Only One [2.2]

ONLY ONE

Title                 : Only one

Author             : @triyataa a.k.a Park Hee Hyun

Main Cast        :

– Lee Jinki (SHINee)

– Park Shinri

Support Cast   : Park Haechi

Length             : Twoshoot

Genre              : Romance

Rating             : PG-15

Disclaimer       : Lee Jinki adalah milik Tuhan serta merta emak-bapak nya J. Sedangkan Park Shinri dan Park Haechi murni dari hasil imajinasi aku sendiri.

Summary         : Aku membalikkan badan ku. Menghempaskan kedua tangan Jinki oppa yang berada di bahu ku. Wajah Jinki oppa terlihat sangat lesu sekarang. Aku tak mengira jika mantan kekasihnya itu benar-benar ingin kembali pada Jinki oppa. Apa ia tidak tau kalau Jinki oppa sudah mempunyai kekasih sekarang ?

Setelah tiba di rumah Jinki oppa, aku langsung digiringnya ke balkon yang ada dikamarnya. Yaaahh aku sudah beberapa kali kesini, tetapi tak ada yang berbeda sedikipun dengan kamar Jinki oppa. Kedua orang tua Jinki oppa sedang tidak di rumah. Entahlah.. aku tak ingin menanyakannya, aku pikir itu bukan urusanku.

Di balkon itu sudah tersedia saperangkat alat makan, termasuk sebuah meja dan 2 kursi untuk kami ber2.

Hening . kami berdua hanya sibuk dengan makanan kami masing-masing. Kalau dilihat-lihat, tempat ini tak ada kesan romantisnya sama sekali, hanya tempat makan seperti halnya di dapur. Oppa memakai setelan seperti biasanya, tidak ada yang mengesankan sedikitpun. Benar-benar. Untung saja tadi aku mengurungkan niat ku untuk memakai dress serta berhias.

Tak terasa makanan kami sudah habis… tapi tetap tak ada yang bersuara.

“ Tadi sore Haechi mengajakku kembali padanya” seru Jinki oppa memecah keheningan.

“ eoh… aku sudah menduganya ?” jawabku sambil beranjak dari tempat duduk ku lalu berjalan ke sisi balkon untuk sekedar memandang seluruh kota Seoul dari atas balkon ini.

“ lalu apa responmu Shinri-ah ?”

“ beginilah responku oppa”

“ jujur .. aku ingin sekali kembali padanya “

Oppa … apa yang kau katakan barusan sangat menusuk bagiku. Seketika aku merasa ada sesuatu yang menghujam tepat ke dada ku. Bisa-bisa nya seorang lelaki berbicara seperti itu pada yeojachingunya sendiri.

“ tapi .. jika kau melarangku untuk kembali padanya, aku tak akan kembali padanya “ lanjutnya

“ apa tidak masalah bagimu jika aku kembali padanya ?” tanya Jinki lagi, seolah tak memberiku waktu untuk berbicara.

“ apa yang harus dipermasalahkan ? aku pikir tak ada yang perlu dipermasalahkan” jawabku akhirnya.

“ lalu … apa maksud dari hubungan kita selama ini Shinri-ah ? apa kau hanya menganggapnya sebagai gurauan saja ? apa kau tak mencintai ku ?” bagaimana bisa dia bertanya seperti itu setelah pernyataan yang diutarakannya tadi ‘jujur .. aku ingin sekali kembali padanya’  . Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu oppa ?

“ ahni, aku mencintaimu , hanya saja ………”

“ hanya saja apa Shinri-ah ? jika kau mencintai ku, bagaimana bisa kau rela melepasku  bersama orang lain ?  “ kini nada suara Jinki sedikit meninggi

Sungguh aku mencintaimu oppa…. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Wajahku dipenuhi oleh air mata sekarang. Aku tak ingin kau melihatku yang penuh dengan air mata ini oppa. Sungguh jangan mendekat padaku.

“ Jawab Shinri-ah… Jawab “ kini suara Jinki oppa terdengar seperti gumaman. Terasa sekali bahwa Jinki oppa memegang kedua bahuku dari belakang. Membuatku rapuh.

Aku membalikkan badan ku. Menghempaskan kedua tangan Jinki oppa yang berada di bahu ku. Wajah Jinki oppa terlihat sangat lesu sekarang. Aku tak mengira jika mantan kekasihnya itu benar-benar ingin kembali pada Jinki oppa. Apa ia tidak tau kalau Jinki oppa sudah mempunyai kekasih sekarang ? atau Jinki oppa yang tidak memberitahu nya bahwa ia sudah punya seorang kekasih ? sungguh menyakitkan bila Jinki oppa yang tak mengakui ku sebagai kekasihnya.

“ aku tak mungkin membiarkanmu bersamaku lagi oppa… itu sangat tak mungkin. Melihat kau yang selalu merenung setiap hari. Melihat kau yang selalu meratapi dirimu sendiri. Kau terlihat menyedihkan oppa. Sedangkan aku bisa apa ? aku hanya bisa diam melihat mu seperti itu. Aku tak bisa oppa . Aku tak bisa melihatmu tersiksa disampingku. Aku rasa kau akan bahagia bersamanya. “ kini aku angkat bicara

“ seharusnya kau bahagia oppa. Hal ini yang kau tunggu tunggu selama ini kan ? aku akan bahagia jika kau bahagia oppa. Kembalilah kepadanya. “ lanjutku . Kupaksakan bibirku untuk tersenyum padanya.

“ kau tak senang berada di sisi ku ? “

“ aku senang oppa. Tapi tampaknya kau yang tak senang berada disisiku “ aku harus menahan air mata ini. Dan lagi-lagi berusaha untuk tersenyum di hadapan Jinki oppa. Berusaha terlihat tegar, walau sebenarnya aku sudah mulai rapuh.

“ sungguh aku pun senang jika kau berada disisi ku”

“ lalu… kemana saja kau selama seminggu ini oppa ? tak pernah sekalipun kau menanyakan kabarku. Kau selalu sibuk dengan diri mu sendiri. Yang kau tanyakan hanya seputar tentang mantan kekasih mu itu. Meminta izin kepadaku untuk bertemu dengan nya. Tega sekali kau oppa. Kau tak tau perasaanku saat itu oppa“

“ mianhe Shinri. Mianhe. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku melakukan hal itu hanya untuk menghargai hubungan kita. Tak mungkin jika aku pergi dengan nya tanpa sepangetahuan mu. Itu sama saja aku menghianati mu . aku tak ingin hal itu terjadi“

“ hubungan ? hubungan kau bilang? Sungguh mulai saat ini aku tak menganggap nya lagi seperti suatu hubungan. Kembali lah padanya agar kau bahagia. Jika tetap bersama ku, itu berarti sama saja kau menyakiti diri mu sendiri”

“ juga aku. “ sambungku ketus

Itulah kata-kata terakhir yang ku ucapkan padanya. Setelah itu aku memutuskan untuk segera pergi dari sini. Mengacuhkannya yang tetap berdiri pada tempatnya. “ baiklah… jika itu yang kau mau. Aku akan kembali padanya “

Deg. Apa yang barusan Jinki bilang ? Pernyataan Jinki barusan membuat langkahku terhenti sejenak. Mencerna kata-kata nya barusan. Dan memutuskan untuk pergi secepat mungkin dari sini. Aku tak ingin menangis disini.

@@@@

Author POV

Sore itu Jinki sedang bersama dengan Haechi di danau … yaaa kalian tau lah, danau yang mana. Danau favorit mereka dulu (gak bosen apa di danau mulu ? gua aja bosen J) . Mereka duduk di tepi danau itu, diatas sebuah kursi yang sudah berkarat, namun masih dapat diduduki.

“ oppa … sudah seminggu tapi kau belum juga menjawab pertanyaanku. Aku tak ingin menggantung hubungan kita seperti ini oppa “ Gumam Haechi

“ eoh … itu. Aku tak bisa kembali bersamamu Haechi . “ seru Jinki terang-terangan

“ apa karena oppa mencintai gadis lain ?”

“ nde. Aku sudah mempunyai kekasih “

“ nde?  Kenapa baru sekarang oppa memberitahunya kepadaku ?”

“ entahlah … aku tidak tahu kenapa aku belum meberitahumu. Mungkin aku lupa”

“ bukankah waktu itu oppa bilang oppa masih mencintai ku ?”

“ ahni. Aku hanya bilang kalau aku menyayangi mu kan ? bukan berarti aku mencintai mu “

“ tcih… sama saja oppa” ucap Haechi meremehkan

“ berbeda. Kalau kita cinta , sudah pasti kita sayang. Tapi kalau kita sayang , belum tentu kita cinta. ” Jelas Jinki singkat

“  ya ya .. aku pikir kau masih mencintai ku oppa. Aku pastikan kau akan bahagia bersamaku oppa. Jadi … kembalilah kepadaku”

“ jika aku kembali padamuu, bagaimana dengan kekasih ku ? kau sangat egois jika menyuruhku untuk memutuskannya. Lagipula dia gadis yang sangat baik .Dan pastinya tidak meragukan perasaan ku kepadanya seperti mu. “

“ tapi aku masih sangat mencintai mu oppa. Kembalilah kepadaku “

“ aku tak bisa “ jawab Jinki tanpa menatap Haechi

“ aku mohon oppa “ paksa Haechi. Tak terduga… Haechi bangkit dari duduknya dan berlutut di depan Jinki yang masih setia duduk di kursinya. Namja itu sangat terkejut melihat tindakan Haechi yang sangat memalukan.

“ Ya !! apa yang kau lakukan ? ayo bangun !!! “ seru Jinki sambil menuntun Haechi bangkit.

“ Ahni… aku tak akan bangun sebelum oppa mau kembali padaku lagi dan meninggalkan gadis itu “ Haechi masih keras kepala dan tetap tak mau bangkit.

“ Kau masih sama seperti dulu. Kekanak-kanakan . Ayo bangun !! aku tak mungkin meninggalkan kekasihku. Akan sia-sia saja tindakanmu ini. ”

Akhirnya Haechi menyerah dan dia bangkit. Dari sorot matanya, sangat terlihat jelas bahwa yeoja itu sedang marah. Tetesan air mata jatuh dari mata indah gadis itu. Sepertinya kemarahannya bercampur dengan kesedihan yang amat sangat. Tampaknya dia sungguh-sungguh ingin kembali pada Jinki. Tetapi Jinki hanya diam melihati tingkah gadis itu. Jinki tahu pasti kalau Haechi tidak main-main dengan perasaannya. Tapi apa boleh buat? Jinki tak mungkin menerima gadis itu lagi.

Kini mereka sudah berdiri berhadapan. Jinki tak tega melihat gadis itu menangis sambil tertunduk menatap tanah, berusaha menyembunyikan kesedihannya. Jinki yang tak tahan melihat pemandangan dihadapannya itu pun langsung merengkuh Haechi ke dalam pelukannya seraya berkata “ Please jangan menangis… sekalipun kau menangis, aku tetap tak akan bisa menerimamu lagi. Apakah kau tau sedihnya aku saat kau meninggalkanku dulu ? aku selalu datang ke tempat ini, berharap kau datang dan meminta untuk kembali. Tetapi hal itu sudah sirna oleh waktu Haechi. Kini aku tak bisa menerimamu lagi dalam kehidupanku. Satu pesanku kepadamu, jangan pernah lakukan hal ini lagi pada siapapun nantinya. Tahukah kau? Hal itu sama saja kau meragukan perasaan orang lain terhadapmu. Ayolah gadis manis… jangan menangis lagi. “

Tangisan gadis itu semakin menjadi setelah mendengar penjelasan Jinki. Tetapi Jinki dengan sabarnya tetap mendekap Haechi dalam pelukannya.

“ jangan menangis lagi. Aku berjanji, setelah ini aku akan tetap berada di sisimu, walau bukan sebagai namjachingu mu .” seru Jinki lagi dan lagi berusaha menenangkan Park Haechi

Tangisan gadis itu pun mereda. Kini Jinki melepas dekapannya seraya tersenyum kepada Haechi. Haechi pun membalas senyumnya.

@@@@

“ huh… susah ! “ keluh Shinri yang saat ini berada di ruang tamu rumahnya. Yang kini sedang mengerjakan pekerjaannya. Kini ia bekerja di salah satu perusahaan media di Korea Selatan sebagai orang yang mendesain layout sebuah majalah. Ia baru bekerja 3 hari yang lalu. Jadi ia berusaha semaksimal mungkin menunjukkan kerja terbaiknya. Shinri sedang membuat sketsa gambarannya dengan kertas, lalu nanti ia pindahkan ke laptop. Setelah itu lalu ia pergi ke tempat kerjanya untuk mengkonsultasikan apa yang baru saja ia gambar. Apakah layak tampil atau tidak. Pekerjaannya memang tergolong mudah dan ia bisa bekerja di rumah. Tetapi pekerjaan ini membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi. Dan itulah yang menjadi tantangan buat Shinri untuk saat ini.

“ ahh ayolah Shinri.. kau pasti bisa.”  gumamnya pada diri sendiri

“ tapi ini benar-benar susah “ lagi – lagi ia berbicara sendiri. Saking kesalnya ia pun melemparkan pensil ke arah pintu rumahnya sendiri.

“ owwwhh” seru seseorang yang berada tepat di depan pintu rumah Shinri

Ternyata pensil itu mengenai Jinki. Sangat kebetulan sekali. Pintu rumah Shinri memang terbuka. Sengaja karena ia pikir kalau pintu itu terbuka, akan ada hawa yang masuk. Itu sudah menjadi kebiasaan Shinri setiap malam.

“ oh Tuhan ! kau mengagetkan ku saja oppa ! “ seru Shinri yang sangat terkejut oleh hadirnya Jinki

“ bukankah sudah aku bilang sebelumnya, kalau malam-malam jangan asal membuka pintu !! nanti kalau ada penjahat yang masuk bagaimana? Huh kau ini !! “ bentak Jinki oppa

“ nde mianhe . aku hanya butuh angin malam, sekedar untuk menyegarkan otakku. Oiya ada perlu apa oppa kesini ? “ Tanya Shinri

“ aku hanya ingin meminta maaf “

“ untuk ?” tanya Shinri lagi

“ Untuk semuanya. Untuk kesalahan ku selama ini yang selalu mendiamkanmu, yang selalu menyalahkanmu, yang selalu …. Ahh intinya aku minta maaf untuk semua kelakuan ku padamu Shinri-ah “ Jinki bergegas duduk di sofa tepat disamping Shinri

“ tak perlu meminta maaf oppa. Aku pikir semua itu wajar bagi orang yang sedang patah hati “

“ aku sudah menolak permintaan Haechi “

“ mwo ? “ Shinri lagi-lagi dibuat keget oleh Jinki

“ aku sudah menolak untuk kembali pada Haechi. Dan aku ingin kembali bersamamu “

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Haechi. Ia hanya diam sambil memandang ke depan.

“ aku berjanji akan berubah. Tidak seperti dulu lagi. Kalau perlu aku akan menjadi sosok yang romantis.. atau seorang lelaki yang humor atau ……..“

“STOP oppa ! aku tak perlu semua itu. “ potong Shinri.

“ lalu ? “

“ aku pikir kau akan bahagia jika bersama Haechi “ Shinri tak menggubris pertanyaan Jinki tadi

“ justru aku akan bahagia jika kau mau menerima ku lagi menjadi namjachingu mu “ pernyataan Jinki barusan mampu membuat Shinri menolehkan kepalanya dan membalas tatapan Jinki. Sinhri tak bisa lagi menahan senyumnya. Dan akhirnya Jinki pun tersenyum lalu mendekap Shinri di dalam pelukannya.

-END-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Only One [2.2]”

  1. Aww, so sweet nih si Onew, walaupun awalnya ababil banget #plakk

    Hm… seharusnya habis tanda petik itu nggak usah spasi, terus masih ada beberapa penempatan titik sama koma yang kurang tepat. Kayak “keluh Shinri yang saat ini berada di ruang tamu rumahnya. Yang kini sedang mengerjakan pekerjaannya.” Kesannya agak janggal (menurutku), mungkin gara2 ada titik setelah “rumahnya” atau karena ada dua penunjuk waktu: ‘yang saat ini’ sama ‘yang kini’.

    *heh, jujur aku sungkan kritik karya orang terus .__.v Maap loh yaa*

    Ceritanya manis… waktu Onew kena pensil itu epic banget XD

    Nice story. Keep writing ^^b

  2. Yey,keren bgt,,thor bikin after story nya dong tentang couple ini*banyak mau nya*..kasihan haechi kayak org ngemis cinta aja ke jinki,,wkwkwk..keep writing

  3. Eung,,co cwiiit akhirnya wlwpun critanya kyknya trkesan agk buru2.

    Eh thor,,coba klo air muka jinki n haechi dideskripsikan wktu jinki nolak mentah2 prmintaan haechi,mungkin jdi lbih trasa live lgi.rasanya bgian itu mnurutku agk gimana gitu,,kyk ada yg kurng ajj.

    And rasanya agk ke ganggu klo stlh tanda (“) di awl dialog dispasi. -.-

    oke gitu aja,,keep writing J

  4. yey akhirny jinki milih shinri juga. Udh aturan gk ush d peduliin tuh si haechi. Biarin ajh, suruh sypa ningglin jinki gtu ajh.

    Ceritany emg kerasa familiar. Msh ad jg bbrpa bgian yg typo.

    Aku nyaranin, sblm d publish, d bca ulg dlu ff nya. Biarpun ff sendiri, kdg kan penulis bsa ngerasa ad feelny apa gk.

    Mian y author, aku komen byk bgt 😦 . Smga ff author yg slnjutny lbih baik lagi. Fighting!

  5. Yeah.. So sweeet..

    Mianhae komenku ga bermutu.. Lg mumet.. Tpi krn q ga mw jdi siders ya jdinya bgtu..
    Ditunggu karya berikutnya..

  6. Familiar sama FF ini, walopun gak baca part 1.. rasa-rasana udah dpt baca.. dan… GOTCHA!! ini FF pernah Ojin baca di FFamatir.. bener gak chingu?
    DAnnn… chingu masih inget sama Ojin? Ojin dpt comment juga di sana^^

  7. gitu dong Jinki oppa. harus tegas menentukan pilihan, jangan plinplan –”
    tapi, masih kurang nih… mau afstornya 🙂
    hehehe :p

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s