My Princess for Me – Part 7

My Princess for Me (Part 7)

Title                       : My Princess for Me (Part 7)

Author                  : Papillon Lynx

Maincast             :

–          Jung Bersaudara  :

Jung Yoo Ra, covered by Park Gyuri KARA

Jung You Ni, covered by Han Seungyeon KARA

Jung Yoo Na, covered by Jung Nicole KARA

Jung Yong Hee, covered by Kim Jaekyung RAINBOW

as Jung Yeon Sang, covered by Goo Hara KARA

Jung Yoo Jin, covered by Kang Jiyoung KARA

 

–          Lee Bersaudara / Enam Dewa  :

Lee Jinki SHINee as Lee Jinki/Jura, covered by Lee Jinki SHINee

Kim Jonghyun SHINee as Lee Jonghyun/Hyun, covered by Kim Jonghyun SHINee

Kim Kibum aka Key SHINee as Lee Kibum aka Key/Ken, covered by Kim Kibum aka Key SHINee

Choi Minho SHINee as Lee Minho/Mui, covered by Choi Minho SHINee

Lee Taemin SHINee as Lee Taemin/Taega, covered by Lee Taemin SHINee

No Minwoo Boyfriend as Lee Minwoo/Mir, covered by No Minwoo Boyfriend

 

Pairing:

Jinki/Jura – Yoo Ra

Minho/Mui – You Ni

Key/Ken – Yoo Na

Taemin/Taega – Yong Hee

Jonghyun/Hyun – Yeon Sang

Minwoo/ Mir – Yoo Jin

Support Cast      :

Jung So Ah covered by Kim So Eun, Raja, Ratu, Selir Raja, Para Dayang, Para Pengawal, Yuri, Dewa Jodoh

Genre                   : Family, Life, Romance, Fantasy, Angst, a bit Comedy

Length                  : Sequel

Rating                   : PG – 16


Summary             :

 

“Chagiya! Apa yang terjadi denganmu?? Kenapa kau juga melepas kalungmu? Jebal, jangan terus diam saja seperti ini..”

 

“Tidak.. Ini gawat!!”

 

“Pertolongan medis takkan bisa menyelamatkan mereka, Hyung!! Kita harus kembali dan membawa mereka ke Dunia Enam Dewa sekarang!!”

 

“Yoo Ra-ah, aku pergi dulu. Kau tetap di sini dan jagalah ketiga adikmu.”

 

“Oppa, aku ikut denganmu. Aku mencemaskan Yoo Na Eonni. Jebal..”

 

Annyeong!! Pasti udah ngga sabar baca part ini ya.. Siapa yang bisa nebak apa yang akan terjadi sama Yoo Na dan Ken?? Terus sebenarnya apa rencana Jung So Ah untuk merebut Mui dari tangan You Ni tanpa membuat You Ni sendiri mati? Dan bagaimana usaha para putri dan dewa yang lain untuk mencegah ini semua? Kapankah kebusukan Selir akan terbongkar? Penasaran? Oke, tungguin terus tiap part MPFM ini ya. Jangan lupa RCL! ^^

 

–    ALL POV IS AUTHOR’S POV –

 

@@@

 

YOU NI membuka kedua matanya yang terpejam. Air mata masih terlihat menghiasi sekitar matanya yang indah. Sayup-sayup ia masih bisa mendengar suara isak tangis ketiga saudaranya yang masih memeluknya hingga sekarang. You Ni tersenyum dibalik kesedihannya. Ia merasa bahagia di saat seperti ini. Walaupun ia tahu, ini adalah awal dari masalah besar yang akan muncul dan menghantam mereka tak lama lagi.

You Ni tersenyum sekali lagi. Perlahan, ia melepaskan pelukan erat ketiga saudaranya dari tubuhnya. Yoo Ra mengernyit heran dengan kedua matanya yang terlihat sembab dan lelah. Begitu pula dengan Yoo Jin dan Yong Hee.

“You Ni-ah..” gumam Yoo Ra.

“Mianhae, aku ingin sendiri dulu..” You Ni mengucapkannya hampir tak bersuara. Ia bangkit berdiri dan masuk ke dalam kamar dengan langkah pelan.

BLAM!

You Ni menutup pintu dengan salah satu kakinya yang terasa lemas. Yoo Ra, Yong Hee, Yoo Jin, Jura, Taega dan Mir hanya bisa menatap pedih pintu kamar yang baru saja ditutup oleh You Ni.

“Hyung, ini bukan awal yang baik kan?” tanya Taega lirih. Jura menggeleng.

“Entahlah. Tapi aku merasa, Putri You Ni lebih baik tahu dari sekarang.” Jawab Jura. “Kkaja, kita pergi tidur saja sambil menunggu kabar dari Hyun, Putri Yeon Sang dan Ken tentang keberadaan Putri Yoo Na.” Mereka berenam pun menuju kamar mereka masing-masing.

Sementara itu, You Ni masih mematung dan menyandarkan punggungnya di pintu kamar. Berulang kali ia hanya bisa menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia merasakan sesak di dadanya.

“Eunghh..” You Ni mengarahkan pandangannya ke tempat tidur. Dilihatnya Mui menggeliat dan mengerang pelan dalam tidurnya. You Ni tersenyum kecil. Ia berjalan mendekat ke sisi tempat tidur yang lain dan beringsut duduk di atasnya. You Ni masih terus memandangi wajah tampan Mui dengan tatapan matanya yang sayu.

You Ni membelai wajah Mui lembut. “Saranghae, Mui.. Apapun yang terjadi pada kita nanti, terus percayalah pada ucapanku ini..” Cairan bening mulai tampak di sudut mata You Ni. You Ni memejamkan matanya dan cairan itu menggelinding melewati pipi You Ni. You Ni segera menghapusnya dan sedikit membungkukkan badannya. You Ni mengecup lembut dahi Mui. Dan ketika You Ni mengecup Mui, kalung ungu mereka sama-sama memancarkan cahayanya. You Ni merasa lemas sekali di sekujur tubuhnya dan matanya ingin sekali terpejam. You Ni pun tak dapat menahan dirinya dan tertidur di atas tubuh Mui. You Ni memasuki alam mimpinya.

FLASHBACK

 

“Putri! Putri! Anda dimana? Jebalyo, kembalilah Putri. Jangan bersembunyi seperti ini. Nanti Ratu akan marah. Putri.. Keluarlah..” You Ni terkikik geli di balik pohon besar seraya melihat beberapa dayang dan pengawal memanggil namanya berulang kali. Dayang-dayang itu seperti tak kenal lelah mencarinya. Namun You Ni tak ingin begitu saja menampakkan batang hidungnya dan kembali pada mereka. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk sesekali merasakan kebebasan setelah selama 12 tahun dia hidup di kerajaan dengan suasana yang canggung, kaku dan formal. Bagi You Ni itu menyesakkan.

“Hei! Hei, kamu!” You Ni menghentikan tawa kecilnya. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Baru saja ia seperti mendengar suara yang memanggilnya. “Ssst! Sini!” You Ni melihat sosok itu. Namja itu berada di balik pohon juga tak jauh dari tempatnya bersembunyi. You Ni memandang anak kecil laki-laki yang sepertinya sebaya dengannya itu dengan bingung.

“Putri.. Anda  dimana? Kembalilah..” You Ni terlonjak. Reflek ia berlari dan menghampiri namja kecil tadi.

“Hallo..” sapa  namja kecil itu. You Ni hanya diam saja. “Ah iya, ayo ikut aku jika kau tak ingin mereka menemukanmu sekarang. Ppaliwa!” Namja kecil itu menggandeng tangan mungil You Ni dan membawa You Ni berlari dengannya.

Mereka terus berlari melewati pepohonan tinggi di hutan yang dijadikan bumi perkemahan itu. Ya, sekolah You Ni sedang mengadakan acara  berkemah bersama. Namun You Ni memanfaatkan hal itu untuk kabur.

You Ni memandang tangan mereka berdua yang saling  terkait. Namja di hadapannya tertawa-tawa dan terus menariknya berlari secepat yang ia bisa. You Ni ikut tertawa melihatnya. Jujur saja, You Ni tertarik pada kedua mata besar namja di hadapannya ini. Ia sangat menyukai mata besar itu. Belum pernah sebelumnya ia melihat seseorang yang memiliki mata seperti itu.

Namja kecil  itu menghentikan langkah kakinya. Lamunan You Ni buyar seketika.

“Kita sudah jauh dari mereka. Aku yakin mereka takkan bisa menemukanmu di sini.” Namja kecil itu tersenyum dan merentangkan kedua tangannya ke samping, menunjuk ke sekitar mereka. You Ni terperangah. Mulutnya terbuka lebar. Ia merasa ia seperti berada di alam mimpi.

“Indah bukan??” tanya namja itu. You Ni hanya bisa mengangguk dengan mulutnya yang masih terbuka. “Kau belum pernah datang ke padang bunga matahari ini?” You Ni hanya menggeleng. Namja itu tertawa. You Ni menatapnya sekarang.

“Waeyo?? Hidupku memang selalu aku habiskan di istana itu. Aku dan saudara-saudaraku tidak pernah boleh mengunjungi tempat-tempat seperti  ini. Raja dan Ratu takut jika aku dan saudara-saudaraku tersesat dan keselamatan kami terancam.” Namja kecil itu menghentikan tawanya. Ia dapat melihat sinar kesedihan yang terpancar dari kedua mata gadis kecil di hadapannya. You Ni terlihat ingin menangis.

“Ini buat kamu.” You Ni mengangkat wajahnya. Kini giliran namja di hadapannya yang menyembunyikan wajahnya. You Ni menerima seikat bunga matahari yang diberikan namja itu.

“Namaku Jung You Ni. Kau siapa?” Aku rasa dia anak laki-laki yang baik. Batin You Ni. You Ni mengulurkan tangannya. Dengan semangat, anak laki-laki itu menyambutnya.

“Choi Minho. Panggil saja aku.. Minho.” Keduanya tersenyum.

Lima tahun kemudian…

 

You Ni melangkahkan kakinya seorang diri di padang bunga matahari yang dua tahun lalu menjadi tempat terindahnya bersama seseorang. Bersama Minho, namja yang diam-diam menjadi cinta pertamanya selama dua tahun ini.

Pertemuan mereka memang hanya sebentar waktu itu. Namun pertemuan yang singkat itu tentu tak bisa You Ni lupakan begitu saja. Saat mereka berlarian menghindari para dayang, saat Minho memberikannya seikat bunga matahari yang begitu cantik dan saat You Ni menatap kedua bola mata besar Minho yang terlihat tanpa kepura-puraan.

Selama ini ia hidup dengan suasana kaku dan selalu dihormati di istana sebagai seorang putri. Sikap, tutur kata, harus selalu ia jaga. Dan itulah yang membuat You Ni muak. Ia merasa tidak menjadi dirinya sendiri. Tapi ketika ia bersama Minho, ia bisa bebas mengekspresikan apapun yang ia rasa.

Dan setelah lima tahun berlalu, di musim panas yang sama, You Ni menyempatkan waktunya untuk datang ke tempat kenangannya bersama Minho. Ya, ke padang bunga matahari di dekat bumi perkemahannya dulu.

You Ni mengayunkan satu tangannya, menyentuh bunga-bunga berwarna kuning itu dengan penuh perasaan. You Ni tersenyum dan memejamkan matanya. Ia membayangkan sosok Minho akan datang padanya dan menyambutnya dengan hangat setelah lima tahun berlalu dan tak sekalipun mereka tak bertemu.

BRUK!

You Ni merebahkan tubuhnya begitu saja hingga menindih bunga-bunga itu. You Ni tertawa sampai kedua matanya terpejam rapat. Ia benar-benar bisa membayangkan sosok Minho ada bersamanya sekarang. Entah kenapa rasa senangnya membuncah. Saking senangnya, ia sampai tak sadar ada seseorang yang berjalan mendekatinya.

TAP TAP TAP..

Seseorang itu  kini ikut merebahkan dirinya di samping You Ni.

“Kau merindukanku?”

DEGH!

You Ni membuka matanya dan menolehkan kepalanya cepat ke samping kanannya. Seorang namja yang tampan dengan matanya yang besar tengah tersenyum ke arahnya. Jarak wajah mereka sangat dekat. You Ni merona seketika.

“Minho-ah..” Namja itu mengangguk.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Minho lagi. “Oh iya, kau belum menjawab pertanyaan pertamaku.” Minho terkekeh membuat wajah You Ni semakin merona. Hembusan nafas Minho yang hangat menyentuh wajahnya. Karena merasa malu, You Ni bangkit dan duduk sambil memeluk kedua lututnya. Minho mengikutinya.

“Aniyo.. Aku tidak merindukanmu tahu! Dan.. Kau bisa lihat kan aku baik-baik saja?” jawab You Ni ketus. Bodoh kau, You Ni. Kenapa kau galak sekali?? Batin You Ni merutuki dirinya sendiri. Minho justru terkekeh lagi melihat You Ni yang sepertinya sedang mencoba membohonginya. Bukan tentang kabarnya, tapi tentang ia merindukannya atau tidak. Karena Minho tahu, You Ni bukanlah yeoja yang pintar menyembunyikan perasaannya. Apalagi sikap malu-malu You Ni sekarang sudah menjadi buktinya.

“Lima tahun berlalu dan ada sesuatu yang berubah dari dirimu.” Kata Minho sambil menatap langit yang terlihat cerah.

“Apa itu?”

“Parasmu. Kau semakin cantik.”

BLUSH!

Lagi-lagi Minho membuatnya malu. Minho terkekeh lagi. “Apa kau ikut kelas kecantikan? Atau memang wajah seorang putri itu sudah ditakdirkan untuk terus cantik dan semakin cantik?” You Ni mengerucutkan bibirnya dan memukul lengan Minho sebal. Minho meringis dibuatnya.

“Berhentilah merayuku, Choi Minho!” You Ni bangkit berdiri dan melipat kedua tangannya di depan dada. Minho ikut berdiri dan tanpa diduga ia justru membelai pipi You Ni dengan satu tangannya.

“Aku mungkin tak ada apa-apanya dibanding pangeran-pangeran di luar sana yang mungkin ingin mempersuntingmu kelak. Dan percayakah kau bahwa ketika aku berkata kau cantik itu bukanlah sebuah rayuan? Tapi memang suatu kenyataan, You Ni-ah. Keundae, tak percaya pun tak masalah bagiku. Sekarang, aku hanya ingin kau percaya padaku ketika aku mengatakan hal ini.” You Ni menelan ludahnya sendiri. Apakah Minho marah? Apa yang akan ia katakan? Batin You Ni. “Saranghae..” You Ni membeku di tempatnya. Namja yang terpaut lebih tua dua tahun di hadapannya ini menyatakan cinta padanya. Mimpikah aku? Kata You Ni dalam hatinya.

“Minho-ah.. Apa kau bercanda? Jika iya, ini sangatlah tidak lucu.” Minho cepat-cepat menggeleng dan menarik You Ni ke dalam pelukannya.

“Anni! Anni, You Ni-ah. Ini jujur dan tulus dari hatiku. Kau tahu, selama lima tahun ini aku begitu merindukanmu. Selama lima tahun ini, setiap harinya, aku pasti datang ke sini dengan harapan bisa bertemu denganmu. Namun selalu saja yang aku temui hanyalah hamparan bunga-bunga ini. Tidak ada kau. Dan beruntungnya hari ini kau datang kemari dan aku menemukanmu. Aku senang sekali!” Minho tersenyum lebar dan mengeratkan pelukannya. “Percayalah..” You Ni tersenyum. Ia juga senang sekali bisa bertemu dengan Minho lagi dan  bahkan mendengar pernyataan cinta darinya.

“Jadi, apa yang harus aku lakukan?” tanya You Ni. Minho melepaskan pelukannya dan memandang You Ni heran.

“Pertanyaanmu aneh. Hajiman..” Minho tampak berpikir. “Baiklah, tak masalah. Kalau begitu aku akan menjawabnya. Emm..” Minho mengerlingkan matanya nakal. “Yang harus kau lakukan sekarang adalah.. menciumku.”

“MWO?!” pekik You Ni. “Andwae, aku tidak bisa. Aku tidak mau. Dan aku malu.”

“Kalau begitu aku saja.”

CUP!

You Ni membatu di tempatnya. Baru saja ada sesuatu yang  aneh yang mendarat di bibirnya. You Ni menyentuh bibirnya perlahan.

“Ya! Kau mencuri ciuman pertamaku, Choi Minho!!” You Ni langsung berlari mengejar Minho yang sudah berlari jauh di depannya.

Beberapa hari setelahnya…

DRUAKKK!!

You Ni memegangi perutnya yang kesakitan. Yeoja di hadapannya ini sudah berulang kali memojokkannya di gudang sekolah dan berani melukai fisiknya.

“Kau! Aku tidak suka melihatmu! Aku muak melihatmu selalu dikelilingi oleh para dayang dan pengawal! Kau juga telah merebut kekasihku. Lihat, Donghyun Oppa sekarang sudah memutuskan hubungan denganku dan memilih mendekatimu!!” You Ni membelalakkan matanya. Ia menoleh ke arah pintu gudang. Berharap para pengawalnya akan menemukannya. Namun.. Nihil. Di dalam gudang itu hanya ada dia dan yeoja yang bernama Hyoyeon ini.

“Apa maksudmu? Jangan jadikan aku penyebab putusnya hubungan kalian!! Aku tak tahu apa-apa, Hyoyeon-ah..” You Ni masih memegangi perutnya yang seperti dililit. Nyeri sekali rasanya.

PLAK! SRET!

“AAAHHH!! Appo..” You Ni memekik ketika Hyoyeon menampar pipi dan menarik rambutnya kasar.

“Lebih baik kau mati saja!” Hyoyeon dengan geram mendorong tubuh You Ni ke belakang dengan sangat kuat.

JDUGH!

“Aaahh..” Kepala You Ni membentur tumpukan besi yang ada di gudang itu. Darah segar mengucur dari pelipis kanannya. Hyoyeon mendelik melihat apa yang telah ia lakukan. Tangan dan kakinya bergetar melihat yeoja di hadapannya sudah tak sadarkan diri karena ulahnya.

“Yang Mulia Putri!!!”

BRAK!

Para pengawal laki-laki mendobrak pintu gudang dan langsung meringkus Hyoyeon yang meronta ingin dilepaskan. Sedangkan para dayang dan beberapa pengawal lainnya menggotong tubuh You Ni.

Di rumah sakit…

“Bagaimana keadaan putriku?? Jebal Uisa, dia selamat kan? Dia tidak apa-apa kan?” tanya Raja dan Ratu pada seorang uisa. Air muka sang Raja sarat akan kepanikan. Bahkan karena baru saja berlari, peluh masih membanjiri dahinya yang mulai tampak berkerut karena usia. Sedangkan sang Ratu terlihat pucat.

“Yang Mulia, Putri You Ni selamat. Hajiman..” Uisa menggantungkan kalimatnya. “Ia mengalami gegar otak dan ia tak bisa mengingat setengah ingatannya.” Kata Uisa dengan wajah menyesal. Ratu langsung jatuh pingsan mendengar hal tersebut.

Dua minggu kemudian..

Dua pengawal yang berjaga di depan kamar rawat You Ni mencegat seorang namja yang akan masuk ke dalam.

“Maaf, anda siapa?” Minho bingung harus menjawab apa.

“Saya teman Putri You Ni. Aku ingin menjenguknya. Izinkan saya..” ucap Minho lirih. Satu tangannya mengenggam erat seikat bunga matahari yang dibawanya. Kedua pengawal itu saling pandang dan akhirnya memberikan jalan. Minho dapat bernafas lega.

CKLEK!

You Ni menoleh ke arah pintu dan tersenyum begitu melihat Minho. Minho membalasnya dan duduk di pinggir ranjang rawat You Ni.

“Bagaimana kabarmu? Sudah sembuh kan? Apa kepalanya masih sakit?” tanya Minho bertubi-tubi membuat You Ni heran. Minho menggerakkan tangannya untuk meraih pipi You Ni. Namun You Ni menepisnya.

“Kau.. Siapa??”

DEGH!

Kedua mata besar Minho semakin terlihat besar setelah mendengar pertanyaan itu.

“Chagiya.. Jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu.” Wajah Minho terlihat cemas.

“Kau adalah tukang bunga yang mengantarkan bunga matahari ini kan? Donghyun Oppa yang mengirimnya kan?” DEGH! Kali ini hati Minho mencelos. Tukang bunga? Donghyun Oppa? Apa yang terjadi?? Batinnya.

“Aniyo. Aku Minho. Choi Minho. Aku kekasihmu.” You Ni menatap kesal pada namja di hadapannya.

“Kau bohong. Eomma bilang Donghyun Oppa lah kekasihku.” Kedua mata Minho mulai berair. Minho menarik You Ni ke dalam pelukannya. Entah kenapa, ia merasa You Ni baru saja meninggalkannya. You Ni meronta dalam pelukan Minho.

“Lepaskan! Lepaskan aku! Pergi kamu!! Pengawal, tolong..!!”

BRAK! Pintu kamar terbuka.

Kedua pengawal langsung menarik Minho dari pelukan You Ni dengan kasar.

“You Ni-ah.. You Ni-ah.. Ini aku. Jebal, ingatlah aku!!” Minho meronta dan ia mulai menangis. Namun You Ni hanya bisa menatapnya bingung hingga sosok Minho sudah tak terlihat lagi di matanya.

You Ni mengangkat kedua bahunya dan merebahkan dirinya, tapi ia melihat seikat bunga matahari ada di pangkuannya. You Ni memperhatikan bunga matahari itu.

“Apakah aku menyukai bunga matahari??” gumam You Ni pada dirinya sendiri.

FLASHBACK END

 

Dalam tidurnya, You Ni menangis. Mimpi yang ia alami adalah serpihan-serpihan ingatannya yang hilang selama dua tahun ini. Ya, dia baru mengingat siapa Choi Minho itu. Dan sebelum mereka sempat bertemu, sudah tak ada Choi Minho lagi. Hanya raganya saja yang masih utuh dan menjadi milik Mui.

Mui mengerjapkan kedua matanya. Tak berapa lama, Mui terjaga. Ia merasakan berat menindih tubuhnya. Betapa terkejutnya ia melihat You Ni tertidur dengan posisi kepala berada di atas dadanya. Mui segera merebahkan tubuh You Ni ke sisi tempat tidur yang lain. Namun ia kembali tersentak ketika melihat You Ni sudah terbangun dan kedua matanya terlihat bengkak.

“Chagiya.. Kau kenapa?” Mui membantu mengangkat tubuh You Ni dan memposisikan tubuh istrinya itu duduk. Alis Mui berkerut. Tak ada respon apapun dari You Ni. Mui menangkupkan kedua tangannya di wajah You Ni. “Hei, kau kenapa? Kenapa diam saja?” Namun You Ni tetap tak bergeming. Pandangan matanya kosong. Rambutnya terurai berantakan. Dan air mata masih terus menetes dari pelupuk matanya. Namun sedetik kemudian..

BRAK!

“Mui!!” Mui menoleh ke arah pintu. Jura dan Hyun memasang wajah khawatir di sana.

“Tidak.. Ini gawat!!” kata Jura.

“Ada apa, Hyung?!” Mui mulai cemas.

“Ken dan Yoo Na.. Mereka dalam bahaya. Yoo Na melepas kalungnya dan tertabrak mobil. Rohnya rusak dan raganya terpental dari tabung kaca.” Mui terkesiap.

“Bagaimana dengan Ken?!” tanya Mui lagi.

“Hyung, roh Ken Hyung akan segera terlepas dari raga Key. Eottokhae??” panik Taega dan Mir. Mui menjambak rambutnya frustasi. Ia menoleh dan melihat You Ni yang sedang mencoba melepas kalungnya. Mui terkejut.

“Chagiya! Apa yang terjadi denganmu?? Kenapa kau juga melepas kalungmu? Jebal, jangan terus diam saja seperti ini..” mohon Mui. Namun You Ni tetap bersikeras melepaskan kalungnya.

“Mui, biar kami saja yang menjaga You Ni Eonni. Kalian cepatlah menolong mereka.” Kata Yong Hee yang muncul di balik punggung Taega. Yoo Jin dan Yoo Ra ikut masuk ke dalam kamar. Yoo Ra mengambil tempat untuk memeluk You Ni sekarang dan menenangkannya. Mui mengangguk. Kelima dewa pun pergi meninggalkan apartemen dan menuju rumah sakit.

“Eonni.. Apa yang terjadi denganmu?” tanya Yeon Sang pada You Ni. Yeon Sang kembali terisak. “Malhaebwa (Katakan)! Apa yang membuatmu linglung seperti ini??”

@@@

 

“Ini aneh. Alat-alat medis yang menempel pada tubuh mereka sudah memberikan tanda kalau mereka sudah meninggal. Namun mereka masih bisa bernafas meskipun pelan dan lemah.” Kata seorang Uisa memberikan penjelasan. Mui menoleh pada Jura dengan tatapan cemas.

“Kalau begitu, saya permisi dulu. Saya akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Siapa tahu alat-alat itulah yang rusak.” Uisa itu pun pergi meninggalkan kelima dewa.

“Apakah kita akan tetap membiarkan mereka tinggal dan menjalani perawatan di rumah sakit ini?” tanya Hyun pada keempat saudaranya. Mir dan Taega mendesah resah.

“Pertolongan medis tidak akan menyelamatkan mereka, Hyung!! Kita harus kembali dan membawa mereka ke Dunia Enam Dewa sekarang.” Putus Mui dengan nada memaksa. Jura mengangguk cepat.

“Ne. Apalagi roh Ken sudah tak bisa dicegah lagi untuk tidak terlepas dari raga Key. Jika terus dibiarkan, maka raga Key akan rusak fatal. Begitupula dengan roh Putri Yoo Na.” Timpal Jura. “Kkaja, kalian bertiga bawa Ken dan Putri Yoo Na ke Dunia Enam Dewa. Biar aku dan Hyun kembali ke apartemen dulu. Nanti kami menyusul.” Tambah Jura. Jura dan Hyun mengambil langkah keluar rumah sakit sedangkan Mui, Mir dan Taega melesat masuk ke dalam ruang gawat darurat.

Tiga orang kanhonsa (perawat) terlihat sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Mui, Mir dan Taega berjalan perlahan di belakang mereka dan menempelkan telapak tangan mereka di kepala ketiga kanhonsa itu. Dalam sekejap, ketiga kanhonsa itu terjatuh tak sadarkan diri.

“Kita bawa mereka ke ruangan meja emas sekarang.” Titah Mui. Taega dan Mir mengangguk. Mereka bertiga menghilang bersama dengan kekuatan air milik Mui.

@@@

 

Whuuussss…!!

BRAK!

Angin kencang membuat jendela kamar You Ni terbuka lebar. Yoo Ra, Yoo Jin, Yeon Sang dan Yong Hee reflek mengalihkan tatapan mereka ke jendela. Hanya You Ni saja yang sepertinya tidak tertarik dengan hal itu. Tatapannya masih seperti sebelumnya. Kosong.

“Jura..” gumam Yoo Ra.

“Oppa, bagaimana keadaan mereka??” Yeon Sang bangkit dan menghampiri Hyun. Hyun hanya menunduk dan menggeleng.

“Kerusakannya terlalu fatal. Mui, Taega dan Mir sudah membawa mereka kembali ke Dunia Enam Dewa.” Jura yang menjawab.

“Mwo?!” pekik Yong Hee. “Apa sebenarnya yang terjadi???”

“Putri Yoo Na melepas kalungnya dan itu membuat rohnya tak terlindungi. Jika roh Putri Yoo Na rusak, maka roh Ken bisa terlepas dari tubuh penggantinya. Dan sayangnya, itulah yang terjadi.” Kini giliran Hyun yang menjawab. “Kami datang ke sini hanya untuk memberi kabar pada kalian. Kami harus segera kembali ke Dunia Enam Dewa secepatnya.”

“Oppa, aku ikut denganmu.” Hyun menoleh cepat ke sampingnya dan menatap kedua mata Yeon Sang lekat-lekat. Ia berharap Yeon Sang tak serius dengan perkataannya.

“Hajiman, di sana nanti kita para dewa tidak akan membiarkanmu melihat ritual pelepasan roh Ken dari raga Key. Itu mengerikan, Yeon Sang-ah..” kata Hyun mencoba melarang Yeon Sang dengan halus.

“Aku mencemaskan Yoo Na Eonni. Jebal..” Yeon Sang tetap bersikukuh. Hyun akhirnya mengiyakan permintaan Yeon Sang.

“Baiklah, tapi apapun yang terjadi, apapun yang kau lihat dan kau dengar, jangan berusaha mendekat ke dalam ruangan meja emas nanti. Sesampainya di sana nanti, kau lebih baik berada di dalam kamar saja. Arrasseo?” Yeon Sang langsung mengangguk.

“Yoo Ra-ah, aku pergi dulu. Kau tetap di sini dan jagalah ketiga adikmu.” Yoo Ra mengangguk setelah Jura mengecup puncak kepalanya lembut. Sedangkan Hyun dan Yeon Sang sudah terlebih dahulu pergi.

“Bagaimana dengan You Ni Eonni?” Yoo Jin membuka suaranya.

“Terus jagalah dia. Jangan sampai ia bertemu dengan Jung So Ah. Aku merasa So Ah sudah menyiapkan rencana busuknya.” Kata Jura untuk terakhir kalinya. “Saranku, jangan mempercayai apapun yang terucap dari bibirmya.”

Whuussss..

Jura menghilang di balik jendela. Jendela tertutup rapat lagi.

@@@

 

“ARGGGHHHH!!!” Ini sudah ke sekian kalinya Ken mengerang kesakitan. Raga Key yang ia gunakan terlihat mengeriput dan memutih seperti mayat. Samar-samar, roh Ken terlihat ingin melepaskan diri dari raga Key. Mui, Mir dan Taega baru saja meletakkan tubuh Ken dan roh Yoo Na di atas meja emas. Mereka direbahkan bersebelahan.

“Pakaikan kalung Putri Yoo Na sekarang, Mir.” Mir segera menuruti perintah Mui dan memakaikan Yoo Na sebuah kalung yang memang merupakan milik yeoja itu. Kalung itu memendarkan cahayanya. Roh Yoo Na mengejang ketika kalung itu menempel lagi di lehernya.

“PANAAAAASSS!!!!” pekik Yoo Na seraya menggeliat hebat. Yoo Na merasakan tubuhnya terbakar ketika kalung itu menggantung di lehernya. Mir dan Taega reflek memegangi Yoo Na yang mencoba melepaskan kalung itu lagi.

“Bagaimana?” tanya Hyun dan Jura bersamaan yang sudah ada di ruangan meja emas itu. Mui menoleh.

“Ini fatal. Roh Ken harus segera kita lepaskan sekarang, Hyung.” Kata Mui.

“Baik. Kita mulai saja sekarang.” Jura dan keempat dewa lainnya mengambil posisi berdiri melingkari meja emas itu.

“Hyun, angkat Ken ke atas.” Titah Jura. Hyun mengangguk dan mengangkat Ken yang masih mengerang kesakitan ke udara. Hyun menahan Ken di udara dengan kekuatan anginnya. Mui langsung mengangkat tubuhnya hingga tepat berada di atas tubuh Ken.

“Arrrrggghh!!” tubuh Ken hampir saja terjatuh karena serangan air Mui. Namun Hyun bisa menahannya. Roh Ken tampak sudah setengah tercabut dari tubuh penggantinya.

“Mir! Giliranmu.” Mir langsung mengarahkan kilatan petirnya ke tubuh pengganti Ken dan membuat Ken mengerang keras.

JLEB!

Jura menusukkan sebuah pisau ke jantung Ken. Darah segar menyembur dari sana dan sebuah sinar terang keluar dari dalam mulut Key dan ditangkap oleh Taega. Taega meletakkan roh Ken itu di atas tanah.

BRUK!

Tubuh Key yang tanpa raga terjatuh ke atas meja emas menimbulkan suara bedebam keras.

“PANASSSS!!” Yoo Na mengerang lagi. Rohnya terlihat memerah dan mengeluarkan asap.

“Oh, tidak!” erang Mui. Roh Yoo Na mengecil dan berubah menjadi sebuah bola cahaya kecil dan terbang ke sisi Taega. Taega segera memasukkannya ke dalam sebuah tempat berbentuk segitiga yang terbuat dari tanah.

“Kita terlambat menolong Putri Yoo Na.” sesal Jura. “Yoo Ra pasti akan membenciku.”

“Tenanglah Hyung. Putri Yoo Na akan baik-baik saja setelah ini. Hanya butuh waktu tiga hari saja untuk memulihkan rohnya. Ini semua karena roh Ken sudah terlepas dari tubuh Key. “ Mir menepuk pundak Jura.

“Jika tidak, bisa saja akan terjadi sesuatu yang lebih buruk pada roh Putri Yoo Na.” tambah Hyun mengingatkan sekaligus mencoba menghibur Jura seperti apa yang Mir lakukan.

“Maja (Benar). Tindakan kita untuk menyelamatkan Ken terlebih dahulu sudah benar.” Mui menggotong tubuh tak berdaya Key dan bersiap akan membawanya ke ruangan tabung kaca. “Taega, ikut aku. Raga Putri Yoo Na juga harus kita masukkan kembali ke dalam tabung kaca berair. Kkaja!”

“Ugh, akhirnya aku bisa bebas juga..” terdengar sebuah suara. Mui dan yang lainnya menoleh cepat. “Aku kembali..” Ken menyeringai angkuh pada kelima saudaranya. Sosok Ken kembali menjadi seperti semula. Ken melipat kedua tangannya di depan dada.

“Oh, tidak..” gumam Jura.

“Waeyo?” tanya Ken yang merasa aneh melihat ekspresi terkejut kelima saudaranya. “Ada yang salah?” Mui menggeleng tak percaya. “Hei, Mui! Itu raga milik siapa yang berada dalam gendonganmu? Bukankah itu raga seorang namja?”

“Ken, kau tak mengenal sama sekali raga itu?” tanya Hyun.

“Cih, untuk apa aku tahu? Aku tak mengenalnya.” Jura dan yang lainnya tersentak. Ken.. Dia kembali ke sifat aslinya.. Batin Mui tak percaya.

“Hyung, apa kau ingat dengan Putri Yoo Na?” Taega bertanya seraya memperlihatkan roh Yoo Na yang tersimpan di dalam segitiga tanah miliknya.

“Yoo Na? Siapa dia? Apakah dia manusia? Hm.. Aku sama sekali tak tertarik.” Sedetik kemudian, cahaya yang berasal dari roh milik Yoo Na mulai meredup.

@@@

Yeon Sang merasa bosan berada di dalam kamarnya. Sayup-sayup ia bisa mendengar suara Ken yang mengerang keras yang entah berada di mana. Yeon Sang bergidik ngeri mendengarnya, tidak bisa membayangkan bagaimana mengerikannya upacara pelepasan roh Ken itu.

Yeon Sang pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan berjalan-jalan sebentar.

Yeon Sang melangkahkan kakinya dan tanpa ia duga ia sudah sampai di sebuah ruangan besar yang menyuarakan suara dengungan hingga membuatnya penasaran. Walaupun ragu, Yeon Sang mencoba memasukkan liontin kristalnya ke dalam sebuah lubang yang ada di pintu ruangan itu. Pintu pun terbuka dengan sendirinya. Asap putih keluar dan menabrak tubuhnya.

“Apa ini?!” Yeon Sang terbelalak melihat enam tabung kaca berair yang merendam keenam tubuh yang sangat ia kenal. “Apa maksudnya?!!”

-END OF AUTHOR’S POV-

 

@@@

 

TBC

 

Gimana? Bagus ngga? Atau aneh? He.. Mianh.. Semoga readers suka ya.. Jangan lupa like dan comment-nya. Gomawo.. J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “My Princess for Me – Part 7”

  1. wah.. Gimana dengan yoona? Ken berubah lg ke sifat aslinya ya? Ken aslinya jahat ga sih? Ditunggu lanjutannya.

    1. Hehe, tunggu aja. Cerita tentang KenNa bakal lebih seru part depan. 😉 yap, ken balik jadi ken yang dulu karena udah terlepas dari raga key. Dia balik jadi dewa api yang egois dan sewenang-wenang. Bisa dibilang jahat, karena buktinya dia merebut so ah dari mui dan ngecoba bunuh so ah karena iri sama mui.
      Tengkyu udah komen. Moga penjelasanku di atas kamu mudeng ya. 🙂

  2. itu yoo ni kenapa jadi aneh gitu thor?
    seharusnya kan dia seneng ingatan dia tentang minho udah kembali..
    terus kenapa ken ga inget sama raganya key? kan dulu dia yang milih raga key..
    waa makin seru thor.
    masalahnya semakin banyak.
    di tunggu part selanjutnya ya thor 😀

    1. You Ni sebenarnya bukan jadi aneh. Dia cuma syok sama mimpinya yang sekaligus adalah serpihan2 ingatannya tentang minho yang dua tahun ini menghilang. Jadi dia merasa bersalah karena dua tahun lalu udah menolak n mengusir minho di rumah sakit. Juga, dia syok karena dia sadar kalau dia ngga bisa ketemu minho yang asli karena minho yang asli udah meninggal.
      Ken ngga inget sama tubuh penggantinya aka key, karena udah terlepas dari tubuh key iv jadi otomatis dia lupa sama kenangan2nya tentang key n kenangan2 brg yoo na.

    1. Ne. Poor yoo na. Hehe..
      Maybe yes maybe no. Di part depan mungkin kamu bisa dapet jawabannya.
      Gomawo, ne! 😉

  3. waah, ken nya ga inget yoo na, bagaimana iniii, makin penasaran,
    setiap partnya emang pendek2 ya thor,
    padahal aq pngnnya yg panjang thor *dtabok author

    next part diitunggu , asap , hehe

    1. Oke, tunggu tabokanku nyampe ke kamu. Wkwk xD
      Sebenernya engga. Biasanya tiap part aku ketik mpe >15 hlm lho. Masih kurang banyak, kah? O.oa

      Onkey! ^^

  4. huaa..
    ni ff bikin saya deg-degan bgt..
    dtunggu bgt lanjutan y..
    jgn lama2 ya thor next chapt y,,udh penasaran bgt nii..

  5. yah! kok jadi gitu jalan ceritanya?!! OMG!

    trus ntar yoona jd kaget dong ngeliat perubahan sifat ken. kl bkn raga key, trus aku ngebayangin muka ken kyk siapa author? cakep atau jelek? #plak

    aigoo kayknya konflik lebih ngarah ke mui dan key. Yap bagus deh 🙂
    itu you ni jg kenapa? jd linglung gitu? semoga semuanya berakhir bahagia ya? awas kalo gk ya author, grrrr… #maksa
    lanjut!

  6. Author!! Ni FF beneran bikin gue degeun-degeun terus disetiap partnya…
    Penasaran ma ceritanya..
    Itu pas Ken bilang ga tertarik sama manusia kenapa cahaya ditubuh atau apalah itu jadi redup ya??? Terus si Yeon Sang masuk keruangan apa? Mungkin itu tempat disimpennya raga2 para putri kali. Jangan2 nanti Yeon Sang ketemu ma So Ah #plak! apa hubungannya coba?!
    Okelah, mau ada hubungannya atau ga, yang penting next partnya jangan lama2 ya thor..
    *comment yang tak berguna..
    😀

  7. Author!! Ni FF beneran bikin gue degeun-degeun terus disetiap partnya…
    Penasaran ma ceritanya..
    Itu pas Ken bilang ga tertarik sama manusia kenapa cahaya ditubuh Yoo Na atau apalah itu jadi redup ya??? Terus si Yeon Sang masuk keruangan apa? Mungkin itu tempat disimpennya raga2 para putri kali. Jangan2 nanti Yeon Sang ketemu ma So Ah #plak! apa hubungannya coba?!
    Okelah, mau ada hubungannya atau ga, yang penting next partnya jangan lama2 ya thor..
    *comment yang tak berguna..
    😀

    1. Jadi redup karena Ken sm Yoo Na kam udah saling terikat terus Ken ngga inget dia n malah ngmg hal menyakitkan kaya gitu. Jadi cahayanya redup-Yoo Na jadi sedih. Untuk masalah Yeon Sang, tunggu next part, okey? ;

  8. gimana dong nasib yoona selanjutnya kalau ken nggak inget lagi sama yoona????
    semoga nggak terjadi yang aneh2 deh pada yoona…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s