X Reality Show – Part 4

Title (*) : X Reality Show : Agree Or Disagree? (Part 4)

Author (*) : Sung Tae Jin

Main Cast(*) :

  • KaoruKasuga Futabatei [14 years old ( Author ) ]
  • Lee Ha Rim[ 15 years old ( Readers ) ]
  • Kim Jonghyun [ 14 years old ( Readers ) ]

Support Cast :

  • Lee Jinki [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Choi Minho [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Kim ‘Key’ Bum [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Lee Taemin  [ 14 years old ( Readers ) ]
  • Jung Je Sang [ 14 years old (OCs) ]
  • Kwon Yuri [ 14 years old (readers ) ]
  • Choi Sooyoung [ 13 years old ( readers ) ]
  • Stephanie Hwang [ 14 years old (readers ) ]
  • Another SNSD Member a.k.a Sixtherg [ 14 years old (Readers) ]
  • The others..

Length(*) : Sequel

Genre(*) : Life, Romance, Friendship, Family, Angst, Tragedy

Rating(*) : PG – 13

Summary : Aku memang tidak berguna.. Tapi setidaknya aku masih hidup. Aku disini sebagai wujud hidupku. Bukan sebagai seonggok daging yang melewati kalian tanpa nyawa. Aku disini untuk bertahan hidup. Jadi cobalah mengerti..

Nyampe jg d part 4.. Ottae? Gimana critany? Serukah? Mau lanjut?

Langsung aj!!!!! Cekidot coyy.

Udah d post d blog yg udh d sebutin kmaren2..

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

“ Mana Jjong, Kaoru? “ Tanya Ha Rim yang baru datang dari balik tembok perpustakaan di depan kelas Kaoru. “ Ada di dalam. Ia ‘kan hari ini piket. “ Kaoru yang sedang bersantai dengan laptopnya itu menunjuk ke belakang dengan jempolnya tanpa memalingkan pandangannya dari laptopnya sedikit pun. Ha Rim berlari ke dalam dan menemuinya. Entah apa yang di bicarakan dengan sang eomma. Tapi Kaoru seolah – olah tak peduli dengan mereka berdua dan membiarkan orang tuanya untuk berbicara di dalam.

Untuk saat ini, Hyun Sanglah yang bisa menemaninya. Ia bahagia melihat orang tuanya saling mengisi satu sama lain. Terlihat perbedaannya dengan yang dulu. Appanya yang lebih banyak memasang muka kusut sekarang sepertinya wajahnya sudah mulai perlahan disetrika (?). Eommanya yang dulu dianggap aneh itu berangsur baik dan mulai dihargai orang. Namun perlakuan Appanya dengannya berubah. Appanya sering mengatas namakan eommanya jika sedang bercerita. Segala hal yang berhubungan dengan kedua orang tuanya itu ditutup rapat – rapat sehingga anaknya tak mengetahuinya.

 ’Karena hidupku kudedikasikan untuk orang yang ada disekitarku. Walaupun ia tak bisa menerimaku.’ Seperti itulah kira – kira mottonya hidup. Ia mengorbankan seluruh hidupnya demi orang – orang yang dicintainya. Jadi, apapun yang dilakukan oleh mereka, orang yang ia percaya dan ia cinta, apapun akan ia pertaruhkan. Nyawa sekalipun.

“ Hyun Sang sekarang pergi.. Aku dengan siapa? “ Tanyanya pada dirinya sendiri. Hyun Sang pindah ke Indonesia sebelum Hyun Sang tahu, bahwa orang yang selama ini ia panggil oppa dan Jonghyun itu mempunyai hubungan. Kaoru tidak tahu ingin bercerita dengan siapa lagi. Hanya Hyun Sang yang tahu dirinya. Hanya Hyun Sanglah tempat bersandarnya. Entah apa yang akan dilakukannya untuk hari ini, esok dan seterusnya. Namun yang jelas, senyumnya mungkin tak selebar dulu saat Hyun Sang masih ada. Hanya Hyun Sang yang mengerti bagaimana kehidupan Kaoru.

Lagi – lagi Kaoru kehilangan. Setelah perpisahannya dengan Abeojinya, karena ia diharuskan pindah ke Korea, menyusul perpisahannya dengan chingunya di SD, dan yang terakhir adalah ini. Hyun Sang juga sebenarnya adalah chingunya saat ia masih kecil, mereka tidak begitu dekat sampai pada saat kelas VI SD dulu, mereka mulai dekat. Entah karena apa, yang pasti itu sudah sangat lama. Kaoru tersenyum kecil memutar kembali memori yang sudah menjadi sarang para serangga kecil yang menyebalkan. Sungguh, betapa beruntungnya ia dahulu.

“ Kaoru.. Kita latihan ya? Dirumahmu? Boleh? “ Ujar Jonghyun yang menghampiri anaknya yang sedang mengetik sesuatu dengan serius itu. “ Ofcourse, ma.. “ Seperti yang ia lakukan kepada appanya tadi, ia tidak sama sekali memalingkan sedikit pun pandangan kepada orang yang sedang berbicara di depannya. Saat Jonghyun pergi dari hadapannya, manik mata Kaoru mengikuti punggung Jonghyun yang menghilang di balik pintu kelas. Ia mendesah pelan.

Akhir – akhir ini.. Rumah Kaoru bisa dikatakan sebagai tempat pelarian SHINee ketika SHINee malas atau malah tidak ingin pulang. Ia memang butuh istirahat hari ini, karena memang badannya yang tidak begitu mendukung untuk hari ini. Namun demi senyum SHINee, apapun itu. Ia akan lebih enakkan jika ia melihat lengkungan manis dari shining SHINee daripada harus beristirahat di kamar dan tertidur lelap. Ia merasa, jati dirinya yang bebas kini mulai terkembang seperti dulu.

****************

“ jadi punya kamar baru berwarna birumu, itu rencanamu? “ Tanya Ha Rim yang baru masuk digandeng oleh yeobonya. “ Seleramu tinggi, nak. “ Jonghyun melepaskan gandengannya dan berguling di kasur empuk sang anak disusul dengan Ha Rim yang langsung memeluk Jonghyun di kasur. “ Yang lain mana? “ Tanya Kaoru melihat keluar kamarnya. “ Molla. Mungkin sedang kesini? “ Ha Rim santai menjawab walaupun si penanya pergi keluar. “ Huwaaa!!! Semuanya lengkap! Tapi aku sedang tak ingin latihan.. “ Ucap Kaoru sambil mengajak orang tuanya ke aula (?) tempat eomonienya menjadi instruktur senam.

“ Main lagi? “ Tanya Key yang mengumpulkan anak – anak kucing (?) yang sedang berguling di lantai karena malas latihan. “ Question! “ Teriak Taemin sambil mengambil  botol air minumnya yang ia sengaja bawa memang untuk bermain permainan kesenangannya itu. Semuanya menjadi sangat sunyi. Taemin mulai memutar botol. Semuanya menjadi lebih sunyi. Hanya detakan detik demi detik jam yang menjadi kebisingan di ruangan yang terbilang sangat luas itu. Dan.. Berhenti di sana. “ Pengalaman terburukmu? “ Tanya Key.

“ Dimulai dari kau, Ha Rim. “ Dan seperti biasa, mereka saling bertanya sampai Key berbicara sesuatu yang kuran mengenakkan. Jantung masing – masing orang yang berada disana berdetak jauh lebih kencang. Mereka takut, mereka menyesal, mereka benci pada diri mereka sendiri. Kenapa harus kata – kata itu yang keluar? Itu terlalu sulit dijawab oleh semuanya. Mereka menjawab dengan diam. Hanya itu.

“ SHINee, khususnya Key. Kalian risih melihat kami seperti ini? “ Ha Rim memecahkan keheningan yang berlangsung selama beberapa menit. “ Kaoru? “ Jonghyun berpindah tatapan dan menatap Kaoru disusul yang lain. “ Aku? Kalian bagiku orang tuaku. Jadi itu hal yang biasa. Ini appa dan ini eomma. Selesai ‘kan? “ Dengan tenangnya, Kaoru menjawab.

‘Maaf. Lagi – lagi aku berbohong, pa..’

 “ Yang lain? “ Tanya Jonghyun. “ Aku, tentu risih. Kalian baca dulu ini. “ Ujar Key menunjukkan ponselnya.

‘Mereka memang lebih penting. Lupakanlah kami. Dasar mesum! ‘

Pesan  yang dikirimkan dari chingu Key itu sempat membuat suasana menjadi senyap. “ Itulah alasanku kenapa aku risih. Bila mereka saja sudah mengetahuinya, bagaimana dengan hubungan kita semua? “ Key keluar ruang tengah dan duduk di luar. Je Sang, Taemin, dan Onew menyusul chingunya yang tengah bingung. Kaoru dan Jonghyun menenangkan Ha Rim yang juga sedang bingung. “ Ya.. Inin semua salahku. Bila tidak adanya aku disini, mungkin ini tidak akan terjadi. “ Keluh Ha Rim. Baik Kaoru maupun Jonghyun tak berani berbicara apa – apa. Mereka hanya berjuang melawan pikirannya yang mulai semerawut dan menghasut mereka melakukan yang tidak – tidak.

“ YA! Bila memang kalian ingin masalah ini kelar secepatnya, masuk sekarang! “ Teriak Kaoru yang suarany menggema di ruang tengah yang seakan dipantulkan oleh kaca – kaca yang tertempel di dinding ruangan. Semuanya berkumpul. Inti maupun tidaknya SHINee. Aku belum bercerita? SHINee mengambil semua orang yang terbuang, kesepian, dan bingung. Itulah perbedaan SHINee dengan Sixtherg. Kembali pada cerita.

“ Siapa saja yang sudah melihat mereka.. You know, kisseu? “ Tanya Kaoru langsung tanpa menunggu siap atau tidaknya peserta rapat yang ia mulai hari ini. “ Aku.. “ Ujar Minho, yang baru hari ini resmi masuk SHINee. “ Aku juga tak sengaja melihatnya. Kau tahu, aku menikmatinya.. “ Ujar Sung Hyung yang memang super duper mesum itu. “ Dan pastinya aku, appa. “ Ujar Kaoru yang menjawab pertanyaanya sendiri. “ Dan intinya sekarang, apa keputusan terakhir kalian? “ Tanya Ha Rim sambil menangis. “ Uljiman appa.. “ Rintih Kaoru yang menahan tangisnya. “ Whatever.. “ Semuanya, kecuali Ha Rim, Kaoru dan Jonghyun yang menunggu jawaban, menjawab dengan serentak dan pasrah. “ Bukan itu yang kuinginkan! Aku inginkan jawaban yang benar – benar jawaban pasti! Babo! “ Bentak Ha Rim yang membuat semuanya keluar untuk membicarakan hal ini.

“ Aku yakin mereka memilih hal yang terbaik. Seperti simbiosis mutualisme. Kita sesama untung. “ Kaoru mengelus punggung Ha Rim lembut sambil memeluknya. “ Kau tahu itu salah, namun kenapa kau masih saja membelaku? “ Kaoru terdiam. Itu memang benar, hatinya memang berbicara seperti itu. Namun ia tetap pada pendirian dari pikirannya, mendekatkan mereka berdua adalah hal terbaik yang pernah ia lakukan untuk kedua orang tuanya itu. Perdebatan antara hati dan pikiran dimulai. Mereka saling berdebat tentang pernyataan yang benar. Namun Kaoru tentu masih memilih pikirannya.

“ Jadi, selesaikah? Apa keputusannya? “ Tanya Kaoru mengharapkan hal yang sama yang ia pikirkan. “ Aku tak setuju dengan kalian yang seperti ini. “ satu per satu SHINee berbicara hal yang sama pada Ha Rim. “ Aku setuju. Seperti yang kalian ketahui tadi. “ Ujar Sung Hyung. Kaoru memutar bola matanya.

“ Aku tahu. Siapa saja yang sudah melihatnya? “ Akhirnya Kaoru masuk dalam perdebatan yang ia tahu awalnya adalah dirinya sendiri. Begini saja, mereka boleh seperti itu hanya di depanku, Sung Hyung, dan kau, Onew. “ onew menunjuk dirinya sendiri. Ia sebenarnya sudah sering melihatnya, namun ia lebih baik diam daripada harus berbelit seperti sekarang ini. “ Jadi kalian setuju atau tidak?! “ Ha Rim tidak bisa menahan emosinya yang selalu meluap setiap kali SHINee mulai memperpanjang masalah. Semuanya setuju. Kaoru sedikit tersenyum, begitu pun yag lain.

Namun memang masih ada yang mengganjal. Semuanya terlihat canggung. Walaupun canda sudah kembali, namun masih saja.. Semuanya terasa aneh. Ia menutupi dirinya yang linglung sendiri itu dengan tersenyum. Ia tersenyum seolah semuanya selesai. Ha Rim sudah kembali menjadi appanya.. Dan begitu pula yang lain. Semuanya seperti terasa normal walaupun hati mereka semua masih canggung untuk tertawa.

‘ Tuhan.. Aku tahu aku salah karena menerima kesenangan dari ketidak senangan orang lain, namun biarkan aku menikmatinya sebentar saja. Setidaknya sampai aku menunggu Kau menjemputku..’

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “X Reality Show – Part 4”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s