Bad Adventure

Bad Adventure

Author : Shaela

Main Cast : Suzy (OC), Key (Kim Kibum SHINee)

Support Cast : Suzy’s family

Length : One shoot

Genre : Horror (?), Fantasy, Mystery, Family

Rating : General

A.N : Annyeong ini ff pertamaku. Semoga suka dan ini hasil cerita dari olahan otakku sendiri. Maaf kalau ada kekurangan atau ga ramee atau juga ga nyambung ._. . Happy reading all! J

*———*

Aku terbangun dari tidurku. Jam berapa sekarang? Aku bangkit dan duduk di tepi kasur. Kulirik jam, jam 1 pagi? Untung hari ini hari minggu. Aku melangkah keluar kamar, menuruni tangga dan berjalan ke dapur. Setelah mengambil segelas air, aku duduk di kursi mini-bar yang terletak dekat dapur.

BRUK!

Aku sedikit tersedak, ‘suara apa itu?’ Bulu kudukku naik, ayolah ini masih jam 1! Kuberanikan diri mendekat ke sumber suara. Hmm, sepertinya dari arah ruang tv. Eh apa itu? Sebuah kotak antik? Sepertinya kotak ini sudah tersimpan cukup lama dan tidak pernah di sentuh. Penasaran dengan isinya, aku pun membuka isi kotak itu. Mungkin kau tidak akan percaya, tapi sungguh isi kotak ini menghisapku masuk kedalamnya dan aku seperti sedang jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam.

“AAAAA..!!” aku terus berteriak sampai akhirnya aku merasa dihempaskan ke dataran. Anehnya aku tidak merasakan sakit sedikitpun.

“Tempat apa ini?” Semuanya tampak gelap dan tak berdinding. “Aku ingin pulang.” Perasaanku sedikit tidak enak.

“Hai.” Aku terlonjak kaget. Dengan ragu aku menoleh ke sumber suara. Aku sedikit lega ternyata seorang yeoja cantik yang memanggilku, kelihatannya dia lebih tua dariku. Walaupun gelap tapi aku bisa menerkanya. Aku tersenyum sebagai jawabannya.

“Kenapa bisa ada di sini?”

“Tadi.. Aku membuka sebuah kotak tua, tiba-tiba aku di tarik masuk ke dalamnya dan akhirnya aku di sini.” Dia tersenyum, ah asal kalian tahu senyumannya sangat manis.

“Apa kau mau ikut bersamaku?” Awalnya aku ragu, tapi lebih baik aku ikut daripada sendiri di sini. Aku mengangguk.

“Sejak kapan eonni ada di sini?” Dia tak menjawab. Masih ada pertanyaan lain di otakku tapi aku urungkan untuk bertanya, sepertinya dia tidak akan menjawab.

Kami terus berjalan, hey ternyata ada lorong juga dan beberapa lilin yang tertempel. Sewaktu aku terdampar disini semua tampak rata, ternyata jika kita terus berjalan kita akan bertemu dengan banyak lorong yang lumayan lebar dan tinggi. Tapi kenapa lorong-lorong ini tak berujung ya?

“Kau tunggu di sini, aku akan kembali.”

“Baiklah.” Aku duduk menyandar pada dinding lorong sambil menunduk. Kemana eonni tadi? Untuk apa aku di tinggal? Memangnya dia hafal dengan tempat ini? Ah, aku banyak bertanya sekali. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Aku sedikit kaget. Ternyata seorang namja yang sepertinya seumuran denganku.

“Hai.” Sapanya.

“Hai.”

“Sedang apa?”
“Menunggu seseorang, katanya dia pergi sebentar dan akan kembali.” Mendengar jawabanku, dia mengerutkan alisnya.

“Seseorang? Setahuku di sini tidak ada orang.” Aku sedikit merinding mendengarnya.

“Jangan menakutiku. Lalu kau sendiri kenapa bisa ada di sini?”

“Terhisap ketika membuka sebuah kotak tua.”

“Persis sepertiku. Berapa lama kau di sini?”

“Aku tidak tahu. Mungkin sangat lama.”

“Lalu bagaimana caranya kau mendapat makanan?”

“Entah, aku tidak merasa lapar sedikitpun selama di sini.” Lalu mulutku membentuk huruf ‘O’ sebagai jawabannya.

“Oiya, mari berkenalan. Namaku Key.” Sambungnya sambil mengulurkan tangan.

“Aku Suzy.” Sambil menyambut uluran tangannya. “Key? Bukankah itu kunci?”

“Ya, itu nama panggilanku. Entah tapi aku senang di panggil dengan nama itu.” Aku mengangguk.

“Berapa umurmu?” Tanyaku penasaran, walaupun sebenarnya kurang sopan.

“17 tahun.”

“Wah, ternyata kau lebih tua dariku satu tahun. Aku kira kita seumur.”

“Benarkah? Hmm, berarti panggil aku oppa.” Apa?

“Baiklah, oppa.”

“Haha tidak tidak, panggil aku Key saja.”

“Oke Key.” Padahal aku baru mengenalnya tapi sudah akrab seperti ini, dia memang anak yang menyenangkan. “Jadi selama ini kau terjebak sendirian?”

Dia menggeleng, “Dulu ada seorang anak laki-laki yang juga terjebak lebih dulu dariku. Kami selalu bersama-sama melewati semua makhluk di sini. Tapi kami terpisah, aku terus mencarinya tapi tidak juga menemukannya.” Kulihat raut wajahnya yang murung, aku menyesal sudah bertanya. Ku tepuk pundaknya dan menyemangatinya. Akhirnya dia kembali tersenyum. Oh iya, kemana eonni tadi? Kenapa tidak muncul-muncul? Untunglah ada Key.

“Ayo kita pergi dari sini.”

“Tapi tadi aku sudah janji untuk menunggunya di sini.”

“Siapa?”

“Dia.. Ah, itu dia.” Dia mengikuti arah pandangku. Kulihat dia sedikit menegang. Dia berdiri, otomatis aku ikut berdiri.

“Ada apa?”

“Sekarang, lari!” Dia menarikku, aku berlari dalam keheranan. Sebelum berlari aku sempat melirik eonni tadi, tidak tahu penglihatanku yang salah atau tidak tapi perlahan dia berubah wujud menjadi menyeramkan. Paling menonjol pada rambutnya yang sangat panjang berantakan.

“Hey, sebenarnya ada apa?” Tanyaku saat kami sedang berlari. Dirasa sudah cukup jauh berlari, dia berhenti. Dia mengambil nafas sebentar lalu membuangnya.

Yeoja tadi adalah salah satu makhluk penghuni di sini. Dia akan mengajakmu pergi dan meninggalkanmu sendirian. Setelah merasa lelah menunggu dia akan datang dan melayanimu dengan sangat manis, setelah kita terbuai tanpa di sadari dia sudah berubah menjadi sosok yang menyeramkan..”

“Itu seperti yang kulihat tadi. Lalu?” Kataku sedikit gemetaran.

“Kau akan di terkam dan akhirnya akan menjadi sosok yang sama sepertinya.” Jebal, aku ingin sekali keluar dari tempat ini!

“Tidak ada kah jalan keluar dari sini?”

“Sudah kucoba telusuri dan hasilnya nihil.”

“Tunggu, kau bilang yeoja tadi adalah salah satu penghuni? Salah satu?” Dia mengangguk. Walaupun aku belum melihat jelas sosok yeoja tadi, tapi sudah dipastikan sangat menyeramkan. Bagaimana dengan yang lainnya?!

Tiba-tiba lorong ini bergetar, seperti ada raksasa yang sedang melangkah. “Kumohon bukan dia..” Gumam Key yang masih bisa ku dengar.

“Siapa?” Tanyaku sambil memegang erat lengannya. Dia masih memandang lurus ke depan, aku mengikuti arah pandangnya. Mataku membulat sempurna melihat sosok di salah satu lorong. Seorang raksasa menyeramkan dengan kulit berbulu hitam lebat dan mata merah menyala menatap kami tajam penuh amarah.

“AAAA..” Kami berlari ketakutan melewati lorong-lorong yang kami pilih dengan asal. Aku mendahului Key. Tiba-tiba Key memanggilku. Aku menoleh ke belakang.

“KEY!” Aku berlari menghampirinya. Dia terjebak di lumpur hisap. Aku tidak terjebak karena tadi aku berlari di arah kanan dan dia di arah kiri lorong. Aku menariknya sekuat tenaga. Langkah kaki raksasa itu mulai terdengar lagi. Aku terus menariknya, tapi tiba-tiba ada seekor ular yang merayap di dekat kaki kananku. Jelas aku sangat ketakutan tapi aku harus menghilangkan rasa takutku dan membantu Key. Entah kekuatan darimana tapi perlahan tubuh Key mulai terangkat, ayo sedikit lagi! Tiba-tiba aku melihat raksasa itu sudah berada di ujung lorong dan berjarak beberapa meter lagi dari tempat kami. Dan akhirnya aku berhasil mengeluarkan Key dari lumpur hisap itu. Dia mengajakku untuk langsung lari, tapi tertahan ketika kami melihat sekelompok ular sudah berada di hadapan kami. Kami berbalik tapi ternyata raksasa itu sudah berada di depan kami. Keringat dingin sudah membanjiri seluruh tubuhku. Raksasa itu mengangkat salah satu kakinya dan dengan cepat dia mengayunkan kakinya tepat ke arah kami.

“AAAA.. ” aku bangkit dari posisiku yang sedang terlentang. Eh, ini kan kamarku? Jadi… Jadi kejadian tadi hanya mimpi? Tapi terasa sangat nyata. Nafasku masih tersengal-sengal, keringat dingin benar-benar membanjiri tubuhku. Kulirik jam dinding di kamarku, jam 5? Ku buka jendela kamar, sudah sore. Wah, ternyata tidurku sangat lama juga. Seseorang mengetuk pintu kamarku, “Ne, masuk.” Ternyata eommaku, aku tersenyum. Entah karena mimpi yang menyeramkan itu, aku merasa sangat merindukan keluargaku. Langsung ku peluk erat eommaku seakan tak membiarkannya untuk pergi.

Eomma khawatir sejak siang dibangunkan tapi kau tak kunjung bangun. Lihat, keringatmu bercucuran begini. Apa kau mimpi buruk?”

“Sangat buruk eomma, dan benar-benar terasa nyata. Tapi jika itu nyata, rasanya tidak masuk akal.”

“Sudah jangan terlalu dipikirkan, itu hanya mimpi.” Aku mengangguk masih dalam posisi memeluk.

“Kau pasti lapar. Sekarang mandi dulu, eomma tunggu di bawah. Ada kejutan kecil.” Eomma tersenyum misterius. Aku melepas pelukanku dan berjalan ke kamar mandi yang berada di dalam kamarku. Hmm, kira-kira kejutan apa ya? Selesai berpakaian aku turun kebawah, tepatnya ke arah ruang makan. Baru langkah pertama saat di ruang makan, aku sedikit kaget melihat seseorang yang sudah lama aku rindukan.

Appa!” Aku langsung berlari memeluk appaku yang sudah 1 tahun tidak bertemu. Appaku menjalankan tugas keluar negeri selama 1 tahun dan tidak pulang sama sekali. Tentu aku sangat merindukannya. “Kapan appa pulang?”

“Sudah dari tadi siang, appa menunggumu bangun berjam-jam. Lama sekali kau tidur.” Ejek appa sambil mencubit pipiku gemas. Ah, sudah lama sekali aku merindukan saat-saat ini. Akhirnya keluarga kecilku bersatu lagi, selama ini aku sangat kesepian di rumah hanya berdua dengan eomma.

Makan malam pun di isi dengan canda tawa. Selesai makan aku masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan pelajaran untuk besok dan mengerjakan beberapa tugas sekolah. Setelah itu aku langsung ke ruang keluarga untuk menghabiskan waktu bersama keluargaku.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, appa menyuruhku tidur. Awalnya aku takut jika masuk ke dalam mimpi itu lagi, tapi aku terus meyakinkan diriku sampai akhirnya kesadaranku mulai pudar.

KRIIING!

Mataku terbuka, tanganku meraih alarm untuk menghentikan bunyinya. Aku bernafas lega karena tidak terjebak di mimpi buruk itu lagi. Aku bangkit lalu beranjak ke kamar mandi. Selesai dari itu aku langsung memakai seragam sekolah dan mengikat rambutku. Sambil bersenandung kecil ku turuni anak tangga satu persatu. Senyumku melebar melihat appa dan eomma sudah siap di meja makan.

“Selamat pagi!” Sapaku riang. Kucium pipi appa dan eommaku bergantian. Aku langsung duduk menyantap roti dan susu yang sudah di siapkan eomma sebelumnya.

“Ayo berangkat, hari ini appa yang akan mengantarmu sekolah.”

Aku berpamitan dengan appa dan masuk ke dalam mobil. Di jalan appa sempat bercerita beberapa pengalamannya saat bekerja selama 1 tahun lalu. Akhirnya sampai juga di sekolah. Saat masuk kelas aku bertemu dengan teman-teman dekatku dan kami berbincang seperti biasa. Sampai akhirnya bel masuk berbunyi. Jang songsaenim masuk, semua murid langsung duduk dengan rapi.

“Selamat pagi. Hari ini kalian akan kedatangan teman baru. Ayo silahkan masuk!” Ajak Jang songsaenim kepada anak baru. Dia masuk, beberapa murid ada yang heboh. Aku merasa familiar dengan wajahnya. Tapi siapa ya?

Annyeonghaseyo, perkenalkan saya pindahan dari….” Aku tidak terlalu menyimak perkenalannya, aku sibuk dengan pikiranku yang berusaha mengingat anak baru ini.

“Seharusnya saya berada di satu tingkat di atas kalian semua tetapi waktu itu saya cuti setahun karena ada sesuatu hal….” Tunggu, sepertinya aku ingat. Ah iya! Aku ingat! Ini tidak mungkin, dia…

“Kalian bisa memanggil saya Key.”

-END-

Akhirnya selesai.. Maaf banyak kekurangan ya. Karena masih awal-awal, mohon kritik dan sarannyaa. Kamsahamnida udah mau bacaa! J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

29 thoughts on “Bad Adventure”

  1. Waa, keren sumpah. Baca dialognya Key jangan2 itu bukan mimpi….

    Ada beberapa kata yg kurang efektif sih, tapi overall daebak 😀 Berasa kayak baca Maze Runner ^^

    Keep writing 😉

    1. Gomawo udah comment~ mianhae nanti aku rubah2 lagi kata yang kurang efektifnya 😀 woaa ceritanya mirip ya? Tapi cerita ini aku bikin sendiri kkk ^^

  2. Sequel dong thor,,aq kira itu bukan mimpi eh ternyata mimpi aja,bagus deh kalau gitu..wah,keren daebak.keep writing

    1. Gomawoo udah comment hehe, waah banyak yang minta sequel ya ._. Nanti deh di coba bikin okee, tapi nanti mungkin jadi beda genre ya ._.

  3. authooooooorrr kereeeeen 🙂

    bener lohh thooorr kereeen bgt cerita’a

    bikin yg lain yaaa, tapo yg genre fantasy hehehe 😀

    1. Gomawo udah comment 😀 hehe gomawo gomawoo^^ nanti aku coba bikin ff yang lain okee, tapi aku juga lagi mau coba buat sequel dari ff ini 😉

    1. Gomawoo udah mau comment hehe 😀
      Aku lagi coba mau buat sequelnya tapi masih bingung.. Mungkin agak lama gapapa? Mianhaee.. Tapi gomawoo ya 😉

  4. Kurang thor,, please bikin squel yg ada part’a T.T

    key cuti karna kejebak di dunia itu kali yaa ? Msh bnyk yg belom ke jawab di FF ini

  5. Kok aku ngakak sih baca scene Key kecemplung (?) lumpur? Wkwk #dor
    bagus bagus, fantasy-nya kental spt kuah mie sed*p (?) kkkk…

    Oalah, klo boleh jujur, aku bayanginnya suzy miss a -_- cuma gegara hurufnya doang XD

    daebaaakk

    1. Gomawo udah mau comment 🙂
      Kkk~ oalah lagi puasa jadi kebayang makanan :p haha aku juga sempet ngebayangin suzy miss a ^^

    1. Hehe gomawoo udah mau comment 😀
      Ini ga ada partnya hehe tapi karena banyak yang minta sequel jadi aku usahain bikin sequel yaa 😉

    1. Wah aku seneng ternyata dapet feel seremnyaa 😀 gomawo udah mau baca dan comment yaaa!
      Haha samaa dong aku juga biasnya taem sama key *lah
      Okee 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s