Ending The Misunderstanding At Acquilla Café

Ending the Misunderstanding at Acquilla Café

Title : Ending the Misunderstanding at Acquilla Café

Author : dhila_kudou

Main Cast : Lee Taemin, Lee Hwangri (OC)

Support Cast : Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Length : Oneshot

Genre : Fluff, Friendship, AU

Rating : General

Summary : Hanya sebuah kebetulan, bertemu secara tidak sengaja.

A.N :  It’s my first finished ff by romantic scene. Hope you’ll enjoying it…! Dan, sebenarnya ff ini udah ditampilkan di wordpress aku sndiri, tapi dgn cast yang berbeda. Jadi, aku pengen coba ngajak reader buat ngebayangin kalau tokohnya itu member shinee. Hehe…smoga suka ya 😀

—————————————————————

[Lee Hwangri P.O.V]

Ku berhentikan sepedaku di depan café favoritku.

“Aquilla Café”

Sambil membuka resleting jacket hoodie abu-abu, aku melangkah masuk ke café tersebut. Alunan lagu Reflection buah karya Christina Aguilerra meniup lembut membran timpaniku. Setelah memilih tempat duduk yang cocok, di tepi jendela, aku pun memanggil temanku.

“Key oppa!”

“Eh, Hwangri-ah..tumben kamu ke sini, kan cuaca nggak lagi hujan?” tanyanya sambil mengelap tangannya ke celemek hitam yang terikat rapi di pinggangnya.

“Hee…Aku hanya kesepian di dorm. Tak keberatan kan?” ujarku sambil mengeluarkan Sony-Vaio putih kesayanganku.

“Sedikit…Haha..Sudahlah, kau mau pesan apa?” Tangannya langsung sigap mengambil note kecil dan pena purple-nya.

“Sup Asparagus dengan potongan ayam. Minumannya Silver Needle Tea saja,”

—Acquilla Café—

Mataku tak bosan mememperhatikan desain café kecil ini walaupun hampir tiap 3 hari sekali aku kesini. Café minimalis ini terasa menarik dengan corak white drop paint di dinding dan corak strips hitam di meja dan setengah dinding bagian bawah. Dan setiap meja terdapat pot kecil tempat meletakkan sugar cube berwarna purple. Hitam, putih, abu-abu, dan purple bersatu tanpa ‘konflik’, sungguh desain yang luar biasa.

Seketika juga aku teringat sesuatu. Key kan tamatan desain interior

Mataku beralih ke pemandangan di balik jendela. Tak kalah menarik.

Musim gugur seperti ini, jalanan seakan-akan berwarna dengan tumpahan dedaunan yang telah mati dari pohon-pohon di tepi jalan. Aku sangat menyukainya.

Mataku terhenti ke suatu sosok yang menghalangi pandanganku. Sosok yang menempati meja di sudut ruangan café ini. Sosok itu sedang duduk dengan majalah di tangannya. Perlahan, dia menyeruput Spearmint Tea-nya. Sepertinya dia sedang depresi.

Tapi tunggu, aku membenarkan letak gagang kacamataku.

“Taemin?”

Seolah mengetahui keherananku, dia menoleh kearahku. Ups…

Aku mengembalikan pandangan ke arah laptopku. Aku berusaha fokus dengan novel yang aku karang saat ini.

Tapi tetap tak bisa…!

Pikiranku masih bertumpu kepada sosok dia. Sosok yang mewarnai hatiku.

Sejenak, aku persilahkan otakku menekan tombol play dan menikmati perjalanan yang tersimpan pada memori otakku…

—Acquilla Café—

Aku ingat pertama kali menyadari kehadirannya dalam hidupku saat 3 minggu setelah aku masuk kuliah. Hanya secara tidak sengaja, saat melihat mukanya, entah kenapa aku teringat akan sosok kakak kelas yang aku kagumi sewaktu SMA. Alasan yang cukup aneh memang.

Tapi, karena saking penasarannya, aku mencari tau informasi namanya, kota asalnya, dan informasi lain yang kuperlukan.

“Ooo…yang pakai baju putih motif batik itu…?” Aku pun mengangguk.

“Namanya Taemin,”

Taemin? Kedengarannya aneh.

“Taemin. Lee Taemin. Dia berasal dari Seoul. Hmm, kelompok 4A..Berarti kelas tutorialnya di sebelah ruangan kita dong..,” ujar Hyera melanjutkan.

“Eh, ada apa sih?” tanya Jonghyun, temen sekelompokku juga.

“Gini, si Hwangri nanyain si Taemin. Cie..Hwangri dah gede’ yaa..” jawab Hyera, sedikit menjahiliku. Tanpa ampun, kudaratkan jitakanku ku kepalanya.

“Aish, aku kan cuma nanya nama doang…,”

—Acquilla Café—

Sejak saat itu, teman sekelompokku semakin gencar untuk menjailiku dengan Lee Taemin. Aku merasa risih, takut kalau sosok yang bernama Taemin itu tau akan perasaanku. Aku tak sanggup menerimanya.

Tapi aku tak mengelak, kalau aku kagum dengan sosok dia. Walaupun sering aku tepis dan mencoba melupakannya. Karena aku tak mau menjadi orang kedua dalam hubungannya. Yap, dia telah memiliki seorang yeoja. Aku mengetahuinya saat diam-diam mencari namanya lewat akun facebook milik teman sekelompoknya. Terlihat photonya yang sedang berdua di sebuah taman. Dari info-nya terlihat kalau dia telah berpacaran sejak 3 tahun yang lalu. Namun, kutekadkan diriku untuk tetap meng-add-nya sebagai teman. Walau hingga saat ini ia tak pernah menerimanya.

Terkadang, cemburu menyelimutiku saat melihat temanku yang lain bisa berkomunikasi akrab dengannya. Tapi aku tak berharap banyak, sekedar tau namaku saja itu sudah lebih dari cukup.

Setiap hari kujalani dengan menjadi secret admirer baginya. Tapi ini beda. Aku tak pernah meninggalkan sms atau panggilan terror ke ponselnya. Aku tak pernah meninggalkan sebuah kertas bertuliskan perasaanku dengannya. Aku tak pernah menitipkan salam lewat temanku untuknya. Aku tak pernah menanyakan sesuatu pun dengannya. Kabar, bahkan tentang pelajaran sekalipun.

Emangnya dia hanya sendiri di muka bumi ini? Tidak…!

Tapi, semakin aku camkan kalimat tersebut ke hatiku, membuatku semakin ingin melihat sosoknya. Ya, aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Dan saat dia mendekat berjalan ke arahku, aku anggap sebagai teman yang tak kukenal. Cukup menggiriskan memang.

Tapi, hal ini memberikan kesan tersendiri di kehidupanku. Entah kenapa, kesan mengagumi seseorang secara misterius itu menyenangkan.

—Acquilla Café—

Kedatangan Key membuatku berhenti untuk memikirkan Lee Taemin. Dia meletakkan pesananku dan meninggalkan sepucuk amplop berwarna ungu ke atas keyboard laptopku.

Aku mengambil amplop itu,“Apa ini?”

“Ya amplop lah…Masa’ piring?”

“Oppa…Aku serius!!!” ujarku sedikit membentak.

“Titipan buat kamu. Nggak tau isinya apa, buka aja sendiri. Apa mau aku yang buka amplopnya?” tawarnya sambil mencoba menggapai amplop di tanganku.

“Eits, nggak usah…It’s my privacy!!!”

Aku membuka amplop itu. Tapi sebelumnya, “Ngapain Oppa masih di sini?”

“Eh…eum..Nggak ada..Hehe…,” jawab Key sambil berlari ke dapur.

Setelah yakin kalau Key telah masuk, aku melihat ke dalam amplop tersebut.

“Sebuah surat?”

Aku penasaran. Jujur, baru pertama kali aku mendapat titipan seperti ini sejak 5 tahun aku menjadi langganan café ini. Aku melirik Taemin. Dia terlihat sedang membaca sesuatu dengan earphone di telinganya. Aku juga melirik sekumpulan anak SMP yang sedang bersenda gurau di meja tengah café. Aku melirik sepasang suami istri yang sedang mengobrol bersama. Tak ada yang mencurigakan.

Jangan-jangan…

Aku membuka surat itu perlahan.

“Would you be with me until we die?”

Sebuah pin kecil berwarna putih dan ungu bergambar bunga jatuh ke pangkuanku.

Siapa yang mengirimkan surat ini? pikirku.

Putih?

Ungu?

Pin?

Surat?

Oh tidak!!! Aku tak siap kalau dia menembakku. Aku sudah mempunyai seseorang yang kucintai.

Jangan sampai…

Tiba-tiba Key keluar dari balik tirai dapur. Aku langsung menyerbunya…

“Key oppa!!!”

“Maaf kalau aku menolakmu! Jangan sedih, masih ada orang lain kok yang mau menerimamu,” ucapku dengan nada datar yang cukup tinggi.

Tanpa kusadari aku membungkuk di hadapannya. Lalu aku bangkit berdiri. Hee?

….

Key menatapku heran, “Hwangri? Kamu kenapa?”

“Aku hanya mau meletakkan desert bonus untukmu…,” ujarnya sambil menyodorkan nampan yang berada di tangannya ke arahku.

Aku menatap ke sekeliling. Semua orang melirikku heran, kecuali Taemin. Dia terlihat sangat menikmati alunan musik dari earphone-nya. Huft…untunglah dia tak mendengarnya.

Key meletakkan nampan ke atas mejaku dan memapahku ke tempat dudukku.

“Jadi bukan Oppa yang ngirim surat ini? Oppa nggak bikin kejutan kan?”

“Nggak lah…Emang apa isi suratnya?” tanyanya antusias.

Aku menyerahkan surat yang kugenggam sedari tadi. Dia pun membacanya sekilas lalu tertawa, “Hwangri-ah!!! Bagaimana bisa kamu menuduhku menjadi pengirim surat ini?”

“Ya, siapa tau Oppa pengen terkesan romantis gitu. Pura-pura menyerahkan sesuatu dan mengatakannya sebagai titipan. Lagian pin ini membuat aku yakin kalau yang mengirim ini adalah Oppa,”

Key menghentikan tawanya. Lalu menatapku serius.

“Kamu mau tau siapa yang mengirimkan surat ini?”

Mataku langsung berbinar, “Mau oppa!!!”

Key pun bangkit dan berjalan ke arah…

..ke arah meja di sudut ruangan itu.

Dunia seakan berhenti. Angin seakan menghembuskan emosinya ke arah tengkukku. Tulang rusukku bergetar hebat karena detakan jantung yang menggila secara drastis ini. Kulitku mendingin.

Aku tahu ini berlebihan, tapi memang benar adanya. Aku merasakan kesadaranku hilang sesaat sampai mulutku menggumam kata…

Lee Taemin?

Key membawa Taemin ke tempat dudukku. Lalu meninggalkan kami berdua.

Aku menunduk dalam diam. Aku tak siap dengan apa yang terjadi setelahnya. Begitu pula dengan Taemin.

Akhirnya Taemin angkat bicara, “Cewek di profil picture itu adalah sepupuku. Kau jangan salah paham”

Aku masih terdiam. Kemudian dia melanjutkan.

“Aku hanya sekedar iseng saat memposting foto kami berdua dan ucapan ‘Dokter dan Arsitek selalu bersama’ itu. Kau juga tau kan, cewek itu adalah mahasiswi arsitek di universitas ini?”

Yap, aku teringat dia pernah menulis notes “Doctor and Architect will be together” di akun facebook-nya Taemin. Dan, aku sudah membacanya berkali-kali tanpa sepengetahuan siapapun.

“Itu hanya karena kami ingin menghindari cowok yang tak bertanggung jawab untuk mendekati Cheonsa, sepupuku itu,”

“Ryeomi yang selama ini kudekati hanyalah sahabatku. Tak kurang tak lebih. Aku tau kamu pasti sudah tau kalau kami berdua satu kota asal?”

Entah kenapa, aku merasa lega mendengar jawaban itu.

—Acquilla Café—

[Lee Taemin P.O.V]

Saat melangkahkan kaki ke arah kafetaria kampus, tiba-tiba aku dikejutkan dengan teriakan seseorang. “Taemin-ah!!!”

Aku menoleh ke sumber suara, “Yak, Jinki..tunggu sebentar…,”

Aku setengah berlari ke meja Jinki. Tapi harus rela sedikit berdesakan dengan orang-orang, karena jujur saja, kafetaria kampusku tidak luas. Dan aku benar-benar tak bisa melangkah karena tempat duduk mahasiswi ini menghalangiku.

“Permisi, Teman…,” pintaku sopan kepadanya sambil memberi kode dengan menepuk pundaknya.

Dia menoleh, tapi segera cepat-cepat menunduk. “Maaf Oppa…,” ujarnya sembari menarik kursinya ke arah meja. Aku hanya membalas dengan senyum.

Setibanya di meja tempat Jinki berada…

“Taemin, kalau ada mahasiswi di sini yang naksir kamu gimana..?” ucap Jinki sambil mengelap bibirnya yang berlepotan kuah ramen. “Apaah sih? Gak penting woy…!” balasku cuek, dan kembali fokus ke makanan yang kupesan.

“Hmm, teman sekelompokku ada yang dipairing-in sama kamu soalnya…,” ujar Jinki.

Aku merasa tertarik, “Trus?”

“Ya, sebenarnya sih, dia belum tentu naksir juga sih sama kamu. Katanya kamu mirip sama kakak kelasnya dulu di SMA,”

“Ha??? Nggak salah tuh? Ah…udah-udah..lanjutin makannya,” potongku agar percakapan konyol ini berhenti dengan segera.

“Bentar dulu…Nah, itu orangnya,” jawab Jinki sambil menunjuk ke salah satu arah.

Mahasiswi yang aku tegur tadi?

Tapi entah kenapa, aku merasa tertarik untuk melihat kepribadian mahasiswi itu lebih mendalam.

—Acquilla Café—

Saat mengamati mahasiswi itu saat mengisi absen kehadiran, aku menemukan namanya, Lee Hwangri. Urutan absennya 4 nomor di bawah absenku. Sewaktu dilihat-lihat, tanda tangannya cukup keren.

Makin hari, entah kenapa aku sering merasakan kehadiran mahasiswi tersebut di setiap saat. Seakan-akan dia mengamatiku dari jauh. Dan hal itu terbukti. Walaupun jujur, jiwa stalker-nya lebih dari pada yang aku punya.

Dia ternyata juga meminta pertemanan denganku lewat facebook. Tapi aku tak bisa menerimanya. Karena tak adil rasanya kalau aku hanya menerima permintaan pertemanan dari dia, sedangkan teman-temanku yang lain yang cewek aku tolak.

Sejak pergantian semester pertama, aku mulai mendekat ke perkumpulan kelompoknya. Misalnya saja, saat praktikum aku diam-diam berdiri di belakang kelompoknya untuk mengamati percobaan yang dilakukan oleh instruktur. Aku terus mengamati sosok Hwangri tersebut. Dia terkadang tampak ceria, tenang, emosian, pokoknya di mataku dia begitu unik.

Walau jujur, dia sih tidak terlalu cantik dan tidak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Tapi senyuman manisnya itu yang membuat aku tersihir.

Hei…mungkin saja aku telah jatuh cinta kepada dia?

Tapi aku tak mau menembak dia. Aku tau, dia masih sangat muda dan belum pantas berpacaran. Mungkin aku harus menunggunya. Tapi sampai berapa lama?

Dan kurasa, setelah 3 tahun menunggu, inilah saat yang tepat untuk melamarnya.

Aku langsung menelpon Key, sahabat lamaku. Aku meminta sedikit tips mengenai masalah yang kuhadapi. Dan ternyata aku mendapat titik terang.

Hwangri sering mengunjungi café miliknya!

Aku akan melamar dia secepatnya.

Tapi bagaimana kalau dia sekarang telah berpaling dengan sosok lain?

—Acquilla Café—

“Bagaimana Hwangri? Apakah kamu menerima permintaanku?” tanyaku perlahan kepada sosok yang sedang duduk menunduk di depan aku.

Setelah menunggu beberapa saat, dia menegakkan kepalanya, “Sebenarnya…,”

—Acquilla Café—

[Author P.O.V]

“Sebenarnya apa, Hwangri?” tanya Taemin cemas.

“Aku…aku sudah mempunyai seseorang di hatiku. Apa kau tak mendengarnya tadi, Oppa? Aku menolak Key karena aku sudah mempunyai seseorang di hatiku,” jawab Hwangri perlahan.

Taemin sedikit kecewa. Dia langsung bersandar di bangkunya.

“Orang yang sejak setahun yang lalu…tak sengaja hadir di kehidupanku,” Hwangri menatap ke luar jendela. Taemin masih menatap Hwangri.

“Aku, aku menunggunya. Hmm, tidak. Lebih tepatnya aku ingin mengamati perjalanan hidupnya ke depan. Bagaimana karirnya? Bagaimana masa depannya? Siapa orang yang beruntung yang akan menjadi pendamping hidupnya?”

“Setahun yang lalu, aku merasa senang berada di dekatnya…,”

Taemin merasa bukan dialah yang dibicarakan oleh Hwangri. Dia menyesal mengapa dirinya terlalu yakin kalau dialah yang sedang ditunggu Hwangri. Dia telah berpaling setahun yang lalu. Dan, mungkin saja empat tahun yang lalu bukan dialah yang diharapkan oleh Hwangri. Apa yang dilakukan Hwangri mungkin saja hanya sebuah kebetulan.

Taemin tak bisa berharap banyak. Dia sekarang merasa pesimis.

Taemin pun menegakkan kepalanya. Dia menatap mata Hwangri, lalu tersenyum. Segera dia bangkit dari tempat duduknya. Dia berjalan sambil tertunduk. Dia telah gagal.

“Dan orang itu adalah kamu…,”

Taemin memberhentikan langkahnya.

“Kamu, Lee Taemin oppa…,”

Taemin memutar kepalanya, menatap Hwangri.

“Yang setahun lalu, saat kita sedang melaksanakan Co-Ass, saat aku berada satu siklus denganmu. Siklus Anak. Bagaimana perhatianmu dengan para pasien. Bagaimana usaha kerasmu menolong para anak-anak. Menghiburnya. Dan yang paling penting, apakah kau ingat saat malam kita dipilih Dokter yang membimbing untuk lembur bersama?”

Taemin memutar memorinya sejenak.

“Aku merasa beruntung, akhirnya Tuhan mengijinkanku berbincang bersamamu, walaupun hanya satu malam. Harapanku sejak 4 tahun yang lalu terwujud,”

Hwangri terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Aku akan menerimamu…Tapi kau harus berjanji untuk setia selamanya,”

Hwangri melangkah ke arah Taemin. Lalu dengan pasti dia menyematkan pin putih pemberian Taemin ke bajunya. Lalu tersenyum. Taemin langsung memeluknya.

“Maafkan aku telah memelukmu tanpa persetujuanmu. Aku berjanji akan membawa orang tuaku besok ke rumahmu,” bisik Taemin di telinga Hwangri.

“Aku tunggu, Oppa…,” jawab Hwangri.

—Acquilla Café—

Tak terasa air mata Hwangri dan Taemin menetes. Mereka tertawa kecil sambil menghapus air mata kebahagiaannya.

Akhirnya perjalanannya mendapatkan cintanya telah usai dengan kebahagiaan yang tak pernah bisa terbayangkan sebelumnya. Hanya sebuah kebetulan, bertemu secara tidak sengaja.

Kalau saja Hwangri tidak menyadari kalau Taemin mirip dengan idamannya dahulu, mungkin dia tak akan menjadi secret admirer Taemin. Begitu pula dengan Taemin, kalau saja dia mengabaikan apa yang dikatakan Jinki padanya dulu, mungkin dia tak akan peduli dengan adanya sosok Hwangri di muka bumi ini.

Dan yang paling penting kesabaran dan kesetiaan. Selama 5 tahun, mereka menunggu waktu untuk datang padanya. Pasti banyak godaan yang akan melumpuhkan rasa cinta dan kagum mereka satu-sama lain. Tapi karena Hwangri yakin, Taemin-lah yang akan menjadi pasangannya nanti, makan dia setia menunggu dan tak berpaling. Begitu pula dengan Taemin.

Itulah keajaiban cinta dan kasih sayang…

—Acquilla Café—

“Prok..! Prok..! Prok..! Prok..!”

Semua pengunjung Acquilla café terharu melihat adegan Hwangri dan Taemin. Beberapa orang sampai menitikkan air mata. Ditambah lagi dengan alunan instrumen dari lagu In My Room yang tak sengaja terputar di dalam café.

“Papa, aku jadi ingat sewaktu kamu melakukan hal seperti ini dulu waktu kita masih SMP,” ucap salah seorang pengunjung dengan pasangannya.

“Ah, dan kamu langsung menerimanya tanpa pikir dua kali…Betapa beruntungnya aku..Haha!” jawab suaminya.

“Huwa, so sweet banget…” komentar salah satu pelajar SMA yang juga pengunjung café tersebut.

“Bener bener. Cewek itu beruntung banget yaa…,” balasnya yang lain.

“Apalagi Cowok-nya. Beruntung tembakannya diterima, dan dapat cewek yang manis kayak dia,” tambah temannya yang lain.

“Taemin dan Hwangri pun melepas pelukannya. Mereka berdua tertunduk malu.

Key yang dari tadi mengintip lewat celah tirai, akhirnya keluar. “Heh, kalo mau nembak orang di café saya harus minta izin dulu…,” ucapnya sambil bersandar di dinding.

“Heh?” tanya Hwangri heran.

“Ya…bisa aja aku akan bermain clarinet di sini. Supaya lebih romantis kesannya. Haha…,”

“Emang kamu bisa memainkannya?” tanya Taemin.

“Bisa…,” ujarnya sambil memperagakan pose seseorang yang sedang bermain clarinet.

Semua pengunjung tertawa.

“Dan hari ini, aku akan menggratiskan semua makanan yang kalian pesan semua…!” ujar Key.

—Acquilla Café—

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

48 thoughts on “Ending The Misunderstanding At Acquilla Café”

  1. AAAH, keren!! So sweet banget ya ampun! Meski pun dialognya pake bahasa gawl (??) tapi tetep terasa keren dan ‘berkelas’. Sip banget pokoknya *terharu*. Cara Taemin ngelamar… aww, I wish I was Hwangri :’)

    Eh, jangan-jangan ini kisah nyata. Cuma nebak, habis kayaknya hidup banget gitu ceritanya. Kalaupun nggak, berarti Author memang sangat daebak. Salut d(^o^)b

    Really nice story 😀

    1. aaah, gomawoo…^o^/
      iya, sbnrnya ada rasa nggak pede ngirim ff ini krna dialognya rada aneh mnurut aku –”. tp ternyata gak nyangka kalau zaKey suka… makasi banget yaa 😀

      haha, sama, aku juga berharap aku jadi hwangri.. :”)

      haha, iya, kisah nyata, 80 persen bener, tpi yang fesbuk sama ngelamar sama co-Ass itu nggak kejadian -______-”

      skali lagi, makasi udah baca dan komen.. ^o^/

  2. aaaaaaaa~~~~~~~~~~~ keren!!!!!! pendeskripsiannya keren dan ga buat aku bingung, narasinya juga bagusss^^. keren deh pokoknya.

    1. gomawo anggie… alhamdulillah kalau suka ama ceritanya..hehehe..
      padahal aku bener2 nggak pede sama cerita ini. terima kasih banget ya anggie buat baca dan komennya…^o^/

  3. uwaaaa..
    aku pernah loh nyimpan perasaan sama cowok sampai 3 tahun dan rasanyaa,
    ga enak banget.
    tapi waktu di tembak malah ak tolak hahaha..

    thanks ya thor uda buat aku mengingat masa lalu kekeke..

    1. hah? benarkah? aku paling lama cuma 2 tahun..haha..dan emang nggak mengenakkan terkadang..wkwk..
      dan ditolak? hhahaha, ada2 saja..XD

      sama2 dea, makasi juga udah baca dan komen ya 😀

  4. uwaaaa..
    aku pernah loh nyimpan perasaan sama cowok sampai 3 tahun dan rasanyaa,
    ga enak banget.
    tapi waktu di tembak malah ak tolak hahaha..

    thanks ya thor uda buat aku mengingat masa lalu kekeke..

  5. jd ngebayangin taemin pake batik.. gantenglah! pasti 😀

    sweet bgt FF nya :3
    rasa pnasaran saia terjawab sudah semua di bagian2 akhir, sipp lah.
    dan 1 lagi, mau dong di lamar taemin, hhaa

  6. Ajegil thoe… Diksi dan narasinya keren banget.
    Kayaknya author punya gaya tulis sendiri nih, dan itu bukan hal yg gamoang di dapetin loh. Bahkan penulis novel aja kdang2 gak punya.
    Suka banget sama quote “mengagumi seseorg secara misterius itu menyenangkan” bener bgt tuh, bahkan lebih menyenangkan dr pd mengagumi scr terang2an #tsaaahhhh

    1. alhamdulillah…. makasi banget ya luna,
      iya? aku nggak nyadar sampe ke sana .___. tpi alhamdulillah deh, haha… sip, aku coba pertahankan terus cara nulis bgini..hehe.. ^o^/

      iya, itu quotenya udah nemenin aku sejak kelas satu SMA sampai sekarang, Quote itu cukup bikin rasa sesek ilang…#sip

      skali lagi makasi udah baca dan komen ya ^o^/

  7. Rasanya baca ff ini sama kayak makan gulali… so sweet banget, jadi senyam senyum sendiri bacanya…

  8. Aaaaaahhhhhh~~~ so sweet bangeeettttt
    Bikin pipi keangkat terus-terusan :”
    Beruntung penantian sekian lama itu berbuah manis yaah :”
    Oh iyaa, gaya bahasanya keren banget. Asik dibaca kekeke

    1. haha, nggak kram tuh pipinya? wkwkwk
      iya, smoga aja bneran kejadian di khidupan nyata, aamiin…

      makasi ya dubudays udah baca n komen, alhamdulillah kalau suka…wkwk 😀

  9. so sweet….><
    smwny happy ending,bkn cnta yg btepuk sblah tangan..asik dbacanya…^^
    Key & clarinet? mengingatknku pd sosok squitwerd.#plak..hahaa….

    1. haha, soalnya nggak tega klo dibikin cinta tak terbalas *?* syukurlah klo sukaa..
      sbnrnya krna tokoh awalnya si kyu makanya dibikin clarinet, baru inget trnyata squidward juga maen bgituan..hahaha..XD

      makasi ya ully udah baca n komen ff ini 😀

  10. eon, crita nya so sweet bangett :’)
    aku jadi keinget sama kisahku sendiri #caelah curhat -____-
    hahha…

    bagus bangett deh pokoknyaa.. keep writing yaa 🙂 salam buat taemtaem :’) btw minho td gak ada yaaa 😮

    1. aah, makasiii 😀 ini msih blum so sweet banget sih sbnrnya krna blum pengalaman ama yg namanya pacaran -_-”
      haha, jadi nostalgia doong..wkwk

      iya, minho emang lupa nyantumin soalnya perannya cuma berempat doang yg cowok, n klo minho bingung dikasi peran apa ._. mianhe ya buat yg biasnya minho #bow

      sip, smoga ketiban ide..wkwk..makasi ya felecia udah baca n komen 😀

  11. hiyaaa demi apa ini? seru ffnya
    80% true story? ff emg seru buat ajang melepas nyesek(?):D
    memendam rasa bikin kreatif!

    keep writing!!

    1. haha, kurang 80% sih klo dipikir2 lagi ._.” di dunia nyata lebih banyak ngenesnya dibanding so sweetnya -___-”
      bner banget! ff juga bisa dijadiin media curhat..#ssah. lumayan kegalauan dibawa ke arah kreatifitas..wkwkwk

      oke, sipsip…makasi ya megi udah baca n komen ff ini 😀

  12. aigoooo chinguuu !!
    jjjang banget !! aku suka ff nyaaa :”

    pengen bgt jd hwangri..
    *taemin oppa biased*
    dan satu lg, ungu itu wrna kesukaan aku , bner2 pengen pnya kehidupan kya ff ini :’>
    romantisnya dapet xD

    Pokok’e nice ff ~!!! ayo bikin laagiii~~(?)

    1. alhamdulillah klo suka :”D
      sama, aku juga kepengen bangeeet…wkwk..biarlah bukan taemin bneran, tapi si taemin yg ada di khidupan aku #malahcurhat
      saah, samaaa! ungu juga salah satu warna fav aku..wkwk…

      smoga kejadian ya di kehidupan nyata chingu..dan smoga lebih so sweet…aamiiin 😀

      sipsip, klo ada ide bakal diusahain bikin ff lagi..wkwk..makasi ya udah baca n komen tri 😀

      1. aaww iyayaa bru ngeh klo ff nya di ilhami (?) dr kisah nyata(?) xD

        aamiin ya Allah~~~ !! hahaha, sipsip ditunggu chinguuu =))

  13. Kyaa…
    bagus ceritanya thor..
    alun cerita masuk akal…
    hahaha,si taemin biarpun maknae tapi ttp aja romantisnya melebihi jonghyun oppa..
    FF nya buat lg thor ^^
    kalok bisa cast nya kepengen si taemin lg :))

    1. haha, krna based on little true story *?* soalnya, klo aku bikin ff yg bukan pngalaman aku sndiri seringnya failed n gak masuk akal…wkwk
      bner2, taemin itu klo udah skali cool bakal ngalahin siapa aja #ssah

      okee..smoga ntar ada ide..wkwk…yupyup, emang aku lbih enjoynya bikin ff taemin sih…wkwk #ketahuanbiastaemin.

      makasi udah baca n komen ya tae_an ^o^/

  14. Aaaaassshhaaa…
    Thor, ff nya bagus banget banget ! Keren ! XD
    Bahasanya bagus banget, ceritanya gak bosenin malah cenderung bikin penasaran and nagihin.. Hehe..

    Ternyata penantian Hwangri gak sia2 cintanya terbalas begitu juga Taemin, jadi terharu… :’)
    dan yg paling aku suka soalnya Happy Ending! yeyy \^0^/
    yep, keep writing ya thor ! Ditunggu karyanya yg lain 🙂 Hwaitinggg !! ^^

    1. alhamdulillaah…gomawo tryas 😀
      bneran nggak nyangka tanggapannya kyk gitu, gomawoo #bow

      haha, iyaa, jdi pengen punya kisah kayak bgitu ^,^

      siip, klo ada ide bakal bikin lagi ^^ makasi udah baca n komen ya tryas 😀

  15. Aku dh baca di blog manaa yaa._. Yg pasti tokohnya heechul kan?? Udh baca tapi tetep sukaa 🙂

    1. iyaaa… tokoh awalnya emang heechul ~! #kasiduitkarenabener
      ini sblumnya udah prnah dipublish di blog aku (aredlover.wp) , tpi karna komentatornya dikit, jdi dikirim ke sini deh…hehehehehe
      syukurlah klo masih suka..wkwk.
      makasi udah baca n komen ya chingu ^o^/

      1. eh..satu lagi di blog tetangga sujuff2010.wp soalnya ff ini juga prnah ikut kontes dan gak menang :”) #pukpuk
        mgkn chingu bacanya di salah satu blog di atas 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s