Everything Just For You – Part 4

Title : Everything just for you
Author : Mrs. Lee & Mrs. Choi
Main cast : Lee Taemin
Park Miyeon
Other cast : Yoora
Minjee
Genre : Romance, Frienship, Sad *maybe*
Rating : PG 16
Length : Chaptered

Annyeonghaseyo ^^ ini dia part selanjut nya. mian lama banget keluarnya.. 😦
oya, author juga mau curcol dikit hehe.
sebernernya part ini tadi nya adalah ending, cuman ternyata endingnya nya itu bener-bener gak bisa dibuat satu part, karena pasti bakalan panjaaaang banget~~
Jadi dengan terpaksa masih ada satu part lagi setelah part ini. semoga masih pada setia nunggu ff nista ini ya.
oke deh langsung aja..

DONT BE A SILENT READER PLEASE !!

Happy Reading ~~

“mwo? Darah?”
Yoora memegangi hidungnya,yang memang benar ada darah keluar.
Ia langsung pergi disusuli oleh teman2nya.
“aneh,kenapa sunbae itu ?”tanya minjee heran.
.
.
.
Yoora berlari ke wc dan segera membersihkan sisa darah dihidungnya
“hiks hiks”
Air matanya  tak terbendung lagi saat ia mengingat bahwa dokter  pernah mengatakan bahwa ia mempunyai penyakit leukimia yang dapat mengancam hidupnya.Tiba-tiba temannya datang membuyarkan ingatan itu.
“chinguya ada apa denganmu?”tanya salah satu temannya cemas.
“ani,gwencahana mungkin aku kecapean”jawab yoora lalu segera pergi meninggalkan teman-temannya.

Yoora pov

Aigo~  apa penyakit ku ini bertambah parah? aish.. kenapa aku yang menerima semua ini. Kenapa tidak yeoja menyebalkan itu saja ? jerit yoora dalam hati sedikit menitikan air mata nya.
.
.
.
Author  pov

“chagi, kajja kita pulang”
“ne,oppa.. minjee-ah aku pulang duluan ya .. annyeong”
.

.
“eh bukankah itu yoora sunbae ? untuk apa dia kerumah sakit ?” pikir miyeon saat melihat yoora masuk kedalam RS.
“ah mungkin dia hanya menjenguk seseorang” gumam miyeon tanpa ada rasa penasaran.

~~~~
“penyakitmu sudah sangat buruk, maafkan saya, saya sudah menyerah.sebaiknya anda berdoa supaya ada keajaiban dari tuhan”ucap sang dokter.
“maksud dokter?” tanya yoora cemas.
“saya perkirakan anda hidup hanya sampai beberapa bulan lagi”ucap dokter memvonis yoora.
“dokter pasti bercanda kan ?” tanya yoora tak percaya.
“aniya , saya tidak bercanda”
“tapi selama ini saya rutin melakukan cuci darah ! kenapa penyakit saya bertambah parah ?”
“cuci darah tidak membuat anda sembuh, itu hanya berguna untuk memperpanjang umur anda saja, dan semakin hari ,penyakit anda bertambah parah yoora-ssi .. mungkin tinggal beberapa bulan lagi kemungkinan anda hidup di dunia ini. Mianhae”jelas dokter tersebut dengan wajah prihatin.
“yak! Dokter macam apa kau tidak  bisa menyembuhkan seorang pasien ?” bentak  yoora tak bisa menahan emosinya, dokter yang paham dengan perasaan yoora sekarang ia hanya terdiam.

Yoora dengan  kesal pergi begitu saja.
‘aku yakin apa yang dikatakan dokter itu tidak benar !! tuhan tidak mungkin tega membuatku seperti ini’ gerutu yoora terus berlari di bawah hujan deras dan entah kemana ia akan pergi.

.
Yoora terus berlari di bawah hujan deras tanpa arah dan tujuan.
Buukk..
Yoora akhir nya jatuh pingsan!

Taemin pov
Setelah mengantar pulang yeojachingu ku, diperjalanan tiba2 turun hujan deras. Karna aku tidak membawa pelindung, aku memutuskan untuk berlindung dulu di sebuah café dan memesan secangkir kopi.
Saat mataku melihat ke arah jendela, aku melihat sosok yeoja yang aku kenali jatuh pingsan. Dengan cepat aku menghampiri yeoja tersebut.
Dan ternyata benar, yeoja tersebut adalah yoora! Omo~ kenapa dia bisa seperti ini? Aku memutuskan untuk membawa nya ke rumah ku, yang kebetulan sudah dekat dari sini.

****
@kamar taemin
Aku mengompres nya karena suhu badannya sangat tinggi mungkin efek(?) dari hujan tadi membuat dia jatuh sakit.
“mmhh..”gumam yoora perlahan membuka mata.
“aku dimana?”sambungnya masih setengah sadar dan tak menyadariku bahwa aku ada disini.
“kau dikamar ku”jawab ku dengan raut wajah datar.
“kenapa bisa?”
“kau jatuh pingsan di jalanan.karena aku bingung ,akhirnya aku bawa kau kemari’
“mm. gomawo!”
“ne,cheonmaneyo, apa yang terjadi padamu sampai bisa pingsan seperti itu ?ada masalah?”
“ah .. an aniyo”
“baiklah,apa masih pusing?”tanya ku.
Yoora menggeleng..
“bisa antar aku pulang oppa?”
“aku akan mengantarmu pulang setelah hujan reda” ucapku.
“tidak, aku ingin segera pulang. Jika kau tidak mau mngantarkanku tidak apa! Aku bisa sendiri”sergahnya dengan turun dari tempat tidurku,aku mencoba menahannya.
“jangan sentuh aku!” bentak yoora padaku.

Yoora pov

Aku turun dari tempat tidurnya namun dia mencoba menahanku.
“jangan sentuh aku!” bentakku pada taemin oppa,baru pertama kali ini aku membentaknya.aku tau dia benci padaku maka dari itu mulai sekarang aku ingin melupakannya.
“ya sudah aku akan mengatarkanmu pulang sekarang juga”ucapnya datar.
.
@home yoora

Taemin oppa membukakan pintu mobilnya untuk ku sambil membawa payung, kemudian memapahku untuk masuk kedalam rumah.
“gomawo”
“ne kalau begitu aku pulang dulu”
Aku mengangguk, dia langsung pergi meninggalkanku.
Brak! Aku menutup pintu, badan ku masih terasa lemas, hingga akhirnya aku memerosotkan tubuh ku kelantai.
“hiks” aku menangis kembali di balik pintu sambil memeluk kedua lututku.
Keadaanku sekarang benar-benar tragis! Aku hanya sendiri melawan ini semua. Eomma sudah tidak ada, sementara appa? ia memilih untuk  menikah kembali dan membiarkan aku menempati rumah ini hanya sendiri.sesekali ia berkunjung.
Tetapi aku rasa itu tidak cukup meskipun appa memberiku harta yang berlimpah! Aku benar-benar menderita ditambah penyakit ini, jika tuhan mentakdirkanku seperti ini, kalau begitu..aku akan membantunya dengan menyingkatkan waktu hidupku! Ne, aku harus menyusul eomma..

~~~
Keesokan harinya….
Saat upacara sedang berlangsung,tiba-tiba yoora kembali jatuh pingsan,seketika semuanya menjadi panik,yoora segera dibawa oleh petugas UKS.

@class
“miyeon-ah,kenapa yoora sunbae tadi jatuh pingsan ya ?”
“molla~ mungkin dia tidak makan pagi dulu”
.
Saat jam istirahat . seperti biasa miyeon pergi keaatap gedung sekolah untuk menghirup udara segar.. dan saat itu tiba-tiba ia mendengar suara isakan tangis , ia segera menelusuri sumber suara. pada akhirnya miyeon melihat yoora sedang menangis sambil berdiri di ujung atap sekolah.
“sunbae ? apa yang kau lakukan?”
Mendengar suara dari arah belakangnya, yoora kemudian menoleh dan melihat miyeon sberjalan mendekat padanya.
“berhenti! Jangan dekati aku ! “ pekik yoora dengan tatapan tajam.
“ada apa denganmu sunbae? Apa kau akaann..” ucap miyeon tidak melanjutkan omongannya itu karena yoora semakin mendekatkan diri di ujung atap.
“jangaann melakukan itu !! itu hal yang konyol , sebaiknya jika kau punya masalah kau atasi dengan baik sunbae.” saran miyeon cemas.
“ciih .. peduli apa kau! Kau tidak tau apa masalahku! Sebaiknya kau tidak perlu ikut campur. Asalkan kau tau, kau juga termasuk masalkahku ! sebaiknya kau pergi dari sini!”bentak yoora.
“aniyo sunbae,apa kau tidak kasian pada orang tuamu?”
“eommaku sudah meninggal!sementara appaku menikah lagi dan jarang sekali menemuiku. Tidak ada yang peduli lagi padaku, tidak ada gunanya aku hidup!”
“tidak sunbae.. banyak yang masih peduli padamu..teman-teman mu, taemin oppa, termasuk juga aku !”
“temanku hanya menginginkan hartaku saja! taemin oppa? mustahil!dia sangat membenciku, dan itu karena kau! cih, kau peduli apa padaku hah?”
“jika aku tidak peduli padamu tidak mungkin aku mencegahmu berbuat seperti ini sunbae”
“sudahlah , jangan so baik padaku! itu tidak akan menghapus sakit hatiku padamu”
“kumohon sunbae… kemarilah”
Miyeon memohon tapi yoora menghiraukannya,dia sudah berada di pinggir atap dan memejamkan matanya.
“aniyo …. Sunbaeeeee!!!”
Dengan cepat Miyeon langsung menarik yoora hingga keduanya terjatuh.

buuk~
“yak! kenapa kau menarikku hah?kenapa kau tidak membiarkan aku mati saja??aku sudah divonis dokter kalau hidupku tinggal beberapa bulan lagi.. jadi untuk apalagi aku berlama-lama hidup, jika sebentar lagi aku akan mati??”
Bentak yoora, miyeon benar-benar kaget apa yang baru saja dikatakan yoora.
“sunbae .. jadi kau telah divonis ?”tanya miyeon tak percaya.
“NE! puas kau !!hah?” pekik yoora.
“divonis karena penyakit apa?”
“sudahlah ! kau tidak usah ikut campur”
Yoora mendorong miyeon hingga jatuh tersungkur, dengan sabar miyeon kemabali berdiri dan mendekatinya.
“aku mohon jangan perlakukan aku seperti ini, aku ingin hubungan ku dengan mu baik,mungkin aku bisa membantu masalahmu sunbae”
“membantu apa hah?kau sudah merebut taemin oppa dariku! asal kau tau saja, dulu taemin oppa adalah orang yang satu-satunya menyanyangiku dan perhatian padaku,tapi sekarang apa??dia juga pergi dariku. Tidak ada satu orang pun yang sayang padaku. Aku merasa sendirian miyeon-ah!!”
Miyeon pun menatap yoora nanar.
“aku masih menyayangimu yoora-ssi”
Ucap taemin yang tiba-tiba datang di belakang mereka.
Mereka berdua berbalik kearah suara itu.
“oppa ?”panggil mereka serentak.
“ne,sebenarnya aku masih menyayangimu! Jangan merasa sendirian, ada aku disini” jawab taemin sambil memeluk yoora dengan kaku. Miyeon hanya bisa diam karena mengerti situasi sekarang.
“oppa?jangan seperti ini! aku tau kau hanya mencintai dia”pekik yoora sambil memukul dada bidangnya taemin beberapa kali.
“aku memang sangat mencintai miyeon, tapi aku juga menyanyangimu.jadi kau jangan merasa tidak ada yang menyayangimu.”ujar taemin sedikit mengelus rambut yoora. Yoora terisak dalam pelukan taemin.
“gomawo”ucap yoora. miyeon hanya terdiam melihat adegan yang ada di depan matanya.di saat seperti ini tidak seharusnya ia cemburu-pikir miyeon.
Kemudian taemin mengangkat kepalanya dan tersenyum pada miyeon.
Miyeon membalas senyuman itu dengan manis.

Miyeon pov
Aku menatap kedua orang di hadapanku yang saling berpelukan, aku tau seharusnya aku tidak cemburu tapi ntahlah hatiku benar-benar sakit melihat ini semua.taemin oppa melirik ku dan tersenyum padaku lalu aku pun membalas senyumannya itu. meskipun hatiku benar-benar sakit.
Perahan Taemin oppa melepaskan pelukannya pada yoora sunbae.
“bisakah kau ceritakan apa penyebab kau akan bunuh diri ?” pinta taemin oppa dengan lembut. Yoora sunbae mengangguk lemah.

Author pov
Tanpa taemin sadari,saat taemin dan yoora sedang mengobrol miyeon pergi meninggalkan mereka begitu saja.
.
.
“eumm.. jadi begitu ceritanya.. kau harus sabar, mulai sekarang jika ada apa-apa kau temui aku saja.jangan merasa sendiri,dan jangan coba-coba melakukan hal bodoh seperti tadi!”ujar taemin. Yoora mengangguk.
“yasudah kita balik ke kelas saja”
Saat taemin dan yoora berdiri , mereka baru sadar jika miyeon tidak ada.
“oppa?sepertinya aku…”ucap yoora ragu merasa bersalah.
“ani, gwenchana .. kajja” jawab taemin sembari menarik tangan yoora.
.
.
Ttee ..no net (?)
Bel berbunyi mempertandakan semua kegiatan sekolah selesai, semua murid berhamburan termasuk taemin yang segera bergegas menuju kelas miyeon.
“oppa?”panggil seorang yeoja menghentikan langkahnya.
“kau akan menemui yeoja mu?”tanya yoora yang sudah sejajar dengan lagkah taemin.
“ne, wae?”jawab taemin santai sambil tersenyum.
“ah aniyo..oppa, apa yeojachingu mu marah padaku? Seperti nya dia cemburu. Buktinya tadi dia pergi begitu saja.”ujar yoora.
“itu tidak mungkin, mungkin saja dia ada keperluan jadi langsung pergi. Kalau begitu aku menjemput miyeon dulu ya. Annyeong”taemin meninggalkan yoora, sementara yoora hanya menatap nanar kepergian taemin.

~~~~
“chagi..”panggil taemin di depan kelas miyeon.
“ne”jawab miyeon.
“ayo kita pulang”
“ne, oppa”

Dalam perjalan mereka hanya terdiam.. miyeon menyenderkan kepala nya di punggung taemin seraya memeluk pinggang taemin.
“chagi..”
“hmm”
“gwenchanayo?”
Miyeon hanya mengangguk.
“kita mampir ke cafe dulu ya. Kau mau?” lagi2 miyeon hanya mengangguk.

**

“kenapa kau hanya memesan satu kopi?”tanya miyeon saat seorang pelayan meletakan secangkir kopi di meja mereka.
“aku sengaja, satu untuk berdua hehe”jawaban taemin tersebut membuat miyeon tersenyum geli.
“oya, kenapa kau tadi tiba-tiba pergi?”tanya taemin sebelum menyeruput kopi di depan nya.
‘sruupp..sruupp..’(?)
“euhh..minjee meng-sms ku. Kata nya aku di panggil ke ruang guru.”jawab miyeon berbohong.
“emm begitu..”taemin mengangguk-ngangguk.
“tapi, kenapa kau tidak bilang dulu padaku?”lanjut taemin.
“aku tidak mau mengganggu kalian.”jawab miyeon santai.
“kau cemburu eh?”
“ani..”
“Tck, aku tau kau berbohong!”

miyeon menghela nafas kesal.
“terserah mu saja lah”

taemin cengengesan.
“taemin oppa..”
“hmm?”
“apa kau benar-benar masih menyayangi..yoora sunbae?”tanya miyeon hati-hati, jujur saja ia sangat gugup menanyakan hal itu pada taemin. Miyeon mengambil secangkir kopi yang ada di tangan taemin kemudian meminum nya untuk menutupi kegugupan nya.
“tuh kan, memang benar kau itu sedang cemburu chagiya.”
“sudah ku bilang aku tidak cemburu”bantah miyeon setelah meminum kopi tersebut.
“dengar, aku juga tidak tau kenapa aku bisa berkata seperti itu tadi pagi. mungkin aku terlalu kaget dengan apa yang terjadi pada yoora dan itu membuat hatiku terhenyuh. Akhirnya aku berkata seperti itu”tutur taemin.
“nde, aku mengertii..”miyeon kembali meminum kopi nya.
“tenang saja, only you in my heart..chagii” ucap taemin sambil membersihkan sisa kopi yang menempel di bibir miyeon dengan tangan nya.
“apa maksud mu? Aku tidak apa2.”
“haha, kau masih saja tidak mau mengakuinya, dasar!” Taemin tertawa sambil mengacak2 rambut miyeon. Miyeon mendengus kesal. namun hati nya merasa lega setelah mendengar pernyataan itu dari Taemin.

~~~
Taemin pov
“chagi, sudah sampai.”aku menengok ke belakang.
“ah, ne..mianhae, aku ketiduran.”
Miyeon mengucek2 mata nya seraya turun dari motor ku.
“gomawo oppa, sebaiknya kau langsung pulang. Kau tau kan? Jika kau ke rumah dulu jiyeon dan eomma pasti heboh(?)”kata nya membuat ku terkekeh.
“ya, aku tau chagi.”
“yasudah, aku ke dalam dulu ya.”sebelum dia berbalik, aku segera mencium bibir nya singkat, sebenarnya aku ingin berlama2 melakukan itu hehe.tapi aku tau miyeon tidak suka hal seperti ini. Jadi..yasudah lah.
“saranghae..”ucap ku pada miyeon yang masih terdiam atas perlakuan ku barusan,
“chagiii..”
“ah nde..nado, nado saranghae” aku tersenyum, dia membalas nya.
“tunggu apa lagi?, sana pergii!”miyeon mendorong tubuh ku.
Cuupp~
“kyyaa..lee taemiinnnn!!!”

———————————————–^^^^^^———————————————
Keesokan hari nya..

Miyeon pov

@school
“morning..” tiba2 kurasa kan sebuah tangan memeluk ku dari belakang, haahhh..aku sudah mengetahui siapa pemilik dari kedua tangan ini. Siapa lagi kalau bukan namjachingu yang menyebalkan itu!
“yak!lepaskan! kau benar2 tidak tau malu, ini di sekolah pabbo!”pekik ku mencoba melepas pelukan nya. Tapi dia menghiraukan ku, dan malah semakin erat memeluk ku. Aku hanya bisa menghela nafas panjang menerima perlakuan nya seperti itu.
Untung nya ini masih pagi jadi belum sepenuh nya murid disini datang.
Beberapa menit kemudian taemin oppa masih aja memeluk ku, apakah dia tidak bosan seperti ini?
“kau harum sekali chagi”puji taemin oppa padaku.
Namun tiba2 seorang yeoja sudah muncul di hadapan kami. Aku langsung melepaskan pelukan taemin oppa..
“annyeonghaseyo, mian seperti nya aku mengganggu”
“oh, ah ani sunbae.. sama sekali tidak!”ucap ku pada yeoja tersebut, sudah bisa di tebak jika yeoja itu adalah yoora sunbae. Tapi ada yang aneh dengan nya hari ini..kenapa yoora sunbae baik padaku ? bukan kah dia sangat membenci ku?
“yoora-ssi, apa kau baik2 saja?”tanya taemin oppa cemas, memang benar wajah yoora sunbae terlihat sangat pucat dan kusut, tidak seperti biasa nya yang selalu segar dan tentu nya cantik!
“gwenchana..”kata nya tersenyum manis.
“kalau begitu aku ke kelas dulu ya..”lanjut nya, kemudian pergi meninggalkan ku dengan taemin oppa.

*bel istirahat*

Saat jam istirahat aku di panggil kim songsaenim untuk ke ruang guru, namun tiba2 ada yang menahanku.
“miyeon-ssi, aku ingin bicara dengan mu. Apa kau ada waktu eum?”tanya nya sambil tersenyum.
“ah ne, sunbae..tapi aku di panggil dulu oleh kim songsaenim.Otte?”jawab ku.
“yasudah, aku tunggu kau di taman belakang sekolah ya”aku mengangguk atas permintaan yoora sunbae tersebut.

~~~~
“sunbae, mian membuat mu menunggu lama.”ucapku sambil membungkuk ke arah nya.
“ah gwenchanayo, duduk lah.”pinta nya, aku menurut dan langsung duduk di samping nya.
“sebenar nya sunbae ingin berbicara apa pada ku?”tanya ku dengan sopan. Dia tertunduk dan beberapa saat terdengar suara isak tangis dari nya.
“aigo~sunbae, ada apa dengan mu?”tanya ku cemas. Dia langsung memeluk ku, eh?
“mian, mianhae..”ucap nya lirih sambil terisak.
“eh, mian untuk apa sunbae?”tanyaku bingung.
“selama ini aku sudah jahat pada mu, aku selalu membentak mu..bahkan aku pernah menamparmu miyeon-ssi. Mianhae, sekarang aku menyesal sudah memperlakukan mu seperti itu.”tutur yoora sunbae, aku tertegun.
“padahal kau itu orang yang sangat baik, dan kau juga berhasil menggagalkan aksi bodoh ku kemarin. Aku sangat berterima kasih pada mu.”tambah nya lagi.
“ah nde, sunbae. Aku tidak apa2.. tenang saja, aku sama sekali tidak menyimpan dendam pada mu.”ucap ku tersenyum.
“ah jinjjayo? Tapi ada satu lagi yang harus ku katakan pada mu.”dia tertunduk, aku mengernyit heran.
“tentang apa?”tanyaku.
“sebenarnya aku..aku..telah eumm, ah aniyo!”ucap nya terbata, aku tau dia menyembunyikan sesuatu.
“katakan saja sunbae, aku tidak apa-apa”
“euhh, maksud ku karena..karena aku telah mencintai taemin oppa. Kau pasti marah pada ku kan? Ah tapi kau tenang saja, aku sudah mulai melupakan nya kok.”
“eh hanya itu? Kenapa aku harus marah?”
“kau kan yeojachingu nya, mana mungkin kau tidak marah jika ada yeoja yang mencintai namja mu?”
“hmm, aku tidak akan marah sunbae..sebenarnya aku juga harus meminta maaf pada mu, mungkin secara tidak sengaja aku sudah merebut taemin oppa dari mu”kataku merassa bersalah.
“ani.ani..jauh sebelum kau bertemu dengan taemin oppa, aku sudah putus dengan nya. Jadi itu bukan salah mu.”ujar nya menenangkan ku.
“tapi tetap saja aku ..”
“sudah lah, aku tidak apa2. Lagi pula sepertinya taemin oppa sangat mencintai mu, terlihat dari wajah nya yang selalu bahagia jika bersama mu.”ujar yoora sunbae memotong ucapan ku.
“sunbae..”
“sstt, ah ya, mulai sekarang kau panggil eonnie saja..tidak perlu sunbae. Tapi, apa kau benar2 sudah memaafkan ku?”
“sudah ku bilang, aku sama sekali tidak menyimpan dendam pada mu sun..eh yoora eonnie”ucap ku mulai memanggil nya dengan sebutan eonnie.
“gomawo.”kata nya dengan tersenyum simpul.
.

Bel berbunyi mempertandakan jam istirahat sudah selesai. Aku langsung beranjak dari duduk ku, begitu juga dengan yoora eonnie. Kami berjalan beriringan menuju kelas..
“chagi, kemana saja kau? Aku mencari mu dari tadi.”ujar taemin oppa menghampiri ku lalu mengacak2 rambut ku. Aish~ aku jadi tidak enak pada yoora eonnie.
“eh yoora-ssi, kenapa kau bisa dengan yeojachingu ku?”tanya taemin oppa heran.
“oppa, kita sudah berbaikan. Dan mulai sekarang kita berteman.”jawab yoora eonnie dengan merangkul lengan ku.
“ah jongmal? Wah kalau begitu bagus lah, aku senang jadi nya.”ujar taemin oppa dengan menunjukan deratan gigi nya yang putih bersih itu.
“mm,yasudah aku ke kelas dulu ya.”ucap yoora eonnie meninggalkan kami, aku dan taemin oppa tersenyum.
“chagiyaa..bagaimana bisa kau berbaikan dengan nya?”tanya taemin oppa sambil mengajak ku duduk di salah satu kursi panjang yang ada di dekat kami.
“mollayo, yoora eonnie sekarang sudah berubah.”
“yoora eonnie?”
“ne, dia menyuruh ku untuk memanggil nya eonnie.”ucap ku.
“haahh, akhirnyaa”
Tiba2 aku teringat sesuatu..OMO! bukan kah tadi bel sudah berbunyi??
“isshh oppa! Kenapa aku jadi duduk disini? Ini kan sudah bel. Ah ini gara-gara kau!”
Dengus ku bangkit dari duduk ku.
“memangnya kenapa kalau sudah bel?”tanya taemin oppa polos. Aish~ cakep-cakep kok pabbo!

#taemints ngasah golok*author ngacir ._.v
“tentu aku harus ke kalas chagiyaa!”seru ku mengacak2 rambut nya gemas. dia hanya terpaku melihat ku seperti ini.
“wae?”tanya ku heran.
“kau memanggil ku ‘chagi’? kau tau? Itu sangat langka.”dia menyeringai.
Ah sial~ kenapa aku bilang seperti itu pada nya. Lebih baik aku lari saja lah ..
“yak! Tunggu!”
“kyyaa”aku berteriak.
~~

Saat aku sampai di kelas ..
“yak, PARK MIYEON!!! Kenapa kau baru masuk hah? Kau tidak mendengar suara bel?”pekik Lee songsaenim. Isshh, ini gara2 namja mesum itu.
“mi..mianhae songsaenim, aku tadi ada halangan dulu.”ucap ku gugup.
“ah tidak ada alasan! Kau tidak boleh mengikuti pelajaran ku. Sana tunggu di luar!”
“tapii..”
“kau mau membantahku?!” bentak nya.
“an..niyo..”
Dengan terpaksa aku keluar dari kelas ku. Huh, hari ini aku benar2 sial! Sekarang aku harus pergi kemana?? Ah lebih baik aku pergi ke perpus saja.

Taemin pov

Haha, kulihat dia di keluarkan dari kelas nya. Sebenarnya aku merasa bersalah, tapi yasudah lah lagi pula aku masih ingin bersama nya.keke~
Aku terus mengikuti nya dari belakang, sepertinya dia akan pergi ke perpus.
“yak! Bukan kah ini jam pelajaran? Kenapa kau kemari?”pekik petugas perpus pada miyeon.
“ak..aku di keluarkan dari kelas, boleh tidak aku disini?jebal!”pinta miyeon memelas.
“ah baiklah, terserah kau saja. Tapi jangan sampai berantakan! Oh ya, sekalian kau bereskan buku2 yang berserakan itu ya. Simpan ditempat nya!”titah petugas itu menunjuk buku2 yang berserakan lalu pergi.
Huhh, enak saja dia menyuruh2 yeojaku. Kulihat miyeon mendengus kesal lalu masuk ke dalam perpus tersebut.
“aigo~ aku harus memulai nya dari mana? Berantakan sekaliiii.. Semua ini gara-gara taemin oppa. Awas kau ya!”ku dengar dia menggerutu sambil membereskan satu persatu buku itu.ah aku jadi tidak tega melihat nya.. aku mendekati miyeon untuk membantu nya, aku mengambil salah satu buku.
“kauu?!”miyeon terkejut, ia langsung mengambil beberapa buku.
“yak!yak!” dia memukul ku dengan buku2 itu.
“aw, berhenti..kenapa kau memukulku?”
‘buuk..buukk’
Dia masih tetap memukul ku.
“miyeon-ah, hentikan!”aku mencengkram bahu nya. Dia menatap ku tajam.
“gara-gara kau aku di marahi oleh Lee songsaenim dan tidak boleh mengikuti pelajaran nya. Lalu sekarang aku di suruh untuk membereskan buku-buku ini. Haihh..jinjja! kau menyebalkan.”celoteh nya, aku hanya menahan tawa ku. Aku paling suka jika dia mengomel seperti ini.
“justru itu bagus.”
“wae?”tanya nya ketus.
“kita jadi ada waktu untuk berdua. Kekeke~”
“mwoyaa? Sebaik nya kau pergi saja ke kelas mu sekarang!”perintah nya melepas cengkraman ku.
“aku tidak mau”jawab ku singkat.
“issh pergilah!”
“tidak!”tegasku kekeuh.
“kenapa kau tidak mau pergi,huh?”
“aku ingin bersama mu.”ucap ku sambil meraih dagu nya. Dengan cepat dia menepis tangan ku.
“berhentilah seperti itu! Ini bukan waktu yang tepat pabbo. Yasudah, jika kau tidak mau pergi bantulah aku. Jangan sampai kau malah menyusahkan ku.”
“aku kan tadi berniat membantu mu..”
“oh, aku tidak tau.”kata nya cuek lalu berbalik dan mulai membereskan buku2 nya. Dia benar2 menggemaskan!

~~~

Aku merebah kan tubuh ku di kursi, begitu juga dengan miyeon setelah buku2 itu selesai di bereskan. Hoaahh lelah sekali, aku menutup kedua mata ku.. beberapa saat kemudian kurasakan sesuatu mendarat di pipiku, tangan nya yang begitu lembut. aku yakin miyeon menganggapku tengah tertidur. Jemari nya yang lentik mulai menelusuri dahiku, hidungku, dan juga bibirku, sesekali dia mengelus rambut ku.
“kau itu namja menyebalkan, mesum, dan pabbo..tapi kenapa aku sangat mencintai mu lee taemin?”ucap nya masih mengelus rambut ku.
Chuuu~ ku rasakan sesuatu yang lembek(?) menyentuh kening ku.
Omo!! Miyeon mencium kening ku. Ahh..ada untung nya juga aku pura-pura tidur  hehe

Teng..neng..tong *suara bel pergantian jam pelajaran*

“haahh, akhir nya bel juga..sekarang aku bisa kembali ke kelas. Oppa, bangun! Sudah saat nya kita kembali ke kelas.”dia menggoyang2 kan tubuh ku.
“eungghh” aku pura-pura menggeliat.
“pallii!”
“kita bolos lagi saja chagi.”
“shireo! Aku ingin belajar.”tolak nya, aku hanya menghela nafas.

*****
Aku berjalan bergandengan menuju kelas dengan miyeon..
Gedebuukk~~
Secara reflek aku dan miyeon menoleh ke arah samping, ku lihat yoora jatuh pingsan dan di samping nya banyak buku-buku yang berserakan..sepertinya dia baru saja dari ruang guru.
Aku segera berlari ke arah nya dan langsung menggendong nya ke UKS.

@UKS
Ku baringkan tubuh yoora di salah satu tempat tidur yang berjajar, wajah nya begitu pucat.

Yoora pov

“ngghh”aku mencoba membuka mata ku perlahan. Aku melihat taemin oppa dan miyeon ada disini.
“mm, dimana aku?”
“kau berada di UKS, tadi kau pingsan. Apa yang sakit? Katakan padaku.”ucap taemin oppa cemas.
“ani, gwenchana. Sebaiknya aku ke kelas sekarang.”ujar ku, namun saat aku akan turun dari ranjang, taemin oppa dan miyeon menahan ku.
“eonnie, kau beristirahat aja disini..”ucap miyeon.
“aku tidak bisa, aku di suruh songsaenim untuk membagikan buku teman-teman ku di kelas.”
“buku itu biar aku yang bagikan, kau istirahat saja disini.”dia masih tetap menahan ku.
“tapi miyeon-ah..”
“sudahlah yoora-ssi, kau itu harus beristirahat!”
“ne! oppa, lebih baik kau jaga yoora eonnie sampai jam pulang ya. Aku tidak bisa menjaganya karena harus masuk ke kelas.”
“nde..”jawab taemin oppa singkat dan di balas senyuman oleh miyeon.
Miyeon pun beranjak pergi dengan membawakan buku-buku ke kelas ku. Ah dia memang benar2 gadis yang baik, aku menyesal sudah menyakiti nya.
.
.
Setelah miyeon pergi, aku dan taemin oppa hanya diam. Tak ada suara yang keluar dari mulut kami.
“oppa”panggil ku memecah keheningan.
“ne?”
“sepertinya kau sangat bahagia bersama miyeon.”ucapku lirih, dia hanya tersenyum.
“ne, aku sangat bahagia!”
“apa lebih bahagia dari pada saat kau bersama ku?”tanyaku, dia terdiam.
Aish~yoora pabbo!! Untuk apa kau menanyakan hal itu??
“ah mian, aku tidak bermaksud. Lupakan saja.”
“hmm, bagaimana dengan penyakitmu yoora-ssi?”tanya taemin oppa yang aku tau pasti untuk mengalihkan pembicaraan.
“semakin buruk oppa.. bagaimana pun juga penyakit ku ini tidak akan sembuh. Aku hanya tinggal menunggu ajal menjemput.”jawab ku sendu.
“yoora-ssi, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau harus yakin jika penyakit mu pasti akan sembuh!”ucap taemin oppa memberi ku semangat dan membuat ku tersenyum.
“oppa, boleh tidak aku meminta sesuatu padamu?”
“mwo?”
“sebelum aku meninggal, aku ingin pergi ke beberapa tempat yang belum aku kunjungi bersama mu!aku ingin kau menemaniku. Apa kau mau?”tanya ku ragu, dia terdiam mungkin sedang berpikir. Tak lama kemudian dia mengelus kepala ku.
“ne, aku mau. Dan aku berjaji akan menemanimu.” Kata nya membuat ku tersenyum haru dan langsung memeluk nya erat.
Author pov

Di saat yoora dan taemin sedang berpelukan, ternyata ada dua pasang mata yang melihat adegan tersebut dari kaca luar UKS.

Miyeon pov

Jam pelajaran terakhir ku kosong, kuputuskan untuk kembali ke UKS untuk melihat keadaan yoora eonnie. Tapi sebelum aku masuk, aku sudah mendengar sesuatu yang mereka bicarakan. Segera aku berjinjit agar dapat melihat keadaan di dalam lewat kaca.
Dan OMO! Aku melihat taemin oppa dan yoora eonnie berpelukan. Saat itu juga kaki ku menjadi lemas dan aku terjatuh begitu saja. Meskipun yang ku lihat hanya berpelukan, tapi tetap saja air mata ku tidak dapat di tahan lagi. jadi begini ya rasa nya jika melihat namja yang kita cintai bersama yeoja lain, sakit sekali. Apa yoora eonnie juga merasakan ini jika aku sedang bersama taemin oppa?? Aku yakin iya.
Aku memutuskan untuk kembali ke kelas dan tidak jadi masuk ke dalam.

*bel pulang*

Author pov

Tenonett(?)
Hp taemin berbunyi, di lihat nya ada sebuah pesan masuk.
(from: my baby yeonnie <3)
‘J’Oppa, hari ini kau tidak perlu mengantarku pulang. Aku akan pulang bersama minjee..kau antarkan saja yoora eonnie pulang ya
Taemin mengernyit heran.. ia langsung menelpon miyeon.
“yeoboseyo?”
“chagi-ah, waeyo?” tanya taemin.
“tidak apa-apa, aku hari ini akan membeli buku dengan minjee. Jadi kau antarkan saja yoora eonnie ya..”ucap miyeon.
“jeongmal? Kau tidak berbohong pada ku?”
“tidak oppa”
“ah bisa aku berbicara dulu dengan minjee? Hanya memastikan.”
“yasudah, tunggu.”
Miyeon segera menarik minjee.
“chinguya, tolong bicara pada taemin oppa kalau kau akan pulang bersama ku untuk membeli sebuah buku, arasso?”bisik miyeon sambil mengedip-ngedipkan kan mata nya memberi isyarat. Minjee hanya mengangguk tanda mengerti lalu mengambil ponsel miyeon.
“yoboseyo?” sahut minjee.
“ah, minjee-ah apa benar kau akan pulang bersama miyeon untuk membeli sebuah buku?”
“ne, sunbae”jawab minjee.
“eumm, yasudah kalian hati2 ya..annyeong!”
Telpon terputus. Minjee melirik miyeon sinis, ia tau apa yang sedang terjadi pada sahabat nya itu.
“sebenarnya apa yang sedang terjadi?”tanya minjee.
“tidak ada apa-apa”jawab miyeon datar.
“jangan berbohong! Aku sudah tau sifat mu. Kau ingin menghindar dari taemin oppa?”
“aniyo! Hari ini aku ingin pulang bersama mu, kita sudah lama tidak pulang bersama. Kau tidak mau huh?”
“hm, tidak juga. Kajja!”minjee merangkul bahu miyeon.

Di perjalanan ..
Karena miyeon pulang bersama minjee, pasti nya mereka akan pulang dengan berjalan kaki. Itu sudah jadi kebiasaan mereka.
“miyeon-ah, kau tadi pergi dimana saat di usir oleh Lee songsaenim?”tanya minjee, miyeon tidak menjawab. Ia terus berjalan dalam kekosongan.
“yak!”pekik minjee sambil menepuk pundak miyeon sampat ia kaget.
“ah ne?ne? kau bicara apa tadi?”
“kau ini mendengarkan ku tidak huh?” miyeon tertunduk.
“aku tau kau ada masalah, bisa kau ceritaka padaku? Jangan seperti ini.”pinta minjee kesal.
“aku tidak apa-apa chinguya..”ucap minyeon.
“ist kau ini. Kita berteman sudah lama. Kau tidak mau berbagi dengan ku?”
“bukan seperti itu..aku memang tidak ada apa-apa.”
“ah baiklah terserah kau saja.”minjee mendecak kesal.

.

“hey minjee-ah, aku ingin ice cream itu. Traktir ya”ujar miyeon mencolek dagu minjee dan mengeluarkan puppy eyes nya.
“ssh! Aku tidak bisa menolak jika kau seperti ini. kau tunggu disini, aku akan membelikan nya.”ucap minjee membuat miyeon tersenyum senang.
“gomawo! Aku ingin rasa coklat ya chagi..”teriak miyeon.
.
.
Tak lama minjee datang dengan membawa 2 ice cream di tangan nya.
“ini untuk mu”minjee memberikan ice cream coklat pesanan miyeon.
“woahh, gomawo. Sebaiknya kita duduk disana dulu!”ajak miyeon yang tengah asik menjilat ice cream nya.
..
Trett.trett
Ponsel miyeon tiba2 bergetar.
“nde?”
“chagi, kau dimana? Apa sudah pulang ke rumah?”
“belum oppa, aku sedang memakan ice cream dulu dengan minjee. Waeyo?”
“ah ani, kau hati2 ya.. oh ya, sekarang aku sedang di rumah sakit untuk menemani yoora chek up, tidak apa2 kan?”
“eh? Oh ne,ne gwenchanayo oppa, sudah dulu ya. Annyeong” miyeon langsung menutup telpon nya.
“taemin oppa?”tebak minjee yang di balas anggukan oleh miyeon.
“chinguya, ini sudah sore. Bagaimana kalau kita pulang saja? Aku juga harus mngerjakan tugas-tugas.”ajak miyeon.
“eum, kajja!”
.

~~
Sejak miyeon melihat yoora dan taemin berpelukan, banyangan itu selalu muncul di pikiran miyeon.
“yak!yak! andwe, susah sekali untuk fokus mengerjakan tugas ini huh!”gerutu miyeon sambil mencoret-voret buku di hadapan nya.

Ting .. nong .. *suara bel rumah*
“jiyeon-ya..buka kan pintu nya!!”teriak eomma miyeon dari arah dapur.
“suruh miyeon eonnie saja eomma, aku sedang menonton film!”
“yak! Kau kan yang di suruh. Kenapa kau menyuruhku lagi?”pekik miyeon sambil memukul kepala jiyeon.
“eommaaa..miyeon eonnie hmmpph”miyeon membekap mulut jiyeon.
“aish~ dongsaeng menyebalkan kau!”umpat miyeon berjalan gontai ke arah pintu.

Ceklek!

Miyeon membuka pintu dan mendapati seorang namja tengah tersenyum, miyeon mengernyitkan dahinya.
“oppa?”tanya miyeon bingung.
“hai chagi.”
“ada apa kau kemari?”
“aku hanya ingin mampir. Kebetulan arah RS kan sejalur dengan rumah mu.”jawab taemin.
“bagaimana dengan yoora eonnie?”
“kata dokter dia sama sekali tidak ada kemajuan,”
“hmm, mungkin jika selalu dengan mu dia bisa ada kemajuan.”ujar miyeon datar.
“cemburu?”goda taemin mencolek dagu miyeon.
“ani, biasa saja. Masuklah!”
“oke, gomawo”
Taemin pun masuk ke rumah miyeon.
“wuoo..taemin oppa!!”seru jiyeon saat taemin dan miyeon masuk ke ruang tengah.
Gedebak..gedebukk..
“aduh, taemin.. ada kau rupa nya. Lama sekali tidak kemari.”ucap eomma miyeon.
“ah ne, ahjjuma annyeonghaseyo..”taemin membungkuk.
“ne, silahkan duduk.”
“sini oppa! Kita menonton film bersama.”ajak jiyeon.
Taemin mengangguk dan duduk di samping jiyeon. Sementara miyeon duduk di lantai untuk melanjutkan tugas nya.
“kau sedang mengerjakan tugas ya? Tugas apa?”tanya taemin seraya turun dari kursi.
“lihat saja”jawab miyeon cuek.
Tanpa di sengaja taemin menemukan kertas yang berisi tulisan nama nya yang dicoret tanda ‘X’ *ngerti gak? Hehe*
“aigo, apa ini?”pekik taemin mengambil kertas itu.
Miyeon terkejut, dan langsung mengambil paksa kertas itu lalu meremuk nya.
“sudah jangan mengganggu ku. Kau nonton film saja dengan dongsaeng ku.”perintah miyeon.
“huff..baiklah”taemin kembali naik ke kursi.
“eonnie, kau ketus sekali pada taemin oppa. Kalian sedang marahan ya?”tanya jiyeon.
“biarkan saja jiyeon-ah, eonnie mu tambah cantik jika sedang marah.”ucap taemin membuat muka miyeon memerah.
“huek!”
Pletak! Miyeon melempar jiyeon dengan stabilo nya dan sukses mendarat di kening jiyeon.
“yak! Appoyoo eonnie”ringis jiyeon.
Taemin hanya terkekeh melihat tingkah kedua nya.
.
.
“kueee datannggg..”teriak eomma dari arah dapur sambil membawa sepiring besar kue kering.
“uuaahhh! Harum sekalii!”seru jiyeon tampa  basa basi langsung mengambil salah satu kue tersebut. Miyeon masih pura-pura terfokus pada tugas nya.
“eonnie, biasa nya kau rakus sekali jika melihat kue ini. Wae? Jaim ya sama taemin oppa?”celetuk jiyeon yang langsung mendapat tatapan tajam dari miyeon.
“jika tugas ku numpuk seperti ini aku tidak bisa makan”jelas miyeon. Tiba-tiba taemin menyuapkan 1 buah kue itu ke mulut miyeon.
“aaa”taemin membuka mulut nya sendiri sebagai isyarat untuk miyeon.
“ani..”miyeon menggeleng.
“chagi..”
“aishh ne,ne aaaa”miyeon membuka mulut nya.
“dasar!”umpat jiyeon
“apa??”
“eh ani.ani eonnie.”
.
.
30 menit kemudian ..
“oppa, sebaiknya kau pulang saja. Ini sudah malam.”ucap miyeon datar.
“eonnie-ya! Kau ini mengusir taemin oppa ya?!”tanya jiyeon sedikit kesal.
“ne,wae? Bukan nya tidak baik ya jika berlama-lama disini?”jawab miyeon santai.
“gwenchana saeng, lagi pula benar apa kata eonnie mu. Aku harus pulang.”
“yasudah, aku antar oppa.”ujar jiyeon bersemangat.
“ne, sepertinya eonnie mu benar2 sedang sibuk. Kau antar aku sampai depan ya.”kata taemin secara tidak langsung mengejek miyeon yang sedari tadi menyibukan diri sendiri pada tugas nya. Taemin dan jiyeon berdiri dari duduk nya.
“et! Oppa tunggu dulu ya. Aku harus kekamar sebentar.”kata jiyeon sambil berlari kecil ke kamar nya.

Miyeon pov

Setelah jiyeon lenyap(?), tanpa sepengetahuan ku taemin oppa mengecup pipi ku tanpa permisi yang membuat ku terdiam sejenak.
“aku mencintaimu..”bisik nya di telingaku, aku tak menjawab. Huh! Sepertinya pipiku ini sudah seperti tomat sekarang. Untung saja disini tidak ada orang kecuali aku dan taemin oppa.
“oppa, kajja!”ajak jiyeon sambil menarik tangan taemin.
“oh ne, ahjjuma..”panggil taemin oppa menghampiri eomma yang ada di dapur.
“aku pulang dulu ya”lanjut nya.
“eh kenapa sebentar sekali?”
“sepertinya miyeon sedang tidak ingin di ganggu. Jadi sebaik nya aku pulang saja.”
Mendengar ucapan nya aku sedikit tidak enak hati. Dia kan sudah menyempatkan diri untuk menemui ku, seragam nya saja belum di ganti. Pasti dia sangat lelah.
Apa aku harus menahan nya? Ah lebih baik tidak..oppa, mianhae..

~~

Malam ini aku tidak bisa tidur, aku masih memikirkan apa yang sudah ku lakukan tadi pada taemin oppa. Aku benar-benar tidak enak memperlakukan ya seperti itu.
Tapi aku harus mencoba untuk sedikit menjauhi taemin oppa. Sudah kuputuskan mulai sekarang aku akan menyerahkan kembali taemin oppa kepada yoora eonnie, aku tidak mau jika aku harus terus merasa besalah karena berpacaran dengan taemin oppa. Aku tau yoora eonnie masih mencintai nya.
Apalagi dengan penyakit yang di derita yoora eonnie sekarang. Aku tidak mau membuat yoora eonnie bertambah sakit.
Hahhh~ tapi aku sendiri tidak yakin apa aku bisa melakukan ini? Lalu bagaimana juga dengan taemin oppa?
Treett.treett!
Ponsel ku yang berada di meja samping tempat tidur ku bergetar. Aku tau itu pasti dari taemin oppa, sudah menjadi kebiasaan rutin nya untuk menelepon ku sebelum tidur.
Aish~ aku bingung harus mengangkat nya atau tidak? Hhmm, angkat tidak ya?
Ah sebaik nya tidak! Bukan kah aku ingin mencoba menjauhi nya?
Ponsel ku terus bergetar, aigo~ namja ini kekeuh sekali! Aku tetap tidak mau mengangkat nya. Namun tiba-tiba ada sebuah pesan datang.
(from : namja mesum <3)
Seperti nya kau sudah tidur ya chagi?
Itu pesan singkat dari taemin oppa. Huh aku jadi semakin galau saja..
*jiah bahasanya.hha*
Aku tidak membalas pesan itu, lebih baik aku matikan saja ponsel ku.

Keesokan harinya..
@school

Hari ini jam pelajaran pertama ku adalah olahraga. Kami semua berolahraga di lapangan.
Saat aku sedang melakukan pemanasan, aku melihat taemin oppa menggendong yoora eonnie sambil berlari. Sudah pasti jika yoora eonnie pingsan lagi..
Omonaa~ sepertinya penyakit nya itu bertambah parah, kasihan sekali dia.
Hhmm, aku semakin yakin jika aku memang benar-benar harus melepaskan taemin oppa.
Aku ingin taemin oppa  selalu menjaga dan membuat yoora eonni bahagia di saat keadaan nya yang seperti itu..

~~
Jam istirahat berbunyi ..
Sebaik nya aku ke UKS untuk melihat yoora eonnie. Aku yakin dia ada disana bersama taemin oppa. Ah semoga dia tidak apa-apa.

@UKS

“oppa, bagaimana dengan yoora eonnie?”tanya ku langsung saat masuk ke dalam uks. Ku lihat yoora eonnie sedang tertidur, wajah nya benar2 pucat.
“ya begitu lah.. seperti nya penyakit dia semakin buruk saja chagi”
“lebih baik setelah pulang sekolah kau bawa dia ke RS oppa. Aku khawatir sekali.”
“nde, nanti sepulang sekolah aku akan membawa nya ke RS”
“emm oppa..”panggilku.
“ya?”
“aku ingin berbicara sesuatu pada mu. Tapi tidak disini.”pinta ku pada taemin oppa.
“yasudah, kita ke kantin saja. Lagi pula yoora sedang tertidur. kajja.” Dia menarik tangan ku keluar uks.

@kantin
“ada apa chagi?”tanya nya ketika kami sudah duduk di salah satu kursi yang ada di kantin.
“euhh, aku ingin kencan dengan mu oppa”kataku, dia terbelalak.
“eh, kencan? Ada angin apa kau ingin kencan dengan ku?” aku menggeleng.
“ani. Kita sudah lama tidak kencan. Kau tidak mau huh?”
“tentu saja aku mau, besok hari minggu kan? Aku jemput jam 10 ya..”ujar nya bersemangat. Aku tersenyum nanar.
“gomawo”ucapku, mungkin ini yang terakhir kali nya kita berkencan oppa, setelah itu aku akan melepasmu..mianhae..tapi meskipun begitu aku akan selalu mencintaimu.

=========================+++++++++++==========================

Pagi ini aku harus besiap2 sebelum taemin oppa datang menjemput. Aku hanya memakai sweater dan hotpants yang kurasa itu sudah cukup, di tambah sedikit taburan bedak di wajah ku.
Tiinn..tiinn..
Ah seperti nya suara klakson itu berasal dari motor taemin oppa. Aku segera pergi keluar rumah untuk menemui nya.
“annyeong chagii..”sapa taemin oppa setelah membuka helm yang ia pakai.
Aku membalas nya dengan senyuman lalu menghampiri nya.
“yeppeodaa..”ucap nya sambil mencubit pipiku membuat ku tertunduk malu.
“kajja!”ajak ku sambil menaiki motornya.
Dia pun mulai melajukan motor nya tersebut.
“kita akan kemana dulu chagi?”tanya nya
“mollayo, terserah kau saja oppa, pokok nya hari ini aku ingin bersenang-senang dengan mu.”jawab ku seraya memeluk pinggang nya erat.

Taemin pov

“mollayo, terserah kau saja oppa, pokok nya hari ini aku ingin bersenang-senang dengan mu.”jawab miyeon sambil memeluk pinggang ku erat membuat ku sedikit terkejut.
Tumben sekali dia seperti ini pada ku. Tapi aku suka.hehe

~~~~~

Tak terasa hari sudah menjelang sore, tujuan ku dan miyeon selanjut nya adalah pantai.
Sebelum nya tempat yang kami kunjungi adalah tempat bermain dimana tempat bermain itu adalah tempat pertama kali nya aku mengajak miyeon pergi dan saat itu aku memberi nya sebuah boneka bear yang besar. Tempat ke 2 yang kami kunjungi adalah tempat favorit ku, yaitu tempat dimana aku menyatakan cintaku pada miyeon. Disana juga kami sempat bermain basket..

“uuuaaahh!!”seru miyeon terkesima saat kami tiba di pantai dan langsung turun dari motor ku. Aku berlari menghampiri nya.
“kau suka?”tanya ku melirik nya yang masih terkagum2 dengan pantai ini. Dia mengangguk cepat. Pantai ini jarang sekali di kunjungi oleh orang lain, mungkin karena jarak nya yang terlalu jauh dari pusat kota. Namun sebenarnya pantai ini sangat indah, keasrian nya pun masih terjaga.
Pratt(?)
Tiba2 dia menyipratkan air laut ke tubuh ku, kemudian berlari..
“yak, park miyeon!! Nakal sekali kau.”pekik ku, lalu mengejar nya.
“hahaha”dia tertawa masih terus berlari.
Happ..
Aku berhasil menangkap tubuh nya dan ku peluk dari belakang.
“dapat kau!”
“haha, lepas kan aku pabbo!”
“tidak akan!”tegas ku yang semakin mengeratkan pelukan ku di tubuh nya dan berujung dengan mengangkat tubuh nya ke udara. Dia tertawa lepas, wajah nya terlihat bahagia sekali.
Tiba-tiba terlintas di pikiran ku untuk menjahili nya. Aku membawa nya kebibir pantai dan menjatuhkan badan nya di genangan ombak. Aku segera berlari sambil menjulurkan lidah ku pada nya.
“kyaaa~awas kauu!”teriak miyeon kesal.

Miyeon pov

Sebisa mungkin hari ini aku harus terlihat bahagia oleh taemin oppa, tapi sebenarnya hati ku ini sangat sakit. Mengingat kebahagian ini akan segera berakhir!
Taemin oppa menjatuhkan ku di air..aigo~ baju ku jadi basah semua. Dia menjulurkan lidah nya pada ku, aish menyebalkan! Aku berdiri dan mengejarnya.
Ahh..lebih baik aku mengerjainya lagi.keke~
“oppa..aarrghh”aku pura2 terjatuh, dia menengok.
“oppa, kaki ku keram. Bantu aku hiks..appoo”ringis ku, dengan cepat dia berlari ke arah ku.
“gwenchana?”tanya nya memegang tumit ku.
Saat itu aku masih berpura2 kesakitan, namun tak lama aku langsung mendorong nya agar dia terjatuh ke genangan ombak. Ahh sial! Dia menarik tubuh ku juga hingga aku pun ikut terjatuh ke atas tubuh nya.
“kau mengerjaiku eum?”tanya taemin oppa. Jantung ku berdegup kencang, tubuh ku masih berada di atas tubuh taemin oppa dan dia memeluk ku. Wajah kami hanya berjarak beberapa cm saja.
“hehehe”aku cengengesan untuk menutupi rasa gugup ku.
Dia hanya diam menatap ku..ah aku sudah mengetahui apa yang selajut nya akan terjadi, pasti dia akan menciumku.#jiah c miyeon GR bgt# aku segera bangun dari tubuh nya.
“ternyata ini sudah sore.. oppa, bagaimana kalau kita jalan-jalan di sekitar pantai ini?”
Taemin oppa berdiri,
“oke”dia mengedipkan sebelah mata nya pada ku. Aku tersenyum lalu memegang tangan nya. Kami berjalan mengitari pantai ini dengan berpegangan tangan dan di temani suara ombak yang begitu tenang.
“aku harap kita akan selalu bersama seperti ini chagi.”ucap taemin oppa membuat guratan wajah ku  menjadi sendu.
Aku menghentikan langkah ku, taemin oppa menatap ku heran.
“waeyo?”tanya nya.
“ani..oppa”ucap ku lirih.
“ne?”
Perlahan aku mendekatkan tubuh ku ke tubuh taemin oppa dan menarik kerah kemeja nya yang berwarna putih transparan.*omo! Bisa byangin gak taempa pake kemeja transparan?#otakyadongkumat*plakk
Taemin oppa terlihat terkejut melihat perlakuan ku ini. Aku tidak tau harus bagaimana, tapi aku ingin melakuka nya. Aku mulai berjinjit dan..
Chuu~
Aku mencium bibir nya lembut, dia terbelalak.
Dia sedikit menundukan kepalanya, mungkin agar aku tidak terlalu susah untuk menciumnya.aku terus mencium bibir taemin oppa,dia juga  membalas ciumanku pelan dan tak kalah lembut. Ntah mengapa tiba-tiba aku menangis .. air mata ku turun kebibirku.ciuman kami pun menjadi basah karena air mataku.
tiba-tiba ia melepaskan ciuman ini dan menatapku tajam,aku hanya tertunduk dan tidak mau menatapnya ,ia meraih kedua pipiku,dengan terpaksa aku harus menatapnya.
“katakan apa yang terjadi denganmu?”tanyanya.
“oppa… aku ..aku ingin kau meninggalkanku” ucapku dengan napas yang menggebu-gebu.
“mwo??”
“ne,aku tidak ingin yoora eonnie menanmbah penderitaanya karena aku! yoora eonnie sangat mencintaimu,aku tidak mungkin…”
Kata-kataku terhenti oleh taemin oppa yag secara tiba-tiba memelukku.
“jadi karena ini kau sifat mu jadi berbeda??!!”pekiknya semakin mengeratkan pelukan.
“ne, aku harap kau mengerti”
“ani..ani..aku tidak mau!”
“kumohon” pintaku.
“aku  tidak tega melihat yoora eonnie yang keadaan nya semakin memburuk. Ditambah jika dia melihat ku dengan mu bersama, aku tau hatinya pasti sakit. Aku tidak mau dia banyak menanggung rasa sakit itu,jebal! Yang aku inginkan sekarang kau jauhi aku. kembalilah kepada yoora eonnie dan jagalah dia” lanjutku panjang lebar masih dalam keadaan menangis.
Dia melepaskan pelukan nya dan langsung memegang erat kedua bahuku.
“lalu kau lebih suka aku tersiksa hah?! aku tidak mungkin bisa hidup tanpamu!! Tolong jangan menekan ku seperti ini!”ucap taemin oppa mulai emosi.
“kau harus melupakanku”
“andwae!! Hanya kau yang akan aku cintai didunia ini! Dan kau tak boleh memaksaku untuk bersama yoora-ssi”
“asalkan kau tau, sebenarnya aku sudah muaaakk denganmu !”bentak ku berusaha untuk menutupi rasa sakit di hatiku dan aku ingin taemin oppa membenciku dengan ucapan kasarku ini.
“cih .. aku tau kau berbohong! matamu tidak bisa berbohong miyeon-ah .. jika benar kau seperti itu kenapa kau menangis ,hah?”
Aku tertegun.
“kau tau? Jika kau memilih jalan seperti ini, semua akan tersakiti, aku, kau dan mungkin yoora. jadi tolong lah jangan seperti ini .. aku hanya mencintaimu, dan aku juga tau kau hanya mencintaiku”
Dia semakin erat mencengkram bahuku. matanya memerah. Aigoo~ kumohon kau jangan menangis oppa. Jika kau menangis, aku semakin sulit untuk melepasmu.
“ mianhae oppa .. ku mohon tinggalkan aku!”
“ aku tidak bisa! sudah kubilang jangan selalu menyerahkan ku pada orang lain! Kau tidak mengerti perasaanku??”
“mian .. tapi ini yang terbaik.. aku ingin kau melupakanku dan kembali pada yoora eonnie, jika kau mencintaiku lakukan ini untukku!”seru ku.
Dia menatapku nanar dan sepertinya kecewa padaku lalu melepaskan cengkraman nya perlahan.
“hmm.. baiklah, jika itu mau mu. akan ku lakukan perintah konyol mu itu.tapi jangan salahkan aku jika semuanya akan TERSAKITI !” dia menatapku tajam dan pergi begitu saja. Aku menatap kepergian nya, air mata ku tumpah semakin deras.
Sepertinya dia marah sekali padaku.
Oppaaa.. jeongmal mianhae..

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Everything Just For You – Part 4”

  1. haish sedih.a . . .
    minhye thu jeongmal paboya masa ngelepas taemin oppa tuk yoora
    mmg siih yoora sakit tp g’ usah pke ngorbanin perasaan sndiri dong. . .
    huh . .. kasihan taemin oppa

  2. HWAAAAAAAAAAAAA *jambak” rambut key*
    MIAPPPPPAAAAAHHHH??!!
    Author ini wajib dilanjutkaaan,gg mw tahu >.<
    fighting!

  3. Yah.. Yah.. Knpa jdi bgini..??
    Lanjuuuutt..
    Tanggung jawab, chingu.. Dah bikin aq pnasaran stengah idup.. Mwehehe

  4. aaaaaiigooooooooooo
    gak sabar kelanjutaan nyaaa!!
    ayoo chinguu ppalli ppalliii~!!! *aegyo mode on*

    hha itu miyeonnyaaa aaaa jd kesel sendiri TvT

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s