Love Pain – Part 7 (End)

 

 

LOVE PAIN PART 7 (END)

 

Author :CharmingAlmighty

 

Main Cast :

–         Kim kibum ( key )

–         Kimraena

support cast :

–         All member SHINee

–         choi hyemin

 

Rating : general

Leght : sequel

Genre : romance,life.

 

Braakkk…

Raena masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kencang membuat key kaget….

Karena rasa lapar yang tak kunjung  hilang key membokar belanjaan raena dan memasak mie ramen..lalu memakannya dengan tenang sambil menonton tv…sekilas raena keluar dari kamar dengan membawa bantal dan selimut dan meletakannya di sofa yang diduduki key…menandakan bahwa key tidak boleh tidur di kamar..

“raena~~”ucap key pelan seolah memohon,tapi raena tak menghiraukannya dan langsung kembali ke kamar

“aaarrrrggggghhhh” teriaknya kesal “yoeja menyebalkan”lanjutnya

——————-

Pagi berlalu malam harinya key pulang dan lagi-lagi lampunya gelap,ia pikir raena sedang pergi lagi…anni ! key menemukan kertas memo

 

Aku pergi untuk beberapa hari ini,ku pikir aku ingin menenangkan diri.aku masak untuk makan malammu.dan menyiapkan beberapa stel pakaian kerjamu lengkap dengan dasinya…

 

key kaget setengah mati..ia berniat menelpon raena dan menyuruhnya pulang,tapi kini ego-nya memilih untuk diam dan membiarkan raena pergi…

 

tak terasa 3 hari raena pergi dari rumah,dan key tidak mencoba mencarinya entah apa yang ada di otaknya..waktunya full untuk bekerja.

 

“key,selamat atas calon bayimu”ucap minho setelah rapat selesai

“ne…?”key yang tidak sadar dengan kata-kata minho

“kehamilan istrimu paboo !”celetuk minho

“raena?kau bilang dia hamil?”tanya key terkejut

“kau tidak tau?benarkah kau tidak tau?”ucap minho heran

“siapa yang bilang?”tanya key

“raena cerita pada hyemin semalam lewat telpon”ucap minho jelas

“jinja?”ucap lirih dan langsung berlari keluar ruang rapat

“yaaa~ kau mau kemana?”ucap minho terheran heran

 

Key mencari raena ke tempat favorit mereka dari kedai ice cream hingga restoran yang menjadi saksi mereka saat menyatakan perasaan.tapi nihil raena tidak ada dimanapun.key kehilangan akal,panik dan sedikit frustasi

Membenamkan wajahnya ke setir mobilnya seolah berpikir…key bangkit mungkin sudah punya tempat lain yang akan ia datangi

 

“RAENA…”teriak key saat memasuki rumah mertuanya

“ahh tuan.nona raena sedang dikamar”ucap seorang pelayan

“umma dan appa ada?”tanya key

“mereka sedang ke jepang”ucap pelayan itu dan key langsung berlari menaiki tangga menuju kamar raena

“raena~”ucapnya tergesa gesa masuk kamar raena

“key oppa  !! ”ucap raena kaget yang sedang berbaring

“kau sakit ?”tanya key panik menghampiri raena

“anni…”ucap raena membuang muka

“kenapa tidak memberitahuku,aku ini ayahnya,aku harus cepat melihatnya”ucap key menatap raena

“apa yang sedang kau bicarakan ?”ucap raena datar

“hai baby..aku appamu..sudah berapa lama kau tinggal di perut umma mu”ucap key menyentuh dan mengelus perut raena

“yaa~”ucap raena geram

“aku sudah tau semuanya..kau hamil.aku ini masih suamimu dan appa dari bayi yang kau kandung”ucap key lembut,raena hanya terdiam

“kau mau pulang kan?…nan bogoshipo”ucap key menarik tubuh raena kedalam pelukannya,tak berapa detik kemudian

Raena mendorong tubuh key, memisahkan mereka berdua.key membuka matanya heran dengan penolakan raena yang tiba-tiba.raena membekap mulut erat-erat. pundak raena terangkat berkali-kali dan ia segera berlari menuju wastafel kamar mandi

key ikut berlari, mengejar raena yang mencoba untuk memuntahkan isi perutnya.

Uhekk…uheekk

“andwaae…kau tidak  boleh masuk”ucap raena

“gwaenchana?”ucap key dibalik pintu kamar mandi

“aku hanya mual…”ucap raena ..karena key tidak tenang ia pun masuk dan langsung memegak tengkuk raena

“kenapa kau masuk,ini menjijikan”ucap raena sembari membersihkan mulutnya Wajah raena terlihat begitu pucat, membuat key menatap miris. Peluh-peluh keringat membanjiri wajah raena, semakin menambah alasan key untuk khawatir.

“sudahlah jangan bicara,aku kan sudah berjanji di depan altar untuk menjagamu walaupun kau sakit ataupun sehat.arra !”ucap key yang terlihat khawatir

“baru melihat aku muntah sekali saja sudah sepanik ini”ucap raena

“ne?maksudmu?”heran key memberi segelas air mineral

“sejak 2 hari yang lalu pun aku sudah seperti ini.”ucap raena mengambil gelas yang ada ditangan key

 

****

 

Sejak kehamilan raena, key selalu menyempatkan diri untuk menemani raena walau sekedar jalan jalan atau periksa ke dokter,key sangat bahagia menyambut kedatangan anaknya kelak.key selalu memperhatikan perkembangan kandungan raena dan melewatkan setiap harinya dengan bahagia….

Kini kandungan raena sudah memasuki bulan ke 8

 

“chagi,hari ini bukan jadwalmu ke dokter kan?”ucap key

“ne…jadwalnya masih lama”jawab raena pelan

“ooh pulang kerja,aku akan bertemu teman lama dia baru datang dari jepang..mungkin aku akan pulang telat…”ucap key di tengah sarapan

“aah ne gwaenchana…”ucap raena meminum susunya…sejak raena hamil key selalu membuatkan susu untuk istrinya di pagi hari

“hati-hati dirumah,jangan biarkan orang asing masuk,dan kunci pintu,jika ada apa-apa kau langsung hubungi aku,arraseo nyonya kim.”ucap key menatap raena

“ne arra tuan kim”ucap raena tersenyum

 

———

Raena merasa senang karena sejak ia hamil key tidak lagi sibuk bekerja dan selalu menemaninya..tapi tidak untuk minggu ini,key sering pulang malam lagi,raena tidak mau ambil pusing ia pikir key memang sedang ada pekerjaan,hari ini raena di ajak ummanya untuk belanja bersama..kebetulan ia bertemu miinho dan hyemin saat menunggu ummanya mengambil barang yang tetinggal

 

“raena…kau sendiri”ucap hyemin

“anni..aku bersama umma”ucap raena tersenyum

“ooh mana key?”tanya minho

“dia ke kantor,”ucap raena pelan

“bukankah ini hari minggu”ucap hyemin pelan

“ooh mungkin key lembur,raena akhir akhir ini key selalu datang siang..mungkin karena itu kerjaanya jadi menumpuk”ucap minho

“mwoo?”tanya raena

“aahh raena mian,kami harus pamit.setelah ini kami masih ada acara”ucap minho dan hyemin

“ahh ne gwaenchana…”ucap raena

 

Sesampai di rumah raena masih kepikiran dengan apa yang di ucapkan minho,bukankah key selalu pergi pagi..apa yang ia lakukan….pikir raena

“bagaimana belanjanya?”ucap key datang

“ahh kau sudah datang..menyenangkan”ucap raena tersenyum

“mian aku tidak bisa ikut”ucap key duduk menghampiri raena

“ne.gwaenchana”ucap raena.sebenarnya ia mau menanyakan sesuatu tapi ia ragu takut key marah

 

 

Pagi hari yang cukup gelap karena diselimuti awan hitam,key pergi seperti biasa untuk bekerja..dan karena begitu penasarannya raena berniat akan mengikuti key hari ini..yups ia menaiki taksi yang ada di depan apartementnya menunggu mobil key keluar dari parkiran lantai atas…awalnya raena merasa lebih tenang karena key memang mengarah jalan menuju kantor,tapi key berhenti di sebuah kedai coffee ia masuk dan keluar dengan seorang yeoja berambut sebahu karena rintikan hujan turun key melindungi kepalanya dan yeoja itu dengan telapak tangannya,raena tak kuat menahan emosi dan sedih ia tidak bisa melihat ini semua,ternyata ini yang menyebabkan key lembur hingga larut malam..raena memutuskan untuk pulang.

 

———-

Kleek…

“aku pulang”ucap key

“lembur lagi?”tanya raena

“ne…”ucap key santai mengambil segelas air putih dan meminumnya

“kau sudah minum susumu”lanjut key

“sudah…”jawab raena

“matamu kenapa?habis menagis?apa yang terjadi?”tanya key menghampiri raena

“anniya…bolehkah aku bertanya padamu?”ucap raena memulai inti pembicaraan

“tentu saja”ucap key lirih

“apa tadi kau langsung pergi ke kantor ?”tanya raena

“tentu saja….”ucap key membuka jas kerjanya

“tidak mampir ke kedai coffee dulu”ucap raena memancing pembicaraan

“anniya..aku meminum kopi di kantor “ucap key yang sedikit kaget dengan pertanyaan raena

“yeoja yang berambut sebahu itu”ucap raena to do point

“kau mengikutiku?”ucap key  melihat raena

“ne..ternyata aku melihatnya…kau selalu datang siang ke kantor,hingga pulang larut malam karena yeoja itu,dia pacar barumu hah?”ucap raena dengan nada tinggi

“raena~ jangan seperti anak kecil,dia hanya temanku..dia minta ditemani karena ini pertama kalinya ia datang ke seoul”ucap key menjelaskan

“apakah setiap hari ia minta di temani hah”ucap raena

“sudahlah dia hanya teman tak perlu cemburu”ucap key masuk ke kamar

“yaa! Istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya meluangkan waktu untuk yeoja lain,dan perlakuanmu kepadanya..tidak pantas di sebut teman”ucap raena mengikuti key

“memang apa yang aku lakukan,aku tidak berciuman kan”ucap key emosi

“mwoo?kau melindungi kepalanya dari hujan,padahal hujan tidak akan membuatnya mati..”ucap raena

“yaa~ sudahlah aku capek,aku  mau tidur !”ucap key keluar kamar membawa bantal.tak terpikir untuknya meminta maaf

Beberapa menit kemudian…

BRUUUUUKKKK

“Arrrrrrggghhhhh….”

key lompat dari sofanya dan langsung berlari kekamar mandi. Ia benar – benar terkejut karena raena sudah terduduk dilantai, darah bercampur cairan bening mengalir melalui kaki raena.

“raenaa~”

***

Author POV

raena terjatuh dikamar mandi dan air ketubannya telah pecah. Dokter mengatakan ia harus melahirkan malam ini juga. key menemani raena dalam kamar bersalin, menyeka keringatnya, membelai lembut rambutnya, bahkan ia membiarkan tangannya dicubit habis – habisan oleh raena

Wajah key sangat pucat ketika melihat raena menggeliat kesakitan, bibirnya bergetar dan ia hanya menggigit bibirnya dan semakin mempererat genggaman tangannya. Ketika raena sedikit lebih tenang key memberinya minum sesendok demi sesendok. raena tidak sadar apa yang ia lakukan dan key lakukan untuknya. Ia terlalu kesakitan untuk mengingat masalah mereka.

Seorang suster masuk dan menghampiri key yang wajahnya sudah sangat pucat “Tuan kibum anda ditunggu diruangan Dokter Jang”

Key mengangguk dan kembali memandang wajah istrinya lekat – lekat seperti begitu enggan untuk meninggalkannya. Suster itu hanya tersenyum “Saya akan menjaga istri anda” ucapnya seperti tahu isi kepala key saat ini.

Barulah key bangkit dan berjalan cepat – cepat menuju ruangan dokter Jang, dokter pribadi yang selama ini memeriksa kandungan istrinya.

“Silahkan masuk Tuan” ujar dokter Jang ketika melihat key menyembulkan kepalanya dipintu ruangannya.

***

key menutup pintu ruangan dokter Jang perlahan, tangannya bergetar, tubuhnya menggigil. Kata – kata dokter Jang masih terngiang – ngiang dikepalanya.Janin raena terkena infeksi akibat air ketuban yang telah pecah sebelum masa persalinan.Dan ini sangat membahayakan bagi ibu dan juga janin yang berada didalam kandungan raena. Dan key harus memilih salah satu yang akan diselamatkan.

key menyandarkan tubuhnya yang terasa lemas kedinding Rumah Sakit. ia tak kuasa menahan beban tubuhnya sendiri dan merosot kebawah, key memeluk lututnya dan menyembunyikan tangisnya disana.

Benarkah yang dikatakan dokter Jang?Apa yang harus aku lakukan? aku tak mungkin memilih salah satu diantara mereka. aku tak mungkin membunuh anakku sendiri? Tapi jika aku membiarkannya nyawa raena terancam. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku tak mungkin mengorbankan salah satu diantara mereka. mereka hal yang sangat berharga dalam hidupku.

key berpikir cukup keras, sungguh ini adalah pilihan yang sangat sulit untuknya. Jika saja ia termasuk dalam pilihan itu sudah pasti ia akan mengorbankan dirinya dan membiarkan istri dan juga anaknya tetap hidup. key menjambak rambutnya cukup keras, matanya menerawang keatas langit – langit Rumah Sakit.

Tiba – tiba dokter Jang keluar dari ruangannya dengan tergesa – gesa.Ia begitu terkejut mendapati suami pasiennya sedang terduduk dilantai dengan tatapan kosong.

“Tuan kibum anda harus segera mengambil keputusan sekarang.sudah tidak ada waktu lagi”

“Dokter~ selamatkan ibunya”

***

key duduk di kursi depan ruang operasi. Ia sudah tidak memperdulikan penampilannya yang kini sudah acak – acakan. Wajahnya berminyak, rambutnya yang kusut, bahkan ia tidak merasakan lagi tubuhnya yang terasa kaku karena tidak tidur semalaman.

key menyandarkan punggungnya yang terasa penat, tangannya dilipat dan tatapannya menerawang keatas. Tiba – tiba deru langkah mendekat kearahnya.key terlonjak kaget ketika ada yang menyentuh bahunya.

“umma~?? Kalian??Kenapa kemari?? Inikan….” key melirik arlojinya, barulah ia sadar bahwa pagi sudah menjelang.

“Kenapa kau tidak memberi kabar??Kami sangat khawatir” Nyonya Kim mengambil posisi duduk disamping anaknya.

“Mian~ aku pikir ini masih malam ternyata sudah pagi” key membenarkan letak duduknya agar terasa lebih nyaman.

“key apa raena dan bayinya baik – baik saja??” akhirnya pertanyaan itu keluar dari eomma key yang tak mampu menahan rasa penasarannya.

“Mian~ kemungkinan bayinya tak akan selamat. Mian Eomma~ aku tak bisa memenuhi keinginanmu untuk menjadi seorang nenek. Mianhae~~” key tak kuasa menahan air matanya.

“Apa yang kau katakan?Apa maksudmu kibum??”

“Ada masalah dalam kandungan Raena dan hanya salah satu yang bisa diselamatkan. Maaf~ tapi bagiku raena lebih penting dari apapun” ucap key disela isaknya. #Bayangin waktu key nangis di SWC.

Semua orang kaget mendengar pernyataan key barusan. Nyonya Kim memeluk key dan membelai lembut punggung anaknya. Tuan Kim memegang bahu key memberi kekuatan. Tiba – tiba dokter keluar, semua orang berdiri dan langsung menghampiri dokter itu.

“Dokter bagaimana keadaan Reana?Dia selamatkan??Dia baik – baik saja kan dokter???”

Dokter Jang hanya menarik napas dalam saat dirinya dihujani pertanyaan dari key.semua orang benar – benar panik, mereka hanya saling menatap menanti jawaban dari dokter.

“Dokter???” tanya key sekali lagi.

“Selamat tuan kibum, bayi anda selamat”

“Nde???Bayiku selamat??Lantas raena??”

“Nyonya raena juga selamat.Ini benar – benar keajaiban. Sekali lagi kuucapkan selamat tuan”

key menerima jabatan tangan dokter Jang, barulah key sadar bahwa ia telah menjadi ayah sekarang. semua orang menarik napas lega, akhirnya keinginan nyonya Kim untuk menjadi seorang nenek terkabul juga.

***

Key POV

Raena baru saja dipindahkan ke ruang rawat, aku melangkah hati – hati kedalam kamar. Aku tak ingin ia terganggu dengan langkah kakiku. Kulihat ia tidur sangat tenang. yaah aku memang paling suka jika memandanginya saat tidur. Dalam hatiku yang paling dalam aku ingin sekali memeluk dan menciumnya.Tapi mungkinkah raena sudah melupakan masalah itu.kejadian ini mungkin juga disebabkan oleh pertengkaran semalam. Aku hanya membelai rambutnya lembut

Terima kasih karena sudah memberiku hal yang paling berharga dari apapun juga.terima kasih.

***

Raena POV

“Hah aku pikir bayi anda tak akan selamat nyonya.”ucap seorang suster menghampiriku

“Nde??Maksud suster??” aku mengalihkan pandanganku sejenak dan memandang suster yang selama ini selalu menemani ku mengobrol lekat – lekat.

“Ne~ kata dokter Jang janin anda terkena infeksi, jadi itu sangat berbahaya bagi anda dan juga janin anda. Dan kami hanya bisa menyelamatkan salah satu diantaranya”

“Jeongmalyo?? Lalu apa yang dikatakan suamiku??” tiba – tiba saja aku ingin mengetahui apa pilihan key saat itu. apakah ia masih peduli denganku

“Tentu saja tuan kibum meminta dokter menyelamatkan anda.Tuan kibum sangat mencintai anda nyonya. Tapi ternyata Tuhan memberi keajaiban untuk Kalian berdua ..selamat”

Author POV

Semua orang sangat antusias menyambut kedatangan anggota baru dalam keluarga Kim.Seorang bayi yang sangat tampan. Kim jungwoo, itulah nama yang diberikan ayahnya untuk anak pertamanya. Tuan dan Nyonya Kim sampai berebut untuk menggendong cucu pertama mereka.mereka sempat beradu mulut tentang siapa yang harus menggendong duluan.

raena masih istirahat didalam kamar. Disamping tempat tidur sudah terpasang box bayi dan beberapa boneka.Bahkan diatas lemari buku sudah ada boneka panda dengan ukuran yang sangat besar.key masuk membawa tas berisi pakaian milik raena dan mulai mengeluarkan barang – barang dan menatanya didalam lemari.

“Dia tampan kan?? dia sangat mirip denganku” ucap key memasukkan baju – baju raena kedalam lemari.

raena hanya tersenyum, mungkin masih teringat pertengkaran mereka

“Kenapa?kenapa kau lebih memilih menyelamatkan aku dan bukan anak kita??” tanya raena lirih.

key menghentikan aktifitasnya. Ia memandang raena lekat – lekat. Dan akhirnya ia melangkahkan kakinya lalu duduk disamping istrinya dan menggenggam tangannya erat.

“Kau sudah tahukan jawabanku??Jadi kenapa masih kau tanyakan kenapa??”

“Jadi yang kau lakukan selama ini,kemarin malam,setiap pagi??”

“Dengarkan aku” key menyentuh wajah raena dengan kedua tangannya dan  menatap raena dalam “Aku sangat mencintaimu bahkan walau aku kuliah di luar negri,aku tetap ingin bersamamu. aku tahu saat ini kau belum bisa memaafkanku, tapi yeoja itu benar-benar bukan siapapun ,dia hanya temanku di tempat kuliah,satu-satunya orang korea yg kuliah bersamaku,ia datang padaku,sekedar minta tolong,dia sudah lama tinggal di jepang,dan dia hanya mengenalku sebagai teman yang tinggal di seoul, Tiba – tiba raena menangis dan memeluk key erat “Aku memang sudah memaafkanmu”

“Benarkah itu??” key melepaskan pelukan istrinya dan menatap mata indah yang kini sudah basah karena air mata.

“Benarkah yang kudengar tadi??” tanya key sekali lagi memastikan.

raena mengangguk dan air matanya kembali menetes,key menyeka air mata itu dengan jemarinya “jangan menangis lagi. Aku sudah terlalu sering membuatmu menangis”

raena menutup matanya saat key mendekat dan menciumnya bibirnya lembut.

“saranghae kim raena~ aku akan menjaga kau dan anak kita”ucap key melepas ciumanya dan dijawab oleh senyum bahagia raena

“na do saranghae”ucap raena memancarkan senyum bahagia

 

END

Akhirnya selesai juga,pada nunggu kah? *gak ada padahal

Gomawo udah mau baca….jalja chingudeul………..kissue :*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

 

8 thoughts on “Love Pain – Part 7 (End)”

  1. Hwaa.. So sweeett..
    Tpi aku rasa ada bagian yg alurnya kcepetan..
    Tapi yg penting, happy end..
    Ditunggu karya berikutnya..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s