Dazzling Autumn – Part 10 (End)

Dazzling Autumn – Part 10 [End]

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Friendship, Horror,Romance,Mystery, Angst

Rating             : PG 15

 

 

_Key PoV_

“Key,Jinki! Look!” suara Nicole seketika membuat aku dan Jinki menghentikan aktifitas kami.

Aku manatap tak percaya pada apa yang ditunjuk Nicole, semburan kembang api dari kabel pengontrol listrik karena terpacu oleh gas.

Aku tahu, tak lama lagi pondok ini akan meledak. Tuhan! Apa yang harus kulakukan?

Jinki segera menarikku menjauh, tapi dengan sekuat tenaga aku berontak.

Aku tetap berusaha membuka pintu, sekali lagi aku menatap wajah Hye ri yang hanya menangis di balik jendela. Ia kemudian tersenyum ringan, seolah ia tahu bahwa aku tidak bisa menyelamatkannya.

“Key hentikan! Lihat itu!” sekali lagi Jinki menarikku, kali ini ia bahkan mengangkat tubuhku menjauh.

“Blllaaaaaarrrrrrrrrrr” sebuah ledakan hebat segera terdengar dan menghanguskan pondok di mana Hye ri dan So Hee terkunci.

Aku hanya diam, menatap kobaran api yang melahap pondok tempat Hye ri dan So Hee terkunci. Api yang besar dan panas.

Selang satu jam, pemadam kebakaran dan polisi datang. Terlambat! Semuanya telah hangus.

Aku hanya mampu menatap tubuh kaku Hye ri dan So Hee yang hangus terbakar saat polisi membawanya ke mobil jenazah. Lidahku kelu, airmataku menetes perlahan.

Tubuh Hye ri telah hangus. Bahkan aku tidak bisa mengenalinya lagi.

Sesuatu terjatuh dari mayat Hye ri saat polisi mengangkut mayatnya ke dalam mobil, aku mendekat dan segera memungutnya.

Necklace chain ku! Necklace chain yang setengah hangus, dengan cepat aku meraba leherku dan kalungku memang tidak ada.

Sejurus kemudian aku ingat saat aku memisahkan Hye ri dan Nicole yang bertengkar.

Aku menindih Hye ri agar Nicole tidak bisa menjangkaunya, mungkin saat itu necklace chain ku jatuh.

Dan alasan Hye ri menyusulku dan Nicole ke gudang adalah… untuk mengembalikan necklace chain ini.

Aku tertegun di tempatku, tak percaya dengan apa yang terjadi. Ini semua salahku, jika aku tidak pernah membawa Hye ri kemari, ia tidak akan mati.

Jika aku bisa mengendalikan diriku dan tidak membiarkan Nicole menciumku paksa dalam gudang tadi, ini tak akan….

***

Tiga bulan setelah peristiwa itu, Nicole kembali menemuiku. Lagi, ia memaksaku untuk memberinya satu kesempatan saja, untuk menggantikan Hye ri di hatiku.

Tapi aku tak bisa, kepergian Hye ri terlalu mendadak dan dengan cara yang tidak wajar.

Aku menolak Nicole seperti yang sudah-sudah, tapi Nicole tak mau menyerah.

Ia terus mendekat ke arahku, memelukku dan menciumku dengan paksa, seperti yang ia lakukan sesaat sebelum kebakaran itu terjadi.

Aku mendorongnya kasar “STOP IT! AKU HANYA MENCINTAI HYE RI!” tanpa kendali aku kembali berteriak ke arah Nicole.

Awalnya aku kembali menyesali perbuatanku barusan, aku memang selalu menyakiti Nicole.

Tapi diluar dugaan, justru perbuatanku itu membuat Nicole terpancing untuk mengatakan hal yang tidak aku ketahui tentang kebakaran di villa.

Nicole yang sudah mabuk itu mulai menceritakan detil kejadiannya.

Ia dan Luna telah membunuh So Hee lebih dulu, mereka bertengkar hebat saat itu sehingga membuat Luna kalap dan memukul kepala So Hee hingga tewas.

Tak sampai di situ, Luna menghujam tubuh kaku So Hee dengan pisau hingga ia puas.

Yeah! Luna sama saja seperti Nicole. Ia telah lama menyukai Jinki, Luna terus-terusan mendekati Jinki dan tak jarang membuat So Hee salah faham dan bertengkar dengan Jinki.

“Nicole, kau… kau yang merencakan semuanya? Kau yang membunuh Hye ri dan So Hee?” aku benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.

“Benar, aku yang melakukannya. Yang membunuh Hye ri dan So Hee adalah aku, Jung Nicole.” Ucap Nicole tenang kemudian kembali meneguk wine nya.

Selanjutnya mereka kembali berencana untuk menghabisi Hye ri, Nicole sengaja memancing pertengkaran dengan Hye ri agar aku ada di antara mereka dan mengatakan sesuatu yang melukai Nicole.

Sesuai rencana mereka, aku berteriak memaki Nicole. Hingga Nicole menggiringku ke gudang dan menciumku dengan paksa saat ia tahu Hye ri tengah menuju gudang.

Saat Hye ri berlari, Luna telah menunggu di dekat gedung di mana So Hee telah kaku tak bernyawa. Luna mengatakan pada Hye ri bahwa asma So Hee kambuh, ia pingsan dan harus di bawa ke rumah sakit.

Begitu Hye ri masuk, Luna segera mengunci pintunya dari luar kemudian berlari ke belakang, dengan kunci Inggris ia memukul tabung gas hingga bocor.

Aku tak mampu melaporkan Nicole dan Luna ke polisi. Itu percuma! Tak akan membawa Hye ri dan So Hee kembali padaku.

Aku hendak memberitahu Jinki apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku mengurungkan niatku saat aku memergokinya mabuk dan menangis di nisan So Hee.

“So Hee-ya, aku benar tak bisa hidup tanpamu.”

Itu akan membuat Jinki semakin terpukul.

Sejak hari itu, aku kehilangan akal sehatku. Aku selalu dihantui rasa bersalah pada Hye ri. Jika saja aku tidak pernah merencanakan liburan itu, Hye ri dan So Hee pasti masih ada di sini.

Penyesalan itu membuatku terus dikejar rasa bersalah, hingga aku melupakan banyak hal dan berkali-kali mencoba melukai diriku sendiri.

Entah berapa kali Jonghyun hyeong menemukanku dalam keadaan tak sadar dengan darah bercucuran dari urat nadiku.

Dan koma ku selama 7 hari itu… itu bukan karena kecelakaan, tapi karena aku berusaha bunuh diri dengan menyayat urat nadiku.

Dan kecelakaan mobil itu, itu terjadi 2 tahun yang lalu. Jauh sebelum kejadian mengerikan itu terjadi.

END OF FLASHBACK

 

Tuhan! Apa yang kulakukan? Aku yang telah membunuh Nicole dan Luna!

Aku yang melakukannya! Aku yang mendatangi kamar mereka berdua saat menyadari Luna menyelinap ke kamarku dan mengambil pistol caliber 40 dari laci.

Aku kemudian mulai membahas tentang Hye ri dan So Hee.

Aku segera menarik pelatuk dan melayangkan timah panas tepat di kepala Nicole saat ia kembali menceritakan bagaimana ia merencanakan membunuh dua orang yang kusayangi.

Aku menjambar rambut Luna dan menariknya menuju gudang, sementara ia kuperintahkan menarik tubuh kaku Nicole.

Ia terlibat dalam kematian Hye ri dan So Hee. Luna harus mati!

Aku menyambar lampu minyak yang tergantung di pintu depan untuk menerangi jalanku.

Selanjutnya, aku kemabali melayangkan timah panas ke beberapa bagian tubuh Luna hingga ia berhenti bergerak.

“Aaaarrrrggghhhh”  semuanya membuat kepalaku sakit.

“KEY! KAU TELAH MEMBUNUH MEREKA! NICOLE DAN LUNA!” sekali lagi Jinki berteriak ke arahku. Aku tahu ia pasti terkejut dan tak percaya dengan apa yang baru saja kulakukan.

Aku hanya diam memijat pelipisku yang telah dibanjiri keringat.

“ANDWAE!!! AKU….” Aku menatap kedua tanganku yang telah membunuh Nicole dan Luna sekaligus.

Semuanya terasa berputar-putar, membuat pandanganku kabur. Hanya wajah Jinki yang kuingat sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

***

Dua orang dengan seragam serba putih membawaku menuju sebuah ruangan, tepat nya sebuah kamar sederhana yang rapi.

Terlihat sebuah ranjang size s, meja kecil dan kursi di depannya.

Di atas meja terpajang Azalea kuning yang cantik dalam vas.

Yeah,  itu bunga kesukaan Hye ri.

Kedua orang tersebut memegang tanganku, seolah aku adalah orang sakit yang tak mampu berjalan dengan baik.

Tapi aku membiarkan mereka melakukan apa yang mereka suka terhadapku.

Mereka mendudukkan ku di tepi ranjang “Kibum-ah tetaplah di sini dan jangan pergi ke mana-mana. Arasseo?” ucap salah satu dari mereka, tapi aku tidak menghiraukan mereka karena pandangan dan pikiranku tertuju pada satu arah.

Mataku tak lepas dari sesosok yeoja yang duduk di kursi dekat meja, tubuhnya menghadap jendela membelakangiku.

Sepertinya ia sudah lama menungguku di sana.

Cahaya matahari senja yang masuk melalui celah-celah tirai memancar ke arahnya, membuat sebuah silhuet yang sudah sangat ku kenal.

Hingga kedua orang tadi meninggalkanku aku masih tetap menatap sosok yeoja itu.

Menunggu nya sadar akan keberadaanku di dekatnya.

…..

_Jonghyun PoV_

Dengan sekuat tenaga aku menahan airmata, menatap dongsaengku Kibum dibawa oleh dua orang petugas rumah sakit ke dalam kamar no.269.

Aku tetap menjaga jarak 10m di belakang mereka. Tak pernah kubayangkan keadaan Kibum menjadi seburuk ini setelah ia sadar dari koma.

Kibum hanya diam, pasrah, saat kedua petugas berseragam putih itu memegangi tangannya. Hingga Mereka mendudukkan Kibum di tepi ranjang kamarnya.

“Kim ssi, aku tinggalkan Kibum bersama mu. Kau ingin masuk?” tanya salah seorang petugas tadi saat mereka keluar ruangan.

ne, aku ingin berbicara sebentar dengan nya, kalian pergi saja. Jika telah selesai aku akan menghubungi petugas lain.” Jawabku dengan seulas senyum yang dipaksakan.

Aku masih diam di daun pintu, memperhatikan dongsaengku-Kibum dengan seksama.

Ia masih sama sejak petugas tadi membawanya kemari.

Ia menatap ke arah kursi dengan pandangan yang kosong. Matanya tak pernah beralih dari kursi itu, seolah ada seseorang di sana.

Perlahan aku menguatkan hatiku, berusaha menerima kenyataan bahwa Kibum benar-benar sakit.

Airmataku nyaris jatuh saat aku bergerak mendekatinya dan duduk di sampingnya.

Seolah larut dengan pikirannya, Kibum sama sekali tak bergeming saat aku mendekatinya. Seolah ia tak menyadari keberadaanku.

Tuhan, sembuhkan Ki bum…

Perlahan aku meraih kedua tangannya dan menggenggamnya erat.

_Key PoV_

Lama aku memperhatikan sosok yeoja yang tengah duduk di kursi di hadapanku. Namun ia masih belum sadar dengan keberadaanku.

Haruskah aku memanggilnya?

Aku hendak memanggil namanya saat tiba-tiba ia bergerak membuka laci dan mengambil sesuatu.

What’s that? Tubuhnya menghalangi pandanganku pada benda itu.

Ia masih duduk membelakangiku, sepertinya ia mulai memainkan benda yang baru diambilnya dari laci.

Cahaya matahari senja semakin tajam, warna orange nya menembus tubuh yeoja itu. Membuat silhuet nya semakin sempurna.

Angin berhembus melalui celah-celah jendela, menyibakkan tirai dan rambut yeoja itu.

Tak lama terdengar sebuah lagu.

Lagu yang tak asing lagi di telingaku, melodi ‘Black Swan’ yang keluar dari kotak musik.

Aku tahu betul melodi itu, melodi dari kotak musik miliknya.

Melodi ‘Black Swan’ terus mengalun lembut bersama matahari yang semakin turun.

Daun-daun maple yang berwarna kecoklatan mulai berguguran di luar jendela, menandakan musim gugur akan segera berakhir.

“Hye ri-ah” panggilku

Yeoja itu mengangkat kepalanya yang tertunduk, perlahan ia berbalik menghadapku.

Senyuman manis tersungging di wajah nya.

“Kibum-ah…” jawabnya, ia manatapku dengan kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah cerianya itu.

Aku masih tersenyum ke arah nya dan menatapnya lekat-lekat. Membuatku ingin menghentikan waktu, agar aku bisa melihat Hye ri lebih lama lagi.

Hye ri balik menatapku, menatap lurus ke dalam mataku.

Jeongmal bogosipheo~” ucap Hye ri lembut, matanya memancaran ketulusan yang dalam.

Ketulusan yang sudah sangat kukenal selama ini.

Hye ri kembali melengkungkan senyum terbaiknya untukku.

Entah mengapa semua situasi ini membuatku benar-benar merindukan Hye ri.

Seolah aku sudah sangat lama tidak bertemu dengannya.

nado… bogosipheo…” Aku pun memberikan senyum terbaikku padanya.

Hye ri masih menatapku, senyumnya semakin mengembang saat aku mengatakan bahwa aku pun sangat merindukannya.

….

_Jonghyun PoV_

Aku menggenggam kedua tangan Kibum erat, aku ingin agar ia sembuh. Berharap genggaman tanganku membuatnya merasa aman dan lebih baik.

Hanya itulah yang bisa kulakukan untuknya~

Yeah, hanya itu. …

Seperti yang biasa aku lakukan saat kami kecil dulu.,setiap kali Kibum ketakutan dengan seluruh imajinasinya tentang alien.

Hanya itu…

Tak terasa airmataku mulai menetes membasahi tanganku.

Aku tidak tahu bahwa rasanya seperti ini. Begitu menyakitkan.

Benar-benar menyakitkan melihat Kibum seperti ini. Aku merasa kehilangan dongsaengku.

Semenjak Kibum bangun dari komanya, ia hidup dalam mimpinya. Mimpinya bersama Hye ri, ia selalu berlaku seolah Hye ri masih ada di sekitarnya.

Kibum benar-benar telah lupa bahwa Hye ri tewas dalam kebakaran di villa tahun lalu. Kibum tak pernah bisa memaafkan dirinya atas kematian Hye ri dan sahabatnya- So Hee.

Tangisku akhirnya pecah, aku tak bisa menahannya lagi.

Semuanya benar-benar menyakitkan, dan aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

Sementara Kibum masih terpaku seperti tadi, matanya tak sedikitpun beralih dari kursi seolah suara tangisku adalah kesunyian baginya.

“Hye ri-ah” aku segera mengangkat kepalaku saat mendengar Kibum membuka mulutnya.

Ia menyebut sebuah nama, nama yang sangat ia cintai.

Bulir-bulir airmata tak hentinya membasahi kedua pipiku.

Aku menatap Kibum, berharap ia sadar dari dunianya bersama Hye ri.

Berharap ia segera bangun dan sadar bahwa Hye ri telah tiada, bahwa Hye ri telah tewas dalam kebakaran tahun lalu, bahwa Hye ri sudah tidak bisa menemaninya lagi, dan bahwa Hye ri…

Hanya tangisanku yang mengisi setiap sudut ruangan ini, Kibum masih menatap kursi.

“…nado…bogosipheo…” seraya tersenyum ke arah kursi yang sedari tadi tak lepas dari pandangannya, Kibum kembali mengucapkan sebuah kalimat.

Kalimat yang hanya ditujukannya untuk satu orang saja~

Min Hye ri.

Seketika aku teringat pada ucapan Jinki saat mobil polisi membawa Kibum dari villa.

“Bahkan hingga ke villa ini pun, Kibum tetap menganggap Hye ri ada di sampingnya.” Gumamku pelan.

Jinki menatap ke satu arah di samping villa, ia tersenyum pahit seraya menahan airmatanya.

Aniyo hyeong, Hye ri benar-benar ada di sini. Ia ada di sini, bersama So Hee.” Ucapnya dengan suara tertahan.

Kutatap Jinki yang masih memandang bagian samping villa, ia tersenyum kemudian melambaikan tangannya ragu.

Kutatap bagian samping villa yang tengah diperhatikan Jinki, tak ada apapun di sana.

“So Hee-ya, annyeong.” Gumam Jinki lirih dan nyaris tak terdengar olehku.

===FIN===

Yeyeyeye…akhir’a Dazzling Autumn selesai juga. Gimana cerita’a? membingungkan kan? .hha. mianhae kalo cerita’a jelek dan geje dan bikin bingung. -_-a

Gomawo buat yang udah baca dan komen.

Chu readers :*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

39 thoughts on “Dazzling Autumn – Part 10 (End)”

  1. Ff’a bgus chingu aku suka^^b
    Critanya nyentuh bgt bkin aku trharu ngbayanin onkey cnta mati sma cwe…
    Jgan lpa ya chingu trus brkarya, aku tngguloh ff’a! 😀

  2. wah akhirnya selesai jg…
    endingnya bagus, dan sesuai dugaanku. tapi kenapa kematian minho tdk dijelaskan? ayolah yg bikin penasaran adalah minho mati sama siapa?

    itu akhirnya onew ikut gila? atau liat arwah so hee? bikin lg ff mistery yg keren ya author!! Fighting!

    1. Sebenernya kematian Minho itu secara ga langsung dijelasin di part 4 kalo ga salah [lewat pov jjong] dan part 9/10 [lewat pov Jinki]. Ga terlalu detail, dan itu sengaja biar readers menebak sendiri :p

      Onew ikut gila tau liat arwah so hee? silakan dipikirkan sendiri ^^v
      gomawo sudah baca 🙂

  3. daebakk.. jadi itu key gila ya?? *plakk
    nyaris nguras otak karena rada bingung.. -.-”
    ditunggu karya lainnya ^^

  4. speechless, heboh sendiri pas baca bagian jonghyun pov itu. ya ampuun, ini keren sekali. endingnya manis sekali saat jinki mengatakan annyong pada so hee, karena saya tahu ia akan berpaling padaku. hahahhahha

    overall, ini sangat bagus, saya suka kibum jadi gila #asem
    pokoknya pokoknya, saya akan menantikan karya psico lainmu lagi lah.

  5. huaaaaa……huks..huks… qu sdih bgd nii sma ending na thor. Aplgi yg bgian Jjong tuuh. ahir na Key msuk rmah skit jwa yaa???
    Jdi Hye ri m so Hee tuu bkan cma imjnasi Key, tpi mreka arwah ptnjuk gtuu. Haish sdih… 😦
    Daebak thor!!! qu tnggu krya seru brkut na, fighting!!!

  6. DAEBAKKKKKK!!!!!
    Lgsg baca dr awal sampe akhir dan………bener2x tegang bgt!!!

    Tapi mau nanya nih, kalo itu ternyata arwah SoHee & HyeRi buat penunjuk, knp mereka menghasut buat membunuh? Kl seandainya balas dendam kan cuma buat si Nicole & Luna. Ini knp sampe Minho jg dibunuh?

    1. Waaah gomawo Min ah-ssi, lebih bagus lagi kalo komen jg dari part awal :p

      Min ah ssi, bsa dibaca lagi deh part di mana Minho mati dan beberapa part setelahnya. Di part2 itu Hye ri dan So Hee ga muncul di pikiran Key dan ga menghasut Key buat ngebunuh Minho. Soal alasan kenapa Key bunuh Minho itu jg bsa dibaca lebih teliti lagi di part 4 kalo ga salah *Jjong PoV* dan part 9/10 *jinki PoV*

  7. Jadi? Jadi Key sakit bner??
    Huwaaa, apa inii??#kejer di pelukan Jjong#

    dan itu.. Itu si Jinki jugak?? Ngapain lambai2 gtu bang? Uhuk, jangan bilang Jinki ikut2an sakit?? Huks TT.TT

    feelnya nyampek bner,, aku ampe takut sendiri kalo ngebayangin Key kek gtu.. Jadi kek Soomi yg sakit jiwa gegara kematian adek n ibunya..

    Ini kayak the tale of two sisters versi novel ato cerbung. Saya jatuh cinta ama ff ini, gak rugi nunggu sekian lama!

    Keep writing, author,, fanficmu DAEBAK!! 😀

  8. aah ini endingnya keren ;~~~~; sesuai ekspektasi aku. tapi kasian juga keynya musti masuk rumah sakit gitu ;~~~;
    oh jadi selama ini hyeri-sohee itu hantu beneran… kirain emang keynya rada gimana-gimana gitu.__.
    tapi tanya yah kak, masih sedikit penasaran sama pingin mastiin aja nih XD jadi yang bunuh nicole-luna itu key di bawah kendali hyeri? terus kalo yang minho itu key yang di bawah alam sadarnya(?), gitu bukan?
    overall, aku suka banget sama ceritanya. ayo kak bikin cerita horror misteri lagi, aku tungguin XDD fighting kak~

    1. gomawo udah baca yaa 🙂

      Hemm, ada beberapa sih yang nanya soal ini dan aku juga sebenernya kurang menjelaskan soal ini di cerita.

      Jadi sebenernya Hantu Hye ri yang sebenernya itu baru muncul waktu Key dateng ke villa. Dan yang selama ini nemenin Key sebelum Key ke villa itu cuma halusinasi. Coba deh kalo mau dibaca lagi, sebelum Key pergi ke villa, Hye ri itu ga pernah cerita yang macem2 ato berbuat yang macem2 biar Key melakukan sesuatu terhadap Nicole/Luna.
      Jadi intinya, Key ngebunuh Minho itu memang di bawah alam sadarnya. Begitu juga waktu Key bunuh Nicole sama Luna, itu bukan hasil hasutan hantunya Hye ri. Hantu Hye ri perannya cuma nunjukkin aja sama Key soal hal penting yang Key lupain setelah koma.
      Dan inti dari semuanya adalah, Key itu memang gangguan jiwa.ahahahah.
      Kurang lebih seperti itu yaa~
      Maaf kalo bikin bingung dan kurang memuaskan.
      Nantikan karya psycho selanjutnya 🙂

  9. hiiii…. Ternyata itu cuma halusinasi key aja.
    Sekarang jinki yg mulai berhalusinasi..
    Ceritannya keren banget, penuh misteri sampe aku bingung, gimana jalan ceritanya. Pokoknya daebak.. Mian aku baru comment di part ini. Aku baru baca..

  10. keren bgt ceritanya ini
    kasian key jd gila dsni
    adegan2 di vila itu berasa bgt horornya
    jdi bz ngebayangin adegan2nya
    gw suka ni ff kyk gni
    di tunggu ff berikutnya

  11. Aaaaa daebakk
    Ff misteri nya
    Bener2 diluar dugaan,aq mesti muter otak buat nebak bagaimana cerinya dg tiap kejutan yg muncul
    Adegannya terkesan nyata
    Astagaa
    Dtgu ff yg lainnyaa ^^

  12. endingnya daebak! onkey cinta mati deh sama yeoja mereka… hikseu T T
    tapi msh gak rela aja key beneran gila. tapi seenggaknya kan dia sadar sm apa yg sbnrnya terjadi…

    dan kalimat jinki yg trkhir itu? brrti arwah mereka berdua msh ada ya? sedihnyaaa T T

    1. eh iya satu lagi deh eon pertanyaannya… itu si jinki jg ikutan berhalusinasi? omooo~ jangan bilang kalo… eonni~ jebal! key gila aja udah cukup… abang ayam ga usah ikutan pehlissss T T

  13. Tu kan bner black swan.. jadi keinget adegan2 yg diblack swan ngeri bnget..

    Key antara psycho sma kerasukan.. masih bingung.. tapi kyknya hantu hyeri sama pcr jinki emng di villa itu deh.. bukan karna jinki gila..

    Yang pasti suka endingnya karena tebakanku salah, jinki sama jjong gak mati 😀

    Ni bener2 ff horor pertma yg bikin betah thor, sepuluh jempol buatmu ^_^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s