Beautiful Lies – Part 6 (END)

Beautiful Lies (Part 6) (END)

 

Author                        :  Philiar (Lee Shadow)

Main cast                    :  Lee Taemin, Lee Shara, Lee Jinki (Onew), Choi Minho, Kim

Jonghyun, Kim Ki Bum(Key)

Type                            :  Sequel

Genre                         :  Mystery

Rating                         :  General

Jonghyun POV

“ARGH! YEOJA ITU! Siallllll…” Dengusku kesal saat telah sampai di ruang rawat Onew-hyung.

“Wae? Ada apa denganmu? Kenapa balik lagi kesini? Mana Taemin?” Key menghujaniku dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tak dapat dijelaskan dengan mudah.

“Shara… gadis itu… baru saja membohongiku. Ia kabur entah kemana.”

“Hah? Kau bertemu dengannya? Tuh kan, sudah kubilang ia penipu!” Imbuh Minho ketus.

Berkat bantuan Key dan Minho yang menstabilkan emosiku, akhirnya aku dapat menceritakan secara rinci tentang kejadian yang menimpaku tadi kepada mereka.

“Kau serius?” Raut wajah Key tampak ragu. “Oke deh, lalu… mana Taemin?”

“Aku tidak sempat menemukannya gara-gara yeoja kurang ajar itu.”

“Hmmm… kalau begitu, biar aku saja yang cari.” Sergah Minho tiba-tiba bangkit dari sofa dan kemudian melesat pergi melakukan tugasnya.

Suasana antara aku dan Key diselimuti keheningan, namun itu semua pecah beberapa menit kemudian setelah kulihat Onew-hyung telah tersadar dari tidur panjangnya.

“Annyeong Onew-Hyung, selamat sore. Apa kabar?” Sapaku—seperti seorang idiot.

~~~

Author POV

Sore yang kelam. Tepat di sebuah ladang bunga matahari pada pinggiran kota, tampak dua orang namja yang sedang duduk diatas rumput menatap hambar ke arah langit. Nyata sekali terlihat di air muka mereka banyak beban yang masih dipikul.

“Apa yang kau lakukan sejak kemarin didepan rumahnya?” Taemin mengajukan pertanyaan.

“Apa urusanmu?” Hardik seorang namja bernama Baekhyo tersebut.

“Aku punya urusan dengannya yang masih belum terselesaikan. Mungkin kau bisa sedikit membantuku memecahkan masalah ini.”

“Cih, enak saja. Ini privasiku.”

“Kumohon, sejak Shara memasuki di dunia kami, begitu banyak kejadian aneh yang membahayakan. Aku hanya ingin tahu beberapa hal tentangnya.” Pinta Taemin sambil mengepalkan tangan, tak kuat membendung rasa kesal.

Baekhyo terdiam sejenak, kemudian bercerita segala hal yang ia ketahui tentang kehidupan Shara. Setelah selesai ia mengisahkannya, Taemin kehilangan kata-kata. Ia sungguh tak percaya dengan apa yang ia dengar.

Mengapa ia berusaha menyembunyikan semua itu dari kami? Batin Taaemin.

~~~

Hosh. Hosh. Hosh.

Terlihat seorang namja dengan nafas yang tersengal-sengal, satu tangannya bertumpu pada lutut, dan tangannya yang lain menyeka butiran keringat di dahinya.

“Apa ini tempat yang Taemin maksud?” Gumam Minho didepan sebuah rumah tradisional korea yang agak kecil tak jauh dari rumah sakit.

Tok.Tok. Ia mengetuk pintu rumah tersebut.

“Ne…?” Sahut seorang yeoja berwajah familiar ketika membukakan pintu.

“Annyeong, Shara.”

“M… Min… Ho… Oppa… apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya terbata-bata. Ia sangat tercengang dengan kehadiran orang yang tak ia harapkan.

“Kau… apa kau… lihat Taemin?” Nafas Minho masih tak teratur.

“Taemin? Oh, Taemun… Aniyo.” Bantah Shara agak gelisah.

“Geurae? Hhh… Hhh…”

“Ne. Pulanglah, aku ingin istirahat.”

Sebelah alis Minho terangkat curiga, kemudian ia mencoba mengintip ke dalam rumahnya.

“Mwo? Wae?” Tanya Shara panik saat Minho tiba-tiba memasuki rumah secara paksa. “Tak ada siapa-siapa disini! Ppali kaa!” Yeoja itu menarik lengan Minho.

“Ani. Aku hanya ingin numpang istirahat sebentar. Tak bolehkah?” Tukas Minho sambil menepis jemari Shara.

“Oh… kukira… Ne, istirahatlah. Akan kubuatkan minuman untukmu. Chamkamman.”  Ujar Shara lalu menghilang ke dapur. Tingkahnya terlihat sangat cemas.

~~~

“HYUNG!” Taemin membuka pintu ruang rawat Onew secara kasar.

“Mwo? Taemin-ah! Kemana saja kau?!” Tanya Jonghyun.

“Ceritanya panjang hyung, tapi aku punya beberapa informasi tentang yeoja itu.” Perkataan Taemin begitu meyakinkan. “Eh? Onew-Hyung? Kau sudah sadar?”

“Mm.” Ia mengangguk lemah.

“Tunggu. Maksudmu… info tentang Shara?” Sergah Key.

“Ne. Tapi… tunggu dulu, dimana Minho-Hyung?” Taemin menelusuri isi ruangan. Namun tak dapat menemukan Minho disitu.

“Eh? Bukankah ia bersamamu?” Tanya Jonghyun kemudian. “Ia tadi pergi mencarimu. Sepertinya ke rumah Shara.”

“Mwoya?” Taemin tercengang. “Andwae. Kita harus menyusul Minho-Hyung! PPALLII! KAJJA!”

“Chamkamman, apa yang sebenarnya terjadi?” Desak Jonghyun lagi.

“Itu… Sebenarnya… Begini Hyung… Dia ternyata…”

~~~

“Nih Oppa, silahkan diminum.” Shara menyuguhkan secangkir teh ke atas meja yang berada di depan Minho.

“Gomawoyo.” Balas Minho seadanya.

Sejenak mereka terdiam, kemudian Minho mengambil cangkir tersebut. Awalnya Minho agak ragu apakah ia harus meminumnya atau tidak, karena ia takut Shara memasukan sesuatu ke dalamnya. Namun ia mengurungkan pikiran negatif itu, dan ia pun meminumnya seteguk.

Kling. Kling. Lonceng dari pintu depan berdenting.

Tok. Tok. Tok. Kemudian menyusul suara ketukan pintu.

“Nugu? Perlu kubukakan pintunya?” Tawar Minho setelah meneguk isi cangkirnya.

“Andwae. Biar aku saja.” Sergah Shara setengah panik. “Chamkamman.”

Selama beberapa menit Minho mematung menunggu tamu yang akan dibawa oleh Shara, namun ternyata saat yeoja tersebut kembali ia datang tanpa partner disebelahnya.

“Loh? Mana tamunya?” Tanya Minho saat menatap Shara yang tersenyum canggung.

“Cuma tukang tagih listrik kok. Hehe.” Ia terkekeh renyah.

Minho memicingkan mata curiga. Ia sama sekali tak percaya padanya.

Tok. Tok. Tok. Tok. Tok.

Debaman ketukan pintu muncul kembali, kali ini sedikit lebih keras.

“Biar aku yang buka.” Ucap Minho yang langsung bangkit menuju pintu depan.

“Chamkamm…” Shara tak berhasil mencegah Minho.

Saat Minho akhirnya membuka pintu secara kasar, tiba-tiba raut mukanya langsung tercengang. Dilihatnya Taemin yang bertolak pinggang dan Jonghyun yang sedang menggenggam pergelangan tangan seorang yeoja.

Yeoja itu… pucat. Tampak rapuh. Dan… mirip seperti Shara.

“Shara! Mianhaeyo, mereka menangkapku tadi di tengah jalan saat kabur dari sini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Yeoja itu meronta dari genggaman Jonghyun.

Shara tampak tercekat. Bola matanya membesar dan tubuhnya menegang. Degup jantungnya berpacu liar. Dan keringatnya menetes deras dari pelipis.

“Ani, gwenchana. Ini semua telah berakhir… Shasa.” Ucap Shara kemudian mengulum senyum pasrah sambil menitikkan air mata.

“Jadi… bisakah kalian jelaskan kebenaran dari semua ini? Shara? Shasa?” Tuntut Taemin kemudian menyeringai lega.

~~~

            Di ruangan itu diselimuti oleh suasana tegang. Lima orang yang sedang duduk tersebut masih hanyut dalam diam menunggu salah seorang yeoja angkat bicara.

“Jadi begini sebenarnya…” Shasa memberanikan diri memulai penjelasan dengan suara paraunya.

“Biar aku saja.” Sela Shara kemudian seraya menggigit bibir. “Aku dan Shasa adalah saudara kembar. Kami sudah hampir 2 tahun menetap di sini. Berawal dari aku bertemu dengan Taemin, sebenarnya aku berbohong bahwa aku tak mengenalnya. Pada faktanya, aku adalah fans berat SHINee.” Shara menelan ludah ragu, lalu melanjutkan ceritanya.

“Aku pura-pura tidak mengenalnya untuk menyamarkan identitasku dari segala kasus ini. Dan ya, akulah yang membuat semua kecelakaan ini terjadi. Dimulai dari Key-Oppa, kemudian Onew-Oppa…”

“Tadinya ini semua akan berjalan lancar jika saja Onew-Oppa tidak di rawat di rumah sakit itu. Karna rumah sakit itu adalah tempat Shasa berobat dari penyakit leukimianya. Aku berpikir ini semua akan menjadi sangat berbahaya jika kalian semua bertemu dengan kembaranku pada saat-saat yang tak tepat.”

“Saat kuberitahu Shasa tentang info bahwa Onew-Oppa dirawat disitu, ia sangat panik kemudian nekat memotong infus Onew-Oppa tanpa sepengetahuanku. Dan juga yeoja yang mengerjai Minho-Oppa waktu itu sebenarnya adalah Shasa, bukan aku. Karna pada saat itu aku masih bersama member SHINee yang lainnya.”

“Kami membuat kecelakaan-kecelakaan ini terjadi karena… dendam.” Shara menghentikan penjelasannya, kemudian yeoja tersebut menangis sejadi-jadinya. “Mianhaeyo! Mianhae… Aku tidak bermaksud…”

“Dendam katamu? Dendam untuk apa? Mengapa kau harus dendam kepada kami?!” Tanya Jonghyun gusar.

“Dia melakukannya untukku. Karna aku yang menghasutnya untuk berbuat seperti itu. Aku bukan fans kalian, tapi Sharalah yang mengagumi kalian. Kemudian kekaguman itu semakin memudar karna aku terus menghasutnya. Aku menyuruhnya untuk mencelakai kalian, karna aku tak bisa berbuat seperti itu dengan penyakitku yang semakin parah.” Tukas Shasa di tengah atmosfir kaku. “Ia menuruti semua perkataanku, meski sedikit ragu.”

“Kami mencelakai kalian atas kejadian naas yang kalian perbuat setengah tahun lalu terhadap orang tua kami. Mereka berdua tewas akibat tabrakan mobil pada jam 3 pagi. Untungnya, kami berdua yang ikut nyawanya terselamatkan. Dan Shara… dengan penglihatannya, ia mengingat nomor polisi mobil kalian yang kemudian kabur dan tidak bertanggung jawab.” Lanjut Shasa sambil menahan amarahnya. Ia menggertakan gigi kesal.

“Setahun lalu? Kami menabrak mobil kalian?” Minho termangu.

“Yap. Dan tak sengaja beberapa minggu kemudian setelah syok kami hilang, saat Shara menjadi stalker SHINee, ia melihat plat nomor mobil kalian… dan terkejut saat tahu bahwa nomornya sama persis seperti pembunuh orang tua kami.”

Taemin menghela nafas panjang kemudian membuangnya lagi.

“Aku ingat. Saat itu hanya ada aku dan Onew-hyung serta manajer yang menyetir mobil. Kami bertiga baru pulang dari syuting 1 VS 100.” Sergah Taemin mengakuinya. “Waktu itu manajer sangat mengantuk dan tak sengaja menabrak mobil didepannya hingga keluar jalur jalan tol dan dua penumpangnya terguling pingsan di atas aspal.”

“Itulah aku dan Shara yang berhasil selamat. Sedangkan orang tua kami yang terjebak di kursi depan tewas seketika.” Sela Shasa sinis.

“Hhh… kami bertiga hanya lebam sedikit. Saat kukatakan pada manajer-hyung untuk menolong mereka, ia sangat ketakutan dan memutuskan untuk langsung kabur saja karna jalanan sangat sepi dan tak ada saksi. Begitulah kejadiannya. Dan itu hanya rahasia di antara kami bertiga. Tak kusangka ini semua akan berbuah dendam.” Ujar Taemin lesu, menyesali perbuatannya. “Jeongmal mianhae.”

“Pabo! Kau kira akan kuterima permintaan maafmu itu? ANDWAE!” Hardik Shasa ketus.

“Sudahlah Shasa, akhiri saja permainan ini. Anggap saja semuanya telah impas. Kita telah mencelakai dua orang, kan? Jumlah yang sama.” Sergah Shara masih sambil tersedu-sedu.

“Tapi tak sampai mati, karna ulahmu.” Celetuk Shasa kemudian.

“Karna ulah Shara? Apa maksudmu?” Tanya Jonghyun penasaran.

“Seharusnya Key mati jika saja Shara tidak mengantarkan Key ke dorm dan membiarkannya terkapar di jalan. Tapi ia malah menolong namja yang sekarat itu.” Jelas Shasa merutuk. “Dan Onew harusnya juga mati karna racun sianida yang berdosis tinggi tersebut, tapi malah hanya koma karna Shara tidak menuangkan seluruh racun itu sampai habis.”

“Shara… mengapa kau malah menyelamatkan mereka?” Taemin meminta penjelasan pada yeoja yang sedang merunduk sedih dihadapannya.

“Aku… Aku… Aku pernah mengagumi kalian sebelumnya. Aku mencintai kalian sebagai fans… Aku tak tega saat melihat Key-Oppa mengharap pertolongan. Dan tak tega membiarkan Onew-Oppa mati begitu saja didepan mataku. Aku tak bisa…”

Air mata Shara semakin deras membasahi lantai. Ia tak kuat lagi membendungnya.

“Kami… benar-benar minta maaf. Ini semua sudah terjadi, dan jika kalian terus melanjutkan hal seperti ini… orang tuamu tetap tak akan kembali, kan?”

Kalimat Taemin meruntuhkan hati Shara dan Shasa. Dan pada akhirnya mereka mencoba untuk menerima permintaan maaf yang dilontarkan oleh member SHINee yang lainnya.

Karena keadaan mulai membaik, dan mereka sudah harmonis kembali, akhirnya semua memutuskan untuk berkumpul kembali menuju rumah sakit memberitahu segalanya kepada Key dan Onew yang masih berada disana.

Saat mereka berkumpul dan menceritakan pernyataan Shara dan Shasa secara rinci, sekali lagi semuanya kembali saling meminta maaf yang sebesar-besarnya.

“Okey, akhirnya… Kejadian yang selama ini menimpa SHINee telah berakhir dengan happy ending!” Sorak Key gembira diiringi oleh tawa riang yang lainnya.

“Oh ya Shasa, kenapa kau tadi kabur saat bertemu denganku?” Tanya Jonghyun di tengah kebahagiaan yang berlangsung tersebut.

“Aku? Kapan aku bertemu denganmu? Aku hanya bertemu dengan Minho.” Ungkap Shasa kikuk.

“Lalu? Itu Shara asli?”

“Aniyo. Aku kan sudah pulang.”

“Hah? Kemudian… itu siapa?” Bulu kuduk Jonghyun berdiri.

“Oh, mungkin itu Shala!” Sergah Shara kemudian.

“Shala?” Semua member SHINee tercengang idiot.

“Ah ya, kami lupa memberitahu kalian bahwa sebenarnya kami ini kembar tiga. Shala, Shara, dan Shasa.” Ujar Shara yang tadinya tersenyum senang tiba-tiba bibirnya tertekuk kecewa.

“Wae?” Tanya Onew yang masih terbaring di ranjang. “Sekarang… dimana dia?”

Shara dan Shasa saling bertatapan cemas.

“Aku lupa… sebenarnya Shala itu… Antis SHINee… dan lagi dia pasti masih belum memaafkan kalian. Kami takut dia akan melanjutkan semua ini…” Ujar Shara terbata-bata.

“MWOYAAAA?” Kelima member SHINee menganga lebar bagai kuda nil.

“Tapi tenanglah, kami akan mencari dan menjelaskan semuanya pada Shala secepatnya. Meskipun… kurasa sulit.” Shasa memasang tampang hambar.

“Sulit? Apa maksudmu?” Minho tak mendapatkan maksud dari Shasa.

“Shala… dia benar-benar memiliki rasa benci yang lebih besar terhadap kalian… ditambah lagi masalah dendam itu…” Shara tak berani melanjutkan kalimatnya. “Dia sangat nekat.”

“Andwae… Ottokhaji?” Gumam Taemin was-was.

Dan tragedi kembar tiga ini pada akhirnya meninggalkan lagi sebuah misteri. Untuk yang kesekian kalinya, membuat seluruh member SHINee tak pernah lelap dalam tidurnya.

THE END.

Finally, selesai juga FFnya. Fiuh, walaupun ada beberapa scene yang sengaja dihapus, tapi demi readers supaya nggak penasaran, langsung aku singkat aja ke endingnya.

Pesan : “Pada akhirnya semua kebohongan pasti akan  terbongkar. Seperti bangkai, lama-lama baunya pasti akan tercium.” – Twitter @rufeels (Philiar)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Beautiful Lies – Part 6 (END)”

  1. Ah klo aku jd member shinee lngsung psing, kembaq 3? Keke hbat bgt th eomanya lngsung lhirin kmbr tiga hehe XD
    Klo ada squelnya cpet2 di krim ya thor biar aku gk pnasaran! 🙂

  2. hwah.. Kembar 3?? Aigoo.. Pantesan aja member shinee pusing smw..
    Tpi aku penasaran sma klanjutan nasib shala.. Ottokhae, chingu..?
    Terus berkarya..

  3. Mian author.. aku komen 1 bwt smua part yaa..
    Aku sukaaaaaa bangeet sama cerita kalo ada orang kembar..daebak.. tapi.. aku kira ceritany fun..beautiful.. seperti judulnyaaa…ternyata ga yaah.. sereeeem..daebak author:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s