[Epilog] Dazzling Autumn

Dazzling Autumn Epilog

 

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Angst, Friendship, Horror,Romance,Mystery,

Rating             : PG 15

 

If you want to forget something. Wipe it out from your mind, but you can’t. It follows you around like a ghost. (Tale of two sisters)

 

_Hye ri PoV_

“HOW MANY TIMES DO I HAVE TO TELL YOU JUNG NICOLE? BERHENTILAH MENYAKITI HYE RI!!!” Key berteriak untuk ke sekian kalinya pada Nicole.

Aku hanya diam, merasakan beberapa luka di wajahku yang dibuat Nicole.

Dia senanng sekali melukai wajahku. Apa itu agar wajahku menjadi buruk dan Key meninggalkanku?

Aish! Dan sudut bibirku sobek dicakar yeoja aneh itu!

Nicole manangis, bukan tangisan seperti biasanya.

Kini ia terlihat lebih terluka dari biasanya.

Ayolah Jung Nicole! Tidak bisakah kau membiarkan Key menjadi milikku?

Geurae, aku akan meninggalkan kalian berdua. Dan jika perlu aku akan mati di hadapan kalian agar kau puas Kim Ki bum!”

Aku tersontak saat mendengar ucapan Nicole.

Ia yang biasanya akan menceritakan bagaimana ia selalu berusaha mendapatkan perhatian Key, kini mengatakan akan mengakhiri hidupnya begitu saja.

Nicole tak mengatakan apa pun dan segera berlari meninggalkan ruang tamu.

“Nicole…” Luna memanggilnya, ia hendak mengikuti Nicole namun segera mengurungkan niatnya.

“Apa kalian puas? Kau juga Kim ki bum? Bagaimana jika Nicole benar-benar akan mengakhiri hidupnya? Oh! Ya Tuhan! Itu tidak boleh terjadi.” Luna segera berlari mengejar Nicole.

Hanya aku dan Key yang tinggal di ruang tamu.

Kami hanya diam.

Kutatap matanya dengan ragu, ada ketakutan di dalamnya.

“Key, aku…”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Key segera menyambarnya.

“Hye ri-ah, kurasa Nicole akan benar-benar melakukannya.” Ia kemudian berlari meninggalkanku.

Aku hanya diam, mengapa selalu seperti ini?

Benar! Aku cemburu.

Key masih peduli pada Nicole meskipun ia berulang kali mengatakan bahwa ia sudah tidak sedekat dulu dengan Nicole.

Apakah Nicole yang membuat hubunganku dan Key seperti ini? atau kah aku yang sengaja berada di tengah-tengah mereka?

Aku memejamkan kedua mataku saat benda cair menggenang di sana, sementara tangan kananku masih menggenggam erat sesuatu.

Necklace chain milik Key, tadi terjatuh saat ia berada di atasku untuk melindungiku dari Nicole.

Baiklah, sepertinya aku harus menyusul mereka agar semuanya segera selesai.

***

Aku hanya mampu bergumam pelan mengucapkan nama Key saat melihatnya berciuman dengan Nicole di dalam gudang.

Kulihat dengan jelas bagaimana Nicole menghimpit tubuh Key ke tembok dan menciuminya kasar.

Airmata menyakitkan segera berjatuhan membasahi wajahku.

Mereka masih belum menyadari keberadaanku, haruskah aku memanggil Key agar ia tahu aku ada di sini? Atau aku hanya perlu diam dan berpura-pura tidak melihatnya?

Tuhan, ini menyakitkan.

Aku masih mematung di tempatku, rasanya sulit untuk menggerakkan kakiku dan meninggalkan tempat terkutuk itu.

Stop it Nicole!” tiba-tiba Key mendorong kasar tubuh Nicole hingga ia nyaris tersungkur ke lantai yang dipenuhi jerami.

Nafas Key memburu, ia seperti orang yang baru sadar dari kerasukan.

Ia terlihat merasa berdosa dengan hal yang baru saja dilakukannya.

Aku baru saja hendak membalikkan tubuhku untuk pergi dari tempat itu saat Key memanggil namaku.

Aku mengabaikannya dan terus berjalan entah ke mana.

Airmataku semakin tak terbendung setiap kali Key memanggil – manggil namaku dari belakang.

***

Sambil mengusap airmata, aku berjalan menuju villa saat Luna mencegatku.

“Hye ri-ah, sepertinya kita harus membawa So Hee ke rumah sakit. Asmanya kambuh. Llihatlah! Ia seperti ikan yang di bawa ke darat.”

Seketika pikiranku tentang Key dan Nicole hilang, aku segera berjalan mengikuti Luna.

Ia membawaku menuju pondok kecil tak jauh dari gudang di mana aku melihat Key dan Nicole berciuman.

Aku segera masuk ke dalam pondok dan tersontak saat melihat darah mengucur dari kepala So Hee, sementara tubuhnya dipenuhi luka tusukan.

Kusentuh tangan dan wajahnya.

Tuhan! Ia tewas!

Tubuhnya kaku dan dingin.

Tuhan! Siapa yang melakukannya pada So Hee?

Aku segera berbalik dan baru menyadari sedari tadi Luna tak bergeming di belakangku.

Aku kembali terkejut saat kudapati tak ada Luna.

Aku berjalan kasar menuju pintu dan sial! Pintunya terkunci dari luar, tak ada kunci menggantung dari dalam.

Apa yang terjadi?

Aku berusaha mencari bantuan dengan melihat ke luar jendela.

Kulihat Key berlari ke arah pondok.

Amarahku yang tadi musnah begitu saja.

Entah mengapa aku tiba-tiba merasa ketakutan.

Dengan cepat kugedor jendela dan berteriak “Key, So Hee… So Hee tewas. Seseorang telah membunuhnya…”

Kulihat Key seolah tak percaya dengan apa yang kuucapkan.

Ia hanya diam, seolah kehilangan kendali atas dirinya.

Ayolah Key! Mengapa kau hanya diam? cepat lakukan sesuatu!

Aku kembali menggedor jendela saat sesuatu membuatku menghentikannya.

Aroma gas tercium begitu pekat, darimana munculnya?

Deg! Aku benar-benar takut Tuhan! Bukankah di samping pondok ini adalah ruang pengendali listrik?

Bagaimana jika ini adalah gas yang bocor dari pemanas air?

Sekuat tenaga aku menarik kenop pintu agar pintu terbuka, tapi tak ada hasil apapun.

“Key, tabung gas nya bocor! Aku tidak bisa membuka pintu, tolong aku!”

Key segera berlari menjauhi jendela, kulihat ia membawa beberapa benda dari gudang.

Kayu besar, garuk dan beberapa alat pertanian untuk mendobrak pintu. Bahkan ia menggunakan tubuhnya sendiri untuk mendobrak pintu.

Masih tak berhasil, sementara bau gas semakin pekat.

Tuhan! Apa aku akan mati seperti ini?

Kulihat Jinki berlarian mendekati Key, Jinki terlihat seperti menanyakan sesuatu pada Key.

Key sempat terdiam sesaat setelagt Jinki menanyakan hal yang tak bisa kudengar.

Apakah Jinki menanyakan So Hee?

Bagaimana reaksinya jika ia tahu bahwa kekasinya telah tewas dibunuh seseorang?

“Key! Keluarkan aku! Aku takut!” kali ini aku benar-benar putus asa.

Tubuhku bergetar hebat dan lututuku lemas.

Rasanya ini seperti mimpi, benarkah aku akan mati seperti ini?

“Tenang baby! Aku akan mengeluarkanmu! Tidak akan terjadi apapun padamu.” Key berusaha menenangkanku meskipun aku tahu ia pun ketakutan.

Key terus berusaha mendobrak pintu dengan tubuhnya, ia terlihat begitu putus asa dan sesekali berteriak.

Nafasku mulai sesak karena sudah menghirup gas beberapa menit.

Kepalaku mulai terasa berat dan berputar-putar. Tuhan! Aku takut.

Samar-samar aku melihat Nicole di belakang Key dan Jinki ia menunjuk ke arah belakang pondok.

Key dan Jinki membulatkan matanya seperti baru melihat hantu.

Tuhan! Apa ini sudah saatnya? Tapi aku tidak melihat malaikat yang akan menjemputku.

Aku seperti dalam mimpi, semuanya aneh dan pandanganku mulai kabur.

Kulihat Key lekat, menilik dirinya sebisaku seolah ini terakhirkalinya aku melihatnya.

Aku merasa kaku hingga aku tak sadar airmataku terus menetes.

Jinki kemudian mengangkat pinggang Key dan menariknya menjauh dari jendela, meskipun Key tetap berusaha menendang-nendang pintu hingga ia menjauh.

Aku tahu aku tidak akan bisa melihatnya lagi.

Aku berjalan perlahan mendekati tubuh So Hee dengan sisa- sisa tenagaku.

Kupeluk tubuh kakunya dan ikut berbaring di sampingnya.

Aku melonggarkan genggaman pada benda yang dari tada berada di tanganku.

Jika aku mati terbakar, necklace chain ini pun akan terbakar.

Maka aku hanya menyentuh ujungnya, agar Key bisa menemukannya, agar Key tetap mengingatku.

Nafasku semakin berat, pandanganku semakin kabur, bibirku masih bergetar hebat menahan tangis agar tak pecah.

Samar- samar kulihat seseorang berjalan ke arahku, tak jelas namun kupastikan ia berpakaian serba putih dan tersenyum.

Ia kemudian berjongkok di sampingku, tangannya terulur seperti hendak menyentuh wajahku.

Kupeluk erat tubuh So Hee, menyentuh pipinya dan berbisik di telinganya.

“So Hee-ya, apakah itu menyakitkan?”

=FIN=

 

Ini dia epilog dari sudut pandang Hye ri *akhir’a Hye ri nongol juga* :p

Sedang dalam project FF baru, semoga FF’a ga lebih pusing dari Dazzling Autumn \(^0^)/

Gomawo~

Always Spread The Love for SHINee~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

34 thoughts on “[Epilog] Dazzling Autumn

  1. Wahh feelnya dpt thor, krasa bgt prasaan hyeri kya gmna huhuhu T-T trus brkarya ya thor! Ohya ngmogng2 ini ff’a kren! ^^b

  2. Daebak thor!!! Eh, author udah baca’HEADLINE NEWS’ belum?? Baca dong thorr!! Gomawo ya thor! Keep writing!😀

  3. pendek, bacanya gak lebih dari dua menit😛
    endingny bagus, saya suka pas bagian so hee nya itu…
    next project? Tell me it’s for Jinki, then I’ll give you a free hug😀

    1. author aku bntu bles yak ehehe ^^v
      annyeong chingu,
      series nya udah dipublish koq udh completed malah, a-yo buruan cek dilibrary, seru banget lohhh cerita nya😀

  4. wah, FF.a keren thor…
    aku baru hari ini ngeh-nya kalo aku belum baca FF D.A, tapi tiba-tiba udah sampai epilognya,
    terus aku cari di librarynya,
    ceritanya keren banget thor…
    aku betah baca semua partnya sekaligus,hehehehe…
    *jadi bayangin gimana kalo key itu bener2 psyco…hhh

    Aku tggu karya selanjutnya ya, thor…

  5. hikseu T^T
    setelah nangis di part 10, disini kmbli nangisss… asli eon! kerasa banget disini gmn prsaanya hyeri. gmn gak jadi arwah coba kalo matinya jg gak wajar gitu? gila ya si nicole-luna.-. suka sm org smpe rela ngebunuh segala-_-

    woah~ pokoknya daebak deh eon!:mrgreen:

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s