Hyunmi-ya…

Hyunmi-ya…

Title                 : Hyunmi-ya…

Author             : adinary

Main Cast        : Park Hyunmi – Lee Taemin

Support Cast    : Park Hyomi

Length             : Oneshoot

Genre              : Sad

Rating              : General

Summary             : Apa kalian tahu bagaimana rasanya menyukai seseorang? Atau mungkin mencintai seseorang? Kurasa, kalian pasti sudah tahu.

Apa kalian tahu rasanya membuat orang yang kita sayangi bahagia? Hm. Jawabannya pasti, Ya.

Apa kalian tahu rasanya mengorbankan sesuatu untuk orang yang kalian sayangi? Jawabannya pasti sama. Ya, kalian tahu.

A.N                  : Annyeonghaseyo^^ adinary sekarang bawa oneshoot. Ini oneshoot SHINee pertama aku 😛 Ini author yg sama dengan ff ‘More Than 100days’ hehehe._. karena sequel itu belom beres jd aku bikin ini dulu :p Maaf kalo ada salah nama2 di ff ini, nama2nya emang dig anti kecuali Taemin dank l ada typo maapin jg. Dilarang copas dan komentar selalu ditunggu. Enjoy!^^

Hyunmi POV

“Eonni? Kau terlihat sangat bahagia, ada apa?” Tanyaku sambil duduk di pinggiran kasurnya.

“Kau tahu? Aku dan Taemin resmi berkencan!!! Kyaaaa, aku senang sekali.” Histeris Hyomi eonni sambil memeluk boneka beruang kesayangannya.

Aku ikut tersenyum bahagia melihat eonni yang begitu senang, “Woaaa chukkhae!!!! Eonni harus mentraktirku, arraseo???”

Senyum eonni bertambah lebar, wajahnya berseri. Dia sangat bahagia dan aku senang melihatnya.

Kalian tahu? Aku sangat menyayangi kakak perempuanku yang cantik nan imut ini. Dia juga sangat menyayangiku, adiknya yang juga cantik, kekekeke~ Aku dan Hyomi eonni berbeda 2tahun  dan aku baru saja masuk kuliah.

Aku sangaaaat menyayangi dia, dan sudah pasti aku juga menyayangi kedua orangtuaku. Aku senang melihat eonni tersenyum bahagia seperti ini.

Tapi, apa kalian tahu? Eonniku bahagia bukan berarti sehat sepenuhnya. Ia menderita penyakit ginjal. Memang tidak (belum) parah, tapi cukup membuat eonni sempat down saat mengetahuinya. Semenjak itu, rasa sayangku padanya bertambah beribu kali lipat dari sebelumnya.

Aku selalu ingin membantunya tanpa membuat ia merasa lemah di depanku ataupun orang lain. Aku secara tidak langsung adalah bodyguard kakakku, bodyguard yang cantik, kekeke~

***

Hari ini, aku dan Hyomi eonni sedang menunggu Taemin oppa di café favorit kami bertiga. Aku, Hyomi eonni dan Taemin oppa sudah berteman sejak mereka (eonni dan oppa) SMA sedangkan aku masih SMP.

“Annyeong,” sapa seorang namja yang duduk di hadapanku dan eonni. “Mianhae, aku tadi ada sedikit urusan.” Senyumnya.

“Gwenchana, Taemin-ah. Kami juga belum lama kok.” Ucap eonni. Senyumnya kembali mengembang.

Aku melihat Taemin oppa juga tersenyum, senyumnya sangat manis. Aku memandangi wajahnya sebentar lalu menoleh ke arah eonni dan tersenyum. Aku juga sadar Taemin oppa melihat ke arahku sekarang, tapi sepertinya eonni tidak sadar. Aku melihat eonni mulai membuka buku menu.

Aku tidak berani membalas tatapan Taemin oppa. Sebaiknya aku meninggalkan mereka berdua.

“Eonni, oppa. Aku pamit ya, aku sudah janji menemani temanku ke toko buku sekarang.” Ucapku sambil membenahi tasku. “Bersenang-senanglah, annyeooooong!” aku melambaikan tangan pada mereka dan berlalu pergi.

Aku keluar dari café ini dan senyumku menghilang. Aku berjalan gontai ke….. entahlah, entah aku akan kemana. Tapi ternyata kakiku membawaku ke taman tempat kami bertiga (aku, eonni dan oppa) sering mengistirahatkan pikiran. Aku menatap sekeliling taman ini, tak begitu banyak orang disini. Aku pun mencari bangku taman yang kosong dan suasana yang sedikit sepi. Aku pun duduk dan menyimpan tas di sampingku.

Aku tersenyum senang, apa kalian kira hatiku juga senang? Sebenarnya tidak sepenuhnya senang. Hatiku sakit. Setiap melihat Hyomi eonni dan Taemin oppa berkencan seperti sekarang. Padahal ini sudah 2 bulan berlalu tapi sakit hati ini belum juga menghilang.

Biar kuceritakan…

Semenjak SMP, aku menyukai Taemin oppa. Dulu, aku ingin sekali menjadi yeojachingunya. Tapi aku sama sekali tak berani mengutarakan perasaanku padanya. Kurasa dengan hanya melihat gerak-gerikku saja Taemin oppa bisa menyadari bahwa aku menyukainya.

Dan kalian tahu? Ternyata ia juga menyukaiku. Beruntung bukan? Padahal, dulu aku mengira ia menyukai Hyomi eonni karena mereka seumuran sedangkan aku hanya gadis yang usianya 2 tahun di bawahnya. Darimana aku mengetahui hal itu? karena beberapa bulan yang lalu ia mengutarakan perasaannya padaku. Ia menceritakan semua isi hatinya padaku. Selama ini ia menyimpan rasa untukku, bukan untuk Hyomi eonni.

Semua perhatiannya padaku selama ini karena ia menyukaiku, menyayangiku dan mencintaiku. Ia tulus padaku dan aku senang dengan kenyataan itu. Tapi kurasa ia terlambat. Ia terlambat mengutarakan perasaannya padaku. Entahlah, ini aku yang bodoh atau memang takdir harus begini. Ia menyatakan perasaannya setelah aku tahu bahwa Hyomi eonni juga ternyata menyukainya. Walaupun kenyataannya akulah yang lebih dulu menyimpan rasa pada Taemin.

Tapi karena pada dasarnya aku adalah orang yang cenderung tertutup, jadi aku jarang curhat tentang perasaanku pada seorang namja pada Hyomi eonni.

Di taman ini, di bangku ini Taemin menyatakan perasaannya padaku.

Flashback…

……..

“…..Saranghae.” Ucapnya pelan namun terdengar sangat jelas di telingaku.

Mataku membulat dan aku terdiam seketika saat ia mengucapkan kata itu. Aku sedikit terkejut mendengar ceritanya yang ternyata punya perasaan yang sama denganku. Aku merasa tubuhku kaku.

“Jadi, apa kau mau menjadi yeojachinguku?” Ia bertanya dengan sedikit gugup. “Ya, seperti yang aku ceritakan bahwa, aku sudah lama menyimpan rasa untukmu.”

Hal yang pertama terlintas di pikiranku adalah, Hyomi eonni. Ia, Ia juga menyukai Taemin.

“Mianhae,” ucapku lirih. Hanya itu kata pertama yang bisa aku ucapkan padanya. Aku menunduk dan tak berani melihat matanya yang kini menatap mataku lagi.

“Wae?” Tanyanya.

“A..aku.. aku tidak bisa, oppa.” Ucapku lagi dengan pelan.

“Ne?”

“Aku tidak bisa.. tidak bisa menjadi yeojachingumu.”

“Wae?”

Dia butuh penjelasan. Aku juga harus bisa jujur padanya.

“Karena, Hyomi eonni juga menyukaimu,” aku mengangkat kepalaku dan mulai menatapnya. Aku melihat ia terkejut. “Tapi, bukan berarti aku tidak menyimpan rasa untukmu, oppa.”

“Maksudmu?”

“Aku, aku sudah lama menyukaimu bahkan mungkin sudah bisa dikatakan mencintaimu sejak dulu. Aku senang ternyata kau punya perasaan yang sama denganku tap, Hyomi eonni juga menyukaimu.”

“Sejak?”

“Kurasa semenjak kau sangat perhatian padanya ketika Hyomi eonni down setelah mengetahui penyakitnya.”

“Aku sangat ingin menerimamu, oppa. Tapi aku tak tega dengan Hyomi eonni, dia menyukaimu dan kau tahu sendiri penyakinya apa. Aku tidak tega melihat saat ia down, aku tidak mau membuatnya sakit hati karena aku menerima pernyataan cintamu padaku.” Lanjutku sambil meremas ujung bajuku sendiri.

“Jadi?”

“Oppa.. a..apakah kau mau memberikan hatimu untuk Hyomi eonni saja?” Tanyaku dengan hati-hati. Kalau boleh jujur, aku tertusuk oleh kata-kataku sendiri ini.

Dia tertawa kecil dan raut wajahnya agak berubah, “Kau pikir hatiku barang? Yang bisa dengan semudah itu di berikan pada orang lain? Setelah selama ini aku menyimpan rasa untukmu, dengan semudah ini kau menyuruhku memberikannya pada kakakmu?”

“Ani, oppa-“

“Kau mengorbankan hatiku. Lebih tepatnya kau membuang hatiku.” Ucapnya penuh kekecewaan.

“Mwo? Oppa, apa kau pikir aku juga tidak mengorbankan hatiku? Aku, aku sangat,” ucapanku terpotong dan  air mataku mulai keluar. “Aku sangat mencintaimu. Tapi, tapi aku tidak mau membuat Hyomi eonni sakit hati. Sudah cukup dengan penyakit yang ia derita.”

Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar, “Aku mengerti.” Ucapnya lalu pergi begitu saja. Meninggalkanku sendiri di taman ini.

Flashback end…

Air mataku keluar lagi mengingat kejadian itu. Bukankah ini menyakitkan? Hatiku sakit.

“Kau mengingatnya lagi?”

Suara namja yang ku kenal itu tiba-tiba duduk disampingku, Ia melipat tangan di dadanya dan menatap lurus.

Aku segera menghapus air mataku, “Dimana Hyomi eonni?”

“Sudah kuantarkan pulang.”

Aku hanya mengangguk dan menunduk, memainkan ujung bajuku. Hening.

“Aku sudah memberikan hatiku untuk Hyomi, kau senang?” Ucapnya memecah keheningan.

Aku hanya diam, terdiam dengan pertanyaannya itu. Apa aku senang? Atau lebih sakit hati? Sakit hatiku mencapai 80%.

“Aku… aku senang melihat eonniku senang.”

“Aku tahu kau bohong. Tapi asal kau tahu, hatiku yang sesungguhnya masih tersimpan dalam dirimu. Aku-masih-mencintaimu.” Ucapnya lagi tanpa menatap ke arahku.

Bibirku bergetar menahan air mata. Ayolah, jangan menagis lagi Hyunmi!!!

“Mianhae,” lirihku.

“Hhh, sudahlah, kau tak perlu meminta maaf karena kau tidak salah. Lebih baik aku mengantarmu pulang. Kajja!” Ucapnya lagi sambil menarik tanganku.

***

1 tahun berlalu dan aku masih seperti ini. Masih mencintai seorang Lee Taemin. Benar-benar tidak ada perubahan. Bagaimana dengan Hyomi dan Taemin oppa? Mereka masih berpacaran. Kurasa Taemin oppa sudah mulai bisa membuka hatinya untuk Hyomi eonni. Aku senang walau sakit.

Tentang penyakit Hyomi eonni… penyakitnya semakin parah. Tapi eonni masih meyakinkan bahwa ia kuat dan masih bisa beraktivitas secara normal walau ia sering pingsan di kampus. Ia selalu berkata padaku untuk tidak terlalu mencemaskan keadaannya. Tapi aku tak bisa, aku selalu mencemaskannya jika wajahnya mulai terlihat pucat.

Hari ini, aku, Hyomi eonni dan Taemin oppa berada di  rumah sakit untuk check up kesehatan Hyomi eonni. Sekarang check up-nya sudah selesai. Kami sedang menunggu Taemin oppa yang sedang pergi ke mini market di sebrang rumah sakit.

“Eonni, kesehatanmu-“

“Menurun. Sudahlah Hyunmi-ya, gwenchana. Aku akan baik-baik saja selama orang-orang yang aku sayangi ada di sisiku.” Senyumnya dengan bibir yang sedikit pucat. “Bagaimana kalau kita susul Taemin? Aku ingin membeli sesuatu juga.”

“Kirim pesan saja padanya, jadi eonni tak perlu capek-capek.” Saranku.

“Hahaha, kau ini. Aku mau membeli barang wanita, tidak mungkin ku titipkan padanya.” Ucap eonni sambil tertawa kecil.

“Oooh, hehehe. Baiklah, ayo.”

Aku pun pergi keluar bersama eonni. Aku melihat lampu menyebrang masih hijau dan di sebrang sana aku melihat Taemin oppa melalui kaca mini market itu, ia sedang membayar belanjaannya.

Aku dan eonni pun menyebrang sambil mengobrol.

“AGASSI!!!!!! AWAAAASSS!!!!!”

TIIIIINNNNN TIIIIINNNNN

“HYO- HYUNMI-YA!!!!!!!!!”

BRUUUUUUGGGGGGGG!!!!!!!!

Author POV

Tepat saat lampu merah untuk para penyebrang menyala, Hyunmi dan Hyomi menyebrang. Sedangkan dari arah kanan sebuah truk sedang melaju kencang.  Dengan sekuat tenaga Taemin berlari menyelamatkan Hyunmi dan Hyomi sampai melempar semua belanjaanya dengan reflex. Taemin memeluk salah satu dari mereka dengan lengan kanannya dan tangan kirinya berusaha menarik tangan wanita yang satunya lagi. Namun tangan kirinya tidak berhasil menarik tangan wanita itu.

BRUUUUUUGGGGGGGG!!!!!!!!

DUUUGGG!!!

Seorang wanita tertabrak truk yang sedang melaju kencang barusan hingga terpental beberapa meter bersamaan dengan Taemin dan wanita di lengan kanannya yang jatuh ke pinggir jalan. Taemin melindungi kepala wanita di lengan kanannya agar tak terbentur. Semua orang berhamburan ke arah wanita yang tertabrak truk barusan. Taemin pun bangkit dengan banyak goresan aspal di kedua lengannya. Ia melihat Hyomi yang berada dalam lengan kanannya sambil menutup wajahnya. Ia melihat tangan kirinya, kosong.

Taemin pov

Tangan kiriku???? Aku membulatkan mataku, tangan kiriku bergetar. Di lengan kananku ada Hyomi. Itu berarti….

“HYUNMI-YAAAAAA!!!” aku melupakan rasa sakit di kedua lenganku dan bangkit lalu berlari kencang menuju kerumunan orang-orang. Dengan panik aku menerobos kerumunan orang-orang itu.

Aku mematung, nyawaku terasa melayang bersama angin. Seketika aku menangis, aku berlutut disamping wanita itu.

“Hyunmi-ya…” lirihku lemah dalam tangis. Bibirku bergetar hebat, air mataku mengalir deras.

Aku melihat ia tergeletak tak berdaya sambil sedkit meringis, darah keluar dari kepala belakangnya dan juga hidungnya. Keningnya memar dan berdarah. Banyak luka goresan yang hebat di kedua lengan dan punggungnya.

Dengan pelan aku memeluknya, menyandarkannya dalam lenganku dan mengelus kepalanya. Dia mengerang kecil. Hyunmi masih hidup, matanya masih terbuka. Ia akan selamat. Ya, Hyunmi pasti selamat. Kukerahkan tenagaku untuk menggendong tubuh Hyunmi yang ramping ke rumah sakit. Beruntunglah ini masih di depan gerbang rumah sakit. Dengan sigap para perawat membawa Hyunmi ke ruang gawat darurat. Hyomi? Entahlah, pikiranku tersita oleh Hyunmi.

Aku langsung menghubungi keluarga Hyunmi begitu Hyunmi di tangani oleh dokter. Tuhan, jangan ambil ia sekarang. Aku masih mencintainya. Perasaanku tak pernah berubah sejak dulu. Tolong, selamatkan dia. Beri dia kesempatan untuk hidup, Tuhan. Kumohon….

Dokter pun keluar dengan raut wajah yang tak dapat di artikan.

“Kau kerabatnya?” Tanya Dokter. Aku pun mengangguk cepat. “Temui dia di dalam, cepatlah. Waktunya tak banyak.”

Secepat kilat aku memasuki ruangan dimana Hyunmi berada. Dengan hati-hati aku memegang tangannya. Air mataku keluar lagi, “Hyunmi-ya.. mianhae.. aku tidak berhasil menarikmu tadi, aku-“

“Sssttt..” lirihnya lemah, “Sa..”

Ia terilihat ingin bicara, aku pun mendekatkan telingaku padanya.

“Sa….r..rang..hae.” lirihnya. Hatiku terhenyak mendengarnya.

“Nado..” ucapku sambil mencium keningnya.

“Beri…kan gi..ginjalku un..t..tu..k hyo..mi…n eon..ni.”

Aku terbelalak mendengar bisikkannya.

“HHH…” Itu nafas berat Hyunmi. Matanya mulai terpejam dan mesin pendeteksi detak jantung pun mengeluarkan bunyi dan garis panjang terpampang di layarnya.

TUHAN. JANGAN AMBIL DIA, JANGAN AMBIL WANITA INI, KU MOHON…

Mata Hyunmi terpejam.

“HYUNMI-YAAAA, HYUNMI-YAAAA.. JANGAN!!! JANGAN PERGI. KUMOHON JANGAN… JANGAN…,” teriakku histeris.

“JANGAAAAAAAAANNNN!!!,” teriakku lagi saat para perawat dan dokter masuk dan mulai menutup tubuh Hyunmi. “JANGAN TUTUP SELIMUTNYA, DIA MASIH HIDUP..  MATANYA PASTI TERBUKA LAGI!!!!”

Para perawat mulai menjauhkanku dari tubuh Hyunmi, “Lepaskan aku!!!! JANGAN TUTUP SELIMUTNYA!!!!,” aku pun berlutut, “Kumohon jangan.. dia.. dia wanita yang kucintai.. dia masih hidup.. dia belum mati… Hyunmi-ya.. jangan tinggalkan aku, ku mohon… AAAAAAAA!!!!”

Aku terisak hebat, tubuhku bergetar dan lututku lemas hingga tak dapat menopang berat tubuhku sendiri, “Hyunmi-ya… mianhae… saranghae…” lirihku pelan.

“Tenanglah tuan, relakan dia. Ini sudah takdir.” Aku terduduk di lantai dengan perawat laki-laki yang berusaha menenangkanku. Dadaku sesak…

***

Pandanganku terarah pada batu nisan ini. Wanita yang kucintai pergi untuk selamanya. Ia mendonorkan ginjalnya pada Hyomi. Sungguh, ia terlalu baik untuk pergi secepat ini. Banyak orang yang menyayanginya. Hyunmi-ya… Saranghae…

Tentang Hyomi, aku memutuskan untuk terus berhubungan dengannya. Toh, Hyunmi sendiri yang memintaku. Lalu, tentang hubunganku dan Hyunmi, lebih baik aku diam. Aku tak akan menceritakan hal itu pada Hyomi. Biarkan ini menjadi sebuah rahasia.

Hyomi POV

1tahun kemudian…

Aku masih hidup. Aku masih hidup karena ginjal adikku. Sungguh, aku tidak percaya ia mendahuluiku. Sebelumnya akulah yang yakin bahwa aku yang akan meninggalkannya terlebih dahulu.

Aku, aku merindukannya. Merindukan adikku yang baik dan manis. Yang bisa menghiburku kapan saja, yang selalu memperhatikanku. Yang selalu bersikap manja saat ia tak bisa mengerjakan tugas sekolahnya. Aku sangat merindukannya.

Aku begitu menyayanginya. Mianhae Hyunmi-ya, eonni tak bisa melindungimu, mianhae, jeongmal mianhae. Dan, gomawo atas ginjal ini. Sungguh, dulu sekeras mungkin aku melarangmu memberikan ginjalmu padaku, tapi kenapa sekarang kau tetap memberikan ginjalmu ini padaku? Terlebih dengan cara kau meninggalkanku selamanya.

Hyunmi-ya… Eonni sangat menyayangimu. Aku menyayangimu sampai aku mati nanti. Tenanglah disana, adikku.

TheEnd~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

35 thoughts on “Hyunmi-ya…”

  1. ini sbnrnya ada rekomen musiknya ._.
    graza-shinee
    memories-suju kry
    suddenly-ost city hunter
    quasimodo-shinee
    the reason-shinee
    tp author lupa masukin.____. kkk. maapin

  2. Huweeee..
    Park hyunmi.. Aq jdi keinget ama dongsaengku yg namkornya sama dan jg suka taemin..
    Nice!

  3. ajeeeeeengggg hahahahahaa…
    baru baca ff nya ajeng xD
    ciyee taem nih..
    cinta segitiga antara saudara harus ada yang ngalah. aku udah nebak yang ketabrak hyunmi.. kalo hyomin yang mati kasian juga. eh tapi dua2nya kasian juga dink haha
    so sad.. cinta butuh pengorbanan. bagus jeng!
    keep writing yaa..

  4. Sedih banget thor hyunminya berkorban banyak 😦 kereen banget ceritanyaaa ayo thor cerita yang lain di tungguuu 😀

  5. Entah kenapa sejak awal aku tau endingnya bakal kayak gini. Fufu

    Pasti nyesek banget ya jadi Hyunmi. Udah tau cintanya berbalas, tapi ga bisa bersatu gara2 pengorbanan *astaga, bahasanyaa

    Nice story 🙂

  6. Seriusan…
    Taemin kasiaaaaan 😥
    Udah ditolak hyunmii terus dia malah paacaran sama hyomi terus hyunminya meninggall…
    Bagus sii dia udah nerima hyomi akhirnya
    Tapi sedih 😥
    Keren ffnya (y)

  7. Entahlah, aku baca ff ini sampe nangis bombay TT.TT

    feelnya dapat banget, kasian taem ditinggal orang yg dicintainya </3
    hyunmi baik banget mau ngerelain taem ama ginjalnya angel banget :')

    overall jjang !! Two tumbs up d^0^b
    keep writing and Hwaiting !! ^^

  8. Sesenggukan membaca FF ini.
    TaeMin berakhir pada gadis yang tidak dia cintai.
    HyunMi harus sakit hati untuk kebahagiaan onnienya.
    Keep writing author TT_TT
    Sedihnya TT_TT

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s