My Princess for Me – Part 3

My Princess for Me (Part 3)

Title                       : My Princess for Me (Part 3)

Author                  : Papillon Lynx

Maincast             :

–          Jung Bersaudara  :

Jung Yoo Ra, covered by Park Gyuri KARA

Jung You Ni, covered by Han Seungyeon KARA

Jung Yoo Na, covered by Jung Nicole KARA

Jung Yong Hee, covered by Kim Jaekyung RAINBOW

Jung Yeon Sang, covered by Goo Hara KARA

Jung Yoo Jin, covered by Kang Jiyoung KARA

 

–          Lee Bersaudara  :

Lee Jinki SHINee as Lee Jinki/Jura, covered by Lee Jinki SHINee

Kim Jonghyun SHINee as Lee Jonghyun/Hyun, covered by Kim Jonghyun SHINee

Kim Kibum aka Key SHINee as Lee Kibum aka Key/Ken, covered by Kim Kibum aka Key SHINee

Choi Minho SHINee as Lee Minho/Mui, covered by Choi Minho SHINee

Lee Taemin SHINee as Lee Taemin/Taega, covered by Lee Taemin SHINee

No Minwoo Boyfriend as Lee Minwoo/Mir, covered by No Minwoo Boyfriend

 

Support Cast      : Raja (Aboeji/Appa), Ratu (Eomonim/Eomma), Selir Raja (Eommonim/Eomma), Para

  Dayang, Para Pengawal, Yuri, Dewa Jodoh, Peramal, Dayang Choi

Genre                   : Family, Life, Romance, Fantasy, Angst

Length                  : Sequel

Rating                   : PG – 16

Summary             :

 

“Jadi, benarkah aku sudah mati?”

 

“Baiklah. Entah kenapa, tubuh pengganti yang sudah bersatu denganku ini juga membuatku ingin terus berada di sampingmu. Mungkin, Minho dan kau dulu sudah saling mengenal.”

 

“Kenapa kau diam saja? Bukankah kau ingin tahu bagaimana wajah calon suamimu, Putri Yoo Na? Jika kau melihatnya kau pasti akan menyukainya.”

 

“Ya. Kita akan menikah. Me-ni-kah. Bukankah itu tujuan awal kalian datang ke sini? Merelakan diri kalian dijadikan persembahan pengantin?”

 

“Lalu, apakah dewa dan manusia boleh menikah? Bukankah itu aneh?”

 

“Bunuh aku. Dengan begitu nyawaku dan raga Jonghyun akan terpisah. Dan kau bisa percaya kalau raga yang kugunakan ini memang benar raga Jonghyun.”

 

  1. A.      N                 :

Penasaran setelah baca summary-nya? Haha.. Udah ngga sabar ya? Langsung aja. Happy reading! RCL ya.. ^^

 

-ALL POV IS AUTHOR’S POV-

 

@@@

 

NYAMAN. Hangat. Dimana aku? Apakah aku sudah mati? Apakah ini di Surga? Batin You Ni. You Ni menggeliat dalam tidurnya. Mencoba melemaskan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Perlahan ia membuka matanya.

DEGH!

Dimana aku?? Ini kamar siapa?

You Ni memandang ke sekitar. Ia berada di atas tempat tidur tradisional. Bantalnya berbentuk persegi panjang berwarna merah dengan ukuran sedang yang terlihat keras dan kaku. Di pinggir tempat tidur itu dihiasi oleh kelambu berwarna keunguan.

“Kau sudah bangun rupanya.” You Ni menoleh cepat ke sisi kanannya. Dan terlonjak melihat sosok asing duduk di sisi itu. Sosok itu memakai jubah berwarna biru gelap dan terlihat tampan. Matanya besar. Bibirnya tebal. Dan hidungnya mancung sekali. You Ni sempat terpesona sebelum suara berat namja itu terdengar lagi. “Kau pasti bingung sekarang kau ada dimana?” Tunggu! Ini seperti suara dalam mimpiku. Jangan-jangan..

“Kau.. Apakah kau yang-“

“Ne. Maja, You Ni-ah. Aku yang selalu datang ke dalam mimpimu.” Potong namja itu. You Ni menutup mulutnya yang setengah terbuka. Namja itu bisa membaca pikirannya.

“Jadi, benarkah aku sudah mati?” tanya You Ni takut-takut. Namja itu menggeleng.

“Anni. Kau belum mati. Kalungmu menyelamatkanmu dan saudara-saudaramu.” Reflek You Ni menyentuh kalungnya. Lagi-lagi kalung itu memendarkan cahaya keunguan.

“Siapa kau? Apa mungkin kau adalah dewa? Dewa yang Appa dan peramal itu katakan akan mendatangkan bencana jika kami tak dijadikan persembahan? Dimana saudara-saudaraku??” tanya You Ni bertubi-tubi. Namja itu tersenyum. Perlahan, satu tangannya terangkat, mencoba untuk menyentuh wajah You Ni. Namun You Ni sedikit menghindar, membuat namja itu mengurungkan niatnya.

“Ya. Kau benar lagi. Aku Mui. Dewa Air. Kau bisa memanggilku Minho. Dan ini adalah Kerajaan Enam Dewa. Kerajaan milikku dan kelima dewa yang lain. Peramal itu berdusta. Aku tak pernah berencana akan mendatangkan bencana. Aku juga tak pernah meminta persembahan pengantin. Namun, aku menerima kalian semua datang ke sini. Karena aku ingin bertemu denganmu. Kalungmu. Mengenalmu. Dan saudara-saudaramu yang lain bersama dengan saudara-saudaraku. Gokjonghajima (Jangan khawatir).” Jawab Mui panjang lebar dengan suaranya yang berat namun terdengar lembut dan berhati-hati. Mui tidak ingin membuat yeoja di hadapannya ketakutan.

“Kalungku? Kenapa kau tertarik dengan kalungku?”

“Bukankah peramal itu telah mengatakan bahwa kalung milikmu itu menghubungkan dunia kita? Itu yang membuatku tertarik. Dan.. Karena aku memiliki kalung yang sama.” Mui menarik kalung yang menggantung di lehernya. Memperlihatkannya pada You Ni. You Ni terperangah dibuatnya.

“Bagaimana bisa? Kalung ini milik nenek moyang keluarga kerajaan. Dan setahuku hanya ada satu.” Sergah You Ni cepat.

“Ya. Memang seperti itu. Tapi sebenarnya kalung ini memang dibuat sepasang. Aku yang membuatnya. Dan aku memberikan salah satunya pada nenek moyangmu, You Ni-ah. Aku dan dia dulu saling mencintai. Dia adalah pengantin pertamaku. Namanya Jung So Ah.” Mui berkata jujur. Mata You Ni membulat.

“Mwo?! I-itu ar-artinya kau sudah berumur ratusan tahun?!” tanya You Ni yang masih belum bisa menerima kenyataan yang terasa sangat khayal baginya sekarang.

“Begitulah. Mungkin umurku sudah mencapai 888 tahun. Tapi kau tahu, aku adalah dewa. Penampilan fisikku takkan menjadi tua hanya karena umurku terus bertambah. Dan aku baru saja mendapat tubuh pengganti ini kemarin. Namanya Minho. Itu sebabnya aku memperbolehkanmu memanggilku Minho. Bagaimana? Terlihat tampan, bukan?” tanya Mui mencoba mengalihkan pembicaraan. Jujur, ia tak ingin mengingat Jung So Ah lagi. Itu adalah kisah cinta pertamanya. Dan cukup menyakitkan baginya.

“Begitukah? Ya.. Kau memang tampan.” Jawab You Ni ragu. Bukan ragu dengan ketampanan namja di hadapannya. Namun ragu dengan jawabannya. Apakah akan terkesan memalukan jika mengatakan seperti itu? Aish, ettokhae?? Batin You Ni. You Ni merasa malu.

“Kau adalah pengantinku, You Ni-ah.”

“Nde?” You Ni mencoba memastikan kalau telinganya hanya mendengar sesuatu yang salah.

“Ya. Besok adalah upacara pernikahan kita.” Mui tersenyum dan mengecup kilat dahi You Ni. Wajah You Ni sontak bersemu kemerahan. “Tidurlah. Kau masih terlihat lelah. Jaljayo..”

GREP!

Baru saja Mui hendak melangkah namun You Ni menangkap tangannya. Mui menoleh.

“Bisakah kau menemaniku? Aku.. Aku.. Takut. Suasana di sini sangatlah berbeda.” Namja itu tersenyum lembut dan duduk di pinggir tempat tidur.

“Baiklah. Entah kenapa, tubuh pengganti yang sudah bersatu denganku ini juga membuatku ingin terus berada di sampingmu. Mungkin, Minho dan kau dulu sudah saling mengenal.” Mui tersenyum. Namun perkataan Mui menambah beban pikiran baru bagi You Ni. Aku dan Minho.. Saling mengenal? Siapa Minho? Batin You Ni heran.

Mui membantu You Ni merebahkan dirinya. Mui mengusap puncak kepala You Ni perlahan.

“Tidurlah. Aku akan terus menjagamu di sini sampai pagi.” You Ni mengangguk lemah dan mulai memejamkan matanya.

@@@

“YA! Neo michieosseo (Kau sudah gila)?!” Yoo Na melempar sebuah vas bunga berukir pada seorang dayang yang hendak mendandaninya dengan gaun pengantin. Untung saja dayang itu bisa menghindar dengan cepat sebelum vas bunga itu tepat mengenai wajahnya.

“Putri, Putri. Tolong jangan seperti ini. Saya hanya menjalankan perintah. Ini perintah Dewa Api.” Kata dayang itu berusaha sabar. Yoo Na menekuk kedua tangannya di pinggangnya dengan wajah yang sangat kesal.

“Untuk apa aku memakai gaun pengantin?! Andwae! Aku tak mau menikah dengan Dewa Api itu! Sok sekali dia. Aku saja belum pernah bertemu dengannya, kenapa aku harus mau menikah dengannya?! Itu konyol!!” marah Yoo Na sambil berbaring ke atas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. “Ck, aku bisa gila jika seperti ini terus.” Gumam Yoo Na.

“Mungkin kau akan tergila-gila jika melihat wajahku, Putri.” DEGH! Suara seorang namja? Apakah dayang itu sudah berubah menjadi namja? Maldo andwae (Tidak mungkin)! Nah, sekarang aku mulai menjadi gila di sini! Batin Yoo Na seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kenapa kau diam saja? Bukankah kau ingin tahu bagaimana wajah calon suamimu, Putri Yoo Na? Jika kau melihatnya, kau pasti akan menyukainya.” DEGH! Suaranya.. Suaranya.. Mirip suara Key Seonsangnim!

Yoo Na mengangkat tubuhnya dan menoleh ke arah pintu geser yang berada di sisi kanan kamarnya. Ups, kamarnya? Entah kamar siapa. Dia ada dimana juga Yoo Na sama sekali tak tahu. Tapi anggap saja seperti itu. Baginya, ia sudah sangat bersyukur masih bisa bernafas setelah tenggelam ke dalam sungai malam itu.

“Hai..” sapa namja yang sedang menyenderkan bahunya di daun pintu geser itu. Namja itu tersenyum. OMO! A-a-apakah i-itu Key Seonsangnim?! Pekik Yoo Na dalam hati. Wajahnya.. Benar-benar..

“Katakan kalau kau bukan Key Seonsangnim! Benar, kan??” Namja itu tersenyum.

“Memang bukan. Namaku Ken. Dewa Api yang akan menikahi seorang putri. Yaitu.. Kau.”

“MWO?! Naega wae (Kenapa aku)?!” tanya Yoo Na setengah membentak. Ken mengangkat bahunya.

“Mollayo. Kata Mui, aku boleh memilih pengantin. Dan ketika kau dan saudara-saudaramu datang, aku lah yang menolongmu. Membawamu sampai ke sini. Menyelamatkanmu. Jadi ya.. Secara tak langsung aku memilihmu.” Jelas Ken enteng dengan wajah innocent-nya. Yoo Na mendelik kesal.

“Aiishh, jincca! Siapa itu Mui? Cepat antarkan aku padanya!” Yoo Na bangkit dan hendak pergi. Namun Ken mencegahnya.

“Kau akan bertemu dengannya nanti. Tapi, kau harus berdandan dulu menjadi pengantin yang sangat cantik. Maukah kau??” Ken tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya. Hal itu membuat pipi Yoo Na merona seketika. Yoo Na salah tingkah dan mengalihkan tatapannya. Jantungnya berdetak kencang. Rasanya sama seperti saat ia berdekatan dengan Key Seonsangnim.

“SHIRREO! Michin namja!” kata Yoo Na menutupi rasa malunya.

“Terserah apa katamu. Kita akan tetap menikah. Ah iya, changkamman.” Cih, apalagi yang akan Dewa Tengil ini lakukan? Batin Yoo Na. Yoo Na  terus memperhatikan namja di hadapannya. Yoo Na terperangah ketika sebuah kobaran api kecil muncul di telapak tangan kanan Ken. Ken tersenyum. Saking takjubnya, Yoo Na tak sadar kalau tangan kanan Key itu menyentuh kepalanya. Yoo Na merasa aneh dengan kepalanya. Dia baru sadar. Itu api! Ken membakar rambutku?! “Nah, begini lebih cantik. Aku suka yeoja berambut panjang.” Ken menyeringai dan keluar dari dalam kamar.

Yoo Na menghampiri cermin dan menatap dirinya.

“Ya Tuhan, rambutku tidak terbakar. Justru malah menjadi panjang. Apa Dewa Tengil itu seorang kapster (ahli salon)?! Kenapa dia bisa mengubah rambutku seperti ini??” Banyak pertanyaan menelusuri setiap ruang dalam benak Yoo Na sekarang tentang Ken.

@@@

 

“Putri! Putri! Tolong, berhati-hatilah! Jangan berlari-lari seperti itu.” Yoo Jin tak menghiraukan nasihat dayang yang entah sejak kapan selalu membuntutinya. Yoo Jin tak tahu ia dimana. Ia mengangkat roknya sedikit ke atas agar ia bisa berlari dengan bebas. Sejauh ia berlari, ia justru semakin bingung dan tidak bisa menemukan jalan keluar.

“Dimana kakak-kakakku?” Yoo Jin berlari lagi dan tanpa sengaja masuk ke dalam sebuah ruangan. Mata Yoo Jin terbelalak ketika kedua matanya menangkap dengan jelas sesuatu yang sangat dikenalnya.

“CHUNJI!” Pekik Yoo Jin senang ketika melihat binatang peliharaannya ada di tempat itu. Chunji langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukan Yoo Jin.

“Kau senang bertemu dengannya?” DEGH! Yoo Jin menoleh ke sumber suara. Ia melihat seorang namja berambut hitam pendek, sedang balik menatapnya.

“Nugu?” tanya Yoo Jin hati-hati. Namja itu mendekat.

“Namaku Mir.” Jawab namja itu.

“Mir?? Namamu aneh.” Alis Yoo Jin bertaut.

“Benar. Aku salah satu dari enam dewa itu. Aku dewa terakhir. Dewa Petir. Emm.. Itu nama bekenku. Hehe..” Guratan-guratan di dahi Yoo Jin semakin banyak.

“Aigoo.. Jangan terlalu memikirkannya.” Mir mengusap dahi Yoo Jin yang berkerut membuat yeoja itu berhenti mengkerutkan dahinya. Dan tergantikan dengan pipinya yang bersemu merah.

“Kau.. Bagaimana caranya membawa Chunji ke sini?” tanya Yoo Jin mengalihkan pembicaraan.

“Aku dewa. Kau ingat itu kan? Itu mudah sekali.” Yoo Jin menggembungkan pipinya. Namja di hadapannya ini angkuh sekali. Apakah ada dewa yang angkuh sepertinya? Batinnya. “Ah iya, cepat ganti bajumu.”

“Waeyo??” kata Yoo Jin sambil mengelus-elus kepala si Chunji.

“Lho? Hari ini kita akan resmi menjadi pasangan suami-istri. Kau akan menjadi mempelai wanitaku.” Sontak, Chunji jatuh dari gendongan pemiliknya.

“Mworago (Apa katamu)??!!”

“Ya. Kita akan menikah. Me-ni-kah. Bukankah itu tujuan awal kalian datang ke sini? Merelakan diri kalian dijadikan persembahan pengantin?” Yoo Jin menepuk dahinya. Ia baru ingat hal itu. Tapi ada beberapa hal yang masih membuatnya bingung.

“Bagaimana cara kita menikah? Apakah di sini ada gereja? Atau masjid? Haruskah kita memanggil pendeta? Atau penghulu? Eottokhae?? Kita menikah secara apa? Agama? Atau hukum??” tanya Yoo Jin bertubi-tubi membuat Mir bingung setengah mati.

“YA! Kita menikah saja. Tak ada yang seperti itu. Kau kira kita ini ada di dunia apa, huh? Manusia? Sekalian saja kau tanyakan apakah kita sudah memesan katering, undangan, wedding organizer, dan lainnya.” cerocos Mir merasa kesal.

“Nah, itu kau tahu. Sudah dipesan?” tanya Yoo Jin tanpa ada sedikitpun rasa bersalah. Mir memijat pelipisnya merasa frustasi dan kewalahan menanggapi yeoja di hadapannya.

“Aku tahu karena aku sering mengunjungi dunia manusia. Tapi bukan berarti kita akan menikah layaknya seperti manusia. Sekarang kita tinggal di dunia yang berbeda. Dunia Enam Dewa. Kerajaan Enam Dewa. Yang jelas, kita menikah secara dewa. Titik.” Kekesalan Mir sudah mencapai ubun-ubunnya. Mir meninggalkan Yoo Jin sendiri di ruangan itu. Yeoja yang aneh. Seharusnya ia kaget dan menolak untuk menikah kan? Seperti putri-putri yang lain. Tapi ini?? Aiish.. Dia malah sibuk mengurusi hal-hal semacam itu. Gerutu Mir dalam hati.

“Tunggu sebentar. Sebelumnya aku tak pernah banyak bicara seperti ini. Apakah tubuh Minwoo ini mempengaruhi karakterku? Apakah ini efeknya? Sifat-sifat dari raga yang sudah meninggal dan dijadikan tubuh pengganti akan melekat pada diri kami? Benarkah seperti itu? Aku harus menanyakannya pada Jura Hyung sekarang.” Gumam Mir seraya menghilang dengan kilatan petirnya.

@@@

 

Pesta pernikahan Enam Dewa pun digelar. Hanya ada Enam Dewa, Enam Putri dan para dayang yang hadir dalam pesta itu. Pesta itu terlihat sederhana. Cahaya terang bulan malam itu juga membuat suasana semakin romantis.

Sekarang, keenam pasangan pengantin itu sedang duduk di atas perahu mereka masing-masing di tengah sungai. Sungai itulah yang membawa keenam putri sampai ke Kerajaan Enam Dewa dan sungai itu pula yang berhubungan langsung dengan Sungai Jeollado di Istana Persinggahan Ratu. Di atas permukaan sungai tumbuh banyak sekali bunga teratai yang sedang mekar dengan indah. Selain itu, mempelai wanita terlihat cantik dengan mengenakan kain yang sama yang menutupi tubuh mereka. Kain panjang berwarna merah dan rambut panjang mereka dibiarkan terurai begitu saja. Wajah mereka menjadi samar-samar karena kain tipis berwarna merah yang menutupi kepala dan wajah mereka. Bagaimana dengan mempelai pria? Mereka mengenakan kain yang sama namun berwarna gelap.

“Mir..” gumam Yoo Jin yang duduk berhadap-hadapan dengan Mir di atas perahu mereka. Mir yang sedang memandangi bulan menoleh ke arah yeoja yang tertutupi wajahnya dengan kain merah itu. Dapat Mir akui, Yoo Jin terlihat sangat cantik malam ini.

“Hm?” Mir hanya menggumam.

“Sedang apa kita di sini? Apakah dengan berada di atas sungai seperti ini tandanya kita sudah menikah? Praktis sekali caranya.” Komentar Yoo Jin. Mir hanya mendesah kesal.

“Kau cerewet sekali. Tunggu saja. Nanti Dewa Jodoh akan datang dan menikahkan kita semua.” Jawab Mir sambil mengalihkan pandangannya ke bulan lagi. Yoo Jin membulatkan bibirnya tanda mengerti.

Sedangkan di perahu milik Yoo Ra dan Jura, mereka berdua terlihat canggung satu sama lain.

“Emm..” Yoo Ra mulai berbicara.

“Katakan saja, Yoo Ra-ah..” Yoo Ra mendongak dan menatap wajah namja di hadapannya meskipun terhalangi oleh kain merah yang menutupi kepalanya. Walaupun begitu, Yoo Ra masih dapat melihat namja di hadapannya tersenyum untuknya. Itu.. Senyuman Jinki.. Batin Yoo Ra.

“Aku ingin bertanya. Bagaimana kau bisa mirip sekali dengan Jinki? Dan kenapa kau memintaku memanggilmu dengan panggilan Jinki? Yoo Na dan Yeon Sang juga mengeluhkan hal yang sama padaku. Dewa yang menjadi pasangan mereka mirip sekali dengan guru mereka yang sudah meninggal.” Jura tersenyum.

“Kami berenam memang memakai raga mereka.” Jawab Jura mengawali penjelasannya.

“Maksudmu? Aku tidak mengerti..” Yoo Ra menjadi semakin pensaran.

“Ya. Jinki, Jonghyun, Key, Minho, Taemin dan Minwoo. Mereka memang bersaudara. Dan sudah meninggal di kecelakaan bus waktu itu. Wajah dan raga kami yang asli tidak seperti ini. Kami membutuhkan tubuh pengganti dari raga yang sudah tak bernyawa seperti mereka. Dan kebetulan sekali, kami menemukan raga mereka di rumah sakit kecil itu.” Yoo Ra terperangah.

“Lalu, untuk apa kalian menggunakan tubuh mereka sebagai tubuh pengganti? Dan bagaimana caranya?” tanya Yoo Ra yang sebelumnya hanya terdiam sesaat mencoba mencerna setiap kata yang didengarnya.

“Agar kami dapat berkomunikasi dengan kalian secara langsung seperti ini. Agar kami dapat memiliki wujud manusia. Dengan memiliki wujud seperti manusia, kami akan mudah membiasakan diri hidup dan bersikap seperti manusia. Kami takkan bisa berkomunikasi dengan kalian jika kami menggunakan wujud asli kami. Selama ini kami berkomunikasi dengan manusia melalui mimpi. Dengan kata lain, secara tak sadar. Mui biasa melakukannya dengan Putri You Ni sebelumnya. Dan bagaimana caranya kami bisa memiliki tubuh pengganti ini mungkin tidak perlu kau tahu. Jika aku jelaskan, kau mungkin tetap takkan bisa mengerti. Ini memang tak masuk di akal. Terutama di akal manusia seperti kalian.” Jelas Jura panjang lebar sambil memandangi bunga teratai yang mengapung di dekat perahu mereka. Yoo Ra mengangguk tanda mengerti dan tak menuntut Jura untuk menjelaskan caranya.

“Lalu, apakah dewa dan manusia boleh menikah? Bukankah itu aneh?” tanya Yoo Ra lagi.

“Sekarang boleh. Karena kita sudah berwujud manusia. Terlebih lagi, pengantin pertama Mui dulu juga seorang manusia. Nenek moyang kalian.” Yoo Ra sedikit tersentak. Nenek moyag kami??

 

Suasana hening sesaat.  “Apakah kau mencintai Jinki? Pemilik tubuh penggantiku ini?” DEGH! Pertanyaan Jura yang tiba-tiba membuat jantung Yoo Ra berdetak tak karuan.

“N-ne. Aku memang memiliki perasaan terhadapnya. Tapi kurasa, perasaannya tak seperti perasaanku.” Jawab Yoo Ra sedih.

“Kau yakin?” Yoo Ra menautkan kedua alisnya. “Jika Jinki tak mencintaimu, aku takkan tahu kalau kau mencintai Jinki. Jika Jinki tak mencintaimu, jantung milik Jinki ini takkan berdetak sangat cepat seperti ini. Kau tahu? Sepertinya aku mulai merasakan apa yang Jinki rasakan padamu. Aku mulai.. Mencintaimu..” Yoo Ra terkejut dan menatap kedua mata sipit namja yang duduk di hadapannya sekarang. Sinar mata itu tak berbohong. Sangat serius. Senyumnya juga terlihat tulus. Tapi apakah Jura bisa menjadi Jinki?

“Apakah itu efeknya?” tanya Yoo Ra sedikit ragu.

“Ya. Dan sepertinya bukan efek yang negatif. Rasanya lebih menyenangkan menjadi Jinki dibanding menjadi diriku yang dulu. Baru pertama kali aku merasakan hatiku berdebar-debar seperti ini. Rasanya membahagiakan.” BLUSH! Wajah Yoo Ra berubah semerah tomat.

Sedangkan di perahu yang lain, Yong Hee hanya diam saja. Ia memandang wajah Taega lekat-lekat.

“Kenapa kau melihatku seperti itu, Putri?” DEGH! Putri? Taemin juga selalu memanggilku seperti itu dulu.

“Kau.. Apa benar kau menggunakan tubuh Taemin?” tanya Yong Hee sedikit takut. Taega terkekeh.

“Tubuhku, bahkan semua yang ada di tubuhku ini adalah milik Taemin. Hanya nyawa saja yang merupakan milikku. Jadi, apakah kau merasa bingung kenapa aku memanggilmu dengan sebutan seperti yang biasa Taemin lakukan?” Yong Hee mengangguk. Taega tersenyum kilat.

“Karena aku dan raga Taemin telah menjadi satu. Apa yang dirasakan Taemin dapat aku rasakan. Apa yang Taemin pikirkan selama hidupnya bisa aku pikirkan sekarang. Begitu juga dengan ingatannya tentangmu. Aku memanggilmu dengan sebutan ‘putri’ karena dorongan dari hati ini.” Taega menyentuh dada kirinya dan tersenyum lagi. “Hati milik Taemin ini.”

Yong Hee tak dapat berkata apa-apa. Ia akui, ia sangat bahagia bisa melihat sosok Taemin dengan nyata ada di hadapannya sekarang. Bahkan ia bisa menikah dengan Taemin. Tapi mengingat yang sebenarnya ia nikahi adalah Taega, bukan Taemin, membuatnya merasa sedih lagi.

“Maafkan aku, Putri. Selama ini aku tak perhatian denganmu. Aku tak kunjung memperjelas hubungan kita.” Yong Hee terkejut. Kenapa Taega bisa berkata seperti ini? Siapa sebenarnya dia?? Taemin atau Taega sebenarnya?? Suaranya adalah suara Taemin. Tubuhnya, wajahnya adalah Taemin. Bagaimana ini bisa terjadi?? Batinnya.

“Kenapa.. Kenapa-”

“Entah perasaan apa ini. Rasanya sakit sekali. Dan rasanya aku ingin terus meminta maaf padamu. Aku ingin sekali membuatmu bahagia. Aku ingin hubungan kita membaik. Aku ingin kau kembali menerimaku.” Potong Taega cepat. Yong Hee tak dapat menahan linangan air matanya. Yong Hee mulai terisak. Bisakah aku percaya kalau namja di hadapanku ini memang benar-benar Taemin? Kata-kata Taega sukses membuat hati Yong Hee sepenuhnya merasa namja di hadapannya ini memang benar Taemin. Sukses membuat kedua matanya percaya kalau namja di hadapannya memang sosok Taemin.

“Taemin-ah..” Taega tersenyum mendengar Yong Hee menggumamkan nama itu. Taega juga bingung. Semenjak memakai tubuh Taemin, ia seperti bukan dirinya lagi. Ia seperti bukan Taega lagi. Sifat-sifatnya berubah 360 derajat begitu saja. Ia merasa ia benar-benar menjadi sosok yang lain. Apakah seperti ini sifat Taemin yang membuat Yong Hee jatuh cinta? Batin Taega yang bingung dengan perasaannya sendiri. Ia merasa sadar dan tidak sadar. Semua kata-kata yang ia ucapkan meluncur begitu saja. Dan saat ia mengatakan hal itu ia benar-benar merasa sedih dan sangat menyesal. Ia belum pernah merasakan tulus setulus-tulusnya seperti saat ini.

“Ya, Putri?” Lagi-lagi Taega bersikap seperti Taemin. Tapi itu semua kehendak langsung dari hatinya.

“Aku memaafkanmu, Taemin-ah. Aku masih mencintaimu.” Kelegaan langsung memenuhi isi hati Taega. Taega sekarang bisa mengerti. Taemin memang mencintai Yong Hee. Begitupula sebaliknya. Dan kemungkinan besar, Taemin akan mengubah Taega menjadi sosok Taemin yang utuh. Hingga Taega juga bisa merasakan bagaimana mencintai Yong Hee seperti Taemin mencintai Yong Hee dulu.

“Ya. Aku juga mencintaimu..” jawab Taega dengan senyuman manisnya.

Di sisi lain, Dewa Jodoh sudah datang. Dewa Jodoh muncul dari atas langit dan turun ke atas permukaan air sungai dengan perlahan. Sinar terang berada di sekeliling tubuhnya.  Tanpa banyak basa-basi, Dewa Jodoh meminta kepada enam pasang pengantin untuk memejamkan mata mereka. Angin semilir mulai berhembus dan sedikit mengoyak perahu-perahu yang mereka tumpangi. Dengan mengucap berbagai mantra, satu per satu muncul sebuah tanda di telapak tangan kanan keenam putri dan keenam dewa. Setiap pasang pengantin memiliki tanda yang sama. Tanda itu menandakan keterkaitan mereka dan status mereka yang sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.

Dewa Jodoh meminta para putri dan dewa untuk membuka mata mereka perlahan. Setelah mengucapkan selamat, Dewa Jodoh terbang dan kembali ke langit.

“Mui.. Apa fungsi tanda di telapak tangan kita ini?” tanya You Ni sambil terus memandangi telapak tangan kanannya yang seperti terukir.

“Tanda kalau kau adalah pengantinku. Ah, anni. Tanda kalau kau adalah istriku.” Jawab Mui sambil tersenyum. Mui bangkit dari duduknya dan mengangkat kedua tangannya setinggi pundaknya. Tangannya bergerak memutar perlahan ke arah permukaan air di depannya. Air sungai yang tenang itu pun mulai mengalir perlahan dan mendorong enam perahu ke daratan.

“Hati-hati.” Kata Hyun sambil memegangi tangan Yeon Sang yang hampir saja jatuh karena menginjak ujung kain panjang yang dipakainya. Hyun tersenyum dan membantu Yeon Sang turun ke tanah. “Kenapa terburu-buru?” tanya Hyun lembut seraya mengusap-usap puncak kepala Yeon Sang. Darah Yeon Sang berdesir. Jonghyun juga pernah melakukan hal yang sama padanya seperti apa yang baru saja Hyun lakukan.

“Yeon Sang-ah..” panggil Hyun ketika mereka berdua belas berjalan beriringan menuju kerajaan. Hyun dan Yeon Sang berjalan di paling belakang.

“Ne?”

“Bisakah kau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’?” Yeon Sang menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Hyun yang berada di sampingnya.

“Waeyo?” tanya Yeon Sang.

“Mungkin Jonghyun yang menginginkannya. Hatiku tiba-tiba berkata demikian.” Yeon Sang melanjutkan langkahnya.

“Jangan membawa-bawa nama Jonghyun Seonsangnim untuk kau jadikan alasan, Hyun.” Jawab Yeon Sang ketus. Yeon Sang melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Hyun yang hanya bisa terdiam. Entah kenapa hatinya merasa sakit sekali mendengar Yeon Sang tak mau percaya kalau ini memang benar keinginan Jonghyun.

SRET!

Yeon Sang terkejut. Tiba-tiba saja sosok Hyun sudah ada di hadapannya.

“Ikut denganku!” Hyun menarik tangan Yeon Sang dan membawa Yeon Sang menghilang bersama angin dengannya.

Whuuuusss…!!

Sosok mereka terlihat di sebuah ruangan kosong yang cukup luas. Di tengah ruangan itu terdapat meja panjang berbentuk persegi panjang yang terbuat dari emas hingga membuat meja itu menjadi pusat perhatian dalam ruangan kosong itu.

“Eoddiga (Dimana)?” tanya Yeon Sang sedikit takut melihat ekspresi kemarahan di wajah Hyun. Hyun hanya diam saja. Hyun menghampiri meja panjang itu dan membaringkan tubuhnya di sana. Yeon Sang tetap berada di tempatnya dan memandangi Hyun dengan heran. “Apa yang akan kau lakukan??” tanya Yeon Sang mencoba membunuh rasa penasarannya.

“Bukankah kau tak percaya kalau dalam diriku ini hidup diri Jonghyun juga?” Yeon Sang terhenyak. Bukan seperti itu maksudku. Yeon Sang hanya masih belum bisa menerima dengan akal sehatnya kalau Jonghyun dan Hyun telah menjadi satu. “Bunuh aku.” Kedua mata Yeon Sang terbelalak.

“Mworago (Apa katamu)?!” pekik Yeon Sang. Hyun memejamkan kedua matanya perlahan.

“Bunuh aku. Dengan begitu nyawaku dan raga Jonghyun akan terpisah. Dan kau bisa percaya kalau raga yang kugunakan ini memang benar raga Jonghyun. Kau juga bisa percaya kalau apa yang aku lakukan, aku pikirkan, aku rasakan sekarang adalah kemauan dari hati Jonghyun.” Tanpa Hyun sadari, air mata menetes dari kedua sudut matanya.

“Kau gila?!”

“Aniyo. Jika kau tak suka aku membuat Jonghyun merasakan hidup dua kali dengan nyawaku, bunuh saja aku sekarang. Aku akan terlepas dari raga Jonghyun.” Angin kencang masuk dan mengisi ruangan kosong itu. Lilin-lilin yang menerangi ruangan itu mati dan ruangan menjadi gelap. Namun tak cukup gelap bagi Yeon Sang. Itu adalah tanda bagaimana Hyun mengekspresikan kesedihannya sekarang. Yeoja itu masih bisa melihat Hyun yang masih terbaring di meja panjang itu walaupun samar-samar.

“Ba-bagaimana caraku membunuhmu??” tanya Yeon Sang akhirnya.

“Katakan kalau kau tak mencintai Jonghyun. Maka hati ini akan mati. Jantung ini akan berhenti berdetak dan aku akan terlepas dari raga Jonghyun, Yeon Sang-ah..” jawab Hyun lirih.

“Itu.. Itu.. Tidak mungkin..” ucap Yeon Sang terbata. Kedua tangannya meremas kain yang membalut tubuh mungilnya dan terasa bergetar.

“Katakan saja. Maka semuanya selesai.” Nafas Hyun seakan tercekat setelah mengucapkan kalimat terakhirnya. Ya, semuanya selesai. Bahkan ia dan Yeon Sang pun akan mati. Karena mereka sudah menjadi satu. Tanda di telapak tangan mereka tak hanya sebuah tanda yang menandakan kalau mereka sudah resmi menikah. Namun juga sebagai mantra yang akan membuat mereka mati bersama jika Yeon Sang menyatakan kalau Yeon Sang tak mencintai Jonghyun. Tak mencintai tubuh penggantinya lagi.

“Aku.. Aku tidak men-“

“JANGAN!” pekik sebuah suara. Yeon Sang menoleh ke belakang. Ia melihat You Ni berjalan tergopoh-gopoh menghampirinya seraya mengangkat kain panjang yang menyelimuti tubuhnya agar langkahnya lebih bebas.

“Ada apa, Eonni? Aku hanya tak ingin tubuh Jonghyun Seonsangnim dipakai olehnya. Roh Jonghyun Seonsangnim pasti tidak akan tenang jika seperti itu.” Yeon Sang mulai terisak.

“Aku bilang jangan!” You Ni membentak Yeon Sang untuk pertama kalinya, membuat yeoja itu sedikit terlonjak. “Jika dia mati, maka kau juga akan mati!” You Ni mencengkeram kedua bahu Yeon Sang kuat.

“Putri You Ni, sudahlah.. Biarkan saja seperti itu. Dia tidak ingin aku menggunakan raga Jonghyun sebagai tubuh penggantiku. Bahkan ia tak mau percaya dengan kata-kataku. Padahal aku tidak berbohong. Ini semua kehendak dari raga ini. Kehendak dari Jonghyun.” Hyun masih tetap dalam posisinya, berbaring di atas meja panjang dan berusaha tenang.

“Tidak, Hyun.” Dalam hitungan detik, muncul gumpalan-gumpalan awan yang mengangkat tubuh Hyun dari meja panjang itu dan membawa Hyun hingga berdiri menyentuh permukaan tanah. “Jika kau seperti itu, kau sama saja tega membunuh Putri Yeon Sang.” Kata Jura seraya menarik gumpalan-gumpalan awan itu kembali ke dalam tubuhnya. Yoo Ra berada di sampingnya dan mengangguk setuju dengan perkataan Jura.

“Semula aku juga tak percaya dengan Jura, Yeon Sang-ah. Tapi, efek dari menggunakan tubuh pengganti adalah…” Yoo Ra menggantungkan kalimatnya.

“… akan membuat kami semua seutuhnya berubah menjadi seperti tubuh pengganti kami. Sifat kami, semuanya akan menjadi seperti mereka. Hanya kekuatan kami saja yang tidak akan berubah dan tidak akan menghilang.” Lanjut Mui yang entah sejak kapan sudah berada di tengah-tengah mereka. Yeon Sang menunduk dalam. Ia sadar ia hampir saja melakukan kesalahan besar. Jonghyun memang takkan kembali. Namun ia bisa menemukan sosok Jonghyun seutuhnya dalam diri Hyun seiring berjalannya waktu nanti.

“Maafkan aku..” kata Yeon Sang terisak. “Seharusnya yang aku lakukan sekarang adalah berusaha mencintai Hyun seperti aku mencintai Jonghyun Seonsangnim. Karena Hyun memakai raga Jonghyun Seonsangnim dan membuat raga itu kembali bernafas.” Yeon Sang terlalu malu untuk sedetik lebih lama lagi berada di tempat itu. Ia berlari keluar sambil terus menangis.

“Terima kasih sudah menolong kami.” Kata Hyun sembari tersenyum getir. Tatapan matanya sendu. Mui, You Ni, Jura dan Yoo Ra tahu kalau Hyun sangat bersedih karena kejadian ini. Hati Jonghyun yang sakit membuat Hyun juga bisa merasakan rasa sakit itu.

@@@

 

“Jadi, apa yang akan kita lakukan malam ini?” tanya Ken seraya beringsut duduk di pinggiran tempat tidur dan mengedipkan sebelah matanya pada Yoo Na. Yoo Na bergidik ngeri dan menyilangkan tubuhnya di depan dada.

“Don’t touch me!” titah Yoo Na seraya melayangkan tatapan membunuh untuk Ken. Ken berpura-pura takut dan terkekeh. Ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur, di samping Yoo Na.

“Sifat galakmu masih belum hilang juga, Jung Yoo Na.” cibir Ken sambil mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya di belakang kepalanya sebagai sandaran kepalanya. Yoo Na tercenung. Masih katanya? Seharusnya kata-kata itu meluncur dari bibir Key Seonsangnim. Batinnya.

“Kau tak perlu heran seperti itu. Aku dan Key sudah menjadi satu. Karena itu aku bisa mengatakan hal seperti itu. Ah iya, apakah sekarang kau sudah bisa berinteraksi denganku dengan baik? Bukankah kau dulu mengatakan kalau kau tak mudah dekat dengan orang asing? Apakah kau sudah cukup mengenalku?” Yoo Na semakin tercenung. Ken semakin mirip dengan Key. Tak hanya bentuk fisiknya saja. Setiap kata yang terlontar dari bibir Ken seharusnya hanya Key yang bisa mengucapkannya kan? Kata Yoo Na dalam hati.

“Aku tak tahu harus bagaimana menyikapimu, Ken. Kau seperti Key Seonsangnim. Keundae, kau juga bukan Key Seonsangnim. Aku harus menganggapmu apa?” tanya Yoo Na lirih. Ken memandang Yoo Na dengan intens. Hal ini memang sangat sulit diterima akal sehat.

“Anggap aku Key, Yoo Na-ah.. Karena seiring berjalannya waktu, seutuhnya aku akan berubah menjadi sosok Key yang kau kenal. Dwaesseo, tidurlah. Ini sudah terlalu larut.” Yoo Na mengangguk dan mulai merebahkan dirinya di samping Ken. Ken mengusap lembut puncak kepala Yoo Na hingga Yoo Na menuju gerbang mimpinya. Ken mengecup dahi Yoo Na sekilas.

“Saranghae. Mungkin kau sulit percaya, tapi Key juga mencintaimu. Dan melalui aku, Key berhasil mengutarakan perasaannya sekarang.” Bisik Ken lalu ia pun tertidur.

@@@

“Mui, bisakah kita kembali ke dunia manusia?” tanya You Ni sambil memandangi liontin kalungnya yang kembali memendarkan cahaya keunguan.

“Justru itu adalah rencanaku. Kita semua akan kembali ke dunia manusia. Kami akan belajar menjadi manusia seutuhnya dengan bantuan dari tubuh pengganti ini.” Jawab Mui sambil mengusap pipi You Ni.

“Jeongmalyo??” Kedua mata You Ni berbinar. “Eonje (Kapan)?” tanya You Ni sambil mengguncang-guncangkan lengan Mui. Mui tersenyum. Ia senang melihat You Ni yang sudah tidak canggung lagi ketika bersamanya. Mui bisa merasa kalau You Ni sudah mulai bisa menerima kehadirannya.

“Tidak sekarang karena sudah malam. Tidak besok atau lusa karena kalung kristal itu masih belum jadi. Aku dan kelima dewa yang lain membuat lima pasang kalung kristal untuk kelima saudara-saudaramu dan kelima saudaraku yang lain.” You Ni membuka mulutnya , terperangah.

“Hajiman, untuk apa?” tanya You Ni yang masih belum bisa mengerti.

“Untuk melindungi diri kalian masing-masing. Untuk menghubungkan masing-masing dari kita. Seperti kau yang terhubung denganku. Sebenarnya, dunia manusia lebih kejam daripada dunia dewa. Kami semua hanya ingin melindungi istri-istri kami dari bahaya. Itu saja.” Ucap Mui.

“Benarkah?”

“Ya. Seperti apa yang telah dilakukan Selir padamu, Putri Yoo Ra dan juga pada Putri Yoo Na.” Mui mendesah resah.

“Apa maksudnya???”

“Tujuan awal kita kembali ke dunia adalah.. Untuk membongkar kebusukan Selir.”

-END OF AUTHOR’S POV-

 

TBC

 

Gimana-gimana? Seru ngga ceritanya? Semuanya bakal punya kalung kristal yang sama. Gomawo yang udah mau baca part 3 yang gaje ini. Ada yang ngga mudeng sama jalan ceritanya? Semoga tidak ya.. Jangan lupa like dan comment, Chingu. Jangan lupa tinggalkan jejak bukti apresiasi kalian ya. J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

33 thoughts on “My Princess for Me – Part 3”

  1. Waaaah seru ceritanya thoor
    Penasaran sama cerita selanjutnyaa
    Ga sabar pas mereka ke dunia manusiaa
    Next part d tunggu secepatnya yaaa 🙂

    1. Haha.. Sabar menunggu ya.. Semoga part 4 bisa lebih seru. Rahasia dibalik rahasia bakal terungkap di part 4. #author promosi, wkwk
      thx 4 ur comment. 🙂

  2. seneng banget pas bagiannya jura sama yoo ra..
    tapi agak bingung pas baca cast yeojanya.
    namanya hampir mirip semua jadi susah bedain dia yeojanya sapa.
    hehehe
    ntar dibiasain lagi dah.
    but overall..good job buat author.
    ditunggu part selanjutnya..^^

    1. Wah, sudah menemukan couple fav rupanya. Hehe,
      Okelah, tak apa. Nanti juga apal. Memang lbh gampang ngapalin cast cowonya soalnya namanya aku bikin mirip sama nama2 member Shinee.
      Thanks. 🙂

    1. HUAA! Kkaja kita keroyok si selir busuk!
      Wkwk.. #berapi-api
      Tunggu aja di part 4 apakah kebusukan selir langsung terungkap atau tidak. ~.<
      Thanks komennya

    1. Haha, kamu semangat banget pengin ngebongkar kejahatan selirnya. =.=” Oke deg ditunggu aja apa yang terjadi di next part.

  3. Selir busukkk..mati kau HAHAHA.Suer deh thor aqu bnci bner sama tu selir,wkwkwk.

    Next part ditunggu ^^

    1. Iya, selirnya ngga tau diri n tamak. Tapi selirnya ngga akan mati kok. Tunggu aja di part selanjutnya. Thanks udah komen.

  4. annyeongg… aku baca fic mu yang ini eon.. dan aku sukaaa banget.. :p
    sebenernya dah dari part satu aku baca… suka banget sama cerita nya… oya aku juga new bie nih disini… hehe
    salam kenal yaa ^^

    ditunggu lagi kelanjutannya 😉

    1. Annyeong juga, Felecia. Thanks bgtz udh ngikutin ffku ini dr part 1. Salam kenal juga.
      Oya, ffku di sini ngga cuma ini. Dulu udah dipublish yang judulnya My Confession, Forbidden Love, n Bodyguard. 🙂

        1. Kamu masuk ke library aja. Kalo mau baca bodyguard, masuk ke sequel-complete. Cari abjad yang B. Di sana ditulis nama authornya Ree, bukan aku. Emang ada kesalahpahaman waktu itu. Part 1 eman ffnya buatan Ree. Tapi dari part 2 sampai 4 itu ffku. Jadi ffku sama punya Ree dikira ff yang sama karna judulnya sama. Tapi ceritanya jauh beda. Kamu bisa baca part 1 punyaku di bagian komen2nya.

  5. 4 Jempol #loh?# #2 lagi minjem jempol kaki# keke

    Ayo author cepat lanjut!! aku penasaran!! fantasy nya keren! kok bisa dpt ide kyk gitu sih??

    ohh jjong kisahmu plng tragis kayaknya ;’) dan key sejak kapan kau jd penggombal, ha? mengedipkan sebelah mata lah, kan jd aku yg senyum2 sendiri bcanya! XD #eaa#

    Ada minwoo jd ngerasa aneh jg… karna bkn member shinee kali ya? kenapa hrs 6 orng, knapa gk 5 orng aja? kyknya author punya maksud sendiri ya?

    ini ff lbih nonjol ke romance, fantasy, atau family? jd penasaran. lanjutkan!

    1. Waduh. Jangan minjem. Ntar rarti ngga jadi dikasih ke aku. Kan harus dibalikin. Hehe..

      Mungkin karena aku suka berkhayal yang muluk2 jadi dapet ide yang kaya gitu #plak! Hehe

      Di sini emang aku bikin out of character pada bagian-bagian tertentu. Tapi sifat2 aslinya lebih mendominasi. Kaya waktu jjong mau buka pintu kamar mayat di part 2, itu juga
      terinspirasi dari sifat aslinya yang kocak.

      Sengaja nambahin minwoo karena putrinya ada enam. Terus juga waktu aku bikin ini ff, aku lagi demen2nya sama minwoo n biasanya kan yang jadi magnae taemin, di sini minwoo. Biar ceritanya ngga pasaran. Jadi ada banyak alasan. 😉

      Sebenernya tiga-tiganya masuk. Tapi lebih banyak fantasinya. N romancenya juga udah kerasa dari part 1.

      Oke, thanks udah komen n baca ya. 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s