Still Or No – Part 3 (End)

STILL OR NO? {part 3/END}

Title                : Still Or No?

Author            : Diahwidya a.k.a Widya (old name author is wikey a.k.a Widya) J

(WordPress) = http://diahwidya.wordpress.com

 

Main Cast      : Lee Taemin, Park Minra, Lee Jinki

Support Cast : Yeorin, Sulli f(x)

Rating             : PG 13

Genre              : romance, sad

Length            : Sequel

Hari ini, adalah hari yang suram untuk Minra, entah dari cara apapun Taemin selalu membuntuti nya, minta bantuan teman-temannya untuk mengikuti Minra kemana saja.

Minra merasa ada yang aneh dengan semuanya, ketika dia sedang berjalan sendirian, seseorang menarik dirinya dan menyumpal mulut Minra dengan kain yang sudah ia gumpal, dan dibawa masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan Minra hanya bisa menangis dalam diam, kenapa masalah dia serumit ini? Apa salahnya dia putus dari Taemin? Seharusnya Minra tidak menerima pernyataan Taemin sejak dulu, kalau hasilnya seperti ini.

***

Keesokan harinya Onew merasa ada yang aneh, Minra dari kemarin tidak kunjung pulang, nyonya Park juga merasa khawatir dengan keadaan anaknya entah dimana.

Yeorin berlari cepat kekelas Onew, dan menghampirinya

“yaa.. onew-ah.. apa kamu kemarin bersama Minra?” Tanya Yeorin dia juga merasa khawatir.

“Molla! Kemarin dia tidak ingin kuantar pulang arrgh!! Pabo pabo!” rutuk Onew, kenapa dia bisa membiarkan yeoja itu pulang sendirian!

Onew berkecamuk dengan pikirannya, ada satu nama yang terlintas didalam pikirannya.

Lee Taemin

“Taemin ada didalam kelas?” Tanya  Onew langsung ke intinya membuat Yeorin mengerutkan dahinya, tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan Onew.

“Ini pasti ada sangkut paut nya dengan dia, apa kau tidak tau dia begitu menyayangi Minra, ani! Tapi terobsesi agar Minra menjadi miliknya?” Ucap Onew, kemudian Yeorin langsung mengerti, tidak lupa juga dia meninggalkan secarik kertas berupa nomornya, supaya Onew menghubunginya nanti *apa gak kebalik yaah hahaha*

Yeorin menunggu kedatangan Taemin, tapi Taemin tidak kunjung datang.

“aku mohon semoga Minra baik-baik saja” doa Yeorin sebelum bel berbunyi.

1 pelajaran terlewatkan Taemin juga tidak kunjung datang.

Drrt.. drrt..

Yeorin membuka Hp nya dengan perlahan agar sonsaengnim tidak memergokinya sedang bermain Hp

Apa ada Taemin?

—onew

Dengan cepat Yeorin mengetik pesan itu dan langsung mengirimnya.

Setiap detik, menit, jam berlalu, tetapi tidak untuk Onew yang penuh kecemasan akan keberadaan Minra, dulu dia memang sempat mengacuhkan Minra, tapi seiring berjalannya waktu Onew baru menyadari kalau dia sendiri terjebak oleh hati Minra.

“ayolaah!! Park Minra angkat teleponku” ujar Onew dengan nada cemas, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Minra.

***

Dengan perlahan Sulli mendekati Onew, sebenarnya dia merasa takut yang amat sangat bila dia memberi tau Onew, tentang apa yang dilakukan Taemin dengan Minra, tapi dia menepis bayangan tentang keadaannya, yang terpenting adalah Minra selamat! Sulli tau Minra adalah musuh terbesarnya, karena telah mengambil Taemin dari dekapannya, tetapi apa daya? Jika Taemin sedang marah pasti dia akan melakukan hal apa saja demi memuaskan hasratnya(??).

“Onew-ssi…” Kata Sulli pelan sambil duduk disamping Onew.

“Onew menghentikan aktivitas menelpon Minra dan menoleh ke arah Sulli, dengan tatapan ‘dimana Taemin berada, sekarang?’

Sulli memberi tau ke Onew jika Taemin, membawa Minra ke rumah kosong yang didekat pelabuhan, disana jarang orang melewati nya, jadi santai saja jika ingin menyandera orang disana.

Dengan sigap Onew langsung pergi, tetapi sebelumnya Sulli berteriak jika dia tidak ingin mencampuri masalah mereka dan Onew menyetujui nya. Setelah Onew mengetik pesan untuk Yeorin agar memberi tau nyonya Park, bila Minra baik-baik saja, Onew ingin Yeorin merahasiakan tentang ini kepada orang banyak.

Onew menghentikan motornya tidak jauh dari rumah itu, dan dengan pasti dia mendengar teriakan dari dalam rumah tersebut.

***

“Taemin oppa jebal! Lepaskan aku” isak Minra sambil berlari ke segala arah, sengaja Taemin melepaskan ikatan yang tadi berada dikaki Minra dan tangan Minra, dia juga seperti itu, mengejar Minra, walaupun tenaga nya setengah terkuras, tapi dia masih sanggup untuk mengikuti kemana yeoja itu berlari.

“oppa!! Jebal.. huks.. Onew oppa!!” kali ini nafas Minra memburu, dia terlalu capek untuk menghindar dari Taemin, sekilas dia melihat Onew tengah berlari menuju rumah yang dia tempati, Minra kembali berlari menuju pintu, tapi sialnya Taemin yang memiliki kunci pintu itu.

“Taemin oppa! Aku tidak ada salah apa-apa kan dengan oppa” lirih Minra, badannya menghantam keras pintu, karena Minra tersandung batang kayu yang cukup besar didekatnya.

“Op..hhppa” nafas Minra terengah-engah dia masih bisa mendengar Onew menggedor pintu utama itu, Minra membalikkan badannya, agar Onew dapat mendobrak pintu itu.

BRAK!

Dobrakan ketiga kalinya membuahkan hasil. Onew langsung memasuki rumah itu, tapi naasnya, Minra berada didekapan Taemin, dan dia.. tidak sadarkan diri.

Keadaan itu membuat Onew marah, sangat!

“kau menginginkan dia hmmm?” dengan entengnya Taemin menanyakan hal seperti itu. Membuat Onew semakin ingin menghantam Taemin, tetapi dia tidak bisa, karena Minra berada didekapan Taemin, dia tidak ingin salah sasaran.

Setelah Minra dibaringkan di kursi yang cukup keras. Karena terbuat dari kayu-kayu yang tua,tapi cukup untuk bisa menahan berat badan Minra.

Dengan cekatan Onew melayangkan tonjokannya kearah pipi kiri Taemin, dan menendang pelipis Taemin, membuat Taemin terhuyung-huyung dan menabrak sisi meja dan kursi yang berada dibelakangnya.

Onew menarik kerah baju Taemin, tapi sebelum dia melancarkan pukulan ketubuh Taemin yang lainnya, Taemin bersuara.

“owh.. Onew-ssi.. aku mendaratkan pukulanku, kurasa kau akan mati” cengir Taemin, di keadaan seperti ini dia masih bisa tertawa.

Onew menyunggingkan senyum sinisnya, dia tidak mempunyai banyak waktu untuk meladeni hal seperti itu.

“temui aku tempat biasa, jika aku yang menang aku akan mengambil Minra dari sisimu, dan jika aku kalah, yaah,, kurelakan dia untukmu” ujar Taemin dengan pelan. Disekanya darah yang mengalir di sudut bibirnya.

***

Minra mengerjap-ngerjapkan matanya, dia melihat kesekitar… Minra masih bisa mengingat terakhir kali dia ada di rumah tua itu bersama Taemin, dan Onew menolongnya, dan sekarang? Dia sedang ada dirumah sakit. Siapa yang membawa ku kesini? Batin Minra, dia berfikir itu adalah Onew. Tapi dia melihat ke sekeliling ruangan itu, tidak ada siapa-siapa disana, melain kan sebuah surat unik yang dibaluti dengan pita berwarna pink.

Minra membuka pita tersebut, dan mulai membaca nya sedikit demi sedikit.

Sudah terbangun? Kuharap iya. Hari ini dan esok seterusnya, aku juga tidak akan menganggu hidupmu lagi Park Minra.

Disitu ada sebuah kotak, kumohon bukalah, pakailah cincin setiap hari. Jangan pernah kau lepaskan dari jari manismu, kalau kau masih menghargaiku. Araseo?

                                                                        ——Lee Taemin—-

Betapa terkejutnya Minra membaca surat itu. Apa maksud dari dia? Minra membuka kotak itu, sama. Dibaluti dengan pita berwarna pink. Dia buka perlahan, Cincin terbuat dari platinum dengan mahkota berlian, begitu terharu nya Minra melihat itu. Kenapa Taemin memberi cincin itu kepada Minra? Begitu bodohnya Minra tidak mengetahui jika Taemin masih sangat-sangat mencintainya.

Pandangan Minra mulai mengabur karena air matanya mulai mengalir membasahi kedua pipi nya. Apakah Minra terlambat untuk mengakui perasaannya kepada Taemin, bahwa dia masih mencintainya?

*cklek* pintu ruangan Minra terbuka, buru-buru dia seka air mata itu, dan kembali tidur. Tapi sialnya sebelum dia kembali tidur, seseorang sudah menghampirinya.

“mianhae…”

“Taemin….” Ucap namja itu terpotong-potong

Minra tetap bergeming dari tempat tidurnya, tapi hatinya  berkecamuk, ada apa dengan Taemin? Sesuatu yang buruk terjadi dengan dirinya kah? Batin Minra berpikiran yang buruk tentang Taemin, tapi dia berharap bukan itu yang terjadi pada Taemin.

“Kecelakaan…diaa –“ belum sempat namja itu melanjutkan pembicaraan nya, Minra menatap sinis namja itu.

“apa yang terjadi dengan Taemin??apa oppa!!” Minra berteriak, Onew merasa sedih. Yaa.. lidah Onew kelu untuk mengatakan sesuatu tentang Taemin.

“dimana dia? Dimana dia sekarang oppa!” Onew sudah mengira pasti Minra sudah membaca surat itu.

***

Kini Taemin terbaring di Seoul international hospital no.518, dia terbaring lemah disana sudah hari ke-5 tidak sadarkan diri, Minra tetap menemani Taemin, walau dia tau susah baginya untuk menerima keadaan Taemin, sedangkan Onew, dia tetap memilih untuk bungkam, tidak ingin menceritakan tentang kenapa Taemin bisa berada disini, apa yang menyebabkannya seperti ini.

“Oppa aku berangkat sekolah dulu ne?” Minra mengecup sekilas kening Taemin dan pergi kesekolah, selama 5 hari ini Minra selalu seperti itu. Yeorin teman sebangkunya sendiri baru kali ini melihat Minra sangat begitu menyayangi Taemin, dan Onew juga dapat mengerti dengan apa yang dialami Minra, dia memilih untuk mundur.

“Minra-ya.. mukamu pucat seperti itu, ayolah kita makan yah? Apa perlu aku belikan segepok(?) nasi dan kita makan sepiring berdua(?) apa perlu aku suapin?? Huh?” sudah yang keberapa kali nya ini Yeorin mencoba membujuk Minra untuk ke kantin, dan tidak membuahkan hasil sama sekali, akhirnya dia sendiri yang pergi meninggalkan Minra.

“ehm…” Onew berdeham canggung, tidak seperti biasanya dia seperti ini ketika berhadapan dengan Minra. Yeoja itu malah menundukkan kepalanya.

“untuk apa oppa mengajakku kesini?” Tanya Minra dengan nada yang dingin.

“kalau aku menceritakan apa yang terjadi dengan Taemin, kamu berjanji untuk tidak marah denganku?” Onew mensejajar kan wajahnya dengan wajah Minra, memegang kedua pundak Minra, dan mereka berhadapan satu dengan yang lainnya.

FLASHBACK

“temui aku tempat biasa, jika aku yang menang aku akan mengambil Minra dari sisimu, dan jika aku kalah, yaah,, kurelakan dia untukmu” ujar Taemin dengan pelan. Disekanya darah yang mengalir di sudut bibirnya.

Setelah Onew mengantar Minra ke rumah sakit terdekat, Onew kembali pergi menemui Taemin di tempat biasa. Jalan yang lebar dan panjang. Onew mengira pasti Taemin, akan mengajaknya balapan. Dan itu benar terjadi! Banyak orang berdatangan disana, ditambah yeoja-yeoja berpakaian yang begitu mencolok.

Onew segera menuju ketempatnya.

“ingatkan apa kataku tadi” ujar Taemin lirih.

Seorang yeoja memegang bendera dan berteriak “READY…GO!” *aah aku gak ngerti soal balapan ne~! jadi maklumin saja..

Saat ini yang masih unggul adalah Taemin, Onew tidak jauh di belakangnya.

Onew menambah lagi kecepatannya, sudah lama dia tidak bermain balapan.

Garis Finish semakin dekat dan Taemin juga semakin menambah kecepatannya.

Taemin yang pertama kali melalui itu! Dia yang menang. Tapi orang yang melihatnya tidak berhenti tetapi membawa motor itu dengan kecepatan diatas rata-rata, dan akhirnya Taemin menabrak mobil yang sedang berhenti disana, kemudian disusul lagi dengan mobil yang melaju dari belakang Taemin *oomoonaa teragisL*

Flashback End

Tanpa sadar air mata Minra tidak dapat dibendung lagi, dia tidak menyangka mereka berdua merebutkan Minra, bahagiakah, atau sakitkah yang Minra terima sekarang? Molla~

Hening.. hanya ada tangisan Minra yang begitu sangat memilukan.

“Oppa.. kenapa oppa menyetujui permintaan bodohnya” lirih Minra, Onew tidak bisa berkata apa-apalagi.

“mianhae…”

“antarkan aku sekarang! Ini waktu ku untuk menjenguknya” Kata Minra selanjutnya dan diikuti oleh Onew.

***

“Taemin oppa…” Minra merengkuh tubuh Taemin yang masih menggunakan pakaian rumah sakit, yang sedang tertidur, dan dikelilingi oleh suster serta dokter.

Taemin masih bisa mendengar suara itu, suara yang dia rindukan selama ini. Tapi apakah mungkin dia masih bisa memiliki Minra seutuhnya? Masih bisakah itu?

“Taemin oppa.. jeongmal mianhae! Jebal jangan tinggalkan aku! T-taemin oppa..” ucap Minra terisak sebelum dan sesudahnya Taemin telah ditutupi oleh kain berwarna putih.

***

Nyonya Park dan Tuan Park membujuk Minra untuk tidak menangis lagi.  Tapi Minra tidak mengindahkan kata-kata yang Nyonya Park lontarkan. Dia tidak peduli dengan apa-apa saat ini melainkan orang yang selama ini menjadi musuhnya sekaligus orang yang dia sayang.

Onew menatap lisan itu dari kejauhan, melihat Minra masih disana menangis sambil memeluk nisan yang bernamakan Lee Taemin, bersama keluarganya dan keluarga Taemin sedangkan yang lainnya sudah pulang.

Onew teringat akan satu permintaan Taemin sebelum dia pergi untuk selamanya, permintaan yang begitu sulit dan terlalu berat untuk Onew sanggupi,

“bisakah aku mengganti Taemin disisi Minra?”

END~

Akhirnya selesaai.. mianhae mianhaae! Kecepetan yah alurnya?? Ada yang typo gak yah? Aku lagi sakit.. huhu jadi karena otak ku ikut mampet juga belum lagi tambahan tugas sekolah(padahal libur 1minggu) huhu.. terimakasih yah yang udah ninggalin comment dari awal sampe akhir *pdahal cmn sdikit kekek~! Love game nya nnti menyusul..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Still Or No – Part 3 (End)”

  1. Keren.Dikira akan happy ending eh sad ending,,gak bisa ngebayangin kecelakaan nya taemin yg tragis itu,,hampir aja aq menitikan air mata*cielah*..keep writing..

  2. Huaaaa
    Pasti susah banget jadi onew
    Karna minra masih sayang banget sama taemin
    Kenapa taemin harus pergi secepat itu 😥
    Padahal awalawalnya aku sempet kesel ama taemin
    Abis dia nyebelin pake culik culikan
    Untung aja minra gapapa
    Kereeeen!!

  3. Berbeda dari yang lain aku sebel sama minra -___-
    Aku kira ff ini bakal jadi panjang ternyata engga
    Nice ff author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s