepan SM Building. Namja itu membuka pintu mobil kemudian meninggalkan Ikha sendirian didalam.

Melihat tingkah Key yang tak biasanya, Ikha segera beranjak dari dalam mobil dan mengejar Key. Ditariknya lengan Key sehingga ia mundur selangkah saat menapaki tangga didepan gedung.

“Wae?” tanya Key, masih dengan nada yang ketus.

Ikha berkacak pinggang. “Apa yang membuatmu jadi begini, eh? Bukankah tadi kau masih terlihat normal?”

Key hanya menatap Ikha sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karenanya. Ikha kembali mengejar Key dan berusaha untuk menyamai langkahnya yang cukup besar itu.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku, Key,” ucap Ikha setelah berhasil mencengkram lengan Key. Namja berkulit putih itu memasang wajah tak sukanya sambil memberenggut.

“Kau masih tidak tahu juga apa yang membuatku jadi begini? Kenapa otakmu jadi bekerja sangat lambat, Nona Cho?” hardik Key sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Hah! See? Bahkan sekarang gaya bicaramu hampir mirip dengan Jung Hwa. Menyebalkan!” tukasnya lalu melipat kedua tangannya didada.

“Menyebalkan? Kau bilang aku menyebalkan? Ya! Harusnya aku yang mengatakan kata itu padamu. Selama ini kau tidak menceritakan padaku tentang ‘tragedi di apartemen Jung Hwa’ itu?” omel Key.

Ikha menatap Key yang kini tengah mengalihkan pandangannya ke arah lain. Bibir Ikha melengkung dengan sempurna. Sekarang ia tahu hal apa yang membuat si Almighty Key ini memasang wajah jutek-nya.

“Kau cemburu?” godanya sambil berusaha menangkap perhatian Key.

Namja itu mendengus. “Lupakan!” tukasnya. Ia mencoba kembali untuk berjalan namun lagi-lagi Ikha menahan tubuhnya.

“Malhaebwa,” gumam Ikha pelan. Sengaja ia turunkan nada bicaranya agar Key mau mengeluarkan unek-uneknya.

Key mendelik kesal ke arah Ikha. Ditatapnya kedua mata yeoja itu lekat-lekat seolah memancarkan sinar pembekunya. “Ternyata selama ini kembaranku-lah yang telah mengambil ciumanmu dariku,” ucapnya setengah berbisik.

Lagi-lagi Ikha tersenyum setelah mendengar perkataan Key. “Kejadiannya tidak seperti yang kau bayangkan, Key,” elaknya santai.

“Lalu bagaimana bisa kau ada di apartemennya? Dan kalian…. berciuman?” tanya Key. Suaranya ia pelankan saat mengucapkan kata terakhirnya.

Ikha mendekati Key. Jari-jarinya bergerak menelusuri kerah baju Key serta coat hitamnya. “Saat itu aku bersyukur karena Jung Hwa tidak membunuhku dan lebih memilih membawaku ke apartemennya. Kau tahu ketika aku sempat menghilang dan membuat Yeora gusar? Jung Hwa lah yang menyekapku di apartemennya,” terang Ikha panjang lebar. “Lagipula kalian berdua sama saja. Suka memaksa kehendak orang,” imbuhnya.

“Mwoya?” Key mengerutkan alis tebalnya.

“Yeah. Jung Hwa menciumku dengan paksa. Lalu apa bedanya denganmu? Kau fikir ketika pertama kali menciumku, kau mendapat izin dariku? Tidak ‘kan? Bukankah hal itu sama saja dengan pemaksaan?” cecar Ikha tak mau kalah.

“Tapi ceritanya lain,” elak Key.

Jari-jari Ikha yang sedari tadi bergerak menelusuri coat Key kini diletakkan di kedua pipi Key. Ditatapnya kedua mata Key dengan hangatnya. “Kau lebih memilih aku dibunuh olehnya atau dia menciumku dan aku bisa menyelamatkanmu?” tanyanya dengan suara sehalus mungkin.

“Tidak keduanya!”

Ikha menggedikkan bahunya sekali kemudian melepas jemarinya yang menempel di pipi Key. “Terserah. Yang penting kau sudah tahu fakta yang sebenarnya. Kau ada latihan jam tiga pagi ‘kan? Sebaiknya kau siap-siap karena sepuluh menit lagi mentor dance-mu akan datang,”

Ikha beranjak dari tempatnya berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar SM building. Baru saja ia melangkahkan kakinya, ia merasakan sesuatu mencengkram pergelangan tangan sebelah kirinya.

“Apa lagi?” tanya Ikha saat ia mendapati Key tengah menggenggamnya erat.

Tanpa fikir panjang, tangan kiri Key ia lingkarkan pada pinggang Ikha dan tangan satunya lagi ia letakkan di leher yeoja itu. Sedetik kemudian, Key segera meng-kisseu Ikha, mencium bibir yeoja itu perlahan kemudian sedikit melumatnya dengan maksud menghilangkan kekesalannya karena Jung Hwa. Hanya beberapa detik saja, dan Key segera melepas ciumannya sebelum sequrity ataupun penghuni gedung lain mengetahui perbuatan ‘mesum’ mereka.

“Itu sebagai hukuman karena kau tidak jujur padaku,” bisik Key tepat didepan wajah Ikha. Jari-jari-nya kini bergerak perlahan mengelus bibir yeoja itu. “Hhhh, aku tak pernah menyangka kalau Jung Hwa pernah menyentuh bibirmu,” gumamnya.

Ikha menarik sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah senyuman. “Bilang saja kalau kau ingin menciumku? Dasar bocah!” ujarnya dengan nada sedikit menggoda.

“Ya!—“

“CHO IKHA!!”

Suara seseorang yang memanggil nama Ikha membuat Key dengan cepat melepas kedua tangannya yang bertengger di dua bagian tubuh Ikha. Pandangan mereka berdua beralih ke asal suara tersebut.

Merasa bahwa dirinya mengenal orang tersebut, Ikha mengeryitkan alisnya sambil mengarahkan telunjuknya pada orang itu. “Seong Yeora?” tanyanya memastikan. Orang yang ditunjuk itu lalu tersenyum, membuat kedua yeoja itu berteriak secara bersamaan lalu berpelukan satu sama lain.

“Pasti Jonghyun yang membawamu kesini? Memangnya Manager kalian sudah tahu hubungan kalian?” tanya Ikha setelah melepaskan pelukan mereka.

“Yeah. Aku sudah bosan menyembunyikan hubungan kami. Jika hubungan kami tetap seperti ini, maka Key selamanya akan memeras kami,” celoteh Jonghyun angkat bicara.

“Ya! Ya! Ya! Kau itu bicara seolah aku ini seorang penjahat, hyung,” hardik Key sembari meninju lengan Jonghyun. “Tunggu. Bagaimana kau bisa tahu kalau Jonghyun Hyung dan Yeora sedang menjalin hubungan? Setahuku, aku belum memberitahumu,” ucap Key menambahkan.

Ikha mendelik lalu tersenyum kecut pada Key. “Kau fikir selama ini aku tidak berkomunikasi dengan Yeora?” ujarnya, balik bertanya.

“Jadi….”

“Meskipun Ikha pergi ke Amerika untuk operasi ataupun pindah ke Indonesia bersama Nami, kami tetap saling berhubungan lewat Yahoo,” imbuh Yeora, menerangkan.

“Bahkan aku juga sering berkomunikasi dengan Jonghyun,” sela Ikha. Matanya melirik pada Jonghyun. Namja bertubuh atletis itupun menghampiri Ikha lalu merangkul pundaknya seperti layaknya seorang teman baik.

“Pantas saja, ketika kita di bandara Soetta tahun lalu, orang yang pertama kali kau panggil adalah Jonghyun. Jadi… kalian semua… mempermainkanku?” gumam Key setengah berbisik.

“Mempermainkan itu seperti sebuah kata yang sangat kejam, Key. Lebih tepatnya, membuatmu merasa sangat bersalah pada temanku ini,” bela Yeora kemudian ikut merangkul Ikha dan juga Jonghyun.

“Ya! Cho Ikha! Ini ketiga kalinya kau membohongiku!! Kau ini tega sekali, eh?” hardik Key pada Ikha. Ia mendekatkan tubuhnya pada Ikha kemudian sedikit menggelitik pinggangnya. Mereka berempat—Key, Ikha, Jonghyun dan Yeora—tertawa bersama diantara keheningan di pagi buta yang menelungkupi SM Building.

“Jangan pernah membohongiku lagi, Nona Cho,” bisik Key di sela-sela pelukannya kini. Ikha balas memeluk Key dengan erat. Mencoba menikmati pelukan yang sedari dulu ia inginkan.

“Saranghae, Kim Ki Bum,”

“Ne.. Na ddo,”

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “[Epilog] Who Are You

  1. uyeeaaayyy ada epilognyaaaa

    Dia sudah cukup jinak.. hahaha
    prtama mikir oh dibawa ke zoo?? ktmu harimau? tp mikir kok ‘dia’
    pas bc lnjutannya… LMAO

    perbuatan ‘mesum’ mereka. — perbuatan mesum tingkat dasar (?)

    jadiannya kpn sih 2 makhluk itu? lol
    tanpa prnyataan cinta pun udh bisa ye…

    untung itu ketawanya d SM.. coba klo d apartemen.. bisa diamuk massa.. kkkkkkk

    keren thor..
    bikin lagi dong couple ini #eh?

    1. Aigoo~ demi apa aku baru balik lagi ke SF3SI. Sebelumnya makasih ya mybabyLiOnew buat komennya *abis bingung mau nyebut apa, kkk~
      Skg lagi project FF taemin dlu. Semoga aka thriller-nya berhasil. Amiiin~

  2. uwaaa.. Key so sweet banget ama Ikha. dan juga kasian Jonghyun ama Yeora diperas Key mulu hahaha..

    waktu ketemuan ama Jung hwa yang kepikiran ama aku Jung hwa ga benar – benar gila tapi ga tau deh

    sekian deh BTW FF mu Daebak!

  3. RECOMMENDED!
    seruuuuuu. baca ini mlam2 pake matiin lampu, bikin makin merindingg
    suka sama setiap adegannya, romance mystery
    AUTHORNYA HEBAT! bahasanya enak dibaca dan rapi
    like this.
    *Key mempesona, sampai melt huhuuT.T

  4. Keren banget thor:3 alurnya gampang dipahami, bhsnya juga pas. Daebakk
    Abis baca ini rasanya kaya itu beneran tejadi sama shinee (?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s