Inter Sexual – Part 6

Disclaimer  : We don’t own the character, they are belong to themselves.

Genre  : Teen Romance/Hurt/Comfort

Warning  : Gender bender, OOC, OC, elseword, typo dan misstypo, authorfic ^^.

Rated  : T

.

.

Aiesu © Chiyo Rokuhana

.

.

sHyning soHee collab with Eun bling-bling and Lynda

proudly present

I.S [Inter Sexual]

Lee Taemin (as boy), Lee Taehee (as girl), Choi Minho, and Lee Jieun (IU)

.

.

 

Bagian Keenam

Oddness

Setiap aku bertanya pada eommaku.

“Kenapa tubuhku begitu aneh?”

Ia selalu diam.

Dan hanya tersenyum kearahku.

Aku sangat yakin dalam senyuman itu—

terselip rasa kesedihan.

“Kau akan tahu seiring berjalannya waktu nak.”

***

Konnichiwa,  Orihara-san.Sapa Taemin pada sang chef , ketika kaki jenjangnya memasuki area dapur. Yumi balas menyapa dengan senyum dibibirnya. Seminggu kemarin, Taemin memanfaatkan waktunya dengan baik untuk mengenal juru masak berkebangsaan Jepang itu. Diluar dari asupan disiplinnya yang tinggi, gadis berwajah bulat dengan mata sipit itu ternyata wanita yang lembut dan pengertian.

“Kau sedang membuat menu baru?” Tanya Taemin, menyangga bobot tubuhnya pada kedua tangannya yang bertumpu pada counter dapur. Taemin menatap gadis didepannya yang sedang sibuk berkutat dengan mixer dan adonan kuenya.

“Ya. Aku mendapatkan ide ini kemarin. Kue yang menciptakan rasa asam dan manis sekaligus. Sangat cocok untuk musim panas kali ini.” Terang Yumi tanpa mengurangi konsentrasinya pada adonan kue yang ia buat. Taemin mengangguk setuju. “Sepertinya segar.”

“Begitukah?”

Ne.”

Yoroshii. Jika kue ini berhasil, kau berhak untuk mencicipinya pertama kali sekaligus menamainya. Bagaimana?”

“Hoaa? Jinja? Aku yakin kuemu kali ini pasti enak.” Taemin menunjukkan senyum simpulnya, membuat gadis bernama lengkap Orihara Yumi mau tak mau ikut tersenyum.

“Taemin, kau sudah datang? Cepat kedepan. Bereskan meja-meja! Arggg! Tubuhku pegal semua.” Ucap Soohee sambil berlalu begitu saja setelah mengatakannya, bahkan Taemin tak sempat membalas ucapan yeoja itu. Ia terlihat sibuk menepuk-nepuk bahunya.

“Hari ini cafe sangat ramai. Jadi, bergegaslah membantu didepan.” Saran Yumi yang mendapat anggukan mantap dari Taemin.

Lee Taemin segera keluar dari dapur, ia menghampiri setiap meja yang diatasnya terdapat beberapa piring dan gelas bekas pelanggan. Meletakkannya diatas nampan yang ia bawa dan memboyongnya keruang cuci.

“Taemin! Bersihkan meja sembilan!” Ucap Heamin yang sibuk membawa tumpukan piring ditangannya. Taemin mengganguk cepat, kemudian bergegas menuju meja bernomor sembilan sebelum sesuatu menabraknya dan membuat pantatnya sukses menghantam lantai.

“Ouch!” Taemin merintih pelan, ia memandang sepatu si penabrak. Sepertinya ia kenal dengan sneaker putih bermerk ‘reebook’ itu. Kepalanya mendongak, dan benar saja. Yeoja jangkung, bermata bulat dan memiliki rambut ikal sepunggung itu menatap Taemin lurus. Siapa lagi kalau bukan Choi Eunhee sang manajer. Dan Taemin sudah beramsumsi kalau yeoja yang terkenal dengan mulut seribunya itu akan menghujaminya dengan beberapa makian karena telah menabraknya.

Tapi oh, apa ini? Asumsinya melenceng jauh. Terlihat dari langkah Eunhee yang menjauhi Taemin yang tentu saja membuat kedua alisnya bertautan satu sama lain. Hey, apa ada yang salah dari yeoja itu? Bahkan ia meninggalkan Taemin tanpa sepatah katapun. Kejadian langka.

“Ada apa dengannya?” Gumam Taemin seraya berdiri. Ia sedikit menepuk-nepuk pantatnya agar kotoran yang -mungkin saja- menempel dicelananya hilang.

“Aish! Molla.” gumamnya menggeleng.

***

Taemin menghembuskan nafasnya, merasa lega karena cafe mulai sepi dan itu artinya ia dapat sedikit istirahat. Tepat pukul enam sore, waktunya untuk menjaga counter bersama gadis stoic bernama Lee Jieun.

“Beristirahatlah.” Ucap Jieun yang membuat Taemin menatap lawan bicaranya.

Gwanchana. Aku masih kuat untuk menemanimu kok.” Sanggah Taemin sembari menunjukkan senyum dua jarinya.

“Aku tahu kau lelah. Hari ini cafe sangat ramai. Duduk saja, akan kuambilkan minuman dingin.” Ucap Jieun yang tak menerima penolakan dari Taemin. Taemin mengerti, ia hanya mengangguk dan duduk dibelakang counter memandang punggung Jieun yang berjalan meninggalkannya untuk mengambil minuman.

“Dia sebenarnya gadis yang baik.” Taemin tersenyum, masih memandang punggung Jieun yang mulai menghilang dari penglihatannya.

“Hey, Hey! Mereka datang!” Pekikan dua yeoja yang ia kenal berhasil mengalihkan perhatiannya. Ia menatap kedua seniornya yang sedang mengoceh tak jelas didepan pintu masuk dapur.

Apa yang dilakukan dua yeoja tukang gosip itu?’ Pikir Taemin heran. Keningnya berkerut menatap kelakuan sang senior yang terlihat aneh dimatanya. Apalagi melihat si rambut ikal Heamin yang terlihat paling exited diantara keduanya, menambah dalam kerutan didahi Taemin. Merasa tertarik, Taemin mengikuti arah pandangan kedua yeoja tersebut. Ia menangkap sosok seorang namja tampan berambut hitam dan seorang lagi berambut pirang. Wajah keduanya terlihat sama, jelas sekali jika mereka adalah saudara kembar. Yang membedakannya hanya rambut dan cara berpakaiannya saja. Si namja berambut hitam lebih terlihat casual dengan kemeja serta jam tangan bermerk sedangkan si namja berambut pirang terlihat mencolok dengan gaya colorfull-nya.

“Hey, biar aku yang melayani mereka.” Ucapan Heamin membuat perhatian Taemin kembali tertuju pada kedua yeoja histeris itu.

Sireo! Kau sudah melayani mereka kemarin. Sekarang giliranku.” Soohee dengan cepat melayangkan nada protes.

Ani. Kau besok saja. Hari ini Kwangmin-ku terlihat keren. Aku ingin melihatnya lebih dekat.” Sahut Heamin menghiraukan penolakan Soohee.

“Aish, kau tidak lihat? Youngmin sangat cute hari ini.” Sambung Soohee ngotot.

Taemin sedikit memiringkan kepalanya melihat pertengkaran kedua seniornya itu, baru kali ini ia melihat dua-sejoli-penggosip itu bertengkar, biasanya mereka terlihat sangat lengket apalagi jika sudah melakukan aktifitas favorit mereka –bergosip-

“Hey, apa yang kau lihat?” Ucap Jieun membuat Taemin sedikit terkejut.

“Eh?” Taemin menolehkan kepalanya pada Jieun yang menyodorinya sekaleng minuman dingin. Taemin mengambil kaleng minuman itu dan membuka penutupnya.

“Apa yang mereka lakukan?” Tanya Taemin kembali memfokuskan pandangannya pada Heamin dan juga Soohee. Jieun mengikuti arah pandangan Taemin.

“Mereka sudah datang rupanya.” Jawab Jieun membuat Taemin mengurungkan niatnya untuk segera meneguk minuman ditangannya. Merasa sedikit penasaran dengan apa yang terjadi pada kedua senior tukang gosip itu. “Siapa?”

“Dua orang namja disana.” Tunjuk Jieun kearah si kembar yang dilihat Taemin tadi dengan dagunya.

“Memang kenapa?” Tanya Taemin (lagi) seraya meletakkan kaleng minuman ditangannya dan ikut berdiri disamping Jieun. Bersiap mendengar cerita yang dirasa akan menarik untuk didengar.

“Si kembar Jo. Yang berambut hitam itu Kwangmin dan yang pirang Youngmin. Mereka berdua incaran Soohee dan Heamin eonni.”

“Incaran?”

“Ya. Kwangmin incaran Heamin sedangkan Youngmin incaran Soohee. Setiap malam minggu mereka akan kemari tepat pukul enam sore. Dan Soohee serta Heamin eonni tidak akan membiarkan orang lain melayani si kembar kecuali mereka sendiri.”

“Pantas saja, sejak tadi tak ada pegawai lain yang menghampiri mereka.” Taemin manggut-manggut.

“Lepaskan! Biarkan aku yang kesana.”

“Tidak akan secepat itu. Aku saja. Minggir.”

Suara ribut-ribut membuat Taemin dan Jieun menoleh, mendapati kedua seniornya sedang sibuk menarik tangan satu sama lain. Tidakkah mereka sadar jika mereka terlihat kekanak-kanakan.

“Kau harusnya mengalah. Kemarinkan sudah giliranmu.” Sembur Soohee sambil mencengkram bingkai pintu, menahan tubuhnya dari tarikan tangan Heamin yang memaksanya kembali masuk ke dapur.

“Aku berubah pikiran. Dua minggu untuk satu orang. Jadi sekarang giliranku.” Sanggah Heamin bersikeras, tangannya mencengkram tangan kiri Soohee. Sekuat tenaga ia menarik tubuh Soohee untuk kembali masuk ke dalam dapur. Taemin yang sudah tidak tahan, menghampiri keduanya.

“Kalau kalian seperti ini terus, mereka akan pergi.” Ucap Taemin menyadarkan keduanya. Spontan Heamin melepaskan tangan Soohee dan menatap si kembar yang sedari tadi asyik menonton pertunjukan tarik-menarik seru buatan ia dan sohib kentalnya itu.

“Mampus. Apa mereka melihat yang barusan?” Gumam Soohee yang masih didengar jelas oleh telinga Taemin.

“Tentu saja. Bahkan seluruh pengunjung cafe merasa terpukau dengan show bakat kalian.” Ucapan Taemin sukses membuat kepala keduanya menunduk.

“Aku bukan Park Heamin. Aku bukan Park Heamin.” Gumam Heamin dengan muka bak kepiting rebus dan ia segera masuk ke dalam dapur diikuti dengan Soohee yang tak kalah suramnya.

“Hey, siapa yang akan melayani mereka?” Tanya Taemin cukup nyaring.

“Terserah.” Jawab keduanya samar. Taemin mengernyit heran.

Rupanya mereka punya rasa malu juga?’ Pikirnya, kemudian ia mengambil nampan beserta buku menu dan menghampiri si kembar.

“Silakan, mau pesan apa?” Ucap Taemin ramah membuat si kembar mengalihkan perhatiannya pada Taemin. Taemin tersenyum dan memberikan buku menu pada keduanya.

“Seperti biasa.” Sahut si pirang.

“Maaf, saya pegawai baru disini. Jadi saya tidak tau apa yang biasa anda pesan.” Jawab Taemin sedikit membungkuk.

“Memang Soohee dan Heamin kemana?”

“Anu, sepertinya mereka terlalu malu atas kejadian tadi.” Sahut Taemin sambil menahan tawanya.

“Tch.” Si rambut hitam mendecih pelan, “Urat malu mereka ternyata belum putus.” Lanjut si Kwangmin yang sukses membuat Taemin kembali menahan tawanya.

“Tanyakan saja pada Yumi nunna. Dia tahu apa yang kami inginkan.” Sahut Youngmin membuat Taemin mengangguk affirmatif. Ia segera meninggalkan si kembar.

“Sepertinya mereka sangat mengenal pegawai disini. Bahkan si pirang memanggil nama kecil Orihara-san!” Taemin bergumam sembari memiringkan sedikit kepalanya.

“Orihara-san, si kembar memesan makanan dan aku tidak tau apa itu. Mereka bilang kalau kau tau apa yang mereka inginkan.” Ucap Taemin sesampainya didapur dan berhadapan langsung dengan sang chef.

“Si kembar? Kenapa kau yang melayani mereka? Dimana Soohee dan Heamin?” Tanya Yumi yang mulai menyiapkan pesanan si kembar bersaudara itu.

“Mungkin di toilet, pastinya apalagi selain menyemen urat-urat malu mereka agar tidak meluber. Coba saja kau lihat show bakat mereka tadi, pastinya cukup untuk membuat setengah tamu disini mengenali mereka sebagai pelawak unggulan.” Ucap Taemin cekikikan yang sukses membuat Yumi tersenyum.

“Ini dia! Satu buah moccachino float, tiramitsu cake dan strawberry milkshake.” Yumi memberikan nampan berisi makanan yang ia sebutkan tadi kepada Taemin.

“Sepertinya orang-orang disini mengenal mereka dengan baik ya.” Taemin menerima nampan yang diberikan Yumi. “Tentu saja, mereka itukan pelanggan tetap dan juga teman baik manajer.”

“Manajer cerewet itu punya teman juga rupanya.” Gumam Taemin seraya membawa nampan itu keluar dapur, menghampiri Jo twins yang nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing tanpa ada obrolan sedikitpun.

“Ini pesanan anda. Selamat menikmati.” Taemin meletakkan nampan yang dibawanya.

“Hey, kalian lama menunggu?” Seseorang tiba-tiba datang ketika Taemin mulai meletakkan pesanan si kembar di atas meja. Namja itu segera duduk di antara si kembar yang memang duduk berseberangan.

“Tidak juga.” Sahut Kwangmin yang masih fokus pada buku yang dibacanya.

“Maaf, anda ingin pesan sesuatu?” Tanya Taemin pada namja yang baru datang.

“Kau pegawai baru ya?” Tanyanya yang lantas dijawab anggukan dari Taemin. “Bisa kau panggilkan manajermu?” Lanjutnya.

“Eh? Apa saya memiliki kesalahan?” Taemin bingung. Biasanya, jika seorang pelanggan meminta memanggil manajer itu artinya mereka ingin komplain dengan pelayanannya.

“Tidak, aku tidak bermaksud untuk komplain. Aku hanya ingin bertemu manajermu kok.” Ucapnya berusaha tersenyum meyakinkan, mengusir anggapan Taemin yang tidak-tidak.

“Eh? Baiklah.” Taemin membungkuk kemudian berjalan menuju ruangan sang manajer.

Taemin mengetuk pelan pintu bertuliskan ‘Manager Office’ didepannya. “Masuk.” Terdengar sahutan dari dalam.

Taemin memutar handle pintu, membukanya kemudian menyusupkan tubuhnya masuk kedalam ruangan tersebut. Terlihat Eunhee sedang duduk dikursi putarnya. Wajah gadis itu tak terlihat karena posisinya yang membelakangi Taemin.

“Ada apa?” Tanya Eunhee dingin. Taemin jadi merasa sedikit takut pada yeoja yang biasanya cerewet itu kini berubah menjadi dingin 180 derajat.

“Anu, ada pelanggan yang mencarimu.” Ucap Taemin merasa sedikit canggung.

Ada apa denganku?’ Batin Taemin.

“Siapa?”

“Entahlah, ia tak menyebutkan namanya. Sepertinya teman si kembar Jo.”

Eunhee terdiam, ia tak merespon ucapan Taemin barusan. Membuat Taemin merasa aneh dengan sikap Eunhee hari ini. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mulutnya berusaha mengeluarkan sebuah bunyi yang –mungkin- akan menganggu lamunan yeoja didepannya. Tapi entah kenapa bunyi itu tak kunjung keluar, masih tertahan ditenggorokannya.

“Aku tidak mau.” Ucap Eunhee pada akhirnya yang sukses membuat Taemin tercengang. Apa susahnya bertemu dengan pelanggan? Toh Eunhee tidak sibuk sama sekali. Ia malah terlihat tak memiliki perkerjaan yang harus diselesaikannya. Jadi apa ada alasan untuk menolak?

“Kenapa?”

“Haruskah aku menjawab pertanyaanmu? Cepat pergi.”

“Eh? Ne.” Taemin segera keluar dari ruangan manajernya yang angker itu. “Ada apa dengannya?” Taemin bergumam bingung. Sedikit aneh mengetahui sisi lain Eunhee yang tidak bersahabat. Ia kembali menghampiri si kembar dan namja tadi.

“Maafkan kami. Manajer saat ini tidak bisa ditemui.” Ucap Taemin sopan.

“Benarkah? Tak apa, maaf sudah menyusahkanmu.” Si namja menampakan raut wajah kecewa. Taemin tersenyum kemudian melenggang pergi. Telinganya samar-samar mendengar percakapan ketiga pria itu sebelum langkahnya semakin menjauh.

“Minwoo. Kau bertengkar lagi dengan Eunhee?”

“Tidak. Hanya terjadi sedikit kesalahpahaman.”

***

Bunyi bel di kediaman keluarga Jung bergema nyaring. Membuat sang penghuni menghampiri pintu utama yang menghubungkan rumah besar itu dengan dunia luar. Nyonya Jung membuka pintu berornamen kayu oak yang diukir sempurna dan terlihat seorang namja yang amat ia kenal tengah melempar senyum padanya.

“Malam Ahjumma.” Sapa si namja masih dengan senyum dibibirnya, membuat Nyonya Jung mau tak mau membalas senyuman lembut itu.

“Malam Minho. Masuklah, Hara sedang bersiap-siap.” Ajak Nyonya Jung ramah, ia membuka pintu lebar-lebar untuk mempersilahkan tamunya masuk. Minho mengganguk kemudian menuruti ajakan wanita paruh baya didepannya.

“Ayah, lihat siapa yang datang.” Ucap Nyonya Jung riang, tangannya menggandeng lengan Minho dan membawanya kesebuah ruangan yang nampak seperti ruang keluarga. Dapat Minho rasakan kehangatan menjalar keseluruh tubuhnya saat memasuki ruangan bergaya minimalis itu. Membuatnya merasa nyaman sekaligus tenang.

“Minho, kau sudah besar rupanya.” Sapa namja paruh baya yang menghampirinya dengan senyuman khas seorang ayah.

Ne, lama tak bertemu Ahjusshi.” Balas Minho sembari berojigi.

Tuan Jung menepuk pundak Minho, pandangan matanya mengamati tubuh Minho dari kaki hingga ujung kepala. “Sepertinya Mr. Choi mengurusmu dengan baik. Kau tampan dan gagah persis seperti Ayahmu.” Puji Tuan Jung yang cukup membuat Minho tersipu malu atas pujian yang ia terima.

“Duduklah dahulu. Aku akan siapkan kue dan minuman untuk kalian.” Ucap Nyonya Jung kemudian melangkah meninggalkan keduanya.

“Bagaimana keadaan Ibumu?” Tanya Tuan Jung setelah sukses menempatkan pantatnya pada bantalan sofa.

“Beliau masih menjalani kemoterapi dirumah sakit. Tapi sejauh ini beliau sudah mengalami peningkatan yang bagus.”

“Begitu rupanya. Sampaikan maafku padanya karena tak sempat menjenguknya. Aku terlalu sibuk mengurus cabang perusahaanku di Jepang.”

Ne, nanti akan saya sampaikan.”

“Ngomong-ngomong, bagaimana bisnis Ayahmu?” Tuan Jung kembali bertanya. Belum sempat Minho angkat bicara, Hara tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan mereka.

“Aish, Appa. Minho Oppa kesini untuk menjemputku. Bukannya membicarakan bisnis dengan Appa.” Ucap Hara membuat pout pada bibirnya. Tuan Jung terkekeh melihat sikap manja anaknya itu.

Ne, Ne. Memang kalian ingin pergi kemana?”

“Rahasia dong. Memang Appa mau menguntit kami ya?” Selidik Hara pada Ayahnya itu. Sedangkan Tuan Jung sendiri hanya menanggapi ucapan Hara dengan senyuman.

“Kau ini. Kau kira Ayahmu tidak memiliki pekerjaan apa?” Sanggah Nyonya Jung yang datang dengan nampan berisi makanan ditangannya.

“Mungkin saja.” Gumam Hara. Minho yang melihatnya hanya bisa tersenyum, sedikit iri dengan interaksi keluarga Jung yang jarang terjadi pada keluarganya. Ayahnya Mr. Choi adalah seorang pengusaha sukses yang tidak memiliki waktu banyak untuk bersantai di rumah sementara Ibunya menjalani kemoterapi untuk penyakit leukimia yang dideritanya. Membuat Minho jarang menemukan kedua orang tuanya itu berkumpul bersamanya.

Oppa, ayo kita pergi.” Ucap Hara menarik lengan kekar Choi Minho dan membangunkan Minho dari lamunan singkat yang sempat menghampirinya.

“Eh? Ne.” Sahut Minho berdiri mengikuti arah tarikan tangan Hara.

“Loh kenapa buru-buru. Bahkan Minho belum menyentuh makanan yang Ibu bawakan.” Ucap Nyonya Jung menahan keduanya untuk tidak pergi.

“Aissh, eomma. Nanti film yang akan kami tonton keburu mulai.” Protes Hara, ia segera menarik lengan Minho untuk segera berangkat.

“Kalau begitu kami pergi dulu Ahjusshi, Ahjumma.” Minho membungkuk sopan.

“Jaga uri Hara baik-baik ya.” Ucap Nyonya Jung pada akhirnya, membiarkan dua muda-mudi itu meninggalkan rumahnya.

“Hati-hati. Jangan terlalu cepat mengemudi.” Nasehat Tuan Jung, Minho mengangguk mengerti.

“Ayo, cepat Oppa.” Ujar Hara tidak sabaran.

-To Be Continued-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

32 thoughts on “Inter Sexual – Part 6”

  1. Berkepanjangan ya #random

    Bingung mau komen apa, haha. Jangan2 nanti Minho sama Hara ketemu Taemin lagi.

    Lanjutannya ditunggu ^^

  2. akhirnya muncul juga.
    bingung nih,disini gak ada masalah yg berhubungan dgn taemin minho atau jieun. hehehehe. belum dpt intinya
    hahahaha /maaf

    panjangan dong para author, pos nya kelamaan 5 hari itu. maunya tiap hari /digampar

    semoga segera ada konflik seru antara minho taemin jieun. minwoo?? pacar eunhee pastinya, , sebenarnya ada apa sih dgn mereka minwoo eunhee?

    lanjut thor

  3. waaahh makin banyak cast.. konflik cast utama jadinya bercabang. eunhee pacarnya minwoo ya? dan waktu ujan2an itu eunhee lagi marahan sama minwoo? eunhee jadi dingin sama taehee.. jangan2 eunhee suka sama taemin hahha
    part ini sedikit interaksi antar cast utama.. karena mungkin muncul cast baru yang hampir setengah scene dari part ini. oohh jadi minho hara temen kecil ya.. wah hubungan keduanya baik. tapi hara belom tahu nih minho suka taehee.
    nice!!
    update soon! fighting ^^9

  4. jo twins+minwoo jd special guest nih.
    Minwoo sama eunhee? Ya ampun nak, harusny engkau brsamaku #plak
    Taemin dominan, gak ada taehee ny.
    Okelah, saya nunggu next partny aja. Brharap part lnjtny fokus k minho+taehee.

  5. Masih agak bingung ma critanya.. Taemin ma Jieun jd akrab skarang,
    Eunhee ma Minwoo pcaran??
    Minho ma Hara ada hbungan apaan??
    lanjut lanjut!!,, ^^

  6. Minho sama Hara ada hubungan apa sih ? Minwoo itu pacar nya Eunhee ? Tp knp sikap nya Eunhee jd dingin ke Taemin . Btw Taehee gak ada muncul di part ini. Lanjut lanjuut

  7. Kok aku tetep ngerasa part ini pendek ya? Apa karena keasyikan banget bacanya? hahaha

    Serem juga si Eunhee kalo lagi dingin gitu. Beda banget pas dia lagi cerewet. Jadi mikir dia punya sisi gelap hmm… kepribadian ganda? Eh tapi gak segitunya juga sih *lebay* abis bedanya drastis haha

    Bentar deh, jadi bingung. Kan Minho di part kemaren udah jemput-jemput Hara segala, emang dia belum ketemu sama orang tuanya Hara ya? Bokapnya kok nanya kabar kaya baru pertama ketemu. Ah mungkin aku bacanya gak teliti nih.

    Penasaran lah sama Eunhee. Sip ditunggu lanjutannya 🙂

  8. Hara itu siapanya minho sih? Dekat sekali, minhoo jg keliatan nyaman dgn hara, apa dia sudah melupakan taehee? #sedikit tidak rela (⌣́_⌣̀)
    haaahhh, itu c’gadis menyebalkan -eunhee- kenapa dia? Apa dia bertengkar dgn pacarnya? Hubungan taemin dan ji eun msh datar-datar aja y? Kapan peningkatan hbngannya? ….eh? #plakkkk ahahaha
    Aishh penasaran…. dgn kisah taemin/taehee dlm menemukan jati dirnya yg sesungguhnya…

    Ditunggu kelanjutannya thor…. Hwaiting

  9. pengen cepet-cepet ada adegan di mana orang yang kenal Taemin sebagai Taehee dan orang yang kenal Taemin sebagai Taemin ketemu. pasti kacau tuh. wkwkwk.
    eyy author, mian ya baru komen di yang terakhir ini. yang kemaren ketinggalan soalnya. next aku usahain komen lagi ^^

  10. Seruuuu
    Walopun bingung dikitt
    Dari minho ama hara ada apaa
    Terus eunhee kenapaa tbtb jadi begituu
    Terus jieun baik baik aja siih sama taemin
    Tapi menurut ku gatau bener apa salah jadi makin kesini yang diliat ga bener bener fokus taeminnnn aja walopun dia main cast jadinya ga bosen terus lebih banyak mikirnya karna konfliknya banyak. Mudah mudahan ceritanya ga ketebak hehehehe lanjuutt~

  11. Waa, udah nyampe part enam ya? Ini part terakhir yang aku send ke sini ^^.

    Hm, ada yang merasa partnya terlalu panjang tapi konfliknya masih statis? Belum ada peningkatan? Yak, emang itu kenyataannya. Aku sebagai beta reader juga berpikiran seperti itu. Karena aku bukan author utamanya, jadi, aku enggak begitu mengerti sama jalan pikiran para authors ^^. Kalau enggak salah inget, jalan menuju konflik utama ada di part tujuh. Insyaallah, kalau aku ketemu face to face ama main authornya aku bakal bilangin agar fiction ini mudah-mudahan enggak lebih dari sepuluh chapter ^^.

    Hubungan Minho-Hara kan udah dijelasin di atas, mereka itu teman kecil. Minho-Hara ketemu Taemin? Bakal terjawab di part selanjutnya.

    Interaksi cast utama menipis? Mungkin emang enggak bisa diselip-selipin kali ya, jadinya lebih fokus ke tokoh pembantu ^^. Tapi mereka punya peran cukup penting juga kok ^^. Jieun berubah? Alhamdullilah, lebih baik seperti itu kan daripada mukanya enggak ada ekspresinya ^^. Soal kenapa Minho baru aja ketemu orangtua Hara, padahal udah main jemput-jemput dia ke rumah di part sebelumnya. Itu karena si Minho cuman nungguin di depan pintu gerbang rumah keluarga Jung, jadinya enggak ketemu orangtua Hara deh.

    Haha, iya. Jo Twins sama Minwoo jadi guest star hihi. Dan soal konflik Eunhee-Minwoo, coba cek part 1 dan 2. Di sana ada pencerahannya kok ^^. Ihihi, Eunhee insyaallah enggak naksir Taemin ^^.

    Nah, bagi yang minta update flash nih. Aduh, maafin kami. Part ini adalah part terakhir yang aku send di mari. Nah, tau apa artinya pan? Untuk bisa di publish butuh waktu sekitar dua bulan (antriannya panjang ya ^^’). Dan juga part yang udah kelar dibeta hanya part tujuh. Main Author’s lagi kena WB akut -.-‘. Dan ketentuan di blog ini enggak bisa di send perchapter kan? Kami enggak bisa janji apa-apa nih, maaf.

    Kalau ada yang penasaran tingkat dewa, mungkin bisa rayu salah satu main author di fb. Soalnya dia ngepublish IS di fb juga. Emang masih ketinggalan jauh sih partnya ^^. Untuk Link fb silahkan cek gravatar aku, nanti ada link ke blog aku terus cari link ke facebook. Nah, baru deh di fb ubek-ubek notes saya. Cari aja yang ngepublish Inter Sexual ^^.

    Ahiya, aku bikin cover versi kartun dari IS ^^. Kalau mau liat kunjungin account devianart aku, lamannya lynthebana(dot)devianart(dot)com. Silahkan ubek-ubek galerynya 😀 *promosi un*

    Bigest Thanks to
    zaKey, fafalee55, diii, Lideronyu, nurahboram, Hyora Kim, leveychoi,Baek15, Kim Nara, Han Eunhee, dean, Ri-chan, ayachaan, taemindy, WidyaJ, Eka, Park Min Mi, taurusgirl, nikitaemin, lintang_star. (ada yang ketinggalan?)

    Terimakasih banyak sudah selalu mengikuti IS sampai sejauh ini. Terimakasih atas kesediannya selalu memberikan kami masukan-masukan agar kami bisa introspeksi diri dan semoga karya-karya kami berikutnya menjadi lebih baik lagi ^^. Setiap komentar selalu kami hargai jadi serukan saja unek-unekmu kawan ^^d (asal masih dalam lingkup yang wajar ^^)

    Sign,

    Lynda

  12. eonnie..
    hara itu sapanya minho sih ??
    aku kugh bingung sama nih cerita yah eon ..
    terlalu banya cast tambahan ..
    banyakin partnya taemin sama minho donk eon ..

  13. Yahh, saya harus nunggu 2 bulan lagi dong biar ep ep ini di post di sini =(.

    Padahal TBC-nya ngegantung banget-_-

    Nggak apalah, eh ada Jo twins nongol, ada Minwoo juga, Jeongmin mana nih? #pengenbangetadaJeongmin?

    Saya sabar menunggu kok, Insyaallah =)

  14. EunHee menjadi dingin mendadak
    Ga tau mau komen apa lagi author
    Ditunggu lanjutannya author ^^
    Castnya makin banyak nih author
    FFnya seperti drama
    Bagus banget ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s