Talk To Love – Part 8

Love is Punishment
 
Part 8
Title                 : Talk To Love
 
Author            : EmoonKey_Kyu
 
Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun
 
Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka, Im Yura
 
Lenght             : Chaptered 8/10
 
Genre              : Romance (maybe), friendship
 
Rate                 : PG-16
 
Summary        : Love come to you without permission.
 
A.N               : Part 8 hadirrrrrrrrrrrrrrr, ada yg nungguin? Enggaaaa. O yodah #plakk. Mian lama, lsa modem abis trus tiap ol wifi lupa mampir #jegerrr. Happy reading chinguyaaaa, give me komen apa kritik saran gitu, 2 part lagi tamat loooooo #kipasinpart10 wkwkwk, WARNING MISSING TYPO ^^
 
Ps: gomawo buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^
 
~Talk To Love~
 
“Yura. Sebenarnya siapa gadis itu oppa?” potong Hye Bin yang membuat Jonghyun menoleh.
Jonghyun menelan ludah beberapa kali. “D-dari mana kau tahu soal Yura?” tanya Jonghyun balik.
Hye Bin menaikkan sebelah alisnya lalu menatap Jonghyun dengan matanya yang sudah membengkak karena dari tadi dia berusaha keras untuk menahan air matanya supaya tidak keluar. “Oppa tidak perlu tahu aku tahu dari siapa. Sekarang jelaskan padaku siapa dia!” ucap Hye Bin pelan tapi dengan penekanan perintah.
Jonghyun menatap Hye Bin di depannya bingung lalu menghela nafas berat. “Dia adalah gadis yang dekat dengan Key sejak dia masih kecil, bahkan sebelum kami mengenal Key. Yang aku tahu, Key itu sangat menyayanginya sebagai seorang adik. Tapi sepertinya Yura salah mengartikannya, dia meminta Key untuk menjadi pacarnya. Dan dengan bodohnya Key menyanggupi itu, mungkin karena Key juga tidak tahu perasaan apa yang dia berikan pada Yura itu. Yura gadis yang penurut tapi lemah. Dia sangat menyayangi Key seolah Key adalah Matahari dan dia adalah bulannya.” Hye kembali menautkan kedua alisnya bingung.
“Bulan? Kenapa tidak dengan bumi saja?”
“Aku tidak suka dengan ungkapan kalau Key adalah bumi dan Yura adalah bulan karena kalau ungkapan itu yang aku katakan, berarti mereka harus selalu terus bersama bukan?” ucap Jonghyun dengan nada serius. “Lupakan masalah ungkapan itu.” putus Jonghyun merasa ungkapannya kurang pas.
“Lalu sekarang? Apa mereka masih terus berhubungan?” tanya Hye Bin lagi tak menghiraukan candaan garing Jonghyun. Sebenarnya Hye Bin sadar kalau apa yang dia tanyakan tadi adalah pertanyaan yang bodoh. Dari mana dia bisa mengajukan pertanyaan tadi padahal dia jelas-jelas sudah melihat Key bersama gadis yang bernama Yura itu sedang melakukan sesuatu. Bahkan mengingatnya saja sudah membuat nafasnya tercekat, untuk menghirup oksigen di sini saja sangat sulit. Dadanya sakit, tapi hati dan perasaannya lah yang terluka saat ini.
Jonghyun menepuk nepuk bahu Hye Bin. “Lupakan masalah tadi, aku tahu kalau sebenarnya Key sudah mulai menyukaimu.” Ucap Jonghyun melihat ke arah sungai Han yang memantulkan cahaya lampu-lampu beserta bintang-bintang yang ada di langit Seoul.
“Hiks..”
Jonghyun menoleh ke arah Hye Bin yang menunduk. Bahunya bergetar di sertai suara isakkan. Jonghyun langsung mengangkat wajah Hye Bin. Wajah Hye Bin sebenarnya sudah basah karena air mata yang dia bendung akhirnya keluar juga, tapi Jonghyun tidak bisa melihatnya karena suasana yang cukup gelap di sana. “Menangislah kalau perlu berteriaklah.” Ucapnya pada Hye Bin, Jonghyun tahu kalau Hye Bin menangis karena tangannya yang sedang mengangkat wajah Hye Bin ini sedikit basah terkena sesuatu yang menetes dari atas.
“Oppa, bisa berbalik ke belakang?” ucap Hye Bin serak.
“Eh?”  tanya Jonghyun bingung tapi tetap menurut dan berbalik memunggungi Hye Bin. Tiba-tiba Jonghyun merasa punggungnya berat.
“Dasar baka, bodoh, brengsek, nappeun namja!” umpat Hye Bin lemah sambil terisak di punggung Jonghyun, sementara tangannya memukul-mukul punggung Jonghyun cukup keras seolah yang dia pukuli sekarang adalah Key. “Wae? Kenapa kau melakukan semua ini padaku? Apa salahku, Boo-a?” isaknya lagi lebih lemah dan serak bahkan tempo pukulannya jadi melambat.
Sementara itu Jonghyun hanya diam saja dijadikan tempat untuk meluapkan emosi Hye Bin. Jonghyun merasa kasihan dan tidak tahu apa yang bisa dia lakukan saat ini kecuali diam. Melihat Hye Bin seperti ini membuatnya yakin kalau Hye Bin memang sudah benar-benar mulai mencintai Key.
“Oppa, kenapa ini terjadi? Di saat aku mulai menyukainya dia malah membuang perasaanku.” Tanya Hye Bin serak. Jonghyun lebih memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan itu. menurutnya kalau sekarang dia mengeluarkan apa yang ada di pikirannya, justru itu akan menambah-nambahi masalah yang ada. Dan menurutnya juga, Hye Bin wajar menanyakan hal itu. Dia tahu kalau dari tadi Hye Bin mencoba untuk menahan air matanya dan sekarang dirinya membiarkan Hye Bin menangis adalah hal yang terbaik. Jonghyun bukan hanya merasa kalau ini adalah janjinya pada Hyeseo untuk menjaga Hye Bin kalau Key melakukan hal ini, tapi dia juga merasa empati atau ikut merasakan apa yang Hye Bin rasakan saat ini. Sakit, sesak dan itu membuatnya ingin terus melindunginya.
@@@@@@@@@@@@
“Oo hyung, ada ap- Hye Bin kenapa dia?” tanya Key kaget ketika membuka pintu dirinya langsung melihat Jonghyun dan Hye Bin ada di gendongan Jonghyun.
“Bisa kau buka pintu lebih lebar?” tanya Jonghyun tak menghiraukan pertanyaan Key.
“Eh?” tanya Key bingung tapi tetap menurut dan membuka pintu lebih lebar. Key membiarkan Jonghyun yang menggendong Hye Bin mendahuluinya masuk, sedang kan Key masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
 “Dimana kamar kalian?”
Key akan mengatakan ke arah kamar milik Hye Bin tapi karena member SHINee tidak tahu kalau mereka tidur di kamar yang terpisah dia menunjuk ke arah kamarnya sendiri. “Ikuti aku!”
Jonghyun mengikuti Key dan masuk ke sebuah kamar, yaitu kamar milik Key. Perlahan-lahan Jonghyun meletakkan Hye Bin di tempat tidur supaya dia tidak sampai terbangun.
Key memperhatikan Jonghyun yang meletakkan Hye Bin deangan sangat hati-hati bahkan sampai mengelus-elus kening Hye Bin dengan penuh perasaan. Dan itu membuat Key sedikit tidak nyaman. “Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Key pada Jonghyun yang duduk di sebelah kiri tubuh Hye Bin. Key memperhatikan mata Hye Bin yang sedikit membengkak.
“Kau bisa tanya pada istrimu sendiri.” Jawab Jonghyun tenang.
Key semakin bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi. “Apa yang kau lakukan pada Hye Bin sampai dia seperti ini?” pertanyaan Key membuat Jonghyun mengepalakan telapak tangannya.
“Seharusnya aku yang bertanya padamu!” ucap Jonghyun lalu menghela nafas berat. “Lebih baik kau tanya istrimu sendiri nanti kalau dia sudah bangun, jangan kawatir dia hanya tidur karena kelelahan.” Jonghyun berjalan menghampiri Key.
Key melirik Jonghyun yang  menepuk-nepuk bahu kanannya dengan tatapan –sebenarnya-apa-maksudmu-.
“Jaga sikapmu dan tunjukan kalau kau memang laki-laki terbaik untuk Hye Bin. Dan lagi, kami harap kau menepati janjimu untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.” Ucap Jonghyun lalu berlalu meninggalkan Key.
Key melihat kepergian Jonghyun dengan tatapan bingung, apa dia melewatkan sesuatu hari ini? Dia beralih mendekati Hye Bin dan duduk di sisi ranjang. Dia bisa melihat bekas sir mata yang mengering di pipi Hye Bin dan itu cukup membuktikan kalau hari ini terjadi sesuatu yang dia lewatkan. Apa terjadi sesuatu dengan Hyeseo?
Key menoleh ke sana kemari mencari asal suara yang tiba-tiba memperdengarkan lagu milik Keisha dan seingatnya itu adalah ring tone milik ponselnya yang sudah dari tadi dia cari. Key mengarah ke tas milik Hye Bin dan membukanya. Alisnya menyatu ketika melihat ponselnya ada di sana. “Kenapa bisa ada di sini?” gumamnya lalu menekan tombol hijau.
“Yeoboseyo hyung, waeyo?”
“Apa kau tahu di mana Jonghyun?”
“Jonghyunie? Dia baru saja dari sini. Wae?”
“ya sudah, hari ini dia kabur dari jadwal latihan. Apa dia mengatakan sesuatu padamu?”
“Ahni, dia hanya sebentar di sini lalu langsung pulang. Mian tadi tidak bisa ikut latihan, aku ada urusan penting.”
“Gwenchana, setidaknya tadi kau sudah pamit padaku. Keurae, aku tutup dulu.”
“Ne.”
Key kembali duduk di sebelah Hye Bin dan menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya. Yang dia lakukan sekarang hanya melihat wajah tidur Hye Bin yang menurutnya sangat tenang tapi menyimpan sesuatu. “Pooh-a, kau sebenarnya kenapa? Apa karena kejadian beberapa hari yang lalu? Mianhae kalau aku membuatmu tidak nyaman, kau juga jangan terlalu mendiamkanku seperti ini. Kalau kau sakit lagi, aku janji akan memanggil dokter dan tidak melakukannya sendiri.” Ucap Key merasa kalau itu adalah kesalahannya. Key terus memandang Hye Bin lekat-lekat. “Aku tadi sudah membuat keputusan dengannya. Kuharap aku bisa menjalaninya denganmu, aku akan berusaha untuk membuatmu menjadi yang pertama dan berusaha untuk tidak membuatmu menunggu.” Key membelai kening Hye Bin lembut lalu mulai menciumi keningnya, matanya, hidungnya dan berhenti di satu titik. “Ku harap kau tidak akan terbangun karena ini.” Ucapnya pelan lalu mulai mencium bibir Hye Bin secara perlahan supaya Hye Bin tidak terbangun.
@@@@@@@@@@@
Jonghyun mengendarai Hyundai miliknya membelah jalanan kota Seoul untuk kembali ke dorm SHINee. Jonghyun tahu kalau misalnya urusan keluarga Key bukanlah haknya untuk ikut campur, tapi melihat hal tadi dan mengenai perasaan yang tiba-tiba muncul saat memeluk Hye Bin tadi membuatnya masuk lebih dalam lagi. Apa perlu di jelaskan lebih rinci lagi apa maksudnya?
Hari ini dia terpaksa bolos latihan hanya karena mencoba menenangkan istri orang lain, bukankah itu menggelikan? Kalau nanti Onew bertanya tentang hal itu, tentu Jonghyun akan mengatakan alasan yang lain. Mencoba menjadi pahlawan seperti Superman di sebuah pesawat terbang yang mengalami sedikit kesalahan teknis sedangkan para awak pesawat itu sendiri juga sedang berusaha membenahinya. Mungkin seharusnya Jonghyun menunggu lebih lama lagi dan melihat apa yang akan terjadi nanti, apakah pesawat itu akan mendarat darurat atau bahkan mungkin meledak di langit, tidak ada yang tahu. Jonghyun akan menunggu sampai salah satu awak pesawat meminta bantuan kepadanya dan saat itulah dia akan menolongnya. Dia takut kalau semakin mengaduk-aduk air yang sudah keruh akan menimbulkan banyak lumpur di sana. Tapi jujur dari dalam lubuk hatinya, dia sangat ingin membantu urusan rumah tangga Key. Mengingat Key adalah sahabat baiknya dan juga Hye Bin yang sempat menumpahkan air mata di punggung kekar miliknya itu membuat dirinya semakin ingin membantu hubungan mereka.
Mengenai masalah ini sepertinya dia ragu apakah bisa melakukan misinya sendiri. Dia sekarang sedang mencari siapakah orang yang bisa membantunya tapi juga dekat Key dan Hye Bin, tapi siapa?
@@@@@@@@@@@
Hye Bin membuka matanya secara perlahan lalu menggeliat kecil dan melihat keadaan sekitarnya. “Kamar Kibum? kenapa aku bisa ada di sini?” gumamnya bingung sambil duduk. “Aigooo, kepalaku.” Sepertinya efek menangis semalam membuat kepalanya pusing, untuk melihat saja sepertinya sedikit kabur. Hye Bin turun dari tempat tidur dan merapikannya sesekali dia melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 8 pagi.
“Ceklek.” Key keluar dari dalam kamar mandi mengenakan celana pendek, t-shirt putih yang sedikit agak seksi karena memperlihatkan bentuk tubuhnya. “O, kau sudah sadar?” tanya Key mendekati Hye Bin.
Hye Bin sedikit tertegun melihat Key yang mandekatinya. Bagaikan film yang diputar semalam kini berputar lagi di otaknya, ingatan saat wanita itu mencium Key masih sangat terlihat jelas di setiap celah di otaknya. Mengingatnya saja sudah membuatnya ingin meninju wajah Key.
“Aku baru bangun, bukan baru sadar. Kau pikir aku pingsan?” jawab Hye Bin cuek lalu meninggalkan kamar itu. Lama-lama berada di sini bisa membuatnya mengeluarkan emosi yang mudah meledak-ledak sewaktu-waktu. Sayang saja, kamar yang baru saja dia rapikan bisa kembali tidak jelas bentuknya.
Key memandang punggung Hye Bin yang keluar dari kamarnya, sedetik kemudian dia langsung berlari ikut keluar menyusul Hye Bin. “Yak! Semalam kau kenapa? Bagaimana bisa kau pulang dalam keadaan tidur dan di gendong Jonghyun hyung? Apa yang kalian berdua lakukan semalam? Kalau ada yang lihat bagaimana?” tanya Key penuh selidik sambil tangannya menarik lengan kanan Hye Bin.
Hye Bin melihat Key jengah. “Seharusnya aku yang bertanya padamu. Bagaimana kalau ada yang melihat kalian berdua, huh?” sahut Hye Bin tidak mau menjelaskan apa yang dia maksud secara lebih rinci lagi. Menurutnya itu sangat menyakitkan.
Key mengeryitkan kedua alisnya bingung. “Apa yang terjadi sebenarnya? Semalam Jonghyun hyung menyuruhku untuk bertanya padamu. Dan sekarang kau malah seperti ini, bilang padaku!” ucap Key menaikkan 1 oktaf suaranya.
Hye Bin menghela napas berat lalu berusaha mengubah ekspresi wajahnya dan membalikkan tubuhnya supaya bisa sehadapan dengan Key. “Kim Kibum-sshi, tidak ada yang terjadi. Jadi kau tenanglah.” Ucapnya seolah tidak terjadi sesuatu sambil menepuk bahu Key dan berlalu ke kamarnya. Dia sedang berusaha menghindari pertengkaran pagi ini.
Hye Bin merosot ke lantai setelah menutup pintu kamarnya. “Kenapa aku bisa serapuh ini saat dekat dengannya? Kenapa denganku? Ummaa!!” isak Hye Bin lirih. Picho, anjing kecilnya yang sudah dia ambil dari rumah ayahnya ikut menghampirinya. “Picho-ya, apa yang kau rasakan saat ini?”
Sementara itu Key merasa kalau mereka berdua menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengannya. Ada apa sebenarnya? Di saat masalahnya dengan Yura hampir selesai, Hye Bin malah seperti ini.
“Ndreeet…ndreet….ndreet” Key menoleh ke arah ponselnya yang tergeletak di meja kamar.
Wajah Key yang tadinya sedikit masam karena sikap Hye Bin kini malah lebih masam lagi setelah melihat siapa yang meneleponnya. “Yeoboseyo Yura-ya. Wae?”
“Oppa, himnae! Kenapa kau lemas begitu menerima telepon dari yeojachingu sendiri?” rajuk Yura dari seberang.
Key mendengus kecil lalu mengubah cara bicaranya. “Ada apa kau meneleponku?”
“Johta. Aku suka kalau oppa lembut padaku lagi seperti ini. Apa oppa ada schedule hari ini?”
“Ada, jadwalku penuh.”
“aissh, kalau begitu jangan matikan ponsel mu oppa. Kau harus ingat janjimu itu. kau masih menjadi namjachinguku sampai bulan depan. Ingat itu! kurae, annyeong oppa.”
Key meletakkan ponselnya asal lalu membanting tubuhnya ke tempat tidur yang sudah rapi. “Babo! Kenapa aku membuat kesepakatan seperti itu?” rutuknya pada diri sendiri.
@@@@@@@@@@@
Yura berjalan menuju sebuah taman yang cukup sepi dan sedikit gelap. Dia sekarang berada di taman dekat SM Building di jam 8 malam. Awalnya dirinya malas dengan hal ini kalau saja Jonghyun tidak meneleponnya untuk bertemu di sini.
“Awas saja kalau dia tidak datang, akan kucincang otot-ototnya itu.” umpat Yura kesal karena Jonghyun belum juga datang.
“Psssttt” Yura menoleh ke arah bangku taman lalu menghampirinya.
“Kenapa oppa menyuruhku untuk datang ke sini?” tanya Yura langsung tanpa bertanya siapa namja itu. Dari perawakannya saja sudah terlihat kalau itu adalah Jonghyun.
“Duduklah dulu.” Ucap Jonghyun sambil menarik lengan Yura untuk duduk di sebelahnya. “Sejauh mana hubungan mu dengan Key saat ini?”
Yura menautkan alisnya dan menatap Jonghyun curiga. “Kenapa oppa bertanya seperti itu?”
“Sudah jawab saja pertanyaanku!”
“Tentu kami pacaran sampai bulan depan.”
“Mwo? Bulan depan?”
“Emm.” Angguk Yura melas. “Dia yang bilang begitu. Lagipula sebenarnya aku juga tidak boleh umma untuk berada di Seoul lagi. Dia menyuruhku untuk tetap berada di Paris, dia bahkan menyuruhku untuk tidak menghubungi Key oppa lagi. Tapi aku tidak bisa melakukannya, oppa kan tahu kalau Key oppa adalah cinta pertamaku. Aku tidak rela melihat dia bersama istrinya itu.”
“Kalau kau tidak meninggalkannya waktu itu, mungkin Key masih berada di sampingmu sampai waktu yang kau tentukan.”
“Kalau aku bisa memutar waktu, mungkin aku bisa melakukan itu oppa. Aku tidak akan membiarkan Key oppa menikah dengan wanita itu.”
“Lalu setelah 1 bulan kau menjalaninya, apa yang akan kau lakukan?”
“Aku masih ingat perkataan Key oppa kalau waktu 1 detik itu bisa mengubah waktu 1 abad. Siapa yang tahu kalau 1 bulan ini aku berhasil membuatnya berpaling dari wanita itu. Dalam waktu 1 bulan, apapun bisa terjadi kan oppa?” tanya Yura tersenyum puas.
Jonghyun tertegun mendengarnya. Benar apa yang ada di pikirannya, Yura itu gadis lugu tapi ambisius. Dia akan melakukan apa saja asal apa yang dia inginkan bisa terpenuhi. “Kau akan merayu Key?”
“Ahni, aku akan selalu ada di sisinya. Bahkan mungkin aku bisa menggantikan posisi wanita itu. Aku yakin kalau tempat untukku di hatinya belum tergeser 1 mm pun olehnya. Aku tidak akan pergi sebagai seorang pecundang”
“Dari mana kau yakin?”
“Oppa, nan Im Yura-aaa.” Jawabnya tenang sambil mengeluarkan senyum evilnya. “Apa ada yang mau oppa sampaikan lagi? Aku sudah ingin tidur.” Lanjutnya sambil berdiri dan pura-pura menguap.
“Ya sudah, pulanglah sana dan jernihkan otakmu!” usir Jonghyun malas.
Yura berbalik dan meninggalkan Jonghyun tapi baru 1 langkah dia melangkah tiba-tiba dia berbalik lagi. “Oppa, apa hari ini jadwal kalian penuh?”
Jonghyun menggeleng. “Tidak juga, kami ada waktu luang sekitar jam 1-5 sore tadi. Wae?”
“Ahni, berarti dia bohong padaku!” ucap kesal lalu berjalan meninggalkan Jonghyun sendirian.
Jonghyun mencoba mencari kesimpulan dari apa yang Yura katakan padanya. Berarti intinya, Key sedang berusaha membenahi masalah ini dengan mengorbankan dirinya sendiri?
“Aku harus mengatakan ini pada Hyeseo ahjumma.” Gumamnya lalu meninggalkan tempat itu.
@@@@@@@@@@@@@
“Ahjumma!!” pekik Nikka kaget ketika membuka pintu kamar rawat milik Hyeseo. Dia melihat Hyeseo sedang duduk sambil menikmati sarapan paginya. Benarkah apa yang dia lihat? Hyeseo yang beberapa hari yang lalu masih terbaring lemah, sekarang sudah terlihat sehat bahkan segar.
Hyeseo kaget ketika melihat Nikka sedang memandangnya dengan tatapan heran. “Nikka-ya?” ucap Hyeseo sedikit gagap. Dia bingung apa yang akan dia lakukan sekarang. Kenapa tiba-tiba Nikka bisa ada di sini? “Kau bersama siapa ke sini?” tanya Hyeseo takut kalau dia ke sini bersama Key atau Hye Bin.
Ragu-ragu Nikka mendekati ranjang Hyeseo dengan tatapan –bagaimana-bisa-. “Ahjumma, kapan kau sadar? Aigoo, aku senang kau sudah sembuh.” Ucap Nikka girang sambil memeluk Hyeseo tidak menghiraukan pertanyaan yang baru saja Hyeseo ucapkan. “Ahjumma, aku tidak bisa mengatakan seperti apa perasaanku sekarang. Yang pasti aku sangat senang kalau ahjumma sudah sadar. Apa Hye Bin sudah tahu hal ini. Pasti dia sangat senang, aku akan meneleponnya.” Ucap Nikka setelah melepaskan pelukannya.
“Hajima!” titah Hyeseo sambil menahan tangan Nikka yang berniat menelepon Hye Bin. “Dia belum boleh tahu kalau aku sudah sadar. Ahjumma mohon Nikka-ya.” Lanjut Hyeseo dengan tatapan memohon.
Nikka mengerutkan alisnya bingung. “Wae ahjumma?”
“Saat pertama kali aku sadar, aku memang sangat ingin memberitahu Hye Bin karena aku sudah sangat ingin memeluknya da menghapus air matanya. Tapi selama aku tertidur, aku masih bisa mendengar semua yang dia ucapkan bersama suaminya Kibum. Aku memutuskan untuk tetap berpura-pura seperti ini karena aku tahu Hye Bin menikah dengan pria sebaik Kibum dikarenakan keadaanku waktu itu. Dan Hye Bin juga pernah bercerita padaku, aku sangat mengingatnya. Dia bilang setelah aku sadar maka dirinya ingin berpisah dengan Kibum, dia mengatakan itu setelah hari pertama dia menikah. Aku maklumi itu, karena aku tahu kalau dia terpaksa. Tapi semakin lama aku medengar apa yang dia ceritakan padaku, aku jadi yakin kalau sebenarnya saat ini dia sudah mulai menerima Kibum.”
“Ahjumma belum mengenal bagaimana watak asli Key-sshi. Dia itu tidak sebaik yang ahjumma pikir.” Potong Nikka menyela.
Hyeseo tersenyum penuh arti. “Aku tahu bahwa sebenarnya Kibum juga memiliki perasaan yang sama pada Hye Bin. Dia setiap ada waktu luang selalu datang mengunjungiku dan menceritakan apa yang dia rasakan padaku. Aku bisa mendengar dari nada bicaranya kalau dia itu jujur dan tidak sedang berbohong. Aku sangat menyukai kejujurannya, kemarin dia menjelaskan semuanya padaku. Aku tahu, sekarang hubungan mereka seperti bunga Lily di antara semak berduri bukan?”
“Maksud ahjumma?”
“Saat ini di saat mereka sudah mulai yakin pada perasaan masing-masing, justru duri-duri baru yang tumbuh membuat mereka sedikit goyah. Meski hanya duri-duri kecil, tetap saja namanya duri. Mereka masih belum mau mengakui perasaan masing-masing, mereka masih memendamnya. Tapi justru karena terlalu lama di pendam, maka itu memberikan kesempatan bagi duri-duri itu untuk tumbuh. Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi, Kibum tidak sepenuhnya bersalah, dia justru sedang berusaha membenahinya.”
“Ahjumma hanya mendengar itu saja dari Key-sshi. Belum dari Hye Bin.”
“Aku juga mendengarnya dari Jonghyun.”
“Jonghyun, Kim Jonghyun-sshi?” Hyeseo mengangguk.
“Dia menceritakan semua yang dia lihat sesaat setelah Kibum meninggalkan kamarku kemarin. Semalaman aku sudah berfikir dan mencari kesimpulan dari masalah ini. Saat itu, Kibum sedang berusaha menyelesaikan masalahnya dengan yeoja itu. Tapi tidak dia sangka malah yeoja itu melakukan suatu hal yang membuat Hye Bin salah paham.”
“Ahjumma, tapi kenapa bisa dengan Jonghyun-sshi?” Nikka masih bingung.
“Karena dia juga tahu kalau aku sudah sadar. Kau tahu kalau aku tidak pintar dalam berbohong bukan? Aku saja kaget ketika dia mendatangiku dan mengatakan kalau dia tahu keadaanku yang sebenarnya.” Jelas Hyeseo lalu menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya. “Emmh, makanan di sini tidak ada yang enak sepertinya. Bosan aku dengan makanan rumah sakit.” Kata Hyeseo di sela mengunyah makanannya.
Nikka memperhatikan Hyeseo lagi lalu duduk di sebelah Hyeseo. “Ahjumma, berapa lama ahjumma sudah sadar?”
“Emm, sekitar hampir 1 bulanan.” Jawab Hyeseo enteng.
“Bagaimana ahjumma bisa membohongi kami selama itu? aigoo, padahal selama ini aku sudah bersliweran di sini tapi juga tidak menyadarinya. Jangan-jangan suster itu juga ikut dalam hal ini?” Hyeseo mengangguk. “Lalu kalau ahjumma pura-pura begini, siapa yang akan membantu Hye Bin dalam menyelesaikan masalahnya dengan Key-sshi?” tanya Nikka mengingat sekarang Hye Bin sedikit menghindari Key dan Key sedang berusaha mendekati Hye Bin.
Hyeseo menatap ke arah Nikka lurus. “Aku mohon bantuanmu, Choi Nikka-sshi”
“Naega? Wae?” tanya Nikka kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Karena kau juga tidak ingin melihat Hye Bin seperti ini kan?”
@@@@@@@@
Hye Bin menyendok makanannya dengan malas. Sudah 1 minggu semenjak kejadian itu dia selalu mendiamkan Key. Bahkan hari ini mereka makan dalam keadaan diam. Sudah berkali-kali Hye Bin memergoki Key berjalan dengan gadis itu dan itu semakin mebuatnya merasa sakit. Seperti inikah sakitnya cemburu? Salahkan dia memendam rasa benci pada wanita itu? Dan apakah dirinya juga bersalah karena mencintai suaminya sendiri?
Key memperhatikan Hye Bin di depannya. “Yaa! Aku sudah membuat makanan dengan susah payah. Setidaknya kau makanlah!” titahnya karena Hye Bin dari tadi hanya menyendok-nyendok makanannya tanpa memasukkannya ke mulut.
“Mian.” Jawab Hye Bin lemas. “Aku sudah selesai. Kau tinggalkan saja piring kotornya di tempat cuci piring, biar nanti aku yang cuci sepulang dari Butiq.” Lanjutnya lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
Key membanting sendoknya kesal setelah Hye Bin masuk kamar. Dirinya sudah sangat lelah dengan sikap Hye Bin seperti ini, didiamkan tanpa tahu apa kesalahannya. Sedangkan Yura sudah terlalu mengeksploitasi waktu miliknya. Key hanya bisa melihat wajah Hye Bin saat sarapan saja karena saat dirinya pulang pasti Hye Bin sudah tertidur.
Hye Bin membuka lemari pakaian dan mengambil 1 stel pakaian formal tapi santai. Hari ini dia akan berangkat ke Butiq miliknya karena ada tamu eksklusif yang khusus datang mengunjungi tempatnya bekerja. Matanya beralih ke arah tempat tidur yang sudah tergeletak ponsel miliknya. Hye Bin menerima banyak panggilan tak terjawab dari nomor milik Tuan Min, pegawai setia ayahnya. Hye Bin menekan tombol hijau pada nomor itu.
“Ahjusshi, ada apa meneleponku?”
“Jwesonghamnida agashi, tapi seprtinya kabar ini sangat penting untuk anda.”
“Kabar apa?”
“Nyonya Eunmi, dia hamil 2 minggu agashi!”
########### TBC #########

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Talk To Love – Part 8”

  1. Author tegaaa… tegategategaaa..
    aku udah nungguin dari jauh jauh hari baru di post sekarang-__-
    btw, itu kasian banget si key di cengin sama hye-bin. kkk~ lagian sih yura nya juga nyebelin! kasian kan key jadi di cengin sama hye bin. lagian juga key udah mutusin hubungannya sama yura! yura nya gamau!! yura nyebeelin!!!! *emosi

  2. akhirnya keluar jugaaa
    aq udah nungguin dari kapan tau
    heheh
    wah, penasaran sama hubungan key hyebin
    next part secepatnya ya thorr:)

  3. Yak! Key.. Knp pula harus sbulan sch..? Kelamaannn..
    Hyebin-aa.. Bertahanlah sdkit lg..
    Oya, jjongie oppa, jaga hatimu dari hyebin, ok? Ntar hyebin dah bhagia oppa yg sdih..

    Next.. Next..

  4. aduuh……
    knp key plin plan bgt sih…???
    yura jg,udh tw suami org,mlah mkin ganggu aja…
    kykx key-hye bin msti ju2r sm perasaan mrk deh biar mslahx cpt selesai…
    wah,eunmi hamil…brarti ntar yg jd pwaris ankx eunmi donk…
    ayo hye bin,cpt hmil jg…jgn mw klh sm eunmi…

  5. yooo ada lnjutnnya …

    eh eh kok jjong yg dipukulin? *peluk2 jjong*

    “O, kau sudah sadar?” tanya Key mendekati HyeBin. — key.. hyebin cuma tidur -.-

    “Naega? Wae?” tanya Nikka kaget sambil menunjuk dirinya sendiri. — nikka gak sopan sm org tua -.-

    “Nyonya Eunmi, dia hamil 2 minggu agashi!” — jeddeeeerrrrr… o.o
    klo gak slh klo ibu tirinya hmil itu…. warisan bkl disrhkn sm eunmi kan ya… wew… mslh baru…

    eunmi.. hmhmhm inget masternya onewrang fansite.. hahaha

    2 part lg ending nih.. wohhooo
    hyebin kyknya harus hmil jg nih.. #eh
    ayolah… lanjut…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s