X Reality Show – Part 3

Title (*) : X Reality Show : Appa & Eomma (Part 3)

Author (*) : Sung Tae Jin

Main Cast(*) :

  • KaoruKasuga Futabatei [14 years old ( Author ) ]
  • Lee Ha Rim[ 15 years old ( Readers ) ]
  • Kim Jonghyun [ 14 years old ( Readers ) ]

Support Cast :

  • Lee Jinki [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Choi Minho [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Kim ‘Key’ Bum [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Lee Taemin  [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Jung Je Sang [ 14 years old (OCs) ]
  • Kwon Yuri [ 14 years old (readers ) ]
  • Choi Sooyoung [ 13 years old ( readers ) ]
  • Stephanie Hwang [ 14 years old (readers ) ]
  • Another SNSD Member a.k.a Sixtherg [ 14 years old (Readers) ]
  • Sung Hyun Sang [14 years old (Readers) ]
  • The others..

Length(*) : Sequel

Genre(*) : Life, Romance, Friendship, Family, Angst, Tragedy

Rating(*) : PG – 13

Summary : Aku memang tidak berguna.. Tapi setidaknya aku masih hidup. Aku disini sebagai wujud hidupku. Bukan sebagai seonggok daging yang melewati kalian tanpa nyawa. Aku disini untuk bertahan hidup. Jadi cobalah mengerti..

Part 2nya punya kesan ap? Kekeke.. author pngen tunjukkin hidup author yg  pling hancur sepanjang masa dunia akhirat sejagad raya tak tergantikan. Kebetulan kalo yg dsini adegan demi adegan g ada yg d ubah dn dibumbui fiction.

Inget y, ini udh d post d blog n grup or fp..

Happy Reading^^

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

“ Kaoru!! Kaoru!! Dimana anak sialan itu? “ Seorang wanita paruh baya berteriak di ruang tengah seperti tempat latihan anak – anak SM Ent. “ Ne, eomeoni? Wae? “ Kaoru dengan wajah takutnya menghadap eomeoninya yang terlihat marah itu. “ Kau tahu apa salahmu? “ Tanya wanita itu sambil berkacak pinggang. Kaoru semakin menundukkan kepalanya. “ Molla, eomeoni.. “ Sahut Kaoru pelan. “ Kesalahanmu adalah.. KENAPA, KAU, HARUS, LAHIR, DARI, RAHIMKU?! Itu kesalahanmu! Dasar anak babo! Harusnya kugugurkan saja kau! Menyusahkan! “ Wanita itu berkali – kali menyantukkan kepala anaknya ke sudut kaca tempat ia biasanya menjadi instruktur senam. Otomatis, darah keluar perlahan. “ Huhh.. Huhh.. Sekarang pergi dari hadapanku. Dan bersihkan noda itu! Itu menggangguku. “ Kaoru segera berlari ke kamarnya. Ia hanya bisa memegangi cairan merah pekat yang ada di kepalanya itu dengan tidak sama sekali berekspresi. Ia melihat darah yang makin deras mengalir. “ Aku memang salah lahir di dunia sebagai anaknya. Aku memang salah ada dengan nyawaku disini. Aku memang tak bisa diandalkan. Tapi, izinkanlah aku tetap hidup dengan penyesalanku ini, Tuhan. “ Ujar Kaoru.

Bukan hal yang aneh lagi bila Kaoru memang diperlakukan kasar oleh eomeoninya. Entah kenapa, sejak kecil, Kaoru sudah dititipkan dengan Halmeoni dan Harabeojinya. Eomeoninya tidak ingin mengurus sang Kaoru kecil dengan alasan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Tak heran bila sekarang, saat mereka harus bertemu, anak semata wayang ini terus disiksa. Kaoru menamakannya sebagai makanan pokok. Darah adalah hal terkeren yang pernah ia lihat. Siksaannya sebagai tantangan untuk hidupnya. Karena pikirannya berkata, bahwa hidup adalah petualangan dengan iblis seperti eomeoninya. Walaupun batinnya memberitahu bahwa ia sudah sakit. Kuncinya adalah, sabar menunggu ajal. Itulah tujuannya hidup. Karena menurutnya, hidup untuk mati.

“ Kaoru! Kaoru! “ Kaoru terlonjak kaget. Ia paling anti memperlihatkan sesuatu yang menurut orang harus dikasihani. Karena ia tahu ia pasti tak akan mendapatkan semua itu. Ia segera membersihkan darah yang mulai menering dengan sapu tangan putihnya. “ kalian sudah datang.. Ayo masuk. Ke kamarku saja. “ Ujar kaoru menyambut teman – teman SHINee – nya itu.  “ Darah.. “ Ha Rim berbisik pada dirinya sendiri. Melihat darah dari kepala Kaoru yang jelas – jelas keluar dari kepala bagian kanannya. “ Sini kau. Kuobati. “ Jonghyun menarik tangan Kaoru dan menyuruhnya untuk berbaring di kasur kamar Kaoru. “ Kau tahu bagaimana jika ini dibiarkan? “ Jonghyun dengan santainya mengobati Kaoru yang masih bengong melihat sang chingu mengobatinya. “ Kau seperti halmeoniku.. Ia selalu tahu bagaimana harusnya memperlakukanku .. “ Ujar Kaoru berbicara jujur layaknya anak berumur 5 tahun. Jonghyun hanya tersenyum lembut dan meneruskan pekerjaannya.

Kaoru lama kelamaan menutup matanya. Ia sangat mengantuk melihat pekerjaan yang dilakukan Jonghyun padanya. Jadi ia lebih memilih tertidur daripada menunggu Jonghyun memperbaikinya. Selain mereka berdua, yang lain sibuk main dengan Ha Rim. Semuanya memukul Ha Rim dengan bantal dan menyerbunya dengan menutupi Ha Rim dengan selimut. “ Sstt.. Bisakah kalian diam? Kaoru tidur. “ Kata Jonghyun pelan. Semuanya terdiam seperti ada yang memberhentikan waktu. Kemudian semuanya mendekati Kaoru. “ Mian ya, saengi.. Aku tidak bisa begitu menjagamu. “ Ha Rim mengelus kepala Kaoru lembut yang mengakibatkan Kaoru bangun. Sejenak ia terdiam, lalu mengumpulkan tenaganya untuk bersin. “ HUACCCCIMMM.. Huahh.. Akhirnya.. “ Kaoru lalu bangun dan latihan pun dimulai. Jonghyun dan Ha Rim menyarankan istirahat, namun ia cemberut setiap kali keduanya berbicara seperti itu.

“ Oppa.. Sekarang Jonghyun jadi boneka oppa ya? Padahal niatnya, Key ‘kan yang jadi boneka oppa? “ Ha Rim tidak menyadari, ternyata benar. Ia tidak ingin duduk bila tidak dengan Jonghyun. Cara duduknya juga aneh. Kaki Ha Rim akan masuk ke dalam kaki Jonghyun. Jadi maksudnya, kaki Jonghyun melebar dan kedua kaki Ha Rim menindih kaki kiri maupun kanan Jonghyun. Keduanya sama sekali tak sadar. “ Molla.. Mungkin katamu benar. Kekeke. Aku merasa tak nyaman bila aku tidak duduk seperti ini dengannya. “ Sahut Ha Rim sambil tertawa. Kaoru mengangkat kedua bahunya dan duduk di sebelah Ha Rim. “ Main lagi yuk? “ Ajak Onew yang sedari tadi hanya memainkan game di ponsel Ha Rim.

“ Seperti kemaren lagi? “ Tanya Key mengangkat kepalanya dampak dari mengantuk. “ Tentu saja! Kajja! “ Ujar Taemin menarik Kaoru.

**************

“ Kaoru!!!! “ Seorang yeoja berteriak dari depan kelasnya, VIII RSBI B. “ Wae, Hyun Sang? “ Tanya Kaoru yang tidak mengeluarkan suara. Hyun Sang berlari ke kelas Kaoru dan memluknya. “ Wae, Hyun Sang? Gembira sekali kau. “ Ujar Kaoru mengguncang – guncang badan Hyun Sang. “ Anni. Bogoshippeoso.. Serasa sudah setahun kita tak bergetegur sapa. Kau sombong. “ Hyun Sang mengembungkan pipinya. “ Bukankah kau yang mengenalkanku dengan oppa? Itu saat kelas VII ‘kan? “ Tanya Kaoru mencoba menjebak. “ Kekeke.. Kau memang selalu bisa memutar kembali memorimu. Bahkan hampir kulupakan kejadian itu. Kejadian dimana kita berempat dengan Sang Yoo. Benar ‘kan? “ Seakan film, mereka menceritakan flashback yang terjadi antara mereka berepat sebagai empat orang aneh. Kaoru, Ha Rim, Hyun Sang, dan Sang Yoo. Sang Yoo adalah anak dari IX RSBI A. Dulu, mereka berempat selalu bersama. Entah kenapa, Sang Yoo sekarang lebih memilih dengan teman – teman yang lebih normal (?) ketimbang ketiga temannya yang dulu.

“ Ahh.. Oppa! Akhir – akhir ini kau sering datang lebih siang dari biasanya. Wae geurrae? “ Tanya Kaoru melihat oppanya yang sedang berjalan mendekatinya. “ ‘Kan waktu itu aku sedang bermasalah dengan keluarga sialan itu. Jadi aku datang lebih pagi atau malah menginap dirumahmu, iya ‘kan? Ingat kejadian saat kalian masih belum mempunyai adik kelas? “ Tanya Ha Rim sambil menggandeng Hyun Sang. “ Tentu saja! Hahahaha.. “ Ucap Hyun Sang dan Kaoru serempak dan beberapa detik selingan waktunya, bel empat kali pertanda masuk itu mendorong ketiga yeoja itu untuk apel pagi di lapangan seperti yang dilakukan seperti biasanya.

***********

Entah kenapa, akhir – akhir ini Jonghyun dan ha Rim terlihat dekat. Sangat dekat malah. SHINee, agak risih melihat mereka berdua. “ Kaoru, kau tak risih melihat mereka? “ Tanya Key menunjuk kedua orang yang sedang bercanda di sofa Kaoru. “ Anni.. Aku menganggap mereka biasa saja. “ Kaoru menjawabnya dengan santai.

‘ Risih? Tentu saja, Key. Mana mungkin aku tak risih melihat oppa dan Jonghyun bermersraan sementara mereka tidak memiliki hubungan apa – apa? ‘

Hanya suara hati Kaoru yang terdengar begitu lantang di dalam dirinya. Tapi, untuk oppanya, apa yang tidak? Ia akan melakukan apapun, karena ia memegang janji dari sang trusted oppa.

“ Kaoru! Kaoru! “ Terdengar suara lembut namun lantang dari luar pintu rumah Kaoru. Hyun Sang. Ahh.. Ia ‘kan mengundang Hyun Sang untuk ikut bersama menjadi SHINee. Ia segera berlari keluar dan membukakan pintu untuk sahabat lamanya itu. “ Masuk, Hyun Sang. Kau telat! “ Ucap Kaoru sambil menarik Hyun Sang.

Latihan dimulai. Tidak perlu waktu yang lama untuk membuat member SHINee yang lain mengerti, dalam jangka waktu kurang dari 2 minggu, mereka sudah bisa menyelaraskan gerakan dengan lagu dan dengan chingu – chingunya. Hanya butuh sekitar 30 menit untuk latihan, Kaoru memutuskan untuk menyelesaikan latihan hari ini. “ Kaoru, mianhae. Aku harus pulang. Jalgayo, annyeong. “ Hyun Sang lekas berlari keluar sambil melambaikan tangannya.

“ Oppa, saat aku membaca ff, aku membaca bahwa diceritakan disana, Namja yang menjadi peran utama itu sering menggigiti maupun mengemuti telinga dari chingunya. “ Kaoru memulai topik pembicaraan. “ Maksudmu seperti ini? “ Ha Rim mempraktekkannya kepada Jonghyun yang tentunya Jonghyun kesakitan karena gigi taring Ha Rim lebih panjang dari gigi orang – orang. Kaoru hanya terdiam seperti yang dilakukan oleh yang lainnya saat Ha Rim memutuskan untuk menjadikan Jonghyun sebagai bahan percobaan. “ Ne. Setidaknya bayanganku seperti itu. “ Kaoru berhasil mencairkan suasana yang sempat aneh di ruang tengah. Lalu mereka mengganti topik pembicaraan dengan membicarakan film – film.

***********

“ Kaoru. Aku ingin bercerita sesuatu padamu. “ aoru di bawa ke sebelah kelasnya. Tepatnya di depan kelas kosong sebelah kelas Kaoru. “ Kau siap mendengarnya? Karena aku sendiri pun bahkan tak percaya akan hal ini. “ “ Hanya tinggal katakan. Dan semuanya selesai. “ Ujar Kaoru santai. “ Huhhhh.. Aku sudah pernah, kau tahulah.. Kisseu. Dengan Jonghyun. “ Ujar Ha Rim. “ Aku sudah mengetahuinya. Aku bahkan melihatnya sendiri. Jadi, tidak perlu khawatir soal kalian. Karena aku, sebagai anak kalian, akan menjaga rahasia itu. “ Sambil tersenyum Kaoru mencubit pipi Ha Rim. “ Anak? “ “ Ne. Dengan adanya kalian seperti ini, mulai sekarang aku akan memanggil kau appa, dan dia, eomma. “ Kaoru menunjuk Jonghyun yang baru datang di depan gerbang sekolah. “ Wae? “ Tanya Jonghyun yang seketika itu juga berhenti melihat dirinya ditunjuk. “ Nae eomma.. “ Kaoru tidak berhentinya menunjuk orang yang mulai detik ini ia panggil eomma itu. “ Eomma? Aku? Eomma? “ Gantian Jonghyun menunjuk dirinya sendiri. Kaoru mengangguk dan tertawa melihat kedua orang tuanya bengong.

‘ Benarkah keputusanku untuk berbohong mengetahui semuanya? Benarkah keputusanku untuk menjadikan mereka orang tuaku? Menggantikan iblis yang selama ini ada di kehidupanku? ‘

Kaoru bingung. Kaoru merasa salah. Tapi merasa benar. Ia tahu dengan dirinya menjadikan kedua orang itu orang tua, bukan ia saja bahagia, tapi mereka juga. Yang Kaoru tahu adalah, Ha Rim dan Jonghyun saling mencintai. Namun saking babonya mereka berdua, mereka tidak menyadari itu. Jadi dia akan membuat orang tua barunya itu menjadi benar – benar suami istri.

“ Jadi kau anakku sekarang? Dan eommamu ini ingin bertanya.. Apa yang sedang kalian berdua bicarakan anakku? “ Tanya Jonghyun mendekati anaknya dan Ha Rim yang belum ia ketahui sebagai appa dari anaknya ini. “ Hmm.. Aku hanya merencanakan mengangkat kalian berdua menjadi orang tuaku. Itu appa, itu eomma.. “ Ujar sang anak. “ Itu tidak adil.. Aku lelaki, tetapi kau memanggilku eomma. Sementara dia? Appa? “ Protes Jonghyun. “ Ayolah, eomma.. Appa lebih manly ketimbang eomma. Dan eomma lebih mengerti menjadi seorang eomma ketimbang seorang appa. “ Kaoru lagi – lagi berbicara jujur layaknya benar – benar anak berbicara kejujuran pada orang tuanya.

“ Ayolah, Jjong.. Kau tak mau mengecewakannya ‘kan? “ Ha Rim yang sembari tertawa itu di sambut anggukan Kaoru. “ Ne. Ne. Arra. Aku akan menerimanya untuk anakku. “ Ujar Jonghyun sambil berjalan masuk ke kelas. “ Ke rumahmu ‘kan? Hari ini.. ke rumamu lagi ya? “ Tanya Ha Rim. “ Ne.. Tentu saja! “

RING DING DONG

Bel berbunyi. Pertanda masuk yang berarti mengharuskan mereka untuk apel pagi. Hari ini hari penting. Ada tamu yang akan memberikan ceramah yang satu sekolah pun tahu itu berarti akan lama untuk mereka berdiri di bawah terik matahari. Dan itu yang membuat anak – anak lokasi beringin, memperlamban perjalanannya ke lokasi bawah. Di sekolah, ada dua lokasi. Lokasi bawah dan lokasi beringin. Lokasi beringin, untuk anak – anak kelas VIII dan kelas IX. Sementara lokasi bawah untuk anak – anak kelas VIII.

************

“ Appa? Eomma? Apakah benar keputusanku ini? Aku bingung. Aku bahkan tak mengetahui apapun. Namun kenapa aku bisa mengatakan hal itu? Arghhh.. Aku bingung!! “ Kaoru berbicara pada dirinya sendiri sambil berguling – guling di kasurnya yang empuk.

‘ Tuhan.. Aku berdoa supaya memang benar. Mereka bisa menjadi orang tuaku. Aku berharap mereka memang benar – benar menjadi orang tau yang bertanggung jawab.’

 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

2 thoughts on “X Reality Show – Part 3”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s