Don’t Touch My Girl – Part 4

Tittle : Don’t Touch My girl (part 4)

Author: Pupuh, @pupuhmaknae

Maincast : Lee Taemin , Jung Seohye , Choi Yuna , Choi Minho

Supports cast : Kang Sora , Kim Ki Bum (Key) , Lee Jin Ki (Onew) , Im Yoona  (Marga di ganti jadi Lee), Kim Jong in (Kai)

Length : chaptered

Genre : romance

Rating : PG-15

Summary : Seohye yang awalnya hanya menjalin hubungan palsu dengan Taemin di depan orang tua mereka , agar tidak di masukan kedalam perjodohan bodoh yang di janjikan kepada mereka. Namun apa daya , ternyata orang tua mereka berteman , dan merekalah yang nantinya akan di jodohkan. Apakah mereka akan tetap bertahan walaupun menjalani hubungan tanpa cinta ? atau perlahan cinta itu akan tumbuh ? Kita lihat saja nanti….

SEOHYE POV

Sesampai di sekolah, aku langsung membuka lokerku untuk mengambil beberapa barang. Kuharap di hari valentine ini, lokerku tidak menjadi sumber kebanjiran coklat. Mengingat di mana tahun lalu ketika aku membuka loker sebentar kemudian tubuhku langsung di hujani coklat dan surat-surat yang berwarna merah jambu itu.

Dengan gerakan slow motion aku membuka lokerku dan…

Tuk..tuk.. Braak…

Astaga… aku membulatkan mataku ketika melihat coklat yang berhamburan di lantai beserta surat-surat yang rata-rata berbentuk love itu, benar-benar seperti gumpulan rumput kering yang jatuh dari batangnya. Bahkan yang aku dapatkan tahun ini lebih banyak dari tahun lalu.

“Seohye-ya~~~” aku mengalihkan pandanganku ke arah suara itu, ternyata Sora. Ia menghampiriku dengan senyuman cerah di wajahnya. Untunglah dia datang, itu berarti aku bisa meminta bantuannya untuk mengangkut makanan manis ini.

“Wah…. Sepertinya berat badanmu akan meledak besok. Apa coklat ini semua dari fansmu?” Tanya Sora membelalakan matanya ketika melihat tumpukan coklat dan surat di lantai dan beberapa yang masih tertinggal di lokerku.

“Begitulah. Bisa kau bantu aku mengangkat ini semua” ujarku memelas, berharap ia membantuku membawa semua ini.

“Ne, baiklah aku akan membantumu” ujar Sora mengangguk sumringah dan membantuku mengambil coklat yang berserakan.

***

Aku menatap nanar semua coklat yang ada di mejaku, coklat yang kubawa  dari loker sudah lumayan banyak di tambah lagi kini ada coklat yang tersusun rapi di atas meja. Bahkan ada yang memberiku cake strawberry. Hey aku bisa gendut kalau seperti ini!!

Aku memasukan semua coklat tersebut di dalam kantong besar yang telah kupersiapkan. Tidak enak bukan jika aku membuangnya sembarang, dan juga itu tidak baik.

Dengan malas aku membaca satu persatu surat tersebut, sebagian besar surat itu berisi tentang puisi atau kalimat yang memujaku yang sangat-sangat berlebihan, bahkan tak sedikit yang mencantumkan Aku nomor ponselnya dan menyuruhku menelfonnya. Maaf !! Aku tidak punya pulsa!

Sampai aku membuka surat yang bergambar teddy bear dan juga dengan latar warna pink. Dengan malas aku membukanya dan mulai membaca surat itu.

From : Minho

Selamat hari valentine Seohye-ya

Sebenarnya aku ingin memberikan hadiah valentine untukmu secara langsung, tapi pasti kau akan menghindariku. Aku tau tentang hal itu. Kekekeke

 kau memang yeoja yang unik.

Kau sudah tau bukan? Kalau aku sudah lama menyukaimu. Ya.. walaupun kau tak bisa membalas perasaanku, aku bisa mengerti. Kita masih bisa bertemankan? Bukan begitu?

Oh ya, jika kau sudah punya pacar. Kau harus mengenalkannya kepadaku, jika ia menyakitimu. Kau bisa memberitahuku dan aku akan menghajarnya. Hehehe~~

Atau kau ingin menjadikanku selingkuhan, aku terima.Aku membuka hatiku kapan saja dan dimana saja.  Kau jangan menganggapnya serius, aku hanya bercanda.

Oh ya? Bagaimana isi suratku ? Apa bagus aku merangkai kata-kata? Sepertinya kau sedang tersenyum sekarang, melihat tulisanku saja kau tersenyum, belum lagi jika melihat ketampananku.

Baiklah sampai sini saja. Jangan lupa simpan hadiahku baik-baik.

Love

Minho

Tambahan:

Ngomong-ngomong, masalah hadiah, tadi aku melihat mejamu penuh. Aku menaruhnya di laci mejamu. Semoga kau suka.

—-

Melihat pesan yang terakhir, aku buru-buru melihat laciku. Dan aku menemukan sebuah boneka teddy bear yang masih terbungkus rapi dengan pita merah.

Aku tersentuh atas perhatiannya, sepertinya sikapku selama ini sedikit keterlaluan kepadanya.

“Gomawo Minho-ya” gumamku

***

TAEMIN POV

Aku menghela nafas melihat semua coklat,bunga,kue,surat dll yang di berikan kepadaku. Astaga, bagaimana aku bisa menghabiskan semua ini?

Aku memasukkan semua ke dalam plastik dan laci mejaku, masa bodoh mau bentuknya rusak. Yang penting aku menerimanya dengan wajah gembira di depan mereka dan membawanya pulang dan tak tau siapa yang akan memakannya.

“Taemin-ah, boleh aku pinjam buku IPA mu?” tiba-tiba saja Key datang dan langsung mengubek-ubek tasku, padahal aku belum bilang ‘iya’. Dasar, selalu saja seenaknya.

“YA!!” aku sedikit kaget mendengar Key berteriak, lalu tiba-tiba saja tawanya meledak.

“Waeyo?” Onew langsung menghampiri kami, karna Key tertawa melihat isi tasku. Kenapa dia? Omo. Aku lupa. Didalamnya kan?

“Kau ingin memberikan ini kepada siapa?” tanya Key sambil mengangkat sebuket bunga dan kado yang ku simpan dalam tas.

Tadi pagi aku memang membeli sebuket bunga mawar, dan juga aku berangkat lebih awal dan beralasan tugasku belum selesai di depan Seohye. Masalah kado sudah ku persiapkan sejak kemarin.

“Untuk siapa kau memberikan ini?” tanya Onew sambil merebut sebuket bunga itu dari tangan Key

Tiba-tiba saja Yuna menghampiri kami. Aku sudah bisa merasakan hal yang tidak aku inginkan akan terjadi.

“Kudengar kau membawa sebuket bunga dan kado? Untuk siapa?” Kini Yuna yang bertanya, ia berdiri di samping Onew dan terlihat sangat penasaran

“Aigo, sudahlah. Tidak usah pura-pura. Aku tau ini untuk Yuna, sudah mengaku saja” ujar Key sambil meninju pundak kananku pelan.

Aku tersenyum kecut, tidak mungkin aku mengatakan kalau semua ini untuk Seohye. Padahal aku berencana memberikannya sore ini.

Bisa kulihat Yuna yang wajahnya memerah karna Onew dan Key menggodanya.

“Apa benar ini semua untukku?” tanya Yuna yang terlihat berharap.

Dengan ragu aku terpaksa menganggukan kepalaku, Soehye Mianhae.

***

Aku memejamkan mataku dan menikmati setiap alunan musik yang mengalun dari headset yang kupakai. Menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhku, bahkan aku bisa merasakan rambutku ikut melayang mengikuti aliran angin di taman ini.

Mungkin menyendiri di taman sekolah dan berbaring di rumput itu adalah hal yang menyenangkan, mengingat di sini jarang sekali murid yang berlalu lalang. Aku menghirup nafas dalam-dalam, rasanya aku ingin tidur. Andai saja waktu istirahat sebanyak satu jam.

Tiba-tiba saja seseorang menarik headset yang tertempel di sebelah telinga kiriku, aku langsung menoleh kearah yeoja yang sedang tersenyum manis itu.

“Kau sepertinya sangat menikmati suasana” ujar Yeoja itu yang ternyata adalah Yuna

Ia duduk di sampingku ,lalu merapikan rok sekolahnya memastikan posisinya sudah pas untuk duduk bersila. aku segera mengubah posisi menjadi duduk, aku merapikan rambut dan poniku. Aku segera mematikan musik yang sedari tadi mengalun dari handphoneku. Sebentar kemudian aku kembali menatapnya, ia masih saja tersenyum melihatku.

“Waeyo?” tanyaku heran melihatnya yang tersenyum seperti itu, ada yang salah dengan wajahku?

“Ani” jawabnya singkat

Hening… Aku terus saja memandang lurus kedepan tanpa berani menatapnya. Aku takut kalau aku menatapnya, perasaan itu muncul lagi.

“Kau masih marah?” Yuna mulai membuka suaranya

“Untuk?”

“Tentang masa lalu kita, aku tau kau masih marah. Percayalah, itu semua ketidaksengajaan Taemin-ah” jelasnya sambil memegang tanganku mencoba meyakinkan ku, aku bisa melihat itu dari matanya.

“Bagaimana kau bisa menyimpulkan kalau aku masih marah?” tanyaku lagi, aku sebenarnya malas ingin membahas tentang hal ini.

“Kau sering menghindarkan kontak mata dariku, ketika aku tersenyum kepadamu, kau sama sekali tidak membalasnya. Bahkan kau tidak membalas pelukanku waktu itu, walaupun saat itu aku masih bisa mendengar detak jantungmu” jelas Yuna, ketika aku menatapnya, aku bisa melihat kesedihan jelas sekali terpancar di wajahnya.

“Waktu aku menciumnya, aku dalam keadaan mabuk. Aku pikir dia itu dirimu, setelah aku sadar kalau dia bukan kau. Aku langsung melepasnya. Dan tiba-tiba saja kau datang dan memukulnya, lalu kau langsung meminta putus dariku.” Jelasnya sambil meneteskan air mata, namun ia buru-buru menghapusnya. Ia tersenyum ke arahku, kenapa dia sangat suka tersenyum seperti itu?

“Tapi.. yang aku tau sekarang, kau masih mencintaiku dan begitu juga denganku” ujarnya yang membuatku mengkerutkan kening.

“Mwo? Dari mana kau bisa menyimpulkan perasaanku” tanyaku sedikit terkejut, bahkan aku masih belum bisa mengambil kesimpulan dari perasaanku. Walapun aku tidak bisa menyangkal, kalau jika memang semua itu memang benar adanya.

Ketika aku masih sibuk dengan pikiranku, tiba-tiba saja ia menarik kerah bajuku dan..

CUP

Bibir kami menyatu, ia memejamkan matanya. Aku membeku, rasanya darahku berdesir seperti tersengat listrik. Aku sedikit terbuai ketika ia menggerakkan bibirnya. Aku juga memejamkan mataku, dan membalas ciumannya. Bahkan bibir kami saling melumat, ia melumat bibir atasku dan aku melumat bibir bawahnya. Yuna melingkarkan tangannya di leherku dan menekan kepalaku seolah-olah menyuruhku untuk memperdalam ciuman kami. Aku memeluk pinggangnya seolah mempersempit jarak di antara kami. Tiba-tiba saja Yuna melepas ciumannya dan tersenyum, aku sedikit terpaku dengan senyumnya.

“Lihat? Kau bahkan tidak menolak ciumanku” ujarnya sambil terkikik pelan, sebentar kemudian dia menciumku lagi, melanjutkan “kegiatan” kami

TIDAK!!

Ini salah, aku tidak seharusnya melakukan ini. Langsung saja aku melepas ciuman kami, Yuna langsung memandangku heran. Wajahnya memerah. Ia belum melepas tangannya yang melingkar di leherku, namun aku segera melepas lingkaran tanganku di pinggangnya

“Mian, aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi. Mianhaeyo” ujarku lalu beranjak dan meninggalkannya yang masih duduk di taman sambil memandangku bingung.

Kenapa aku bisa hilang kendali seperti itu? Apa benar aku masih menyukainya? ANI!!!

Seohye mianhaeyo.

***

SEOHYE POV

Aku berkeliling menyusuri seluruh penjuru toko dan berusaha mencari-cari hadiah yang cocok untuk Taemin. Apa yang harus kupilih? Aku tidak begitu mengerti bagaimana selera seorang namja. Kira-kira selera Taemin seperti apa ya? Apa aku membelikan dia jam tangan saja? Tapi apa dia akan suka dengan pilihanku? Lebih baik tidak usah saja, ujarku dalam hati

Aku langsung keluar dari toko pernak-pernik yang menjual baju, tas, jam tangan, sepatu itu. Dengan wajah cemberut aku kembali menelusuri toko-toko yang ku lewati. Apa aku membelikannya mp4 saja? Setauku Taemin senang mendengarkan lagu, dia juga senang bernyanyi. Dia kan belum mempunyai music player selain yang ada di handphonenya. Lebih baik aku membelikannya mp4 atau ipod saja. Kekekekek. Seohye kau memang pintar!!

***

“Kamsahabnida” ujarku membukukkan badan setelah membeli ipod bewarna putih. Walaupun tidak terlalu mahal mengingat uang jajanku yang sedang menipis, tapi kuharap Taemin menyukainya.

Dengan wajah yang sudah kembali cemerlang kini aku berjalan menuju halte bus. Aku tidak sabar ingin melihat ekspresi Taemin ketika aku memberikan hadiah ini. Senang? Gembira? Kaget? Kecewa? Atau terharu? Ah.. itu tidak  mungkin.

Tit..tit..tit…

Aku di kagetkan oleh suara klakson mobil, aku langsung melihat ke arah mobil itu.

“Minho?”

Ia melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahku.

***

Aku dan Minho mampir  ke cafe untuk sekedar berbincang-bincang. Awalnya aku menolak, tapi dia memaksa. Kurasa berbincang-bincang sebentar buka hal buruk bukan.

“Kau sudah membaca suratku?” ia bertanya sambil menyeruput segelas cappucino panas yang baru saja datang.

Aku mengangguk pelan sambil menggosok-gosok tanganku karna cuaca di sini cukup dingin.

“Aku tampan bukan?” ujarnya sedikit narsis dengan meletakan jari telunjuk dengan jempol di bawah dagunya.

Aku tertawa melihat tingkahnya, iya Minho memang tampan. Kuakui itu.

“Tidak!!” jawabku sadis

“Jangan berbohong, aku tau di lubuk hatimu kau berkata ‘Minho-ya, kau tampan sekali, kyaaaa saranghaeyoo’” Kini ia memperagakannya dengan lucu dan aku langsung melepas tawaku melihat kelakuannya.

“Oh ya, bagaimana? Kau suka boneka yang ku berikan?” tanyanya sambil tersenyum manis ke arahku

“Ne, aku menyimpannya di dekat boneka teddy bear yang lama, akhirnya dia punya teman. Oh iya, teddy bearku titip salam terhadapmu. Terima kasih telah memberinya teman” kataku sambil menahan tawaku, ia hanya menepuk kedua tanganya dan tertawa lepas. Bahkan ia jauh lebih tampan jika tertawa seperti ini. Ya! Apa yang aku pikirkan?

Cukup lama kami mengobrol sampai-sampai hari sudah hampir malam.

“Eum, Sepertinya sudah hampir malam. Aku harus pulang” ujarku sambil melihat jam tanganku.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu” minho langsung menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam mobil.

Aigo!! Semoga saja Taemin tidak lihat nanti.

***

“Oh jadi ini rumahmu, kalau begitu aku pamit dulu. Annyeong” Minho pamit, namun sebelumnya ia mengacak rambutku dan langsung berlari masuk kedalam mobilnya.

Ia melambaikan tangannya dan mobilnya langsung melesat dan dalam sekejap mobil itu langsung hilang dari pandanganku.

Aku langsung masuk dan melepas sepatuku, dan meletakannya di rak sepatu. Baru saja aku ingin masuk ke ruang tamu. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Taemin dan Yoona unnie.

“Jadi Appa sudah ada di Korea?” ku dengar Taemin berbicara

“Ne, ia menyuruh kita pindah ke apartemen. Appa bilang, dia tidak ingin menyusahkan Tuan dan Nyonya Jung.”

“Arasso, apa Appa datang dengan istrinya dan anaknya itu?”

“Ya!! Kau harus berbicara sopan tentangnya, aku tau kau tidak bisa menerima Appa menikah lagi, tapi kau harus memanggilnya dengan sopan. Setidaknya kau harus memanggilnya dengan sebutan ahjumma”

“Baiklah-baiklah, nuna belum menjawab pertanyaanku”

“Iya mereka ikut!!”

Aku hanya mematung pembicaraan mereka, jadi sulit mau masuk dengan kondisi seperti ini. Apa aku masuk saja. Kurasa dengan berpura-pura tidak mendengarkan pembicaraan mereka, aku bisa lolos dari situasi ini.

Aku mengambil nafasku dan berusaha bersikap biasa. Baiklah Seohye, kau harus tenang. Satu dua tiga…

Aku melewati ruang tamu, tak lupa aku menyapa Taemin dan Yoona unnie

“Kau dari mana saja?” tanya Taemin yang sepertinya terlihat cemas

“Aku hanya keluar sebentar, aku ke kamar dulu ya. Annyeong” aku langsung pamit dan berjalan menuju kamarku.

***

Setelah mandi aku mengeringkan rambut dan menyisirnya. Ketika sudah memastikan rambutku sudah rapi, aku memeriksa tasku dan mengambil kado yang aku beli tadi.

Klek…

“Seohye-ya” Taemin menyembulkan kepalanya dari pintu

“Ne?” aku menghentikan kegiatanku dan menyembunyikan kembali kado tersebut, setelah itu barulah aku melihat ke arah Taemin

“Makan malam sudah siap, ayo kita ke bawah” ajaknya lalu kemudian masuk ke kamarku.

Sebelum ia menarik tanganku, aku segera menahannya. Ia memandangku heran, aku hanya tersenyum ke arahnya. Aku segera mengambil kadoku yang ada di dalam tas dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku menahan tangannya.

“Tadaaaa…..” ujarku menyerahkan sebungkus kado warna putih dengan pita senada.

Taemin langsung tersenyum cerah lalu menerimanya.

“Untuk ku? Apa ini?” ia mengangkat alisnya dan menerawang kado itu seolah-olah bisa tebus pandang.

“Bukanya nanti saja, lebih baik kita menyusul Yoona unnie, aku tidak mau ia marah-marah karna lama menunggu kita” ujarku sambil terkekeh, Taemin mengangguk dan menarik tanganku. Namun ia ke kamarnya terlebih dahulu mengamankan kado yang baru saja ku serahkan, setelah itu barulah kami berdua menuju ke bawah untuk makan malam.

***

Tuk..tuk..tuk…

Tidak ada yang terdengar selain sendok dengan piring yang saling berbenturan pada saat makan malam.

“Seohye-ya, Manni moggo” ujar Yoona unnie sambil meletakkan sepotong daging di piringku

‘Ne unnie, kamsahabnida. Masakan unnie sangat enak” ujarku dengan mengukir senyum di wajahku

“Kau terlalu memuji” ujar Yoona unnie

“Oh ya Seohye-ya, Sebenarnya ada yang ingin kami berdua bicarakan” lanjut Yoona unnie tiba-tiba

“Tentang?” tanyaku sambil menyuapkan sepotong daging kecil kemulutku

“Jadi tadi kami sudah berbincang-bincang berdua. Mulai besok lusa, kami akan pindah dari sini” ujar Yoona unnie sambil menatapku dengan senyum yang menghiasi wajahnya, tapi aku bisa melihat tersirat rasa bersalahnya karna meninggalkanku.

Jadi apakah secepat itu mereka akan pindah?

“Kau tidak apa-apakan jika sendirian? Tenang saja, aku akan sering mengunjungimu” ujar Taemin yang ada di sampingku, sepertinya ia sudah menyelesaikan makan malamnya

“Gwenchana, aku tidak apa-apa. Lagi pula Umma dan Appa tadi menelfonku kalau hari kamis nanti mereka akan pulang. Memangnya kalian akan pindah kemana?” tanyaku berusaha tersenyum, tapi jujur aku tidak rela jika mereka pergi.

“Apartemen keluarga kami, tidak terlalu jauh dari sini. Kapan-kapan kau mampir ya jika aku sedang sendirian” jawab Taemin sambil mengangkat kedua alisnya

“Ha.. jinjja! Dasar anak muda jaman sekarang sulit sekali untuk di pisahkan” kudengar gerutuan Yoona Unnie, di susul dengan Taemin yang meleletkan lidahnya.

Andai aku bisa seperti mereka, dan andai saja aku punya saudara. Sayangnya aku terlahir sebagai anak tunggal.

***

Aku dan Taemin sedang dalam perjalanan ke sekolah. Dia mengatakan kepadaku jika Ia sangat menyukai hadiah yang ku berikan. Aku hanya tersenyum tipis mendengarnya. Syukurlah jika Taemin menyukai hadiahku.

Tiba-tiba saja handphone Taemin berbunyi. Mimik wajahnya tiba-tiba saja berubah ketika melihat layar handphonenya.

“Yoboseyo” ujar Taemin entah kepada siapa

“Aku sedang berangkat sekolah, ada apa menelfonku pagi-pagi begini?” lanjut Taemin lagi

“Mian aku tidak bisa”

Klik!!

Dengan horor Taemin menutup sambungan telfonnya, aku melihatnya seperti menahan marah. Ia langsung memasukan handphonenya ke dalam saku dan berjalan mendahuluiku.

“Taemin-ah cangkaman” aku berlari menyusulnya, ia langsung menghentikan langkahnya memanggilnya.

Aku melihat wajahnya yang masih memandang lurus kedepan, ia sepertinya sedang kesal. Memangnya yang tadi itu siapa? Kenapa dia bisa seperti ini?

Grep!!

Tiba-tiba saja ia memeluk ku, aku cukup kaget dengan hal yang mengejutkan ini. Namun aku membalas pelukannya dan mencoba mengerti keadaannya walaupun aku tidak tau masalah apa yang di alaminya.

“Waeyo?” tanyaku hati-hati

“Ani, aku hanya memerlukan kehangatan” jawabnya, ia semakin mengeratkan pelukannya.

Kemudian Taemin melepas pelukannya dan tersenyum simpul ke arahku. Ia merapikan poniku dan membelai pipiku. Aku hanya menatapnya bingung, walaupun ia tersenyum, aku bisa melihat sebuah kesedihan dan keresahan dari matanya.

“Gomawo” ucapnya

“Jika kau punya masalah, kau bisa menceritakannya padaku” ujarku, aku memegang tangan Taemin untuk meyakinkannya jika aku adalah orang yang tepat untuk berbagi cerita.

“Mian, tidak sekarang. Mungkin nanti aku baru bisa menceritakannya. Aku hanya perlu ketenangan” jawabnya dengan senyum yang masih terukir di wajahnya

Jangan bohong Taemin-ah, aku tau kau perlu lebih dari itu.

***

TAEMIN POV

Aku menendang kaleng yang ada di depan pintu gerbang sekolah untuk melampiaskan rasa kesalku. Aku tidak memperdulikan murid-murid yang melihatku dengan tatapan aneh.

Apa aku harus menemuinya? Ku akui aku merindukan Appa, tapi aku tidak mau bertemu wanita itu dan anaknya yang tidak tau diri itu.

Bahkan ketika di telfon tadi, dia malah mengajak ku makan malam dengan kedua orang asing itu. Oke, baiklah…. Dia bukan orang asing, dia istri appaku dan anaknya adalah dongsaengku.

Umma, andai saja kau masih hidup. Aku mungkin tidak akan sedingin ini dengan Appa. Aku tidak suka jika posisimu di gantikan oleh Wanita itu.

Aku merasakan getaran di saku celanaku, sepertinya ada pesan masuk. Langsung saja aku mengambil handphoneku dan membuka kuncinya lalu kemudian membaca pesan tersebut

From : Seohye

Jangan terlalu banyak memikirkan masalahmu, itu tidak berguna sama sekali. Lebih baik kau pikirkan jalan menuju kelasmu. Kurasa kau salah jalan.

Langsung saja aku melihat sekitar…

HEY!!

Inikan jalan menju gudang belakang!!

***

AUTHOR POV

Taemin dan Yoona sudah pindah ke apartemen keluarga mereka. Mengingat liburan Yoona yang hanya tersisa sedikit lagi, Yoona lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berbelanja dan ke salon. Sementara Taemin? Ia hanya menghabiskan harinya dengan menonton TV dan tidur-tiduran.

Taemin mengambil handphonenya dan berencana menelfon Seohye karena ia mengingat kalau Seohye akan datang ke apartemennya untuk menemaninya yang sedang sendirian.

“Yoboseyo, kau sudah sampai” ujar Taemin ketika Seohye menjawab telfonnya

“Dilantai 2, kau sudah tau password apartemenku kan”

“Baiklah, kau langsung masuk saja. Arachi?”

“Kekekeke, arasso”

Klik.

Taemin menutup telfonnya dan kembali mengulang kegiatan yang sedari tadi menonton DVD.

Klek.

Taemin langsung mengukir senyumnya ketika tau kalau Seohye sudah datang. Ia segera mematikan TV dan DVD tanpa menunggu film Narnia yang sedang ia tonton itu selesai, Taemin langsung menghampiri Seohye yang sedang membawa plastik besar berwarna putih tersebut.

“Kau lama sekali” ujar Taemin sambil membantu Seohye membawakan plastik besar itu

“Aku membeli buah-buahan dan makanan terlebih dahulu” ujar Seohye sambil menunjuk kan senyum manisnya. Ia melepas jaketnya dan meletakannya di gantungan jaket yang khusus di sediakan untuk tamu yang datang ke apartemen milik keluarga Lee.

Taemin meletakan plastik besar yang berisi buah-buahan dan beberapa makan ringan lainnya di atas meja makan. Ia pun segera menyusul Seohye yang sedang duduk di depan TV.

Segera saja Taemin langsung memeluk leher Seohye dari belakang dan menempelkan pipi Seohye dengan pipinya. Seohye hanya tertawa kecil menerima perlakuan Taemin.

“Waeyo?” Tanya Seohye yang tidak bisa menahan senyumnya karna perlakuan tunangannya itu

“Ani” ujar Taemin

Taemin melepas lingkaran tangannya leher Seohye, kemudian meloncati sofa sehingga pantatnya terhempas  di sofa.

“Baiklah tuan Lee, apa yag harus. saya lakukan sekarang sampai-sampai anda menyuruh saya ke apartemen anda” ujar Seohye sambil tersenyum khas seorang pelayan rumah.

“Heum” Taemin berpikir sebentar, ia menopang kepalanya dengan tangannya yang sedang bertumpu di sandaran sofa

“Sepertinya aku perlu di peluk olehmu terlebih dahulu” ujarnya kemudian

Seohye tertawa mendengar, ia langsung memeluk Taemin dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya. lalu sebentar kemudian Seohye langsung melepas pelukannya.

“Jadi apa tugasku sekarang?” tanya Seohye lagi

Taemin terkekeh sebentar lalu memeluk pinggang Seohye dan meletak kan dagunya di pundak Seohye

“Kau hanya perlu menemaniku sampai besok pagi” ujar Taemin berbisik di telinga Seohye dan mengecup leher Seohye. Seohye langsung menegang saat itu juga.

“Y-ya!! Aku tidak mau” ujar Seohye gugup, namun ia menunjukan sikap protesnya dan berusaha melepas pelukan Taemin

“Waeyo?” Taemin masih saja menggoda Seohye dan kembali mengeratkan pelukannya

“Kau ingin kejadian waktu itu terulang lagi?” ujar Seohye kesal, kini wajahnya memerah, entah ia merasa sangat malu jika mengingat kejadian waktu itu.

Tawa Taemin lepas saat itu juga, ia memegang perutnya yang terasa sedikit sakit karna tertawa berlebihan. Seohye hanya mengerucutkan bibirnya, ia tidak tau apa yang salah dengan perkataannya, sampai-sampai Taemin tertawa selepas itu. Taemin menghentikan tawanya, ia memutar duduknya sehingga ia menghadap ke arah Seohye, dan Seohyepun secara reflek ikut mengubah posisinya dan kini ia juga menghadap Taemin.

“Kau mengingat kejadian waktu itu?” tanya Taemin yang masih dengan senyum menggodanya

Seohye memalingkan wajahnya yang memerah. Taemin menarik dagu Seohye untuk menghadapnya, ia mendekatnya wajahnya dengan wajah Seohye. Lalu Taemin menyatukan bibir mereka, dan mencium bibir Seohye lembut.

***

SEOHYE POV

Taemin menciumku lembut, aku menutup mataku dan menikmati ciumannya. Ia mulai melumat bibirku, ia membimbing tanganku agar melingkar di lehernya sementara ia memeluk pinggangku. Ia terus saja melumat bibirku, bahkan seakan-akan ia ingin memakannya dan meraupnya habis-habisan. Aku merasakan bibir Taemin mulai masuk ke dalam mulutku, dan lidahnya berkeliaran disana.

Ketika kusadari, posisiku sudah terbaring dan Taemin sekarang dalam posisi menindihku. Ciuman kami semakin panas, bahkan aku tidak yakin kalau air liur yang kutelan adalah seratus persen air liurku. Ciuman dan kecupan-kecupan Taemin semakin menggila, aku rasa nafasku sudah hampir habis.

“Ck..” terdengar bunyi decakan ketika aku melepas ciumannya.

Aku langsung mengambil nafas dalam-dalam, begitu juga dengan Taemin yang nampaknya sedang tersenggal-senggal.

Tiba-tiba saja ia tersenyum ke arahku, dengan posisi yang masih tetap dia menindihku.

“Gomawo sudah menjadi yeojaku” ujarnya lembut, ia mengecup keningku.

Aku mengangguk dan membalas senyumnya. Aku juga bersyukur bisa bersamamu Taemin-ah

***

AUTHOR

“Kau sudah harus pulang sekarang?” ujar Taemin kecewa ketika baru saja Seohye menjawab telfon dari ummanya. Padahal Taemin benar-benar berharap Seohye akan menemaninya sampai pagi

“Ne, umma bilang aku harus cepat pulang” ujar Seohye sambil memakai kembali jaketnya yang tadi ia gantung.

Taemin mengantarnya Seohye ke depan pintu gedung apartemen. Taemin  menggandeng tangan Seohye sesekali ia nakal melingkarkan tangannya di pinggul Seohye, namun Seohye langsung menepisnya

“Jagalah tata krama di depan umum” ujarnya.

Taemin mengangguk lalu mencubit pipi Seohye, Seohye membalas Taemin mencubit pipinya. Bahkan Taemin sekarang membalasnya dengan mengelitiki pinggang Seohye.

“Taemin Hyung!!”

Spontan Taemin dan Seohye menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke arah suara itu

Taemin langsung terdiam di tempat, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sorotan mata yang tajam dan angkuh.

Seohye yang bingung dengan seorang namja di depannya, hanya menggerutkan keningnya. Ia memperhatikan namja itu dari atas sampai bawah, namja yang menurutnya tampan. Tapi hal yang baru saja ia tangkap kalau namja di depannya itu sangat mirip dengan tunangannya, iya dia mirip Taemin.

SEOHYE POV

“Ada perlu apa kau ke sini?” aku menoleh ke arah Taemin, kenapa suaranya begitu dingin. Aku bisa merasakan genggamannya di tanganku semakin erat.

“Aku hanya ingin mengunjungimu hyung, bukankah sudah lama kita tidak bertemu” ujar namja itu yang tersenyum walaupun Taemin membalasnya dengan tatapan sinis

“Apa kau Seohye nuna?” tanya namja itu, ia tersenyum sambil melihatku.

“Ne?” aku sedikit kaget ketika ia menyebut namaku, namun dengan segera aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya.

“Kau sangat cantik nuna, tidak salah Taemin hyung memilihmu” ujarnya namja yang tidak ku ketahui siapa dia, bahkan namanya saja tidak tau

“Kau…”

“Oh iya, aku belum mengenalkan diriku” ujarnya sambil terkekeh pelan

“Namaku Kai, aku dongsaeng Taemin Hyung” ujar namja yang bernama Kai itu tersenyum ke arahku dan Taemin

Aku terperangah kaget mendengar penuturannya, aku tau Taemin memang punya adik. Tapi aku tidak tau kalau adiknya itu sudah setua ini (?)

“Aku akan mengantarmu kedepan, kajja” Taemin kembali menampakkan sisi lembutnya terhadapku, aku mengangguk dan Taemin langsung menarik tanganku untuk pergi.

“Hyung aku…”

“AKU BUKAN HYUNGMU!!”

Aku mebelalakan mataku ketika mendengar Taemin membentak Kai, orang-orang yang berlalu-lalang kini melihat ke arah kami dan berbisik-bisik yang kuyakin sedang membicarakan keadaan kami sekarang.

Kai langsung terdiam. Bisa di lihat dari wajahnya, tersirat kekecewaan dan kesedihan di sana.

“Taemin-ah, tenanglah” ujarku sambil merangkul lengannya dan mencoba menenangkannya.

“Jongseonghabnida, kedatanganku sepertinya hanya membuat keributan. Kalu begitu aku pulang saja. Annyeong Geseyo” ujar Kai membungkuk kan badannya, Taemin sama sekali tidak melihat Kai, bahkan sepertinya ia tidak mau memandang wajah Kai.

Kai pergi, ia memasuk kan tangannya di saku jaketnya. Dari belakang aku bisa melihat ia menundukkan kepalanya, dan bahunya terlihat sedikit bergetar. Apa ia menangis?

Aku mengalihkan pandanganku ke arah Taemin. Ia juga menundukan kepalanya dan nafasnya terlihat sedikit berat. TUNGGU!!

“Taemin-ah? Kau mena…”

GREEP

Belum sempat aku melanjutkan kataku, Taemin langsung memelukku dan membenamkan wajahnya di bahuku. Kini aku bisa merasakan badannya bergetar, dan isak tangisnya mulai terdengar. Aku mengelus punggungnya dan mencoba menenangkannya, aku tidak pernah melihat Taemin seperti ini sebelumnya.

“Waeyo? “ tanyaku hati-hati

“Dia..dia dan ibunya. Aku membenci mereka” ujar Taemin parau “Mereka  mengambil semua kebahagiaanku, mereka merebut Appaku, bahkan mereka mengusir hyungku”

Aku mengerutkan keningku, Hyung?! Setauku ia hanya memiliki seorang Nuna? apa Taemin memiliki kakak kandung laki-laki? Aiish jinjja! Maksud dari semua ini apa?!

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “Don’t Touch My Girl – Part 4”

  1. kya finally. udah ditunggu lamaaaaaa banget nih ff tau author yang kece ini :3 kekekek~ ada kai ? wah daebak!
    ditunggu lanjutannya ya author. semoga aja ga lama untuk part part berikutnya 😉

  2. aish,,tbc pengganggu..-.-
    thor,,jgn lama2 yaa ngepost y,,soal y aku suka bgt ama ni ff..
    ya.ya.ya?? #pasang puppy eyes..
    hhe..^^

  3. aish,,tbc pengganggu..-.-
    thor,,jgn lama2 yaa ngepost y,,soal y aku suka bgt ama ff ini..
    ya.ya.ya?? #pasang puppy eyes..
    hhe..^^

  4. kyaaa ada kai rupanya.
    kai memang mirip taemin sih,
    daebak thor
    aku suka banget sama ceritanya
    jangan lama lama ya publishnya 🙂

  5. Kyaa,kelanjutan ff yg udah aq tunggu sangat lama ini akhirnya ada juga,mudahan jangan lama next nya gak lama ya thor,tbc benar2 menganggu,omo,kasihan kai,sini kai oppa biar aq peluk,hehehe..minho narsis bgt deh,wah penasaran nie siapa hyung nya taemin,apakah jjong?,kok key sama onew cuma sedikit aja di part ini,padahal aq berharap mereka lama muncul di part ini tpi gak apadah,,next,next

  6. hai haii… remember me ?? wahaha #evil laugh
    aihh lupa yak mesti… :p
    yasudah nggak apa haha
    idihh aku dah baca ff nya ini bagus dehhh…
    kpan lanjutannya dateng, wahaha, ditunggu yak 😀

  7. haaaaaahhh… udh lama nunggu ff ini.. akhirnya keluar juga..
    seru2… lanjutin ya thor..
    ditunggu part selanjutnanya.. jangan lama2.. 😀

  8. sumpit deeh thor ff ini ku tunggu mpe lumutan . . .
    tp syukurlah udh d publish lge . . .
    ku tunggu kelanjutan.a yaah

  9. yaa ampunn, tambah seru aja, taemin punya hyung? nugu?
    gmana hbngnnya dgn seohye nantinya?
    aigo bkaln ga sbr nunggu next partnya

  10. kereeennn… kereeennn *all thumbs up*
    ampe tutup mata ngebacanya xD
    lanjuuutt… next part-nya jangan kelamaan yaa 😉

  11. Daebak buanget thor. . .
    Penasaran bnget ma klanjutannya niiihhh. . .
    Hyungnya taemin spa thor?
    Next partnya jngn lama2 ya thor please, dah kebelet pengen baca nih. . .#pasang puppy eyes.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s