Inter Sexual – Part 5

Disclaimer  : We don’t own the character, they are belong to themselves.

Genre  : Teen Romance/Hurt/Comfort

Warning  : Gender bender, OOC, OC, elseword, typo dan misstypo, authorfic ^^.

Rated  : T

.

.

Aiesu © Chiyo Rokuhana

.

.

sHyning soHee collab with Eun bling-bling and Lynda

proudly present

I.S [Inter Sexual]

Lee Taemin (as boy), Lee Taehee (as girl), Choi Minho, and Lee Jieun (IU)

.

.

 

Bagian Kelima

Bento

Setiap aku bertanya pada eommaku.

“Kenapa tubuhku begitu aneh?”

Ia selalu diam.

Dan hanya tersenyum kearahku.

Aku sangat yakin dalam senyuman itu—

terselip rasa kesedihan.

“Kau akan tahu seiring berjalannya waktu nak.”

***

ZRAASSSSSSSSS

Hujan mengguyur kota Seoul saat matahari akan melangkah menuju singgasananya. Membuat kehadirannya tersembunyi di balik selimut awan hitam yang membentang. Tak ayal cuaca seperti ini membuat beberapa orang lebih memilih melanjutkan tidur mereka, dibawah hangatnya selimut atau menyeruput segelas kopi panas selagi menunggu hujan reda dari pada melakukan rutinitas mereka. Tapi hal tersebut tak berlaku bagi seorang yeoja yang masih setia menunggu bus datang. Siapa lagi kalau bukan tokoh utama kita, Lee Taehee. Ia merapatkan coat berwarna hijaunya tatkala angin dingin menerjang tubuh mungilnya. Seperti biasa dikedua daun telinganya menggantung headset yang menyenandungkan musik mellow boyband kesayangannya, apalagi kalau bukan SHINee. Membuat bibirnya menggumam pelan, walau bibir yang biasa terlihat pink itu sedikit memucat akibat efek dari cuaca dingin mungkin?

Lee Taehee sendirian menunggu di halte, bukankah biasanya seorang namja jangkung akan setia duduk disampingnya? Menemani yeoja cantik itu mengobrol atau sekedar menyapanya ‘good morning’ seperti kejadian seminggu yang lalu. Yah, namja itu, namja bernama lengkap Choi Minho itu, entah kenapa tak lagi menunggu bus seperti biasa dan hal itu sedikit membuat Taehee heran. Walau sebenarnya ia tahu persis apa yang membuat Minho seperti itu. Bukankah sudah jelas, Minho melakukannya untuk menghindarinya? Namun yeoja itu masih belum mengakui atau memang menyangkal kalau Minho memang sedang menjauh darinya.

Taehee sedikit mencondongkan tubuhnya, kepalanya menengok ke kanan dan setelahnya ke kiri. Seperti tengah mencari sesuatu atau seseorang mungkin. Ia kembali keposisi semula kala smoky blacknya tak menemukan apapun yang dicarinya. Taehee mendengus kemudian menghentak-hentakkan kakinya. Sedang kesal eh?

“Haishh! Kenapa aku seperti ini?” Gumamnya frustasi.

Ia melepaskan headset yang mengantung dikedua daun telinganya, memasukannya kasar beserta handphone miliknya ke dalam tas.

“Dasar Minho bapo!” Ia membuat pout pada bibirnya. Menghentak-hentakkan kakinya kasar pada lantai halte yang jelas-jelas tak bersalah. Oh, atau ia sedang membayangkan lantai yang ia injak itu wajah Minho yang membuatnya frustasi? Mungkin saja.

Saking asyiknya menginjak-injak lantai hingga tak menyadari bus yang ia tunggu telah datang. “Hey, Nona! Kau berniat untuk naik tidak?” Teriak sang supir bus yang sukses membuat Taehee menghentikan aktifitas anehnya.

“O-oh ne!” Taehee menunduk, merasa malu dengan kelakuannya barusan. Ia bergegas menaiki bus tersebut dan memilih duduk pada kursi paling belakang.

“Benar-benar memalukan!” Gumamnya sambil memukuli kepalanya sendiri. Ia mengangkat kepalanya dan melihat sekelilinya, kosong. Bus tersebut hanya mengangkut satu penumpang –Taehee- dan supir bus itu sendiri. Taehee menghela nafas, merasa beruntung karena hanya supir bus itu yang melihat kelakuan anehnya tadi.

Taehee memilih menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, memposisikan tubuhnya senyaman mungkin. Matanya sibuk menyapu pemandangan pagi hari kota Seoul, beberapa toko terlihat masih tutup.

‘Apa cuaca hari ini benar-benar membuat orang-orang malas beraktifitas? Bahkan jalanan yang biasanya ramai tampak lenggang. Pikir gadis itu.

Ia menempelkan tangan kanannya pada kaca bus, membuat embun mengelilingi jari-jari lentiknya. Ia tersenyum kemudian meniupkan nafas hangatnya pada kaca bus, telunjukanya bergerak menulis sesuatu diantara embun yang terbentuk akibat hembusan nafasnya.

‘Taehee fighting!’ Begitulah tulisan yang ia buat.

Yah, ia harus tetap bersemangat hari ini. Meskipun cuaca tak bersahabat dan seseorang yang berarti baginya sekarang menjauhinya, tidak akan membuatnya patah arang. Taehee mengepalkan kedua tangannya seraya berteriak ‘fighting’ di dalam hatinya. Ia tak mau membuat sang supir bus beranggapan sekali lagi kalau dia orang aneh karena berteriak tiba-tiba di dalam bus.

Lee Taehee kembali mengarahkan pandangannya keluar bus, maniknya menangkap siluet seseorang yang tengah berjalan pelan menerobos derasnya hujan tanpa perlindungan sedikitpun.

Orang aneh. Pikir Taehee tapi tak lama matanya membesar, menyadari siapa orang yang telah dikatainya aneh barusan.

“Itukan, Eunhee!” Ucapnya tanpa mengalihkan pandangan barang sedetikpun dari gadis yang dicurigainya manajernya itu, tapi entah karena bus yang melaju kencang atau memang orang yang ia yakini sebagai Eunhee itu berhenti berjalan, matanya tak menangkap sosok itu lagi.

“Tidak mungkin! yeoja cerewet sepertinya tak mungkin rela basah kuyup. Lagi pula, bukankah Eunhee punyai mobil? Hah, yang benar saja, Eunhee-suram-basah kuyup-jalan kaki, dunia pasti sudah gila.” Sangkalnya, seraya berusaha kembali ke posisi awalnya, membuang pikiran-pikiran aneh yang mulai muncul dibenak gadis itu sambil menggeleng.

***

Jung Hara tengah menyisiri rambutnya kemudian terhenti saat ia mendengar seruan Ibunya.

“Hara! Cepat turun!” Teriak sang Ibu memerintahkan anak semata wayangnya itu untuk segera sarapan.

“Ne, Eomma!” Hara segera menuruti perintah Ibunya, tangannya menyambar tas birunya kemudian berlari kecil menuruni anak tangga.

Eomma, Apa Minho Oppa sudah datang?” Tanya Hara pada sang Ibu yang tengah menuangkan sekotak susu pada gelas besar milik Hara.

“Belum. Cepatlah sarapan sebelum ia datang!” Sahut Mrs. Jung seraya menyerahkan gelas di tangannya pada anak gadisnya itu.

“Hm!” Hara segera melahap roti isi yang tersaji di hadapannya. Belum sampai satu menit ia menikmati menu paginya itu, suara mobil yang ia yakini mobil Minho sudah mengalun indah melewati telinga yeoja bermarga Jung tersebut. Ia segera meneguk susunya kemudian mengecup kedua pipi sang Ibu.

“Hati-hati!” Tatih Mrs. Jung sembari maniknya menatap punggung anak gadisnya yang sekarang berlari keluar rumah.

Ceklek!

Belum sempat Minho menekan bel, Hara sudah membuka lebar-lebar pintu rumahnya. Di ikuti dengan senyuman manis yang menyambut kehadiran pria jangkung itu.

Kajja Oppa!” Ucap Hara bersemangat seraya menarik lengan si Choi Minho. Tapi yang ditarik terdiam sambil tertawa kecil, membuat gadis di depannya memutar tubuh mungilnya menghadap namja jangkung itu.

Waeguere?” Hara menautkan kedua keningnya. Merasa heran dengan sikap Minho yang tiba-tiba tertawa.

Minho menatap Hara, mulutnya terbuka bersiap menjawab bertanyaan yeoja mungil dihadapannya, tapi yang keluar malah suara tawa yang lebih keras.

Oppa kenapa sih?” Hara semakin bingung dengan tindak tanduk Minho.

‘apa dia salah minum obat?’ pikirnya.

“Umurmu berapa sih?” Tanya Minho yang mati-matian menahan tawanya, tapi sayangnya gagal. Pertanyaan Minho sukses membuat alis Hara semakin berkerut.

“Tentu saja 17 tahun.”

“17 tahun kenapa sudah memiliki kumis? Putih pula.” Sahut Minho semakin tertawa menjadi-jadi sementara otak Hara masih memproses perkataan si Choi Minho barusan.

“Ku-kumis?” Tanyanya tak mengerti.

Minho menghentikan tawanya, kemudian menghela nafas. Ia menghampiri Hara yang masih bingung. Tangannya terangkat, meletakkan ibu jarinya pada bibir atas Hara yang tentu saja membuat si gadis terkejut.

“Makanya, setelah minum susu itu berkaca dahulu! Sisa susunya masih menempel pada bibirmu tahu.” Minho tersenyum kemudian menepuk puncak kepala Hara.

Kajja berangkat!” Ucapnya melenggang pergi. Hara masih terhenyak ditempat, tangannya meraih dada kirinya yang berdetak kencang sedari tadi.

Ppalli! Nanti kita terlambat!” Sembur Minho membuyarkan lamunan singkat Jung Hara.

Ne” Hara segera menghampiri mobil Minho dan masuk kedalamnya.

***

Taehee membuka penutup kotak bekalnya. Sepertinya cacing-cacing diperutnya sudah mengadakan konser untuk meminta jatah makan. Ia mengambil sumpit, bersiap menyantap gimbab hasil jerih payahnya pagi tadi.

“Taehee!” Suara cempreng yang menginterupsinya berhasil mengurungkan niatnya untuk segera memasukkan gimbab tersebut ke dalam mulutnya. Kepalanya menoleh dan mendapati seorang yeoja yang ia tolak kehadirannya. Siapa lagi kalau bukan Jung Hara, yeoja yang selama seminggu ini terus mengganggu (kalau tidak mau disebut merusak) momen kesendiriannya. Taehee menghela nafas, pasrah akan kehadiran si Hara. Toh jikapun ia menghindarinya, yeoja bermarga Jung itu masih akan terus mengikutinya.

“Kau sedang apa?” Tanya gadis itu sembari duduk disamping Taehee.

Taehee memutar bola matanya. Hey, bukankah sudah jelas ia sedang makan siang. Bisa dilihat dari sumpit yang digenggamnya dan kotak bekal dipangkuannya bukan?

“Wah, gimbab! Sepertinya enak.” Ucap Hara riang, tak menyadari sosok di disampingnya memancarkan aura gelap.

“Aku juga bawa bekal.” Ucapnya lagi, walau gadis itu tahu ucapannya barusan pastilah tidak akan direspon oleh Taehee.

“Ayo kita makan bersama!” Seru Hara bersemangat sedangkan Lee Taehee hanya menghela nafas. Memasok persediaan sabarnya untuk menghadapi si Jung Hara.

Hara membuka kotak bekalnya, membuat Taehee melirik isi kotak bekal Hara. Hanya ingin tahu apa yang dibawa anak itu hari ini.

“Lihat! Ada telur gulung juga tumis daun singkong. Mmmhhh, mencium baunya saja sudah membuat air liurku menetes. Ibuku memang daebak!” Ucap Hara nyaring sembari tangan kurusnya mengangkat kotak bekal dan mencium bau yang menyembur dari dalamnya. (A.N: Sebagai beta reader, saya masih memperdebatkan apakah daun singkong itu ada di Korea ato enggak.)

Taehee menelan ludahnya, pikirannya setuju dengan ucapan Hara barusan. Ia ikut-ikutan menyesap bau sedap yang menguar dari kotak makanan Hara.

‘Sepertinya benar-benar enak’ pikirnya. Ia menatap gimbab buatannya. Sepertinya kalah enak dengan bekal milik Hara.

“Kau ingin bertukar makanan denganku?” Tawar Hara yang sontak membuat Taehee menatapnya. Hara tersenyum, sepertinya yeoja itu benar-benar tulus mengatakannya. Taehee menatap bekal yang kini diajukan Hara padanya.

Glek! Taehee menelan ludah, sedikit tergiur dengan makanan itu. Oh ayolah~ mungkin untuk kali ini ia harus membuang jauh-jauh harga diri dan sifat stoic-nya itu. Saat ia akan bersuara, tiba-tiba sebuah suara baritone lebih dahulu menginterupsinya.

“Hara!” keduanya menoleh pada sumber suara dan tampaklah dihadapan mereka seorang namja jangkung berwajah tampan teman sekelas mereka, siapa lagi kalau bukan si Choi Minho.

“Ayo pergi!” Minho menarik tangan Hara. Taehee segera menghentikan tangannya yang sempat terjulur kearah kotak bekal milik Hara. Ia menunduk, menghindari tatapan obsidian Minho.

Oppa! Aku sedang makan siang dengan Taehee!” Hara berujar menolak ajakan Minho.

“Cepat bangun! Untuk apa kau makan bersamanya.” Tukas Minho dingin, membuat Taehee merinding. Bahkan Jung Hara pun terlihat ketakutan pada sosok namja didepannya ini.

Oppa! Kenapa nada bicaramu berubah sih?” Hara bingung, ia terus menatap Minho yang sedari tadi tak lepas memandang Lee Taehee yang sedang menunduk.

“Kalau kau berniat berteman dengannya. Biar kuberitahu saja, dia tidak akan pernah menganggapmu teman. Sekeras apapun usahamu untuk mendekatinya, sebanyak apapun hal yang sudah kau lakukan untuknya. Semuanya tidak akan pernah dianggap olehnya. Dia hanya akan memandangmu sebagai pengganggu.” Ucap Minho memberikan penekanan disetiap kata yang ia ucapkan. Obsidiannya terus memandang Taehee yang semakin dalam menunduk.

Hara mengernyitkan alisnya, ia tak mengerti apa maksud ucapan Minho barusan. Matanya mengikuti arah pandangan Minho yang masih saja memandangi Taehee, tanpa berkedip.

Ada apa dengan Taehee?’ Hara membatin.

Belum sempat ia melayangkan protes lagi, tangan kekar Minho sudah menyeretnya menjauhi Taehee. Membuat kotak bekal ditangannya jatuh, tapi Hara tak menyadarinya. Pikirannya terlalu sibuk untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

Taehee kembali mengangkat kepalanya setelah dirasa Minho dan Hara sudah menjauh darinya. Ia menghembuskan nafas berkali-kali, tangannya mengepal kuat, menahan sesuatu yang akan keluar dari kedua mata bulatnya. Ia tahu, ucapan Minho barusan ditujukan untuknya.

Lee Taehee mendongakkan kepalanya, mengibas-ngibaskan telapak tangannya pada kedua matanya sambil menghembuskan nafas berkali-kali. Sepertinya ucapan Minho tadi cukup untuk membuatnya menangis.

Ditutupnya kembali kotak bekal miliknya. Tampaknya nafsu makannya raib entah kemana setelah kejadian tadi. Ia memasukkan kotak bekal beserta sumpitnya kedalam tas. Kembali Taehee menghela nafas. Ia menunduk, memandang sedih kotak makanan Hara yang terjatuh. Padahal ia ingin sekali memakannya. Merasakan kembali bagaimana masakan seorang Ibu.

“Pasti enak, dan…. hangat.” Lirihnya dan tanpa ia sadari disudut matanya mengalir sesuatu yang basah.

***

SSSRRRRHHHH

Taehee menggosok-gosokkan kedua tangannya pada keran yang sengaja ia nyalakan. Pandangan matanya fokus pada pantulan dirinya di cermin. Wajahnya tampak berbeda, tentu saja karena wig yang sekarang ia kenakan.

Clik

Ia menekan pegangan keran kebawah, membuat aliran air terhenti membasahi tangannya. Lee Taehee menghela nafas, setia memandang pantulan dirinya di cermin. Kedua tangannya menggenggam erat pinggiran wastafel seolah tak akan membiarkannya pergi.

“Sampai kapan kau akan seperti ini Taehee?” Tanyanya, seolah pantulannya itu bisa diajak bicara.

“Sampai kapan kau akan terus bersandiwara seperti ini?” Ia sengaja menjeda ucapannya, kepalanya menunduk namun tak berapa lama kemudian matanya kembali menatap pantulan dirinya.

“Sampai kapan kau akan terus membohongi mereka? Cepat atau lambat orang-orang itu akan mengetahui kau ini yeoja. Ups, bukan. Kau bahkan bukan yeoja ataupun namja. Kau aneh Lee Taehee atau bisa kupanggil Lee Taemin. Keduanya sama saja. Kau berhak memiliki kedua nama itu. Toh kau juga memiliki kedua gender itu bukan?” Ucapnya diakhiri dengan kekehan kecil yang terdengar seperti orang frustasi.

Ckelek!

Pintu terbuka, membuat Taehee atau kita panggil saja dia Taemin saat -ditempat kerja- sedikit gelagapan. Ia segera mengambil tisu dan mengelap tangannya.

“Kau sudah datang?” Tanya Taemin begitu melihat Jieun berada disampingnya.

“Begitulah.” Sahut Jieun singkat.  “Ada masalah?” Tanya Jieun setelah keheningan melanda keduanya beberapa saat.

“Eh?” Taemin menatap wajah datar Jieun, seperti biasa. Tidak bisakah gadis itu menyingkirkan wajah datarnya barang sedetik? Ia terlihat seperti mayat hidup. Oh ya, apakah kalian belum mengetahuinya? Jieun sekarang mulai membuka diri pada Taemin, entah itu karena kejadian di malam mereka bertemu (secara tak sengaja) atau usaha Taemin yang tak hentinya mengajak Jieun ngobrol. Yah, walaupun Jieun masih saja memasang tampang zombienya. Well, ia selalu menegur dan merespon ucapan Taemin kan?

“Sudahlah lupakan.” Putus Jieun kemudian. Gadis itu berniat meninggalkan Taemin, tapi Taemin menahannya.

“Kau mendengar apa yang ku ucapkan tadi?” Tanya Taemin, khawatir Jieun mendengar ucapan mengenai dirinya tadi.

“Ucapanmu yang mana? Aku hanya mendengarmu bergumam.” Jawab Jieun pada akhirnya yang berhasil membuat Taemin bernafas lega.

“Syukurlah. Lupakan. Jangan berusaha mengingat apa yang kugumamkan tadi. Arraseo?” Taemin berujar sembari tangannya mengusap lembut rambut Jieun.

“Berhenti melakukan ini. Aku bukan anak kecil.” Jieun menepis lembut tangan Taemin.

Taemin tersenyum, ia senang melihat macam-macam ekspresi Jieun (meski tak signifikan) walau tubuhnya masih diselubungi aura gelap yang akan membuat orang lain takut mendekatinya. Taemin mencondongkan kepalanya pada Jieun, smoky blacknya menatap obsidian Jieun yang terlihat kaget mendapati Taemin berada dalam jarak yang lumayan dekat.

“Bagus! Aku senang kau mulai terbuka denganku. Tunjukan padaku segala ekspresi yang kau punya. Ehehe, dan aku suka ekspresimu saat ini. Mukamu memerah.” Ucap Taemin sembari menepuk puncak kepala Jieun dan kemudian meninggalkannya.

Lee Jieun termenung, masih sibuk mencerna hal aneh yang menimpa dadanya kini.  “Me-merah?” Jieun bergumam, kemudian segera melihat pantulan dirinya di cermin, ia tercekat. Wajahnya saat ini terlihat bagaikan tomat matang yang siap dipetik.

“Memalukan.” Rutuknya.

-To Be Continued-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

36 thoughts on “Inter Sexual – Part 5”

  1. Iih, Minho jahat amat sih >:/

    Part ini pendek ya, ahaha ~ Itu kenapa Jieun? Jangan-jangan suka Taemin lagi? Hahahaha *ketawa terus -_-*

    Sekadar perbaikan, nih. Kalo ga salah yang bener itu “aktivitas” bukan “aktifitas”. Yang lainnya aku yakin di part2 sebelumnya udah dibilangin. Haha

    Ditunggu next partnya ^^;;

  2. ini kependekan… para author yg baik hati, bisakah part nya diperpanjang dan dipercepat publishnya. hahaha

    eh, jung hara jangan2 mau dijodohin ma minho. minho jahat ya sekarang gak tau apa taehee menderita
    hayoloh jieun suka taemin. jangan2 jieun dgr lg??

    ayo author ini bulan puasa, mempercepat publish perhari gmn? biar kayak lihat drama. hehehe… dan akan menambah pahala karena menyenangkan hati reader. hehe

    aku penasaran sekali kelanjutannya

  3. Tomat matang yang siap dipetik?? Haha sini… sini biar aku aja yang petik#plakk
    Ah, Taemin sikapmu akan membuat Jieun jatuh hati T..T
    Well, Mino kok jadi gitu yah, gag tau aja dia beban berat Taehee. Tapi
    bukan juga salah Mino sepenuhnya sih… haha#labil mode ON aku penasaran itu Eunhee kenapa ujan2 yaaaaaaaa??#mikir
    Aku penasaran

  4. yah? Udahan? Ehem, mash mau baca.
    It minho apa”an?! Ih, pengen deh bejek si kodok it.

    Tumis singkong? Haha, kok saya ngakak ya bca pengakuan beta-readerny.

    Okelah, saya makin suka series ini. Next part yoo!

  5. What? Tumis daun singkong? Di korea memang ada singkong? Hehe
    aish.. Minoo kenapaa lg..
    Aku seneng dch liat jieun mulai membuka diri..
    Next ditunggu..

  6. Tambah seru! Tambah seruuuuu!
    Meski dalam satu chapter ini cuman ada beberapa scene yang ngebuat reader gak kerasa bacanya hahaha.
    Hara kayaknya temen kecil minho ya? cute banget karakter hara.
    Btw si eunhee misterius kekeke, dia karakternya lumayan penting juga kayaknya.
    JLEB banget ucapan minho buat taehee itu, kasian taehee T.T
    authornya pinter nih, bisa buat dua karater dalam satu tokoh. Yang aku rasain pas taehee jadi cewek ya keluar sosok cewek, tapi ketika jadi taemin juga keluar sosok cowoknya apalagi perlakuannya sama jieun, kayak si taehee hilang kesadarannya sbgy cewek ketika dia jadi taemin hahaha.
    Oh iya, pas bagian hara sama minho “hara menautkan kedua keningnya”
    kalo setahu aku yg biasa digunain penulis itu “menautkan kedua alisnya” karena kalo kening kan cuman satu hehe

    update soon ya! Hwaiting! 😀

  7. kependekan nih….
    seandainya minho tahu apa yg taehee atau taemin alami pasti dia nyesel banget deh udah bersikap seperti itu…
    ditunggu lanjutannya..

  8. Terlalu pendek-_-. Yampuninitambahseruuuuuuu~

    Minho galak amat bang =\ sabar, ini bulan puasa bang.

    DITUNGGU KELANJUTANNYA~ KALAU BISA A.S.A.P~~!

  9. minhoooooo? kenapa sih nyebelin bgt? #cubit minho

    jieun cool euuuuuy… tapi udah mulai berekspresi ya? sip deeeeeh.

    jung hara siapanya minho? bukan adenya kan?

  10. weh.. baru baca ni… hehehe
    ternyata seru, jadi penasaran ntar taemin eh taehee nya gimana…
    di tunggu kelanjutannya!

  11. keren eonnie ..
    hara itu siapanya minho eon ???
    kata – katanya minho jelek banget eon ..
    aaaa… buat minho luluh lagi sama taemin donk eon ..
    lanjuuut

  12. Apa-apaan ini masa udah TBC ajaaaa? Lebih pendek dari part-part awal kayanya jadi gak kerasa. Yang bikin kaget itu kadang aku ngerasa auranya dark, suram gitu tapi kadang di part lain aku ngerasa gak se-dark yang waktu itu. Karena authornya ada beberapa kali ya jadi mengkombinasikan gaya masing-masing. Apa cuma perasaan aku aja? *garuk-garuk*

    Kalo jadi TaeHee, sisi feminimnya keluar. Kalau jadi Taemin, sisi maskulinnya yang keluar. Untung gak ketuker #eh hahaha gak deng, ini keren. Itu Minho jahat banget… emang ya yang namanya cuma suka itu bisa berubah 180 derajat jadi benci dalam waktu sekejap, beda mungkin kalo Minho beneran cinta mati. Ini Hara siapanya Minho sih? Penasaran

    Ada beberapa yang ngeganjel nih di aku :
    1. Dikedua daun telinganya –> di kedua daun telinganya (menyatakan tempat jadi dipisah ‘di’nya)

    2. Namun yeoja itu masih belum mengakui atau memang menyangkal kalau Minho memang sedang menjauh darinya. –> mungkin sebenernya gak apa-apa, tapi aku jadi senyum-senyum sendiri pas baca ada kata yang diulang dalam kalimat yang sama hehe

    3. Aktifitas –> aktivitas harusnya

    4. Eunhee-suram-basah kuyup-jalan kaki –> pas baca ini sempet ngehang. Maksudnya begini kah: Eunhee yang terlihat suram karena berjalan kaki di bawah guyuran hujan sehingga membuat gadis itu basah kuyup. Eh kok malah panjang gini ya kalimatnya? LOL

    Udah segitu aja, maaf yaa buat kata-kata yang kurang berkenan. Semangat 🙂

  13. Yak minho aku takakan membiar kan mu mendekati taehee lagi*plak
    Lebih bagus taehee jadi taemin dah bersama IU

  14. wuaw ini pendek ._.a
    ya ampun minho gitu amat sih,, jgn suka ngambil kesimpulan sndri tnpa tahu smua prmasalahannya, *halah*
    ahihihi jieun naksir taemin kah??
    Lanjut thor, cpt publish ya 🙂

  15. aaa minoya jahat banget disini TOT”
    ciye jieun demen sama taemin 😀
    kasian taehee hiks.. gue gak tega ngeliat dia di’giniin terus sama minho ~ uwaaaa
    author ~ ditunggu part selanjutnya ^o^\

  16. Minho jahat amat sih-_- sampe ngejudge taehee gt. Padahal kan taehee punya alasan sendiri!
    Kayanya ntar jieun jd suka taemin. Nahloh-_-abisnya taemin perhatian gt wkwkw
    Lanjut yaahhh

  17. Ahahaha yeyeyey memerah? Sepertinya ji eun mulai menyukai taemin.. Xixixixix
    Itu, sumpah minho berubah banget, segitu sakit hatinyakah dia dengan taehee, sumpah nyesek ngebacanya,,, kasihan taehee (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)
    Suka dengan k’2 sisi taehee dan taemin, setiap berganti saat dimana menjadi taehee dan taemin mempunyai cerita yg berbeda dan pribadi yg berbeda… Apalagi saat ‎​‎​part 4, bagian taem dan ji eun, d’situ taemin lbh lepas.

    Hahaha dan msh tetap ngakak saat dmn taemin mengatakan eunhee— si yeoja menyebalkan dan gila itu— ahahah…
    D’tgu part selanjutnya thor….
    Hwaiting….

  18. Aduh, maafkan aku lagi baru bisa bales komentar kalian semua sekarang, mana dalam satu kolom pulak *pundung.

    Hm, langsung intinya aja ya ^^. Kalau soal part yang semakin pendek, sama kayak balesan aku di chapter sebelumnya. Lagian main author’s ngasih ke aku semuanya jadi satu. Yang bagi setiap part sih aku, tapi berhubung semakin menipis persedian kuota paragraf jadi aku cut di sono muehehehe. Terus kalau masalah cepat publish, kami enggak bisa mencampuri karena ini wewenang milik admin sepenuhnya. Jadi, sabar ya kawan-kawan ^^d

    Minho jahat? Ia, di part ini dia labil banget, kebawa emosi kayaknya tuh. Yah, pan manusia enggak ada yang sempurna. Mungkin dia capek kali ya di cuekin ama Taehee (aduh kasiman -.-‘). Yak, doakan saja si Minho dapat pencerahan nantinya fufufu~ Eunhee ujan-ujanan? Jawabannya ada di next chapter ^^.

    Typo? Maafkan hamba, nanti bakal lebih hati-hati lagi deh ^^. Makasih atas koreksinya ya kawan-kawan ^^//

    Special Thanks Buat,
    zaKey, diii,fafalee55, nurahboram, Hyora Kim,TaeMindy, Lideronyu,Park Min Mi,tazkiastrina, Baek15, deedea, nikitaemin, angangels, anrian, taurusgirl, meida, Kim Nara, Ayu, Ri-chan, mrs. Lee, chisucii, Han Ji Ah, may_kyuhyun, kimshawol, dubudays, WidyaJ. (ada yang ketinggalan?)

    Sign,

    Lynda

  19. labil!!…MINHO LABIL..*pukul pantat minho*
    heyy part ini pendek yoo??…
    gg papa dch,yg pnting aqu puas ma critanya,,seru.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s