My Memory With You

My Memory With You


Casts:
You as. Choi Yoora
Kim Kibum(SHINee) as. Kim Kibum (Key)
Kim So Mi (Imaginary)

Other casts:
Song Joong Ki (Actor) as. Song Joong Ki
Krystal Jung f(x) as. Krystal Jung

Genre: PG  15
Author : Choi Haneul97
Length: Oneshoot

Author: Annyeng hasseyo readers. Choneun Pipit imnida. 14 tahun. Tapi nama korea saya haneul, lebih tepatnya Choi Haneul. Anak resmi dari SooWon couple. #plak abaikan.
Ini adalah pertama kalinya saya mengirimkan FF saya di sini. so, maklumi ajha yah, kalo misalnya FF saya ini jelek atau abal-abal gimana gitu. Soalnya ini FF udah lama banget. Dan satu lagi, sebenarnya FF ini yang main Donghae, tapi aku ubah jadi Kibum (Key). Okey, semoga kalian suka
yah?

Di sebuah rumah yang cukup besar. Terdapat seorang yeoja yang berdiri di halaman belakaang rumahnya. Yeoja tersebut mengetatkan jaketnya karena, udara malam seoul sangatlah dingin. Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkahan kaki. Semakin lama, suara langkah kaki tersebut semakin jelas.

Tap..
Tap..
Tap..

“chagi..! kau belum tidur??” tanya seorang namja pada yeoja tersebut sambil melingkarkan tangannya dipinggang yeoja itu. “yeobo! Kau sudah pulang? Ani, aku belum mengantuk” jawab yeoja tersebut.

“kajja. Kita duduk di gazebo!” ajak namja yang tak lain adalah suaminya. Mereka pun melangkahkan kaki menuju gazebo yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“chagi. Apa yang kaau pikirkan sampai kau belum tidur? Biasanya jam segini kau sudah tidur!” tanya namja tersebut saambil melirik kearah jam yang berada di tangannya. “aku sedang mengingat masa kita SMA dan pacaran dulu” jawab yeoja itu dan menyandarkan kepalanya ke bahu yeobonya itu.

Namja itu mengelus rambut yeoja itu lembut dan penuh kasih sayang. Namja itu menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang ia bawa tadi.

#Flashback:
(9 tahun yang lalu)

“annyeong oppa” sapa seorang yeoja pada namja yang berada di depan gerbang. “annyeong chagi.” Balas  namja itu. “miane, oppa tadi tidak bisa menjemputmu! Soalnya pagi-pagi sekali ada rapat klub basket.” Ucap namja itu dengan tampang menyesal.

“arra Kim Kibum. Kau sudah mengucapkan kalimat ini dari kemarin malam, pagi sampai sekarang.” Curcol yeoja itu pada namja didepannya yang bernama Kim Kibum.

“gomawo. Choi Yoora. Kau memang yeojachinguku yang pa..ling pengertian” ucap kibum seraya mencubit pipi yoora. “kajja, oppa. Sebentar lagi bel masuk berbunyi.” Ajak yoora dan melirik kearah jam tangannya.

Kibum tersenyum manis kearah yoora. “ne, kajja” ucapnya dan langsung menggandeng tangan yoora lembut. Membuat yeoja itu tersenyum malu di
buatnya.

#Kelas
Saat tiba dikelas, ,mereka menuju bangku masing-masing. Bangku kibum
dan yoora bersebelahan. Kibum duduk disebelah jendela, sedangkan yoora disebelah kanannya. Beberapa menit kemudian, seosengnim pun datang.

“selamat pagi anak-anak” sapa soesengnim dan dijawab serempak oleh anak-anak “selamat pagi”. “hari ini, kalian akan kedatangan teman baru. Pak guru harap kalian bisa menjadi teman baiknya. Silahkan masuk” jelas soesengnim dan mempersilahkan murid baru tersebut masuk.

Kibum POV^

“hari ini, kalian akan kedatangan teman baru. Pak guru harap kalian bisa menjadi teman baiknya. Silahkan masuk” jelas soesengnim dan memperslahkan murid baru itu masuk.

“so mi??” gumamku kaget. “annyeong hasseyo. Joneun Kim So Mi imnida. Bangapseumnida chingudeul.” Ucapnya memperkenalkan diri dan membungkukkan badannya sedikit.

Tidak sengaja, pandangan kami bertemu. Dia terlihat kaget dan akhirnya tersenyum padaku . “kau duduklah dibangku kosong sebelah sana.” Ucap soesengnim sambil menunjuk bangku kosong dibelakangku.

Yah, bangku dibelakanku kosong lantaran joong ki tidak masuk karena sakit. So Mi pun berjalan kearah yang ditunjuk soesengnim. Pelajaran pun berlangsung saat so mi duduk di bangkunya.

Tidak ada satu pun yang berisik. Soalnya kalau keluarin satu suara saja , bbeeehhh… Dah ditabok lu am soesengnim.

Tik. . tik.. tik..

Are you readery or not? You ready  or not??

Lonceng istirahat pun berbunyi. “ hhhaaaahhh..!. Akhirnya selesai juga.” Gumamku sambil mereggangkan otot-ototku. Ku lihat yoora berdiri dari duduknya dan berdiri di hadapanku dengan wajah cemberutnya.

“oppa. Kita ke kantin yuk?! Aku sudah lapar nih!!.” Ucap yoora manja sambil mengelus perutnya. ‘aigooo.. seperti ibu hamil saja mengelus perutnya’ batinku sambil tersenyum kecil

“ne, kajja!” ucapku sambil menariknya keluar kelas dengan lembut. Entah perasaanku saja atau apa, sepertinya sedari tadi ada yang menatap yoora dengan tajam.

Kibum POV End^

#Kantin

Sesampainya mereka disana, mereka disambut oleh teriakkan histeris dan juga tatapan mengagumi. Ya, hae dan yoora memang sangat terkenal di sekolah ‘Super SHINee’ milik orang tua kibum.

Kibum yang yang dar keluarga terpandang begitu juga dengan yoora. Disekolah, hae dijuluki pangeran dan yoora yang dijuluki putri, jika disatukan maka akan menjadi pasangan yang ‘perfect’. Begitulah pandangan murid-murid lainnya terhadap mereka.

“aaaiiiiissshhhhh..!!!. selalu saja seperti ini” eluh kibum. “ya, oppa! Seharusnya kau bersyukur karena di saat kau muda, banyak yang mengagumi kita. Kalau kita udah jadi kakek dan nenek, siapa coba yang mau mengagumi seorang ‘kakek dan nenek’?? palingan diri sendiri.” Curcol yoora panjang lebar seperti ibu-ibu dipasar.

“ne, ne, arra. Berhentilah mencurcol dan lanjutkan makanmu!!” ucap kibum dan mencibit hidung yoora gemas. Kibum dan yoora yang sedang asyik makan yang juga diselingi oleh canda dan tawa, tidak menyadari kalau sepasang mata sedari tadi memerhatikan mereka .

“Choi Yoora. Akan kubuat kau menyesal telah merebut kibum ku!!”  gumam yeoja itu dengan nada marah dan beranjak dari tempat duduknya
meninggalkan kantin.

“oppa. Aku ketoilet dulu yah? Dah kebelet banget nih!! Oppa duluan saja oke??” ucap yoora tergesa-gesa dan berlari meninggalkan kibum sendirian.

“ckckckckck!! Dasar” gumam kibum sambil menggeleng-gelengkan  kepalanya melihat kelakuan yeojachingunya yang seperti anak kecil.

^Yoora POV

“hhhhuuuufffftttttt! Akhirnya kelar juga.” Gumamku lega. “annyeog so mi-ssi.” Sapaku pada yeoja yang baru masuk ke toilet. Yeoja yang ku sapa menatapku dengan pandangan tidak suka. Ia menatapku dari bawah
sampai atas.

“choi yoora, ada yang mau aku bicarakan padamu.” Ucapnya dingin. “mworago??”  tanyaku heran. Ia berjalan mendekat kearahku. Sekarang so mi berada tepat didepanku.

“choi yoora, kuperingatkan kau! Menjauhlah dari kibum. Atau kau akan celaka!” ancamnya padaku. “waeyo?? Apa hak mu?? Aku ini yeojachingunya!!” balasku dan sedikit meninggikan suaraku.

“apa kau belum tau siapa aku??” tanyanya dan balas meneriakku. Emangnya kau harus tau?? Gak penting tau!! Umpatki dalam hati.

“na adalah tunangan kibum. Ini buktinya!!” ucapnya seraya memperlihatkan cincin yang berada di jari manis tangan kirinya. Aku tertegun. Tidak mungkinkan kibum oppa melakukan ini padaku??

“cish, kau pikir aku ini orang bodoh. Eoh?” ucapku dengan nada menyentak. So mi menatapku tajam. Aku juga tak mau kalah. Ku balas tatapannya tak kalah tajam. Seperti pisau yang baru saja di asah.

“baiklah. Aku punya bukti yang lain” ucapnya dan mengeluarkan sesuatu dari sweater putih yang di pakainya. Lalu ia berikan itu padaku. Aku menatapnya sekilas lalu mengambilnya dengan kasar.

“ige.. ige mwoya?” gumamku sambil memegang selembar foto. Foto kibum
yang menggunakan tuxedo berwarna putih dan di sampingnya ada seorang yeoja yang memakai dress selutut. Sangat cantik. Dan itu adalah yeoja di hadapanku. Kim So Mi.

Kalau dia sudah punya tunangan kenapa ia memintaku menjadi yeojachingunya?. Apa aku hanya menjadi tempat pelampiasannya saja? Pertanyaan ini selalu muncul di kepalaku.

Dan tanpa aku sadari, aku sudah berada didepan kelas. Aku melangkahkan kaki menuju bangku ku. Aku masih mencerna setiap perkataan so mi tadi.

“makanya dari itu. Menjauhlah darinya dan kau harus putus dengan kibum oppa. Karena kibum oppa adalah calon suamiku!!  Arra !” perkataannya masih terngiang jelas di kepalaku. Apakah ini kenyataan?. Apa yang harus ku lakukan?.

“chagi.. chagi..!!” panggil seseorang dengan suara yang sudah sangat aku hafal. Bahkan diluar kepala. “ah!! Oppa. Wae??” ucapku sedikit kaget.

“kau kenapa? Ada masalah??” tanyanya khawatir. “ani gwenchana” ucapku dengan senyum yang kupaksakan. Fffiiiuuhhhh!!  Untunglah kibum oppa tidak menyadarinya.

^Yoora POV end

Author:

Are you ready or not? You ready or not?

Lonceng tanda istirahat selesai pun berbunyi. Semua anak memasuki kelas mereka masing-masing. Sehingga membuat koridor, kanti,  lapangan basket dan sepak bola dll menjadi sepi.

‘apakah aku harus melakukannya?? Tapi aku tidak sanggup’ pikir yoora dan sedikit melirik kearah kibum yang berada disebelahnya dengan tatapan sendu. Beberapa jam kemudian lonceng pulang pun berbunyi.

Are you ready or not? You ready or not?

“oppa. Ada yang mau aku bicarakan denganmu.” Ucap yoora saat semua temannya keluar dari kelas dan hanya tinggal yoora dan juga kibum.

“mworago??” tanya kibum dan tersenyum. ‘aku sudah memutuskan memilih pilihan ini. Miane oppa’ batin yoora.

“oppa. Kita akhiri saja hubungan kita sampai disini!!” yoora membelakangi tubuh kibum, seakan tidak sanggup melihat wajah kibum saat mengucapkan kalimat ini.

“waeyo? Ya, chagi. Candaanmu itu tidak lucu tau?!” kata kibum dan memeluk yoora dari belakang. Dengan cepat, yoora menepis tangan kibum yang meligkar manis di pinggangnya.

“ani! Aku tidak bercanda. Kita akhiri saja hubugan kita sampai disini.“ ucap yoora dingin dan meninggalkan kibum yang masih tidak percaya atas ucapan yoora, gadis yang ia cintai.

Yoora pun meninggalkan kibum dengan terburu-buru. Saat ia sudah menjauh dari kelasnya, ia tak sanggup lagi menahan air mata yang sudah ia tahan. “miane oppa, miane..” ucap yoora lirih.

“hahahahahahahaha. . .!! akhirnya ia melepaskan kibum oppa juga.” Gumam seorang yeoja yang sedari tadi menyasikkan putusnya kibum dan yoora. Yeoja itu tidak lain dan tidak bukan adalah SO MI. So Mi pun buru-buru meninggalkan sekolah.

#Kibum Bedroom:
(Malam Hari)

“wae? Kenapa kau melakukan ini padaku, Choi Yoora?? Wae?” ucap kibum sambil menatap layar hpnya yang ber-walpaper  fotonya dengan yoora yang sedang tersenyum manis.

“apa salah ku?” lanjutnya. kibum berdiri dari tempat tidurnya. Ia berjalan kearah meja belajarnya. “hhhhhhhhaaaaaaaaahhhhh…..!!!” teriak kibum frustasi sambil  menyingkirkan semua barang yang berada di meja belajarnya. Dan alhasil, saat barang-barang yang ia singkirkan menimbulkan suara yag cukup keras.

“tuan muda” panggil seseorang dari balik pintu kamar kibum. “tuan muda. Apa tuan tidak apa-apa?” lanjut dan tanya orang itu khawatir. “ne, ahjumma. Aku tidak apa-apa. Aku hanya melatih suaraku saja.” Bohong kibum dengan suara yang ia buat setenang mungkin.

“Baiklah kalau begitu tuan” undur ahjumma. Kibum duduk di kursi belajarnya. Berusaha menahan air matanya yang sudah menggenangi pelupuknya saat ini.

“ani. Aku tidak akan membuatmu pergi dariku. Tidak. Aku tidak akan membiarkannya” gumam kibum sambil menggelengkan kepalanya.

“kau memutuskanku tanpa alasan. Aku tidak akan menerimanya. Aku tau, kau sangat mencintaiku yoora. Tapi kenapa kau melakukan ini?” gumam kibum kembali sambil menatap bingkai foto yang berada di meja
belajarnya.

“aku harus menanyakannya padamu. Yah, sekarang juga aku akan kerumahmu” ucap kibum lalu berdiri dari duduknya. Beberapa menit kemudian, kibum keluar dari kamarnya sambil membawa jaket dan juga kunci mobil.

Ia menuju ke arah garasi mobilnya. Mobil sport yang berwarna putih biru langsung ia masuki. Ia memasukkan  kunci mobil ke sebuah lubang yang pas dengan bentuk kunci mobilnya.

Kibum langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hanya satu yang ia pikirkan. Choi Yoora. Ia ingin menemui gadis itu dan menanyakan mengapa ia memutuskan hubungan mereka. Yang hampir mencapai 2 tahun. Kibum tidak fokus menyetir. Hingga akhirnya.. kibum mengerem mendadak mobilnya dan..

Cccciiiiittttt…….

Author:
“oppa, miane.” ucap yoora disela tangisnya.

Ppprrraanngggg . . .

Tiba-tiba saja bingkai foto yang tergantung didinding terjatuh kelantai. Bingkai itu berisikan foto yoora dan kibum. Sontak membuat yoora kaget. Cepat-cepat ia memunguti serpihan-serpihan kaca yang menyebar kemana-mana.

“ah, appo!” ringis yoora saat ujung serpihan kaca yang tajam menusuk jari telunjuknya. Yoora pun pergi keruang tengah untuk mengambil kotak P3K. Yoora membersihkan darah segar yang keluar dari jarinya. Setelah selesai membersihkan, yoora membalut lukanya dengan plester.

geu nuga nuga mworaedo naneun sanggwaneopdago geu nuga nuga yokhaedo neoman barabondago na dasi taeeonandaedo ojik neoppunirago jjaekkkakjjaekkkak sigani heulleodo o! nan! neol saranghanda malhaedo cheonbeon manbeon malhaedo nae gaseumsok da bultago mareun ipsul dartorok na dasi taeeonandaedo ojik neoppunirago jjaekkkakjjaekkkak sigani heulleodo o! nan!

Hp yoora berdering dengan nyaring, menandakan ada panggilan masuk. Yoora dengan malas mengangkat telepon tanpa melihat kelayar siapa yang menelpon.

“yeobseyo?” ucap yoora dengan malas. “yoora-ah! Ini aku, Krystal.” Jawab seorang yeoja bernama krystal dari seberang sana. “ne, wae?”. Hening seketika saat krystal memberitahukan kenapa ia menelpon.

Pandangan yoora kosong seketika itu juga. Ia tidak mempedulikan panggilan krystal dari seberang sana. Ia berlari secepat mungkin menuju halte bis dan meninggalkan hpnya yang masih tersambung dengan krystal.

Karena satu yang ia pikirkan saat ini. Kim Kibum. “hahahahahahha. . .! rencanaku berhasil!!” ucap krystal bangga dan segera memutuskan sambungan teleponnya dengan yoora.

Tuuut… tuut.. tuuttt….

Saat bis berhenti dihalte bis dekat rumah sakit yang ia tuju, dengan segera yoora berlari keluar dan memasuki rumah sakit.

“kibum-ah. Jebal, jangan tinggalkan aku” gumam yoora cemas. Kini yoora berada dilantai sepi. Sangat sepi sekali disana.

“ya. Yoora pabo. Kenapa tadi kau tidak tanya dimana kamar kibum di rawat pada suster yang menjaga?! Paboya!!” gerutu yoora dan memukul pelan kepalanya.

“yoora?” panggil seseorang dan yoora pun membalikkan badannya  mencari seseorang yang memanggilnya. Ia pun menemukan sosok seorang namja yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.

Kibum POV^

“aawwww, . . .!!” ringisku kesakitan saat ku rem mendadak mobilku.

“meong. .”.

“aiissshh. . .!! kucing itu dengan santainya berjalan. Apa dia tidak tau kalau hampir kutabrak??” gerutuku kesal seraya memperhatikan kucing tersebut berjalan dari dalam mobilnya.

“darah?” ucapku heran saat kulihat setetes darah segar jatuh mengenai tanganku. “aaiiisshhh”. Dengan cepat kulajukan mobilku mencari rumah sakit terdekat. *awas keyppa. Nanti kecelakaan lagi*

Kibum POV end^

oh baby stay with me naegyeoteman isseo jwo niga nae jeonbuyeotdan mallya (a-a-a-a-a-a-a-a) Stay in my heart
Oh baby stay together naman ireoke neoman barabogo inneungeonji (i-i-i-i-i-i-i-i) Stay in my heart

Ponsel kibum berdering dengan nyaringnya. Hae mengurangi kecepatannya dan mengankat panggilan teleponnya. “yeobseyo?”.

“kibum. Noa eoddiya?. Aku dan namjachinguku sudah dari tadi menunggumu, tapi kau belum muncul!!” omel seorang yeoja dari seberang sana. “miane krystal. Aku tidak bisa kesana. Aku harus kerumah sakit sekarang.” Jawab hae menyesal. “siapa yang sakit? Yoora?” tanya yeoja yang bernama krystal dengan nada khawatir. “anio! Tadi ada insiden
kecil yang membuat pelipisku terluka,” bantah dan jelas hae pada krystal.

“oooo!! Hihihihihihi. . . aku punya ide” ucap krystal jahil. “ya! Apa yang kau rencanakan. Huh??” teriak kibum kesal. Tapi sayang. Krystal sudah terlebih dahulu mematikan sambungan teleponnya.

Ttuuutt,. .  ttuuttt. . ttuutt. .

“aaiiisshhh!! Anak ini, selalu.. saja seperti ini!” gerutu kibum kesal pada chingunya yang satu ini. Yah, krystal itu anak yang jail sekali.

Sudah sepantasnya kibum khawatir pada rencana yang akan dilakukan oleh KRYSTAL. Tapi, seulas senyum menghiasi kegundahannya itu. “semoga saja, dia melakukan seperti apa yang aku pikirkan saat ini”.

#Dirumah Sakit

Kibum tiba di rumah sakit. Ia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang dokter untuk mengobati lukanya yang cukup parah itu. Setelah kibum selesai mengobati lukanya, ia langsung meninggalkan ruang dokter
tersebut.

“aku harus mendapatkan 3 jahitan?? Omo! Apa aku masih terlihat ganteng?” ucap kibum pada dirinya sendiri *author dicincang locker karena merusak wajah keyppa…!*

Saat kibum hendak menuju kearah lift, ia melihat seorang yeoja yang sangat familiar untuknya. Kibum melangkahkan kakinya lebih dekat lagi dengan yeoja tersebut.

‘yoora? Sedang apa dia disini? Apa jangan-jangan. . ini yang dimaksudkan krystal dengan rencananya itu?’ ucap kibum dalam hati. Kibum segera berjalan menghampiri yeoja itu.

Kibum POV^

“Yoora?” panggilku pada yeoja yang tak terlalu jauh dari tempatku berdiri. Ia membalikkan badannya. Kini, kami saling berhadapan satu sama lain. “kibum oppa?” ucapnya dengan setengah kaget.

Aku melangkahkan kakiku untuk lebih dekat padanya. Ia terlihat gugup saat aku berjalan mendekatiya. “apa yang sedang kau lakukan disini?”  tanyaku pura-pura tidak tau. Padahal sebenarnya aku tau, apa tujuan ia kemari. Aku.

“apa urusannya denganmu?” ucapnya ketus dan memalingkan wajahnya dariku. Ku tarik dagunya pelan agar pandangan kami saling bertemu.

Tapi, ia menepis tanganku kasar. Sakit rasanya, tapi tidak sesakit hatiku saat ini. Karena sikap dinginnya dan juga ia memutuskanku secara tiba-tiba tanpa memberitahukan apa alasannya.

“ada yang ingin kubicarakan padamu!” ucapku seraya menarik tangannya
pelan. Tapi, langkahku terhenti saat melihat sosok yeoja berdiri dihadapan kami. “so mi?” tanyaku heran. “oppa. Kudengar kau kecelakaan, jadinya aku kesini” ucapnya. “ooooo. .” hanya ucapan itu yang bisa kukeluarkan saat ini.

Kibum POV end^

^Yoora POV

‘cih. .! apa-apaan itu sikapnya? Aku benci bila melihat kibum oppa menatap seorang yeoja dengan tatapan seperti itu, selain aku!’ kesalku.

Aku menepis tangannya dengan cepat. Bukan karena aku takut pada so mi. Hanya saja, aku tidak bisa menahan benih-benih krystal ini dalam mataku. “tunangan mu sudah datang. Sebaiknya aku pergi, agar tidak menggangu kalian. Semoga kalian bahagia” ucapku ketus dan tersenyum paksa.

“apa maksudmu tunangan? Nugu?” tanyanya heran seraya menahan langkahku dengan mengengenggam tanganku erat.

“cih, kau tak usah pura-pura bodoh oppa. Ani, kibum-ssi!” ucapku dingin dan menatap kearahnya seolah memberi tau ‘lepaskan-ta-ngan-ku se-ka-rang!’

“tentu saja aku oppa!” ucap so mi teba-tiba dan mengait tangannya di lengan kibum manja. Rasanya aku igin sekali menampar gadis ini.

“apa maksudmu so mi?? Sejak kapan kita tunangan?” ucap kibum keheranan. “apa kau masih ingat perkataanmu saat kecil? Kau melamarku saat itu!!” ucap so mi mengingatkan kibum.

“hahahahahahaha. .! hahahahahaha. .” tawa hae. “so mi-ah! Itukan perkataan anak kecil, yang belum tau apa-apa saat itu. Saat itukan aku masih polos!” ucap kibum disela tawanya itu.

”tolong kecilkan suara anda” ucap seorang suster yang kebetulan lewat. “ah, miane” ucap kibum sambil membungkukkan badannya, tapi tetap menggenggam tanganku, seolah tidak mau kehilangan.

Aku hanya terkekeh saja melihat kelakuannya itu. “tapi kan. .”. “itu semua masa lalu so mi-ah. Kini, aku sudah ada yang punya. Dan satu lagi, hatiku hanya untuk yoora. Jadi, carilah namja yang lebih baik dariku. Aku yakin kau akan menemukannya.” Ucap kibum oppa memotong ucapan so mi.

Kibum langsung membawaku keluar dari rumah sakit. Samar-samar aku dengar suara tangis seorang yeoja yang aku yakini adalah so mi. Yah, pasti sakit bila kita ditolak oleh orang yang kita sukai.

^Yoora POV end

Author:
Yoora dan kibum pun tiba diparkiran mobil. Kibum membukakan pintu mobil seolah memberi isyarat kepada yoora untuk masuk kedalam. Dengan terpaksa, yoora masuk kedalam mobil.

Kibum mengintari mobilnya dan membuka pintu mobil depan sebelah  kanan.
Ia melajukan mobilnya kesebuah pantai. Setelah tiba disana, hae turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk yoora, agar bisa keluar (??).

Hening. Hanya suara deru ombak dan angin pantai yang mengisi keheningan diantara keduanya. “apa masih sakit, pelipismu?”  tanya yoora memecahkan keheningan.

“eemmm. Tidak terlalu sakit sekarang” jawab kibum dan tersenyum pada yoora. Tapi, yoora masih tetap menatap pandangan didepannya.

“miane” ucap yoora dan kibum bersamaan. Mereka saling bertatapan. Lama. Hingga akhirnya mereka tersadar.

“miane, aku memutuskanmu tanpa terlebih dahulu menanyakan  hubunganmu yang sebenarnya dengan so mi. Jeongmal miane.” Ucap yoora pada akhirnya. Yoora tertunduk seakan tidak mau menatap mata kibum.

“anio, gwenchana. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku  berkata ngawur pada so mi saat aku masih kecil” ucap kibum seraya menarik dagu yoora, agar gadis itu menatap kedua matanya.

“bisakah kita memulai semuanya dari awal?” tanya kibum kepada yoora. Kibum tersenyum sangat lembut, sedangkan yoora tersipu malu, karena perkataan, tatapan, dan senyum kibum yang membuatnya.. .

Dag.. dig.. dug..

“ne, oppa!” ucap yoora gembira dan memeluk kibum erat. Kibum pun membalas pelukan yoora tak kalah erat seakan tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. .

“oppa. Terus bagaimana dengan foto itu?” tanya yoora masih dalam pelukan kibum. Kibum mengelus rambut panjang yoora lembut dan tersenyum tipis.

“foto apa, eoh?” tanya kibum balik. Karena ia tak mengerti, foto apa yang yoora maksud. “foto kau bertunangan dengan so mi” jelas yoora lirih. Tapi kibum masih bisa mendengarnya.

“kan sudah kubilang. Aku tidak pernah bertunangan dengannya. Itu hanya perkataan anak kecil saja. trust me” ucap key dan mengeratkan pelukannya. Yoora hanya mengangguk kecil di pelukan kibum.

Gakkeum honjaseo gileun geotda
Jamshi meomchweo jooil hanbeon dooleoboda
Honjaraneun giboonae himi deul ddaen
Geuddaen nareul ddarahae, nareul nareul ddarahae, eh
Ddo honjaseo jamae deulda
Aesseo kkubeokkkubeok jichin nooneul gamda
Jakku maneun.maneun saenggakae jam motdeul ddaen
Geuddaen nareul ddarahae, nareul nareul ddarahae eh
A-yo, himi deul ddaen
Doong tah dak rhythmae gidae.eo, oh
Neol hyanghan oori.ae noraero, oh
Modu a-yo, modu a-yo
A-yo, jam motdeul ddaen
Took teoleo rhythmae matgigo, oh
Pyeolcheojil naeilae gidaero, oh
Modu a-yo, modu a-yo*

Flasback End**

“hhuuuaaammm. . .! yeobo, kajja kita tidur. Aku sudah mengantuk” ucap seorang yeoja pada namja disampingnya itu. “ne, kajja. Besok adalah hari pernikahan so mi dan joong ki” jawab namja itu. Tiba-tiba saja, namja itu menggendong istrinya yang membuat istrinya itu berteriak.

“ya! Kim Kibum. Turunkan aku.” Ucap yeoja itu seraya memukul dada namja yang bernama kibum. “nanti saja, chagi. Kalau kita sudah sampai ditempat tidur. *pikiran reader pasti sudah mulai yadong. Kekekekekekekeke. . .! digampar reader*

~Keesokan paginya. . .

“oppa, palli!” ucap yoora pada kibum yang berjalan dibelakangnya. Kibum pun berlari untuk mensejajarkan langkahya dengan yoora.

Mereka pun sampai disebuah gereja yang sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Beberapa menit kemudian, lantunan piano berbunyi tanda acara akan segera dimulai.

Pengantin pria yang memakai tuxedo putih memasuki gereja dan berjalan menuju altar yang disana sudah berada seorang pendeta.

Saat pengantin pria sampai, disusul oleh pengantin wanita yang berbalut gaun pengantin putih yang sangat anggun. Kini sang mempelai wanita berdiri tepat disamping pengantin pria.

“Saudara Song Joong Ki apakah anda bersedia menerima saudari Kim So Mi menjadi pendamping hidup anda? Apakah anda bersedia mencintai dirinya dengan sepenuh hati dalam keadaan,senang,sedih,sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kalian?” ujar pendeta itu.

“Saya bersedia menerima Kim So Mi sebagai pendamping hidup saya dan mencintainya sepenuh hati sampai maut memisahkan “ ujar joong ki lantang dan melirik kaearah so mi. Tidak dapat dia pungkiri juga dirinya yang merasa gugup saat mengucapkan kalimat itu ..

“Saudari Kim So Mi apakah anda bersedia menerima saudara Song Joong Ki
menjadi pendamping hidup anda? Apakah anda bersedia mencintai dirinya dengan sepenuh hati dalam keadaan,senang,sedih,sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kalian?”ujar pendeta itu pada so mi.

“Saya bersedia menerima Song Joong Ki sebagai pendamping hidup saya dan mencintainya sepenuh hati sampai maut memisahkan “Ujar so mi tak kalah lantangnya dengan joong ki. Dan menatap joong ki yang masih menatapnya.

“sekarang, kalian telah sah menjadi suami istri” ucap pendeta itu dan tersenyum  dan menatap joong ki dan so mi secara bergantian. Joong ki membuka kain putih yang menutup wajah so mi. Ia pun mendekatkan wajahnya. Dan akhirnya. .

CUP~. .

Bibir joong ki berhasil mendarat di bibir so mi. Para tamu undangan yang melihat pun bersorak ria dan memberikan tepuk tangan kepada pengantin baru ini. Setelah itu, mereka pun keluar dari gereja untuk mendapatkan bunga yang akan di lempar oleh so mi.

Setelah upacara pernikahan selesai, kibum dan yoora menghampiri kedua pengantin baru ini. “so mi-ah. Chukkae. Aku senang sekali. .!!” ucap yoora behagia dan memeluk so mi erat.

“chukae joong ki, akhirnya kau menikahjuga dengan pujaan hatimu ini” ujar kibum dan memeluk sahabatnya yang satu ini. “kajja, kita berfoto untuk kenang-kenangan” ajak joong ki.

Mereka pun menyuruh fotografer yang sudah mereka sewa utuk memfoto mereka. Setelah siap berpose, fotografer tersebut langsung memfoto mereka. .

KLIK. .

END. . .

Ote? Baguskah ato gajekah cerita ini?. miane, soalnya nih FF masih abal-abal. Haha.. tapi sekarang masih sama juga sih. So, readers. Don’t be silent readers. And don’t forget to comment

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “My Memory With You”

  1. Kim So Mi (Imaginary) … inget adeknya kimsoeun.. kim so mi jg namanya.. hihihi

    seru sih.. lumayan.. tp kurang gmna gtu aq sm flashbacknya… hehehe

    trus ini maincastnya lbh ke key n yoora kan? tp pas setelah flashback hrusnya sih mnrutku bnykin kisah yoora key lgi…

    tp overall.. lumayan ..
    keep writing

  2. perhatikan huruf setelah tanda petik. jangan lupa huruf besar ya sayang. eon juga masih belajar bikin FF.. jadi gak ahli banget lahh.. Tapi bebekal pengalaman, eon banyak diberi saran dan juga kritikan yang membangun… hehehe… masih ada kecolongan nama ‘Hae’ dikit.. kkkkk… mengenai cerita udah bagus kok^^ terus berkarya ne? Kita sama-sama belajar^^

  3. Ya ampuunnn.. Username eon kagak keliatan.. ulang comment dehh^^

    perhatikan huruf setelah tanda petik. jangan lupa huruf besar ya sayang. eon juga masih belajar bikin FF.. jadi gak ahli banget lahh.. Tapi bebekal pengalaman, eon banyak diberi saran dan juga kritikan yang membangun… hehehe… masih ada kecolongan nama ‘Hae’ dikit.. kkkkk… mengenai cerita udah bagus kok^^ terus berkarya ne? Kita sama-sama belajar^^

  4. Keren ffnya
    Cuma itu typo atau gimana ya
    Kok ada kibum tapi tbtb hae
    Aku kurang mengerti
    Terimakasih 😀

  5. krystal baik bgt :*

    Penulisannya lbh d perhatikan lg, sm ada typo ‘hae’ beberapa

    Hehe.. Aku jg masi belajar, keep writting chingu-ya

  6. Masih banyak nama ‘Hae’, tanda bacanya lebih diperhatikan, tulisannya dirapiin lagi…

    Ceritanya manis banget. Haha, nice story ^^

  7. Sempet ngira kibum ke tabrak trus yg manggil yoora tuh arwahnya.*abaikan -_-*

    kurng sreg deh sama posternya.Itu nae namching kyknya wjahnya kusut gitu.#plak.

    Yup,,Sama sperti komen2 di atas.Prhatikan tanda baca aja.Trus msih ada ‘hae2’nya tuh,wkwkwk.

    Humm,,good ff.
    keep writing.

  8. hihihihi
    msih ada nyangkut tuh nma Fishy oppa
    kkkkkkk
    but overall uda keren kok 🙂

    hah aku jga mau kek yoora
    hahaha
    tentunya ama Key dong
    #ngarep
    kkkk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s