Touch Your Heart – Part 10

Title                :   Touch Your Heart part 10                      

Author             : tiara_jinki

Main Cast       : Lee Taemin, Choi Yoona, Onew (Lee Jinki)

Other cast        : Key (Kim Kibum), Choi Yoonra, Kim Hyo Min, Choi Minho, and

                             Others.

Genre               : Romance, Family, Friendship

Rating               : PG

Length              : Sequel

~Onew’s pov~

Akhirnya, aku bertemu dengannya. Aku dapat melihat wajahnya. Wajahnya, tetap sama, hanya matanya, tatapannya dan sinar di matanya, tak ku temukan lagi. Raut wajahnya dan tatapannya terlihat sendu. Dia melepaskan tangannya dari tanganku. Tidak ada senyum itu. “anniya, aku bukan Yoonra”. Dia berbohong, aku tahu itu.

“geotjimal, kau pasti Yoonra kan? Kau Choi Yoonra kan?”. Aku masih menatapnya, tapi dia tidak menatap tepat ke arahku. Ada apa dengannya?. Tanganku memegang bahunya erat.

“aku bukan lagi Choi Yoonra yang kau kenal. Onew”ucapnya, lirih.

Aku melepaskan tanganku dari bahunya. Masih menatapnya, dia berbeda. Memang berbeda.  Ada apa dengannya?. “aku bukan Choi Yoonra yang dulu Onew. Semua berubah seiring waktu. Kau tahu?”lanjutnya. Aku terdiam.

“maaf, aku harus pergi”.

~Onew’s pov end~

***

Yoona mengalihkan pandangannya dari Taemin. Taemin akan pergi, entah kapan tapi secepatnya dia akan pergi meninggalkan Yoona. Mungkin dia tidak akan kembali. Yoona terdiam saat mendengar perkataan yang terlontar dari Taemin. Firenze, Italia, bukanlah tempat yang bisa ia kunjungi setiap hari. Italia itu sangat jauh. Kenapa dia harus pergi?.

“Appa-ku sakit. Umma-ku sudah tiada. Dan hyung serta Appa-ku tinggal di sana. Jadi, aku harus menatap di sana. Dia –Junki menderita gagal ginjal. Kakakku, Taesun tidak bisa mendonorkan ginjalnya karena tidak cocok dengan Appa-ku. Tapi, aku cocok. Jadi, sesampainya di sana nanti aku akan menjalani operasi”jelas Taemin, yeah itu cukup untuk tidak membuatnya bingung.

Yoona tersenyum, walaupun sebenarnya ia sulit untuk mengukir senyum saat ini. “kau anak yang baik Taemin”. Yeah, hanya ini yang bisa ia ucapkan saat ini.

Taemin menatap langit yang menggelap. Anak yang baik? Tidak, ia bukanlah anak yang baik. Yoona tidak tahu, dia tidak tahu apa yang terjadi. Karena itu ia bisa mengatakan hal itu. “kau tidak tahu, aku tidak seperti itu”.

“apa yang tidak ku ketahui? Sebelum kau pergi ceritakan semua hal yang tidak ku ketahui darimu. Dan dengan begitu tidak ada lagi kebingungan yang tersisa saat kau pergi”seru Yoona.

Taemin menatap Yoona yang juga sedang menatapnya. Ia tahu yeoja ini mencintainya, dan begitu pun juga dirinya. Tidak ada yang perlu di sembunyikan dari yeoja ini. Tapi, untuk masa lalunya, Yoona tidak perlu tahu.

Taemin mendekap Yoona ke dalam  pelukannya. Membiarkan Yoona mendengar degupan jantungnya yang cepat. “yang perlu kau tahu hanyalah. Aku mencintaimu. Saranghae, Yoona-ya. Hanya itu yang perlu kau tahu”. Taemin mengeratkan pelukannya, jika ia bisa ia ingin menghentikan waktu agar dapat lebih lama bersama Yoona seperti ini.

Yoona hanya terdiam, senyum terbentuk begitu saja di bibirnya. Yoona tahu, namja ini mencintainya. Ia tahu itu. Kehangatan pelukan Taemin dapat di rasakannya. Jika ia mempunyai lampu ajaib seperti di cerita dongeng atau kantong ajaib doraemon yang bisa mengeluarkan benda apapun. Ia ingin meminta agar waktu dapat berjalan dengan lama pada jin dari lampu ajaib itu. Atau meminta suatu benda pada doraemon yang bisa menghentikan waktu.

Namun, ini adalah dunia nyata. Manusia tidak dapat melakukan apa-apa terhadap waktu yang terus berjalan seperti air ini. Waktu berjalan begitu cepat. Karena itu, Yoona tidak ingin melewatkan saat-saat ini. Saat-saat, di mana ia dapat memeluk Taemin dengan erat. Menatap senyum dan wajahnya. “nado saranghae, Lee Taemin”.

***

“aku melihatnya Key. Tapi, dia berubah. Dia berbeda”.

Key menatap Onew, apalagi yang menimpa sahabatnya kali ini. Baru saja seseorang berarti dalam hidupnya menghilang. Dan sekarang, yeoja yang di cintai sahabatnya ini membuat luka di hati sahabatnya kian membesar. “berubah? Apa yang berubah darinya?”tanya Key.

“dia, raut wajahnya terlihat datar dan tatapan matanya begitu kosong. Dan juga, dia tidak dapat melihat. Dia buta”jawab Onew, tubuhnya menjadi begitu lemas saat mengetahui kenyataan bahwa yeoja yang ia cintai kini sedang terpuruk dalam keadaan seperti itu. Tapi, dia baru mengetahuinya saat ini.

“mwo?! Jinjayo?!”. Key terkaget saat mendengar jawaban dari Onew. Yeoja itu buta? Dia buta?. Apakah itu alasannya dia pergi meninggalkan Korea tanpa kabar?. Apa karena itu?.

“ne, melihat cara dia melihat aku sudah bisa menebaknya. Dia buta. Oh, Key…aku tidak bisa melihatnya seperti ini”.

“dan, aku juga tidak bisa melihatmu seperti ini”ucap Key membuat Onew tertegun.

“kenapa kau yang harus mengalaminya? Umma-mu baru saja pergi, dan sekarang yeoja yang dulu menorehkan luka padamu kini datang dan membuatnya semakin terasa perih. Kenapa Tuhan senang sekali membuatmu menderita?”seru Key, ia sudah tak tahan lagi melihat sahabatnya selalu seperti ini. Mengorbankan dirinya untuk membuat orang lain bahagia walaupun dirinya tidak bahagia,

Onew terdiam sesaat dan tersenyum. Ia menatap Key. “karena Tuhan sayang padaku”.

Key terkagum mendengar ucapan Onew. Jika Key berada di posisi Onew, mungkin ia tidak akan mengatakan hal itu. Mungkin yang terucap dari mulutnya adalah ‘kenapa Tuhan senang melihatku menderita?’. Tapi, Onew, dia masih bisa mengatakan hal itu setelah hal buruk menimpanya. Key tersenyum, tatapan Onew yang riang kini kembali. Sinar di mata Onew kembali.

“kau tidak boleh mengatakan itu Key. Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya sendiri untuk kita. Dan aku yakin rencana-Nya itu adalah rencana yang terbaik untukku. Aku telah memikirkannya Key. Tuhan juga menyanyangi Eomma, maka dari itu Tuhan memanggil eomma karena tidak ingin melihatnya menderita karena penyakitnya.”lanjut Onew.

“seharusnya kau contoh Onew, Key. Dia tidak pernah mengeluh sepertimu”. Tiba-tiba Yuri datang dan bergabung dengan mereka.

“ya, ahjumma! Aish, kau mengganggu saja”sembur Key.

“mengganggu apa? Memangnya kalian sedang membicarakan apa? Seorang yeoja?”tanya Yuri.

“aniya, ahjumma. Hanya mengobrol biasa”jawab Onew, berbohong.

“aish, geotjimal. Ah iya, Key. Apakah kau berkencan dengan yeoja yang bernama Hyo Min itu?”tanya Yuri,

Key terkaget, bagaimana bisa Yuri mengetahui nama Hyo Min. Terlebih, ia mengatakan kalau dirinya mengencani Hyo Min, yang pada kenyataannya tidak. Apakah selama ini Yuri memerhatikannya dengan Hyo Min?. “mwo?! Anni, tapi bagiamana ahjumma bisa mengetahuinya? Maksudku bagaimana ahjumma bisa tahu nama yeoja itu?”, Key terlihat sedikit gugup.

“jangan kira karena aku sibuk aku tidak memperhatikan keponakanku. Mencoba berbohong? Sudah akui saja kalau kau berkencan dengannya. Aku merestui kok”ucap Yuri.

Onew memerhatikan percakapan anatara Yuri dan Key. Kemudian tersenyum jahil,muncul sebuah ide untuk mengerjai Key. “hei, bukankah itu Hyo Min. Whoa…neomu yeppeo”ujar Onew dan menunjuk ke arah pintu restaurant.

Seketika Key menoleh ke arah pintu dan mencari sosok Hyo Min yang di katakan Onew itu. “mana? Dia tidak ada. Di mana dia? Di…”. Key menghentikan ucapannya, ia baru menyadari kalau Onew hanya menjahilinya saja.

“ya! Onew!”seru Key.

“ckck, Key. Bahkan kau terlihat bodoh saat ini”ujar Yuri yang membuat kekesalan Key bertambah.

“haha, akhirnya Key, kau menyukai seorang yeoja. Itu tandanya kau normal. Syukurlah…”ucap Onew di sela tawanya.

“ya! Aish, kalian menyebalkan!”.

***

Yoona menyesap secangkir macchiato miliknya. Lalu menghirup aroma dari macchiato itu. “jadi, kau menyukai Key oppa?”tanya Yoona pada Hyo Min yang berada di hadapannya.

Hyo Min mendadak menjadi gugup. “mwo?! Aniya, aku hanya…”. Ia mengigit bibir bawahnya ragu akan jawabannya. Sementara Yoona hanya tersenyum melihat sahabatnya seperti ini. Dulu, ia juga seperti ini.

“kau tahu Hyo Min. Aku juga sepertimu dulu. Menyangkal kalau aku mencintai Taemin. mencintai Key oppa bukan suatu kesalahan. Kau tidak perlu menyangkalnya. Ikuti saja apa kata hatimu”ucap Yoona.

Hyo Min terdiam sesaat dan tersenyum menatap Yoona. “kau sedikit berubah Yoona. Ku rasa, kau telah belajar banyak hal”kata Hyo Min, menyadari perubahan yang di rasakannya dari Yoona.

Yoona tertawa kecil, yeah Taemin juga mengatakan hal yang sama dengan Hyo Min. “berubah, aku heran. Apa yang berubah dariku?”tanya Yoona.

“kau lebih sering tersenyum, dan yang ku lihat kau cukup ramah kepada semua orang –termasuk namja. Dan lagi, kau lebih lembut kepada Lee Taemin”jawab Hyo Min.

“jinja? Memangnya sebelumnya aku tidak ramah pada semua orang?”.

“pada namja, kau tidak”.

Yoona tahu dia memang tidak pernah seperti ini sebelumnya. Belakangan ini ia cukup ramah pada namja di sekolahnya. Entah apa yang membuatnya seperti ini. Ia merasa bahagia saat ini. Matanya melihat ke sekeliling café ini dan mendapati seorang yeoja yang ia temui sebelumnya di toko kue. Itu Yoonra, Yoona baru saja ingin melambaikan tangannya sampai ia sadar akan sesuatu hal. Yoonra tidak bisa melihat.

“Yoonra unni!”panggil Yoona dan berjalan mendekati Yoonra.

Yoonra menghentikan langkahnya dan menggerakkan kepalanya ke sumber suara. “annyeong, Yoona”sapa Yoonra saat mencium wangi parfum dari Yoona.

“annyeong, unni. Senang bisa bertemu denganmu lagi. apa kau mau bergabung denganku dan sahabatku?”ajakYoona.

“apa tidak apa-apa?”tanya Yoonra.

“tentu saja, aku sangat senang jika unni mau bergabung denganku”. Tanpa menunggu jawaban dari Yoonra, Yoona langsung menggenggam tangan Yoonra dan membawanya ke tempat duduknya.

“silahkan duduk unni”ucap Yoona setelah menarik kursi untuk Yoonra.

Hyo Min menatap Yoona dan yeoja yang baru di bawa Yoona secara bergantian. Yoona menoleh ke arah Hyo Min dan mendapati tatapan Hyo Min yang seakan mengisyaratkan ‘siapa dia?’.

“Hyo Min, kenalkan ini Yoonra unni. Unni, ini sahabatku, Hyo Min”ucap Yoona.

“annyeong haseyo unni, nan Kim Hyo Min imnida. bangapseumnida”ucap Hyo Min dan mengulurkan tangannya pada Yoonra.

Yoonra juga mengulurkan tangannya, namun tidak membalas uluran tangan Hyo Min. “Choi Yoonra imnida. Senang bisa mengenalmu”.

Hyo Min terdiam sesaat dan menatap Yoona. Yoona yang menyadari kebingungan Hyo Min, menggerakkan bibirnya untuk mengatakan “dia tidak bisa melihat”. Namun tidak mengeluarkan suara. Hyo Min membaca gerak bibir Yoona dan menjabat tangan Yoonra.

***

“ada apa menelfonku?”. Suara Taemin terdengar begitu dingin.

“apa kau sudah mengurus semuanya?”.

“ne”.

“bisakah kau pulang besok lusa? Kau tahu kan, Appa membutuhkan ginjal secepatnya. Ku harap kau mengerti”.

Taemin menghela nafas dan menatap sungai Han. “aku tahu, apa ada lagi yang ingin kau bicarakan?”.

Sunyi. Tidak ada suara dari Taesun. “baiklah, kalau begitu aku tutup”kata Taemin namun suara Taesun mencegahnya untuk memutuskan pembicaraan itu.

“apa kau begitu membenciku dan appa?”. Pertanyaan Taesun tadi sukses membuat Taemin membeku di tempatnya.

“apakah masih ada rasa benci di hatimu terhadap kami? Aku mengerti, tidak mudah untuk kembali seperti dulu. Tapi, aku harap seiring waktu, rasa bencimu itu akan mengikis. Kau tahu, Aku dan appa selalu menyanyangimu sampai kapanpun.”.

Air mata mulai meluncur, mata Taemin terus menatap sungai Han. Menatap sungai yang memantulkan sinar bulan yang sangat terang malam ini. “apa kau sudah selesai?. Hah, hyung, aku lelah. Annyeong!”

Ibu jarinya menekan tombol berwarna merah di keypad handphone-nya, percakapan berakhir. “aku hanya butuh waktu”gumamnya.

Hembusan angin musim dingin menyentuh pori-pori kulitnya, angin itu seperti menusuknya dengan dinginnya. Mungkin saat ini, ia tidak bisa untuk bersikap seperti dulu. Seperti di saat bahagia itu. Untuk saat ini, itu mustahil. Bukan lebih tepatnya, mustahil untuk ia lakukan. Terlalu sulit untuk di bayangkan dan di lakukan olehnya.

***

“ada di mana kita?”tanya Yoonra pada Yoona yang sedang menatapnya.

“di taman, Yeouido park. Di tempat favoritku. Sekarang, kita berada di bawah pohon sakura, bunga sakura sedang bermekaran saat ini, bunga-bunga itu berwarna putih sama seperti salju yang sedang turun saat ini. Banyak orang yang sedang berjalan, kebanyakan dari mereka mereka berpasangan. Ouh, dan juga ada yang sedang bersepeda.”jelas Yoona pada Yoonra.

Seulas senyum tipis di bibir Yoonra terbentuk saat membayangkan bagaimana suasana yang ada di depan matanya ini. Walau tak jelas namun cukup membuatnya senang dan seperti bernostlagia. Saat dulu, ia duduk berdua dengan Onew di taman yang sama dengan senyum yang saling terbentuk pada bibir keduanya.

“unni, gwenchanayo?”tanya Yoona saat melilihat setetes cairan bening menetes dari pelupuk mata Yoonra.

Tangan Yoonra menyeka air matanya yang terjatuh. Tanpa di sadarinya kenangan yang teringat olehnya membuat cairan bening terjatuh dari matanya. “gwenchana, bagaimana dengan langit? Bisakah kau jelaskan padaku bagaimana langit saat ini?”.

Yoona terdiam sesaat saat mendapati tatapan sendu yang terpancar dari bola mata Yoonra. “langit… langit berwarna hitam saat ini. Namun, bulan dan bintang-bintang menghiasi langit dengan cahaya mereka.”.

“ah, pasti sangat menyenangkan jika aku bisa menatap langit saat ini.”. suara itu terdengar lirih di telinga Yoona.

“dulu, aku sering pergi ke tempat ini. Dengan seseorang tentunya. Kami menghabiskan waktu di taman ini, di bawah pohon sakura juga. sepulang sekolah, terkadang sampai matahari terbenam dan tak jarang sampai jam 7 malam. Dulu, di saat aku masih bisa melihat.”. Kumpulan air mata sudah siap terjatuh dari pelupuk mata Yoonra.

Yoona memeluk Yoonra, ia sudah tidak tahan melihat Yoonra seperti ini. Walau mereka baru saja berkenalan, walau mereka baru saja bertemu dua kali. Namun, Yoona tidak pernah tahan melihat seseorang menahan air matanya. Menatap raut wajah sedih dari seseorang. “unni, jika kau ingin menangis. Menangis saja, pundakku siap di basahi oleh air matamu”ucap Yoona dan mengeratkan pelukannya pada Yoonra.

Selang beberapa detik, isakan tangis terdengar di telinga Yoona. Bajunya mulai membasah, Yoonra membalas pelukannya. Ini lebih baik di banding berpura-pura kalau semuanya baik-baik saja. “Yoona-ya, apa yang harus ku lakukan? Aku terlalu lemah. Dia kembali datang. Aku sudah berbeda. Tidak seperti dulu lagi. Yoona, apa yang harus aku lakukan?”.

Alis Yoona bertaut, bingung harus membalas apa. Sepertinya, saat ini Yoonra benar-benar membutuhkan seseorang untuk mencurahkan apa yang di rasakannya. “unni, ceritakanlah apa yang membuatmu seperti ini. Mungkin saja aku dapat membantumu”.

***

“ya, hyung. Aku bukanlah namja playboy seperti yang di ceritakan Key. Hah, dia selalu seperti itu. Padahal semua yeoja itu hanya temanku, tidak lebih. Lagipula, saat mereka berkunjung ke rumah, ada teman namja-ku”keluh Jonghyun pada Onew, di saat Onew mengatakan kalau ‘penyakit’ Jonghyun belum juga sembuh.

“ah, jinjayo? Tapi bukankah dulu kau sering gonta-ganti pacar?”.

“aish, jeongmal! Aku-bukan-namja-playboy. Is it clear hyung?”Jonghyun mulai terlihat kesal.

Onew tertawa kecil. “ok, You’re not. Jonghyun-ah..”. perkataannya terhenti di sertai dengan langkahnya. Kedua matanya terpaku menatap sosok itu. Jantungnya berdetak kencang dari biasanya, dia menangis. Namun, saat ini dirinya tidak bisa menyeka air mata itu. Tidak bisa memeluknya seperti apa yang di lakukan yeoja yang bersama dengan Yoonra.

Jonghyun mengerutkan dahinya, bingung terhadap Onew yang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. “Hyung, wae geurae?”tanya Jonghyun.

Onew masih tidak merespons-nya. Membuat Jonghyun semakin bingung, lalu, ia melihat ke arah yang di lihat Onew saat ini. Matanya sedikit membulat melihat siapa yang sedang duduk di bangku yang tak jauh dari mereka. Jonghyun kembali melihat ke arah Onew yang masih terpaku di tempatnya. “hyung, apa yang kau tunggu? Ppali, cepat hampiri dia!”ujar Jonghyun dan menarik tangan Onew.

“ya! Jonghyun!”. Terlambat, kini Jonghyun sudah memanggil Yoonra.

Yoona sedikit terkaget saat melihat Onew dan Jonghyun yang sudah berdiri di dekat mereka –Yoona dan Yoonra-. Yoona melepaskan pelukannya dan menyapa kedua namja tersebut dengan senyum yang terbentuk di bibirnya. “annyeong, oppa”.

Sedangkan Yoonra terdiam setelah menghapus bulir bening yang membasahi pipinya. Hanya senyum tipis yang terlihat di wajahnya. “Yoona-ya, mau kah kau ikut aku? Kita pergi ke café yang di sebelah sana. Hah, aku sangat haus. Dan Onew hyung, kau di sini saja menemani Yoonra nuna. Tidak apa-apa kan?”ujar Jonghyun, membuat Yoonra dan Onew terkaget.

“mwo?!”seru Onew.

Sementara Yoona terlihat bingung atas tatapan yang terpancar dari mata Onew dan Yoonra. Dan lagi dengan ajakan Jonghyun. Yoona melirik ke arah Jonghyun yang sedang mengedipkan mata ke arahnya. Jonghyun menarik tangan Yoona yang masih menutup mulutnya rapat-rapat. “aku pergi dulu yah. Bye!”kata Jonghyun sembari meninggalkan Yoonra dan Onew.

Onew mendesah kesal atas tingkah Jonghyun. Debaran jantungnya semakin cepat dan rasa gugup tidak bisa lagi ia kontrol. Kini, matanya menatap Yoonra. Sekarang, apa yang harus ia lakukan?. “mungkin, aku harus pulang sekarang”ucap yoonra dan bangkit dari duduknya.

Yoonra tahu, suasana akan sangat canggung jika mereka berdua duduk bersampingan. “andwae, kita kan baru bertemu. Apa kau  tidak merindukanku?”. Cegah Onew di saat Yoonra mulai melangkahkan kakinya.

***

“oppa, memangnya ada apa antara Onew oppa dan Yoonra unni?”tanya Yoona, saat mereka sudah cukup jauh dari onew dan Yoonra.

Jonghyun menoleh ke arah Yoona dan memasang senyumnya. “Yoonra cinta pertama Onew hyung”.

“mwo?!”. Yoona terkaget  dengan apa yang baru terlontar dari mulut Jonghyun.

Jonghyun menatap lurus ke depan dan mulai menceritakan apa hubungan yang dulu terjalin antara Onew dan Yoonra. Dan bagaimana mereka bisa seperti ini, canggung satu sama lain. Yoona mendengarkan dengan baik setiap kata yang terucap Jonghyun dan mencernanya baik-baik. Jadi, Onew menyatakan perasaannya pada Yoonra.

“apa Yoonra unni menerima Onew oppa?”.

“sayangnya, tidak. Kalau  mereka berpacaran, tidak mungkin mereka akan seperti itu”.

***

“apa kabar? Harusnya itu yang kau  katakan padaku, bukannya pergi. Memangnya ada apa denganku? Apa kau membenciku?”tanya Onew, masih menatap Yoonra yang tidak melihatnya.

“ne, aku membencimu. Kau tahu, Onew. seiring waktu yang berlalu semuanya berubah. Mungkin, kita tidak bisa seperti dulu lagi. Sudahlah, aku harus pulang. Lagipula, bukankah ini sudah malam?”.

Onew terdiam sesaat, saat ini ia tahu Yoonra mengatakan kebohongan yang entah ia tidak tahu kenapa  dia berbohong padanya. “apa alasannya? Apa salahku?”tanya Onew, kembali membuat Yoonra menghentikan langkahnya.

“kenapa kita tidak bisa seperti dulu? Kau tahu, Yoonra. Selama ini, aku benar-benar bodoh karena tidak bisa lepas dari bayangmu. Walaupun waktu berlalu, aku masih mencintaimu. Walaupun aku sudah tahu, kau tidak akan membalas perasaanku”ucap Onew lirih.

Rasanya, mereka seperti kembali di saat terakhir kali mereka bertemu dulu. Di saat seragam sekolah masih tertempel di tubuh mereka, di mana air mata itu menetes. “seharusnya kau melupakan dan membenciku Onew. bukankah aku hanya membuatmu terluka? Kalau begitu, saat kita bertemu bisakah kita menganggap kalau kita tidak pernah bertemu sebelumnya? Tidak pernah saling mengenal”kata Yoonra.

“ada apa denganmu?! Apa saja yang sudah terjadi padamu? Kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau berubah? Yoonra, tidak kau bukan Yoonra. Choi Yoonra yang ku kenal, Choi Yoonra yang ku cintai, Choi Yoonra sahabat baikku itu tidak sepertimu. Dia selalu menutupi kesedihannya di depanku maupun di depan orang lain. Dia akan tersenyum untuk mengatakan kalau dirinya baik-baik saja yang pada kenyatannya tidak. Kau benar, kau bukanlah Choi Yoonra”.

Yoonra terdiam di tempatnya, air matanya kembali menetes mendengar perkataan Onew tadi. Seandainya, Onew tahu, seandainya, ia bisa memberitahu pada Onew kalau sebenarnya ia juga menyukai Onew. Namun, ia merasa dirinya tidak pantas untuk berada di samping Onew.

“tapi, sampai kapanpun, aku tetap saja tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Yoonra, aku akan terus menunggu dan menunggu dirimu yang lama akan kembali. Aku tahu, semuanya tidak mudah. Tapi, aku akan terus mencoba untuk mengembalikan dirimu yang lama. Itu janjiku, Choi Yoonra”. Onew masih menatap Yoonra, rasanya ia ingin menyeka air mata yang terjatuh dari pelupuk mata Yoonra. Tapi, saat ini ia tidak bisa melakukannya.

“aku harus pulang saat ini”. Yoonra menyeka air matanya dan melangkah pergi meninggalkan Onew yang terus menatapnya.

“apa yang kau rasakan saat ini Yoonra? kau sulit untuk di tebak saat ini”.

***

Dentingan piano mengalun dengan lembut, semua mata tertuju pada Key dan Hyo Min. Yeah, sayang sekali jika melewatkan peristiwa ini. Key mengulurkan satu bucket bunga mawar merah pada Hyo Min. Setelah selesai menyanyikan lagu Hana – SHINee, ia menatap Hyo Min dengan senyum termanis yang pernah terbentuk di bibirnya. “do you want to be my girl?”tanya Key. Dan ini adalah saat-saat yang mendebarkan untuk Key dan orang-orang yang melihatnya.

Jantung Key dan Hyo Min sama-sama berdebar sangat cepat. Tanpa ragu lagi, Hyo Min mengambil satu bucket itu dan tersenyum. Kepalanya mengangguk pasti, senyumnya melebar, pipinya memerah. Dan di sambut dengan tepuk tangan dari seluruh pengunjung yang ada di restaurant itu, termasuk Taemin dan Yoona yang sedang melihatnya.

Tiba-tiba, Taemin menggenggam tangan Yoona. “apa kau mau pergi ke suatu tempat? Di sini terlalu ramai”ajak Taemin.

Yoona menganggukkan kepalanya. “asal tidak ke tempat yang aneh-aneh”.

Taemin tertawa kecil. “sebelumnya, kau mengatakan ini juga kan. Saat pertama kali aku mengajakmu. Tenang saja tuan putri, kau bersama seorang pangeran yang baik-baik saat ini”.

Yoona menepuk bahu Taemin pelan. “hei, tuan putri?”.

“wae? Bukankah itu terdengar lebih bagus di banding yeoja aneh?”canda Taemin.

***

“kenapa kau langsung keluar? Tidak memberi selamat pada pasangan baru itu?”tanya Onew pada Yoonra yang berjarak beberapa meter darinya.

Yoonra tidak menoleh. Kenapa Onew kembali datang?. Dia hanya membuat semuanya semakin sulit. “aku harus pulang”. Langkahnya kembali terhenti oleh tangan Onew. Kenapa dia selalu mencegahnya pergi?.

“kenapa kau selalu pergi begitu saja?”.

“kenapa kau selalu mencegahku?”.

Secara bersamaan mereka saling melontarkan pertanyaan. Jantung keduanya kembali berpacu dengan cepat. Menimbulkan rasa gugup yang memperkeruh suasana. Onew melepaskan tangan Yoonra. “e..ehm, aku hanya heran padamu. Ada apa dengan rumahmu? Kenapa kau selalu pergi begitu cepat?”.

“bukan urusanmu”.

“tentu saja itu sudah menjadi urusanku, Yoonra-ya. Bukankah kita bersahabat?”.

Yoonra terdiam di tempatnya. Onew benar, ikatan sahabat itu masih melekat antara keduanya. Namun, jika mereka seperti dulu, jika setiap hari mereka selalu bertemu seperti dulu. Ia akan sulit untuk menghilangkan perasaan yang ada di hatinya. Walaupun Onew mempunyai rasa yang sama. Namun, ia merasa dirinya tidak pantas untuk berada di samping Onew. Ia terlalu lemah. “itu dulu”.

Onew mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa kesal atas semua hal. Semua hal yang terjadi antara mereka berdua. Dan perubahan yang terjadi saat ini.

“apakah dalam persahabatan ada kata ‘dulu’? maksudku, apakah persahabatan seperti hubungan sepasang kekasih yang dapat putus kapan saja? bukankah persahabatan itu akan selalu terjalin selamanya?”.

Air mata kembali meleleh, salju mulai turun dalam skala yang cukup besar di sertai desiran angin yang sangat dingin. Cukup untuk membuat orang yang berada di luar menggigil karena sentuhannya. “apa kau tidak menangkap apa yang ku katakan padamu sebelumnya? Semuanya berubah, Onew”.

***

Taemin menyesap flat white miliknya, matanya menatap langit gelap yang di hiasi cahaya dari bintang yang bertaburan di temani dengan bulan yang tak kalah bersinarnya. Ukiran senyum terbentuk, sejenak semua penatnya hilang bersamaan dengan hembusan angin yang menerpanya. Pandangannya beralih pada gadis yang sedang menikmati minuman miliknya, bibir gadis itu mebentuk senyuman. “aku tidak menyangka Key oppa akan menyatakan perasaannya dengan cara romantis seperti tadi”ucap Yoona memulai pembicaraan.

“wae? Apakah itu aneh?”.

“anni, hanya saja melihat Key oppa yang tidak pernah melirik ke yeoja selama ini membuatku merasa suatu hal yang mustahil jika Key oppa melakukan hal seperti tadi”.

“tidak ada yang mustahil di dunia ini”.

“yeah, kau benar”.

“apa kau ingin aku melakukan seperti apa yang di lakukan Key hyung?”tanya Taemin, sedikit membuat Yoona terkaget.

“mwo?  Neo?”.

Taemin bangkit dari duduknya dan menaruh gelas miliknya di bangku. Ia berdiri di hadapan Yoona dan tersenyum. “aku bisa lebih darinya. Pipimu akan memerah jika melihatku melakukannya”kata Taemin membanggakan dirinya.

Yoona mengangkat sebelah alisnya, satu lagi yang ia ketahui dari laki-laki di hadapannya ini, terkadang dia suka membanggakan dirinya. “jinja?”.

Tanpa membalas perkataan Yoona, ia mulai menggerakkan tubuhnya dan menyanyi di hadapan Yoona. Terkadang, ia juga mengedipkan sebelah matanya pada Yoona yang menatapnya tanpa berkedip.

Juliette kono koigokoro o

Juliette kimi ni sasageyou

Juliette amaku kaoru koe de

Sasayaite serenade

Aishiau tame ni boku-tachi wa deatta

Takamete ku kanjo machigai janai yo

Kimi datte kitto so date I’m gonna get you love…

Tashikame sasete kuchibiru de

My heart, yeah, baby Juliette~

(Juliette, this amous attention

Juliette, I’ll decide yo you it

Juliette, with a sweetly scented voice

Whisper to me serenade

We met to love each other

It’s not wrong, the growing feeling

You may think so too, I’m gonna get you love

Make sure of this feeling by my lip

My heart, yeah, baby juliette~)

Taemin mulai menghentikan tarian serta nyanyiannya. Kini, matanya terpaku pada Yoona. Dan wajahnya mulai mendekati wajah Yoona. Dan dalam sekilas, ia mengecup bibir merah muda itu dengan lembut. Sedangkan Yoona, wajahnya memanas karena kecupan itu dan juga tarian dan  nyanyian Taemin yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari kuda yang sedang berlari.  Mungkin saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

***

Onew terus mengikuti Yoonra dari belakang dan tetap mengamatinya setelah percakapan yang tidak begitu mengenakkan tadi. Perasaannya begitu tidak tenang jika ia tidak melihat bagaimana keadaan Yoonra. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Yoonra.

Yoonra merasa tidak tenang, sedari tadi ia merasa ada yang mengikuti dirinya dari belakang tapi siapa?. Apakah itu pencuri? Apakah itu penjahat? Atau…segerombolan namja iseng yang suka menggodanya. Tapi, ia tetap melangkah walaupun pandangannya gelap, ia sudah cukup hafal dengan jalan di Seoul ini.

Kecepatan langkahnya bertambah, dan juga derap langkah yang terdengar di belakangnya juga bertambah cepat. Sepertinya, ia harus menghadapinya. Yoonra menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya ke arah derap langkah itu terdengar. Ia mengangkat tongkatnya, bersiap untuk memukul orang yang sedari tadi membuntutinya. “ya! Nugu-ya?!”teriak Yoonra.

Onew mengangkat kedua tangannya melindungi kepalanya dari  tongkat yang sudah siap untuk memukulnya itu. “ya, Yoonra-ya. Jangan pukul aku”.

Yoonra menurunkan tongkatnya dan mendesah, dia lagi. “kau mebuntutiku?!”.

Onew menurunkan tangannya dan mendapati raut wajah Yoona yang kesal. Ia terdiam sejenak, yeah, dia memang mengikuti Yoonra tapi akan aneh jika dia mengatakan hal yang sebenarnya pada Yoonra. Mungkin saja gadis ini akan bertambah kesal padanya. “anni, aku memang lewat sini. Siapa yang membuntutimu?”.

“aish, geotjimal!. Sudah mengaku saja. Lalu, kenapa kau berjalan di belakangku?”.

“memangnya apa urusanmu? Kedua kaki ini milikku jadi terserah aku ingin berjalan di belakang atau di depan”. Onew tersenyum, yeah, ini lebih baik di bandingkan percakapan di luar restaurant tadi.

Yoonra menghela nafas panjang dan membalikkan badannya, bersiap untuk melanjutkan perjalanannya. “masa bodoh! Jangan berjalan di belakangku lagi!”.

Onew juga melanjutkan langkahnya dan menyamai langkahnya dengan Yoonra. “wae? Bukankah tidak ada peraturan yang melarang seseorang untuk berjalan di belakangmu?”.

“aish, kenapa kau berjalan di sampingku? Apa maumu?”seru Yoonra, ia cukup  risih jika Onew berjalan di sampingnya. Rasa gugup itu datang setiap Onew dekat dengannya.

“bukankah kau tadi melarangku untuk tidak berjalan di belakangmu? Ck, kau ini”. Onew menahan tawanya.

“ya! Argh, terserah!”.

***

“aish, kenapa cepat sekali?”. Sudah berkali-kali Key menggerutukan hal yang sama. Wajahnya terlihat sangat kesal, Taemin akan pergi dan mungkin hanya sesekali datang ke Korea. Sungguh, Key tidak ingin Taemin pergi meninggalkan Korea.

Taemin tersenyum. “kau bisa ke Italia hyung, jika kau rindu padaku”.

Key mendengus, apa anak ini pikir Italia dekat dengan Korea. “pabo, Firenze itu jauh!”.

Onew memegang bahu Key dan menepuknya pelan. “hei, bukankah masih ada aku dan Jonghyun. Iya kan Jonghyun?”. Onew melirik pada Jonghyun yang sedang menatap Key dengan senyum jahilnya.

“lagipula Key-ah, bukankah ada Hyo Min?”ujar Jonghyun dan tertawa kecil.

“aish,  sudahlah, jika meladeni kalian hanya membuat kekesalanku bertambah. Baiklah, Taemin. cepat sana pergi! Kau akan ketinggalan pesawat”.

“hei, hyung. Kau mengusirku?”.

“kekesalannya akan mereda jika ada Hyo Min”gurau Jonghyun dan Onew bersamaan.

Key hanya menghela nafas dan menaruh tangannya di pundak Taemin. “jaga dirimu baik-baik. Kau harus sering menghubungiku”.

“tentu saja”.

“terus rindukan aku, Taemin-ah”ucap Jonghyun.

“ne, hyung”.

“kau tahukan apa yang harus kau lakukan sesampainya di sana. Kau harus mencobanya Taemin-ah”. Onew tersenyum lebar pada Taemin dan mempertunjukkan serentetan giginya yang berwarna putih.

“mungkin. Kalau begitu aku pergi dulu. Aku akan merindukan kalian. Sampai jumpa!”ucap Taemin dan membalikkan badannya.

Walau Yoona tidak mengantar kepergiannya, walau gadis itu tidak ada di sini. Tapi, setidaknya 3 orang yang sedang berdiri menatapnya saat ini cukup untuk mengantarnya.  Di Firenze nanti, dia akan selalu merindukan Korea dan juga gadis itu.

——————————————–TBC————————————————–

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Touch Your Heart – Part 10”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s