I Hate Julliette – Part 6 (End)

Title : I Hate Julliette

Maincast : Kang Hyemi,Choi Minho, Shim Chaesa,Kim Jaejong.

Support Cast : Member SHINee,Shim Changmin and Another cast find in this story.

Genre : Romance,Sad, Friendship.

Rate : PG 16*

Summary : Hyemi mendengarnya, diambang kesadaran yang semakin menghilang, dia bisa mendengar suara bass Minho berteriak dengan khawatir. Tapi, bukan namanya, bukan kalimat itu yang ingin ia dengar. Yah, Hyemi telah bertaruh terlalu jauh dalam hidupnya. Mempertaruhkan segalanya bahkan demi sesuatu yang dia benci sejak awal. Luka yang dulu menganga dan terasa sakit, kini perlahan mengering. Mungkin ini jalan terbaik yang harus dia tempuh, jalan terindah menuju keabadian.

“If Tomorrow Never comes,,”

Disclaimer : Story its mine, Kang Hyemi its imaginary cast. Sesuai dengan voting teaser beberapa waktu yang lalu, banyak yang memilih I Hate Julliette. Hohoho,, adakah yang menunggu part kelanjutan dari FF saya ini. Ini part end-nya, mungkin endingnya terkesan aneh dan mudah ditebak, tapi ini ending udah ada draft-nya dari pertama ide muncul. Jadi kalau ada yang kurang berkenan dengan endingnya, mohon dimaklumin. Dan mohon siapkan hati anda untuk ending gaje ini. Gumawo,,,

 

Part End : If Tomorrow Never Comes

“Aku rasa Chaesa mempunyai kelainan Jiwa”Geram Key usai menonton rekaman CCTV yang merekam saat kejadian antara Chaesa dan Hyemi di gedung kaca.

Kasus ini sudah selesai diselidiki, Hyemi sudah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan tidak bersalah. Justru Chaesa yang terancam terjerat hukuman dengan tuduhan pengancaman dan percobaan pembunuhan. Namun, mengingat kondisi Chaesa saat ini, proses penyidikan untuk sementara tidak bias ditinjak lanjuti. Bahkan Hyemi dengan suka rela meminta agar kasus ini tidak diperpanjang lagi.

“Hyemi~ya,, untuk apa kau menangis lagi,,”tegur Sungmin, saat melihat Hyemi masih saja menangisi keadaan Chaesa. Kondisi kejiwaan Chaesa semakin mengkhawatirkan, kemarin dia sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya. Untung saja Minho dan Changmin berhasil menyelamatkan nyawa Chaesa.

“Oppa,,Harusnya aku tidak kembali. Ini semua salahku.”

“Sudahlah Saengie,, jangan disesali lagi. Ini sudah menjadi garis takdir Chaesa, dia yang menabur benih, maka dia pula yang harus menuai hasilnya.”hibur Leeteuk yang kebetulan juga tengah berada di Apartement Hyemi bersama Donghae,Ryowook,Key dan Jonghyun.

“Tapi,, tetap saja oppa, aku penyebab semua ini.”bantah Hyemi.

“Dengarkan oppa ne~!!”Sungmin menarik wajah Hyemi,jongkok dihadapan gadis itu dan mengusap air mata Hyemi dengan lembut.
“Kau tidak bersalah,, apa yang Chaesa lakukan padamu, itu sebanding dengan apa yang dia rasakan saat ini. Dia sendiri yang memilih jalannya, bahkan dia menolak saat kau mengulurkan tanganmu untuknya.”ujar Sungmin dengan senyum hangatnya.

“Tetap saja oppa,, aku yang menyiram bensin dan memaksanya menyalakan api.”

“Sudahlah Hyemi,, jangan pikirkan apa-apa lagi,, pikirkan kesehatanmu sendiri. Kau terlihat lebih pucat, kau juga berkeringat dingin seperti ini. Apa kau sakit??”air muka Sungmin berubah khawatir.

“Gwenchana oppa!! Aku baik-baik saja. Engh,, oppa sudah dapat kabar lagi dari Lee omoniem,, apa Choensa baik-baik saja. Dia tidak merepotkan bukan??”Hyemi mengalihkan topik pembicaraan, teringat pada Choensa yang dititipkan pada keluarga Sungmin untuk sementara.

“Gokjonghajima,, Choensa baik-baik saja,, bahkan Omma terlihat senang dengan keberadaan Choensa, dan kau tahu sekarang omma mulai menggangguku dengan pertanyaan seputar kapan aku menikah dan memberikan cucu untuk beliau.”Sungmin tertawa kecil mengingat orang tuanya.

“Ku pikir memang sudah saatnya Sungmin hyung dan hyungdeul lainnya memikirkan so’al pernikahan. Terutama leeteuk Hyung.”sela Jonghyun yang sedari tadi hanya diam menyimak permbicaraan Sungmin dan Hyemi.

“sayangnya aku belum menemukan yoeja yang tepat selain Hyuna,,”timpal Donghae dengan senyum usil, merasa lega karena atmosfir suasana beranjak ceria.

“Hyung,, aku mendengarnya. Sebelum hyung mendahului, aku sudah mengikatnya dulu.”sahut Key sedikit ketus mendengar Donghae membawa-bawa nama Hyuna.

“Jangan cemburu Key,, dari dulu kau selalu cemburuan.”goda Wookie.

“Ngomong-ngomong so’al Hyuna,, kapan ya dia pulang. Aku sangat rindu padanya.”ujar Hyemi.

“Kami juga,, gadis itu,, berisiknya yang membuat rindu.”Leeteuk ikut berbicara.

“Baiklah Hyemi~ya,, sepertinya oppa dan yang lainnya harus pergi,, bagaiman dengan kalian Key,Jonghyun.”Sungmin memakai jaketnya seraya berdiri.

“Oh,, ne,, Onew hyung dan Taemin pasti sudah menunggu kami.”jawab Key yang juga ikut merapikan pakainnya.

“Kami pergi Hyemi~ya,, istirahat yang baik, kalau ada apa-apa langsung hubungik kami.”Donghae menepuk kepala Hyemi pelan dan membuka pintu apartement diikuti yang lainnya.

“Baiklah,, hati-hati dijalan,, hmm Key,, titip salam untuk Taemin ne,, kalau ada waktu suruh dia mampir kesini.”pesan Hyemi saat melepas mereka dipintu.

“Ok!!”balas Key.

***

Hyemi membolak-balikkan tubuhnya dengan gelisah. Merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya saat ini. Kelalainnya melupakan chek cup bulanannya selama di Korea sungguh berakibat fatal. Dengan enggan jemarinya meraih amplop coklat dari dalam laci lemari disamping ranjangnya. Sebuah catatan mengenai betapa buruknya kondisi tubuhnya saat ini. Tak banyak orang yang tahu mengenai kesehatannya yang sebenarnya. Hanya ada satu orang yang dia percayai untuk mendengarkan semua hal tentangnya semua rahasia terdalam kehidupannya selama ini. Hyemi meraih ponselnya, menghubungi seseorang.

“Yoboseo,,Hyuna~ya,, apa kau sibuk??”

“,,,”

“Kondisiku semakin buruk. Aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.”

“,,,”

“Tidak bisa,, hidup Choensa juga bergantung padaku. Aku harus melakukan itu,, seandainya hidupku akan benar-benar berakhir, apa kau mau menemuiku sekali saja.”Hyemi tersenyum getir.

“,,,”

“Jangan dipaksakan jika memang kau tak bisa,,”

“,,,”

“Ne,, kau memang yang terbaik Kim Hyuna,, aku menyayangimu.”Hyemi menutup Flip ponselnya, matanya menerawang dengan tatapan kosong. Inikah yang dia harapkan, diujung hayatnya bisa berada didekat orang-orang yang disayangi, membalas rasa sakit hatinya pada Chaesa. Satu hal yang baru dia sadari, bukanlah kepuasan yang dia dapatkah saat ini, justru rasa sesal yang begitu menyakitkan melihat kondisi Chaesa. “ternyata membenci seseorang itu sangat melelahkan, dendam itu sangat membebani.”gumamnya dengan lirih.

Kemudian dia mengambil notesnya dan mulai menggoreskan sebuah kalimat.

“Dear Minho”

***

Hyemi sedang melipat kertas yang tadi dia tulis, sepertinya sebuah surat saat pintu kamarnya terbuka.

“Hyemi~ya,,”Sosok Jaejong muncul sambil menenteng sebuah bingkisan parcel buah-buahan.

“Maaf aku langsung masuk,, tadi kulihat pintu rumahmu sedikit terbuka, dan saat kupanggil-panggil kau tidak juga muncul.”

“Gwenchana Jaejong~ssi,, jadi apa yang membawamu kesini.”tanya Hyemi sambil membenarkan posisi duduknya setelah menyimpan suratnya dibalik tumpukan bantal.

“Kudengar dari Sungmin kau sakit, makanya tidak bisa masuk kerja, jadi aku kesini untuk melihat keadaanmu.”Jaejong mengambil tempat disamping pembaringan Hyemi, meletakkan bingkisan yang dia bawa diatas meja dan tanpa sengaja tangannya menyenggol tumpukan kertas yang belum sempat Hyemi bereskan.

“Aigoo,,”pekik Jaejong kaget, seketika tangannya meraih kertas-kertas yang berhamburan itu.

“Andwae,,”Hyemi sedikir panik melihat Jaejong memegang lembaran berisi catatan-catatan kesehatannya.

“I,,ini, apa??”mata Jaejong membelalak tak percaya.

“Ini tidak benarkan Hyemi,,”Jaejong menggeleng dengan cepat setelah matanya menyusuri kata tulisan yang tertera dalam lembaran tersebut.

“Kenapa?? Apa kau merasa simpati setelah tahu bahwa aku wanita perpenyakita.”dengan dingin dia menarik kertas-kertas dari tangan Jajeong. Berusaha menutupi kerapuhan hatinya dan
mencoba mengelak dari kenyataan.

“Sejak kapan?? Sejak kau kau menderita sirosis, kanker hati??”

“Apa pedulimu,,”

“Aku peduli padamu,, aku mencintaimu, meskipun kau tak bisa membalas perasaanku, dan tak akan pernah bisa menatapku. Aku peduli Kang Hyemi.”

Hyemi menunduk, merasa tak sanggup menatap mata Jaejong yang terlihat tulus dan begitu bening menyejukkan.

“Setidaknya,, jika aku tak bisa menjadi kekasihmu,, anggaplah aku sebagai kakakmu, percaya padaku seperti kau percaya pada Sungmin,Leeteuk,Junsu, pada Yoochun. Aku menyayangimu seperti mereka menyayangimu,, bahkan mungkin lebih.”Jaejong menarik dagu Hyemi, memaksa agar mata mereka bertemu.

“Panggil aku Oppa,, Kang Hyemi,, jebal, itu sudah lebih dari cukup bagiku.”

“Opp,,pa,,”bibir Hyemi bergetar.

“Jaejong Oppa,,”seketika Jaejong menarik Hyemi dalam pelukannya saat kalimat itu meluncur dari bibir sigadis.

Akhirnya Hyemi bisa percaya dan merasakan ketulusan Jaejong. Dan tanpa dipaksa dia mulai menceritakan semuanya, menceritakan betapa kelam dan suram hidupnya dahulu. Belum kering luka yang ditorehkan atas penghianatan Minho, Hyemi harus merasakan kehilangan yang lebih menyakitkan. Tepat satu tahun setelah dia meninggalkan Korea, ibu dan kakak perempuannya meninggal dalam kecelakaan dijalanan kota Manhatten. Menyebabkan Hyemi depresi dan mengalihkan rasa sakitnya kepada Alkohol dan sedikit Mariyuana. Itu adalah rahasia besarnya yang hanya diketahui Hyuna, tidak juga Sungmin atau siapapun. Hyemi sudah menjalani rehabilitasi agar bisa lepas dari alkohol. Tahun kedua semenjak meninggalkan Korea, adalah tahun terburukny. Bisa dibilang itu adalah tahun dia merusak dirinya sendiri yang ujungnya hatinya rusak minuman itu.

Dia mulai menata lagi hidupnya saat sang ayah menyuruhnya mengasuh Choensa, membenahi kuliahnya agar Hyemi mempunyai kegiatan dan bisa lepas dari kebiasaan buruknya clubbing.

“Hyemi,, aku tidak menyangka sesulit itu hidupmu. Aku sungguh,, tak ada kalimat yang bisa aku gunakan untuk mengungkapkan betapa menyesalnya diriku. Dan kupikir aku tidak pantas mendapat maaf darimu.”Jaejong terhenyak.

“Tidak oppa, kupikir ini sudah menjadi takdir. Tak ada yang perlu disesali lagi.”

“Tapi,, huh,, apa Minho dan Sungmin sudah tahu hal ini.” Jaejong menghela nafas dengan sesak. Perasaan bersalah yang terasa menghimpitnya. Tertawa miris saat melihat Hyemi menggeleng.

“Sudah kuduga, pasti kau merahasiakannya dari semua orang. Baiklah, sekarang kau istirahat saja. Jika ada apa-apa, segera kabari oppa ne~?? aku sungguh tak akan bias memaafkan diri sendiri jika ada hal yang lebih buruk dari ini.”Jaejong berusaha meredam perasaan sedihnya, setidaknya dia merasa sedikit lega bias melihat Hyemi tersenyum padanya. Rasanya, menjadi seorang kakak adalah pilihan terbaiknya saat ini.

***

Hyemi mengikuti langkah Chaesa dengan sedikit mengendap dan hati-hati. Bunyi ketukan tongkat Chaesa dengan lantai terdengar nyaring mengiringi langkah gadis itu. Lalu Hyemi melihat Chaesa duduk disebuah bangku taman dibelakang rumah sakit. Mata coklat Chaesa yang hampa tampak semakin hampa saat gadis menengadahkan wajahnya menghirup semilir angin sore yang begitu sejuk.  Keadaan Chaesa semakin membaik, sebulan pasca kecelakaan itu. Dia mulai bisa menerima bahwa dirinya sekarang buta. Banyak hal yang tak pernah dia angankan, kini perlahan membuka pikirannya. Kebutaan ini membuat dia sedikit berubah.

“Shim Chaesa,,”panggil Hyemi dengan pelan. Duduk disamping Chaesa dengan wajah pucat dan sendu.

“Ada apa kau kemari?? Apa kau mengikutiku,,”sahut Chaesa sedikit kaget, mata hampanya berputar mencari sumber suara yang sudah dihapalnya itu.

“Mianhe, jongmal mianhe.,”lirih Hyemi dengan suara parau.

“Seharusnya aku tidak kembali,, ini semua salahku.”lanjutnya lagi.

“Berhentilah bersandiwara,, kau senangkan aku buta, kau bahagia melihatku seperti ini. Dendammu terbalaskan bukan??”suara bentakan Chaesa membuat burung-burung diatas dahan pohon berterbangan dengan terkejut. Tapi, wajah Chaesa menyiratkan kesedihan yang selama ini tak pernah hinggap disana.

“Senang?? Bahagia?? Ya,, kuakui, itu yang dulu kupikirkan saat pertama kali melihatmu bersama Minho dibandara. Kupikir saat aku bisa membalaskan sakit hatiku padamu aku bisa bahagia, tapi aku tak bisa Chaesa, aku menyesal dengan apa yang menimpamu saat ini. Aku sungguh minta maaf Shim Chaesa.”setitik air mata lolos dari mata bening Hyemi.

“Kenapa kau yang meminta, kenapa kau yang menyesal. Harusnya kau memakiku?? Harusnya kau memukulku dan bahkan kecelakaan ini bukan salahmu. Kenapa kau bersikap sebaik ini, kalau kau memang ingin balas dendam, balaskan dengan tuntas, kau lemah, itulah yang kubenci darimu.”Suara Chaesa semakin keras, namun diselingi tetesan air mata dipipi putihnya.

“Aku benci wanita lemah sepertimu. Dan yang tak bisa kumengerti sampai saat ini, kenapa Minho begitu mencintaimu, wanita lemah sepertimu. Harusnya dia bisa mencintaiku, wanita kuat dan tegar.”

“Aku tidak lemah Shim Chaesa, aku tidak lemah”bantah Hyemi.

“kalau kau tidak lemah, lalu kenapa kau pergi saat aku merebut Minho, kenapa kau biarkan aku mengambilnya dari sisimu. Lalu kau datang dan berlagak ingin membalaskan rasa sakit hati, tapi kemudian hatimu justru meragu. Kau membuatku muak, seolah akulah wanita jahat seduni. Ayo sekarang pukul aku,, pukul, dan balaskan dendammu.”kedua tangan Chaesa menggapai kearah Hyemi, berusaha meraba dimana gadis itu duduk disana.

“Ya, aku ingin memukulmu, aku ingin menecekikmu setelah apa yang kau lakukan padaku, tapi melihatmu menyedihkan seperti ini, aku jadi urung. Dan aku baru menyadari bahwa membenci itu melelahkan. Maafkan aku Shim Chaesa.”

“Wanita aneh,, kau menyebalkan, 4 tahun Minho bersamaku, tapi tak sekalipun dia menatapku,, ya, aku memang menyedihkan, sangat menyedihkan. Apa kau puas sekarang.”Chaesa berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju gerbang keluar rumah sakit, tanpa tahu bahwa yang dia tuju adalah jalan raya.

“Shim Chaesa,, apa yang kau lakukan. Kembali.”Hyemi berteriak dengan panik melihat Chaesa melangkah dikeramaian jalanan. Bunyik klakson menghentak telinga, bahkan terselip makian karena Chaesa menyebrang sembarangan.

“Jangan ikuti aku,, pergi! Aku menyedihkan, sangat menyedihkan, lebih baik aku mati,,”

“Chaesaa,,,”jerit Hyemi,lalu bergegas mendorong tubuh Chaesa saat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi siap menghantam tubuh Chaesa.

***

Hyemi mendengarnya, diambang kesadaran yang semakin menghilang, dia bisa mendengar suara bass Minho berteriak dengan khawatir. Tapi, bukan namanya, bukan kalimat itu yang ingin ia dengar. Yah, Hyemi telah bertaruh terlalu jauh dalam hidupnya. Mempertaruhkan segalanya bahkan demi sesuatu yang dia benci sejak awal. Luka yang dulu menganga dan terasa sakit, kini perlahan mengering. Mungkin ini jalan terbaik yang harus dia tempuh, jalan terindah menuju keabadian.

“If Tomorrow Never comes,,”
semuany terlihat gelap.

.

.

.

.

.

.

***

Tap,, tap,, tap,, suara decitan alas sepatu yang bergesekan dengan lantai menggema di udara. Ruangan putih dengan koridor nan panjang dan bersih terlihat lengang.

“Bagaimana keadaan Chaesa??”Yunho menepuk pundak Changmin yang terduduk lesu didepan sebuah ruangan dengan bau khas peralatan medis menyeruak. Disampingnya, seorang namja jangkung juga duduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Kondisinya mulai stabil, dia hanya Shock akibat benturan dikepalanya. Tapi dokter bilang Chaesa masih perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut, takut benturan itu mempengaruhi saraf-saraf di kornea matanya.”

“Oh ya,, aku datang membawa kabar gembira, dokter yang waktu itu aku mintai tolong mencarikan donor mata untuk Chaesa, dia bilang sudah menemukan pendonor yang cocok, dan itu artinya, Chaesa bisa segera di Operasi.”ucapan Yunho itu berhasil mengalihkan perhatian Minho, dia mendongak dan menatap kedua hyungnya.

“Benarkah??”Terdapat secercah harapan dibenak Changmin.

“Ne,,”angguk Yunho sembari mengukir senyum.

“Minho~ya,, apa kau tahu dimana Hyemi dirawat??”

“Hyung,, kumohon jangan sebut nama itu didepanku, dia yang sudah mencelakai Chaesa sekali lagi.”

“Jangan begitu Cangmin~ah,, ini semua bukan salah Hyemi. Bukan aku bermaksud membelanya, hanya berusaha melihat masalah ini dari sisi obyektif. Kau tak bisa melupakan begitu saja, kenyataan bahwa Hyemilah yang menyelamatkan Chaesa kemarin.”Yunho menghela nafas, berusaha meredamkan emosi rekan satu grupnya itu. Minho sendiri hanya bisa diam dan menunduk menatap lantai keramik dibawahnya. Saat ini, pikirannya begitu kalut dan terlalu kacau, bahkan dia merasa kepalanya berdenyut nyeri karena rupanya otaknya sudah overload untuk menampung semua kejadian ini.

“Tapi hyung,,”sela Changmin.

“Jangan membantah Shim Changmin, berpikirlah secara obyektif, sekali-kali coba tempatkan dirimu diposisi Sungmin, dia sama sepertimu, juga mencintai Hyemi sebagai adiknya meski itu bukan adik kandung. Karena pada dasarnya, semua ini berawal dari Chaesa sendiri, aku tahu semuanya Changmin~ah,,”Yunho sengaja mengambil jeda, untuk melihat reaksi Changmin sebelum kembali melanjutkan perkataanya.

“Sejak awal, bahwa Chaesa lah yang bersalah, aku bukan berusaha menghakimi, hanya mencoba membuka pikiranmu yang sempit itu. Bahwa Chaesalah yang merebut Minho dari Hyemi, membuat gadis itu harus memupuskan cita-cita dan harapannya dengan meninggalkan trainee bahkan meninggalkan Korea, kemudian kau membantu Chaesa berusaha mengikat Minho disisinya meski kalian tahu betul bahwa Minho masih sangat mencintai Hyemi. Apa ku pernah berpikir, sekali saja, bagaiman rasanya menjadi Hyemi, hidup dalam rasa sakit hati, dan bahkan kau tak pernah tahu betapa marah dan bencinya Sungmin pada kalian, terlebih saat Chaesa berniat mencelakai Choensa, gadis kecil yang tidak tahu apa-apa, tapi apa pernah sekalipun Sungmin memperlihatkan kebenciannya padamu. Jadi, pikirkan baik-baik Shim Changmin apa yang kukatakan hari ini. Jujur, menurutku kau sangat egois.”

Mulut Changmin menganga tak percaya, seorang Jung Yunho bisa menilai dirinya seperti itu. Yunho yang selama ini ia kenal lembut dan selalu berdiri disampingnya, hyung yang selalu manyayanginya.

“Minho,, ayo ikut denganku.”Yunho menarik lengan Minho, berjalan pergi meninggalkan Changmin dalam keterpakuannya.

***

“Hyung,, “Minho menata Yunho dengan mata sendu.

“Menangislah Minho,, aku tidak akan pernah menertawaimu.”Yunho menepuk puncak kepala Minho dengan lembut, seolah Minho adalah anak kecil yang tengah bersedih karena ditinggal ibunya.

“Aku menyakiti mereka hyung, aku tidak tahan dengan semua keadaan ini.”Minho membenamkan wajahnya dilengan Yunho, berusaha mencari kehangatan dimana dia bisa menumpahkan semua gundahnya, semua rasa sesaknya dengan semua beban masalah yang menghimpitnya.

***

Suasana terasa begitu hening. Detak jam dinding bahkan bisa terdengar begitu nyaring. Seperti alunan sebuah melodi yang membalut suasana tegang diantara namja-namja tampan yang sekarang tengah duduk melingkar dimeja makan milik Apartement Hyemi. Yunho, Minho, Jaejong, Sungmin, Key dan Onew duduk saling berhadapan, namun, tak satupun dari mereka yang saling menatap satu sama lain. Semuanya terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing.

Drtt,, drtt,, dering telfon memecah lamunan keenam namja tampan itu.
“Hyuna,,”desis Key setengah tak percaya saat menatap layar ponselnya.
“Permisi hyung,, aku angkat telfon sebentar.”pamit Key entah pada siapa.
“sebenarnya,, apa yang ingin kau bicarakan Jae??”suara Yunho mulai terdengar begitu Key sudah melangkah menuju kamar Hyemi.

“Ini mengenai Hyemi, apa kalian tahu dimana Hyemi sekarang??”jawab Jaejong sambil menatap wajah dihadapannya satu persatu.

“Keberadaan Hyemi?? Bukankah Hyemi dirawat di Haewon hospital.”mata Sungmin menyipitkan dengan khawatir, menilik dari ekspresi Jaejong dia merasa ada sesuatu buruk yang tengah terjadi.

“Sungmin~ah,, bahkan kau tidak tahu bahwa Hyemi dipindahkan dari sana.”desah Jaejong putus asa.

“Hyemi dipindahkan??”pekik Minho,Onew dan Yunho bersamaan.

“aku baru saja dari sana,, bagian rumah sakit bilang, Hyemi sudah pindah, tapi mereka menolak memberitahukan kemana dia dipindahkan, kupikir Sungmin atau salah satu dari kalian tahu dimana Hyemi sekarang.”

“Ada apa lagi ini,, kenapa dengan Hyemi.”Minho mengepalkan tangannya diatas meja, terlihat sangat frustasi. Onew menepuk pundak Minho, meremasnya pelan berusaha memberikan dukungan pada dongsaengnya.

“Ada satu hal yang harus kalian ketahui, mengenai catatan kesehatan Hyemi yang sangat buruk, bahkan ditambah lagi kecelakaan kemarin saat dia dia menolong Chaesa, aku tak bisa membayangkan bagaimana keadaan Hyemi sekarang, dengan luka dikepala, kaki patah. Malang sekali nasibnya.”tiba-tiba mata Jaejong berkaca-kaca.

“Hyung,, kumohon, jangan lanjutkan lagi,, kumohon.”Minho bahkan sudah meneteskan air mata demi mendengar ucapan Jaejong.

“Hyemi pernah menjadi alkoholic saat dia amerika sana. Saat kakak dan ibunya meninggal dia mengalami depresi.” Ekspresi  Jaejong mengeras.

“Diamlah Kim Jaejong. Jangan katakan apa-apa lagi.”sentak Sungmin seraya menutup telinganya, tak tega untuk mendengar hal yang lebih buruk dari semua yang menimpa Hyemi.

“Key,, ada apa??”Onew mendongakkan wajah saat Key kembali duduk disampingnya. Dia menangkap ada sesuatu yang ganjil dalam ekspresi Key.

“Anni hyung,,”jawab Key semabari menunduk, takut hyungnya tahu bahwa dia tengah menyembunyikan sesuatu.

“benar tidak ada apa-apa?? Kalau tidak salah, Hyuna yang menelpon barusan.”pancing Onew, mendengar Onew menyebutkan nama Hyuna, serta merta semua mata tertuju pada Key.

“Ne,, dia,, dia hanya menanyakan kabarku,, iya menanyakan kabarku.”tersirat keraguan dan kegugupan dalam jawaban Key.

“Oh,,”sahut Onew.

“Sekarang kita harus bisa menemukan Hyemi secepatnya.”Yunho menyambung perkataan Jaejong sebelum Key muncul.

“Baiklah,, aku pergi, jika ada kabar tentang Hyemi, kita harus saling memberi kabar.”Jaejong berdiri dan siap beranjak diikuti Yunho juga Sungmin.

“Sungmin hyung,,”panggilan Key menyurutkan langkah Sungmin.

“aku hanya ingin memberitahukan Hyemi sudah mengambil Choensa dari rumahmu.”

“Choensa? Hyemi mengambil Choensa?? Apa kau tahu dimana Hyemi sekarang??”Sungmin bergerak mendekati Key dengan antusias.

“Anniyo,, aku tidak tahu dimana Hyemi,, barusan Hyuna mengabariku, sepertinya Hyemi tengah menyiapkan sesuatu, bahkan Hyuna terlihat sedikit panik tadi.”

“Kibum,, tolong hubungi Hyuna,, tanyakan padanya.”Minho ikut mendekat, meminta Key mengambil ponselnya. Dengan patuh, Key mencoba menghubungi Hyuna kembali.

“tutt,, tuutt,,”no. Hyuna sudah tidak aktif.

“Damn it!”umpat Minho.

“Aku yakin, sepertinya Hyuna tahu sesuatu.”ujar Onew, matanya berputar seolah tengah berpikir.

“Apapun rencana Hyemi, aku rasa ini bukan hal yang baik.”timpal Sungmin, lalu segera beranjak pergi.

***

“Bruuukk”Suara pintu dorm ditendang dengan kuat memenuhi ruangan dorm SHINee dipagi yang sedikit lengang.

“Choi Minhooo.”Teriakan seorang yoeja membahana.

“Ah,, siapa pagi-pagi sudah berisik.”Onew muncul dari dalam kamar sambil mengusap matanya yang masih sedikit terpejam.

“Choi Minhoo,,”teriaknya lagi,,

“Aisshh,, orang gila dari mana yang pagi-pagi sudah__oh,, Hyuna~ya,, kapan kau kembali.”Jonghyun ikut muncul dari pintu samping,terkejut melihat Hyuna berada di Korea, tidak didorm mereka tepatnya.

“Mana Choi Minho,,”bentaknya dengan keras,membuat Jonghyun mundur selangkah.

“Key,, Key,, kesini cepat.”Onew ikut berteriak memanggil Key dari dapur begitu melihat kemarahan diwajah kekasih dongsaengnya.

“Ada apa hyung,, sepertinya aku mendengar teriakan seorang yoeja yang__, ah, Hyuna babo,, bagaimana bisa kau disini”seketika Key yang muncul dari pintu dapur langsung terkejut.

“Choi Minhoo,,”Hyuna tetap berteriak memanggil nama Minho tanpa memperdulikan ekspresi kaget dan bingung diwajah OnJongKey.

“Siapa yang begitu bersemangat mencariku,, eh,, Hyuna~ya,,”tiba-tiba Minho muncul dari kamar mandi dengan rambut basah dan celana training hitam

“Bugg,,”satu pukulan mendarat diwajah tampannya begitu Hyuna mendekat.

“Kim Hyuna,,”serempak Onew,Jonghyun,Key berteriak dengan kaget.

“Cepat ikut aku,,”Hyuna menarik kerah baju Minho dengan kasar, memaksanya masuk kedalam mobil dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi. Minho sendiri hanya bisa diam dengan perlakuan Hyuna, lidahnya kelu, terlalu ngeri dengan kemarahan Hyuna saat ini. Pikirannya sudah mulai menerka apa gerangan yang membuat Hyuna begitu marah.

“Cittt,,,”ban mobil berdecit nyaring saat Hyuna menghentikan mobilnya dengan kasar, menarik Minho turun.

Dengan langkah sedikit terseok, Hyuna terus menarik tubuh besar Minho melewati perbukitan dipinggiran kota Seoul. Perbukitan hijau penuh dengan ilalang.

“Apa yang kau lakukan padanya, bukankah kau bilang akan membahagiakannya dulu.”dengan kasar Hyuna melepaskan cengkramannya, membuat Minho sedikit tersungkur. Mata besar Minho mengkap sebuah gundukan tanah merah dengan seikat bunga Lili putih diatasnya. Tak jauh dari lili itu, terpajang sebuah foto seorang yoeja yang tengah tersenyum manis. Senyum yang amat Minho kenal.

Kang Hyemi,

Seoul,09/05/1991 – 09/03/2012

Tubuh Minho membeku sejenak, berusaha mencerna apa yang dia lihat sekarang ini.

“Ini,, tidak mungkin. Katakan ini bohong Hyuna. Ini bukan Hyemi.”Minho mengguncang tubuh Hyuna dengan keras, setelah menyadari arti dari gundukan dihadapannya.

“kau tahu, Hyemi menderita sirosis, ini semua karena dia menjadi pencandu alcohol. Dia bahkan sempat depressi dan berniat bunuh diri, keluar masuk rehabilitasi. Dia berniat balas dendam, namun pada akhirnya malah mendonorkan matanya untuk Chaesa. Apa kau pernah mengetahui semua itu, CHOI MINHO. Kau bilang akan membahagiakan Hyemi, tapi justru penderitaan yang dia alami bahkan sekarang,,”Hyuna justru memukuli tubuh Minho dengan sedikit histeris.

“Hyuna,,”Key menarik tubuh Hyuna menjauh dari Minho, Key dan member SHINee lainnya berhasil mengikuti mobil Hyuna, bahkan Yunho,Jaejong bersama member JYJ, diikuti Changmin. Lalu ada Sungmin bersama member Suju lainnya ikut menyusul dibelakang.

“Ini bukan sepenuhnya salah Minho, kau juga harus mengerti keadaan Minho.”Key merengkuh tubuh Hyuna kedalam pelukannya.

“Tapi,,”isakan Hyuna semakin terdengar menyanyat hati, semuanya hanya bisa diam membatu menatap foto Hyemi.

“Shim Changmin, sekarang kau puas, puas menghancurkan hidup Hyemi.”seketika Hyuna kembali berteriak saat Key melepaskan pelukannya, dan matanya menangkap sosok Changmin.

“Kalian semua jahat,,”Teriak Hyuna lagi,

“Hyuna,, ayo,, tenangkan dirimu,”lagi-lagi Key merengkuh tubuh Hyuna dan menariknya pergi, meninggalkan namja-namja itu yang tetap membeku menatap makam Hyemi, dimana gadis itu tengah terbaring dalam damai.

**

“Tak ada yang bisa kuucapkan lagi untukmu, terlalu banyak hal buruk yang pernah kulakukan padamu. Bahkan aku tak berani meminta maaf padamu.”Chaesa mengalihkan pandangannya dari Minho. Namja itu tengah menunduk sambil menggendong Choensa. Terlalu takut menatap mata Chaesam dimana disana terdapat sepasang bola mata yang bisa mengingatkan dia pada seseorang, yang tentu saja akan membuatnya menjadi pria cengeng.

“Ne,,”hanya jawaban pendek itulah yang bisa Minho berikan.

“Aku akan ke Jerman untuk terapis kejiwaanku, dan mungkin tak akan kembali. Selamat tinggal dan sampai jumpa.”Chaesa membungkuk sekilas, lalu mengangguk kearah Onew,Jonghyun dan Taemin yang duduk tak jauh dari meja tempatnya sekarang.

***

Setahun telah berlalu,,,

Minho berdiri dibalkon apartement bernomor 366, tempat dimana banyak kenangan yang telah dia ukir. Dari tangannya, kelopak-kelopak mawar putih berterbangan diterpa angin malam yang berhembus. Tepat, hari ini adalah hari peringatan kematian Hyemi.

Tangan besarnya terulur kedalam saku baju. Mengambil secarik kertas yang sudah lusuh, akibat seringnya dia baca.

Dear Minho,

Saat membaca surat ini, kuharap kau sedang tidak bersedih. Jangan pernah merasa bersalah atas apa yang terjadi padaku, ini jalan yang ku pilih sendiri.

Kejadian empat tahun yang lalu, jujur kuakui, itu adalah hal paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Romeo + Jullitte, bukankah itu judul album kalian. Tapi apa kau tahu?? Diantara Romeo dan Julliette, ada seorang gadis bernama rosalie. Tak banyak orang yang tahu, bahwa sebelum bertemu Julliette sang Romeo sudah menjalin hubungan dengan Rosalie. Yah, aku sering menyamakan diriku seperti Rosalie. Yang ditinggal pergi saat Romeo bertemu Julliette. Kau tahu, aku mencoba berjuang dengan luka hatiku, luka yang kubalut dengan rasa benci yang kupupuk. Ya, hanya dengan membencimu aku bisa melupakan rasa sakit hatiku.

Aku kembali ke Korea dengan niat membalas sakit hatiku, seperti yang kukatakan padamu waktu itu. Ternyata aku tak bisa membencimu bahkan membenci Chaesa pun ternyata melelahkan. Aku ingin tetap seperti Rosalie, yang terus membenci Julliettte. Tapi, ternyata aku tak bisa. Rasa benciku, masih bisa terkalahkan oleh cinta. Baik, ku akui, aku masih mencintaimu. Cintaku ini, bagai bola salju, yang terus bergulir dan membengkak sepanjang waktu. Dan saat menyadari bahwa aku tak bisa lagi memilikimu, maka kuputuskan membawa cinta ini terkubur bersama jasadku. Biarkan cinta ini abadi. Aku tak bisa membenci Chaesa sebesar Rosalie membenci Julliette,, jadi, berbahagialah dengannya.

Ps. Maaf,, karena aku tak menceritakan penyakitku padamu karena kurasa itu bukan hal yang patut keceritakan. Kutitipkan Choensa padamu, jaga dia untukku, kurasa Choi Choensa cocok untuknya. Sekali lagi, jangan marah pada Key maupun Hyuna. Aku sudah banyak berhutang maaf pada mereka berdua.

Salam kasih,,

Kang Hyemi

“Appa,, Minho appa,,”seorang gadis kecil menarik kain celananya. Mata bulatnya menatap Minho dengan berbinar.

“Iya sayang,,”Minho memasukkan surat Hyemi, lalu menyambut Choensa dalam pelukannya.

“Omma,, masih melihat kita dari sana.”Choensa menunjuk kelangit. Dimana banyak bintang-bintang berkelip dengan indahnya.

“Iyya,, omma akan selalu tersenyum dari sana.”jawab Minho.

“Hyemi,, bagiku kau bukanlah Rosalie. Bagiku kau tetap Julliette bahkan lebih indah dari Julliette, meski aku sendiri ragu bahwa aku pantas menyebut diriku Romeo. Saranghae,,, Jongmal saranghae, berbahagialah disana.”batin Minho seraya menaburkan kelopak terakhir ditengah semilir angin malam.

The end,,,

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

47 thoughts on “I Hate Julliette – Part 6 (End)”

  1. Aaaa sumpah yaa
    Ga nyangka bangett bakal sedih begini ceritanya
    Changmin nyesel kan jadinyaaaa
    Abisa dia belain adenya muluuu padahal dia juga yang salah -_-
    Dan minho kasiannn sedih banget idupnya sampe terakhir terakhir jugaaa
    Penyakitnya hyemi….
    Aigoooo pokonya ini ff keren banget!!!

  2. ga nyangka jalan ceritanya bakal kaya gini.
    Kasian bgd sih hyemi hidupnya menderita terus. Minho jg kasian, dan changmin nyesel bgd tuh.. Hyemi terlalu baik ma chaesa. Pas hyuna marah2 ma mereka smua terutama minho ma changmin aku sampe ngeluarin air mata. Daebak..

  3. huaaa
    T.T
    author jahat(?)ni ud bikin airmataku jatuh berguguran(??)
    knapa jd sad end,,dr pertama baca part 1 y ud demen bgt ama ni ff and ku kira bkal happy end..
    eh,,ternyata end y bgini..
    tapi ff ni emang daebak bgt..^^

    1. Maap klo Endingny gx sesuai harapan.. Ini Ff angst percobaan pertama… Dimaklumin klo gaje….. Pengen gitu bikin FF sad ending yg menguras emosi…hehehe

      Trims y Jinri cho……..

  4. huaaa
    T.T
    author jahat(?) ni ud bikin airmataku jatuh berguguran(??)
    knapa jd sad end,,dr pertama baca part 1 y ud demen bgt ama ni ff and ku kira bkal happy end..
    eh,,ternyata end y bgini..
    tapi ff ni emang daebak bgt..^^

  5. Hyemi tu terxt sangat mnderita yaah . . .ku kira nie ff bklan happy ending eh malah sad ending . . . sumpeh deeh thor ku bca ff nie dr awal mpe akhir nie ku nangis trus . . .ff.a daebak thor . . .

  6. Aaaa.. Hyemi-yaaa…..
    Benar sangkaanku kalo hyemi kena kanker hati..
    Hah.. Bener2 menyayat2 endingnya..

    Daebak, vii.. Ditunggu karya berikutnya…

  7. Huwaaaaaaaaaa….tisu..mana tisu….
    Tnyata hyemi yg pergi…
    Suka ama dialognya hyemi-chaesa sblum kcelakaan…nunjukin bhw chaesanya ga polos jahat..ky sinetron..kekekkk..tnyata dia jg py pemikiran2…
    Aksi hyuna marah2 daebak…bikin terharuuuu….untg ada key yg nenangin…
    Cheonsa akhirny d rwt ma minho, apa cheonsa tgl d dorm breng shinee….waaaaaa…mau donk jd babysitternya…
    Minho,kau memang bukan romeo….romeo nya kan onew…hahaha..lol
    #eeeehhh,asli ngelantur ini…kekekkk
    O ya..ada sdkit(?) typo…tp it’s ok..
    Viiii…..Bogoshippo…#hueekkkss
    ngilang kmana ni anak #umpanin key ke muka vi..hahhaha

    1. Na do Bhogosipta. . . Niekkkk.. Aku sedih udd jarang bisa onlen terus…. Hahhhh… Sibuk! Sibuk!! Kayaknya makin sibuk, jadi jarang nongol dahh.. T.T

      padahal kangen sm sf3si.. Nih ajj balesin koment sambil curi2 waktu…wkwkwkwkw

      Trims ya Niek udd mau ngikutin nih FF gaje… Buat semua reader, maap blm bisa balesin koment satu-satu.. Ntar aq balesin kok,, tp dicicil…hehehe

      Trims ya!!!

  8. aaiiiiccchhh ,, bener2 nyesek …………
    hyemi bener2 menyedihkan ..
    betapa banyak dan besar kepahitan yang harus hyemi alami ..
    aku gag bisa bayangin kalo aku juga mengalami hal yang sama ,, apa aku bisa bertahan sekuat dia ?????
    K E R E N !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    meski in the end hyemi mesti meninggal ,, tapi dengan berbaik hati dia menyumbangkan kornea matanya pada chaesa ..
    fiuuuhh ,, sungguh bikin terharu … 😦
    T O P dhe pokonya ..

  9. OMO,ternyata sad ending,,jadi chaesa gak sama minho lagi ya eon?..benar2 gak nyangka kalau hyemi akan meninggal secepat itu,,changmin nyesel kan lu jadi nya,kagum sama hyemi bisa kuat dan setegar itu walupun masalah hidup nya benar2 menyeramkan,eon, chaesa tau gak bahwa yg donor mata buat dia itu hyemi?..keep writing

  10. sedih…
    Tp sampe akhir sy benci sm changmin, ga toleran bgt bang.. Huhh!

    Penyakitnya hyemi udh nyangka parah, cm ga nyangka hrus meninggal.. Saya msh berharap minho-cheonsa-hyemi bahagia…

  11. Ya ampun sedih bgt akhir2nya:( tragis banget kisah cinta hyemi,mo balik jadi pacar minho gak bisa,minhonya juga tadinya mo balik lagi hyeminya gak mau-_-tapi yahhh,,,,,alur ceritanya bagus thor,aku suka bangettt,,,sampe nangis beneran nih,tapi akhir2nya changmin sadar juga sm perbuatannya,wkwkwk rasain!(y)

  12. huaaaaaaa *ngelap airmata*
    daebak!! ceritanya ngena banget.. aku sampe nangis bawang #lebay
    hyemi beruntung banget yaa, punya banyak orang yang sayang sama dia. :’)
    dan aku pengen punya sahabat kaya hyuna, bener-bener bisa diandalkan #abaikan
    pokonya daebak thor!!

  13. waaa udah ending aja.. tapi jujur thor, ceritanya keren~! tp kok td ku liat kaya ada liriknya sule ya yg ‘cintaku ini, bagaikan bola salju’ 😀 tp ttep kren kok thor ff-nya~!

  14. aaaaahhh…
    ending yg nybelin,bkin air mata terkuras terus…:(
    entahlah,aq krg sreg bc ff yg endingx ad yg mati,tp ni epep daebak bgt,dr awl baca udh bs ngaduk2 emosi.
    yakin bgt deh klo minho pasti nyeessseeeeelll abs.
    haaaahhh…
    udh deh,g tw lg mw ngmong apa…
    daebak vi…
    next ff ad lagikah…???

  15. sad ending? Aaaa…. Knp jd hyeminy yg mati. Chaesa dong yang mati! *gak terima*

    Bru kli ini nih aku bca ff, aku komen d smua partny. Gegara ff ini nih sm ff love me.

    Aduh jd bingung mau comment apa lgi, pokokny crtany the best!

  16. huhuhuh. kenapa hyeminya mesti meninggal? HUWAAAA~~~ kasian hyemi. udah jalan hidupnya sulit, ujung2nya mesti mati muda. good job nih buat vi eonni!!

  17. Oh MYY…. Keren banget FF nyaa.. Eonni, neo jeongmal DAEEBAAKKK!!! Ini berasa kayak daram korea.. alurnya keren banget… bisa mompa tingkat keseriusan pembacanya… Oh My.. I LOVE YOU BGT DEH THOR..

  18. *stok tisu abis*…
    lucunyaaaa tug aqq pngen nangis tpi dikelilingi adik2ku,,gg jadi dh.Gengsi dong*plaaaaaaaaakkkkkk…*

    Ja ja ja…*lu gagap ri?*…jadi si hyemi mati 0.o?…O EM JIIIIIII? !?!?!.
    gag gag gag nyangka *ala 7icon*

    Apapun….daku puasssss dengan akhirnya mameeeeeenn…ko puas???,,,unik gitu akhirnya,wkwkwk.

    VI~SERBAGUNA EON ALWAYS DAEBAK. >•<
    (kli ini komenku pendek yaa? iooo,,lgi gg bisa komen panjang2 eon # plak)

  19. Ya ampunn author, knp endingnya kayak gini? knp tebakanku msti bener? knp hyemi nya mati huwaaaaa T.T author tanggung jawab aku jadi mewek niih 😥
    Hhhh.. araesso namanya ff semuanya berjalan sesuai keinginan author *Author : Ya iayalah –“* yahh biarpun endingnya ga seperti yg aku hrp tp daebakk deh thor keren banget ini ^^d
    keep writing thor. ditunggu karya” selanjutnya. Fighting!!! 😉

  20. kenapa jadi hyemi yg meninggal? di part 1 padahal aku berharap chaesa yg meninggal krn sakit.
    why are you so kind, hyemi? hyaaaa.. aku ga rela ! T_T

  21. Baru ktmu sm ff ini gw nangis” bacax.. Ampun sedih banget crtax thor (˘̩̩̩ ε ˘̩̩̩ƪ) knp sih hyemi hrs mnggl kirax wkt kclkaan chaesa mnggl trs hatix di cangkok ke hyemi.. Huaaaa

  22. sumpah, gk nyangka bakalan sad ending..
    bagus bgt ceritanya thor…
    feelnya kebawa banget..
    terus bikin ff lagi ya…

    tadi, ada sedikit typo(s)…..
    good job thor! 🙂

  23. Behh sakitt hati .. remuk .. campur pas bacanya …
    Tapi tersenyum pas bagian yag romantis kekek
    behh bagus bget dpet buat campur aduk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s