Crash – Part 1

Title: Crash (part 1)

Author: Sierra K

Main Cast: Kim Ki Bum (Key), Choi Ji Hyo (this could be you), Lee Jinki, Jung Nicole

Support Cast: Lee Taemin

Length : Sequel

Genre: Friendship, Romance, school life

Rating : PG-13

Summary : we were young, we were in our teens, it wasn’t a real love.

A.N: disini, ada bahasa lo-gue ya. Soalnya kan ini school life, agak aneh aja kalo misalnya pake bahasa baku pas ngobrol. Anggep mereka berlima itu seumuran ya, hehe. Oh ya, aku sengaja gak nampilin kayak ‘6 months later’ atau ‘1 year later’ biar bisa enak aja bacanya.

Oh ya, yang ngaku istri-istrinya Key, Key nya aku pinjem dulu ya buat sama Nicole. Hehe. Nanti juga tau kelanjutannya : ) happy reading!

 

The reason i love you is you

Being you, just you

– I Love You, Avril Lavigne-

Lee Jinki’s POV

Aku duduk di tempat favoritku, perpustakaan, sambil membaca buku matematika dan fisika. Berusaha setenang dan sefokus mungkin, namun aku tidak bisa. Ah, gadis itu. Sainganku saat dikelas, Choi Ji Hyo. Gadis dengan wajah putih pucat dengan semburat merah di pipi bulatnya, matanya yang bulat, rambut berwarna coklat bergelombang, dan satu lagi, dia sangat pintar dan….. Dia sangat cantik.

“Jinki-a! Jinki-a!” seseorang tiba-tiba saja berteriak di ruang perpustakaan yang sepi ini. Dengan refleks aku menoleh dan melihat sahabatku, Key, dengan senyuman lebarnya. Tidak tahu tempat.

“apa?” aku mendengus kesal dan kembali menatap buku-buku pelajaranku kembali, berpura-pura tetap berkonsentrasi dengan berbagai macam rumus dan angka yang tertera dihadapanku, walaupun aku yakin, aku tidak memerhatikannya sama sekali.

hey! Did you notice my existence?” Key mengibaskan tangannya dihadapan wajahku, memang beginilah dia, tidak bisa melihat seseorang dalam keadaan tenang. Aku mendelik kearahnya dan hanya dibalas oleh senyuman lebarnya.

“Nicole….” Gumam Key pelan, aku hanya melihatnya sambil membenarkan posisi kacamataku, ia sedang melihat-lihat buku –yang aku yakin ia tidak tahu apa isinya—dengan wajah sok serius.

“lo suka Nicole?” tanyaku dengan ekspresi yang sangat datar dan tenang, ia menaikkan sudut bibirnya, mengangguk.

“lo juga suka Ji Hyo, kan?” tanyanya tepat sasaran. Bisa kurasakan wajahku memanas, namun, sebisa mungkin aku membuat tampang datar andalanku, walaupun mustahil.

“tembak dia aja, Jinki-ya. Daripada nanti direbut sama si rambut jamur itu!” bujuk Key. Yang Key maksud dengan ‘si rambut jamur’ adalah Lee Taemin, lelaki kurus dengan rambut mengembang seperti jamur. Dan laki laki itu –yang membuatku cemburu– sangat, sangat dekat dengan Ji Hyo.

“Jinki-a!” ia kembali mengagetkanku, sukses membuatku sedikit terlonjak dan ia hanya tertawa terbahak-bahak, mungkin ia baru saja melihat kekonyolan wajahku atau apa.

“3 hari lagi gue mau nembak Nicole” ucapnya optimis dengan seringai di wajahnya, aku hanya terkekeh pelan dan membaca buku-ku kembali.

“sepertinya lo juga harus nembak Ji Hyo. jangan kalah sama si Taemin. Lo mau tiba-tiba nanti Taemin dengan noraknya ngumumin kalo dia dan Ji Hyo pacaran?” bujuk Key lagi. Aku mencerna kata-katanya. Semua yang dikatakan Key benar.

“iya deh, deal” ucapku pasrah. Key menunjukkan senyum kemenangannya. Dasar licik.

“kalo lo atau gue ditolak, kita lari lapangan sekolah sambil teriak ‘kyaaaaaa!! I love you’ gimana?”  tawar Key dengan seringainya yang terlihat semakin mengerikan, terlihat abnormal. Ia memang selalu melakukan hal ekstrem –seperti menari-nari lagu girlband di kantin sekolah karena frustrasi nilai geografinya anjlok—namun ini lebih gila.

undeal” jawabku cepat. Gila. Aku tidak mau melakukannya. Apalagi melakukannya didepan banyak murid. Aku School President. Reputasiku bisa jatuh kalau saja aku ditolak Ji Hyo dan semua orang tau itu.

“banci” ledeknya sambil mendengus, memasang wajah kesal andalannya. Ia membenarkan seragam basketnya yang bau keringat akibat three-on-three dan kembali menatapku dengan wajah muak.

deal, deh, deal” Aku mengalah dan melihat senyum evil Key yang menyebalkan.

Sekarang, bagaimana caranya menyatakan cinta pada Ji Hyo 3 hari lagi.

***

Kim Ki Bum’s POV

hey, cutie” godaku pada calon pacarku, Jung Nicole yang sedang membereskan locker kami berdua, maklumi saja, aku tidak punya banyak waktu untuk mempunyai locker, aku lebih suka menitipkan barang-barangku ke gadis cantik satu ini. dia sangat cantik dengan rambut yang diikat seadanya dan poni yang jatuh sempurna mematri wajahnya. Pipinya bersemu merah saat aku mengatakannya, sangat lucu.

Dia adalah salah satu murid terpopuler di sekolah, dia sangat supel, ia sangat ramah kepada siapapun, teman-teman maupun guru-guru disekolah, tubuhnya sangat ramping, dan senyumnya, oh god, menawan sekali. Ah, ya, dia juga punya sahabat yang tidak kalah populer dengannya, namanya Ji Hyo, perempuan bertubuh tinggi dengan kulit putih pucat dengan semburat merah di pipinya, pantas saja kalau sahabatku, Jinki menyukainya.

Aku kembali fokus pada Nicole, gadis ini masih membereskan buku-bukunya yang berserakan di lockernya. “berantakan, ya” sindirku saat ia mulai kewalahan membereskan buku-bukunya.

“gara-gara kamu, nih” ia berpura-pura cemberut, namun aku bisa melihat sedikit senyuman tersungging di bibirnya, bahkan pipinya masih memerah. Semoga ia juga menyukaiku.

Lihat saja 3 hari lagi, I’ll catch you up.

***

Aku memasukkan bola basket kedalam ring, 1 minggu lagi aku ada pertandingan lawan dengan sekolah lain. Aku memang dipercaya sebagai kapten tim basket di sekolah, orang bilang, cara mainku bagus dan….. berkharisma.

Bola masuk dengan sangat anggun dan indah. Memang, permainan basket itu tidak mudah, kau harus belajar dengan timing dan gerakan yang tepat. Dulu, aku paling payah dengan permainan ini. Dimana kau harus men-dribble bola dengan waktu yang tepat, dan dulu, aku tidak bisa.

Jantungku berdebar saat kulihat Nicole duduk dikursi panjang didekat lapangan, ia nampak tersenyum dan mengepalkan tangannya ke udara, memberiku semangat. Alih-alih aku semangat memasukkan bola ke dalam ring, aku menjatuhkan bolaku di tengah lapangan dan berjalan ke arahnya dan duduk disampingnya.

“minum dulu, nih” ia menyodorkan sebotol besar air mineral, yang langsung kuteguk hampir setengahnya. Dia nampak terkikik geli, membuatku ingin mencubitnya gemas. Lalu, Ia mengaduk isi tasnya, mencari sesuatu, membuatku mengernyit sesaat.

“nih, baju kotormu minggu kemarin, locker kita bau” candanya sambil melemparkan kaos bekas basket minggu lalu yang lupa aku bawa pulang. Malu. Sangat memalukan. Aku hanya tertawa canggung.

“hahaha, iya, sorry ya, bikin locker-nya bau” tanggapku dengan wajah memerah menahan malu, ia hanya tersenyum, for god sake, dia cantik sekali. “Key-a, aku pulang dulu ya” ia menyentuh pundakku, menepuknya pelan. Namun, aku langsung menarik lengannya yang membuatnya menoleh dan memasang ekspresi kebingungan.

“aku antar pulang, ya” tawarku lembut, bisa kulihat wajahnya memerah seperti tomat, dan mengangguk malu.

Yeah, Key, you got it!

Choi Ji Hyo’s POV

“Ji Hyo-ssi!” seseorang menepuk pundakku saat aku membuka locker-ku, aku tersentak kaget, lalu sesaat menghela nafas berat dan menoleh kebelakang, melihat siapa yang mengagetkanku dengan teriakan dan pukulan cukup kuat pada pundakku, Jung Nicole.

“waeyo?” tanyaku dingin dan tidak bersemangat. Pelajaran hari ini sangat membosankan, aku sudah hafal di luar kepala apa yang guru terangkan, bukannya bermaksud sombong, tapi aku sangat menyukai buku dan belajar, sehingga aku merasa aku lebih cepat tahu dibanding yang lainnya.

Gadis dibelakangku ini bernama Jung Nicole. Cantik, tubuh ramping dan cukup tinggi –walaupun ia masih kalah telak olehku—populer, dan banyak disukai oleh namja-namja di sekolah, seangkatan ataupun para sunbae.

“tau tidak? Tadi siang Key menyapaku dengan ‘hey, sweetie’  omona! Dia sangat menawan, Ji Hyo-a. ah aku jadi malu mengingat yang tadi” ucapnya dengan pipi bersemu merah. Key lagi, Batinku. Setiap hari, yang ia bicarakan adalah sosok paling populer di sekolah yang berbagi locker dengannya, Kim Ki Bum. Lelaki itu adalah pemain basket paling andal di sekolah kami, berkat dia, sekolah kami menorehkan banyak prestasi dalam bidang olahraga tersebut. Tubuhnya tinggi dan kurus, dengan kulit putih susu dan moist –yang akan terus seperti itu walaupun ia sudah tersengat terik matahari seharian—dan rambut coklat gelap yang mengkilap dengan poni yang menutupi dahi. Cukup tampan, menurutku.

“oh, ada kemajuan ternyata” jawabku datar. Ia mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya saat melihatku tidak menunjukkan ekspresi sama sekali, datar.

“kau dengan Jinki bagaimana?” mendengar namanya saja mampu membuatku mengeluarkan keringat dingin. Jinki. Lee Jinki. Saingan utama disekolahku, ia sangat pintar, dingin, dan misterius. Berkebalikan 180 derajat dari sahabat populernya itu, Key.

waeyo? Jinki? Aniyeyo. Kau bicara apa, sih” sergahku saat Nicole menanyakan kata-kata sakti itu, Jinki. Lelaki yang membuatku tidak konsentrasi dalam belajar. Mata sipit dengan mimik serius itu menghantuiku. kadang, ia tersenyum renyah ketika bersama Key, dengan mata yang menutup dan gusi yang terlihat saat ia tertawa. Tuhan..

look at you, apple” ucapnya saat melihat pipiku yang semakin bersemu merah dan ia tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangan.

“pulang yuk, kajja!” aku menarik tangannya, malas menanggapinya. Sedangkan, ia masih tertawa terbahak-bahak. Ia berjalan mengikutiku dibelakang.

omo!”pekik Nicole saat melihat Key sedang berlatih basket sendirian, aku kembali mendengus kesal, bosan dengan tingkahnya saat melihat pangeran berkuda putihnya itu lewat, berbicara padanya, atau sedang bermain basket seperti ini.

“sana, hampiri dia. Aku pulang duluan, ya. Annyeong!” aku mendorong tubuhnya mendekati lapangan, dan dia tertunduk malu, walaupun akhirnya ia tetap saja menghampiri Key-nya itu. Sedangkan aku melesat lari, pulang.

***

Sudah 1 jam 30 menit aku menunggu bis di depan halte. Aku memainkan tetris di handphone-ku. Bosan. Disekolah pun nampaknya tidak ada orang, terakhir tadi aku melihat Nicole diantar oleh Key, menggunakan mobil mewahnya. Tadinya, aku sempat diajak untuk menumpang pada mereka, namun aku melihat ekspresi wajah Nicole yang seakan tidak mau terganggu gara-gara ada aku. Aku menghela nafasku sejenak, tidak mungkin aku pulang berjalan kaki karena jarak rumahku cukup jauh dari sekolah. Dan untuk naik taksi, aku tidak punya uang cukup. Ironis, bukan?

Mobil sedan berwarna hitam berhenti didepanku, sang pemilik mobil menurunkan kaca jendelanya. Jinki. Lee Jinki. Ia tetap memasang wajah dingin dan datarnya, membuatku tersenyum canggung. Ia membuka pintu disebelahnya. Aku memiringkan kepalaku tidak mengerti.

“aku antar pulang” ucapnya, setengah berteriak, karena jarak tempat duduk-ku di halte dan mobilnya kira kira 4 meter. Bisa kurasakan wajahku memanas. Antara malu dan senang. Antara canggung dan bahagia. Semua bersatu menjadi satu. Tanpa otakku perintah, aku berjalan mendekati mobilnya dan masuk kedalam mobilnya. Aroma lavender menyeruak ketika aku masuk kedalam mobilnya.

“lavender” Aku bergumam –entah pada siapa—Namun, Jinki sukses menoleh dan mengukirkan senyum –aku harap tulus—untuk pertama kalinya. Dihadapanku. Membuat jantungku berdetak tidak karuan. Darahku berdesir cepat. Ini yang namanya jatuh cinta, kan?

“kamu suka lavender?” tanyanya, tidak seformal biasanya. Biasanya, ia menggunakan kata anda dan saya ketika berbicara dengan siapapun, terkecuali Kibum. Aku menunduk malu, mengangguk. Aku melirik ia –sempat sempatnya saat aku menunduk—dengan wajah serius dan ia mencengkram stir sangat erat, takut kalau stirnya hilang kendali atau apa.

“begitulah” jawabku singkat. Sebenarnya, ingin sekali aku bercerita tentang semuanya pada Jinki. Namun, lidahku terasa kelu, tidak bisa berkata apa-apa ketika Jinki didekatku. Yang ada hanyalah detak jantungku yang semakin tidak normal.

Sangat tidak normal.

***

Lee Jinki’s POV

Beberapa hari yang lalu, aku mengantarkan Ji Hyo ke rumahnya. Tuhan, sangat susah untuk tidak tersenyum dihadapannya. aku bisa melihatnya dengan jarak yang cukup dekat, melihat rambut coklat mengkilap yang sangat ingin aku belai lembut, dan pipi kemerahannya yang sangat ingin aku cubit gemas.

Hari ini adalah hari dimana aku dan Key menyatakan cinta pada Ji Hyo dan Nicole. Tadi pagi—saat aku tiba di sekolah—aku sudah melihat Key menata sesuatu di loker mereka, dengan senyum mengembang penuh semangat andalannya, seakan yakin kalau ia akan diterima.

Aku tersenyum melihat sesuatu ditanganku, bunga lavender. Bunga kesukaan Ji Hyo. Bunga yang aku harapkan bisa meluluhkan hati Ji Hyo. Sebenarnya, aku tidak terlalu yakin kalau Ji Hyo akan menerimaku, sikapnya yang terlewat dingin membuatku canggung untuk mendekatinya. Atau, apakah aku yang terlalu dingin kepadanya?

Aku melihat Nicole, berjalan dengan rengutannya. Namun, ia masih sempat menyapaku sekadarnya dengan senyuman, lalu berlalu dan merengut lagi. Wajahnya terlihat tidak bersahabat. Mungkin, karena hari ini, hari Senin. Hari yang paling dibenci hampir semua murid—tidak terkecuali aku, yang berdedikasi tinggi pada pendidikan.

Aku melihat Key nampak mengagetkan Nicole dari belakang, dan kulihat juga Nicole memukul pelan –atau lebih bisa disebut, manja—lengan Key dan pipinya bersemu merah. Aku melihat Nicole membuka lockernya dan seakan terkejut melihat isinya, lalu menoleh kearah Key. Key hanya tersenyum dan tiba-tiba berlutut, mengatakan sesuatu, dan akhirnya diberi anggukan malu dari Nicole. Key mendaratkan bibirnya di pipi Nicole yang semakin membuat pipi Nicole memerah. Aku mendengus geli, berlebihan sekali.

Namun, terkadang, aku juga ingin se’gila’ Key.

Ah, tiba-tiba aku jadi punya ide cukup gila.

Choi Ji Hyo’s POV

Hari ini aku duduk dibangku-ku, membaca buku-buku sejarah kerajaan Inggris, dengan perasaan galau. Daritadi pagi, aku tidak melihat Jinki duduk membaca buku dibelakangku. Biasanya aku mendengar ia menggumam sendiri ketika membaca buku, sangat lucu, menurutku.

Samar-samar aku mendengar keributan di luar kelas, aku hanya sendirian di kelas ini. Awalnya, aku tidak peduli, namun mataku memicing saat mendengar seseorang berteriak, ‘apa yang Jinki lakukan?!’ Aku langsung berlari menghambur keluar kelas, dan tiba tiba wajahku memanas melihat Jinki berdiri ditengah lapangan, memegang pot bunga lavender. Bunga kesukaanku.

Ia berkeringat, aku asumsikan ia sudah berdiri disini dari tadi. Seragamnya terlihat basah, keringatnya. Ia melihat sekeliling dengan cemas, namun tiba-tiba ia tersenyum saat melihatku. Ia nampak, menelan ludahnya dan menatapku lurus. Murid-murid disekolah memberiku jalan dan mendorongku. Sehingga sekarang, aku berhadapan dengannya.

be mine” ucapnya singkat, jelas, dan datar. Tidak sesuai dengan caranya berdiri dilapangan membawa bunga, dengan harapan ia akan menyatakan cinta dengan kalimat-kalimat yang sering aku lihat di drama.

Ia mengernyit saat melihat ekspresiku yang datar, kontras dengan teriakkan ricuh murid-murid sekolah. “eh” ia menggaruk tengkuknya dan tersenyum canggung. Aku menatapnya geli, entah sejak kapan, sudut bibirku mulai terangkat dan mengangguk. Membuat semua murid berteriak semakin berisik. Dan bisa kurasakan, Jinki memegang tanganku dan mencium pipiku.

Aku mengernyit. Aku baru pertama kali dicium oleh seorang namja kecuali ayahku. Jantungku seperti berhenti sesaat saat ia mendaratkan bibirnya di pipiku, membuatku terpaku, membuat pipiku makin bersemu merah.

“thank you” ucapnya dingin dan datar seperti biasanya, namun terdengar sangat hangat di hatiku.

Terima kasih, sudah memilihku.

Kim Ki Bum’s POV

“lari keliling lapangan?” tawarku pada Jinki yang masih berkutat dengan soal matematikanya. Entah orang ini tidak peka atau apa, bahkan setelah punya pacar pun, dia datar-datar saja. Tidak ada perubahan ekspresi atau sikap yang signifikan, hanya senyuman 5 detik ‘terhangat’ yang ia pamerkan tadi pagi.

“ayo” jawabnya tanpa kuduga. Ia berlari duluan, disusul olehku, sembari tertawa lepas.

TBC

Wah, bersambung sampe sini dulu ya J part 1 yang ini masih perkenalan tokoh-tokohnya dan mereka disini ceritanya masih pada kelas 1 SMA *ups sneak peek*. Konflik muncul paling pas part 3 atau 4 atau mungkin partpart lainnya *ini ngeselin ya?* pas mereka udah pada kelas 3 hehehe . Semoga ceritanya menghibur ya 😀 (padahal masih perkenalan aja -_- zzzzzzzz)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

37 thoughts on “Crash – Part 1”

  1. ehm…
    ni ff yg prolognya pke ji hyo pov it kan…yg tadiny mw pke minho jd main cast…???
    kirain ji hyo sm kibum,kok jinki…
    mgkn krn msh awal kali y,blm ad knflik yg brarti…
    penasaran sm konflikx…

  2. wueeh… Sebenerny aq ngikik ngebayangin key jd pmaen basket terhebat di sekolah. Hehe, ga apa deh skali-kali tante key-ku jd keyennn

    hummm, sdkit heran knp tu cewe dgn mudahny nerima jinki. Smudah itukah pacaran? *gapenting*

    penasaran ma judulnya ni aq.
    Oya, penggunaan koma diperhatikan lg ya, sering ga tepat, hhehe

  3. Aku lupa prolognya atau emang ga baca? *nah loh* Eh, beneran. Sweet banget cerita ini. Karena lupa sama prolognya itulah pas awal aku ngira ‘Crash’ itu maksudnya mereka berdua ditolak, jadi mereka membentuk couple OnKey yg saling mencintai *ngelantuur*

    Setuju sama Bibib eonni, penggunaan koma lebih diperhatikan. Titik juga sih kalo menurutku, nyehehe

    Nice story, ditunggu kelanjutannya ^^

  4. baru tw kalo key bisa maen basket, he2, . 🙂
    biasanya kan minho yg suka maen basket. .
    ayo lanjutin, kayaknya bakal seru ni ff. . soalnya aku suka ff yg berbau school life, he2 curcol

  5. Kok ceritanya sama yah sama novel *yang aku lupa judulnya*? Mirip banget.-. Tapi gakpapalah. Good job min. Next partnya jgn lama2yah~

  6. Emmm baru mulai masih datar jaaa
    Kayaknya ntar kibim ma ji hyo Ɣää
    Duuuuch gimana ma jinki
    Ma ªkŮ ja kalo ƍįıƭÛ.ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s