Just Another Love Story [1.2]

Just Another Love Story [1.2]

Title : Just Another Love Story [1.2]

Author(*) : Flochan

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Lee Jinki a.k.a Onew, Kim Chan Byul (IC), Kim Kibum a.k.a Key

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Kim Jonghyun, Song Eun So(IC)

Length(*) : TwoShot

Genre(*) : Romance, Friendship

Rating(*) : PG-15

A.N :

Ini adalah FF pertamaku, mian kalo ceritanya mbosenin dan biasa2 aja. .hehehe. Masih amatir harap dimaklumi. .kutunggu kritik dan sarannya. .makasih buat admin yang uda mau ngepost FF ini. .hehe. .comment2nya ditunggu ya reader. .gomawo #deepbow

Byul P.O.V

“Am I wrong oppa ? apa salahnya seorang gadis bermimpi that she has a great namja and also a romantic love story just like a love story in novel, aku juga menginginkan nya oppa, I’m just an ordinary girl actually, oppa”,ungkapku. “No, you’re not ordinary but extraordinary to me and always like that”, tolak oppaku sambil terus menggenggam jemariku dan perlahan – lahan mengecupnya dan meletakkannya di dada bidangnya, “do you feel my heartbeat Byul-a ? aku tau kamu juga merasakan hal yang sama denganku, jadi kuminta mulai sekarang jangan anggap aku oppamu lagi dan pandang aku sebagai seorang namja, karena sejak dulu aku tidak pernah sekalipun menganggap dan memandangmu sebagai yeodongsaengku, aku selalu melihatmu sebagai yeoja, Byul-a, mianhae aku telah bohong padamu selama ini tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi, saranghae. .jeongmal saranghae Kim Chan Byul”, jelas Jinki oppa.  Aku tidak bisa lagi menahan keterjutanku jadi selama ini Jinki oppa loves me. .he loves me that much, jadi selama ini dia melindungiku, dia mengajariku, dia baik padaku bukan karena dia menganggapku sebagai yeodongsaengnya tapi karena dia mencintaiku.

Seketika itu juga aku langsung menarik tanganku yang sejak tadi digenggam Jinki oppa, “Oppa micheoso ?”, teriakku, “Oppa lupa aku sudah punya namjachingu ? Oppa sangat tahu seberapa besar cintaku pada namjachinguku dan Oppa masih berani menyatakan perasaan Oppa padaku ? Jinki Oppa lupakan aku, hilangkan perasaan Oppa padaku, karena perasaan Oppa itu pada akhirnya akan menyakiti Oppa, aku dan juga namjachinguku, lupakan aku Oppa jebal”, aku terus memohon pada Jinki Oppa, karena menurutku semakin lama dia menyimpan rasa itu, semakin dia akan merasakan sakitnya. “Arraseo Byul-a, aku akan mencoba melupakanmu dan menghilangkan perasaan konyol ini, tetapi bolehkah aku bertanya sesuatu ? ”,ucap Jinki Oppa sambil terlihat tetap tegar walaupun sebenarnya aku tau dia menahan emosinya, “Apa itu Oppa ? ”, tanyaku, “Apakah kau mencintaiku Byul-a ?”, ucapnya lirih tetapi tetap ada ketegasan di dalam suara lirih itu, aku terdiam sejenak, menyerapi pertanyaanya, berpikir apakah aku mencintainya ? “Babo Kim Chan Byul”, batinku, aku terus berpikir dan mengingat saat-saat aku bersamanya, aku merasakannya aku mencintai Jinki Oppa, saat-saat bersamanya aku merasa nyaman dan aku bisa bersandar padanya, mengandalkannya, dia selalu ada di saat aku sedih, dia selalu setia menjadi pendengar yang baik atas semua ceritaku, dan akhir – akhir ini entah kenapa saat melihatnya jantungku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya, saat dia mengacak – acak rambutku, saat dia mencubit pipiku, memelukku, pipiku memanas, dan rasanya seperti “There’s a butterfly in my stomach”. “Is it love ?”, tanyaku kepada diriku sendiri, tetapi kenapa bisa aku mencintai 2 namja di waktu yang hampir bersamaan ? it’s impossible. “Aku hanya menganggapmu sebagai Oppaku, perasaan sayangku ke Oppa adalah rasa sayang dongsaeng ke Oppa nya”, jawabku. Aku terus saja menunduk, tidak berani memandang mata Jinki Oppa, dia akan tau kalau aku berbohong kalau aku memandang matanya. “Are you sure Byul-a ? keundae, mianhae aku tidak bisa lagi jadi Oppa mu”, ucap Jinki Oppa, “Gwenchana Oppa, aku yang salah, aku yang menyakiti Oppa, mianhae. .jeongmal mianhae”.

Jinki Oppa beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkanku di café favorit kami sambil mengucapkan salam perpisahan nya. .ya aku rasa dia tidak ingin melihatku lagi mulai sekarang, “Anyeong Byul-a”, ucap Jinki Oppa lirih sambil bergegas pergi. Aku hanya terdiam memandangi punggungnya yang semakin menjauh dan akhirnya keluar dari café ini. Dalam hati aku berucap ‘Mianhae Oppa, Jeongmal Mianhae, Semoga Oppa menemukan seseorang yang tepat dan di saat yang tepat, Nado Saranghae Lee Jinki’.

———————————————

Still Byul P.O.V

03.00 PM

Aku menyusuri trotoar untuk menuju Konkuk University, kampus tempatku melanjutkan studiku dan mencapai impianku sebagai seorang sutradara film, aku hanya ingin duduk di taman kampusku untuk menenangkan diri, biasanya jam segini taman kampus cukup sepi, tak lupa aku membeli choco cheese ice cream di kedai ice cream yang tak jauh dari kampusku, kurasa saat ini aku sangat membutuhkan sesuatu yang dingin dan ice cream adalah solusi terbaik. .kekekekeke.

When I see your face, there’s not a thing that I would change, cause you’re amazing just the way you are

Nada dering ponselku berbunyi di saat yang tidak tepat, “Yeoboseo, ne Oppa wae ?”, kataku kepada suara seorang namja di seberang sana. “Chagiya jigeum oedisseo ? ”, tanya Kibum Oppa. “Aku di taman Konkuk Oppa, wae ?”, jawabku. “Kamu tunggu aku ya, 15 menit lagi aku sampai, aku sama Jjong ni”, kata Kibum Oppa riang. “Emang kita mau kemana Oppa, kok Jjong Oppa ikut?”,  tanyaku. “Kita mau ketemu chingu nya si Jjong, soalnya kita mau praktik dokter di rumah sakit punya keluarga chingunya Jjong, dia kuliah di Konkuk juga kok, mungkin kamu kenal orangnya Chagi ?”, jelas Kibum Oppa. “Siapa namanya Oppa ?”, tanyaku kepada Kibum Oppa. “Yaudah nanti aja kita bahasnya, ini aku mau sampe Konkuk, aku tutup dulu ya, Bye Chagi”, kata Kibum Oppa. “Bye Oppa, see you”.

Firasatku mengatakan aku mengenal orang yang dibicarakan Kibum Oppa tadi, keluarga namja itu kan punya sebuah rumah sakit besar di Seoul, semoga bukan dia orangnya, jebal semoga bukan dia.

———————————————

 

Still and Still Byul P.O.V

Taman Konkuk University 5 menit kemudian

Sesampainya Kibum Oppa dan Jjong Oppa di Konkuk, kita bertiga langsung menemui chingunya Jjong Oppa, yang katanya dia sedang berada di Studio Cinematography, ya jadilah aku yang menjelma jadi tour guide dadakan bagi mereka berdua karena mereka tidak tau seluk beluk Konkuk. .kekeke.

Aku membuka pintu studio dengan perlahan, agar tidak mengganggu penghuni – penghuninya yang lagi asik membuat film. Tampak seorang namja duduk membelakangi kami sekitar 5 meter di depan kami, dia sedang terfokus dengan layar di depannya sampai – sampai dia tidak menyadari seruan Jjong Oppa yang memanggilnya, dia baru menoleh dan menyadari bahwa ada seseorang yang memanggilnya saat Jjong Oppa ingin memanggil namanya untuk yang ke 5 kali.

End Of Byul P.O.V

Jinki P.O.V

‘Sepertinya ada seseorang yang memanggilku, tapi tetap saja mataku tidak dapat kualihkan dari layar kamera yang sedang merekam salah satu scene film pendek untuk projectku bulan ini’ batinku.

End Of Jinki P.O.V

Author P.O.V

Setelah beberapa saat, si empunya nama akhirnya menolehkan kepalanya ke sumber suara yang berseru memanggilnya tadi, lalu dia berjalan perlahan menghampiri Jonghyun, Byul, dan Kibum. Sesaat Jinki sempat terkejut kenapa yeoja yang sangat tidak ingin dia temui saat ini malah muncul di hadapannya, tetapi Jinki terus memasang muka tenangnya dan tersenyum menatap Jonghyun, chingu nya yang sudah lama tidak ia temui.

End Of Author P.O.V

Jinki P.O.V

“Jjong bagaimana kabarmu ? sudah lama kita tidak pernah bertemu, kau sudah jadi seorang dokter sekarang”, sapaku riang. “Aku baik Jinki-ya, kau sendiri bagaimana kabarmu? Sudah berapa film yang kau sutradarai ? ”, kata Jonghyun. “Aku sangat baik, ah masih beberapa film pendek untuk project”, kataku kepada Jonghyun. “Aku datang bersama chinguku, kita berdua rencana nya ingin praktik dokter di rumah sakit keluargamu, apakah boleh ?”, tambah Jonghyun lagi. “Tentu saja, itu masalah gampang”, yakinku.

“Kau pasti mengenal dongsaengku kan, dia satu jurusan denganmu dan juga hoobaemu?”, Tanya Jonghyun kepadaku. Aku mengalihkan tatapanku ke yeoja imut di samping Jonghyun, yeoja yang tidak akan pernah menjadi milikku, aku memandangnya cukup lama, sampai namja yang berdiri di sebelah yeoja itu berdehem cukup keras dan memandangku dengan tatapan bertanya-tanya dan sedikit tatapan tidak suka. “Jinki-ya, aku tau dongsaengku ini memang cantik sampai – sampai kau juga terpesona olehnya, tetapi dia sudah punya namjachingu”, kata Jonghyun menyadarkanku. “Jinki-ya kenalkan ini Kim Kibum chinguku yang juga akan praktik di rumah sakit keluargamu, dia namjachingunya Byul”, tambah Jonghyun lalu menunjuk kepada namja yang dipanggilnya Kibum tadi. Aku lalu bersalaman dengan Kibum dan mengucapkan Anyeong kepada Byul, aku tidak mau terlalu lama melihatnya seperti ini apalagi sekarang dia bersama namjachingunya.

Rasanya aku seperti ingin menolak permintann Jjong padaku agar dia bisa praktik di rumah sakit keluargaku hanya karena aku malas bertemu dengan namjachingunya Byul dan sebenarnya aku iri pada Kibum, dia bisa memiliki hatinya Byul sedangkan aku tidak, tetapi tentu saja aku tidak bisa menolak permintaan sahabatku sendiri.

‘Byul akan senang kalau aku membantu Oppanya, asal kau bahagia Byul-a, tidak apa-apa meskipun hatiku harus sakit lebih dalam lagi dari ini’ yakinku kepada diriku sendiri.

End Of Jinki P.O.V

Author P.O.V

“Jinki-ya sebenarnya aku datang kesini bukan karena ingin meminta bantuanmu, aku dan Kibum sudah optimis akan diterima di rumah sakitmu tanpa bantuan siapapun, kami yakin dengan kemampuan kami, pasti kami yang akan dipilih. .kekekeke”, ucap Jonghyun bangga kepada Jinki. “Jadi maksud kamu datang kesini apa ? ”tanya Jinki. “Aku hanya ingin tau siapa sunbae nya Byul yang sering dia bicarakan dan ingin berterima kasih juga karena dia sudah menggantikan aku menjaga Byul saat aku dan sibuk dengan ujian akhirku, dan ternyata sunbae nya itu kamu, Gomawo Jinki-ya sudah menemani dan menjaga Byul selama 6 bulan ini”, ucap Jonghyun sambil menepuk bahu sahabatnya itu.

“Cheonmaneyo Jjong”, ucap Jinki. “Jadi Jinki Oppa yang kamu ceritakan itu dia Chagi ?”, Tanya Kibum kepada Byul. “Ne Oppa, maaf belum sempat mengenalkan dia pada Oppa, Jinki Oppa adalah Oppaku yang kedua setelah Jjong Oppa”, ucap Byul kepada Kibum tanpa sedikitpun memandang Jinki. “Kalau begitu berarti aku juga berterima kasih karena kau telah menjaga yeojaku selama ini, gomawoyo Jinki ssi”, ucap Kibum tegas tapi tetap terukir senyum di wajahnya. “Panggil aku Jinki-ya saja, Kibum ssi, kau chingu Jjong berarti kau chinguku juga”, ucap Jinki seraya tersenyum lebar memandang Kibum. “Ne, kau juga kalau begitu panggil aku kibum saja atau kibumie”, ucap Kibum kepada Jinki.

“Onew Oppa”. Sebuah seruan dari seorang yeoja yang memanggil Jinki dengan nama Onew, ‘Onew memang nick name Jinki di kampus’ membuat mereka berempat menoleh ke sumber suara. Yeoja itu lalu berlari menghampiri Onew yang masih berdiri bersama Jonghyun, Byul dan Kibum.

“Eun So-ya kamu masih disini, bukankah kamu bilang padaku sudah pulang tadi ?”, tanya Byul kepada yeoja cantik nan mungil yang baru saja menghampiri mereka berempat. “Ani Byul-a, mian tadi aku bohong, aku kan ingin kasih surprise ke kamu kalau aku jadi main cast di film nya Onew Oppa. .kekeke”, kata Eun So bangga kepada sahabatnya itu lalu Eun So tersadar dengan keberadaan 2 namja disamping Byul. “Jonghyun Oppa, KIbum Oppa kenapa kalian ada disini ? ”, ucap Eun So kepada 2 namja di hadapannya. “Jinki adalah sahabatku Eun So-ya, aku kesini untuk menemuinya, aku kangen padanya”, ucap Jonghyun merajuk manja lalu memeluk Jinki tiba – tiba. “Ya Jjong, jangan peluk aku begitu, aku ini tidak sepertimu yang sukanya dengan namja, aku masih normal aku masih suka yeoja tau”, ucap Jinki galak dan langsung menyingkir dari Jjong. “YA Lee Jinki apa kau bilang ? aku suka dengan namja ? aku sudah punya yeojachingu. . . .YA LEE JINKI jangan lari kau”, teriak Jonghyun lalu mengejar Jinki yang tertawa terbahak – bahak melihat raut muka sahabatnya yang memerah karena malu.

Tingkah kedua sahabat itu membuat Byul, Eun So, dan Kibum tertawa melihatnya, dalam hati Byul berkata ‘Jinki Oppa teruslah tertawa seperti itu, aku selalu suka melihat kau tertawa lepas seperti sekarang, mianhae Oppa karena aku telah membuat Oppa menderita dengan bertemu Kibum Oppa seperti ini’.

“Byul-a, Kibumie kalian pergi duluan saja, aku masih ingin disini mengobrol bersama Jinki”, kata Jonghyun menghampiri Byul, Kibum, dan Eun So. “Ne Oppa, kami pergi dulu”, ucap Byul kepada Jonghyun. “Ne kalian hati-hati ya”, ucap Jonghyun kepada Byul dan Kibum sambil mengacak – acak rambut saengnya itu dan menepuk bahu Kibum. “Eun So-ya kamu dipanggil Jinki, cepat kesana”, ucap Jonghyun kepada Eun So.

Sepeninggal Byul dan Kibum, Jonghyun berjalan santai sambil melihat – lihat isi studio sambil menunggu Jinki menyelesaikan scene terakhir film nya. Jonghyun yakin pasti terjadi sesuatu antara saeng nya dan Jinki, terlihat sekali dari cara mereka memandang satu sama lain dan Byul terkesan menghindari tatapan Jinki, dan ia yakin bukan karena Kibum berada di sampingnya, pasti karena memang sudah terjadi sesuatu di antara mereka berdua, dan dia harus mencari tau sesuatu itu.

Wowowow Neukkimi joa neomuna joa Wowowow Dashi saranghal geot gata

Dering ponsel tanda ada sebuah message membuyarkan lamunan Jonghyun, dia lalu mengambil ponsel itu dari dalam sakunya dan segera membuka message yang ternyata dari Byul.

From : My Cutie Byul

Make him smile again Oppa jebal, ini semua salahku, aku tau Oppa menyadari sikapku dan sikap Jinki Oppa tadi. .make him smile Oppa  T.T

To : My Cutie Byul

Ne Byul-a arraseo, Oppa sudah mengerti itu, Oppa akan bertanya langsung pada Jinki, kamu tenangkan diri kamu saja. Just enjoy your day with Kibum. Byul-a HWAITING !!!

From : My Cutie Byul

Jeongmal Gomawo Oppaku tersayang 😀

Ne Oppa, Hyunie Oppa HWAITING !! Saranghae Oppa 😀

To : My Cutie Byul

Nado Byul-a \(^-^)/

End Of Author P.O.V

Jinki P.O.V

Fiuh akhirnya selesai juga project filmku, tinggal tahap pengeditan dan aku bisa menjauh dari seoul sebentar saja, aku hanya ingin menghilangkan dia dari pikiranku sejenak, kurasa menjauh dari seoul adalah solusi yang tepat agar aku bisa melupakannya.

Aku menghampiri Jonghyun yang sedang berdiri melihat salah satu hoobaeku mendirect film di studio ini. “Jjong, mian sudah membuatmu menunngu lama”, ucap Jinki menepuk bahu Jonghyun sambil tersenyum  sangsi. “Cheonmaneyo Jinki-ya tidak lama kok”, ucap Jonghyun sambil tersenyum tulus. “Ayo kita ke coffee shop langganan kita dulu Jjong, I just need a coffee right now”, ucap Jinki. “Ne, kajja Jinki-ya”, ucap Jonghyun sambil berjalan disamping Jinki.

End Of Jinki P.O.V

Author P.O.V

At the Coffee Shop

Kedua sahabat itu mengobrol santai sambil sesekali menyesap Americano Coffee favorit mereka, tiba – tiba saja Jinki merasa dia harus mengungkapkan perasaannya untuk dongsaeng Jonghyun itu, sejak mereka bersahabat kira – kira 7 tahun yang lalu mereka tidak pernah menyembunyikan 1 hal apapun, mereka berdua selalu terbuka terhadap satu sama lain, lagipula Jonghyun selalu bisa mengerti dan menenangkannya di saat seperti ini.

“Jjong aku ingin mengatakan sesuatu, mungkin juga kau sudah menyadarinya dengan melihat sikapku tadi, aku juga tidak mungkin menyembunyikannya darimu, kau selalu tau Jonghyun-a”, ucap Jinki pelan sambil menatap lurus Jonghyun, sesekali dia menunduk menahan emosinya yang ingin segera tumpah. “Ne silahkan, aku akan mendengarkanmu”, ucap Jonghyun tersenyum sangat tenang. “Aku sudah lama mencintai Byul, aku tau aku memang babo, aku sudah tau dia punya namjachingu tapi tetap saja aku tidak bisa melupakan perasaanku pada Byul, semakin hari perasaanku padanya semakin dalam, aku sudah mengatakan perasaanku pada saengmu, Jjong”, jelas Jinki. “Lalu apa kata Byul ?”, tanya Jonghyun. “Dia bilang kalau dia hanya menganggapku sebagai Oppanya, sama seperti dia menganggapmu, tapi aku tau dia juga mencintaiku Jjong aku bisa melihat itu, aku bisa melihat perasaannya, tapi entah karena Byul tidak menyadarinya atau memang karena Kibum”, kata Jinki lirih. “Jinki-ya sebenarnya aku juga tidak tau dan tidak menyangka kalau kau akan mengungkapkan perasaanmu pada Byul, tapi sejauh yang aku tau selama ini Byul memang menyukaimu bahkan mencintaimu, meskipun dia tidak bilang padaku tapi tingkah lakunya sudah menunjukkan semuanya, tapi saat ini dia sedang bingung dengan perasaannya sendiri, baginya semua ini impossible karena tidak mungkin dia mencintai 2 namja di saat yang bersamaan, di sisi lain dia sangat mencintai Kibum dan tidak bisa melepaskan Kibum, tapi di sisi yang lainnya dia juga tidak bisa kehilanganmu, dia juga mencintaimu”, jelas Jonghyun meyakinkan sahabatnya itu.

Meanwhile in Kibum’s car

“Kita mau kemana chagi ?”, tanya Kibum mesra pada Byul. “Terserah Oppa saja”, jawab Byul lemas. “Kok terserah aku. .knapa chagi kok sedih gitu, what I can do to bring your beautiful smile back ?”, tanya Kibum. Dia menepikan mobilnya lalu menatap Byul dalam tetapi Byul malah menghindari tatapan Kibum, “Byul-a look at me. .look at me when I’m talking to you”, kata Kibum tegas dan tetap menghujani Byul dengan tatapan tajam.

Mendengar nada bicara namjachingunya itu mau tak mau membuat Byul menatap Kibum, Kibum pun langsung menatap Byul tepat di mata tetapi tatapan tajam Kibum tergantikan dengan tatapan teduh dan penuh kasih sayang saat dia melihat raut muka Byul yang sendu. “What’s wrong chagi, you can share it with me, jangan dipendam sendiri chagi”, ucap Kibum sangat tenang sambil membelai lembut rambut sebahu Byul. “Oppa kita ke taman itu aja, aku akan ceritakan semuanya ke Oppa tapi Oppa jangan marah sama Byul ya, yaksok ?” kata Byul sambil menautkan kelingkingnya ke kelingking Kibum.

Back to Jjong and Jinki

Jinki mendengarkan perkataan sahabatnya, perkataan Jjong mengenai Byul tepat sesuai dugaannya, yeoja itu memang mencintainya dan juga Kibum, tapi Jinki tidak akan sejahat itu untuk merebut Byul dari Kibum. “Lalu apa yang harus kulakukan sekarang Jjong ?”, kata Jinki frustasi. “Tunggu atau lupakan Byul”, kata Jjong tegas. “Baiklah aku akan menunggunya meskipun untuk waktu yang lama, aku ingin dia hanya melihatku, hanya aku”, kata Jinki.

End of Author P.O.V

Byul P.O.V

Sudah 2 jam aku duduk melamun di kelas bahasa inggris ini, sudah 2 jam pula dosenku Mr. Danny Kim menjelaskan panjang lebar tentang. . .aissh aku juga tidak tau beliau menjelaskan apa. Aku merutuki diriku sendiri, kenapa juga aku memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Kibum Oppa. .kau memang babo Kim Chan Byul. .yeoja babo.

Aku mengingat – ingat kejadian di taman kemarin saat aku menceritakan pada Kibum Oppa kalau Jinki Oppa sudah menanyakan perasaannya padaku, tapi reaksinya lah yang membuatku semakin stress, kenapa dia tidak marah sama sekali, malahan wajahnya sangat tenang.

“Oppa waeirae, kenapa Oppa tidak marah padaku ?”, tanyaku heran pada namja di sampingku ini. “Kenapa harus marah chagi, aku sudah tau perasaan Jinki padamu”, kata Kibum Oppa tenang sambil tersenyum menatapku. “Darimana Oppa tahu ?”, tanyaku polos. “Sekali lihat saja aku sudah tau chagi, caranya menatapmu tadi berbeda dengan cara Jonghyun menatapmu, padahal kan kau bilang dia sudah seperti Oppamu sendiri”, Jelas Kibum Oppa. “Mianhae Oppa”, kataku lemas sambil menunduk, tidak berani menatap wajahnya. “Sudahlah chagi, kamu nggak salah apa-apa, maklum kan kalau Jinki suka dengan yeoja cantik, imut, dan baik hati seperti chagiku ini”, kata Kibum Oppa sambil mengangkat daguku perlahan, membuatku mau tidak mau langsung menatap wajahnya, menatap mata tajam Kibum Oppa yang selalu kusukai, mata tajamnya seolah menghipnotisku, tiba-tiba saja Kibum Oppa mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku, dia mencium keningku dengan lembut lalu turun ke pipiku dan turun lagi ke bibirku, bibir merah nan tipis itu menyentuh bibir mungilku, lalu dilumatnya bibirku dengan perlahan dan sesekali menyesapnya, aku selalu menyukai cara Kibum Oppa menciumku, sangat lembut dan perlahan tanpa emosi. Setelah 5 menit dia melepaskan ciumannya lalu dia beralih membisikkan sesuatu padaku, “Saranghae yeongwonhi Byul-a, jeongmal saranghae”, ujarnya lalu tersenyum hangat sambil menatapku. “Nado Oppa”, kataku sambil tersenyum tulus pada Kibum Oppa.

Oppa kenapa kau begitu baik padaku, aku tidak tega menyakitimu, tapi aku juga sangat menyayangi Jinki Oppa. . . . . .Ottokhae.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Just Another Love Story [1.2]”

  1. Hyaah.. Ottokhae? Ottokhaeyo?? Kalo aku jdi byul aku pasti bakal bingung milihnya.. Abis dua2nya baik.. Hehe..
    Next ya..

  2. First kah??
    Thorrrrr,,, knpa pmikiran kita sama,haha

    q jg bwt ff yg crtanya si yeoja ska ma 2 namja,dan namja ny it Onew ma key,,
    tp sungguh q gak copas ff mu, suer deh *angkat jari bentuk V*

    q jg ru tau ff mu skrang,
    author prcya kan sma aku?? Sungguh ini benar” kebetulan. .

    Lanjuuutttt thor, FIGHTING

  3. aku kira ini awalnya bromance looooh.
    Aku kira onyu itu beneran oppanya byul. Taunya bukan -___-

    sini onyuuuuu daripada ribet mending sama aku aja :3
    namaku byul juga kok, sama aja kan 😉

    aku byul gi. Kim chan byul sama Jung byul gi beda tipis kaaaan? ;D #abaikan

  4. Huaaaaa
    Denger jinki cerita itu sedihh
    Kaya pengen byul ama jinki aja gitu
    Tapi ngeliat reaksinya kibum yang gitu
    Jadi sedih jugaaa kaya pengen byul ama key aaja
    Haduhhhhh :”(
    Lanjuuut

  5. Yaaa ko jdi aqu yg dilema ya?#pltagz..
    Milih yg mana..????!?
    Byul ayo kita pilih ^^
    cap cip cup kembang kuncup#plak*abaikan*

    Penulisan dialog lbih diperhatikan ajj thor,hehe.

    lanjut thor,fighting!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s