My Princess for Me – Part 6

My Princess for Me (Part 6)

Title                       : My Princess for Me (Part 6)

Author                  : Papillon Lynx

Maincast             :

–          Jung Bersaudara  :

Jung Yoo Ra, covered by Park Gyuri KARA

Jung You Ni, covered by Han Seungyeon KARA

Jung Yoo Na, covered by Jung Nicole KARA

Jung Yong Hee, covered by Kim Jaekyung RAINBOW

Jung Yeon Sang, covered by Goo Hara KARA

Jung Yoo Jin, covered by Kang Jiyoung KARA

 

–          Lee Bersaudara / Enam Dewa  :

Lee Jinki SHINee as Lee Jinki/Jura, covered by Lee Jinki SHINee

Kim Jonghyun SHINee as Lee Jonghyun/Hyun, covered by Kim Jonghyun SHINee

Kim Kibum aka Key SHINee as Lee Kibum aka Key/Ken, covered by Kim Kibum aka Key SHINee

Choi Minho SHINee as Lee Minho/Mui, covered by Choi Minho SHINee

Lee Taemin SHINee as Lee Taemin/Taega, covered by Lee Taemin SHINee

No Minwoo Boyfriend as Lee Minwoo/Mir, covered by No Minwoo Boyfriend

 

Pairing:

Jinki/Jura – Yoo Ra

Minho/Mui – You Ni

Key/Ken – Yoo Na

Taemin/Taega – Yong Hee

Jonghyun/Hyun – Yeon Sang

Minwoo/ Mir – Yoo Jin

 Support Cast      :

Jung So Ah covered by Kim So Eun, Raja, Ratu, Selir Raja, Para Dayang, Para Pengawal, Yuri, Dewa Jodoh

Genre                   : Family, Life, Romance, Fantasy, Angst, a bit Comedy

Length                  : Sequel

Rating                   : PG – 16

 

Summary             :

 

“Katakan sejujurnya, Ken. Apa yang terjadi sebenarnya?”

 

“Sekarang apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menebus dosamu sekarang juga? Kenapa kau baru jujur sekarang setelah beberapa ratus tahun berlalu, huh?!”

 

“Lepaskan kedua tanganku, Hyung!! Aku akan membunuhnya saat ini juga! Ternyata kecurigaanku tak meleset, dia lah pembunuh So Ah!!”

 

“Apakah aku masih terlihat sangat muda dan cantik setelah beberapa ratus tahun berlalu?”

 

“Hajiman, kenapa Ken Hyung membunuh Jung So Ah jika memang dia mencintainya?”

 

“Hatiku tiba-tiba terasa nyeri, Oppa.”

 

“Cih, inilah karma untukmu, Ken.”

 

Annyeong! Ngga terasa MPFM udah sampai part 6 ya? Hehe.. Emang author agak ngebut bikin dan ngepublish tiap part-nya.Tapi tenang aja, jalan cerita ngga ada yang dikurangin atau dipersingkat. Happy reading!! Jangan lupa RCL (Read-Comment-Like)..

 

–    ALL POV IS AUTHOR’S POV –

 

@@@

 

“Gotjimal (Bohong)!!” pekik Yoo Na sambil terus menangis. You Ni yang sedang terlelap di kamar mereka pun ikut terbangun. You Ni memegangi kepalanya yang sakit karena terbangun tiba-tiba. You Ni beberapa kali mengerjapkan kedua matanya melihat ke arah dua sosok di dekat balkon. You Ni diam, namun saat yakin dua sosok itu adalah Yoo Na dan Ken dan Yoo Na tampak menangis, You Ni segera datang menghampiri.

“Ada apa denganmu, You Na-ah?” You Ni menyentuh pundak adiknya perlahan. Yoo Na menoleh dan langsung mendekap You Ni. You Ni mengusap-usap punggung Yoo Na, mencoba menenangkan yeoja itu. Kedua mata You Ni memperhatikan ekspresi wajah Ken yang tampak sangat sedih. “Ada apa, Ken? Apa kalian bertengkar?” tanya You Ni sekarang pada Ken. Namun tiba-tiba, Yoo Na melepas pelukannya dan berlari keluar kamar.

“Yoo Na!!” panggil You Ni. Namun Yoo Na sudah pergi.

BLAM!

Terdengar pintu apartemen ditutup dengn keras. Itu pasti Yoo Na. Batin You Ni.

“Katakan sejujurnya, Ken. Apa yang terjadi sebenarnya?” You Ni masih berusaha sabar meskipun ini adalah kali ketiga ia menanyakan hal yang sama. Ken yang semula terus menunduk, perlahan mendongakkan kepalanya sedikit dan mencoba membalas tatapan You Ni.

“Tolong maafkan aku, Putri You Ni.” Kata Ken dengan bibir yang bergetar. You Ni mengerutkan alisnya.

“Kenapa kau meminta maaf padaku? Bukankah yang baru saja ada masalah adalah kau dengan Yoo Na?” tanya You Ni masih belum mengerti. You Ni teringat Mui. Ia menatap ke sekeliling kamar itu. Namun sosok suaminya tak ada di sana. Pandangan mata You Ni kembali pada sosok Ken dihadapannya.

“Mianhae. Jeongmal mianhae. Alasan kenapa Yoo Na menangis karena.. Karena..” You Ni memandang Ken lekat-lekat. Ken menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Karena, aku mengatakan padanya kalau akulah yang membunuh Jung So Ah dulu.”

DEGH!!

“MWO?!” Seperti ada batu besar yang menindih kepala You Ni saat itu juga ketika mendengar pernyataan Ken. You Ni menutup mulutnya yang setengah menganga. You Ni menatap Ken dengan tajam. “Pantas saja adikku menangis sampai seperti itu. Kau tahu Ken, perasaan Yoo Na itu sangat sensitif! Dan kau, kenapa kau membunuh nenek moyang kami dulu?! Apa salahnya?!” You Ni mengatakan itu semua dengan nada yang tinggi. Membuat keheningan tengah malam itu menjadi suasana yang menegangkan di sekitar mereka.

BRAK!

Mui dan yang lainnya masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa. Mui segera menghampiri You Ni yang belum melepaskan tatapan tajamnya pada Ken. Mui ikut memandang Ken dengan tajam ketika ia sudah berdiri di samping You Ni.

“Apa yang terjadi, Ken? Apa yang kau lakukan?” desis Mui. Namun semua orang di kamar itu tetap dapat mendengarnya. Pandangan mata Mui teralih pada You Ni. “Chagi, gwenchana?” You Ni menggeleng perlahan.

“Sekarang apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menebus dosamu sekarang juga? Kenapa kau baru jujur sekarang setelah beberapa ratus tahun berlalu, huh?!” bentak You Ni. Mui dan empat dewa lainnya masih belum mengerti apa yang tengah terjadi dan apa maksud dari perkataan You Ni. Reflek, Mui dan empat dewa lainnya membaca pikiran You Ni. Betapa terkejutnya mereka mengetahui apa yang ada dalam benak You Ni. Terutama Mui, amarahnya langsung sampai di puncak.

“Kau-“ geram Mui. “NEO WAE IRRAE (APA YANG TELAH KAU LAKUKAN)??!! Kau sungguh kejam, Ken!!”

BYURR!!!

Mui menghempaskan tubuh Ken dengan kekuatan airnya sehingga Ken terpental dan punggungnya menabrak pilar-pilar balkon kamar dengan keras. Ken meringis menahan sakit di punggung dan dadanya. Jura dan Hyun yang tak ingin keadaan semakin rumit segera menengahi mereka. Jura mengunci kedua tangan Mui dengan awan-awan yang berasal dari kekuatannya. Sedangkan Hyun segera membuat dinding perlindungan di depan Ken dengan kekuatan anginnya. Meskipun tak terlihat, namun serangan air Mui takkan bisa menerobos dinding yang terbuat dari angin milik Hyun itu. Mui menoleh pada Jura dengan kesal.

“Lepaskan kedua tanganku, Hyung!! Aku akan membunuhnya saat ini juga! Ternyata kecurigaanku tak meleset, dia lah pembunuh So Ah!!” Jura menggeleng dan mendekat. Tangannya mengusap puncak kepala Mui membuat Mui menatapnya heran. Namun saat Mui tahu apa yang sedang dilakukan Jura, Mui merasa pandangan di sekitarnya menjadi gelap dan ia ambruk. Awan-awan yang mengikat kedua tangannya memudar lalu menghilang. Jura membuat Mui tak sadarkan diri. Hanya dengan tatapan matanya, tubuh Mui terangkat bersama awan-awan dan dibaringkan ke atas tempat tidur yang semula dipakai You Ni.

“Jagalah dia, Putri You Ni. Cara ini bisa membuatnya tenang untuk beberapa jam ke depan.” Ucap Jura bijak. You Ni mengangguk dan beringsut duduk di samping tubuh Mui.

Hyun menarik kekuatan anginnya dan dinding pertahanan itu hilang. Namun Ken masih belum beranjak dari tempatnya.

“Hyung..” ucap Taega dan Mir bersamaan dengan lirih melihat Mui yang tak sadarkan diri dan Ken yang tidak mau beranjak sedikitpun dari tempatnya. Tatapan Ken terlihat kosong. Wajar saja jika Taega dan Mir mengkhawatirkan kedua kakaknya yang sejak dulu selalu berseteru.

“Taemin, Mir. Sepertinya kita kembali ke kamar saja sekarang.” Kata Yong Hee pada suaminya dan adik iparnya. Kedua dewa itu pun mengangguk lemah dan menurut. Yoo Jin mengusap pundak Mir perlahan seraya mereka berjalan meninggalkan kamar itu.

“Dimana Yoo Na Eonni?” tanya Yeon Sang dengan wajah yang cemas. Yeon Sang baru sadar kalau hanya Yoo Na saja yang tak bersama mereka sejak tadi.

“Biar aku dan Yeon Sang saja yang mencari Putri Yoo Na.” Yeon Sang menolehkan kepalanya cepat ke arah Hyun. Hyun tersenyum dan mengangguk. “Jura Hyung, Putri Yoo Ra, kalian jaga saja di sini. Siapa tahu Mui bangun dan mengamuk lagi.” Kata Hyun lagi lalu menggandeng tangan Yeon Sang dan meninggalkan apartemen untuk mencari Yoo Na.

“Hyung, aku juga akan mencari Yoo Na. Aku akan menyelesaikan ini semua.” Semua menoleh cepat ke arah Ken yang sudah berdiri di tempatnya dan tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Ken menghilang bersama kobaran apinya.

“You Ni-ah, kami menunggu di ruang tengah ya..” kata Yoo Ra seraya mengelus rambut panjang You Ni. You Ni mengangguk. Yoo Ra dan Jura pun keluar dari dalam kamar.

Angin malam yang menusuk berhembus kencang masuk ke dalam kamar karena pintu balkon yang terbuka lebar. You Ni bangkit dan berniat akan menutup pintunya. Ketika ia sampai di depan pintu balkon, ia melihat seorang yeoja mengenakan gaun putih yang terbuat dari bulu dan mahkota bunga menghiasi kepalanya. You Ni terkesiap dan segera tahu siapa yeoja itu setelah mengenali wajah tirus dan rambut cokelat ikalnya.

“Kau.. Kenapa kau bisa ada di dunia manusia?” tanya You Ni yang merasa curiga. Yeoja itu justru terkekeh dan menyeringai.

“Aku tak menyangka, keturunanku juga akan berjodoh dan bahkan sampai menjadi istri sahnya Mui.” Kata yeoja itu sambil berjalan memutari tubuh You Ni.

“Apa maksudmu??” You Ni menatap tajam yeoja yang berada di hadapannya.

“Apakah aku masih terlihat sangat muda dan cantik setelah beberapa ratus tahun berlalu?” You Ni membelalakan matanya. “Ne. Aku adalah Jung So Ah, nenek moyang kalian. Dan yang terpenting, aku masih hidup sampai saat ini meskipun kalung milikku telah melingkar manis di lehermu, You Ni-ah.” You Ni reflek menyentuh liontin kalungnya. “Hajiman, meskipun kau telah bersama Mui sekarang, namun sampai kapanpun aku adalah pengantin pertama Mui. Akulah yang pertama kali mengenakan kalung itu dan akulah yang pertama merasakan cintanya. Dan agar aku bisa mendapatkan Mui kembali, aku ingin kau terus hidup.”

Whuuusss..!!!

Yeoja itu menghilang bersama angin. You Ni mematung di tempatnya. Ia masih mencoba mencerna kalimat terakhir yang dia dengar dari So Ah. Terus hidup agar ia bisa bersama Mui?? Apa maksudnya? Batin You Ni.

“Putri..” You Ni terlonjak dan membalikkan badannya. Dilihatnya Jura berdiri di hadapannya sekarang. “Aku sudah mengira, dia akan datang. Karena memang, Jung So Ah tidak pernah mati saat itu. Kalung yang kau kenakan itu menyelamatkannya dari kematian.” You Ni terkejut.

“Bisakah kau menceritakan semuanya padaku? Tentang Mui dan Jung So Ah. Semuanya. Dan juga, kenapa ia menginginkan aku terus hidup agar dia bisa merebut Mui? Bukankah seharusnya aku menjadi penghalang baginya?” tanya You Ni bertubi-tubi. Jura pun hanya bisa mengangguk. Jura tahu, sebagai istri Mui sekarang, You Ni berhak untuk tahu semua yang menjadi dan terjadi di masa lalu Mui.

FLASHBACK

Mui berdiri di depan sungai Kerajaan Enam Dewa sendirian di tengah malam yang dingin. Ia menatap air sungai yang tampak tenang dan tak bergerak sedikitpun. Sinar bulan malam itu menembus air sungai sehingga menampakkan bagaimana dasar sungai di hadapannya itu.

Mui tersenyum. Ia menghentakkan satu kakinya ke tanah dan gulungan air sungai mencuat ke udara begitu saja. Air sungai itu berputar-putar di atas menuruti perintah kedua tangan Mui yang bergerak memutar ke atas. Mui menatap intens gumpalan air besar itu dan untuk sepersekian detik kemudian kedua manik matanya yang hitam bening berubah menjadi berwarna kebiruan. Mui tersenyum lagi saat seekor naga air berwarna keunguan muncul dari dalam sungai dan seakan bermain-main dengan air yang terus berputar-putar itu. Tak lama, gumpalan air dan naga ungu itu menjadi satu lingkaran besar berwarna biru keunguan dan terbelah menjadi dua bagian. Masing-masing dua bagian itu perlahan membentuk dua buah batu kristal dan berubah warna menjadi ungu seluruhnya. Mui menangkap kedua batu kristal ungu itu dan menciptakan dua buah rantai perak untuk mengalungkan kristal-kristal itu.

“Mui..” So Ah menghampiri Mui dan tersenyum melihat namja itu menatapnya. Mui juga tersenyum dan menunjukan sebuah kalung untuk So Ah.

“Untukmu.” Kata Mui membuat So Ah terperangah dengan sinar keunguan yang memancar dari kalung itu. Mui memakaikan kalung itu di leher So Ah. Dan bergantian, So Ah memakaikan kalung yang serupa di leher Mui. “Berjanjilah padaku, So Ah. Kau akan terus bersamaku.” So Ah tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Mui. Mui memejamkan matanya. Merasakan kelembutan sentuhan tangan So Ah untuknya.

“Aku janji, Mui. Aku akan terus bersamamu. Aku akan terus menjadi pengantinmu. Aku yakin, tak ada yang bisa menggantikan posisiku di hatimu sekarang, esok dan kelak.” Ucap So Ah meyakinkan Mui dan dirinya sendiri. Mui membuka kedua matanya dan menarik So Ah ke dalam dekapannya. Mui mendekap So Ah erat. Seolah apa yang menjadi firasatnya beberapa hari terakhir ini akan benar-benar terjadi sebentar lagi. Firasat kalau So Ah akan segera meninggalkannya. Ia takut. Sangat takut. Itulah sebabnya ia menciptkan kalung kristal itu. Tentunya untuk melindungi So Ah.

“Dengarkan aku, So Ah.” So Ah mengangguk dalam dekapan Mui. Mui menghela nafasnya panjang. “Kalung yang kuberikan untukmu aku buat dengan kekuatan airku yang memiliki kekuatan penyembuh bagi siapapun yang memakainya. Kalung ini akan melindungimu dari bahaya. Jadi, kau tenang saja. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu.” So Ah terperanjat dan melepaskan pelukan Mui.

“Apa maksudmu?” tanya So Ah. Kini giliran Mui yang menangkupkan kedua tangannya di pipi So Ah. Mui sedikit membungkukkan badannya untuk menyeimbangi tinggi tubuh So Ah yang hanya sebatas dadanya saja.

“Siapapun yang akan mencoba membunuhmu itu takkan berarti apa-apa jika kau masih mengenakan kalung ini di lehermu.  Berjanjilah padaku, kau juga akan terus memakai kalung ini. Jangan pernah melepasnya kalung ini sedetik pun. Arrasseo??” So Ah mengangguk. “Maafkan aku, aku belum bisa menikahimu secara sah. Dewa Jodoh menolak permintaan kita untuk mengadakan ritual pernikahan karena aku masih belum memiliki tubuh pengganti dari manusia. Aku sebenarnya bisa saja memilih asal manusia manapun untuk menjadi tubuh penggantiku, tapi jika aku telah bersatu dengan tubuh penggantiku, maka aku takut cintaku untukmu akan menghilang. Karena kau tahu kan, efek menggunakan tubuh pengganti akan membuatku perlahan berubah sepenuhnya menjadi tubuh penggantiku. Sikap, sifat, kenangan-kenangan, ingatan-ingatan milik tubuh pengganti itu akan melekat dalam diriku. Dan aku tak mau melupakanmu karena hal itu.” Sesal Mui seraya menjelaskan semuanya. So Ah hanya bisa mengangguk mengiyakan.

“Gwenchana. Menjadi pengantin pertamamu saja sudah membuatku bahagia.” Mui mendekap So Ah lagi. Mui merasa sangat menyesal tidak bisa menikahi So Ah secara sah. Tidak bisa menjadikan So Ah sebagai istrinya. Namun hanya sekedar pengantinnya saja.

FLASHBACK END

@@@

“Saat Ken menghujamkan pedangnya di tubuh So Ah, aku melihatnya. Aku memang mengetahui cinta terlarang Ken untuk So Ah. Karena aku sengaja membaca isi hati dan pikiran Ken. Sebelum kejadian itu, aku pergi ke Kerajaan Langit dan menemui Dewa Jodoh. Aku bertanya pada Dewa Jodoh siapakah sebenarnya jodoh Mui dan Ken. Aku ingin memastikan, apakah So Ah akan bersama Mui atau justru bersama Ken.” Kata Jura kepada You Ni, Yoo Ra, Yoo Jin, Yong Hee, Mir dan Taega. Mereka semua duduk bersila dengan formasi melingkar di lantai, di ruang tengah apartemen mereka dekat dengan sofa. Semuanya mendengarkan cerita Jura dengan saksama.

“Lalu Hyung, apa kata Dewa Jodoh saat itu?” tanya Taega disusul anggukan yang lain.

“Dewa Jodoh mengatakan bahwa jodoh Mui dan Ken bukanlah So Ah. Jodoh mereka berdua berasal dari dunia manusia juga. Akan tetapi, akan datang selang beberapa ratus tahun kemudian. Sekarang aku yakin, jodoh mereka adalah Putri You Ni dan Putri Yoo Na.” terang Jura lagi.

“Hajiman, kenapa Ken Hyung membunuh Jung So Ah jika memang dia mencintainya?” kini giliran Mir yang membuka suara.

“Itu karena So Ah tidak mau menerima cintanya dan So Ah sangat mencintai Mui. Rasa cemburu membutakan mata hati Ken dan rasa cemburu itu mengubah Ken. Rasa ingin menyaingi Mui membuat Ken tega membunuh So Ah. Ken ingin melihat Mui terpuruk.” Mir terperanjat mendengar jawaban dari pertanyaannya sendiri. Ia tidak mengira permusuhan yang terjadi di antara kedua kakaknya itu sampai berkembang menjadi penuh ambisi seperti ini.

“Dan, apa yang terjadi setelah Ken membunuh So Ah? Kenapa So Ah tidak mati saat itu?” tanya Yoo Jin.

“Kita semua tahu, kalau kalung yang kita pakai ini memiliki kekuatan penyembuh. Karena di setiap kalung milik kita, ada kekuatan air Mui. Mui menyumbangkan sedikit kekuatan airnya ke dalam setiap kalung milik kita di samping aku dan para dewa juga menyumbangkan setengah kekuatan kita. Begitu juga dengan kalung milik So Ah yang sekarang menjadi kalung milik Putri You Ni. Ketika Ken membunuh So Ah, So Ah masih mengenakan kalung itu di lehernya. Walaupun So Ah terluka, sebanyak dan separah apapun luka di tubuhnya, itu tidak akan membuatnya mati. Karena kalung itu melindunginya. Setelah itu, aku melihat Ken geram dan menarik kasar kalung itu dari leher So Ah lalu membuangnya ke dalam sungai. Ken juga menenggelamkan tubuh tak berdaya So Ah ke dalam sungai itu. Keundae, ketika Ken meninggalkan sungai itu, So Ah nyatanya masih hidup. So Ah memakai kalung itu lagi dan ia kembali ke dunia manusia dengan selamat.” Semua terkesiap mendengar cerita terakhir Jura. So Ah selamat dari kematian?? Batin mereka semua kecuali Jura tentunya.

“Maldo andwae (Tidak mungkin). Seharusnya So Ah mati setelah kalung itu terlepas dari lehernya, kan?” ucap Yoo Ra dengan lirih. Yoo Ra menoleh ke sampingnya. Ia melihat You Ni hanya diam dan menunduk. Yoo Ra memandang adiknya itu dengan sedih.

“Itu karena Mui dan So Ah belum terikat pernikahan. Mereka tidak memiliki simbol seperti di tangan kita semua ini.” Jura mengangkat tangannya dan menunjukan simbol di telapak tangannya. “Karena Mui dan So Ah belum terikat, maka kalung itu melindungi So Ah dari kematian meskipun kalung itu sempat terlepas dari tubuhnya. Namun jika Mui dan So Ah sudah menikah, tentu saja saat kalung itu terlepas, roh So Ah akan rusak di dalam sungai itu dan raganya yang tersimpan di tabung kaca berair saat itu juga akan hancur. Itulah sebabnya mengapa kami semua membuat para putri tak sadarkan diri saat itu ketika berada di dalam sungai. Dalam keadaan memakai kalung di dalam sungai dan akan berpindah dunia, para putri tidak boleh dalam keadaan sadar. Jika tidak rohnya akan rusak dan tidak bisa kembali ke dalam raganya lagi. Terlebih lagi, saat kalung itu terlepas, posisi So Ah bukan di dunia manusia, jadi rohnya tidak akan menghilang ataupun rusak. Saat itu So Ah masih berada di Dunia Enam Dewa, bukan?” Jura mengakhiri penjelasan panjangnya. Meskipun lelah, ia harus menjelaskan itu semua. Karena ia lah satu-satunya saksi saat itu dan ia lah yang paling mengetahui sebab dan akibat semua hal yang terjadi di antara Ken, Mui dan So Ah kala itu.

Hening tercipta. Mereka tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing untuk beberapa saat. Tak lama, semuanya memandang wajah You Ni yang masih menunduk dan terdiam. Yoo Ra menyentuh perlahan bahu You Ni.

“Apa yang terjadi setelah So Ah kembali ke dunia dengan selamat?” Untuk pertama kalinya You Ni mau membuka suaranya. Jura sudah tahu, hal yang paling membuat You Ni penasaran adalah kejadian setelah So Ah selamat dan bagaimana caranya kalung itu bisa menjadi miliknya sekarang.

“So Ah kembali ke kerajaan kalian. Kalung itu dalam sekejap menyembuhkan luka-luka di tubuhnya dan ia menikah dengan kakek moyang kalian meskipun tanpa cinta. Ia ingin kembali ke Dunia Enam Dewa dan bertemu dengan Mui, tapi ia tak berani karena takut dengan Ken dan juga ia sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan, yaitu nenek kalian. So Ah terus awet muda dan tidak mati meskipun nenek kalian, yang merupakan anaknya, sudah tua dan meninggal mendahuluinya. Nenek kalian mempunyai anak perempuan yaitu ibu kalian. Dia lah Ratu kita yang sudah meninggal. Ibu dari Putri You Ni, Yoo Ra dan Putri Yoo Na.” You Ni memandang Jura lekat-lekat. Ini adalah penjelasan yang sangat ia harapkan untuk ia ketahui dibanding penjelasan yang lainnya.

“Lalu?” Yoo Jin terlihat tak bisa bersabar mendengar penjelasan Jura yang sepertinya masih belum berakhir.

“Pada suatu malam, So Ah bermimpi ia harus mewariskan kalung itu pada cucunya, yaitu Ratu, dan Ratu harus mewariskan kalung itu pada salah satu anaknya yang mewarisi kemampuan So Ah yang dapat membaca isi hati dan pikiran manusia setelah ia selamat dari kematian saat itu. Kemudian, So Ah menghilang entah kemana setelah memberikan kalung itu pada Ratu. Dan ternyata, kemampuan So Ah itu menurun pada dirimu, Putri You Ni. Sehingga Ratu memberikan kalung milik So Ah itu padamu.” Jura menarik nafasnya sesaat dan menghembuskannya sebelum ia melanjutkan ceritanya. “Jung So Ah, dia.. Mempelajari ilmu hitam setelah itu dan dia tetap awet muda bahkan ia memiliki kekuatan meskipun ia sudah tak memakai kalung itu lagi. Dan sayangnya..” Jura menggantungkan kalimatnya. Jura tak yakin ia harus melanjutkan penjelasannya atau tidak.

“Sayangnya apa, Hyung??” tanya Taega dan Mir kompakan.

“Sayangnya, So Ah tidak akan bisa mati jika Putri You Ni masih hidup.”

JDEEERRR!!

You Ni terlonjak. Begitu juga dengan yang lainnya.

“Jura! Apa maksudmu? Itu artinya, adikku harus mengorbankan nyawanya dulu jika ingin So Ah mati?! Begitu?!” Yoo Ra terisak dan menggucang-guncangkan kedua bahu Jura. Jura hanya tertunduk dan mengangguk lemah. Yoo Ra tak percaya dan menutup mulutnya yang menganga dengan tangannya. Yoo Ra langsung membalikkan badannya dan memeluk tubuh You Ni. Yoo Jin dan Yong Hee juga menangis dan menghampiri kedua kakaknya. Mereka memeluk You Ni yang seperti mayat hidup. Pandangan mata You Ni kosong dan ia merasa ia tak bisa melakukan apapun sekarang. Tubuhnya seakan mati rasa. Taega dan Mir hanya bisa menatap dengan miris pemandangan di hadapannya.

“Apa tak ada cara lain?” tanya Yong Hee yang matanya sudah memerah. Meskipun Yong Hee tak begitu akur dengan You Ni, tapi bagaimanapun darah ayah yang sama mengalir di tubuh mereka. Dan sikap You Ni padanya tidak pernah buruk selama ini.

“Noona, kau takkan mengorbankan nyawamu kan? Tidak kan?” racau Yoo Jin. Namun You Ni hanya diam saja. Yoo Jin menangis melihat noonanya menjadi linglung seperti itu.

“Aku tidak tahu. Tapi alasan kenapa hanya dengan mengorbankan nyawa Putri You Ni bisa membunuh So Ah adalah karena sekarang You Ni lah yang memakai kalung itu dan Putri You Ni lah yang mewarisi kemampuan So Ah. Jika So Ah mati, itu tandanya Putri You Ni juga mati.” Jawaban Jura tak memberikan harapan apapun pada mereka. Isakan para putri semakin keras mengisi ruangan itu. You Ni memejamkan matanya dan air mata mengalir dari sana. Namun seberat apapun bebannya, ia tak ingin terisak.

@@@

 

Hyun dan Yeon Sang memutuskan untuk mencari Yoo Na dengan berjalan kaki saja. Sudah dua daerah mereka lewati bersama. Dan selama itu pula, Hyun seakan tak mau melepaskan genggaman tangannya dari tangan Yeon Sang.

NYUT!

Tiba-tiba langkah Yeon Sang terhenti. Ia mengeluh sakit di dalam dadanya. Hyun terlihat panik.

“Hatiku tiba-tiba terasa nyeri, Oppa.”

DEGH!

Oppa?? Batin Hyun. Hyun tersenyum namun ekspresi kepanikan masih jelas terlihat di wajahnya.

“Kau masih kuat berjalan? Kau terlihat pucat. Kita istirahat saja dulu sebentar.” Saran Hyun. Namun Yeon Sang menggeleng cepat.

“Aniyo. Aku ingin segera menemukan Yoo Na Eonni. Aku takut akan terjadi apa-apa dengannya. Hajiman, rasa sakit ini aneh. Aku merasa ada sesuatu yang sedang terjadi di apartemen kita.” Hyun terkesiap.

“Changkamman. Aku akan membaca pikiran Jura Hyung.” Hyun memejamkan matanya dan tampak serius setelahnya sehingga menimbulkan guratan-guratan kecil yang menghiasi dahinya. Hyun terbelalak. Dan itu membuat Yeon Sang kaget karena sedari tadi Yeon Sang mengamati wajah Hyun.

“Gawat, Jura Hyung sudah menjelaskan semuanya kepada yang lain.” Yeon Sang mengernyitkan dahinya.

“Menjelaskan apa, Oppa? Apa yang terjadi??” Yeon Sang menggenggam lengan tangan Hyun kuat.

“Menjelaskan kalau satu-satunya cara yang ia tahu agar So Ah bisa mati adalah dengan cara mengorbankan nyawa Putri You Ni.”

“APA?! Kau bohong, Oppa?!”

“Aniyo, Yeon Sang-ah. Ini benar-benar aku tahu setelah membaca pikiran Jura Hyung. Dan aku melihat semuanya sedang menangisi Putri You Ni.” Yeon Sang menggeleng dan menangis. Lututnya lemas dan Yeon Sang kehilangan keseimbangannya. Hyun reflek memunculkan kekuatan anginnya dan menahan gaya gravitasi yang akan membuat tubuh Yeon Sang ambruk ke tanah. Hyun langsung membenarkan posisi Yeon Sang untuk berdiri seperti semula. “Biar kugendong.” Jonghyun langsung berjongkok di depan Yeon Sang dan Yeon Sang menurutinya.

“Oppa.. Bagaimana ini? Kita pulang saja atau tetap mencari Yoo Na Eonni?” tanya Yeon Sang sambil terisak. Cairan tangisnya menetes ke kaos yang dipakai Hyun di bagian bahu.

“Uljimayo, Yeon Sang-ah.. Kita cari sebentar lagi, ne? Jika tidak ketemu, kita pulang. Perasaanku mengatakan Ken juga sedang mencari Putri Yoo Na.” kata Hyun lembut, membuat Yeon Sang sedikit tenang. “Em.. Kau.. Apa sudah tak keberatan untuk memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’?”

BLUSH!

Yeon Sang merona. Hyun terkekeh mengetahui reaksi Yeon Sang yang hanya diam saja. Hyun tahu, Yeon Sang pasti malu sekali untuk menjawab pertanyaannya.

“Berhentilah menertawaiku, Oppa!” Yeon Sang mengerucutkan bibirnya. “Kau semakin mirip dengan Jonghyun Seonsangnim. Iseng sekali!” omel Yeon Sang. Namun omelan Yeon Sang semakin membuat Hyun terkekeh. Bahkan lebih keras.

Sontak kedua tangan Yeon Sang langsung membekap mulut Hyun yang terbuka lebar karena tawa. Hyun masih terkekeh meskipun mulutnya dibungkam rapat oleh tangan Yeon Sang. Yeon Sang mengalah dan menjauhkan tangannya. Namun tanpa diduga, ketika Hyun akan membuka suara dan menolehkan kepalanya ke belakang, sesuatu mendarat di pipi kanannya.

CHU!

Hyun terbelalak. “OMO!” Hyun segera memalingkan wajahnya ke depan lagi. Kali ini justru ia yang malu. Yeon Sang menahan tawanya.

“Oppa, saranghae!!”pekik Yeon Sang membuat orang-orang di sekitar mereka memandangnya aneh. Hyun tersenyum ketika kedua tangan Yeon Sang melingkar dari belakang lehernya dan memeluk kedua bahunya erat.

“Yeon Sang-ah.. Jangan menyesal setelah mengatakan itu, ne? Karena jika aku sudah memulainya, aku tak bisa berhenti lagi.”

CHU!

Jonghyun membalas kecupan Yeon Sang untuknya di pipi kiri Yeon Sang yang menempel di pipi kanannya.

“Jangan berpikiran mesum, Oppa!!” Hyun terkekeh lagi.

@@@

Yoo Na terus berlari menyusuri pinggiran jalan kota Seoul di tengah malam itu. Namun, suasana kota Seoul masih tampak ramai. Bahkan banyak orang yang berlalu-lalang di sekitarnya seakan tidak pernah merasa mengantuk.

Yoo Na menangis dan terus merutuki dirinya karena dengan mudahnya mempercayai Ken yang memiliki sifat yang sangat buruk di masa lalu. Yoo Na merasa telah tertipu dengan penampilan Ken yang mengingatkannya pada sosok Key, namja sekaigus gurunya yang ia cintai itu.

Yoo Na melepaskan kalung dari lehernya dengan kasar. Kalung berwarna merah muda itu memendarkan cahaya yang terang. Yoo Na terus berlari ketika ia melewati sebuah persimpangan jalan dan kedua matanya masih memandangi kalung pemberian Ken itu dengan benci. Perlahan sosok Yoo Na memudar karena kalung itu sudah tak dikenakannya lagi.

“AKU MEMBENCIMU, KEN!!”

BRAAAAAKKKK!!!

CIIIIITTTTT!!!

Suara mobil yang menabrak sesuatu dengan sangat keras dan dilanjutkan dengan suara decitan rem dari ban mobil yang bergesekan di aspal memekakkan kedua telinga Ken yang sedang berdiri tak jauh dari situ.

DEGH DEGH!!

Ken yang sedang berdiri di seberang jalan menoleh cepat. Jantung Ken terasa ngilu. Ken memegangi dadanya dan sepersekian detik kemudian ia memuntahkan darah segar dari mulutnya.

“UHUK! UHUK!” Ken terbatuk dan darah segar lagi yang muncul dari mulutnya. Orang-orang yang berada di sekitarnya langsung kaget ketika melihat Ken ambruk begitu saja. Dalam samar-samar pandangannya, ia melihat tubuh tak berdaya Yoo Na sudah dibopong oleh beberapa orang ke dalam sebuah mobil. Terlihat darah menghiasi pelipis yeoja itu. Dan ketika Ken merasa tubuhnya juga diangkat oleh beberapa orang, pandangan mata Ken menjadi gelap. Ken tak ingat apa-apa lagi setelah itu.

PRAAANNNGG!!

Tabung kaca berair yang merendam raga Yoo Na di Kerajaan Enam Dewa pecah seketika. Raga yang terlihat membiru dan berkeriput itu terpental dari tabung kaca dan tubuhnya mengenai pecahan kaca di bawahnya. Meskipun pecahan kaca tertancap di raga itu, namun tak ada setetes darahpun yang mencuat dari sana.

Sesosok yeoja memandang raga Yoo Na tanpa ada niat untuk menolongnya. Yeoja itu justru tesenyum senang melihat keadaan di depannya.

“Cih, inilah karma untukmu, Ken.” Yeoja itu tertawa keras dan menghilang bersama asap hitamnya.

 END OF AUTHOR’S POV –

 

-TBC-

 

Seru kah? Hehe.. Mianh kalau part ini gaje banget. Kalau ada yang ngga jelas, bisa tanya sama author secara pribadi. Maksudnya lewat  FB gitu. Search aja Papillon Lynx. 😉 Atau tanyain aja langsung lewat comment di sini. Oke, gomawo! Kalau suka LIKE dan COMMENT!! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “My Princess for Me – Part 6”

  1. terus itu gimana thor kalau raganya yoo na rusak?
    mati kah yoo na dan ken?
    daebak thor, lanjut lanjut..
    aku penasaran banget sama part selanjutnya 🙂

    1. Hehe.. Gimana ya? Coba aja deh cari jawabannya di part selanjutnya, onkey! 😉 #plak!
      Thanks udah komen yo! ^^

  2. waaah, gmana nasibnya yoona dan key
    mereka ga mati kan thor
    jangan sampe matiii #ga rela

    makin seru aja ceritanyaa
    next part ditunggu secepatnya ya thoor 🙂

  3. hyaaaa.. Kacau.. Kacau..
    Aku suka momen hyun-yeonsang.. Manis2 di tengah kepahitan.. Hehe..
    Next ditunggu..

    1. Nah, akhirnya ada yang kasih komentar tentang hyun-sang. Hehe.. Yoi. Mereka lagi so sweet sekarang. Gantian sama Ken- Na. Masa mau sad terus.
      Okey! ^^

  4. so ah kejam banget siih masa ngebiarin cucu.a sndiri mati . . .
    yoona mha ken gmna nasib.a yaah??? penasaran
    lanjut thor???

    1. Waduh, sebenernya so ah kan bukan nenek langsung. Tapi nenek moyang. Dan dia jadi jahat karena dendam sama Ken. Terus juga dia marah karena Mui jadiin You Ni istri sah, ngga kaya dia yang cuma pengantin. Jadi jahat deh.
      Gomawo udah ksh oksigen. 🙂

  5. Waah, kasihan Ken sama Putri Yoo Na. Jangan sampe deh ga selamat!!!
    Aku tau! Pasti yang ngelihat raga Yoo Na pecah itu si So Ah kan? #sotoy bgt
    Nice FF, ditunggu next part ya!
    😀

    1. Hehe, bebas berpendapat bukan berarti sotoy kok. ^^
      Selanjutnya bakal ada yang lebih tragis dibanding mereka. Haha.. #cruel author
      Okey, tengkyu! 🙂

  6. seru banget!! ^^v
    yah kok jadi kisah ken yg tragis? andwae!!! author jahat! #nangis

    ayo dong author aku gk mau kisah ken-yoo na jdi sad ending… aku ngamuk nih biasku digituin! 😛 hehe
    masih gk ngerti ttng raga2 gitu.. fantasynya sih bagus. entah kenapa kemampuan mui,hyun,ken, dan jura kelihatan keren bgt. Oh ya lupa kemampuan taemin apa?

    ada kesalahan pas bagian noona. seharusnyakan eon, benar kan? selanjutnya tinggal katakan: Lanjut! 🙂

    1. Tenang-tenang. Semua akan menjadi indahm pada waktunya. 🙂

      Mir lupa ngga disebutin ya? Taega itu dewa tanah. Tapi di sini ngga terlalu dijelaskan sec detail si. #mianh

      Ngga kok. Yoo Jin emang kalo panggil You Ni pake sebutan noona, bukan eonni.
      Tapi thanks komentarnya ya. Oke, lanjuuut! ^^

  7. hyaaaa… Trus gimana klw tabung kacanya udh rusak? Yoona ma ken tetep hidup kan thor?
    Ditunggu lanjutannya..

    1. Gimana ya? Tenang-tenang. Sabar aja nunggu part depan. Kalo aku kasih tau ntar ga jadi seru. He.. Thanks yo. ^^

  8. waduhh, kayaknya mau klimaks nihh, heehehe..
    tapi kenapa kok si yoona sama key malah pada dying gitu ??
    terus bukannya kalo yg cewek gak pake kalung tuh dia jadi nggak kelihatan, tapi kok ditulis, si yoona malah dibopong oleh orang2 terus pelipisnya berdarah lagi, dia kenapa ee eon ? 😦

    terus caranya nia bisa terus hidup tanpa ada ancaman kematian dari So Ah gimana eon, aaaa ceritanya rumt sekaliii >.<

    tp gapapa ditunggu ya lannjutannyaa 😀

  9. Wah, daebak, aku nggak nyangka jadinya gini
    Mati nggak ntar si Putri Yoo Na ya thor?
    Trus ken gmana? Masa 1 pasangan mati sih 😦

  10. andweeeeeee!!!!!
    maldo andweeee!!!!
    jangan mati dong ken-yoo na….
    bner bner nenek moyang egois dia…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s