Suara Hati Taemin!

 

 

Title                : Suara Hati Taemin!

Author            : Akimoto Kumiko

Main Cast      : Lee Taemin

Support Cast             : Kim Ki Bum (Key), member SHINee yang lain

Genre              : Fantasy
Length            : Oneshot
Rating             : General
Published at   :

  • SF3SI
  • KFI (partisipasi dalam lomba)

 

NB: Cerita ini memang dibuat khusus untuk ulang tahun Taemin. Tapi sebenarnya aku membuat cerita ini tahun lalu. Tapi karena saat itu cerita ini aku ikutkan dalam lomba, jadi tidak aku kirim ke sini (dan baru sekarang dikirim).

 

 

SUARA HATI TAEMIN!

 

Hello, hello …

Nareumdaero yonggil naesseoyo…

Hello, hello …

Terdengar lagu Hello milik SHINee berkumandang di ruangan itu. Beberapa juru kamera terlihat mondar-mandir di sana, dan beberapa kru lainnya sedang bersiap-siap mengatur kamera. Sementara itu, Kim Kibum sedang sibuk mengamati rumah mainan yang akan digunakan di MV Hello, sedangkan Kim Jonghyun dan Lee Jinki sedang menari bersama, pemanasan sebelum syuting.  Yup! Sekarang mereka sedang bersiap-siap syuting untuk MV Hello!

Berbeda dengan member SHINee yang lain, untuk mengisi waktu luangnya, Choi Minho menyibukan diri dengan kamera barunya. Cowok jangkung itu memotret apa saja yang ada di sekitarnya. Saat ini, objek sasarannya adalah Lee Taemin yang sedang sibuk memperhatikan Kim Jonghyun dan Lee Jinki. Keimutan dan tingkah polos Taemin sangat menarik minat Choi Minho.

 

 “Senyum lima jari, Taemin-a,” perintah Minho seraya mengatur jaraknya dengan Taemin sambil membidikan kamera.

Taemin langsung berpose dengan wajah selucu mungkin. Terkadang dia menari-nari di depan Minho sambil memasang berbagai ekspresi, membuat Minho sedikit tidak sabar.

“Taemin, kita tidak sedang membuat film komedi.” Minho memperingatkan dari belakang kamera.

Taemin tertawa pelan lalu membekap mulutnya. “Maaf, hyeong. Sudah ah, aku juga capek. Aku mau main-main dulu.”

Setelah berkata seperti itu, Taemin langsung pergi meninggalkan Minho yang kini sedang sibuk memotret Kibum. Diam-diam Taemin mencibir.

“Mentang-mentang punya kamera baru, PA-MER,” desisnya sepelan mungkin.

Tadi, dia sengaja bertingkah menyebalkan seperti itu karena dia muak melihat Minho memamerkan kamera barunya. Memangnya cuma Minho saja yang bisa beli kamera seperti itu? Dia juga bisa!

Tiba-tiba seorang juru kamera menghampiri Taemin. “Bagaimana rasanya syuting hari ini? Melelahkan?”

AISSSSH! Datang lagi pengganggu! Memang susah jadi selebriti! Tidak bisa dilihat menganggur sedikit, langsung ditanya-tanya. Taemin menggerutu dalam hati.

Sambil memasang senyum termanisnya, Taemin menatap kamera. “Hai, hari ini syutingnya sungguh menyenangkan, kok! Lihat.” Taemin menunjuk rumah mainan yang akan menjadi setting utama di MV Hello. “Banyak barang unik dan lucu di sini. Makanya aku betah banget main di sini,” jelasnya sambil cengengesan di depan kamera.

Demi mencari kesempatan untuk kabur, Taemin langsung berlari ke pintu rumah mainan itu, pura-pura mengecek. “Wah, pintunya ternyata pintu mainan,” ujarnya sepolos mungkin. Tidak luput dari perhatian Taemin, dia menaiki tangga yang ada di dekat pintu tersebut. Di tangga ini nanti Kibum akan mengambil sebuah adegan.

Perlahan, Taemin bergelantungan di atas tangga itu. Dia sengaja bertingkah seperti itu agar si kameramen keasyikan merekam kegiatannya dan lupa mewawancarainya. Dia paling tidak suka dikejar-kejar dengan pertanyaan-pertanyaan aneh. Lebih baik cari sensasi dengan tingkah sok polosnya yang selama ini sudah melakat pada dirinya.

            Seperti biasa, menjelang pergantian adegan, mereka akan berganti kostum dan kembali dipermak habis-habisan oleh penata rias. Saat akan memilih kostum, Kibum dan Taemin sama-sama tertarik pada sebuah pakaian. Pakaian itu terbuat dari kain satin dan dihiasi dengan bulu imitasi di sekitar lehernya.

            “Wah, keren sekali baju ini,” gumam Kibum penuh kekaguman seraya mematutkan pakaian itu di tubuhnya. Seperti biasa, kalau berbicara dia selalu tersenyum sambil mengangkat sudut bibir kanannya.

            “Iya, keren, hyeong! Aku juga mau,” rengek Taemin sambil menarik-narik ujung pakaian itu.

            “Aisssh.” Kibum menepuk tangan Taemin yang sudah mengganggu kesenangannya. “Kau tidak cocok pakai ini, Taemin. Sana, cari pakaian yang lebih cocok untukmu!”

            “Tapi aku mau pakai ini, Key hyeong!” Taemin mencoba mempertahankan kemauannya.

            “Aisssh!” Kali ini Kibum menepuk pantat Taemin, kesal. “Kau ini kenapa nakal sekali, sih? Jadilah anak yang baik, Taemin!” Kibum mengambil sebuah pakaian lain yang sangat manis. Pakaian itu berwarna hitam dan modelnya sangat sederhana, tetapi terlihat sangat manis.

            “Wah…manisnya,” gumam Kibum sambil tersenyum senang. Mata sipitnya yang tajam itu memicing memperhatikan pakaian itu “Lihat, Taemin, ini cocok sekali denganmu.” Kibum mematutkan pakaian itu ke tubuh Taemin. “Wah…imutnya. Kau manis sekali, Taemin,” Kibum mencubit pipi Taemin gemas. “Kau pakai ini saja!”

            Taemin menggembungkan kedua pipinya, sebal. Lagi-lagi, dia diperlakukan seperti anak kecil!

             Walau pun kesal, Taemin tetap menampilkan senyum terimutnya. “Iya, hyeong. Kau benar. Pakaian yang ini lebih cocok untukku. Selera Key hyeong memang paling top!” pujinya.

            Melihat wajah imut Taemin itu membuat Kibum kembali gemas. “Hhh, kau ini memang adikku yang paling manis, Taemin!” Dia mencubit pipi Taemin, lalu mengusap-ngusap rambutnya dengan penuh sayang.

            Diam-diam Taemin merasa gondok dalam hati. Adik manis apanya? Howek!

            Saat semua orang tidak memperhatikannya, Taemin langsung mengacak-ngacak pakaian yang tadi diberikan Kibum. “Key hyeong menyebalkan!” serunya sepelan mungkin.

            Kibum itu selalu mau menang sendiri. Selama ini, Taemin selalu bersabar menghadapi sikap egois Kibum. Namun, sampai kapan dia harus bersabar? Dia tidak tahan diperlakukan seperti anak kecil!

            “Ayo, semuanya, siap kembali syuting!” Terdengar komando dari sutradara.

            Saat ini adalah pengambilan adegan Minho di dalam mobil bersama boneka beruang besar berwarna putih. Dari jauh, Taemin bisa melihat Minho sedang mengecek keadaan mobil itu sambil didampingi seorang juru kamera.

            Minho tersenyum manis pada juru kamera.  Matanya yang besar membulat lucu, membuatnya semakin terlihat tampan.

 “Aku penasaran bagaimana nanti saat aku direkam. Aku ingin tahu proses rekamannya. Aku sampai sekarang tidak tahu bagaimana kamera akan mengambil gambar wajahku. Karena kata sutradara, kisahnya aku sedang berdiri di depan kekasihku. Aku ke rumahnya sambil membawa boneka ini.” Minho menarik boneka beruang besar yang ada di sebelahnya dan meletakannya di pangkuan. “Aku disuruh berekspresi gugup, tapi harus meninggalkan kesan charming. Yeah…aku akan berusaha!” serunya di depan kamera sambil tersenyum tipis.

            Taemin tersenyum kecut melihatnya. Si Minho itu selalu saja sok cakep di depan kamera, seolah-olah dia cowok paling cakep sedunia. Walau pun agak enggan mengakui, tetapi Taemin tidak bisa mungkir bahwa Choi Minho benar-benar tampan. Mugkin matanya yang besar itulah yang membuatnya tidak mirip orang Korea. Matanya yang besar itu semakin mempertegas garis wajahnya yang sempurna.

 Menyebalkan!

            Semua member SHINee sangat menyebalkan! Kibum yang egois dan selalu menganggap Taemin anak kecil yang tidak bisa apa-apa, Minho yang merasa dirinya sempurna dan selalu bersikap dirinya mampu melindungi Taemin, Jonghyun yang merasa dirinya gentleman dan selalu mengatai Taemin anak ingusan, serta Jinki yang selalu sok bersikap dewasa dan menjaga Taemin seperti anaknya. Bagi Taemin, mereka semua menyebalkan. Dia tidak suka selalu dijadikan seperti anak-anak. Dia juga ingin dianggap sebagai laki-laki gentleman yang bersikap dewasa.

            Bahkan sutradara juga menganggapnya anak-anak! Lihat saja, di MV Hello ini Minho berperan sebagai kekasih yang romantis, yang datang menemui kekasihnya sambil membawa boneka beruang. Kibum juga mendapat peran romantis, membawakan kekasihnya sebuah cincin. Jonghyun juga, berperan membawa sebuah hadiah untuk kekasihnya. Jinki bahkan membawa bunga. Cuma Taemin yang disuruh memegang patung boneka jelek! Kata Sutradara, benda itu cocok dengan karakter Taemin. Cih!

            Taemin memandang kecut boneka kecil yang ada di tangannya. Diremas-remasnya boneka itu dengan jengkel. Saat ibu jarinya tanpa sengaja menyentuh bibir  boneka itu, tiba-tiba mulut boneka itu terbuka.

            “Hah?” Taemin melongo kaget. “Lho? Kenapa mulutnya bisa terbuka?” tanyanya bingung.

            Tiba-tiba, diluar kendali, mulut Taemin berbicara sendiri. “Sampai kapan sih aku diperlakukan seperti anak-anak? Aku kan juga ingin dilihat sebagai laki-laki dewasa!”

            Buru-buru, Taemin membekap mulut sebelum ada orang yang mendengar seruannya itu. Takut-takut, dia menoleh ke sekitar. Fyuh! Untung saja tidak ada yang memperhatikannya.

            Tapi… kenapa tadi dia bicara sendiri?

            Taemin menatap ngeri boneka yang ada di tangannya, lalu dengan kasar dia lemparkan boneka itu ke lantai. Dia yakin boneka itu yang membuatnya berbicara seperti itu.

            Eh, tunggu! Apa mungkin boneka bisa melakukan itu? Boneka kan hanya benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa.

            Taemin menatap ragu boneka yang terjatuh di dekat kakinya itu. Perlahan, dia membungkuk untuk memungut boneka itu. Saat tangannya menyentuh boneka itu, tiba-tiba mulut Taemin kembali bergerak sendiri.

            “Aku benci sutradara jelek itu!” teriaknya nyaring.

            Beberapa orang di sekitar langsung menatap Taemin kaget. Taemin segera menutup mulut kuat-kuat dengan tangan lalu berlari ke ruang rias sambil cengengesan, mencoba menutupi rasa salah tingkahnya.

            Begitu tiba di ruang rias, dia langsung melempar boneka itu ke atas meja rias.

            GILA! Boneka ini seram banget! Bisa tahu isi hati orang!

            “Taemin-a!” Terdengar suara Kibum menyerukan nama Taemin. Sepertinya Kibum sedang mencarinya.

            “Ya, Key hyeong!” sahut Taemin nyaring.

            Beberapa detik kemudian, Kibum muncul sambil tersenyum manis. “Aigo, Taemin kau ngapain di sini? Dari tadi aku mencarimu.”

            “Aku capek, hyeong,” dusta Taemin sambil tersenyum polos. “Aku tadi istirahat sebentar. Kenapa, Key hyeong?”

            “Aniya.” Kibum menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba dia menunjuk ke celana yang dikenakannya. “Coba lihat! Celanaku keren, kan?” tanyanya riang.

            Taemin menatap celana tersebut sejenak, lalu mengangguk-ngangguk sambil tersenyum manis. “Cocok banget buat Key hyeong. Key hyeong jadi terlihat cakep!”

            “Gomawo, sayang,” ucap Kibum riang seraya mengacak pelan rambut Taemin.

            Tidak lama terdengar suara sutradara memanggil nama Taemin.

            “Taemin-a, giliranmu syuting! Ayo, cepat!” Sifat memaksa Kibum keluar. Dia menarik Taemin, yang langsung berdiri sambil membawa bonekanya.

            “Aissh, kau pemaksa sekali, hyeong!” gerutu Taemin tiba-tiba. “Asal kau tahu, hyeong, celana itu sama sekali tidak cocok untukmu. Terlalu ketat! Kau jadi terlihat kurus! Kau terlihat seperti tengkorak!”

            Seruan Taemin itu membuat gerakan Kibum terhenti. Dia menatap Taemin tak percaya. Taemin sendiri langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan melempar boneka itu ke lantai.

            “Mworago?” tanya Kibum masih tak percaya seorang Taemin bisa mengatakan hal seperti itu.

            “A-Aniyo…hyeong,” jawab Taemin terbata-bata. Buru-buru, Taemin lari meninggalkan Kibum.

Hal itu semakin membuat Kibum heran dan penasaran. Dia memungut boneka Taemin yang tergeletak tidak jauh darinya. Saat tangannya menyentuh boneka itu, tiba-tiba mulutnya bergerak sendiri.

            “Taemin-a, aku senang kau bisa jujur seperti tadi. Selama ini kau sangat penurut, membuatku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Aku merasa sedih karena kau tidak pernah terbuka pada kami.”

            Kibum menutup mulut, sementara matanya terbelalak kaget. Apa yang barusan dia katakan?

            “Apa, hyeong?” Ternyata Taemin belum pergi jauh dan mendengar apa yang tadi Kibum katakan. “Apa yang hyeong katakan tadi?” tanyanya tidak percaya.

            Kibum buru-buru menggeleng. Dia ingin mengatakan tidak ada apa-apa, tapi mulutnya bergerak sendiri tanpa bisa dikompromi. “Aku senang kau jujur. Selama ini aku sangat ingin mengetahui apa yang kau rasakan. Kau begitu tertutup.”

            Taemin dan Kibum sama-sama terdiam setelah itu. Walau pun wajah Taemin terlihat polos menatapnya, tapi Kibum tahu ada sesuatu yang dipendam Taemin. Perlahan, Kibum meraih tangan kanan Taemin dan meletakan boneka itu di sana.

            Saat itu mulut Taemin langsung terbuka. “Maafkan aku, Key hyeong. Selama ini aku selalu mengatai kalian semua di belakang. Tapi aku bukannya membenci kalian. Aku sangat menyayangi kalian semua. Kalian sudah seperti kakakku sendiri. Hanya saja aku sebal selalu diperlakukan seperti anak-anak. Aku benci saat Key hyeong memperlakukanku seperti anak kecil. Aku benci saat Minho hyeong menganggap aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benci kalau Jonghyun hyeong mengataiku anak ingusan. Aku tidak suka selalu dianggap anak kecil.”

            Mereka berdua kembali terdiam. Taemin juga tidak tahu kenapa dia bisa berbicara sepanjang itu. Namun, dia tahu itu semua adalah perasaan menyesakan yang dia simpan selama ini.

“Aku senang kau akhirnya berkata jujur, Taemin.” Kibum menatap dalam mata Taemin. “Aku memang merindukan kata-kata itu keluar dari mulutmu.

“Key hyeong….” Taemin tidak percaya dengan apa yang Kibum katakan.

 “Tapi Taemin, aku bersikap seperti itu karena aku perhatian padamu. Aku sangat sayang padamu, dan kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri,” sergah Kibum dengan nada tenang.

“Aku tahu, Key hyeong,” ucap Taemin pelan dengan nada menyesal. “tapi aku tetap saja selalu merasa kesal diperlakukan seperti anak-anak.”

Kibum menatap boneka yang ada di tangan Taemin.  “Yah, aku akui, aku selalu bersikap egois padamu. Maafkan aku ya.” Perlahan Kibum merengkuh tubuh Taemin dan memeluknya erat.

Dalam pelukan Kibum, tanpa sadar air mata Taemin menetes. Ternyata, berkata jujur memang lebih baik daripada hanya memendamnya sendiri. Mulai sekarang, dia berjanji akan selalu jujur pada perasaannya, dan dia juga akan mencoba memahami perasaan member SHINee yang lain. Sekarang dia percaya, Kibum dan yang lain melakukan semua itu bukan karena meremehkannya, tapi karena mereka sangat menyayanginya.

THE END

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

37 thoughts on “Suara Hati Taemin!”

  1. Yey,wah daebak,akhirnya taemin bisa berkata jujur juga tanpa harus menyimpan nya dalam hati,ngebayangin taemin yg ditanya oleh wartawan lalu taemin nya main2 layak nya anak kecil itu bikin aq gemes bgt sama taemin,thor kok jinki sama jonghyun muncul nya cuma sedikit aja itu juga nama aja yg disebutin gak pakai dialog pembicaraan dngan taemin atau dngan yg lain#demo.keep writing

    1. hwehehe… soalnya dulu ini kn diikutkan lomba. nah..maksimal cuma boleh 8 hlmn. Dan ini udah ngepasssss banget 8 halmn. Jadinya trpaksa gak bisa nambahin buat dialog jinki dan jonghyun =p #ngeleskayakbajaj. (pdahal emang gtw dan ga punya ide mw nulis apa ttg mereka hihihi *dijitak rame2*)

      Makasih banget yaahh udah mau baca dan koment 🙂 🙂

  2. Eciee, akhirnya mereka jujur2an. Udah nikah aja sana (?)

    Ide ceritanya keren! Bahasanya yg ga terlalu baku juga bikin bacanya enak. Hehe 😀

    Keep writing ya ^^

    1. nikahh?? O.o #syokberat
      Key sama Taemin maksud’e??

      andwaaeee!! Taemin kn udah nikah sama akuuu! *peluk taemin kenceng.kenceng*

      hehe.. ~~ Nee…makasih ya dah mau baca dan koment 🙂

  3. “Mentang-mentang punya kamera baru, PA-MER,”–> paling ngakak bc itu,
    Ahaha, Taemin unyu bgt, Key juga
    Ffnya bagus beud deh, *dua belas jempol tangan buat author #sama jempolnya shinee juga#
    Keep writing yaaa

  4. Dch lma gk bca ff,, skli bca lngsung dpt ff yg SUPER DAEBAK mcam ni…. Buat author keren bgt….. Gk tau mau komen apa lgi…. 😀

    1. hehehe iyaaa…untung boneka kyak gtu ga beneran ada yaa =D

      kalo adaaa…wah..ga tau dah apa jadinya hihi

      … nggak tau nih apa bakal ada ff-ff selanjutnya ato tidak… 🙂

      tp makasih yaa dah nyempatin baca ff gaje ini…hehe

  5. Ekspresiku :

    1st : O.O *kaget sikap tetem*
    2nd : :O *makin kaget sama kata2 tetem*
    3rd : XD *pas tetem ngomong tiba2 gegara boneka*
    4th : XDDDD *pas key bicara jujur, trus naruh boneka itu di tgn tetem*

    wkwkwkwk. Sumpah akhirnya rada kocak, tp mengharukan kkkk. Daebak…

  6. Ieuh, jujur lebih baik daripada dipendam trus.
    Tapi ketika kita jujur mesti jaga perasaan org lain juga lah.
    Gak lucukan ketika kejujuran yang diucapkan menyebabkan perselisihan diantara kita.

  7. Gitu dong!!
    Jujur jauh lebih baik.
    TaeMin kan emang blak-blakan dalam kehidupan sehari-harinya.
    HeHeHeHe
    Untung ada hyungnya yang berhasil menjaga TaeMin.
    Kh kh kh

  8. bagus~ ^^ ide nya simple,sweet,tp te2p kreatif & ada lesson learned nya! =D Emang susah,sih,klo qta mendem2 perasaan n slalu nurut2 plus dianggep anak2 🙂 thx to boneka patung lukis nya ^^ Anyway,blh ga,klo dikasi prolog/behind the story semacem asal usul boneka ajaib nya? 🙂 Kamsa~

    1. makasih sarannya =))

      iya, nih soalnya terinspirasinya juga pas nonton making filmnya MV Hello ~

      Dan berhubung bonekanya emang udah tersedia di tempat shooting gitu, jadi lupa juga, ga kepikiran bikin asal-usul boneka itu hehe

      btw makasih ya dah nyempatin baca 🙂

  9. wahahaaaw…alamaaak~~~
    simpel, unyu2, tapi jeleeeb!!!
    aduuh, jangan sampe deh aku ketemu sama boneka itu.. #eh

    oiya, aku kira ff ini menceritakan sikap Taemin yg dibikin 180derjat berbeda, trnyata ttp sama..haha #abaikan
    bagus say, aku suka sama pesan moralnya 😀 dah lama aku gak baca cerita yang tipenya seperti ini…

    keep writing yaa~~ ^o^/

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s