Meet, Love, Hurt [1.2]

[TWOSHOT] Meet, Love, Hurt [1.2]

Author             : Diana (twitter: @jsa0890)

Main Cast        : Kim Jonghyun, Lee Hyunjae.

Support Cast    : Lee Jinki (Onew), other SHINee member.

Length             : Twoshot

Genre              : Romance, friendship, marriage

Rating              : PG 14

A/N                  : HELLO READERS! Ini ff debut pertama aku. Tadinya cuma mau dibikin oneshot. Tapi nanggung banget, soalnya sampe 14 page-_- Aku juga bingung nih ratingnya. Apa terlalu dewasa aku jg gatau, soalnya aku suka baca NC(?) (readers: GA ADA YANG TANYA!) Ini ff sebenernya udah lama mau aku kirim ke wp ini. Ini ff aku bikin waktu pertama kali aku jadi blingers._. Okedeh, langsung aja check it OUT!

Summary         : “Umm, Hyunjae. Kita bertemu di taman dekat ggongjun, ya besok. kamu tau tidak?”

“Would you be my Aurora?

Then I would be your just one prince that

wake you up with my kiss…”

 

“would you be my juliette?…

Die with me until whenever…”

–Meet, Love, Hurt–

-Jonghyun POV-

“Kau lihat gadis yang duduk di sebelah sana, tidak hyung?” Tanyaku pada onew hyung sambil menunjuk kearah seorang gadis yang duduk di sebuah bangku di dekat ice cream booth di belakang stage kami.

“Ne? Itu? Kenapa?”

“Cantik sekali.”

“Ya, kau benar…” Kata onew hyung ikut terkesima.

“Aku akan berkenalan dengannya.”

“Tapi, Jonghyun…” onew berusaha mencegahku.

“Sttt…” Kataku sambil menaruh jari telunjuk di depan bibirku.

Sejurus kemudian aku langsung berjalan menuju bangku yang diduduki gadis tadi. Aku berjalan dengan santai lalu berdiri tepat di depan gadis itu. Kurasa gadis tadi menyadari kedatanganku. Ia sedikit kaget sambil mendongakkan kepalanya.

“Eummm…annyeong.” Katanya terbata-bata. Aku tidak membalas salamnya itu. Aku hanya membalasnya hanya dengan seulas senyuman polos dibibirku.

“K…kau artis, ya?” Tanyanya dengan wajah polos sambil memperhatikan penampilanku yang… yah kau tahu, skinny jeans, jas biru tua dengan pernak-pernik dan bros di bagian saku atasnya, rambut spike mengkilap karena hairspray, dan sepatu sneakers tinggi berwarna hitam. Aku hanya tersenyum.

“s..siapa namamu? K…kau tidak takut diserbu fansmu?” Aku hanya menggeleng. Kurasa ia tidak mengenaliku.

“Kim Jonghyun imnida.” Kataku sambil membungkuk. Ia pun langsung bangun dari duduknya lalu ikut membungkuk.

“Lee HyunJae.”

“Umm, Hyunjae. Kita bertemu di taman dekat ggongjun, ya besok. kamu tau tidak?”

“Ya, aku tahu.”

“Baiklah. Aku akan menunggumu pukul 2 siang, okay. Aku tertarik padamu. Sampai jumpa.” Kataku langsung meninggalkannya. Aku lalu langsung berlari kembali ke arah backstage. Disana onew berdiri sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Kurasa daritadi ia mengamatiku dari jauh.

“Kau sudah berkenalan dengannya?” katanya sinis dengan tatapannya yang tajam setajam anak panah yang siap menembakan panahnya ke arah bola mataku (?).

“Sudah….” kataku sambil menjulurkan lidahku.

“Lalu kenapa kau tidak berkencan dengannya?” tanya onew dengan nada meledekku.

“Besok….” kuusahakan agar kata-kata yang keluar dari mulutku ini keluar dengan sesingkat mungkin.

“Kau benar-benar playboy, Jonghyun.” Tanpa basa basi, ia langsung meninggalkanku.

“YAAA! KAU IRI, HYUNG?” teriakku meneriaki punggung namja yang lebih tua dariku 4 bulan itu. Kulihat ia tidak berbalik bahkan menghilang saja dari penglihatanku. Masa bodoh, lah.

»»»»»»»»»»NEXT DAY«««««««««««

Keesokan harinya, sekitar pukul setengah satu siang aku bersiap-siap untuk menemui hyunjae. “Hey, hyung kau mau kemana? Mau keluar ya? Aku ikut ya? Boleh, yayaya…” Pinta taemin padaku sambil memohon-mohon.

“Aku mau kencan.” Kataku. Kulihat taemin agak terkejut.

“Kau kencan dengan siapa? Kau kan baru putus hyung~”

“memang kenapa?”

“T…tidak.”

“Yasudah aku pergi dulu. Kau di dorm saja, ya. Kasihan Roo tidak ada teman. Annyeong Taeminnie!”

Aku pun mengambil scarf dan kacamata hitam lalu berangkat menggunakan mobilku. Aku menunggu hyunjae di taman ini selama kurang lebih 15 menit. Aku rasa aku datang lebih awal. Hehe. Kemudian aku melihat seorang gadis sedang memarkirkan skuternya. Ia lalu melepas helmnya. Itu hyunjae. Aku tersenyum sendiri. Ia lalu kebingungan mencariku. Setelah itu ia menghampiriku.

“Annyeong~”

“kita sudah berkenalan, bukan?”

“Ne~ so, apa yang mau kau bicarakan?”

“Umm…a…aku menyukaimu. Bolehkah?”

“YE? k…kita bahkan baru bertemu kemarin.” Katanya kaget sambil menggaruk kepalanya yang kurasa tidak gatal.

“Aku hanya menyukaimu. Boleh tidak?”

“T…tentu saja, si…siapa yang boleh melarang seseorang menyukai orang lain.” Katanya tersenyum manis.

“Yes…!” Seruku dengan nada ceria tanpa aku sadari.

“W…wae?”

“T….tidak, kau mau makan? Aku yang traktir.”

Kami pun makan disebuah café terdekat. Café ini masih sepi. Jadi tidak ada yang menyadari keberadaanku di tempat ini. Kami memesan menu yang sama, pasta. 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Ia mulai menyuap pasta ham-nya.

“Hmmm, jadi kau member sebuah boyband?” tanyanya.

“Ne, SHINee. Kau tahu, tidak?”

“Ani. Hehe, aku baru pindah ke korea 6 bulan yang lalu. Aku bukan orang asli sini, sebenarnya.”

“Jinjja? Tapi kau fasih sekali berbicara bahasa korea.”  Kataku sambil  menhgaduk orange juice ku.

“Ne. Haha… Appaku italia, dan eomma korean-singaporean.” Ceritanya sambil tertawa renyah.

“French? Ahh, call! Apa pekerjaanmu?”

“Aku dokter magang. Hmm di Seoul Hospital.” Jawabnya.

“Ohh, okay. Kalau aku sakit, aku mau kau yang memeriksanya.” Kataku sambil menjulurkan lidahku.

“Mwo? Ahaha, kau datang saja.” Katanya yang juga menjulurkan lidahnya.

Ternyata ia sangat bersahabat dan supel. ia juga sopan.

»»»»»»»»»»5 MONTHS LATER«««««««««««

“Oppa…kau harus latihan. Nanti kau terlambat” kata hyunjae, kekasihku. Kekasihku? Tentu saja. Bagaimana caranya? Haha, kami sering ketemuan, dan moment itu sangat ku manfaatkan. Ia pun tidak pernah menghindariku. Jadi, bulan kemarin ia resmi menjadi kekasihku.

“Tidak, aku masih merindukanmu.” Kataku sambil terus menggenggam tangannya. Ia lalu mengecup pipiku agak lama.

“I’m really missed you.”

“We can meet other time.” Aku pun memandangnya.

“Can I…..kiss you?” Kulihat wajahnya bersemu. Kemudian ia hanya mengangguk pelan. Aku pun mengecup keningnya hangat, lalu berpindah ke bibirnya, kukecup lama lalu kujilat dan kugigit bibirnya itu. Aku lalu menghisap dan menjilat lehernya dengan ganas.

“Oppa….eumhhh…kan hanya…eumhhh menciumku.”

“M…mianhae, babe. Besok aku ada fanmeet. Dan lusa aku akan berangkat ke eropa dan new york. Kira-kira 2 minggu lebih.” Ceritaku padanya. Kulihat wajahnya kaget dan ekspresinya berubah menjadi sayu dan lemas.

“Kamu tidak apa-apa, honey?” Kataku panik. Ia hanya tersenyum pahit lalu langsung bangun dari duduknya. Aku benar-benar panik kali ini. Ia masuk kekamarnya, aku mengikutinya. Ia mengambil koperku yang sengaja kuletakkan di apartemennya ini untuk jaga-jaga.

“Ada apa, hyunjae?” Aku benar-benar bingung dan takut apa yang akan dilakukannya. Ia mengemasi pakaianku dan memasukkannya kedalam koper.

“Disini pakaianmu terlalu banyak. Hehe, aku pikir kau akan membutuhkan pakaian-pakaian bagus ini.” Katanya sambil tertawa renyah. Aku menatap matanya tajam. Ia hanya menunjukkan puppy eyesnya. Aku lalu langsung memeluknya.

“Aku tidak mau kehilanganmu~” aku pun akhirnya menangis dipundaknya.

“Aigo, apa yang aku lakukan, babo….aku membuat pangeranku ini menangis. Babo hyunjae.”

Katanya sambil mengelus-elus punggungku.

“Hiksss…”

“Jangan menangis lagi, sayang.”

“Hikss…”

“Duh, pangeran yang pintar bernyanyi dan menari ini mengapa tidak mau berhenti menangis?” Katanya terus membujukku untuk berhenti menangis. Aku makin memeluknya erat

“aigo….Jonghyun! Aduh, berat, omoo…aaaa….” Ia pun terjatuh, menimpaku. Ia terdiam, ia menatapku. “Apa? Aku terlalu tampan, ya?” Kataku.

“Hei, lihat wajahmu jelek sekali. Matamu sembab, ingusmu meler, tuh! Wanita mana yang mau bilang kau tampan kalau kau seperti ini.”

“Kau….” kataku sambil tersenyum jahil.

“…..” ia hanya terdiam sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Aku kan pangeranmu.” Kataku sambil memanyunkan bibirku lalu mendekatinya.

“Aishh, memalukan sekali. Ini saputangan. Lap dulu airmatamu itu.” Ia lalu memberikanku sebuah saputangan. Setelah itu ia berdiri dan mengambil sesuatu di dalam laci di dekat televisi.

“Berikan tanganmu, pangeran.” Katanya. Ia pun memasangkanku sebuah gelang. Gelang berwarna silver bertabur permata. Kudengar gelang itu sangat mahal dan exclusive.Aigo… Harusnya aku yang memberikannya hal seperti ini.

“Kau bodoh, tuan putri. Tidak, aku tidak mau menerimanya. Aku bukan laki-laki matre.” Kataku menolaknya.

“Aku juga punya. Lihat. Kau tahu, bagiku ini adalah hal paling berharga setelah keluargaku dan kau, pangeranku. Aku membelinya dari gajiku selama aku menjadi dokter. Sudah lama sekali aku memesan gelang ini. Aku berencana untuk memberikannya kepada laki-laki yang sangat kucinta dan aku juga merasa kalau ia juga mencintaiku. Jika kau menerimanya, kuharap kau akan menganggap gelang ini sangat berharga sama seperti aku menganggap gelang ini. Sehingga kau akan menjaganya dengan sangat baik serta menjaga cinta kita. Kumohon kau menerimanya jika kau juga menyayangiku.” Katanya

“….a–aku akan menjaganya.” Kataku sambil memeluknya.

“Oppa, kau hati-hati ya…”

“Tidak….” Aku langsung menggendongnya menuju kamarnya.

-Hyunjae POV-

“Omoo, oppa…apa yang akan kau lakukan? ” Jonghyun menggendongku menuju kamar lalu membaringkanku di tempat tidur. Ia merangkak diatasku. Ia menyeringai. Ia lalu mulai membuka kancing kemejaku satu persatu.

“Oppa….j..jangan oppa..kumohon.”

“…….” Ia terus membuka kancing bajuku. Lalu tangannya menyelinap kepunggungku lalu membuka kait bra-ku. Aku menyilangkan tanganku.

“T…tubuhku tidak bagus…k..kau….” Ia langsung menyambar bibirku dengan ganas. Ia bermain dengan tubuhku. Beberapa jam kami bercumbu. Akhirnya kami tertidur tanpa menggunakan pakaian selembar pun. Keesokan harinya, aku terbangun, tangan Jonghyun melingkar di pinggangku. Aku mengelus wajahnya yang berkeringat lalu merapihkan rambutnya.

“Ummhh…princess, you woke up?” Katanya sambil mengucek matanya.

“Ne, pangeran. Kau mau sarapan apa? Aku akan membuatkannya sangat spesial, deh.”

“Aku mau bolognaise. Tapi aku mau morning kiss dulu.” Katanya manja. Aku pun mencium bibirnya agak lama. Aku pun langsung mengambil pakaianku yang ada di lantai lalu pergi mandi. Aku pun langsung membuatkannya spaghetti bolognaise.

“Oppa, spaghetti-mu sudah siap. Kau sudah mandi belum?” Seruku sedikit berteriak.

“Ne, aku sudah selesai.” Ia pun turun dari kamar mandi. Aku tercengang dengan penampilannya. Ia sangat modis. Ia memakai blazer coklat dan kaos tipis yang mengekspos dadanya yang bidang dan putih. Ia membuat rambutnya menjadi spike style.

“Sepertinya tuan putri terpesona.” Katanya sambil duduk di kursi lalu mengambil sendok dan memakan spaghetti-nya.

“Hei, Miss Kim Hyunjae….kau tidak sarapan? Sini biar kusuapi.” Kataku.

“Namaku Lee Hyunjae.”

“Sebentar lagi margamu akan berubah tuan putri.” Aku hanya terdiam. Masih terpesona. Aku pun mulai memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.

“Oppa, I’m little bit affraid.”

“Wae?”

“Kau begitu tampan dan kurasa semua wanita ingin mempunyai kekasih sepertimu. Dan masih banyak wanita yang lebih baik dariku diluar sana. Aku seperti tidak pantas memilikimu. Tapi aku tidak mau kehilanganmu.” Kataku sambil tertunduk.

“Mengapa kau berbicara seperti itu? Aku ingin kau menjadi kekasihku itu semua karena aku merasa kau sangat pantas untuk mendapatkan diriku. Jadi jangan bahas hal seperti itu lagi tuan putri, pangeran tidak suka. Arasseo?” Katanya dengan wajah serius.

“Ne, pangeran. Mianhae.”

-Kim Jonghyun POV-

Hari ini aku berangkat ke london. Tidak, aku tidak bahagia. Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu hyunjae. Aku ingin meneleponnya. Tapi aku tau dia sedang sibuk akhir-akhir ini. Pekerjaannya sebagai dokter di seoul hospital sangat menuntutnya. Apalagi waktu itu ia bilang ia ditunjuk sebagai dosen di universitas di Busan. Aku melihat layar handphoneku. Ada sebuah pesan dari hyunjae

“From: Miss Lee Hyunjae

Prince, aku ingin memberitahukanmu sebuah berita. Tidak tahu ini akan jadi berita baik atau berita buruk. Apa kau ingin tau?”

“To: Miss Lee Hyunjae

Berita apa?”

“From: Miss Lee Hyunjae

Aku hamil. Apakah berita buruk?”

APA! Oh my gosh! Apakah aku bermimpi? Hyunjae sebentar lagi akan menjadi milikku. Tenang saja, hyunjae. Aku akan menikahimu.

“To: Miss Lee Hyunjae

OMO! Tidak, tidak… Jangan panggil aku prince lagi. Panggil aku daddy. Kau gila. Ini berita yang sangat baik dan mengejutkan. Okay, mommy, 3 bulan lagi kita menikah. Jaga anak kita baik-baik. Lusa aku akan ke seoul. Jangan khawatir aku akan izin.”

“From: Miss Lee Hyunjae

Aigo, tidak usah. Kau selesaikan dulu pekerjaanmu. Aku akan baik-baik saja. Apa kau tidak memikirkan hal tentang menikah itu lebih matang lagi? Kurasa kau terlalu cepat.”

“To: Miss Lee Hyunjae

Aku sudah memikirkannya sangat matang. Dan lagipula, aku harus tanggung jawab.”

“From: Miss Lee Hyunjae

Yasudahlah, terserah kau saja. Hati-hati ya disana.”

Aku pun mematikan handphoneku. Sepanjang perjalanan aku senyum senyum sendiri.

“Kau ini kenapa sih hyung? Kau gila. Aneh sekali.” kata minho membuyarkan lamunanku.

“Aishh, pergi kau.” Kataku sewod sendiri. Minho pun meninggalkanku. Lalu onew hyung datang.

“Hei, hyung..aku punya kejutan. Tapi aku tidak akan memberitahukanmu sekarang.” Kataku bersemangat. Karena selama ini aku hanya cerita tentang hyunjae dengannya.

“Tentang…” kata-kata Onew hyung terpotong.

“Ya! Kau akan segera tahu, :D” kataku memotong perkataannya.

“Tapi, aku punya kabar buruk. Kau tau, sesampainya kita di london kita akan membuat CF dan membuat video journey to west kita kan. Dan CFnya, kau tau CF parfum dan pakaian sport. Dan pada CF parfum, kita akan dipasangkan dengan seorang wanita. Untuk self filmingnya, kita harus bermesraan dengan wanita tersebut.” Cerita Onew hyung panjang lebar.

“Dimana lokasi-nya?”

“Club.”

“Aishhh gila! Bagaimana kalau hyunjae marah padaku gara-gara CF itu? Dia pasti akan lebih sensitif saat ini…eh..” aku lalu menutup mulutku.

“Lah, bagaimana bisa seperti itu?”

“Ahh, tidak.”

Setibanya kami di london keesokannya kami langsung filming. Aku berusaha untuk tidak terlalu berlebihan dengan wanita tersebut. Tapi, tidak tahu lah. 2 hari kemudian kami pun kembali ke korea. Ohiya, kandungan hyunjae sudah sekitar 3 bulan. Hari ini setelah peluncuran CF, sore-nya, hyunjae mengirimkanku pesan.

“From: Miss Hyunjae

Daddy, aku sudah melihat CF baru mu. Aku agak terkejut. Maaf aku berkomentar begini.”

Melihat pesan itu aku langsung meneleponnya.

“Maafkan aku, mommy. Benar-benar aku tidak tahu kalau CF-nya seperti itu.”

“Hufttt…huh, huh…oppa…huh, a…aku sulit bernafas…uh, uh.” Katanya seperti terengah-engah ditelepon. Aku panik setengah mati. Dan tidak tau apa yang harus kulakukan…

_____TBC _____

Gimana? Udah keraba belum, ratingnya? Haha, terlalu dewasa ya?._. oke, I need your comment and like. Kalo misalnya banyak yang comment&like, aku masih punya segudang ff yang juga bakal aku kirim ke wp ini. Oh iya, pada baru denger nama aku yah? Iya sih, aku baru jadi reader aktif di wp ini baru sekitar 3 bulan-an._. oke, ditunggu aja deh part kedua dari ff ini^^

16 thoughts on “Meet, Love, Hurt [1.2]”

  1. Maaf thor aku pkir rate’a jgn 14 agk di taekin dkit, untuk ffnya sprtinya mnarik krna jujur aja aku ska ff ber-genre mariage keke XD
    Tlisnnya rpih aku gk liat typo eh kyak’a hehe next partnya di tungguloh! ^-^v

  2. Uhuk, uhuk. Untung bacanya pas udah buka yaa. Ini sih ratingnya 14+2 alias 16. Aku aja agak canggung bacanya *anak polos, kkk

    Ada yg aneh menurutku. Hyunjae itu ayahnya Italia ibunya Korea-Singapura. Tapi Jonghyun bilang “French”. Ini aku yg ga paham atau gimana yaa? Hehe.

    Ceritanya menarik kok. Keep writing ^^

  3. pg14,,itu gk cocok bgt ma ff ini..hhe..
    klo mnurut aku ni thu rate nyaa,,pg 16 ato 17 gtu..
    abis agak terlalu dewasa #apasih bhsa gue..
    tp keren ko crita nyaa,,part 2 nyaa jgn lama2 yoo..hhe

  4. ratenya mungkin pg 16-17 ya.. Krn bahasanya jg ga frontal wkt mau ke adegan *tuuttt* /sensor.

    Ini ff pas bgt buat aku.
    Knp? Krn akhir2 ini aku lg demen ff pregnant before married.. Haha

    Nice nice.. ^^

  5. hwah.. Jjong ganas.. Ckckck..
    Ditunggu part duanya.. Di sini bru meet n love-nya aja.. Hurt-nya blum trasa..
    Next.. Next..

  6. Author please lain kali diberi batas yang ada ratednya.
    Kalau rating menurutku sih NC-17 soalnya terkesan dewasa banget.

    Jong baru putus langsung sabet yang baru.

    FFx bagus, pembahasannya langsung to the point.
    Keep writing author. ^^

    Sorry author kalau commentku jelek

  7. ratingnya dewasa… palin gak PG 16 lah..
    udah aku puasa lagi… jadi bagian itunya ku lewat.. hihi

    idenya udah bagus sih… penasaran gimana nasib hyunjae sm bayinya… selamat gak ya? klo selamat trus nikah, penasaran gimana reaksi shawol. kalo nggak… mending aku mojok sama kotak tisu aja deh… #lebaay

    tp kayaknya sad ending ya? ngeliat judulnya sih mungkin begitu…
    gimana pun endingnya yg penting lajutt~~~

  8. Iya, thor ratingnya kurang naik dikit jadi 16 ato 17 ^^V
    Bakalan gimana nanti married life ala blings? Ditunggu lanjutannya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s