The Moon

Title                 : the moon

Author             : shawoloveshinee

Main cast        : Lee Jinki (SHINee), Kim Hyera

Support cast    : teman-teman

Length             : oneshot

Genre              : romance, sad

Rating              : general

Summary         :

“lihat itu” jinki menunjuk ke angkasa. “bulan sabit. Bawalah bulan itu dalam tidurmu dan mimpikanlah aku. Aku akan selalu merindukanmu. Hingga saat bulan itu menjadi penuh kembali, aku akan pulang  dan berada disampingmu”

A.N      :

annyonghaseo!! HALO reader #authorsapaorangdulu- ketemu kita, nihh FF pertama yang author post disini.  Gajekah ? mian kalau begitu. Habis authornya kan belum professional :P. author pilih Jinki sebagai main castnya karena pass lagi buat nih FF malah Lee Jinki yang muncul dipikiran si author. Jadi selamat membaca J

——————————————————————————————————————————————“ kalau tidak sibuk, aku akan membantu mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga. Kalau punya anak, kita besarkan bersama, kita didik dia agar menjadi orang yang baik dan berguna. Kita rawat bila sakit, dengan penuh kasih saying dan cinta..” ucap jinki sambil memandang langit malam.

Dilangit muncul bulan sabit. Bintang bertaburan, udarah begitu jernih, bersih, dan segar. Hyera segera menatap wajah kekasihnya dengan penuh cinta

“aku tak mau memperlakukan istriku seperti seorang pembantu” sambung jinki lagi. “selesai kuliah, aku akan bekerja. Dimasa selit seperti sekarang , mencari pekerjaan bukanlah hal yag gampang. Dengan bekal ilmu yang kumiliki, aku akan membuka bengkel elektronik. Kalau mau, kamu juga boleh bekerja. Kita bersama-sama membangun masa depan keluarga. Bagaimana ?”

Hyera tertunduk malu, wajahnya sudah berubah menjadi merah

“sesuai dengan kuliahku, aku akan menjadi guru” sahut hyera dengan penuh malu. “akan kucoba agar tugas dan kewajibanku sebagai ibu rumah tangga tidak terganggu. Akan ku bagi waktu..” kini wajahnya sudah lebih bertambah merah.

Jinki tersenyum dan mencium lembut bibir kekasihnya. Sebuah bintang jatuh dari angkasa, membuat keduanya saling bertatap mesra.

Pertemuan mereka diawali dengan sebuah pertengkaran. Pada aktivitas unit kegiatan mahasiswa, hyera ikut latihan daram dikampusnya. Suatu sore beberapa mahasiswa dari fakultas lain bergegas memasuki aula tempat latihan hyera untuk menghindari hujan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang menonton latihan drama hyera dan teman-temannya.

Kontan hyera menjadi sangat grogi. Hafalannya terhadap naskah, mendadak buyar. Kosentrasinya juga menjadi terganggu. Semua itu diakibatkan oleh salah seorang penonton tak diundang yang sangat cerewet (?). Tanpa diminta, penonton tersebut mengomentari acting dan pola dialog peran yang akan dimainkan oleh hyera, dengan nda suara yang cukup keras sehingga bias didengar oleh semua orang yang berada didalam ruangan.

“aktingnya buruk sekali. Bukankah itu adalah dialog dengan perasaan gembira, kenapa diucapkan dengan wajah cemberut ?”

Hyera hanya cuek saja namun teman-temannya sudah mulai tertawa

“pengucapan naskahnya parah sekali” tambah penonton itu lagi. “intonasinya juga sangat tidak cocok. Seperti orang penyakitan saja”

Suara tawapun langsung meledak

Awalnya , hyera masih berusaha sabar dan menahan diri. Namun emosinya meledak begitu mendengarkan komentar penonton itu lagi. “ kok vokalnya seperti suara kambing yang sedang ditarik ekornya ?”-ia tak tahan lagi. Ditengah gelak suara tawa, dibantingnya naskah dan segera diburunya penonton yang terlalu jujur (?) itu. Hyera berkacak pinggang menuding dan mebentak orang itu dengan nada yang tidak terima.

Beberapa teman-temannya mencoba melerai, namun usaha mereka sia-sia. Sipenonton usil mencoba untuk membela dirinya

“apakah berkomentar itu dilarang ? apa dikampus ini tidak ada demokrasi ?” balasnya sambil cengar-cengir.

Itulah awal perkenalan mereka. Komentar jinki ternyata cukup beralasan dan masuk akal. Selain aktivis kampus, ia juga aktivis kesenian. Saat itu ia dan teman-temannya sedang mencari ketua senat fakultas hyera, untuk membicarakan sesuatu. Karena terjebak hujan, mereka tersesat keaula tempat hyera dan teman-temannya latihan.

Sebagai pernyataan maaf dan penyesalan, jinki menawarkan dirinya secara sukarela untuk melatih acting hyera secara pribadi. Meskipun hyera tidak pernah setuju karena masih kesal dengan perbuatan jinki, setiap hari jinki menemaninya untuk latihan serta membawakan tabloid kesayangannya.

Melihat kesungguhan jinki, hati hyera luluh secara perlahan. Bak membalikan telapak tangan, dari persaan benci berubah menjadi rasa suka. Tanpa mereka berdua sadari sebelumnya benih cinta sudah bertumbuh diatara mereka beruda. Ketika libur kuliah, jinki mengajak hyera berkenalan dengan kedua orangtuanya. Hyera pun melakukan hal yang sama. Hari-hari mereka berlangsung dengan indah dan diwarnai oleh cinta.

Namun, kegiatan jink diorganisasi mahasiswa dan LSM membuat hyera menjadi sedikit kesepian. Aktivitas jinki dalam politik praktis dan perjuangan demokrasi mebuat mereka berdua jarang bertemu. Jinki dan teman-temannya sering keluar kota dan terlibat demonstrasi menentang ketidakadilan.

Syukurlah, kesetiaan jinki tidak perlu diragukan lagi. Kalau sedang berada diluar kota, jinki selalu meneleponnya atau mengirimkan sms kepada hyera. Walaupun hanya berupa ucapan-ucapan kecil saja namaun hal itu mampu merubah hati hyera menjadi percaya seutuhnya.

Malam itu, mereka duduk ditaman sebelah kantin kampus dan perpustakaan. Disitulah tempat kencan favorit mereka. Disitu pula mereka sering membicarakan rancangan masa depan mereka bersama.

“minggu depan kami akan berangkat lagi “ kata jinki seraya mengusap rambut hyera yang mulai panjang tak terurus.

“dimana ?” Tanya hyera dengan wajah gelisah.

Jinki tak menyahut. Ia seakan telah kehilangan rasa humornya. Agak gugup, seperti sedang berusaha menyembunyikan seusatu dari kekasihnya itu.

“berapa hari ?” Tanya hyera lagi. “jangan terlalu lama. Ingat, bulan depan kita bertunangan. Tahun depan kita akan segera menikah, kita sudah harus menyusun rencananya. Aku tidak mau mengurusi semuanya itu sendirian. Setidaknya, kurangilah aktivitasmu”

Jinki hanya tersenyum tawar membuat hyera menjadi semakin gemes melihat senyum kekasihnya yang tidak biasa.

“kamu tak perlu khawatir. Ini mungkin yang terakhir, momentum ini amat penting. Tidak bias jika kami tidak mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menjatuhkan tirani..”

Hyera menghela nafas panjang. Ia tahu betapa keras hati kekasihnya, betapa teguh pendiriannya. Kepeduliannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan , keadilan dan demokrasi tak bias dipatahkan lagi.

“baiklah, tolong jaga diri baik-baik. Akan sangat merepotkan melakukan demonstrasi dengan tubuh yang kurang fit”

“lihat itu” ” jinki menunjuk ke angkasa. “bulan sabit. Bawalah bulan itu dalam tidurmu dan mimpikanlah aku. Aku akan selalu merindukanmu. Hingga saat bulan itu menjadi penuh kembali, aku akan pulang  dan berada disampingmu”

Dari balik kaca jendela kamar tidurnya, dara memandang bulan yang samar-samar dibalik kabut sehabis hujan. Matanya sudah berkaca-kaca

Bulan sabit yang dulu dilihatnya bersama dengan jinki , kini sudah penuh dan tenggelam dibalik awan. Tetapi kekasihnya tak pernah muncul. Telepon bahkan sms pun nihil didapatkannya.

Hanya bulan dilangit itu yang selalu muncul setiap bulan dimalam tak hujan atau berawan, tapi kekasihnya sirna bagaikan asap.

Mata hyera sudah mulai meneteskan air mata

Diatas meja kerja guru yang sunyi, berserakan klipping Koran dan majalah yang memberitakan penculikan para aktivis, penembaka terhadap para pengunjuk rasa, pusat pertokoan dan pembelanjaan dijarah dan dibakar, gedung parlemen diduduki massa, kerusuhan demi kerusuhan dan demonstrasi menelan korban sejumlah mahasiswa 2 tahun yang lalu.

Mata hyera kian basah, air matanya seperti tumpah semua.

Dibalik kaca jendela yang dingin dan berembun, diatas langit pedalaman daerah terpencil tempatnya bekerja, bulan terpotong oleh ranting pohon yang patah.**

END_

A.N      :

Gimana..gimana.. bagus ? jelek ? basi ? nyentuh ? hehe .. author Cuma main nebak kok. Pass lagi baca ulang nih FF author hamper aja menangis. Habis ceritanya mrnyinggung masa lalu author..#numpangcurhat. Terima kasih yahh buat para chingudeul yang udah comment J J J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “The Moon”

  1. Ya ampun, sumpah mengharukan banget~~ Tersentuh aku bacanya, apalagi waktu awalnya Jinki bilang tentang masa depan itu. Ya ampun, kenapa ini harus sad ending, thor?~

    This gonna be a great story kalo ga ada typo. Diksi oke, feel dapet banget. Sayangnya kesalahan tulis yang bertebaran banyak banget. Tanda baca dan huruf kapital juga. Diperbaiki aja, pasti jadinya daebak 😀

    Really nice story. Like it ^^

  2. iyahh bener kata Zakey, klo penulisannya lebih diperhatikan, pasti jauh lebih baik, klo untuk cerita, bagus, mengharukan, mata saya sampai berair inii . . TT.TT

  3. Nice story thor~~ aku suka sad endiiing, jadi menurutku bagus ceritanya. Tapi banyak typo thor. terus kok ada nama ‘Dara’ muncul disitu? ahaha
    Tapi aku suka kok, ini feelnya dapet banget T.T

  4. Oh? jadi jinki udah mati? kapan? waktu demonstrasi itukah? *reader lola…
    aku agak bingung bacanya, sebenernya pemilihan kata-katanya udah bagus, cuma ada beberapa typo,
    tapi over all ceritanya bagus…
    nice FF

  5. Hiks nyentuh thor apa lgi pas di kalimat ‘hanya bulan dilanght itu yg slalu mncul setiap bulan dimalam tak hujan atau brawan, tp kekasihnya sirna bgaikan asap’ yaampun smpah ska bgt sma klimat itu!
    Tp ada sdikit kritik nih thor tlisannya di rpihin dkit ya slebihnya oke bgt nih ff kren abis thor! Hehe dtunggu krya mu slanjut’a ^-^v

  6. Akhirnya ada epep bagus pake suamiku jadi main cast, huakakaka
    openingnya hepi, eh endingnya justru tragis. Pokoknya bagus dah, keren! FF debut aja udah sebagus ini. Ayo, terus berkarya 🙂

  7. Sad ending yahhhh????? Ahhhh… Kenapa aq jadi ngebayangin kerusuhan Mei 98 yahhhhh……… Pas inget peristiwa ituu tiba2 nyess.. Add yg nyesek disini…

    Bagus kok,, tapi lebih bagus lagi klo dipanjangin lagiiiii terus kegalauan Hyeri di deskripsikan lebih jelas lagi pasti feel-ny lebih sad…… Ok!! Ditunggu next FF….. Cayooooo!!!

  8. Aaaa thor ini sih sedih bangeet nyentuh banget u.u
    Kereeen deh thoor, aku sedih banget waktu tau jinkinya ga dateng2 dan ada berita mahasiswa tewas :((((( daebaak thoor ayo di tunggu cerita lainnya tapi jangan yang sedih thor nanti aku nangis :(( #plak

  9. Dari balik kaca jendela kamar tidurnya, dara memandang bulan yang samar-samar dibalik kabut sehabis hujan. Matanya sudah berkaca-kaca

    who’s dara? hahaha

    bener kata zakey…
    penulisan diperhatikan lagi ya..

    overall ceritanya udh bagus n mengharukan 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s