Loves Way – Part 2

LOVES WAY

[Part 2]

Title : Loves Way [Part 2]

Author : YongEunnie a.k.a Missky

Genre : School, Romance, Friendship, Life

Length : Sequel

Rating : PG-13

Main Cast : Bae Suzy, all member SHINee

Support Cast : Find them in the story

Suzy POV

Perlahan-lahan mulai kubuka mataku, rasanya berat sekali tapi aku harus tetap berusaha membukanya. Benar, aku harus segera membuka mataku dan melihat siapa namja yang telah menolongku semalam.

“Sudah bangun.” Aku menoleh ke sumber suara, aku berusaha keras menoleh meskipun kepalaku rasanya masih pening sekali.

“Tidur saja jika kau masih merasa pusing. Aku membawakan segelas susu hangat untukmu.” Kata namja itu sembari meletakkan segelas susu yang dia bawa tadi di meja kecil samping tempat tidurku lalu melangkah mendekati jendela untuk menyingkap tirai-tirai yang menghalangi sinar matahari masuk, sedangkan aku masih berbaring di kasurku yang nyaman dan kupandangi wajah namja itu. Tampan, itulah kata yang dapat melukiskan wajahnya. “Siapa kau?” tanyaku dengan suara sedikit parau.

“Sudah puas melihati wajahku?” ujarnya tak menghiraukan pertanyaanku sambil tersenyum padaku kemudian dia melangkah mendekatiku lalu duduk di pinggir tempat tidurku.

“Kau tahu aku sedang memandangimu, tapi kenapa kau diam saja?”

“Aku memang sengaja.” Jawabnya sambil tetap memamerkan senyum manisnya padaku. [mau di senyumin juga, ^o^]

“Laporan yang kacau kemarin sudah diselesaikan dan sekarang ada di meja kerjamu. Mau aku ambilkan untukmu? Katanya harus segera ditanda tangani.” Ujarnya sambil memandang laporan yang ada di meja kerjaku.

“Siapa kau? Kenapa kau di ijinkan masuk kemari dan apa kau disuruh Direktur Yoon untuk menjagaku?” tak kuhiraukan perkataannya tentang laporan sialan itu.

“Hahahahahaha, kau benar-benar orang yang protektif.” Tertawa, dia malah tertawa. Apa lucu? Huh dia membuatku marah.

“JAWAB AKU!!” bentakku meskipun suaraku masih parau.

“Baiklah, kenalkan aku Kim Kibum tapi kau bisa panggil aku Key.”

“Aku tanya siapa kau bukan siapa namamu.”

“Chagiya, naneun naui bubo nampyeon.” Katanya seraya mendekatkan wajahnya ke wajahku sehingga jarak wajah kami hanya tinggal beberapa senti saja, sedangkan aku masih dalam posisi tidur. Otomatis aku terbelalak atas pernyataannya tadi.

“Kau terkejut? Nado.” Katanya lagi dan mulai menjauh dariku, dia melangkahkan kakinya menuju jendela dan menerawang langit yang terlihat cerah.

“Kau serius.” Akhirnya aku bisa mengendalikan emosiku lagi dari spot jantung barusan.

“Tentu saja, oh ya aku sudah menyuruh pengasuhmu untuk menelfon sekolahmu untuk meminta ijin tidak masuk hari ini.” Katanya sambil melangkah pergi keluar kamarku.

“Cepat mandi dan turun untuk sarapan, setelah itu aku akan ceritakan tentang bagaimana aku bisa disini. Kau sudah kuat jalan sendiri kan?” katanya lagi sembari menutup pintu kamarku.

“Apa ini? MALDO ANDWAE!!” teriakku sekeras-kerasnya.

UHUK UHUK HUK HUK HUK…

aku terbatuk-batuk gara-gara teriak tak jelas, bencana apa ini. Eomma ini pasti kerjaan eomma.

“Kau lama sekali makananya sudah hampir dingin, palli.” Aku dengan malas melangkah menuju meja makan dan sampai disana malah diomeli oleh namja misterius ini. Dia benar-benar berisik.

“Cepat ceritakan padaku asal usul semua ini.” Kataku ketus saat kami (aku dan namja itu) sudah duduk di ruang tengah.

“Kau benar-benar persis seperti yang di ceritakan eommamu.” Katanya sambil tertawa tak jelas. Aku benci dia, benci orang seperti dia.

“Baik ara. Aku dikirim kesini untuk menjagmu dan untuk proses pendekatan kita sebelum kita menikah.”

“MWO? Menikah? Tidak mungkin, aku ini masih 16th dan aku tidak mau menikah apalagi denganmu.” Ucapku ketus.

“Memang benar usiamu baru 16th tapi kau sudah layak untuk menikah bukan? Kau sudah memiliki pekerjaan, uang dan rumah sendiri jadi tak ada alasan kalau kau masih tanggung jawab orang tuamu. Begitu juga denganku, aku punya pekerjaan, uang dan rumah sendiri jadi kita berdua benar-benar sudah layak menikah. Yaa itulah alasan eommaku dan eommamu memutuskan perjodohan ini. Tapi aku tak akan pernah sudi untuk menikah dengan yeoja sepertimu.” Jelasnya panjang lebar. Jadi dia sudah tahu semua tentang aku, sedangkan aku tak tahu apapun tentangnya. Sial, benar-benar sial. Eomma dan appa sedang bersenang-senang di luar negeri tapi mereka malah mengirim masalah padaku.

“Jadi kau sudah tahu semua tentangku?”

“Tentu saja, kau Bae Suzy pemilik toserba JIZUN. Nona Presdir, perlukah aku memanggilmu begitu? Saat pertama mendengar itu aku juga tidak percaya kalau toserba sebesar itu dipimpin dan dimiliki oleh yeoja manja, gegabah dan sombong sepertimu.” Hah, dia benar-benar tahu tentang semua itu. Itu berarti dia tidak bohong tentang perjodohan ini, ahh tidak mungkin juga kalau dia berbohong.

“Sudah, aku ingin pergi keliling Seoul sudah lama juga aku tidak ke Seoul ternyata kangen juga.” Dia melenggang pergi setelah menghabiskan sarapannya, sedangkan aku masih duduk diam di tempat dudukku, aku benar-benar sudah merusak imegku di depan namja itu. Aku tidak pernah bicara banyak pada orang kecuali pada Jinki, Min Hee dan Chansung oppa. Chansung oppa aku butuh kau sekarang. Aku berlari menuju kamarku dan segera menelfon Chansung oppa. Di angkat, yaa senang sekali dia bisa mengangkat telfonku. Berbicara dengannya memanglah hal yang aku butuhkan.

Suzy POV END

AUTHOR POV

“Yeoboseyo.” Kata Suzy riang saat orang yang dia telfon mengangkat telfonnya.

“Yeoboseyo, Suzy-ya bogoshipo. Kau lama sekali tak menelfonku.” Suara dari seberang sana.

“Nado bogoshipo, oppa kapan kau pulang. Aku dapat masalah besar disini.” Ujar Suzy dengan nada sedikit manja.

“Masalah? Ada masalah apa? Baiklah aku akan pulang ke Seoul minggu depan, tunggu aku. Sekarang aku harus pergi jika sempat nanti aku akan menelfonmu. Annyeong chagi.” PIP. Orang di seberang mengakhiri sambungan telfonnya.

“Oppa…. aiish selalu begini.” Gerutu Suzy kesal.

Seminggu berlalu sejak kedatangan Kibum, salama itu pula mereka berdua hanya saling diam dan melakukan aktifitas masing-masing. Suzy sekolah seperti biasa tapi rupanya dia masih enggan menceritakan masalahnya pada kedua sahabatnya. Tetap dengan masalah ketiga yeoja manja yang sekarang sudah menjadi musuh besar Suzy. Keluar masuk BP juga sudah menjadi tradisi, pertengkaran dengan gank namjapun juga tak terelakkan. Ada beberapa namja yang memperhatikan Suzy, tentu saja yeoja cantik dan unik sepertinya pasti banyak menyorot perhatian.

Sore ini dan seperti sore-sore sebelumnya Suzy melakukan ritual hariannya, yaitu memandangi jam di ruang tengah atas untuk menghitung waktu berapa lama lagi Chansung datang. Chansung namjachingunya yang sudah berjanji akan pulang ke Seoul dan menemuinya.

“Nona, di bawah ada seorang namja yang mengaku bernama Chansung.” Otomatis Suzy meninggalkan ritualnya dan berlari ke ruang tamu bawah untuk menemui orang yang mengaku bernama Chansung tadi.

“Oppa….” Panggil Suzy sambil berlari menuju namja yang sedang duduk manis menunggu si pemilik rumah.

“Suzy-ah bogoshipo.” Kata namja itu yang sekarang sudah berdiri dan menghadap yeoja yang sedang berlari ke arahnya.

“Nado bogoshipo.” Kata Suzy sambil memeluk namja yang sekarang sudah didepannya. Momen yang jarang terjadi inipun menjadi tontonan para pelayan.

“Ayo ceritakan apa masalahmu.” Kata Chansung setelah mereka sampai di kamar Suzy.

“Aku tak mau membicarakan itu dulu.”

“Baiklah, aku rindu sekali padamu.” Kata Chansung seraya memeluk Suzy yang sedari tadi tetap berdiri sambil memandangi Chansung yang sudah duduk tanpa diminta.

“Oppa, jalan-jalan yuk.” Ajak Suzy yang masih dalam pelukan Chansung.

“Kajja, aku juga sudah rindu sekali pada Seoul.”

Malam hari’nya saat mereka sudah pulang dari jalan-jalan.

“Oppa menginap disini saja ya? Oppa pasti capek baru pulang ke Seoul udah aku ajak jalan-jalan.”

“Ne, aku akan menginap disini.” Ucap Chansung sambil tersenyum pada Suzy.

“Baguslah, kajja kita makan malam. Oppa pasti sudah lapar.” Ajak Suzy sambil menarik lengan Chansung meuju ruang makan.

@ Ruang makan

AUTHOR POV

“Kau kemana saja, aku…” Key tidak melanjutkan kata-katanya karena melihat namja yang bersama Suzy.

“Bukan urusanmu, kajja oppa kita makan. Jangan pedulikan namja aneh ini.” Kata Suzy sinis sambil melirik tajam pada Key.

“Apakah dia namjachingu Suzy?? Hah benar-benar tidak sesuai bayanganku.” Kata Key dalam hati.

Key makan malam dalan diam sambil bergulat dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Suzy asyik sendiri makan sambil bercanda dengan Chansung.

“Kalau dia mau menginap dia harus menginap di pavilium, ingat pesan umma dan appamu.” Kata Key sembari pergi dari ruang makan itu.

“Huh, dasar namja aneh. Seenaknya saja dia mengaturku, ini’kan rumahku sendiri kenapa dia harus ikut campur.” Gerutu Suzy kesal pada kata-kata Key.

“Siapa dia?” akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Chansung, ssedari tadi dia sudah penasaran dengan namja itu.

“Ne? ohh itu namja aneh yang dijodohkan umma denganku.” Kata Suzy santai tanpa melihat perubahan ekspresi Chansung saat mendengar kata dijodohkan.

“Tentu saja dia ikut campur, secara tidak langsung dia sudah menjadi calon nampyonmu.” Kata Chansung sambil menatap Suzy penuh arti.

“Mwo? Kenapa oppa bilang begitu? Aku tidak akan pernah menikah dengannya, dan dia juga sudah bilang kalau dia juga tidak akan menikah denganku.” Jawab Suzy yang kini telah berdiri di hadapan Chansung. (anggep aja tadi Suzy sedikit jengkel jadi ngejar Key dikit)

“Suzy, bagaimanapun juga dia akan menjadi nampyonmu dan aku sudah tak punya harapan lagi untuk bias bersamamu.” Kata Chansung sambil menatap Suzy dalam.

“Apa maksud oppa? Sudah kubilang kalau aku tidak akan pernah menikah dengannya.”

“Tidak bisa, keinginan ummamu tadak pernah bisa ditentang. Benarkan? Jadi lebih baik aku menyerah saja.”

“Tidak, oppa tidak boleh menyerah. Karena adanya oppa aku bisa bertahan dan melawan keinginan umma. Kalau oppa menyerah bagaimana denganku nanti? Aku tidak mau menikah dengannya dan aku tidak mau berpisah dengan oppa.” Air mata Suzy kini sudah mengalir deras.

“Maafkan aku Suzy, kau memang bisa menentang keinginan ummamu, tapi aku tidak bisa. Aku sudah berjanji padanya untuk menjagamu dengan sebaik-baiknya, jadi saat ummamu memintaku untuk menyerahkanmua pada namja yang dijodohkan denganmu tentu saja aku akan melakukannya karena aku sudah berjanji.” Kini air mata Chansung ikut menetes.

“Tidak, oppa tidak harus lakukan itu. Oppa tidak perlu menepati janji pada umma. Tidak perlu dan tidak usah diingat lagi.” Suzy semakin terisak.

“Aku juga mau lakukan itu, tapi aku tidak bisa.”

“Aku sangat mencintaimu oppa.” Ucap Suzy lirih.

“Nado Suzy, bahkan aku lebih mencintaimu dari kau mencintaiku. Karena itu aku melakukan ini.” Kata Chansung sambil memarik Suzy kedalam pelukannya.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” kata Suzy sambil menatap Chansung, masih dalam pelukan Chansung. Air matanya semakin deras dan wajahnya mulai memucat.

“Mianhae Suzy, karena aku tidak bisa memilikimu maka tak ada satu namjapun yang boleh memilikimu juga. Aku lakukan ini untuk kebaikan kita. Kau tak mau menikah dengan namja itu kan? Dengan ini kau tak akan menikah dengan namja itu, dan aku sudah pasti tak akan pernah memilikimu dan dengan ini tak ada satu orangpun yang akan memilikimu.” Kata Chansung berbisik di telinga Suzy. Sementara Suzy hanya diam.

Keringat dingin sudah mulai mengucur di kening Suzy, wajahnya juga semakin pucat. Sedangkan Chansung masih tetap memeluknya erat penuh kasih sayang.

“Suzy-ya, saranghae. Dengan begini kau akan mencintaiku selamanya.” Chansung semakin mempererat pelukannya. Menahan tubuh Suzy agar tak terjatuh ke lantai. Hatinya berdegup kencang, begitu pula dengan Suzy. Kini nafasnya semakin tak teratur dan wajahnya benar-benar sangat pucat. Chansung membelai lembut rambut Suzy yang harum dan lembut itu dengan penuh cinta dan sedikit mengusap keringat di dahinya. Tak lupa Chansung juga mengusap air mata yang sedari tadi mengalir deras di pipi Suzy. Chansung mulai mengusap pipi Suzy dan kemudian ia mencium bibir Suzy dengan lembut. Bibir Suzy yang sudah tak lagi berwarna indah.

“Suzy mianhae-hago saranghae.” Kata Chansung sambil meletakkan tubuh Suzy yang tak bedaya dilantai ruang makan.

“Suzy-ya malaikat akan menjemputmu dan kita akan bersatu lagi di kehidupan selanjutnya.”

“Mianhae-hago saranghae.” Setelah itu Chansung pergi meninggalkan Suzy tergeletak di lantai dengan tubuh bersimbah darah akibat tusukan pisau lipat yang ditujukan di perutnya oleh Chansung. Entah dari mana Chansung mendapatkan pisau lipat itu. Pisau itu kini sudah tak tertancap lagi di perut Suzy, Chansung sudah mencabutnya dan membawanya pergi bersama kepergiannya dari rumah Suzy.

“T…t..ol..o..ng…..a…k.u…” kata Suzy lirih bahkan sampai hanya bisa terdengar oleh dirinya sendiri. Suzy sudah tak berdaya dan tak memiliki tenaga lagi untuk meminta pertolongan. Luka di perutnya terus mengeluarkan darah, ia bisa saja mati kehabisan darah. Pelayannya sudah pergi ke pavilium untuk istirahat, karena seperti biasa setiap di atas pukul 8 malam para pelayan laki-laki harus sudah meninggalkan rumah. Sementara pelayan wanita, mereka diharuskan menjauh dari ruang makan saat Suzy sedang makan. Jadi tak ada satupun orang yang akan mendengarnya kecuali ia berteriak seperti biasanya.

Sementara Suzy berusaha memanggil pelayan..

“Maafkan aku Suzy, sungguh maafkan aku.” Gumam Chansung sambil berjalan cepat meninggalkna rumah Suzy, bajunya yang berwarna abu-abu terang kini berubah menjadi abu-abu gelap karena terkena darah Suzy.

Key yang sedari tadi mendengarkan music di balkon kamarnya melihat Chansung yang berlari kecil sambil membawa tas besarnya.

“Bukannya dia bilang akan menginap, kenapa dia pergi? Sepertinya dia sedang panic. Apa yang terjadi.” Gumam Key dan banyak pertanyaan menghampiri pikirannya. Karena penasaran dia memutuskan untuk menemui Suzy untuk mencari jawaban dari banyak pertanyaan di pikirannya. Key dengan santainya menuruni tangga menuju ruang makan.

“Sepi sekali, kemana semua pelayan?” gumam Key.

“Suzy apa yang terjadi padamu, ya tuhan darahmu banyak sekali. Kau harus segera ke rumah sakit. Bertahanlah, kumohon.” Kata Key saat ia sudah sampai di ruang akan. Lantai yang putih berubah menjadi merah dan Suzy sudah tak sadarkan diri dengan detak jantung dan nafas yang sangat lemah. Key langsung menggendong Suzy dan memanggil para pelayan untuk menyiapkan mobilnya.

“Suzy-ya bertahanlah, kumohon bertahanlah.” Kata-kata itu berulang kali diucapkan Key sembari menyetir mobilnya menuju rumah sakit. Sementara Suzy berada di jok belakang bersama dua orang pelayan yang memeganginya.

“Sial, cepat jalan. Ayolah cepat.” Umpat Key saat jalanan mulai sedikit macet sambil menekan klakson mobilnya dengan kasar.

“Tuan, cepatlah. Detak jantungnya mulai menghilang.” Kata salah satu pelayan dengan nada sangat cemas.

“Sial, cepatlah.” Umpat Key lagi sambil menekan klaksonnya lebih sering lagi.

@ Rumah Sakit

“Suster cepat panggil dokterm keadaannya sangat kritis.” Teriak Key sambil ia menggendong Suzy yang sekarang sudah benar-benar tidak berdaya. Para susterpun segera mengambil kasur dorong dan meminta Key menidurkan Suzy di sana, tapi Key menolaknya. Dia langsung membawa Suzy ke UGD dan langsung menidurkannya di sana. Dokterpun segera memeriksa keadaan Suzy dan para suster membantu memasang alat pernafasan dan pengukur detak jantung. Detak jantung Suzy benar-benar sangat lemah, terlihat dari gambar monitor. Suster yang lain berusaha membersihkan darah yang ada dimana-mana. Sekarang dokter menggunakan alat pemicu detak jantung yang bentuknya sekilas seperti seterika untuk memacu jantung Suzy yang ternyata telah tak ada sama sekali. Key yang melihat Suzy dari luar ruangan sangat cemas melihat keadaan Suzy yang lemah tak berdaya apalagi monitor menunjukkan garis lurus disana. Kedua pelayan yang ikut bersama Key menangis dan berdoa untuk Suzy.

“Tuan keluarga dari nona Suzy?” Tanya dokter yang menangani Suzy pada Key.

“Ne, aku oppanya. Bagaimana keadaannya.?” Kata Key dengan tidak sabar.

“Dia harus segera dioperasi, kami perlu persetujuan dari pihak keluarga.”

“Lakukan apapun asalkan Suzy selamat.” Kata Key sambil menggenggam tangan dokter itu.

“Baiklah, saya akan lakukan semaksimal mungkin. Tolong doanya.” Kata dokter itu sambil menepuk ringsn bahu Key dan kembali masuk ke ruang UGD untuk mempersiapkan operasi di ruang operasi.

Setelah kira-kira 4 jam dokter melakukan operasi, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.

“Bagaimana keadaan Suzy sekarang dok?” Tanya Key tak sabar diikuti kedua pelayan tadi yang juga sangat cemas.

“Saya perlu bicara dengan anda di ruangan saya.” Kata dokter Nam. Dokter Nam dan Key pun berjalan menuju ruangan dokter Nam dan Key meminta kedua pelayan tadi menunggu di depan ruangan ICU tempat Suzy dipindahkan nanti.

@ Ruang Dokter Nam

“Silahkan duduk dulu.” Dokter Nam mempersilahkan Key duduk.

Setelah mereka duduk dengan nyaman mulailah pembicaraan penting mereka.

“Tuan Key kami bisa menormalkan detak jantung dan nafasnya. Opersinya juga berjalan lancar, tapi dia belum melewati masa kritisnya. Dia harus melewati masa kritisnya dalam waktu 2 jam, jadi 2 jam kedepan adalah masa yang palinhg menentukan.”

“Lalu bagaimana jika dalam 2jam dia tidak bisa melewati masa kritisnya?”

“Kemungkinan besar dia akan koma.”

“Koma? Lalu berapa lama dia akan koma dok?” Tanya Key dengan wajah sangat khawatir.

“Ninimal dia akan koma selama seminggu.”

“Minimal seminggu? Lalu kemungkinan terlama?”

“Kemungkinan terlama adalah selamanya akan koma, sebenarnya nona Suzy sudah sangat terlambat di bawa kimari. Tapi karena keajaiban detak jantungnya bisa normal dan dia bisa melewati opersinya dengan baik.”

“Ya tuhan.” Kata Key sambil memegang kepalanya yang rasanya sangat pening.

“Kemungkinan saat dia sadar nanti adalah kelumpuhan karena sindrom yang nona Suzy derita juga mempengaruhi keadaannya.” Sambung dokter Nam.

“Lumpuh dok?” kata Key tak percaya.

“Kelihatannya memang hanya luka tusukan, tapi tusukannya sangat dalam hingga mengenai organ dalam. Tapi jika dalam 2 jam nona Suzy bisa melewati masa kritisnya, kemungkinan kelumpuhan akan menjadi 50 dibanding 50.”

“Baiklah dok, saya permisi dulu. Saya ingin menghubungi orangtua kami.” Kata Key seraya menjabat tangan dokter Nam dan meninggalkan ruangan dokter Nam.

Kaki Key rasanya sangat lemas setelah mendengar pernyataan dari dokter Nam tentang keadaan Suzy, dia sekarang tidak bisa berfikir sama sekali. Dia ingin menelfon orangtua Suzy tapi dia bingung harus mengatakan apa. Key terduduk lemas luar ruangan ICU tempat Suzy dirawat. Sementara kedua pelayan tadi juga menangis dan berdoa. Key mengacak-acak rambutnya kesal dan tiba-tiba dia teringat dengan gerak-gerik Chansung yang gelisah saat meninggalkan rumah.

“Ini pasti karena namja itu, tapi kenapa dia melakukan ini pada Suzy. Bukankah dia sangat mencintainya.” Pertanyaan-pertanyaan itu berkeliaran di kepala Key dan membuat kepalanya semakin pening. Key duduk disana dan menunggu Suzy sampi melawati masa kritisnya. Tiba-tiba banyak suster yang berlarian menuju ruang ICU tempat Suzy dirawat dan dibelakang disusul oleh dokter Nam.

“Dokter apa yang terjadi?” Tanya Key cemas pada dokter Nam.

“Nona Suzy………”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “Loves Way – Part 2”

  1. komen lgi ^_^
    itu apa yg terjdi ama suzy penasaran
    trus Chansung knpa melakukan itu semua ??? kta’y cinta kok mau mmbunuh org yg d’cintai sih ???? hrus’y kan kalau chansung bener2 mncintai suzy berarti dia hrus rela kehilangan org yg dia cintai tnpa menyakiti seperti itu

    1. .mungkin cara Chansung mencintai tu sangat unik.. haha
      .tpi uga boleh dTiru ah, kejem.. hehe
      #reader jitak author
      .gomawo udah baca n ninggalin komen 🙂

  2. Ah, cinta bagaimana? Kalo cinta setidaknya perjuangkan ato relakan pada orang lain yang pantas. Eh, ini malah dibunuh Suzy nya, dasar Chansung egois nih jadi empet sendiri bacanya… TBC nya kok pas disitu sih jadinya kan penasaran, next part ditunggu, thor ^^d

    1. .Chansung terlalu frustasi mungkin, sampe ngebunuh Suzy.. hehe
      #dijitak Chansung oppa
      .gomawo dah baca n ninggalin komen 🙂

    1. .wah kembaran.ny Suzy eonni? minta tanda tangan dong.. hehe
      .gomawo dah nyempetin komen, next part dTnggu ya 🙂

  3. map part 1 gak komen ini sekalian ya
    aturan kalo syg itu kalo mau mati ya brg brg jan cuma suzy doang. aku tunggu next part. jadi penasaran nih

    1. .sering-sering komen yaa.. hehe
      .aturan Chansung berbeda tuh, rada menyimpang.. hihi
      .gomawo dah ninggalin komen 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s